Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 74 Kelakuan Ganjen


__ADS_3

Saat di dalam kamar mandi, Cinta yang sedari tadi menahan napasnya dengan segera menghembuskan nafas itu begitu kasar. Dan, terlihat dari wajahnya Cinta sendiri bahwa ia merasa malu ketika melihat bentuk tubuhnya Rio yang indah sekali.


" Fuuhhh,, Kak Rio ada ada aja, sengaja pamerin tubuhnya,," Gumam Cinta sambil mengusap-usap wajahnya sendiri.


" Nggak usah diingat, nggak usah diingat, takutnya nanti kepikiran,," Bilang Cinta lagi sambil membuka semua pakaiannya dan segera mandi.


Setelah selesai mandinya dengan segera Cinta berlari kecil masuk ke dalam kamarnya sambil mengendap-endap memeriksa keberadaannya Rio. Ternyata di dalam kamarnya kosong tidak ada jejak Rio disana, sambil mengusap dadanya Cinta bergumam lega.


" Syukurlah, gak ada orangnya heheheh,," Gumam Cinta sambil melangkahkan kakinya perlahan masuk ke dalam kamar.


Saat Cinta perlahan-lahan masuk ke dalam kamarnya itu, tiba-tiba Rio menepuk pundaknya Cinta dari belakang sehingga hal itu membuat Cinta kaget dan membuat Rio sendiri seketika tertawa lepas melihat wajah Cinta yang memerah karena, merasa malu saat sedang mengendap-endap itu.


" Lagi ngapain dek ?" Tanya Rio sambil menepuk pundaknya Cinta.


" Astaghfirullah hal adzim Kak Rio ngagetin aja,," Seru Cinta sambil menepuk lengan Rio.


" Hahahaha Dedek kenapa kok kaget" Tanya Rio yang sedang tertawa lepas melihat wajah Cinta.


" Kaget karena Kak Rio yang ngagetin,," Ucap Cinta lagi dengan suara renyahnya.


" Hehehehe sorry sorry sorry ada apa kok ngendap-ngendap gitu masuk kamar ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Hehehehe nggak ada Cinta mau ganti baju bentar ya Kak,," Gumam Cinta dengan segera masuk ke dalam kamarnya.


Dengan segera Cinta masuk ke dalam kamarnya dan menggantikan bajunya, sedangkan Rio hanya bisa tertawa geli sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cinta yang begitu membuatnya merasa lucu.


Pagi ini seperti biasa Rio selalu melakukan sholat berjamaah kepada istrinya, sebenarnya Rio ingin sekali sholat di masjid kampungnya ini, hanya karena Cinta masih baru dengan suasana kampungnya itu dan belum berani untuk tinggal sendirian di rumah. Oleh sebab itu, untuk sementara Rio melakukan ibadah sholatnya di rumah bersama dengan istrinya itu.


Siang ini terlihat Cinta sedang mempersiapkan semua keperluan yang akan dibawa ke rumahnya kepala desa. Cinta sendiri malah membawakan oleh-oleh ikan dari tambaknya Rio hasil pancingan yang dilakukan mereka kemarin. Sedangkan Rio sendiri sedang menyalakan mesin mobilnya karena, sudah mau pergi ke rumahnya kepala desa.


" Dek, udah siap,," Panggil Rio dari luar kepada Cinta.


" Sebentar Kak,," Jawab Cinta dari dalam rumah.


Karena, mendengar jawaban Cinta yang mengatakan tunggu sebentar. Sambil mematikan mesin mobilnya akhirnya Rio masuk kembali ke dalam rumah untuk memastikan Cinta sedang mempersiapkan apa. Karena, Rio sendiri sudah lama bersiap dan menyalakan mesin mobilnya. Rio segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Cinta di dalam rumahnya.


" Dek, Dedek dimana ?" Panggil Rio pada Cinta.


" Dedek lagi di dapur nyiapin ini,," Jawab Cinta dari dapur yang sedang meletakkan ikan ke dalam kantong plastik.


" Oohh ya ampun dek, repot bangeettt dih pake istilah bawa oleh-oleh,," Gumam Rio pada Cinta yang sedang sibuk membungkus ikan ke dalam kantong plastik.


