Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab


__ADS_3

Detik demi detik telah berlalu dan ibadah sholat Maghrib yang dilakukan oleh Arif telah selesai ia laksanakan. Sambil menyanyikan beberapa lagu sholawat sambil merapikan peralatan sholat yang ia gunakan di dalam ruang ibadah rumahnya Rio. Setelah itu Arif langsung melangkahkan kakinya menuju luar ruangan dan kembali melihat suasana di luar rumah melalui celah jendela.


" Heemm masih hujan deras,," Gumam Arif saat melihat suasana di luar rumah yang terlihat masih turun hujan.


Karena, melihat suasana keadaan di luar rumah masih turun hujan yang sangat deras. Sehingga membuat Arif langsung beralih melangkah ke bagian dalam lagi dan kembali menutup tirai jendela yang baru saja dibuka olehnya. Tidak terasa karena, sudah menunggu suasana hujan yang turun sudah cukup terlalu lama suhu udara begitu dingin hingga membuat perut Arif yang sedari sore belum terisi terdengar begitu keroncongan.


Dan, juga Arif begitu mendengar suara keroncong dari perutnya itu. Sambil tersenyum sendiri Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur untuk mencari apa yang bisa dijadikan santapan malam untuk dirinya sendiri malam ini.


Kkkrrrruuuuukkkk!!!


Suara kriuk nan renyah terdengar jelas di telinganya Arif hingga membuat Arif tertawa kecil sendiri.


" Wiihh nih perut tau banget ya kalo lagi dingin kayak gini,," Ucap Arif sendiri sambil mengelus perutnya yang terdengar begitu ramai sedang menyalakan bunyi genderang penentu hasil dari proses lapar dalam diri.


" Dingin-dingin kayak gini enaknya makan apaan ya,," Ucap Arif lagi sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah dalam dan pastinya ke arah dapur.

__ADS_1


Arif segera melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur mencari bahan makanan apa yang bisa dijadikan temannya di saat cuaca sangat dingin seperti ini. Sesampainya di dapur Arif mondar-mandir mencari sesuatu bahan makanan yang akan dimasak olehnya. Sambil membuka satu persatu lemari dapur untuk menyimpan semua bahan makanan. Arif sendiri menghibur dirinya dalam suasana hujan deras dengan cara bersiul.


" Heemm, ada mie, ada telor, ada sosis lengkap nih bahan perang malam ini hehehe,," Gumam Arif sendiri setelah membuka lemari yang menyimpan semua bahan makanan ini.


" Lanjut,," Ucap Arif lagi sambil meletakkan semua bahan makanan ke atas meja di dekat kompor.


Karena, bahan makanan yang akan dijadikan temannya malam ini, Arif segera mulai melakukan acaranya malam ini yaitu meletakkan panci kecil ke atas kompor dan seperti biasa melakukan semua tahapan untuk memasak. Masih dengan siulan yang dilakukannya hanya hal itu saja bisa membuat Arif terhibur.


Sambil memasak semua bahan makanan yang diletakkan di atas meja, sepintas Arif teringat dengan kepergian Cinta dan juga Rio. Karena, Arif memang benar saat menjawab semua pertanyaan dari Rossa saat Rossa datang ke rumah Rio sore ini. Sambil mengaduk makanan yang sedang dimasaknya, Arif terucap sendiri dengan pikiran yang terlintas masalah kepergian Cinta dan Rio.


" Sudah beberapa hari, pergi ke kota tapi belum juga pulang,," Sambung Arif lagi dengan pemikirannya itu.


Sambil mengaduk makanan yang sedang dimasaknya itu, akhirnya bahan makanan satu persatu ditaruhnya ke dalam panci terselesaikan juga. Arif segera meletakkan semua makanan itu ke dalam piring dan mengambil nasi yang biasa diletakkan oleh Cinta di dalam penanak nasi.


" Makan,," Seru Arif sendiri setelah selesai meletakkan semua makanan ke dalam piringnya.

__ADS_1


Sementara itu, Rio dan Cinta masih di tengah perjalanan kembali ke kampungnya. Saat ini terlihat di dalam kendaraan mobilnya Rio memang sangat fokus dalam menyetir mobilnya itu, namun sudah berapa kali Rio menguap. Dan saat ini Rio masih bisa menahan rasa kantuknya itu dengan tetap fokus pada perjalanan serta sesekali Rio memandangi Cinta yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.


" Hoooaamm, sebenarnya ngantuk banget, tapi, kasihan istriku masih tertidur pulas, jadi aku harus cepat sampai ke rumah supaya istriku ini bisa terlelap lebih nyenyak lagi,," Ucap Rio setelah menguap beberapa kali dan melihat kondisi jalan yang sudah hampir sampai ke kampungnya itu.


Saat ini memang suasana di luar masih hujan deras jadi, Rio memang harus berhati-hati dalam mengendarai mobilnya supaya ban mobil tidak tergelincir pada jalanan yang begitu licin karena bekas siraman air hujan yang turun begitu derasnya.


Tidak lama dari perjalanan panjang yang dilakukannya itu, akhirnya Rio


Sementara itu, Rio dan Cinta masih di tengah perjalanan kembali ke kampungnya. Saat ini terlihat di dalam kendaraan mobilnya Rio memang sangat fokus dalam menyetir mobilnya itu, namun sudah berapa kali Rio menguap. Dan saat ini Rio masih bisa menahan rasa kantuknya itu dengan tetap fokus pada perjalanan serta sesekali Rio memandangi Cinta yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.


" Hoooaamm, sebenarnya ngantuk banget, tapi, kasihan istriku masih tertidur pulas, jadi aku harus cepat sampai ke rumah supaya istriku ini bisa terlelap lebih nyenyak lagi,," Ucap Rio setelah menguap beberapa kali dan melihat kondisi jalan yang sudah hampir sampai ke kampungnya itu.


Saat ini memang suasana di luar masih hujan deras jadi, Rio memang harus berhati-hati dalam mengendarai mobilnya supaya ban mobil tidak tergelincir pada jalanan yang begitu licin karena bekas siraman air hujan yang turun begitu derasnya.


Tidak lama dari perjalanan panjang yang dilakukannya itu, akhirnya Rio

__ADS_1


__ADS_2