
" Tolong,, tolong !!" Suara teriakan Claire lagi.
" Iya benar suara teriakan minta tolong,," Ucap pelayan lain, dimana di dalam area ruangan tersebut ada tiga pelayan wanita yang sedang melakukan aktivitasnya.
Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.
****
****
Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.
" Sepertinya memang benar itu suara seseorang yang sedang berteriak minta tolong,," Ucap satu pelayan yang sedari tadi memang telah memastikan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire.
" Apa mungkin, Madam Claire berteriak minta tolong lagi ?" Tanya pelayan tersebut kepada kedua temannya.
" Iya betul sepertinya suara Madam Claire memang tengah meminta tolong,," Ucap pelayan yang satunya untuk memastikan pendengaran dari temannya itu.
Dan salah satu dari mereka telah melakukan sebuah pemastian pendengaran kembali yang tengah mereka lakukan secara bersamaan dimana mereka saat ini tengah fokus melakukan pekerjaannya namun, disela pekerjaannya itu terdengar suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.
" Aakkhh sepertinya bukan teriakan minta tolong dalam hal kesulitan,," Ucap pelayan tersebut kembali menenangkan perasaan temannya yang merasa khawatir dengan keadaan Claire jika mereka tidak datang menghampiri Claire dan menolongnya pastinya selaku pelayan yang tengah bekerja di tempat kakak sepupunya Claire akan mendapatkan hukuman besar dari majikan yang baru saja datang ke dalam kediaman Tuan besar mereka saat ini.
" Kemungkinan besar Madam Claire bukan berteriak minta tolong kepada kita melainkan suatu hal yang tengah ia lakukan sendiri karena merasa kesal dengan orang yang tengah ia kesalkan saat ini,," Ucap pelayan itu kepada dua temannya yang tengah masih mendengarkan suara Claire.
Sangat wajar sekali jika para pelayan tidak mau lagi mendekati Claire yang tengah berada sendirian dan sedang melakukan waktunya untuk bersantai sendiri itu. Karena, sebelum Claire berteriak meminta tolong, Claire sudah berteriak kesal akan kelakuan semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre sehingga membuat para pelayan di kediaman Martin ini kaget dengan suara teriakan yang ia lakukan.
Awalnya semua pelayan berpikir bahwa Madam yang baru saja datang itu memang tengah mengalami kesulitan yang ingin sekali mendapatkan bantuan, Sehingga membuat semua pelayan yang mendengar langsung berlarian mendekati Claire di area kolam renang. Namun, ternyata suatu hal yang mereka lakukan itu salah, bukannya membuat Claire berterima kasih atas kedatangan mereka untuk membantunya melainkan sebuah amarah kekesalan yang ditumpahkan oleh Claire kepada semua pelayan yang datang menghampirinya itu.
Oleh sebab itu, semua pelayan tidak mau lagi mendekati Claire, jika tidak Claire sendiri yang memanggil mereka untuk datang dan meminta pelayanan dari mereka. Dan sebagai para pelayan mereka memang seharusnya bersifat simpati dan juga empati terhadap majikannya, namun Claire sama sekali tidak memiliki sifat dan sikap untuk meminta bantuan dan juga empati dari para pelayan.
Oleh sebab itu, Claire dengan sengaja mengusir semua pelayan yang datang menghampirinya, dan kembali lagi di awal aktivitas yang tengah mereka lakukan sebagai pelayan. Membiarkan begitu saja suara Claire yang tengah berteriak meminta tolong. Dan akhirnya mereka semua kembali ke aktivitas mereka masing-masing dalam hal membersihkan semua kondisi ruangan kediaman Martin.
" Bukannya kita semua tadi sudah diperingatkan oleh Madam Claire untuk tidak mendekatinya bukan,," Ucap pelayan tersebut kepada dua temannya.
" Betul juga,," Jawab dua pelayan yang mengangguk secara bersamaan.
" Ya sudah lebih baik kita kerjakan pekerjaan kita saja, ayo,," Bilang pelayan tersebut kepada dua temannya yang mendengar suara teriakan minta tolong dari Claire.
" Ayo, mari,," Jawab kedua pelayan tersebut melangkahkan kakinya pindah ke tempat lainnya lagi untuk mereka melakukan tugas yang berikutnya.
Karena, merasa bahwa permintaan pertolongan yang dilakukan oleh Claire itu tidaklah terlalu penting, oleh sebab itu, semua pelayan yang memang sudah mendengar suara teriakan Claire itu telah berpindah ke tempat berikutnya. Karena, memang mereka tengah ingin segera melakukan aktivitas pekerjaannya masing-masing. Oleh sebab itu suara teriakan Claire sama sekali tidak dihiraukan oleh ketiga pelayan ini.
Dan sekarang ternyata pendengaran mereka ada benarnya juga sepertinya memang Claire meminta pertolongan dari mereka sebagai para pelayan. Terlihat bahwa ketiga pelayan yang awalnya mendengarkan suara teriakan Claire saling memandang satu sama lain ketika mereka mendapatkan sebuah perintah dari pelayan pria bahwa semua pelayan wanita yang ada di kediaman Martin dan sedang beraktivitas tidak terlalu jauh dari area kolam renang telah dipanggil semuanya oleh Claire.
Betapa kagetnya kedua pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire meminta tolong. Namun perasaan takut dan khawatir itu ditepis begitu saja supaya perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu tampak di wajah mereka. Kemungkinan besar Claire memanggil mereka bukan karena perihal teriakan meminta tolong yang ia lakukan itu. Tapi, kemungkinan besar Claire meminta pelayanan dari mereka semua selaku pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Diberitahukan kepada semua pelayan wanita yang berada di dalam ruangan di dekat area kolam renang, semuanya harus menghadap Madam Claire sekarang juga,," Ucap pelayan pria tersebut memberikan sebuah pesan yang disampaikan oleh Claire padanya.
" Madam Claire ingin meminta kami semua untuk menghadapinya ?" Tanya salah satu pelayan wanita kepada pelayan pria tersebut.
" Ya, sekarang juga wajib semua pelayan wanita,," Ucap pelayan pria tersebut dengan jelas kepada pelayan wanita di hadapannya untuk segera menghadap Claire sekarang juga.
" Apakah saya boleh bertanya ?" Tanya salah satu pelayan wanita tersebut.
" Ya, silahkan,," Jawab pelayan pria itu menerima pertanyaan yang diajukan oleh pelayan wanita di hadapannya.
" Memangnya kenapa Madam Claire memanggil semua untuk menghadapnya ?" Tanya pelayan wanita itu yang memang ketua dari para pelayan wanita kepada pelayan pria yang memberi pesan dari Claire.
" Saya tidak tahu juga apa alasan Madam Claire memanggil kalian semua, yang pastinya saya hanya menyampaikan pesan dari Madam Claire bahwa kalian semua harus segera menghadapnya sekarang juga,," Jawab pelayan pria itu kepada semua pelayan.
" Baiklah, kalau kau tidak tahu alasannya berarti kita semua harus segera datang menerima panggilan Madam Claire saat ini juga,," Ucap kepala pelayan wanita itu kepada semua anggota para pelayan.
" Baik ketua,," Jawab semua para pelayan sambil mengangguk.
Deggg!!
Perasaan ketakutan yang berkecamuk dengan perasaan tidak karuan, hal itu yang memang tengah dirasakan oleh ketiga pelayan di dekat area kolam renang. Karena, memang sebenarnya mereka bertiga mendengar secara jelas suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.
Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.
****
****
Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.
Rasa takut yang bercampur dengan rasa tidak tahu hal itu tengah dirasakan oleh ketiga pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire di dalam kolam renang. Namun perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu ditampakkan, karena mereka berpikir hal lain yang akan dilakukan Claire pada mereka selaku pelayan.
" Apa mungkin, Madam Claire sengaja memanggil kami hanya karena tidak ada yang membantunya saat ia berteriak meminta tolong tadi ?" Tanya seorang pelayan dalam hatinya pada dirinya sendiri.
" Aakkhh itu tidak mungkin bisa jadi Madam Claire meminta kami semua untuk melayaninya,," Gumam salah satu pelayan lain di antara tiga pelayan yang memang mendengarkan suara Claire.
" Semoga saja Madam Claire bukan memanggil kami karena, kami tidak ada yang datang menghampirinya ketika ia berteriak meminta tolong tadi,," Gumam pelayan lainnya juga yang memang merasa khawatir dan cemas ketika akan dipanggil oleh Claire.
Tentu saja hal ini membuat semua pelayan menjadi takut dan juga cemas karena, semua pelayan sudah sedikit banyak yang tahu dengan sikap Claire yang cukup buruk itu serta pastinya cukup garang jika sedang memberikan sebuah hukuman. Apalagi sebelumnya semua pelayan sudah dimarahi habis-habisan oleh Claire saat Claire berada di dalam kolam renang.
Walaupun semua pelayan merasa takut dan khawatir namun, mau tidak mau semua pelayan itu haruslah patuh dengan panggilan dari majikan mereka, ya, walaupun majikan mereka ini bukanlah majikan mereka yang sebenarnya. Karena majikan mereka yang sebenarnya adalah Martin.
" Ya sudah berhubung perintah dari Madam Claire sudah saya sampaikan kepada kalian semua, maka, silahkan kalian menemui madam Claire yang masih berada di area kolam renang," Ucap pelayan pria itu sambil melangkah menuju ke arah bagian dapur untuk menyiapkan semua makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Claire.
" Baik, terima kasih,," Jawab semua pelayan yang telah berkumpul menjadi satu di dalam sebuah tempat.
Setelah pelayan pria itu pergi menuju ke arah dapur untuk mempersiapkan semua pesanan makanan dan juga minuman untuk Claire. Bisa dilihat juga bahwa semua pelayan perempuan itu segera melangkah menuju ke area kolam renang dimana tempat Claire yang saat ini sedang beristirahat merelaksasikan pikirannya.
Kembali lagi, pada pembicaraan para pelayan ini yang sedang berbisik-bisik kecil kepada ketua pelayan mereka, dimana ketua pelayan itu berada di bagian paling depan sekali dan melangkah mendahului semua pelayan lainnya yang terlihat begitu khawatir ketika ingin berhadapan langsung dengan Claire.
Karena, merasa bahwa semua anggota pelayan yang berada di belakangnya sedikit jauh dari posisi keberadaannya, hal itu membuat ketua para pelayan menoleh ke belakang dan memberikan sebuah semangat kepada anggotanya untuk memberanikan diri dengan segera menghadap langsung Claire.
" Ayo, tidak usah ragu-ragu,," Ucap ketua pelayan kepada semua anggotanya sembari menoleh ke belakang dan memberikan sebuah isyarat bahwa mereka harus memberanikan diri untuk segera menghadapi Claire.
" Baik ketua,," Jawab semua pelayan pada ketuanya.
Akhirnya setelah diberikan sebuah kata penyemangat dari sang ketua, semua anggota pelayan itupun memberanikan diri saat melangkah pergi menuju tempat dimana saat ini Claire tengah bersantai ria di atas kursi santai pinggir kolam renang.
Dan bisa dilihat dari wajah Claire tampaklah sebuah senyuman licik yang telah diukirnya sebelum kedatangan para pelayan ini. Karena, memang sebenarnya Claire ingin sekali melampiaskan amarahnya terhadap semua pelayan di dalam kediaman Martin yang sama sekali tidak memiliki pendengaran ataupun berpura-pura tidak mendengar saat ia berteriak memanggil meminta tolong.
" Heeehhh!! datang juga semua pelayan bodoh ini," Ucap Claire sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya menandakan bahwa ia begitu tidak menyukai semua pelayan perempuan di kediaman sepupunya itu.
Akhirnya semua pelayan itu telah sampai semuanya di hadapan Claire dan pastinya hal ini begitu membuat perasaan amarah yang telah menumpuk di dalam benaknya itu membuat Claire cukup puas. Semua pelayan memberikan salam hormat dan menundukkan separuh tubuhnya kepada Claire. Dengan santainya Claire hanya berdehem tanpa membuka matanya sedikitpun, karena, dengan sengaja saat ini ia sedang berbaring sambil menggunakan kaca matanya dan menghadap ke atas.
" Selamat siang Madam,," Ucap semua pelayan yang telah ada di dekat Claire.
" Heemmm,," Jawab Claire singkat.
" Maaf Madam, kami semua mendapatkan sebuah perintah bahwa kami semua saat ini harus datang dan menghadap Madam, apakah itu benar Madam ?" Tanya ketua pelayan itu yang mulai membuka pembicaraan kepada Claire.
Karena, telah dibuka terlebih dahulu pembicaraan yang akan dilakukan olehnya itu, dengan santainya Claire bangun dari tidurnya dan duduk tepat di hadapan semua pelayan yang masih saja menundukkan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan dari ketua pelayan itu. Cukup lama Claire melihat satu persatu wajah dari semua pelayan yang berada di hadapannya.
Sambil tersenyum sinis, Claire tentu saja langsung menjawab pertanyaan dari ketua pelayan yang tertuju pada perintahnya itu.
" Ya, tentu saja, memangnya kenapa, apakah saya tidak bisa untuk memanggil kalian semua kesini ?" Tanya Claire pada ketua pelayan itu.
" Tentu saja diperbolehkan Madam, karena, Madam adalah salah satu majikan kami yang berada di dalam kediaman ini,," Jawab ketua pelayan itu dengan lembut menjawab pertanyaan Claire yang terdengar cukup sinis.
" Heehh!! majikan, kau bilang saya majikan, memangnya saya majikan bagi kalian ?" Tanya Claire lagi kepada ketua pelayan itu.
" Tentu saja Madam, Madam adalah keluarga dari Tuan Martin," Ucap ketua pelayan itu dengan jelas.
" Jadi, tentu saja Madam adalah majikan kami juga," Sambung ketua pelayan itu lagi dengan jelas.
" Heehhh!! kalau saya majikan kalian tentu saja kalian akan terima dengan senang hati sebuah hukuman, apabila saya tidak menyukai kinerja kalian ?" Tanya Claire lagi yang membuka klue kepada semua pelayan itu.
Karena, Claire telah membuka sedikit klue kepada para pelayan itu bahwa ia akan memberikan sebuah hukuman pada para pelayan itu apabila ia merasa tidak nyaman dengan hasil kinerjanya. Tentu saja hal itu membuat para pelayan kaget dengan ucapan Claire yang menyangkut tentang sebuah hukuman.
" Tentu saja Madam, kami akan menerima hukuman dari Madam juga, jika hasil kerja kami buruk atau tidak layak bagi Madam." Jawab ketua pelayan itu dengan pasti dan berani.