" Hehehe, bukannya kita baru pertama kali datang ke rumah kepala desa, karena, sebagai warga yang baik harus membawakan oleh-oleh untuk kepala desa supaya terlihat bagus silaturahminya,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


" Heemmm terserah Dedek aja yang penting bagus untuk Dedek berarti bagus juga bagi Kak Rio," Ucap Rio yang sedang menyandarkan bahunya ke dinding sambil melihat pekerjaan Cinta.


" Udah selesai belum sa,, eeehhh ?" Tanya Rio pada Cinta yang ingin memanggil Cinta sayang, namun hal itu membuat Rio langsung menutup mulutnya karena, merasa canggung untuk memanggil Cinta dengan sebutan sayang.


" Hah! apa Kak ?" Tanya Cinta juga yang memang tidak kedengaran pertanyaan dari Rio.


" Nggak tadi Kak Rio cuma mastiin udah selesai apa belum, begitu dek heheheh,," Gumam Rio terkekeh geli.


" Oohhh udah nih,," Jawab Cinta dengan menunjukkan bungkusan ikan yang sedang ditentengnya.


" Ya udah kalo gitu kita langsung berangkat,," Ajak Rio tersenyum untuk menghilangkan rasa kecanggungan yang sedang terjadi.


Sambil mengajak Cinta keluar rumah Rio melirik ke arah wajahnya Cinta dan meneliti tentang panggilannya tadi apakah Cinta mendengarkannya atau tidak saat ia memanggil Cinta dengan sebutan sa saja.


" Untung saja Dedek gak dengar,," Gumam Rio dalam hatinya sambil melirik ke arah Cinta.


Setelah selesai mengunci pintu rumahnya barulah Rio membukakan pintu mobil untuk Cinta. Namun, Cinta merasa canggung sendiri ketika melihat kelakuan Rio yang selalu menganggap dirinya majikannya itu. Padahal saat ini Rio tidak lagi bekerja menjadi seorang supir pribadi baginya.


" Ya ampun, Kak pintu mobil sampai dibuka segala, emangnya Cinta masih Enon kemarin apa,," Celetuk Cinta yang membuat Rio terkekeh geli.


" Hahahaha Dedek bisa aja, ya, hanya mengingatkan bahwa Kak Rio dulu adalah seorang supir bukan orang kaya dek,," Jawab Rio sambil tersenyum.

__ADS_1


" Aakkhhh, Kak Rio itu yang ada ada aja,," Gumam Cinta yang menggelengkan kepalanya sendiri.


" Semua persiapan udah dibawa ?" Tanya Rio memastikan bawaan Cinta.


" Udah,," Jawab Cinta singkat.


" Gak ada yang ketinggalan dek ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.


" Gak ada Kak,," Jawab Cinta meyakini.


" Oke, langsung berangkat,," Bilang Rio penuh semangat.


" Emang tempatnya jauh ya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Enggak terlalu sih dek, tapi, kalo jalan kaki ya jauh,," Jawab Rio sambil memutar mobilnya.


Setelah selesai memutar mobilnya itu menuju ke jalanan barulah Rio mengendarai mobil itu dengan santai. Memang cukup jauh bagi Cinta yang baru pertama kali datang mengunjungi rumahnya kepala desa. Sambil mengunjungi rumahnya kepala desa, Rio sengaja membawa Cinta mengelilingi kampungnya sambil memperlihatkan suasana kampungnya yang adem dan juga berbukit-bukit ini. Memang suatu kampung yang indah dan juga asri, sehingga membuat Cinta merasa senang saat Rio mengitari kampungnya itu.


" Waaaahhh ternyata desanya Kak Rio bagus banget ya,," Gumam Cinta sambil menolehkan wajahnya ke arah kaca.


" Buka aja dek kacanya biar bisa ngerasain udaranya yang sejuk walaupun di siang hari,," Bilang Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.


" Oke,," Jawab Cinta yang memencet tombol untuk membuka kaca samping tempat duduknya.


Setelah kaca terbuka benar sekali yang dikatakan oleh Rio, bahwa udara di kampungnya itu begitu sejuk sekali. Bahkan di siang hari bolong seperti ini masih saja terasa sejuk.


" Waahhhhh iya benar kak sejuk banget." Gumam Cinta sambil menghirup udara sejuk di kampungnya Rio ini.


" Tapi, kenapa di tambak gak terasa sejuknya ya Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Karena, di tambak tempatnya rendah dek, dan memang disana udaranya nggak sejuk seperti disini,," Jawab Rio yang masih fokus pada mobilnya.


