Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 131 Akhirnya Sampai Juga


__ADS_3

Dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan terlebih dahulu Arif memastikan dan melihat siapa orang yang telah datang ke rumahnya Rio di waktu malam seperti saat ini dan cuaca di luar masih turun hujan. Saat ini Arif sudah di dekat jendela dan membuka tirai jendela, lalu Arif tersenyum senang ketika melihat mobil yang berada di luar adalah mobilnya Rio.


" Waahhh ternyata mobilnya Mas Rio," Seru Arif saat melihat mobilnya Rio yang telah terparkir rapi di depan rumahnya itu.


" Berarti Mas Rio udah pulang," Seru Arif dengan segera melangkah menuju ke arah pintu.


Setelah memastikan dengan kepastian yang telah pasti, dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan langsung membuka pintu yang telah dikunci sebelumnya. Setelah pintu terbuka dengan wajah bahagianya Arif segera berlari ke arah mobilnya Rio yang telah terparkir.


Sedangkan Rio sendiri dari dalam mobil merasa lega ketika mobilnya sudah terparkir dengan benar di depan rumahnya saat ini. Setelah selesai menghentikan mobilnya dan memadamkan mesin mobilnya itu, sambil tersenyum Rio melepaskan safety belt yang telah lama terpasang dan setelah itu langsung memeluk erat tubuh Cinta yang sedang tertidur.


" Eeemmmm Istriku sayang, masih tidur dengan pulasnya,," Ucap Rio saat memeluk erat tubuh Cinta yang begitu hangat dalam pelukannya itu.


" Sebentar lagi masuk ke dalam, tunggu Arif bukain pintu baru masuk ke dalam menggendong istriku ini,," Ucap Rio sambil mencium kedua pipi istrinya.


Tidak lama dari penungguan yang dilakukan oleh Rio di dalam mobil, dalam beberapa detik Rio melihat wajah Arif yang penuh dengan keceriaan keluar dari dalam rumah sambil berseru menyebut namanya.


" Wah, Mas Rio udah pulang,," Seru Arif langsung berlarian menghampiri mobilnya Rio.


Benar sekali, apa yang telah diterka oleh Arif dari dalam rumah, bahwa saat ini mobilnya Rio memang sudah sampai di rumahnya sendiri. Karena, melihat Arif dari dalam rumah telah menyambut kedatangan Rio dengan senyuman indahnya dan penuh keceriaan hal itu membuat Rio segera membuka kaca mobilnya.


" Heemm, Arif seneng banget wajahnya kalo kami pulang seperti ini,," Gumam Rio saat melihat keseruan Arif saat keluar dari dalam rumah sambil tersenyum sendiri.


Sambil membuka kaca mobil Rio segera mengeluarkan sedikit kepalanya dan melihat Arif sudah sampai di dekat pintu mobilnya itu. Terlihat wajah Arif begitu sumringah dan bahagia menyambut kedatangan Rio dan Cinta. Karena, Rio melihat Arif tidak membawa apa-apa seperti payung karena saat ini masih dalam keadaan hujan, akhirnya Rio sendiri meminta Arif untuk segera mengambil sesuatu agar bisa menutupi tubuh Cinta dari percikan air hujan.


" Waahhh Mas Rio udah pulang, toh,," Seru Arif saat dirinya sudah berada di dekat pintu mobil Rio.


" Iya Rif, sebenarnya masih lama pulangnya, tapi, karena Mbakmu ini minta pulang makanya Mas dan Mbakmu pulang Rif,," Ucap Rio memberitahukan keadaan yang sebenarnya kepada Arif.

__ADS_1


" Oh begitu ya Mas,," Ucap Arif menganggukkan kepalanya membetulkan ucapan Rio.


Dan Arif bisa melihat bahwa saat ini Cinta masih tertidur pulas di dalam mobil dan sama sekali tidak mendengarkan perkataan yang sedang disampaikan oleh Rio dan Arif.


" Mbak Cinta masih tertidur, Mas ?" Tanya Arif pada Rio.