Proookk
Proookk
Proookk
Suara tepuk tangan yang dilakukan oleh Claire, yang terdengar cukup menyemangati Claire untuk bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan semua para pelayan itu. Karena, memang ini jawaban yang tepat untuk di dengarnya, sambil tersenyum sinis Claire langsung saja mengutarakan niat hatinya untuk memberikan sebuah hukuman kepada para pelayan yang telah berbaris rapi di hadapannya ini.
****
****
Suara tepuk tangan yang dilakukan oleh Claire, yang terdengar cukup menyemangati Claire untuk bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan semua para pelayan itu. Karena, memang ini jawaban yang tepat untuk di dengarnya, sambil tersenyum sinis Claire langsung saja mengutarakan niat hatinya untuk memberikan sebuah hukuman kepada para pelayan yang telah berbaris rapi di hadapannya ini.
" Apakah jawaban ini benar ?" Tanya Claire lagi kepada ketua pelayan yang berada di hadapannya itu seolah bahwa ia sedang memberikan sebuah pertanyaan yang begitu sulit.
Sehingga dari pertanyaan yang sengaja dilontarkan oleh Claire membuat para pelayan sedikit bergidik takut. Karena, sudah jelas sekali ujung-ujungnya pasti Claire akan menghukum mereka tanpa mereka ketahui apa kesalahan yang telah mereka lakukan.
Karena, merasa bahwa seorang ketua pelayan di kediaman Martin ini adalah orang pertama yang bekerja di dalam kediaman ini, tentu saja tanpa adanya rasa keraguan dan juga takut ketua pelayan itu langsung dengan jelas dan tegas menjawab pertanyaan Claire bahwa mereka memang telah siap untuk menerima sebuah hukuman yang tepat jika mereka melakukan sebuah kesalahan.
" Ya, tentu saja Madam, kami akan bersedia mematuhi semua keinginan Madam, termasuk hukuman dari Madam jika kami terbukti bersalah,," Jawab ketua pelayan itu dengan tegas dan juga berani.
Claire sedikit mengernyitkan bagian dahinya karena, merasa janggal atas jawaban dari ketua pelayan itu. Karena, sudah jelas sekali bahwa terdengar dari jawaban pelayan itu mereka bersedia mematuhi semua keinginannya Claire juga termasuk menerima hukuman dari Claire apabila mereka terbukti bersalah.
Hal itu membuat Claire sedikit merasa aneh dan langsung menatap wajah ketua pelayan itu dengan seksama, serta seperti biasa dengan sifat Claire yang keras juga merasa seenaknya langsung saja membuat jarinya menaikkan dagu ketua pelayan itu sedikit ke atas.
" What ?" Tanya Claire dengan wajahnya yang sedikit heran dengan jawaban dari ketua pelayan itu.
" Apa yang kau katakan ?" Tanya Claire lagi pada ketua pelayan itu sambil menaikkan dagu si ketua pelayan sedikit ke atas.
" Aku tidak dengar,," Sambung Claire lagi dengan nada seolah memperolok-olok.
" Coba katakan lagi,," Ucap Claire dengan nada seolah meminta ulang kembali ucapan dari sang ketua pelayan.
Sambil tersenyum dan mengangguk seolah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Claire, dengan santainya ketua pelayan tersebut mengucapkan kembali apa yang telah disampaikannya dengan jelas pada Claire sebelum ini.
" Baiklah Madam, jika Madam tidak dengar maka saya akan mengulanginya lagi,," Jawab ketua pelayan itu yang tidak memiliki rasa khawatir saat dirinya diperlakukan sedikit kasar dari Claire.
Dan pastinya dengan tegas juga ketua pelayan itu kembali mengucapkan ucapannya.
" Kami semua pelayan di dalam kediaman Tuan Martin akan selalu bersedia menerima perintah dari Madam dan juga mematuhi semua keinginan serta bersedia juga untuk menerima sebuah hukuman dari Madam, asal ada sebuah pembuktian kami telah melakukan kesalahan,," Ucap ketua pelayan itu dengan jelas dan juga detail.
Karena, mendengar ucapan dari ketua pelayan itu dengan lugas dan juga detail. Sehingga hal itu membuat Claire seolah-olah ditantang oleh seorang pelayan yang sok berani dan hebat di dalam kediaman Martin ini. Dengan mudahnya Claire melayangkan tangannya tepat di wajah ketua pelayan itu.
" Oouuwww,, beraninya kau menjawab seperti itu ya,," Ucap Claire sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan wajah yang terlihat begitu marah terhadap semua pelayan yang ada di di hadapannya.
" Kau hanya seorang pelayan disini dan kau berani-beraninya membuat aturan sendiri seperti itu,," Bilang Claire dengan nada suara yang mulai meninggi.
" Memangnya kau siapa, hah!!" Sambung Claire lagi dengan suara yang semakin meninggi sehingga membuat Martin yang kebetulan lewat mendengar ucapan Claire dengan nada tinggi dan juga marah.
" Sepertinya, orang seperti kau ini harus diberikan pelajaran supaya tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang pelayan,," Ucap Claire lagi dengan nada ketus dan juga merendahkan derajat orang lain.
Saat ini emosi Claire semakin meluap dan meledak ketika mendengar jawaban yang begitu tinggi dari sang ketua pelayan. Sehingga membuat Claire langsung saja naik pi.tam dan hal itu membuat Claire membentak semua pelayan yang berada di hadapannya.
Kebetulan sekali Martin baru saja selesai berdiskusi dengan temannya. Martin melihat kondisi di dalam kediamannya terlihat begitu sepi, tidak ada pelayan perempuan satupun, sehingga hal itu membuat Martin merasa heran dan jelas saja Martin menanyakan perihal kejanggalan yang sedang terjadi di dalam kediamannya ini.
Martin berjalan menuju ke arah bagian belakang dan memang bagian belakang tempat yang ditujunya itu tidak terlalu jauh dari area kolam renang. Saat itu Martin kebetulan lewat dan melihat seorang pelayan pria yang memang telah diperintahkan olehnya untuk melakukan aktivitas di dekat area kolam renang.
Karena ia tahu saat itu Claire sedang berada di area kolam renang, sehingga apabila Claire sedang membutuhkan sesuatu maka pelayan pria tersebut bisa langsung melakukan pekerjaannya dalam melayani keinginannya Claire, Martin tentu sudah tahu bagaimana sifat asli dari saudara sepupunya itu. Sehingga Martin tidak ingin membuat kegaduhan yang akan terjadi di dalam kediamannya ini.
Melihat pelayan pria itu sedang melakukan pekerjaan di sebuah dapur dan terlihat bahwa pria itu sedang melakukan sesuatu yaitu sedang memasak makanan hangat dan juga minuman hangat, tentu saja Martin sudah mengerti pasti pelayan itu sudah diberikan perintah oleh Claire untuk membuat beberapa makanan dan juga minuman.
Martin tentu saja langsung mendekati pelayan pria itu menanyakan langsung prihal dimana semua pelayan wanita di dalam kediamannya ini, karena, tidak satupun yang terlihat seperti biasanya yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing.
" Pelayan,," Panggil Martin kepada pelayan pria yang tengah sibuk sedang memasak makanan di dapur.
" Ya Tuan,," Jawab pelayan tersebut sambil mematikan kompor yang ada di hadapannya.
" Saya mau tanya semua pelayan wanita dimana ?" Tanya Martin secara langsung.
" Semua pelayan wanita telah dipanggil oleh Madam Claire, Tuan," Jawab pelayan itu dengan lugas.
" Dipanggil oleh Claire ?" Tanya Martin sambil mengerutkan dahinya merasa aneh dengan kelakuan Claire yang tengah memanggil semua pelayan perempuan di kediamannya ini.
" Memangnya ada apa, kenapa pelayan wanita semuanya dipanggil ?" Tanya Martin lagi kepada pelayan pria itu.
" Tidak tahu, Tuan, karena, saya hanya diberikan perintah oleh Madam Claire untuk membuat makanan dan juga minuman, serta memanggil semua pelayan wanita yang ada di dalam kediaman ini, oleh Madam Claire Tuan,," Jawab pelayan pria itu dengan detail dan juga jelas.
Seketika Martin teringat akan ucapan Claire yang ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan perempuan di dalam kediamannya ini yang seolah-olah berpura-pura tidak mendengar suara teriakannya. Dengan segera pula Martin menanyakan dimana lokasi Claire saat ini yang tengah mengumpulkan semua pelayan wanita itu.
****
****
Seketika Martin teringat akan ucapan Claire yang ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan perempuan di dalam kediamannya ini yang seolah-olah berpura-pura tidak mendengar suara teriakannya. Dengan segera pula Martin menanyakan dimana lokasi Claire saat ini yang tengah mengumpulkan semua pelayan wanita itu.
" Mereka semua dipanggil oleh Claire dan sekarang dimana ?" Tanya Martin lagi pada pelayan pria itu.
" Di area kolam renang, Tuan,," Jawab pelayan itu dengan jelas.
Tentu saja setelah tahu dimana keberadaan semua pelayan wanita yang telah dipanggil oleh Claire itu, Martin segera berlari menuju ke area kolam renang, karena, Martin tidak mau membuat keributan di dalam kediamannya ini. Apalagi sekarang sudah ada Claire tentu saja sebuah keributan akan terjadi, karena, sudah jelas sekali bagaimana sifat dari saudara sepupunya itu.
" Claire ini sifatnya sama seperti Mommy,," Ucap Martin yang tengah menggerutu Claire disaat ia hendak pergi menuju ke tempat Claire di area kolam renang.
Benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Martin saat ini menggerutu sendiri mengenai sifat Claire yang begitu mirip dengan sifat Mommynya. Karena, sifat Mommynya Claire itu begitu buruk, bagi Martin sendiri. Walaupun itu Mommynya sendiri, tapi, Martin sama sekali tidak pernah berani membantah perintah dari Mommynya itu.
Saat ini Martin tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah bagian belakang area kolam renang dan benar sekali ketika Martin sampai di area kolam renang. Martin bisa mendengarkan bagaimana suara Claire yang sedang marah dan tengah memarahi semua pelayannya itu.
" Berani-beraninya kau memberikan sebuah jawaban seperti itu, Hah!!" Ucap Claire yang tengah membentak semua pelayan wanita di hadapannya.
Ketika Claire ingin melakukan sesuatu terhadap ketua pelayan itu dengan segera Martin berlari dan menghalangi tangan Claire, sehingga membuat Claire kaget dengan perlakuan Martin yang melarangnya untuk memberikan pelajaran kepada ketua pelayan yang begitu berani dalam memberikan sebuah jawaban untuknya.
Tapi sayang ketika tangannya Claire itu hendak melayang mengenai wajah ketua pelayan dengan segera Martin datang menghalangi tangan Claire yang akan melayang itu. Betapa terkejutnya Claire ketika melihat tangannya Martin yang sedang menghalangi tangannya sendiri.
" Cukup Claire,," Ucap Martin yang menghalang tangannya Claire saat ingin memberikan sebuah pelajaran kepada ketua pelayan.
" Kau,," Gumam Claire kaget ketika tangannya terhalang oleh tangan Martin.
Awalnya Claire memang terkejut dengan kelakuan Martin yang tengah menghalangi tangannya saat ingin memberikan sebuah pelajaran kepada ketua pelayan itu. Namun, ketika menyadari ucapan Martin yang tengah membela para pelayannya itu. Hal itu membuat Claire semakin menjadi jengkel dengan kelakuan Martin ini.
" Jangan lakukan ini," Ucap Martin lagi yang masih memegang tangan Claire.
" Memangnya kenapa aku tidak boleh memberi mereka semua pelajaran ?" Tanya Claire dengan wajah kesalnya pada Martin.
" Bukannya tidak boleh Claire, mereka tidak bersalah,," Jawab Martin lembut sambil meredakan emosi Claire yang sedang memuncak.
" Mereka tidak bersalah, kau bilang, Heehh!!" Jawab Claire dengan nada suara yang terdengar mencaci ucapan pembelaan dari Martin.
" Justru, aku memanggil mereka semua kesini, karena mereka telah bersalah padaku,," Sambung Claire lagi dengan nada suara yang meninggi menjelaskan tentang apa yang sedang dilakukannya itu pada Martin.
" Memangnya mereka semua salah apa padamu, sehingga kau memanggil mereka semua datang kesini menghadapmu ?" Tanya Martin dengan lembut pada Claire, supaya emosi Claire tidak terlalu tinggi.
" Jelas mereka salah, karena, mereka menjawab pertanyaan dariku dengan gaya terlalu arogan dan sombong,," Jawab Claire lagi dengan jelas atas apa yang ia dapatkan dari jawaban ketua pelayan itu.
" Dengan gaya arogan bagaimana, mereka saja semuanya mematuhi perintah kau, disaat kau meminta mereka semua datang kesini mereka datang,," Bilang Martin pada Claire dengan keadaan yang telah terjadi sekarang.
" Terus jawaban apa dari mereka yang telah membuat kau sampai ingin menghukum mereka semua disini ?" Tanya Martin pada sepupunya.
Dengan wajah kesalnya, Claire menjawab pertanyaan Martin tentang apa yang telah dilakukan oleh para pelayan di dalam kediamannya itu hingga membuat Claire menjadi begitu marah dan juga kesal dengan pencegahan yang telah dilakukan oleh Martin sendiri.
" Mereka telah menjawab dengan tidak sopan dan jawaban mereka telah mengada-ada,," Jawab Claire dengan wajah masamnya dan jelas sekali terlihat bahwa ia begitu tidak menyukai para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Yes, I know,," Jawab Martin masih dengan nada yang begitu lembut terhadap Claire.
" Lalu jawaban apa dari mereka yang telah membuat kau sampai marah sebesar ini ?" Tanya Martin lagi pada Claire.
" Kau mau tahu, tanya saja sama pelayan tidak tahu sopan santun ini,," Jawab Claire sambil menunjuk langsung ke arah ketua pelayan yang ada di hadapannya.
Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lembut dan sedikit mengeluarkan nafasnya, karena, Martin merasa bahwa sebenarnya, pelayannya itu pasti menjawab pertanyaan dari Claire dengan benar dan sama seperti apa yang telah ia berikan sesuai dengan peraturan yang ia buat selama ini terhadap semua pelayannya itu.
" Oke baik, kau duduk dulu supaya hatimu ini bisa tenang,," Bilang Martin kepada Claire.
" Heehh, aku tidak mau duduk, aku masih marah pada semua pelayan kau ini,," Bilang Claire yang menepis tangan Martin, disaat Martin memintanya duduk.
" Heehh, baiklah,," Jawab Martin singkat.
Lalu tanpa banyak kata lagi yang akan diuraikan oleh Martin dalam menghadapi permasalahan yang sedang dihadapinya saat ini. Martin langsung saja bertanya kepada para pelayan yang telah ditunjukkan oleh Claire, dan langsung menanyakan jawaban langsung dari pelayannya itu.