Ketika melihat rumah kepala desa yang tidak terlalu jauh dari jangkauan mobilnya itu. Dengan segera Rio memberikan arahan kepada Cinta bahwa mereka telah sampai di tempat tujuannya.


" Aakkhh iya Kak,," Jawab Cinta yang langsung duduk seperti biasanya.


Dengan segera Rio memasukkan mobilnya ke dalam area halaman rumahnya kepala desa. Dan, karena baru pertama kali melihat mobil yang lebih baik dibandingkan mobilnya itu. Tentu saja hal itu membuat staf kepala desa yang sedang bertugas di rumahnya itu kaget serta tercengang.


" Waduh mobilnya bagus sekali. Mobil siapa toh,," Ungkap staf yang sedang bekerja itu.


Setelah memarkirkan mobilnya di area halaman rumahnya kepala desa. Dengan segera Rio keluar dari mobil itu dan langsung membukakan pintu untuk Cinta lagi. Betapa terkejutnya staf itu ketika melihat Rio yang turun dari mobil yang bagus itu.


" Waduh sepertinya Mas Rio,," Gumam staf pekerja di rumahnya kepala desa.


Staf kepala desa itu langsung saja melangkah mendekati Rio yang sedang menyambut Cinta untuk turun dari mobilnya itu.


" Udah sampai dek, yuk turun,," Bilang Rio kepada Cinta.


" Heemm ya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan meletakkan tangannya pada tangan Rio yang sedang menyambutnya itu.


" Mas Rio ya ?" Tanya staf pekerja itu pada Rio yang sedang menyambut Cinta.


" Aakhh betul pak,," Jawab Rio sambil mengangguk.


" Waahh udah jadi orang sukses ya Mas bawa mobilnya yang mahal dan juga bagus seperti ini,," Ucap staf pekerja itu pada Rio.


Ketika mendengarkan pernyataan dari staf itu seketika Rio segera menoleh ke arah Cinta dan Cinta juga menoleh ke arah Rio sambil melemparkan senyumannya masing-masing.


" Tidak juga pak, pak kades ada ?" Tanya Rio pada staf itu.


" Ada mas tunggu sebentar saya panggilkan dulu,," Ucap staf pekerja itu pada Rio sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


" Ayo mas Rio masuk,," Ucap staf itu lagi pada Rio.


" Iya Pak, terima kasih,," Gumam Rio mengangguk.

__ADS_1


" Ayo dek,," Ajak Rio pada Cinta sambil menuntun tangannya Cinta.


Rio dan Cinta langsung saja masuk ke dalam rumahnya kepala desa. Sambil menunggu kedatangan kepala desa Rio sengaja menjahili Cinta dengan memencet hidungnya Cinta.


" Iiihhhh Kak Rio apa-apaan sih,," Gerutu Cinta yang terlihat geram atas perlakuan Rio pada hidungnya.


" Cuma mau mencet aja dek, soalnya hidungnya mancung banget," Bilang Rio yang membuat Cinta sedikit tersenyum.


" Ya, kalau mancung jangan dipencet, kaget tahu,," Gumam Cinta sambil mengelus hidungnya sendiri.


Saat Rio sedang membantu Cinta untuk mengelus hidungnya, kepala desa dan staf itu muncul dari dalam rumah dan mempersilahkan Rio untuk masuk ke dalam rumahnya serta duduk.


" Silahkan masuk Rio," Ucap Kepala desa itu pada Rio.


" Aakkh iya Pak, terima kasih,," Jawab Rio sambil mengangguk.


" Ayo dek,," Ajak Rio pada Cinta.


Dengan segera Cinta mengikuti ajakan Rio yang menuntunnya masuk ke dalam rumah kepala desa. Dan, bungkusan ikan yang sedang ditenteng oleh Cinta sengaja langsung Cinta berikan kepada staf yang sedang bekerja itu.


" Assalamualaikum," Ucap Rio dan Cinta bersamaan saat masuk ke dalam rumahnya kepala desa.


" Wa'alaikumsalam, ayo silahkan duduk," Jawab kepala desa itu sambil menyuruh Rio dan Cinta untuk duduk.


" Oh ya Pak ini ada sedikit oleh-oleh dari tambak,," Ucap Cinta sambil memberikan bungkusan kepada kepala desa.