" Baiklah saya langsung bertanya pada kau, karena, kau yang telah ditunjuk oleh Claire dengan jawaban yang tidak sesuai menurutnya Claire, maka,," Bilang Martin terhadap pelayannya namun terhenti ketika ia menyebutkan bahwa jawaban dari pelayan tersebut tidak sesuai menurut Claire.
" Bukan tidak sesuai, tapi memang jawabannya dia yang salah, karena, seenaknya saja menjawab pertanyaan dari saya seorang majikannya,," Sahut Claire yang terdengar bahwa ia begitu marah atas jawaban dari ketua pelayan ini.
Sambil menghela nafasnya seolah mengerti akan ucapan Claire yang tetap saja menyalahkan jawaban dari pelayannya itu, akhirnya Martin kembali dengan nada lembutnya membujuk Claire supaya emosi Claire tidak terlalu tinggi terhadap para pelayan di dalam kediamannya. Ya, seperti di awal bahwa Martin tidak ingin adanya keributan di dalam kediamannya ini.
" Baiklah jawabannya salah,," Jawab Martin dengan nada rendah yang langsung menyahut ucapan Claire.
Tentu saja Martin langsung menyahut jawaban Claire ketika Claire menghentikan pertanyaannya seketika terhadap ketua pelayan supaya Claire bisa meredam amarahnya yang sedang memuncak. Karena, jika tidak diberikan jawaban secara langsung pastinya emosi Claire akan sulit untuk diredam oleh Martin.
****
****
Tentu saja Martin langsung menyahut jawaban Claire ketika Claire menghentikan pertanyaannya seketika terhadap ketua pelayan supaya Claire bisa meredam amarahnya yang sedang memuncak. Karena, jika tidak diberikan jawaban secara langsung pastinya emosi Claire akan sulit untuk diredam oleh Martin.
Dengan memberikan sebuah jawaban pada Claire walaupun singkat tapi bisa meredam amarah Claire yang sedang memuncak, akhirnya Martin bisa tenang juga untuk menanyakan perihal jawaban dari pelayannya yang membuat Claire begitu marah.
" Baiklah Claire, saya akan menanyakannya terlebih dahulu pada pelayan yang telah kau tunjuk ini,," Ucap Martin lagi seraya meredam emosi Claire yang tengah memuncak.
" Heehh, oke," Jawab Claire sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di depan bagian dada.
Setelah berhasil meredam amarah yang sedang memuncak pada diri Claire, barulah
" Baiklah, saya bertanya lagi dengan kau yang telah ditunjuk oleh Claire,," Ucap Martin
Tentu saja Martin langsung menyahut jawaban Claire ketika Claire menghentikan pertanyaannya seketika terhadap ketua pelayan supaya Claire bisa meredam amarahnya yang sedang memuncak. Karena, jika tidak diberikan jawaban secara langsung pastinya emosi Claire akan sulit untuk diredam oleh Martin.
Dengan memberikan sebuah jawaban pada Claire walaupun singkat tapi bisa meredam amarah Claire yang sedang memuncak, akhirnya Martin bisa tenang juga untuk menanyakan perihal jawaban dari pelayannya yang membuat Claire begitu marah.
" Baiklah Claire, saya akan menanyakannya terlebih dahulu pada pelayan yang telah kau tunjuk ini,," Ucap Martin lagi seraya meredam emosi Claire yang tengah memuncak.
" Heehh, oke," Jawab Claire sambil menyilangkan kedua tangannya tepat di depan bagian dada.
Setelah berhasil meredam amarah yang sedang memuncak pada diri Claire, barulah Martin bisa kembali fokus dengan hal yang harus dilakukannya saat ini juga. Jika tidak maka akan terjadilah sebuah keributan di dalam kediamannya ini.
" Baiklah, saya bertanya lagi dengan kau yang telah ditunjuk oleh Claire,," Ucap Martin kembali menoleh ke arah ketua pelayan yang memberikan sikap hormatnya kepada Martin dan juga Claire.
" Ya Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil mengangguk mengerti.
" Langsung saja, saya tidak mau banyak tanya, apa yang telah kau jawab atas pertanyaan Madam Claire padamu ?" Tanya Martin kepada pelayan yang ada di hadapannya itu dengan bijak.
Sebelum memberikan sebuah jawaban, ketua pelayan itu menundukkan sedikit badannya memberikan hormat terlebih dahulu kepada Martin dan begitu juga yang ia lakukan terhadap Claire saat ia ditanya langsung oleh Claire. Hanya Claire seolah tidak memperdulikan sikap hormat yang dilakukan oleh para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Maaf Tuan dan Madam Claire sebelumnya, jika jawaban yang saya jawab tadi salah,," Ucap ketua pelayan itu yang tetap memberikan rasa hormatnya kepada dua majikannya itu.
" Ya, jelas kau salah,," Sahut Claire yang sengaja mengeluarkan kata-kata cukup kasar kepada pelayan tersebut.
__ADS_1
Dengan sengaja Claire menyahut jawaban yang baru saja dijawab oleh ketua pelayan itu dengan sahutan jawaban yang terdengar begitu kasar. Karena ingin melerai ucapan kasar dari Claire akhirnya dengan lembut Martin memberikan sebuah kode pada ketua pelayan untuk langsung saja menjawab pertanyaan darinya tentang apa yang telah dijawabnya pada saat Claire bertanya dengannya tadi.
" Langsung saja, tidak usah minta maaf dulu,," Sahut Martin lagi ketika Claire memotong jawaban yang baru saja diucap oleh ketua pelayan itu.
" Baik Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil menundukkan kepalanya pada Martin.
Jelas sekali hal yang dilakukan Martin sangat benar karena, jika pelayan itu menjawab kembali ucapan Claire yang tengah menyanggah ucapannya maka akan terjadi lagi sebuah peristiwa keributan yang akan dilakukan oleh Claire, karena, tahu sendiri, dengan sifat Claire yang hanya mau menang sendiri itu. Jika Claire merasa bahwa dirinya itu lebih tinggi maka dia akan bisa melakukan apa saja terhadap orang yang dianggapnya sepele.
Namun orang seperti Claire ini akan kalah jika ia menghadapi keberanian serta kebijakan seseorang lebih tinggi darinya. Dengan sangat pasti dirinyalah yang akan kalah. Oleh sebab itu dengan bergerak cepat Martin menyela ucapan Claire yang telah menyahut ucapan pelayan itu dengan sebuah pertanyaan secara langsung.
" Bahwa sebenarnya saya menjawab pertanyaan dari Madam Claire dengan jawaban sama seperti apa yang telah Tuan selama ini perintahkan. Kami akan selalu mematuhi apa saja perintah dari majikan kami seperti Tuan dan Madam serta akan menuruti keinginan semua tindakan hukuman yang akan dilakukan oleh majikan kami jika kami jelas terbukti telah bersalah,,," Jawab ketua pelayan itu secara detail dan jelas sesuai dengan jawaban yang telah ia jawab pada saat Claire bertanya dengannya tadi.
" Ya, benar sekali, terus kesalahannya dimana ?" Tanya Martin lagi kepada ketua pelayan itu.
Dan begitu jelas sekali terlihat bahwa ketua pelayan itu menaikkan sedikit wajahnya untuk menatap wajah majikannya ini. Sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan ketua pelayan itu juga merasa bingung dengan jawabannya sendiri yang dianggap Claire semuanya itu adalah salah.
" Ti, tidak tahu, Tuan,," Jawab ketua pelayan itu sambil menggelengkan kepalanya dengan perlahan menandakan bahwa dirinya juga tidak tahu dengan maksud Claire yang ingin memu.kul wajahnya.
Karena, melihat ketua pelayan yang ada di hadapannya itu seolah sedang menggelengkan kepala dan juga mimik wajah yang memang benar kebingungan mengenai perihal kesalahan yang terjadi letaknya dimana. Sehingga membuat Martin langsung menoleh ke arah Claire dan menaiki kedua alisnya seolah ingin bertanya dimana letak kesalahan para pelayannya ini.
" Memang benar jawaban yang telah ia jawab," Ucap Martin seolah tengah membela dan membenarkan jawaban yang telah dijawab oleh ketua pelayannya itu.
" Lalu, Claire dimana letak kesalahannya ?" Tanya Martin lagi pada Claire yang terlihat jelas bahwa Martin tengah membela semua pelayan di dalam kediamannya.
Dengan mimik wajah kesalnya Claire segera menjawab pertanyaan dari Martin dan mengatakan bahwa Martin jelas-jelas telah membela para pelayannya itu dibandingkan dirinya yang hampir saja kehilangan nyawa.
" Aakkhh,, kau terlalu membelanya,," Bilang Claire dengan wajah marahnya.
" Jelas sekali itu jawaban yang salah," Sambung Claire lagi yang masih tetap menyalahkan jawaban dari ketua pelayan itu.
" Kenapa kau lebih membelanya dengan jawabannya seperti itu ?" Tanya Claire lagi dengan wajah kesalnya.
" Bukannya aku membela para pelayan ini, tapi, memang aku sendirilah yang telah memberikan mereka sebuah komitmen seperti itu jika ingin bekerja di dalam kediaman ini,," Jawab Martin langsung yang membuat Claire mendongakkan wajahnya menatap Martin dengan tak percaya.
" Hahahaha, mana ada seorang majikan memberikan sebuah komitmen kepada para pelayannya seperti itu,," Sahut Claire lagi sambil tertawa seolah tengah mengejek Martin yang sedang membela pelayannya.
" Kalau kau memberi sebuah komitmen seperti itu maka akan membuat semua pelayan kau ini akan besar kepala,," Bilang Claire lagi sambil menunjuk ke arah semua pelayan yang ada di hadapan mereka.
" Heehh,, tidak seperti itu Claire,," Jawab Martin langsung.
" Dan intinya mereka tidak bersalah apapun, kenapa kau mengumpulkan mereka semua dengan begitu saja di tempat ini ?" Tanya Martin lagi pada Claire.
" Karena, mereka semua bersalah, oleh sebab itu aku akan memberikan hukuman kepada mereka semua,," Jawab Claire sambil menatap tajam kepada semua pelayan yang tengah menundukkan kepalanya di hadapannya itu.
" Bukannya aku sudah katakan mereka sama sekali tidak bersalah,," Ucap Martin sekali lagi yang telah membantah ucapan Claire.
Martin sekali lagi membantah ucapan Claire yang tengah menyatakan perilaku dan juga perbuatan serta jawaban dari ketua pelayan dan juga semua pelayan itu sama sekali tidak bersalah. Namun, Claire masih saja bersikeras ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan itu.
****
****
Martin sekali lagi membantah ucapan Claire yang tengah menyatakan perilaku dan juga perbuatan serta jawaban dari ketua pelayan dan juga semua pelayan itu sama sekali tidak bersalah. Namun, Claire masih saja bersikeras ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan itu.
" Bukannya aku sudah katakan mereka sama sekali tidak bersalah, Claire,," Ucap Martin yang masih terlihat tetap membela para pelayan wanita di kediamannya itu yang saat ini memang masih berasa di hadapan mereka berdua.
" Apanya tidak bersalah, kau tidak dengar pernyataan mereka ?" Tanya Claire dengan nada suara emosi yang begitu memuncak.
" Pernyataan mereka itu salah, seolah-olah mereka itu adalah seorang pelayan yang memiliki hak bahwa mereka disini sama sekali tidak bisa diberikan hukuman,," Sambung Claire lagi yang masih saja seolah bahwa ucapan para pelayan perempuan di hadapan mereka ini tetap salah.
Sambil menghela nafasnya yang cukup panjang dan sedikit menggelengkan kepalanya saat mendengar pernyataan Claire, akhirnya, Martin menjelaskan pada Claire mengenai jawaban yang telah dijawab oleh ketua pelayan, bahwa pernyataan seperti itu memang sudah ditentukan oleh dirinya sendiri.
" Tidak, Claire, mereka tidak bersalah,," Ucap Martin yang menyanggah ocehan Claire.
" It's Wrong !!" Jawab Claire lagi dengan sorot mata yang sedikit tajam menatap Martin.
Claire masih saja tetap bersikeras memberikan pernyataan bahwa semua pelayan yang ada di dalam kediaman Martin ini bersalah.
" No, Claire,," Bilang Martin yang terdengar sedikit membentak Claire dengan nada suara yang cukup keras.
" Mereka tidak bersalah !!" Ucap Martin lagi dengan nada suara tetap sama.
" Mereka benar menjawab seperti itu, karena, jawaban yang mereka jawabkan pada kau, sama seperti apa yang telah aku perintahkan,," Jawab Martin lagi dengan nada suara yang tinggi menjawab semua pernyataan Claire yang menyatakan bahwa para pelayan di kediamannya itu telah bersalah.
Betapa terkejutnya Claire ketika mendengarkan ucapan Martin yang menyatakan bahwa jawaban dari ketua pelayannya itu adalah jawaban yang benar dan jawaban dari ketua pelayan itu merupakan sebuah jawaban yang telah diperintahkan oleh dirinya.
Dan jawaban dari Martin itu sendiri membuat mulut Claire sedikit menganga karena, terkejut dengan jawaban yang telah dinyatakan oleh Martin padanya. Begitu besar pembelaan Martin terhadap para pelayannya sehingga para pelayannya sama sekali tidak bisa diberikan sebuah hukuman. Tentu saja hal itu membuat Claire semakin kesal dengan pernyataan dari Martin bahwa dirinya sama sekali tidak berhak untuk memberikan sebuah hukuman.
" What ?!" Gumam Claire dengan mulut yang sedikit menganga.
" Kau sengaja memberikan pernyataan seperti itu kepada mereka ?" Tanya Claire dengan wajah yang kaget dan juga mata sedikit merasa aneh dengan pernyataan yang disampaikan oleh Martin.
" Ya, memang seperti itu,," Jawab Martin singkat.
Sambil menghela nafasnya untuk mengembalikan keseimbangan emosi yang baru saja naik karena, telah terpancing dengan jawaban yang telah dijawab langsung oleh ketua pelayan. Dan, Claire juga tahu bagaimana dengan sifat Martin, karena, Martin sendiri merupakan kakak sepupunya.
" Huuuuhh,," Suara helaan nafas yang keluar dari mulut Claire sambil mengelus sedikit dadanya memberikan tanda bahwa dirinya merasakan sedikit aneh dengan perubahan sikap dari sepupunya itu yang begitu besar sekali membela para pelayannya itu.
" Kenapa Martin begitu membela pelayan murahan seperti ini,," Ucap Claire dalam hati sambil menatap aneh dengan perlakuan dari sepupunya itu.
" Sepertinya ada yang aneh dengan sifat Martin sekarang ?" Tanya Claire dalam hati dengan wajahnya yang begitu penasaran pada sikap Martin.
" Baiklah saat ini aku harus mengalah terlebih dahulu dengan semua para pelayan ini, Iiihhhhh,," Ungkap Claire lagi dalam pikirannya yang rela harus mengalah terlebih dahulu dengan para pelayan di hadapannya itu.
Untuk saat ini Claire harus bisa mengalah terlebih dahulu dari para pelayan yang ada di hadapannya ini. Karena, Claire ingin mencari tahu terlebih dahulu kenapa Martin kakak sepupunya itu yang selama ini memiliki sifat dan sikap tidak ada keperdulian sedikitpun dengan orang lain dan bahkan sikap acuhnya itu begitu besar. Tapi kali ini sungguh berbeda sekali sehingga membuat Claire merasa begitu heran dengan perubahan sikap dan sifat dari Martin yang begitu drastis.
Oleh sebab itu Claire memiliki sebuah rencana dan pemikiran bahwa ia akan mencari tahu apa yang telah terjadi pada Martin selama ini setelah Martin keluar begitu saja dari kediaman Alexandre tanpa alasan apapun yang membuatnya bersikeras ingin sekali keluar dari kediaman Alexandre itu. Padahal sebenarnya orang seperti Martin sama sekali tidak ingin keluar dari tempat yang bisa menampung kehidupannya yang begitu mewah dan juga bermartabat tinggi.
Sehingga membuatnya bisa mengambil keputusan begitu saja kabur dari kediaman Alexandre dengan sebuah alasan bahwa ia ingin pergi bersama dengan teman-temannya melakukan sesuatu rencana dengan teman-temannya dan yang selama ini tidak diketahui oleh Claire adalah rencana yang dimiliki oleh Martin.
Sampai saat ini juga Claire belum mengetahui bagaimana bisa Martin keluar dari kediaman Alexandre tanpa membawa apapun bisa mendapatkan sebuah kediaman mewah seperti saat ini dengan beberapa pelayan dan juga fasilitas yang bisa melayani dirinya. Oleh sebab itu, saat ini kepala Claire sudah beberapa macam pikiran yang masuk ke dalam otaknya.
Bukan hanya sekedar berpikir untuk merencanakan pembalasan rasa kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri. Melainkan beberapa rencana yang belum matang telah dipikirkan oleh Claire agar ia bisa menggapai semuanya dengan lancar. Saat ini Claire juga memiliki sebuah pertanyaan besar terhadap sikap Martin yang begitu berubah drastis dibandingkan sikapnya yang dulu.
Oleh sebab itu, Claire berpikir lebih baik saat ini ia mundur satu langkah alias mengalah agar ia bisa mendapatkan sebuah jawaban dari perubahan sikap yang dilakukan oleh Martin kakak sepupunya itu. Dan, Walaupun selama ini Claire tidak pernah akrab dengan kakak sepupunya itu, tapi, Claire bisa tahu bagaimana sikap dan juga watak asli dari kakak sepupunya itu. Akhirnya, Claire bisa juga sedikit mengalah dengan ucapan Martin, jika ucapan Martin telah meninggi berarti memang benar adanya.
Oleh sebab itu karena, telah mendengar jawaban Martin dengan nada suara meninggi dan juga sedikit meradang, akhirnya Claire merendahkan ucapannya agar ia bisa mencari tahu dan mendapatkan informasi tentang perubahan Martin dan hal apa yang telah mengganggu pikiran Martin hingga Martin begitu membela para pelayannya ini.
" Apa yang kau bela dari mereka Martin ?" Tanya Claire dengan nada suara sedikit merendah agar emosi Martin pada dirinya tidak terlalu tinggi seperti apa yang telah dijawab Martin pada dirinya tadi.
" Karena, mereka adalah pelayanku, jadi sebagai majikan mereka saya berhak untuk membela mereka,," Jawab Martin masih dengan nada suara yang terdengar jelas bahwa ia tetap bersikeras membela para pelayannya itu.
Dan dengan tegas Claire memberikan sebuah jawaban yang begitu jelas kepada Martin sambil ia menganggukkan kepalanya serta mengiyakan ucapannya Martin agar ia tidak memberikan sebuah hukuman terhadap para pelayannya ini. Dan hal itu membuat Martin sedikit kaget atas kelakuan Claire yang begitu mudah mengalah atas ucapannya itu.
****
****
Dan dengan tegas Claire memberikan sebuah jawaban yang begitu jelas kepada Martin sambil ia menganggukkan kepalanya serta mengiyakan ucapannya Martin agar ia tidak memberikan sebuah hukuman terhadap para pelayannya ini. Dan hal itu membuat Martin sedikit kaget atas kelakuan Claire yang begitu mudah mengalah atas ucapannya itu.
" Oohhh begitu,," Jawab Claire seolah mengerti dan menerima pembelaan Martin.
" Baiklah, kalau begitu, saya paham,," Ucap Claire lagi dengan nada suara terdengar mengalah dan juga menganggukkan kepalanya seolah menerima semua jawaban dari pembelaan Martin.
Dengan sengaja Claire menjawab dan menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang telah dimaksudkan oleh Martin. Sehingga hal itu membuat Martin sendiri yang merasa aneh dengan sikap Claire yang begitu saja menerima argumen pembelaannya itu.
Karena, sudah mengerti dengan apa yang telah dijawab oleh Martin, sambil melambaikan tangannya menandakan bahwa ia telah memberikan sebuah perintah kepada para pelayan yang ada di hadapannya itu untuk pergi dari tempatnya. Hal itupun juga dibiarkan begitu saja oleh Martin dan masih saja perasaan aneh terhadap Claire begitu jelas sekali terlihat dari mata Martin sendiri.
" Ya sudah karena, saya sudah mengerti atas jawaban yang diberikan oleh saudara saya,," Ucap Claire sambil menatap semua para pelayan yang ada di hadapannya itu.
" Jadi kalian semua bisa pergi dari tempat ini,," Bilang Claire lagi sambil melirik sedikit ke arah Martin.
Dan disaat Claire sedang melirik ke arah Martin, Claire bisa melihat bahwa Martin sama sekali tidak melihat ke arahnya dan pandangan mata Martin saat ini menatap ke depan tanpa arah. Sehingga begitu jelas sekali dari ekspresinya itu Claire bisa melihat bahwa Martin saat ini sedang memikirkan sesuatu atau adanya ketekanan jiwa dari seseorang.
Karena, sudah mendapatkan sebuah perintah dari Claire untuk meninggalkan tempatnya itu, jadi, dari wajah para pelayan itu terlihat jelas bahwa mereka semua merasa lega atas apa yang telah dilakukan oleh majikannya Martin terhadap mereka semua yang telah membela mereka semua supaya mereka semua tidak mendapatkan hukuman dari Claire begitu saja.
Sambil membungkukkan tubuhnya memberikan hormat kepada dua majikan yang ada di hadapannya itu, para pelayan perempuan itu akhirnya mundur beberapa langkah dan pergi begitu saja dari hadapan Claire serta Martin.
" Baik Madam, terima kasih banyak atas pengertiannya,," Bilang semua para pelayan yang ada di hadapannya Claire sambil membungkukkan tubuhnya seraya memberi hormat.
" Jangan berterima kasih kepada saya, berterima kasih saja kepada Tuan besar kalian ini, bukannya tuan besar kalian ini adalah majikan kalian,," Ucap Claire kepada semua para pelayan di hadapannya dan sedikit melirik ke arah Martin. Namun, disaat itu Martin agak sedikit risih dengan ucapan yang disampaikan oleh Claire, sehingga membuat Martin sedikit berdehem dengan ucapan yang disampaikan oleh Claire itu.
" Eheemm,," Suara yang baru saja dikeluarkan oleh Martin saat mendengar pernyataan Claire.
" Dan kalau dengan saya tidak patut kalian mengucapkan terima kasih karena saya bukan majikan kalian,," Ucap Claire yang terdengar sedikit pedas di telinga semua pelayan yang tengah mendengarkan ucapannya.
Dan begitu jelas sekali terlihat bahwa Martin sedikit menoleh ke arah Claire disaat Claire menyatakan bahwa dirinya bukanlah majikan di dalam kediaman itu. Sehingga dari ucapan Claire itu membuat Martin sedikit merasa tidak enak dengan perasaan Claire sendiri yang mengira bahwa dirinya tidak patut untuk dihormati dan dianggap seperti seorang majikan di dalam kediamannya ini.
" Bukan seperti itu Claire,," Sanggah Martin kepada Claire yang menyatakan bahwa dirinya bukanlah majikan di dalam kediaman Martin ini.
" Heemm, tidak apa-apa,," Bilang Claire sambil menunjukkan senyum kecutnya.
" Bukannya sudah jelas bahwa memang benar bukan, aku disini hanya sekedar menumpang, jadi aku bukanlah majikan dari pelayan kau ini,," Jawab Claire lagi sambil menunjukkan senyuman kecutnya kepada semua para pelayan yang ada di hadapannya itu.
Karena, melihat sebuah senyuman kecut yang ditunjukkan oleh Claire dan juga jawaban yang terdengar begitu pedas namun ucapan itu membuat Martin merasa tidak nyaman dan risih. Karena, baru kali ini ia mendengarkan ucapan dari Claire bahwa Claire menyatakan dirinya hanyalah sekedar menumpang di tempat kediamannya itu.
Sehingga hal itu membuat Martin merasa tidak enak dengan pernyataan Claire di depan semua pelayannya itu. Dengan segera Martin memerintahkan kepada semua pelayannya untuk meninggalkan tempat area kolam renang saat ini. Karena, Martin ingin segera menjelaskan sesuatu keadaan kediamannya itu kepada Claire dan hal itu hanya bisa disampaikan oleh Martin jika mereka hanya berdua saja di tempat ini.
" Ya sudah kalian semua boleh pergi,," Bilang Martin kepada semua para pelayan di hadapannya.
" Baik Tuan terima kasih banyak,," Jawab semua pelayan sambil membungkukkan badannya dan memberikan hormat untuk segera pergi dari tempatnya itu.
Karena sudah mendapatkan perintah dari majikannya sendiri dengan segera semua pelayan wanita itu meninggalkan tempat dimana mereka sedang beradu argumen kepada Claire. Dan saat ini tinggallah Claire berdua bersama dengan Martin. Karena, sudah tidak ada lagi orang di dekat area mereka berada, tanpa pamit lagi dengan segera Claire begitu saja meninggalkan Martin yang masih melihat kepergian para pelayannya itu.
" Heehh, kepergian para pelayan saja harus dipastikan sekali,," Gumam Claire dalam hati sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.
" Dasar orang aneh !!" Sambung Claire lagi yang bergumam sendiri sambil melangkah pergi meninggalkan Martin.
" Claire, tunggu !!" Panggil Martin kepada Claire.
Dan terlihat bahwa saat ini Claire seolah tidak mendengar panggilan yang dilakukan oleh Martin itu. Sehingga membuat Claire tetap saja melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam kediaman dan meninggalkan area kolam renang. Terlihat bahwa saat ini Martin masih tetap mengejar Claire meskipun langkah yang dilakukannya itu tidak seperti orang yang sedang berlari mengejar sesuatu.
" Claire tunggu dulu, saya mau menjelaskan sesuatu,," Ucap Martin sambil melangkah mengejar Claire secara perlahan namun pasti.
" Heemm, bodoh amat, kenapa juga aku harus mendengarkan pernyataannya, bukannya tadi dia tidak membelaku melainkan membela para pelayannya itu,," Ucap Claire yang masih tetap melanjutkan langkah kakinya menuju ke area dalam rumah.
" Jika saja aku memiliki kediaman sendiri, tidak mungkin aku menumpang di tempat kau ini," Sambung Claire lagi yang masih saja tetap melangkah menuju ke arah dalam rumah.
Memang sebenarnya Claire merasa tidak enak saat ia sedikit dibentak oleh Martin tepat di depan semua pelayan di dalam kediaman ini. Rasanya memang begitu tidak enak sehingga membuat perasaan kecewa Claire kembali terulang lagi. Dan kembali mengingatkan perasaan kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri yaitu Mommynya Martin.
****
Memang sebenarnya Claire merasa tidak enak saat ia sedikit dibentak oleh Martin tepat di depan semua pelayan di dalam kediaman ini. Rasanya memang begitu tidak enak sehingga membuat perasaan kecewa Claire kembali terulang lagi. Dan kembali mengingatkan perasaan kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri yaitu Mommynya Martin.
" Claire tunggu dulu, ada yang ingin ku jelaskan,," Panggil Martin kepada Claire yang masih saja tetap melangkah menuju ke arah dalam kediamannya itu.
Namun, ketika Claire akan melangkah masuk ke dalam pintu tiba-tiba Claire sedikit dikagetkan dengan adanya pelayan pria yang tengah membawakan semua makanan dan juga minuman sesuai dengan pesanan yang telah ia pesan sebelumnya. Dan pastinya langkah kaki Claire terhenti sejenak ketika adanya pelayan pria tersebut di hadapannya saat Claire akan membuka pintu.
" Madam," Ucap pelayan pria itu saat berpapasan langsung dengan Claire.
Dan Claire seolah lupa dengan apa yang telah ia pesan sebelumnya saat ia masih berada di area kolam renang. Claire hanya diam saja tidak menyahut sapaan yang dilakukan oleh pelayan tersebut. Namun, karena merasa bahwa pelayan itu sedang melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh Claire tentu saja pelayan itu sedikit menghentikan langkah kaki Claire yang terlihat begitu tergesa-gesa sekali untuk segera masuk ke dalam.
" Maaf Madam,," Sapa pelayan pria itu pada Claire.
Karena sudah dua kali pelayan pria itu menghentikan langkah kaki Claire. Akhirnya Claire mau juga menghentikan langkahnya yang segera ingin masuk ke dalam itu. Dan karena, Claire sudah berhenti akhirnya Martin berhasil mendekat Claire dengan tujuan untuk menjelaskan maksud apa yang telah ia lakukan sebelumnya itu.
" Ya ada apa !!" Jawab Claire yang tengah melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa itu.
" Maaf Madam, jika saya menghentikan langkah Madam,," Ucap pelayan pria itu sambil menundukkan sedikit badannya memberikan hormat kepada Claire.
" Heemm ya,," Jawab Claire singkat.
" Ada apa ?" Tanya Claire lagi kepada pelayan pria itu sambil membawa nampan yang berisikan makanan
" Maaf Madam saya hanya ingin mengantarkan makanan dan minuman ini yang telah dipesan oleh Madam, saat di kolam renang tadi,," Bilang pelayan pria itu kepada Claire sambil menunjukkan nampan yang berisikan makanan pesanannya.