" Oh iya terima kasih," Ucap kepala desa itu sambil melihat Cinta dari atas sampai ke bawah.


" Jang tolong bawakan ke dapur,," Bilang kepala desa kepada stafnya.


" Kenapa kepala desa ini melihatku seperti ini,," Gumam Cinta dalam hati yang merasa jengkel dengan tatapan dari kepala desa.


Saat diperhatikan oleh kepala desa dengan mata yang begitu menyeringai terhadap Cinta. Cinta merasa tidak nyaman atas tatapan mata kepala desa padanya itu. Namun, hal itu segera Cinta alihkan dengan menunjukkan bahwa dirinya seorang perempuan yang telah memiliki suami. Sambil memasukkan tangannya ke dalam tangan Rio Cinta sedikit memberikan senyuman kepada Rio serta Rio bingung sendiri atas kelakuan Cinta yang tiba-tiba aneh pada dirinya.


" Kedatangan kami kesini untuk memberitahukan bahwa saya Rio akan menjadi warga di kampung ini lagi, Pak,," Ucap Rio langsung yang membuka pembicaraannya.


" Ooohhh baik Rio, saya sudah tahu kedatangan anda sekitar dua hari yang lalu dari Rossa dan seperti biasa karena, memang anda adalah warga di kampung ini saya tetap menerima anda menjadi warga di kampung ini, jadi jangan sungkan untuk datang kesini apabila ada waktu luang,," Jawab kepala desa itu lagi yang kembali melirik ke arah Cinta.


" Maaf, wanita ini siapa kalau boleh tahu ?" Tanya kepala desa itu langsung pada Rio.


" Ini Cinta istri saya Pak, kebetulan kami baru menikah,," Jawab Rio dengan penuh keyakinan pada kepala desa.


" Oohhh istrinya Rio, berarti anda sekarang sudah menikah,," Jawab Kepala desa itu sambil mengangguk.


Dengan segera kepala desa itu menjulurkan tangannya kepada Cinta, namun Cinta merasa khawatir terhadap tangannya kepala desa yang sudah membuatnya muak saat pertama kali bertemu siang ini. Tapi, hal itu Cinta tutupi saja dengan menerima tangannya kepala desa terhadap dirinya. Supaya tidak terlalu mencurigakan bahwa Cinta sendiri merasa tidak nyaman karena mata keranjang dari kepala desa ini terhadap dirinya.


" Cinta,," Ucap Cinta sambil memberikan tangannya kepada kepala desa.


Cukup lama juga kepala desa itu memegang tangannya Cinta, sehingga membuat Cinta merasa muak dan dengan sengaja Cinta menarik tangannya dari genggaman kepala desa itu. Dan, kejadian itu sendiri bisa dilihat oleh Rio bagaimana kepala desa itu memperlakukan tangannya Cinta. Namun, Rio tidak ingin membuat masalah karena, mereka sedang mengunjungi tempatnya kepala desa itu. Jika membuat keributan akan dipastikan bahwa Rio yang bersalah.


" Apa yang sedang dilakukan pak kades, kenapa lama sekali memegang tangannya Cinta,," Gumam Rio dalam hati yang ingin sekali langsung menarik tangannya Cinta.


" Iiihhhh dia mau main-main padaku,," Gumam Cinta dalam hati saat merasakan hal lain di telapak tangannya itu.


Karena, dengan sengaja kepala desa itu memainkan jarinya di telapak tangannya Cinta. Saat Cinta menarik tangannya itu sambil tersenyum sinis Cinta mengisyaratkan kepada kepala desa bahwa ia bukanlah wanita murahan.


" Heehh!! aku bukanlah wanita murahan,," Ucap Cinta dalam hatinya sambil tersenyum sinis pada kepala desa.


Dan, dengan gaya manisnya Cinta kembali lagi duduk di sampingnya Rio sambil melingkarkan tangannya di lengannya Rio.


" Ternyata istrinya Rio wanita cantik ini,," Gumam kepala desa masih dengan matanya yang intens menatap Cinta.


Ketika, Cinta melingkarkan tangannya tepat di dalam lengannya Rio hal itu membuat Rio merasa senang, karena, Cinta sendiri adalah bukan hanya sekedar majikannya saja yang patut ia lindungi, namun seorang istri sah yang harus ia jaga keselamatannya dan juga harga dirinya.


****

__ADS_1


__ADS_2