" Heemm, antarkan saja langsung ke kamar saya," Jawab Claire kepada pelayan pria itu.
" Baik Madam," Jawab pelayan pria itu sambil menganggukkan kepalanya.
Ketika Claire akan melangkah menuju ke dalam, tiba-tiba pundak Claire dipegang oleh Martin. Karena memang sengaja Martin ingin menghentikan langkah kakinya yang begitu tergesa-gesa sekali untuk masuk ke dalam rumahnya itu.
Awalnya memang Claire sedikit kaget saat pundaknya dihentikan dari belakang oleh Martin. Namun, ketika Martin ingin menjelaskan sesuatu kepadanya dan itu juga terlihat begitu penting bagi Claire. Karena, Claire juga ingin tahu apa maksud dari penjelasan yang akan dijelaskan oleh Martin tentang perihal yang telah mereka lakukan sebelumnya.
" Claire tunggu,," Bilang Martin ketika tangannya telah berhasil menggapai pundak Claire.
Tentu saja Claire menghentikan langkah kakinya ketika pundaknya dipegang dan dihentikan langsung oleh Martin. Dengan wajah sedikit cemberut yang ditunjukkan oleh Claire saat membalikkan tubuhnya melihat langsung ke arah Martin. Seolah-olah bahwa kelakuan yang dilakukan oleh Martin saat Martin tengah membela para pelayannya itu bersalah dan membuat dirinya merasa malu.
" Heemmm,," Jawab Claire singkat dengan wajah cemberutnya yang ditampakkan di depan Martin.
" Kau merasa tersinggung dengan perbuatanku itu ?" Tanya Martin kepada sepupunya ini.
" Tidak,," Jawab Claire singkat.
" Untuk apa juga aku tersinggung,," Sambung Claire lagi kepada Martin.
" Lalu, kenapa kau cemberut melihatku ?" Tanya Martin yang masih seolah tidak tahu apa yang tengah dirasakan oleh Claire saat ini terhadap dirinya.
" Cemberut,," Jawab Claire langsung dengan ekspresi wajahnya sedikit berkerut.
" Memangnya kau selama ini tidak pernah melihatku cemberut ?" Tanya Claire lagi pada Martin atas sikap yang ditunjukkannya itu.
" Bukan begitu Claire, sikap yang kau tunjukkan ini seolah kau sedang marah padaku,," Bilang Martin langsung kepada Claire.
" Bukannya aku tidak tahu kalau kau sedang marah padaku, karena, sedari kecil kita sudah hidup bersama, jadi, aku sangat tahu bagaimana dengan sikap yang kau tunjukkan ini,," Ucap Martin lagi pada Claire.
" Heeehhhhh,," Suara nafas yang dikeluarkan oleh mulut Claire ketika mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Martin.
" Aku tahu aku bersalah, tapi, aku juga tahu kalau kau marah denganku karena, ucapan yang aku katakan pada kau saat di kolam renang,," Sambung Martin lagi pada Claire seolah semakin membuat Claire malas untuk mendengarkan penjelasannya itu.
" Jika kau tahu dengan sikap dan juga sifatku,," Jawab Claire langsung ketika Claire mendengarkan pernyataan dari Martin bahwa dirinya telah bersalah dan juga mengetahui sifat Claire sendiri.
" Tapi, kenapa kau berani membentakku di depan semua para pelayan kau itu ?" Tanya Claire langsung pada Martin
" Bukankah mereka hanya sekedar pelayan ?" Sambung Claire lagi dengan sebuah pertanyaan.
" Tapi, dilihat dari sikap yang kau tunjukkan itu, bahwa kau begitu besar membela mereka ?" Tanya Claire lagi pada Martin hingga membuat Martin tidak bisa berbicara sedikitpun.
" Apakah para pelayan kau itu orang-orang yang istimewa sehingga harus dilindungi dan dibela oleh kau sebagai majikannya ?" Sambung Claire lagi memberikan sebuah pertanyaan banyak kepada Martin.
Pertanyaan yang bertubi-tubi disampaikan oleh Claire pada Martin. Sehingga dari pertanyaan-pertanyaan yang begitu banyak itu membuat Martin sedikit terdiam dan terpojok. Memang benar apa yang tengah ditanyakan oleh Claire padanya itu. Dan memang kenyataannya Martin membela serta melindungi para pelayannya dibandingkan harus menyetujui keinginan Claire yang akan memberikan hukuman kepada para pelayannya itu.
Setelah selesai memberikan pertanyaan yang banyak dan bertubi-tubi hingga membuat Martin cukup terdiam dan terpojok atas pertanyaannya itu. Sehingga hal itu membuat Claire merasa bahwa memang benar adanya Martin berani membentak dirinya dan juga membela para pelayannya itu hanya karena sebuah penekanan dari seseorang.
Dan jelas sekali terlihat bahwa sepertinya ketua dari pelayan wanita yang telah berani menjawab pertanyaan dari Claire itu bukanlah orang yang biasa saja. Tentu saja hal ini merupakan sebuah pertanyaan besar bagi Claire mengenai ketua pelayan yang bekerja di dalam kediaman Martin ini.
" Heemmm sepertinya sudah jelas, bahwa pelayan wanita itu bukanlah pelayan biasa,," Ungkap Claire dalam hatinya ketika melihat reaksi wajah Martin yang sedikit terdiam disaat ia memberikan semua pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Martin.
" Baiklah, aku ingin tahu seberapa besar kekuatan dia dan juga kekuasaan dia terhadap kediaman Martin ini dan juga Martin sendiri,," Ucap Claire yang masih melihat keadaan Martin terdiam di hadapannya.
Karena melihat Martin masih saja terdiam di hadapannya itu, kesempatan buat Claire untuk segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya. Dan Claire juga bisa memberikan pertanyaan lagi kepada Martin jika Martin nantinya ingin meminta maaf kembali pada Claire atas perbuatannya itu.
****
****
Karena melihat Martin masih saja terdiam di hadapannya itu, kesempatan buat Claire untuk segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya. Dan Claire juga bisa memberikan pertanyaan lagi kepada Martin jika Martin nantinya ingin meminta maaf kembali pada Claire atas perbuatannya itu.
" Heehhh, diberi pertanyaan bukannya dijawab malah diam saja,," Gumam Claire dengan suara yang terdengar tengah menggerutu sikap Martin yang masih terdiam atas pertanyaannya itu.
" Dasar orang aneh,," Bilang Claire yang langsung saja menggerakkan tubuhnya dari tempat itu dan segera langsung pergi begitu saja dari hadapan Martin.
" Jika kau belum memiliki semua jawaban dari pertanyaanku itu, lebih baik aku ke kamar,," Bilang Claire sambil menggerakkan tubuhnya dan melangkah menuju ke arah bagian kamarnya.
" Aku lelah dan aku ingin tidur,," Ucap Claire yang terdengar sedang menggerutu atas sikap yang ditunjukkan oleh Martin padanya saat ini.
Dan disaat Claire ingin melangkahkan kakinya barulah Martin tersadar akan sikap yang ditunjukkannya barusan. Karena, memang terdengar begitu banyak sekali pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Claire kepadanya mengenai perihal yang terjadi barusan. Kenapa Martin begitu besar membela para pelayan wanita di kediamannya ini terutama ketua pelayan itu.
Oleh sebab itu, akhirnya Martin memberitahukan yang sebenarnya pada Claire bahwa Martin tidak ingin jika terjadi keributan dan juga kekacauan di dalam kediamannya yang adem ini. Martin hanya ingin adanya kedamaian di dalam kediamannya ini, karena, Martin tidak mau jika ada seseorang yang akan mengintai pergerakan yang telah dilakukannya.
" Tunggu Claire, ada yang ingin ku jelaskan,," Bilang Martin secara langsung ketika Claire akan melangkah menuju ke arah kamarnya.
" Apa yang ingin kau jelaskan ?" Tanya Claire dengan nada suara sedikit meninggi.
" Lebih baik kita berbicara di dalam kamar kau saja," Ucap Martin yang langsung membawa Claire menuju ke kamarnya.
Tentu saja Claire sedikit kaget dengan perlakuan Martin yang tengah mengajaknya itu ke dalam kamar hanya untuk menjelaskan sesuatu yang ingin disampaikan oleh Martin. Dan terlihat juga dari wajahnya Martin bahwa perihal yang ingin dijelaskannya itu begitu penting sehingga membuat Martin begitu terburu-buru menarik tangan Claire untuk segera menuju ke kamarnya.
" Apa yang kau lakukan, Martin ?" Teriak Claire dengan suara yang cukup keras sehingga membuat para pelayan dan pekerja lainnya mendengar suara teriakan yang dilakukan oleh Claire itu.
Karena suara teriakan Claire itu cukup keras sehingga membuat semua orang yang berada di dalam kediaman itu sedikit mendengar suara teriakan itu. Dan dengan sigap Martin menarik tangan Claire untuk segera masuk ke dalam kamar, supaya Claire tidak lagi berteriak menahan semua amarahnya itu.
" Lepaskan, Martin,," Teriak Claire lagi yang masih saja dengan nada suara begitu keras.
Kata-kata sama yang diteriakkan oleh Claire pada Martin, karena, memang jelas saat ini Martin tengah menarik tangan Claire agar mengikuti dirinya yang ingin menjelaskan sesuatu kepadanya itu. Dan Claire sendiri seperti tidak mengerti akan maksud yang disampaikan oleh Martin itu.
" Shuutttt,, tidak perlu berteriak, aku hanya ingin menjelaskan sesuatu padamu,," Ucap Martin dengan nada suara yang lembut kepada Claire sambil meletakkan satu jarinya tepat di mulut Claire.
Tentu saja hal yang dilakukan oleh Martin itu bisa juga membuat mulut Claire yang berteriak dengan nada suara kerasnya menjadi diam sejenak dan menuruti ucapan yang baru saja disampaikan oleh Martin. Dan akhirnya Claire menuruti apa yang telah dijelaskan oleh Martin sebelumnya bahwa ia ingin menyampaikan sesuatu hal yang penting kepada Claire dan perihal itu bisa disampaikan oleh Martin hanya di ruangan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain.
" Kenapa tidak disini saja Martin ?" Tanya Claire disela langkah kaki mereka yang sedang menuju ke arah kamar.
" Kau belum tahu bagaimana di dalam kediaman ini,," Jawab Martin singkat dan jelas pada Claire hingga membuat Claire sedikit kaget atas jawabannya itu.
" Maksudnya Martin ?" Tanya Claire lagi pada Martin yang terlihat begitu penasaran.
Karena, Claire masih saja menanyakan suatu perihal kepada Martin akhirnya dengan segera Martin memberikan sebuah kode yang selama ini sering digunakan Martin dan Ibunya saat mereka masih berada di dalam kediaman Alexandre. Dan dengan kode itu tentu saja Claire bisa mengerti akan maksud dari Martin bahwa Martin tidak bisa menjelaskan perihal mengenai apa yang disampaikannya itu dengan Claire di ruangan terbuka seperti saat ini.
" Banyak orang yang melihat dan juga memasang telinga," Jawab Martin dengan kodenya yang seolah sudah terbiasa mereka gunakan selama ini.
" Oh baik,," Jawab Claire mengangguk dan melangkahkan kakinya lebih cepat lagi untuk segera masuk ke dalam kamarnya itu.
Karena sudah mengerti akan maksud dari kode yang disampaikan oleh Martin, akhirnya, Claire sendirilah yang maju terlebih dahulu melangkahkan kakinya untuk segera menuju masuk ke dalam kamarnya. Bahwa perihal penjelasan dari Martin yang begitu jelas sekali terlihat bahwa penjelasannya itu sangat penting Claire memahami maksud dari keinginan Martin itu.
Setelah sampai di depan pintu kamarnya, Claire segera membuka pintu kamarnya dan meminta Martin untuk segera masuk ke dalam kamarnya. Sesampainya di dalam Claire mengambil sehelai handuk untuk menutupi rambutnya yang basah karena faktor habis berenang.
Sementara itu, Martin sendiri terlihat sedang memegang sebuah alat dan menutup semua akses jendela serta ruangan tersebut dengan alat tersebut. Dan terlihatlah saat ini kamarnya Claire tertutup semua dengan helaian kain berwarna hitam sehingga hal itu membuat Claire sedikit merasa bingung dengan apa yang tengah dilakukan oleh Martin.
" Apa yang sedang kau lakukan Martin ?" Tanya Claire yang tengah melihat kegiatan Martin di tengah kamarnya itu.
" Aku sedang menutup semua akses di kamar ini,," Jawab Martin yang masih melakukan pekerjaannya.
" Menutup semua akses,," Gumam Claire yang masih bingung dengan ucapan Martin.
" Ya, supaya orang tidak bisa melihat dan mendengarkan pembicaraan kita,," Jawab Martin lagi yang telah selesai melakukan pekerjaannya dan meletakkan alat yang dipegangnya itu ke dalam saku jasnya.
" Oh,," Jawab Claire singkat sambil menganggukkan kepalanya dan mengerti apa yang telah dijelaskan oleh Martin itu.
" Berarti benar apa yang telah kupikirkan barusan bahwa memang benar sepertinya ada hal yang telah ditutupi oleh Martin padaku,," Gumam Claire dalam hatinya yang membenarkan pikirannya saat ia dibentak oleh Martin di area kolam renang siang ini.
Setelah mendengarkan jawaban dari Martin mengenai apa yang tengah dilakukannya itu barulah Claire mengerti dan mengangguk secara perlahan. Karena, perkiraan Claire memang benar bahwa di dalam kediaman Martin ini pastinya ada beberapa orang yang melakukan tindakan memata-matai apa yang telah dilakukan oleh Martin selama ini.
__ADS_1
****
****
Namun, anak buah yang memang sengaja diberikan pelatihan darinya itu khusus membantunya disaat ia sedang mendapatkan sebuah misi yang besar dan harus dilakukan oleh orang banyak bukan hanya dirinya sendiri. Itulah Zavier seorang ahli detektif yang memiliki pemikiran serta cara yang begitu tepat dalam menyelesaikan misi apapun.
Setelah, Zavier membuka pintu kamar yang memang dikhususkan untuk Zoya dan Zavier bisa melihat dengan matanya sendiri tentang keadaan Zoya yang ia dengar bahwa Zoya sendirilah yang pastinya berteriak diatas kapal ini. Karena, tidak ada wanita lain selain Zoya yang berada di dalam area privacy dari kapal mewah ini.
Saat masuk ke dalam ruang kamar pribadi yang memang sedang digunakan untuk menahan Zoya. Dengan sangat hati-hati Zavier melangkahkan kakinya masuk ke dalam sambil melihat ke arah kanan dan juga kiri bagaimana suasana di dalam ruangan itu.
Begitu jelas sekali terlihat bahwa saat ini di dalam ruangan yang memang sedang digunakan untuk menahan Zoya tidak terlalu hancur berantakan malah ruangan itu masih saja terlihat seperti biasanya, hanya saja suara tangisan dan juga teriakan yang dilakukan oleh Zoya begitu kuat hingga membuat semua orang yang berada di dekat ruangannya itu terkejut dan pastinya khawatir dengan keadaan ataupun yang sedang terjadi pada orang yang tengah menjadi tahanan mereka itu.
" Tidak ada yang terjadi,," Gumam Zavier disaat ia melangkah masuk ke dalam ruangan kamar Zoya sambil melirik kiri dan juga kanan.
" Terlihat seperti biasa-biasa saja,," Sambung Zavier lagi dengan suara kecilnya sambil tetap melangkah masuk ke dalam ruangan kamarnya Zoya.
" Baiklah, bagian luar masih terlihat aman,," Ucap Zavier sambil melangkahkan kakinya lagi untuk segera masuk ke dalam ruang tidur Zoya.
Karena merasa bagian luar sudah cukup aman dan tidak terlihat bahwa saat ini masih belum terjadi apa-apa, sehingga membuat Zavier masih berpikir cukup tenang dalam menghadapi Zoya yang tengah berteriak itu. Pastinya saat ini Zoya sedang berteriak keras dan menghancurkan sebagian isi di dalam ruang tidur tempatnya yang sedang ditahan itu.
Karena, Zavier sudah begitu paham dengan sikap serta sifat dari istri sahabatnya itu tentu saja Zavier bisa mengatur keadaan serta emosi dalam menghadapi Zoya nanti. Dengan begitu perlahan, Zavier membuka pintu ruang tidur kamarnya Zoya menggunakan kunci khusus yang memang telah dimiliki olehnya selama ia mendapatkan misi dan juga tugas dari sahabatnya itu yaitu Alberto.
Setelah berhasil membuka pintu ruang tidur Zoya, Zavier hanya bisa melongo melihat Zoya secara langsung tengah menangis tersedu-sedu sambil menggoreskan kukunya yang cukup panjang ke bagian dinding kapal, hingga membuat dinding kapal itu sedikit terkelupas dan yang pastinya atas tindakan yang dilakukan oleh Zoya itu membuat kulit jari Zoya terluka atas apa yang sedang dilakukannya itu.
Zoya tidak merasakan sedikitpun kesakitan yang sedang ia lakukan itu, karena, Zoya masih saja terbenam di dalam kesedihannya yang mendalam mengingat semua apa yang telah dilakukannya bersama dengan Jimmy selama ini.
Bagaimana kenangannya selama ini bersama dengan Jimmy !
Bagaimana cara Jimmy dalam memperlakukan dirinya yang begitu indah !
Bagaimana Jimmy membuatnya merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia !
Hal itu semua yang sedang diingat dan juga dikenang oleh Zoya saat ini. Sambil ia menangisi kepergian yang telah disaksikan oleh matanya sendiri bagaimana orang suruhan dari Roserish itu telah membuat Jimmy pergi dalam keadaan yang begitu ke.jam hingga membuat Zoya begitu meratapi kepergian Jimmy yang selama ini telah membuat hidupnya bahagia.
Dan disaat Zavier masuk ke dalam kamar itu memang awalnya Zavier melongo disaat melihat apa yang tengah Zoya lakukan. Namun seketika Zavier langsung saja menghampiri Ziya dan meminta Zoya untuk tidak menyakiti dirinya sendiri atas apa yang telah ia lakukan terhadap Jimmy. Ya, meskipun itu adalah sebagai penyesalan yang tengah Zoya rasakan saat ini.
" Zoya, jangan lakukan ini,," Seru Zavier dengan langsung menarik tangan Zoya untuk tidak lagi menyakiti dirinya sendiri dengan mencabik-cabik dinding kapal hingga membuat jari-jari tangannya itu mengeluarkan dar-ah dan terluka.
Zoya sama sekali tidak menghiraukan perkataan serta apa yang dilakukan oleh Zavier yang tengah menghentikan tindakannya itu. Dan Zoya juga masih tetap saja bersikeras menarik tangannya dari pegangan Zavier yang sedang mencegahnya untuk melakukan tindakannya itu.
" Lepaskan aku,," Teriak Zoya dengan suaranya yang terdengar sedikit parau.
" Tidak, aku tidak akan melepaskannya,," Ucap Zavier yang masih tetap menahan tangan Ziya untuk melakukan apa yang telah dilakukannya barusan.
" Lepaskan tanganku, aku mohon,," Ucap Zoya sambil menangis.
" Aku tidak akan melepaskannya, jika kau masih melakukan hal seperti ini,," Bilang Zavier lagi dengan suaranya yang terdengar cukup tegas hingga membuat Zoya semakin menangis dan menjadi-jadi.
" Hiks, hiks, tolong lepaskan aku,," Ucap Zoya lagi yang masih saja tetap memohon dan meminta tolong kepada Zavier untuk melepaskan tangannya.
" Aku sudah bilang pada kau, Nyonya Zoya, bahwa tangan ini tidak akan aku lepaskan, jika kau bisa berhenti untuk menyakiti dirimu sendiri,," Bilang Zavier lagi dengan jelas kepada Zoya.
Karena mendengar penjelasan dari Zavier begitu mendalam bagi Zoya, hingga hal itu membuat Zoya meminta tolong kepada Zavier untuk memastikan kemana mayat Jimmy yang sudah pergi meninggalkan dirinya dan saat mereka berada di dalam markas besar milik Roserish yang ada di negara Australia itu dibawa kemana.
" Hiks, hiks, aku belum menerima bahwa Jimmy saat ini sudah pergi,," Jawab Zoya pada Zavier dengan suaranya yang parau.
Sehingga dengan suara parau Zoya itu membuat Zavier tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan oleh Zoya saat ini pada dirinya. Oleh sebab itu, Zavier hanya bisa tetap memegang tangan Zoya dengan cukup erat dan memberikan sebuah peringatan pada Zoya untuk tidak melakukan tindakan apa-apa yang bisa membuat dirinya terluka.
" Aku tidak dengar apa yang sedang kau katakan itu,," Ucap Zavier dengan suaranya yang terdengar cukup jelas bagi Zoya.
" Aku hanya bisa memberikan memperingati kau bahwa kau tidak usah menyakiti dirimu sendiri dengan cara seperti ini,," Bilang Zavier lagi pada Zoya hingga membuat Zoya sedikit tenang dari tangisannya itu.
" Aku harap kau bisa menerima kenyataan yang ada, bahwa sebenarnya kau tidak bisa menolak keadaan yang telah terjadi saat ini pada kau dan juga teman dekatmu itu yaitu Jimmy,," Ucap Zavier lagu dengan jelas hingga membuat Zoya menghentikan tangisannya.
Ketika mendengar ucapan dari Zavier yang menyebutkan nama Jimmy hal itu tentu saja membuat Zoya sedikit heran dan juga penasaran kenapa Zavier bisa mengetahui dengan jelas bahwa teman dekat yang sedang ada di dalam pikirannya itu adalah Jimmy.
Seseorang pria yang selama ini telah membantunya pergi dari kediaman Alexandre dan juga menjaminkan kehidupannya selama ia pergi dari kediaman itu serta telah membuat kehidupannya selama ini merasa bahagia. Karena, Zoya sedikit kaget dan juga penasaran dengan apa yang telah diucapkan oleh Zavier, tentu saja Zoya langsung menanyakan perihal penting mengenai Jimmy pada Zavier.
" Tunggu !!" Ucap Zoya yang sengaja menghentikan perkataan Zavier ketika Zavier menyebutkan nama Jimmy.
" Kenapa ?" Tanya Zavier balik pada Zoya dengan tatapan mata yang serius.
" Apa yang barusan kau katakan ?" Tanya Zoya pada Zavier dengan tatapan mata yang serius juga serta memiliki perasaan yang begitu penasaran pada ucapan Zavier mengenai Jimmy.
" Yang barusan aku katakan, maksudnya ?" Tanya Zavier balik pada Zoya yang memang belum mengerti maksud dari pertanyaan Zoya barusan.
" Kau tidak mengerti apa maksud dari pertanyaan ku barusan ?" Tanya Zoya langsung pada Zavier dengan tatapan matanya yang tajam menatap Zavier.
Memang benar sekali Zavier tidak mengerti dan juga tidak memahami apa yang baru saja ditanyakan oleh Zoya padanya. Karena, disaat Zavier ingin menyampaikan sesuatu hal yang serius kepada Zoya mengenai apa yang tidak harus dilakukannya dan menyebutkan nama Jimmy itu, Zoya memang telah menangkap apa yang telah disampaikan oleh Zavier padanya itu.
Oleh sebab itu Zavier tidak mengerti apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya. Meskipun Zavier tidak mengerti, pastinya Zoya tetap menanyakan perihal kepergian Zavier yang awalnya Zoya mengira bahwa anak buah Alberto lah yang telah menyekap dan juga menahan mereka di markas besar itu.
Meskipun sudah berulang kali saat itu Will menjelaskan pada Zoya bahwa orang yang telah menangkap mereka berdua disaat mereka berdua tengah bermain bersama di pinggir villa yaitu anak buah Roserish yang tengah bertindak. Tapi, selama Zoya hidup di Prancis, Zoya sama sekali tidak mengenali siapa itu Roserish, oleh sebab itu Zoya hanya berpikir keras pastinya Roserish itu adalah orang yang berkomplot dengan Alberto untuk menangkap dirinya dan juga Jimmy.
" Tidak !" Jawab Zavier menatap Zoya dengan tatapan memang tidak mengerti apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya.
Sambil menghembuskan sedikit nafasnya, Zoya kembali menarik nafasnya dengan perlahan untuk memberikan sebuah pertanyaan lagi pada Zavier mengenai siapa yang telah tega menghabisi dan membuat Jimmy melayang dengan begitu ke -jam tepat di depan matanya. Serta juga siapa itu komplotan mafia yang telah berani menangkap dirinya serta Jimmy juga ikut-ikutan masuk dalam penangkapan itu.
" Huuuuhh,," Suara hembusan nafas yang sengaja dilakukan oleh Zoya tepatnya di dekat Zavier saat ini, tentu saja Zavier bisa mendengar bahwa Zoya saat ini tengah menghembuskan nafasnya lalu menarik nafasnya kembali dan memulai untuk menjelaskan apa yang tengah ditanyakan olehnya.
Setelah menarik kembali nafasnya yang memang merasa cukup lega dan puas barulah Zoya memulai lagi untuk memberikan pertanyaan dan juga penjelasan kepada Zavier mengenai apa yang telah dialami olehnya beserta Jimmy. Meskipun saat ini tangannya masih dalam keadaan terluka, namun Zoya sama sekali tidak merasakan sakit pada bagian lukanya itu.
" Begini, kau baru saja mengatakan bahwa aku tidak boleh melakukan hal yang bisa membuat diriku terluka,," Ucap Zoya sambil menunjukkan jari tangannya yang memang jelas terlihat bahwa jarinya itu berda rah di depan mata Zavier.
" Ya tentu saja,," Jawab Zavier singkat.
" Tapi kenapa dengan sengaja anak buah suruhan dari teman kau itu yaitu Alberto tega membuat Jimmy pergi dengan cara seperti itu ?" Tanya Zoya dengan langsung pada Zavier hingga membuat Zavier sedikit mengerutkan keningnya mengenai apa yang tengah ditanyakan oleh Zoya padanya barusan.
" Suruhan Dude, temanku Alberto, maksudnya ?" Tanya balik Zavier dengan wajah yang bingung dan juga balik menanyakan perihal apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya.
Karena, memang merasa bingung mengenai penjelasan yang baru saja ditanyakan oleh Zoya padanya itu sehingga membuat Zavier tentu saja untuk menanyakan langsung pada Zoya mengenai pertanyaannya itu. Walaupun saat ini terlihat bahwa di antara Zoya dan juga Zavier belum mengerti tentang apa yang telah dimaksudkan oleh mereka masing-masing.
" Tunggu, kau jangan bertanya dulu padaku mengenai apa yang aku sampaikan ini,," Ucap Ziya tengah memotong pembicaraan yang sedang ditanyakan oleh Zavier padanya itu.
" Baiklah, silahkan kau tanyakan semuanya dan kau jelaskan semuanya,," Jawab Zavier sambil melepaskan tangannya dari tangan Zoya yang sedari tadi tengah dalam genggamannya itu.
" Aku hanya ingin bertanya satu hal,," Ucap Zoya dengan tatapan jelas dan tegas pada Zavier.
" Heemm," Jawab Zavier disambung dengan sebuah anggukan darinya.
" Setelah kalian membu -nuh Jimmy, kemana kalian letakkan tubuh Jimmy sekarang ?" Tanya Zoya pada Zavier hingga membuat Zavier terkejut mengenai apa yang telah ditanyakan oleh Zoya padanya itu.
Karena, rombongan anak buah Zavier sama sekali tidak pernah mendapatkan sebuah pekerjaan darinya untuk melakukan suatu hal yang bukan di luar dari perintahnya. Anak buah Zavier yang memang sengaja saat penyelamatan Zoya telah dikerahkan oleh Zoya untuk menghabisi semua orang yang tengah berada di dalam markas besar milik Roserish di Australia itu.
Tapi, bukan untuk menghabisi Jimmy teman dekat dari Zoya, karena, hal itu tidak ada di dalam perintahnya Zavier, melainkan sebaliknya, Zavier hanya memerintahkan kepada semua orang-orangnya untuk segera menghabisi siapa saja orang yang menghalangi misinya untuk menyelamatkan Zoya beserta teman dekatnya yaitu Jimmy. Kenapa malah saat ini Zoya mengira bahwa Jimmy pergi adalah perlakuan yang memang sengaja dilakukan oleh anak buahnya dan pastinya atas perintahan darinya.
Oleh sebab itu Zavier cukup terkejut mengenai apa yang menjadi pertanyaan dan juga keterangan dari Zoya saat ini padanya sehingga membuat Zavier tentu saja langsung menjawab omongan dari Zoya, tapi sayangnya belum juga Zavier menjelaskan apa yang ingin dijelaskannya pada Zoya. Zoya sudah lebih dulu memotong omongan Zavier sehingga membuat Zavier tidak bisa menyampaikan apa yang telah ia lakukan dan juga Alberto perintahkan padanya itu.
" Itu salah,," Jawab Jimmy langsung pada Zoya ketika mendengar ucapan Zoya yang salah mengambil keterangan dari apa yang telah ia alami sebelumnya saat ia berada di dalam ruang penahanan markas besar milik Roserish.
" Salah ?" Tanya Zoya dengan mata yang tajam menatap Zavier.
Ketika Zavier ingin menjelaskan apa yang tengah disampaikan oleh Zoya saat ini padanya bahwa keterangan yang baru saja Zoya katakan itu adalah keterangan salah dan keterangan belum pasti. Saat itu juga Zoya kembali tidak menerima penjelasan dari Zavier dan masih tetap saja bersikeras dalam pendapatnya sendiri.
****
****
Ketika Zavier ingin menjelaskan apa yang tengah disampaikan oleh Zoya saat ini padanya bahwa keterangan yang baru saja Zoya katakan itu adalah keterangan salah dan keterangan belum pasti. Saat itu juga Zoya kembali tidak menerima penjelasan dari Zavier dan masih tetap saja bersikeras dalam pendapatnya sendiri.
" Salah ?" Tanya Zavier balik pada Zoya dengan tatapan heran.
" Ya tentu saja salah,," Ucap Zoya dengan nada suara yang terdengar begitu jelas dan juga tinggi.
Sehingga membuat Zavier sedikit terkejut dan semakin bingung dengan ucapan yang baru saja disampaikan oleh Zoya padanya. Karena, Zoya masih saja mengira bahwa Zavier melakukan misi rahasia ini dalam penangkapan kembali Ziya untuk dibawa langsung ke tempat Alberto. Hal itu membuat insiden yang begitu memberatkan hati Zoya, karena, disaat Zoya berada di dalam ruang penahanan yang ada di dalam bagian markas besar milik Roserish saat itu juga Jimmy pergi untuk selamanya meninggalkan Zoya dalam keadaan yang begitu menyakitkan Zoya.
" Jimmy sama sekali tidak bersalah mengenai hal ini,," Ucap Zoya lagi yang semakin membuat Zavier bingung menatapnya dengan heran.
" Apa yang dikatakan oleh Zoya, kenapa aku tidak mengerti dan semakin bingung dengan ungkapan-ungkapannya yang semakin menuju ke arah tidak karuan dan jelas-jelas bukan misi dari Alberto,," Gumam Zavier dalam hatinya saat mendengar secara seksama perkataan demi perkataan yang baru saja disampaikan oleh Zoya dengan begitu ambisius padanya.
" Jika teman kau itu, ingin menangkap aku atas kesalahan yang telah aku perbuat padanya,," Sambung Zoya lagi mengakui kesalahan yang telah ia perbuat kepada Albert.
" Cukup berikan hukuman padaku saja,," Ungkap Zoya dengan ucapan yang terdengar begitu tulus.
" Bukan kepada Jimmy,," Sambung Zoya lagi dengan suara yang begitu jelas sekali bahwa tindakan yang dilakukan oleh Albert untuk menangkap dirinya dan membuat Jimmy pergi selamanya itu adalah sebuah tindakan yang salah.
" Hiks, hiks, hiks, Jimmy sama sekali tidak bersalah,," Ucap Zoya yang kembali menangis mengenang kepergian Jimmy dari sisinya yang begitu teringat dalam hatinya yang paling dalam.
" Kenapa Alberto tega memberikan sebuah perintah kepada anak buahnya untuk membuat Jimmy pergi selamanya,," Ucap Zoya dengan suara yang terdengar cukup jelas di dalam tangisannya.
Dan tentu saja dari ucapan Zoya itu bisa dimengerti oleh Zavier secara langsung, karena, baru saat ini Zavier mengetahui dan memahami apa yang baru saja dikatakan oleh Zoya mengenai Jimmy serta mengenai Alberto sahabatnya juga. Di dalam pemikirannya Zavier, Zoya mengira bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Roserish di dalam villa nya Jimmy dengan secara terang-terangan dan langsung itu adalah perintah dari Alberto.
Tapi nyatanya itu adalah salah, Alberto sama sekali tidak memberikan sebuah perintah seperti itu kepada Zavier sebagai orang yang telah dipercayakan oleh Alberto untuk melakukan perintahnya ini. Namun, Alberto sama sekali juga tidak pernah memberikan sebuah perintah untuk menghabisi nya -wa seseorang seperti Jimmy, karena, Alberto tidak mau memiliki urusan terhadap orang yang sama sekali tidak memiliki kesalahan pada dirinya secara langsung.
Memang benar Jimmy tidak bersalah pada Alberto, karena, Jimmy hanya membawa pergi Zoya ke negara lain selain Eropa yaitu Australia itu juga atas dasar kehendak dari Zoya sendiri. Dan pastinya Jimmy tidak akan memberanikan dirinya untuk menyelinap masuk menculik Zoya pergi dari kediamannya itu. Kalau tidak Zoya sendirilah yang melakukan tindakan seperti ini kabur dari kediaman Alberto dan pergi bersama dengan Jimmy sejauh mungkin dari jangkauan Alberto.
Oleh sebab itu Alberto sama sekali tidak memiliki urusan apapun dengan Jimmy dan untuk apa juga ia memberikan sebuah perintah kepada anak buahnya dalam sebuah misi yang memang sudah direncanakannya itu dengan sangat matang serta membuat Jimmy lenyap di dalam rencana matangnya itu.
Jadi, tidak mungkin sekali jika Alberto yang meminta kepada anggotanya untuk melenyapkan Jimmy. Karena, sudah jelas sekali bahwa Alberto hanya memiliki sebuah rencana yang singkat namun jelas, membawa kembali Zoya ke dalam genggaman tangannya sebelum Erwin pamannya Zoya telah berhasil kembali mendapatkan Zoya dan menukar kembali dua gadis kembaru itu yang pastinya akan mengganggu kehidupan Alberto kembali.
Kembali lagi pada posisi saat ini, terlihat bahwa Zavier tengah memahami apa yang baru saja disampaikan oleh Zoya mengenai Jimmy yang sudah tidak ada lagi bersama dengannya itu. Dan Zavier tentu saja langsung mengatakan hal yang sebenarnya pada Zoya supaya Zoya bisa mengerti apa yang telah terjadi padanya dan juga Jimmy. Serta pastinya Zavier ingin memberitahukan kepada Zoya bahwa sebenarnya orang yang pertama kali menangkapnya itu adalah grup mafia Roserish bukan grup mafia dari Alexandre.
" Oh sepertinya Zoya telah salah mengira,," Gumam Zavier dalam hatinya sambil menganggukkan kepalanya bahwa ia telah memahami apa maksud dari perkataan yang baru saja disampaikan oleh Zoya secara bertubi-tubi padanya itu.
" Zoya pikir bahwa orang yang telah menangkapnya itu adalah Alberto, padahal sebenarnya itu adalah kelompok orang gi -la itu yang tidak memiliki nyali sedikitpun yaitu Roserish,," Ucap Zavier lagi yang sudah memahami maksud dari perkataan Zoya padanya.
" Baiklah akan aku jelaskan semuanya, supaya si palsu istri dari Alberto ini tidak lagi berteriak, jika ia sudah mengetahui siapa sebenarnya orang yang telah menangkapnya dan juga membuat Jimmy pergi dari hidupnya,," Sambung Zavier lagi dalam hatinya sambil melihat dengan jelas tindakan Zoya yang tengah menangis tersedu-sedu sambil memanggil nama Jimmy dengan posisi duduk serta memeluk erat kedua kakinya.
Karena, sudah mengetahui semuanya perkataan dari Zoya mengenai kepergian Jimmy dari kehidupannya itu akhirnya Zavier menyatakan sebuah kesalahan pada Zoya bahwa Zoya memang jelas telah salah berpikir mengenai kepergian Jimmy. Yang sebenarnya Zavier juga tidak mengetahui siapa yang telah membuat Jimmy pergi dari kehidupan Zoya dengan cara yang begitu menakutkan.
" Salah, jelas sekali yang kau katakan ini adalah salah,," Ucap Zavier dengan suaranya yang terdengar begitu jelas hingga membuat Zoya yang awalnya menangis tersedu-sedu langsung terdiam menatap wajah Zavier dengan tatapan mata begitu tajam.
Seketika Zoya terdiam menghentikan tangisannya yang terdengar cukup kuat dan dari suara tangisannya itu cukup mengganggu telinga Zavier yang masih berada di dalam ruang kamar Zoya. Sebenarnya Zavier tidak ingin menjelaskan sesuatu apapun kepada Zoya sebelum mereka tiba dan sampai di tempat yang telah ditentukan oleh Alberto sebelumnya.
" Daripada aku memendam semuanya lebih baik aku jelaskan kepada Zoya,," Ucap Zavier dalam hatinya yang telah siap untuk menjelaskan mengenai perihal apa saja yang tengah Alberto berikan sebuah misi padanya itu.
" Supaya Zoya tahu bahwa sebenarnya ia masih berpikir salah mengenai apa yang telah terjadi padanya dan juga Jimmy." Gumam Zavier lagi dalam hatinya sambil menganggukkan kepalanya terhadap Zoya agar Zoya bisa mengerti atas apa yang telah terjadi.
Dan serta, Zoya bisa melihat sendiri apa yang tengah ia lakukan terhadap Zoya ketika Zoya sudah bertemu kembali secara langsung kepada Alberto, namun apa boleh buat karena, keadaan yang cukup mendesak sehingga membuat Zavier akhirnya menjelaskan semuanya kepada Zoya. Supaya selama perjalanan mereka yang mereka tempuh saat ini dalam menggunakan kapal pesiar itu tidak memiliki kendala apapun lagi. Serta pastinya gangguan dari suaranya Ziya yang selalu berteriak keras memanggil dan menyebutkan nama Jimmy.
Zavier sama sekali tidak ingin mendengar rengekan suara yang telah dilakukan oleh Zoya di dalam ruang kapal ini, ya meskipun ruang kamar tempat menahan Zoya saat ini cukup kedap suara, tapi, jika Zoya sudah berteriak dengan suaranya yang terdengar begitu kencang itu cukup mengganggu kenyamanan yang tengah dirasakan oleh Zavier apalagi saat ini mereka sedang berada di tengah lautan yang begitu indah.
Oleh sebab itu mau tidak mau Zavier akhirnya menjelaskan semua apa yang telah menjadi misi rahasia mereka dan rencana Alberto dalam menangkap kembali Zoya saat ini kepada Zoya sendiri.
" Alberto temanku itu tidak mungkin memberikan sebuah perintah rendahan seperti itu,," Ucap Zavier dengan nada suara yang jelas namun bermartabat.
" Alberto hanya memberikan perintah padaku untuk mengawasi kehidupan yang kau lakukan selama ini di negara Australia,," Sambung Zavier lagi kepada Zoya hingga membuat kening Zoya sedikit berkerut dan bergumam sendiri seolah tidak percaya atas apa yang telah di dengarkannya ini.
" Mengawasi ku ?" Tanya Zoya kepada Zavier dengan keadaan wajah yang sedikit penasaran dan juga sambil mengerutkan keningnya.
" Ya, mengawasi aktivitas kau,," Jawab Zavier singkat dan jelas sambil menganggukkan kepalanya dengan ringan kepada Zoya.
" Alberto juga tahu bahwa kau sedang pergi bersama dengan Jimmy, kau tinggal bersama dengan Jimmy,," Jawab Zavier lagi dengan jelas pada Zoya.
Karena mendengar ucapan Zavier yang begitu jelas mengenai dirinya yang selama ini sudah diawasi oleh Alberto. Hal itu membuat Zoya berpikir kenapa Alberto tidak menangkapnya secara langsung padahal sudah jelas sekali bahwa ia selalu berada di dalam pengawasan Alberto.
Sehingga hal inilah yang saat ini menjadi pertanyaan besar yang ada dalam pikiran Zoya ?
Namun ketika Zoya ingin menanyakan langsung kepada Zavier, mengenai apa yang telah dilakukan oleh Alberto selama ini dalam mengintai dan juga mengawasinya pertanyaan itu dengan secepat mungkin langsung dijawab dan dijelaskan oleh Zavier hingga membuat Zoya dapat memahami dengan keadaan semuanya.
" Sebentar, aku mau tanya ?" Ucap Ziya yang sengaja menghentikan perkataan Zavier dan memberikan sebuah pertanyaan kembali.
" Heemm, tanyakanlah,," Jawab Zavier dengan santai.
" Jika Alberto memerintah orang untuk mengawasi aktivitas ku, kenapa, Alberto tidak menangkap ku ?" Tanya Zoya lagi pada Zavier.
" Akan aku jelaskan,," Jawab Zavier singkat namun pasti.
Setelah mendapatkan pertanyaan dari Zoya yang memiliki sebuah pertanyaan dengan jawabannya yang memang sudah jelas sekali ingin dijelaskan dan dijawab oleh Zavier oleh sebab itu Zavier hanya bisa langsung memberikan jawaban yang singkat kepada Zoya.
Sambil menghela nafasnya Zavier kembali memberikan sebuah penjelasan kepada Zoya dan Zoya juga bisa memahami situasi saat ini di antara mereka bahwa Zoya tidak akan pernah bermain-main jika sudah mendapatkan sebuah jawaban yang serius pastinya dari orang seperti Zavier.
" Selama mengawasi aktivitas yang kau lakukan bersama Jimmy, Alberto sama sekali tidak mau memikirkan siapa itu Jimmy,," Ucap Zavier dengan jelas kepada Zoya.
" Serta kau ingin tahu bahwa selama kau pergi secara diam-diam dari kediaman Alexandre,," Ucap Zavier dengan wajah yang begitu serius saat sedang memberikan sebuah penjelasan.
" Kau juga sudah dibebaskan olehnya karena, hanya kau adalah seorang ibu kandung dari putranya yaitu Demian,," Sambung Zavier lagi dengan jelas hingga membuat Zoya sedikit meneguk air liurnya sendiri karena, merasa takut dengan ucapan yang disampaikan oleh Zavier mengenai kepemilikan yang ia miliki dan masih berada di dalam kediaman Alexandre yaitu Demian.
" Jika kau tidak memiliki apa-apa dalam kehidupan Alberto, kemungkinan sudah lama kau ditangkap oleh Alberto dan pastinya aku tidak tahu lagi kau akan mendapatkan hukuman apa saja darinya,," Ucap Zavier lagi yang kembali membuat Zoya merasa cemas dan mengeluarkan keringat dinginnya.
Begitu jelas sekali terlihat di wajah Zoya bahwa ketika ia mendengarkan penjelasan yang baru saja disampaikan oleh Zavier itu membuat Zoya merasa ketakutan serta mengeluarkan sedikit keringat dingin. Hingga hal yang tengah dirasakannya itu juga diketahui oleh Zavier namun Zavier tidak ingin mengambil pusing mengenai apa yang sedang terjadi pada Zoya saat ini.
Yang pastinya saat ini di dalam pemikiran Zavier adalah penjelasan yang akan diberikannya kepada Zoya supaya Zoya bisa mengetahui semuanya mengenai apa yang akan diterima olehnya jika ia sudah berada di dalam genggaman Alberto kembali dan juga jika disaat penangkapan yang dilakukan oleh Roserish dan saat itu ia sama sekali tidak mendapatkan bantuan dari Alberto mungkin saja nasibnya saat ini sudah tidak tahu menjadi apa.
Zavier kembali menjelaskan apa yang aka n menjadi topik pembicaraan yang akan ia jelaskan pada Zoya. Dengan suaranya yang terdengar begitu jelas Zavier kembali memberikan sebuah penjelasan kepada Zoya.
" Jadi, aku jelaskan sekali lagi bahwa Alberto sama sekali tidak pernah ingin menangkap kau selama kau berada di Australia, karena ia hanya ingin memintaku untuk mengawasi aktivitas yang tengah kau lakukan,," Ucap Zavier lagi yang tengah menyambungkan penjelasan yang belum selesai ia jelaskan pada Zoya.
" Apalagi kau berpikir bahwa Alberto ingin menangkap teman pria yang kau miliki itu yaitu Jimmy,," Sambung Zavier sambil memberikan sebuah tatapan mata yang begitu dalam hingga membuat Zoya merasa bersalah terhadap apa yang telah ia lakukan dan tuduhkan kepada anggota anak buahnya Alberto.
" Heehhh itu sangat jauh dari perintah yang telah diberikan oleh Alberto,," Sambung Zavier lagi sambil menyunggingkan senyumnya yang terlihat licik.
Memang benar sekali apa yang telah disampaikan oleh Zavier, tidak mungkin Alberto memberikan sebuah perintah penangkapan terhadap Zoya sambil memberikan pelajaran terhadap Zoya dengan sebuah ancaman dan juga perlakuan yang tidak adil pada Jimmy.
Karena, selama ini Alberto hanya memberikan sebuah perintah kepada Zavier untuk selalu mengawasi pergerakan Zoya bukan untuk menghabisi Jimmy begitu saja dan menangkap Zoya dengan penangkapan yang begitu kasar seperti kelakuan yang telah dilakukan oleh kelompok Roserish.
****
****
Karena, selama ini Alberto hanya memberikan sebuah perintah kepada Zavier untuk selalu mengawasi pergerakan Zoya bukan untuk menghabisi Jimmy begitu saja dan menangkap Zoya dengan penangkapan yang begitu kasar seperti kelakuan yang telah dilakukan oleh kelompok Roserish.
" Kau tahu kenapa aku tiba-tiba menyelamatkan kau dari sebuah markas besar itu ?" Tanya Zavier pada Zoya yang membuat Zoya hanya bisa terdiam saja tanpa memberikan sebuah jawaban ataupun ekspresi sedikitpun pada Zavier.
Karena tidak memiliki reaksi apapun di wajahnya Zoya, sehingga membuat Zavier kembali menanyakan lagi perihal tentang penjelasan yang akan ia jelaskan pada Zoya hingga membuat Zoya pastinya akan tercengang disaat mendengarkan semua penjelasannya itu.
" Kau mau tahu ?" Tanya Zavier lagi pada Zoya dengan wajahnya yang terlihat serius saat memberikan sebuah pertanyaan pada Zoya.
" Ya,," Jawab Zoya singkat dengan sorot mata yang terlihat begitu ingin tahu jelas apa yang sebenarnya diinginkan oleh pihak Roserish yang telah menangkap dirinya dengan sengaja itu.
Sehingga membuat Zoya berpikir bahwa memang benar apa yang telah dinyatakan oleh beberapa anggota anak buah Roserish bahwa saat itu mereka menyatakan kalau mereka itu adalah anak buah yang telah diperintahkan oleh Alberto suaminya.
Tapi ternyata bukanlah Alberto yang telah sengaja melakukan tindakan seperti penangkapan dan juga pembu -nuhan yang terjadi pada Jimmy. Melainkan Roserish yang sengaja memiliki sebuah rencana tersendiri terhadap Zoya dan juga Alberto pastinya.
Karena, selama ini hanya Alberto yang merupakan satu-satunya kelompok mafia terhebat serta terbonafid yang ada di negara Perancis. Oleh sebab itu Roserish ingin mendapatkan sebuah keuntungan serta nama baik di negaranya yang bisa mengalahkan kelompok dari mafia Alexandre.
Dengan sengaja mencari tahu keberadaan istrinya Alberto dan juga menangkap istri Alberto agar ia bisa menguasai diri Zoya dan mendapatkan keuntungan dari penguasaan yang akan ia lakukan itu. Tapi sayangnya rencana yang telah ia lakukan dan juga matang dalam penangkapan, Zoya berhasil diselamatkan oleh anggotanya Zavier sehingga membuat seluruh anggota anak buah Roserish di markas besar itu kewalahan dan mengalami kekalahan besar.
Terutama adik kandung Roserish dan juga keponakan kandung Roserish yang bernama Mellina harus mengalami sebuah kekalahan yang telak atas apa yang telah dilakukan oleh Alberto dalam memberikan sebuah misi rahasia kepada Zavier.
Setelah melihat Zoya mengangguk dan begitu jelas sekali terlihat bahwa ia ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya Zavier kembali menanyakan perihal apa yang akan dilakukan oleh pihak Roserish terhadap dirinya. Sehingga dengan anehnya kenapa harus menangkap dirinya hanya untuk sekedar mengetahui rahasia di dalam kehidupan Alberto. Sedangkan di dalam kehidupan aslinya Zoya tidak mengetahui apa yang sebenarnya menjadi rahasia besar Alberto itu.
" Karena, mereka ingin menangkap kau dan menjadikan kau sebagai alat serta budak dari kelompok mereka untuk mengetahui semua apa saja rahasia yang telah dimiliki oleh Alberto,," Jawab Zavier dengan jelas pada Zoya, hingga membuat Zoya cukup tercengang ketika mendengarkan jawaban dari Zavier itu.
" Haahhh, apa !!" Seru Zoya ketika mengetahui jawaban dari Zavier mengenai apa yang akan dilakukan oleh kelompok mafia Roserish ketika menangkap dirinya itu.
Tentu saja hal itu membuat Zoya merasa terkejut karena, sudah jelas sekali bahwa jawaban yang disampaikan oleh Zavier ini tidaklah sebuah jawaban yang mengandung makna kebohongan melainkan sebuah jawaban yang memang benar adanya. Oleh sebab itu meskipun Zoya merasa yakin dan percaya atas apa yang telah dijelaskan oleh Zavier padanya, tapi, di dalam hati Zoya juga merasa dia harus mendapatkan sebuah keyakinan atas apa yang telah dijelaskan oleh Zavier ini mengenai perihal tentang rencana yang akan dilakukan oleh Roserish.
" Kau cukup terkejut bukan, jika kau telah mengetahui jawabannya ini ?" Tanya Zavier pada Zoya secara langsung.
" Heemm,," Jawab Zoya singkat sambil menganggukkan kepalanya.
" Untuk apa mereka menangkap ku hanya ingin mendapatkan sebuah rahasia besar yang dimiliki oleh Alberto,," Gumam Ziya dalam hatinya ketika mendengarkan jawaban penjelasan dari Zavier.
" Sedangkan aku sendiri saja tidak tahu apa yang telah menjadi sebuah rahasia dan sebuah informasi yang akan mereka dapatkan dariku ?" Sambung Zoya lagi dalam hatinya merasa sedikit bingung dengan apa yang telah menjadi rahasia pihak Roserish dalam mendapatkan sebuah informasi darinya mengenai kepribadian ataupun rahasia besar milik Alberto.
" Saat ini aku tidak tahu, apa yang ingin dicari oleh mereka hingga mereka menangkap ku,," Gumam Zoya dalam hatinya merasa penasaran dengan penjelasan Zavier.
" Aku harus mencari alasan dibalik ini semua,," Ucap Zoya lagi di dalam hatinya.
Karena memang saat ini Zoya tidak tahu apa yang akan dicari oleh kelompok mafia Roserish dari dirinya, oleh sebab itu Zoya langsung menanyakan alasan dan juga jawaban tersendiri dari Zavier yang memang sudah tahu akan jawabannya.
" Tapi sayangnya,," Ucap Zavier yang terpotong karena, Zoya memang sengaja telah memotong pembicaraannya.
" Tunggu sebentar !" Seru Zoya yang seketika memotong pembicaraan Zavier.
Karena, Zoya sudah memotong pembicaraannya tentu saja Zavier hanya bisa diam sejenak mendengar perkataan yang akan disampaikan oleh Zoya di dalam pemotongan pembicaraan yang baru saja ia lakukan itu.
" Ya, katakan,," Ucap Zavier meminta Zoya untuk menyampaikan ungkapannya.
" Kenapa Roserish ingin menangkap ku hanya untuk mendapatkan sebuah informasi dariku ?" Tanya Zoya pada Zavier dengan pertanyaan yang begitu mudah dijawab oleh Zavier pastinya.
" Hehehehe, begitu mudah jawabannya,," Sahut Zavier sambil menaikkan sedikit ujung bibirnya.
" Kenapa ?" Tanya Zoya lagi pada Zavier.
" Karena, kau adalah putri dari Erwin dan kau juga adalah istri dari Alberto Alexandre,," Jawab Zavier singkat dan jelas hingga membuat Zoya sedikit memundurkan kepalanya merasa bingung atas apa yang baru saja dijawab oleh Zavier.
" Jadi tentu saja kau tahu apa yang ingin ditanyakan oleh mereka pada kau ini Zoya,," Sambung Zavier lagi yang jawabannya semakin membuat Zoya dalam keadaan kebingungan.
" Meskipun aku putri dari Erwin dan juga dulunya istri dari Alberto, tapi aku sama sekali tidak tahu apa yang telah menjadi rahasia besar dari Alberto sendiri,," Gumam Zoya dalam hatinya.
" Bagaimana bisa mengetahui rahasianya Alberto, sedetik saja Alberto tidak pernah memperdulikan aku yang selama ini berada di dalam kediamannya,," Ucap Zoya dalam hatinya yang memang benar bahwa selama ini ia tidak pernah dihiraukan oleh Alberto sedikitpun.
Memang benar apa yang dinyatakan oleh Zoya di dalam hatinya itu, karena, selama Zoya berada di dal kediaman Alberto Zoya sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian dari Alberto sehingga membuat Zoya sama sekali tidak mengetahui apa yang menjadi rahasia besar dari Alberto itu sendiri.
Jadi percuma saja jika klan mafia Roserish ingin menangkap dirinya hanya sekedar untuk menjadikannya sebagai budak dan bisa mengendalikan Zoya dalam sebuah rahasia besar dari Alberto sendiri. Karena, yang jelas Zoya sama sekali tidak tahu apa yang menjadi rahasia besar milik Alberto itu yang selama ini sedang dicari oleh kelompok mafia Roserish.
Karena, Zoya hanya bisa terdiam saja ketika mendengarkan jawaban yang baru saja disampaikan oleh Zavier itu, akhirnya Zavier kembali melanjutkan penjelasannya kepada Zoya mengenai apa yang telah dilakukannya beserta kelompoknya itu saat melenyapkan semua orang yang ada di dalam markas besar milik Roserish itu.
" Huuhh, dia hanya terdiam,," Celetuk Zavier dengan sengaja ketika melihat Zoya terdiam dan seperti sedang memikirkan suatu hal.
" Tapi sayangnya, kelompok mereka hanya berhasil menangkap kau saja dan tidak berhasil untuk menjadikan kau sebagai alat mereka,," Sambung Zavier lagi meskipun saat ini Zoya masih terdiam.
" Haahh, apa yang kau katakan ?" Tanya Zoya ketika dirinya sudah sadar dari lamunannya mengenai apa yang telah ia dapatkan selama ini dari sikap Alberto terhadap dirinya.
Karena, sudah sadar dari lamunannya mengenai apa yang telah terjadi padanya selama ini di dalam kediaman Alexandre bahwa ia tidak pernah merasakan dan juga mendapatkan kepedulian dari Alberto akhirnya Zoya kembali bisa mendengarkan suara Zavier yang tengah kembali melanjutkan penjelasannya itu, karena tidak mendengarkannya dengan jelas Zoya kembali meminta Zavier untuk mengulanginya lagi.
" Yang aku katakan barusan, untung saja kau hanya sekedar di tangkap oleh anak buah Roserish dan belum menjadi budak ataupun alat yang akan digunakan oleh Roserish,," Jawab Zavier yang tengah mengulangi kembali penjelasan yang ia lanjutkan sebelumnya.
" Oohhh,," Jawab Zoya singkat dan sambil menganggukkan kepalanya seolah mengerti akan penjelasan dari jawaban yang baru saja disampaikan oleh Zavier.
Terlihat saat ini Zoya tengah menganggukkan kepalanya dan seolah sudah mengerti akan penjelasan dari jawaban Zavier, lalu Zavier pun kembali melanjutkan penjelasannya lagi kepada Zoya supaya Zoya tidak gagal paham atas apa yang telah terjadi hari ini di dalam markas besar Roserish itu.
" Dan selanjutnya karena kepintaran yang telah dimiliki oleh Alberto,," Sambung Zavier namun sedikit terhenti.
Dan terlihat bahwa Zoya begitu serius menatapi wajah Zavier yang tengah memberikan sebuah penjelasan padanya itu. Tentu saja Zavier tidak mau menghabiskan waktunya lagi hanya untuk mendengarkan omelan dan juga tangisan serta teriakan yang dilakukan oleh Zoya di dalam kapal ini. Oleh sebab itu mau tidak mau Zavier melanjutkan penjelasannya yang semakin lama semakin membuat Zoya mengerti atas apa yang telah terjadi.
" Kapan saja ia ingin meminta untuk bertindak dan mengambil kau kembali dari negara Australia ini untuk dibawakan lagi ke negara Perancis, itu sangat mudah baginya,," Sambung Zavier lagi dengan jelas pada Zoya hingga membuat Zoya sedikit mengerutkan keningnya.
" Tapi hal itu sama sekali tidak dilakukannya bukan, karena, Alberto tahu bahwa kau memiliki sebuah jasa padanya,," Ucap Zavier yang semakin membuat Zoya mengerutkan dahinya.
__ADS_1
Ketika mendengarkan ucapan Zavier yang menyatakan bahwa selama ini sebenarnya Alberto bisa saja memberikan perintah kepada anak buahnya untuk segera menangkap Zoya. Namun hal itu sama sekali tidak dilakukannya karena, selama ini Alberto telah berpikir akan suatu hal besar terhadap bahwa Zoya sudah memiliki