" Aakkhh, iya nih Rif, mungkin faktor perjalanan dan juga faktor hujan,," Jawab Rio sambil tersenyum.


" Oh ya Rif, Mas boleh minta tolong nggak ?" Tanya Rio pada Arif dengan wajah seriusnya.


" Iya Mas, apa ?" Tanya Arif balik pada Rio.


" Cuaca saat ini masih gerimis, kan, Mas minta tolong kamu jagain Mbakmu dulu terus Mas mau ngambil payung di dalam,," Jawab Rio pada Arif sambil menunjuk Cinta yang masih tertidur.


Perkataan yang disampaikan oleh Rio saat ini membuat Arif sendiri berpikir bahwa lebih baik dirinya saja mengambil payung ke dalam rumah daripada Rio yang harus ke dalam rumah mengambil payungnya.


" Nggak apa-apa Rif, biar Mas aja, kamu tungguin Mbakmu sebentar,," Bilang Rio segera keluar dari dalam mobil.


Saat Rio keluar dari dalam mobil dan berdiri beranjak masuk ke dalam rumah namun, Arif segera mencegah Rio untuk melangkah masuk ke dalam rumahnya.


" Aakkhh Mas nggak usah, Mas jagain Mbak Cinta aja, biar Arif aja yang ambil,," Seru Arif dengan segera masuk ke dalam rumah.


" Oh ya udah kalau gitu, Mas minta tolong ya Rif,," Ucap Rio dengan segera kembali masuk ke dalam mobilnya.


Sambil menunggu Arif dari dalam rumah mengambil payung, Rio kembali masuk ke dalam mobil dan memeluk tubuh Cinta dengan sangat erat. Sambil tersenyum Rio menatap wajah Cinta yang masih tertidur pulas dengan tatapan penuh kasih sayang. Walaupun, saat ini suasana di dalam mobil cukup gelap hal itu membuat Rio ingin melakukan sebuah hal yang indah untuk Cinta.


" Heeemmm sayang, tidurnya pulas banget ya,," Gumam Rio saat menatap wajah Cinta di tengah keremangan di dalam mobil.

__ADS_1


Sambil menunggu kedatangan Arif membawa payung dari dalam rumah, dengan lembutnya Rio mendekatkan bibirnya ke arah bibir Cinta. Karena, Cinta memang saat ini benar-benar tertidur dengan pulasnya.


" Begitu indahnya bibir ini,," Gumam Rio sambil menyentuh lembut bibirnya Cinta.


Dengan penuh kelembutan Rio mulai mendekatkan bibirnya ke bibirnya Cinta, saat bibir Rio sedikit lagi sudah mendarat ke bibirnya Cinta. Tiba-tiba Arif dari dalam rumah sedikit terdengar berseru bahwa payung yang sudah dipesankan oleh Rio tidak ada di dalam rumahnya.


Hingga hal itu membuat Rio sedikit kaget dan mengurungkan tindakannya yang begitu ingin sekali menciumi bibirnya Cinta. Dan Cinta sendiri sedikit terbangun saat mendengar suara Arif yang berseru dari dalam rumahnya.


" Waahhh payungnya nggak ada Mas,," Seru Arif dari dalam rumah.


" Eeemmmm,,," Suara Cinta yang sedikit terbangun karena mendengar suara seruan Arif.


" Eeem, Arif suaranya,," Gumam Rio sedikit kaget mendengar suara Arif dari dalam rumah.


Karena, payungnya tidak ada di dalam rumah dan Arif baru teringat bahwa payung dari rumah Rio ini sudah tertinggal di tambaknya itu, sehingga membuat Arif segera keluar rumah dan kembali bertanya pada Rio untuk mengambil benda apa selain dari payung.


" Mas, payungnya nggak ada, Arif lupa kalau payung udah tertinggal di tambak,," Seru Arif dari depan teras rumah kepada Rio.


Dengan segera Rio mengeluarkan kepalanya menjawab pemberitahuan Arif dan segera meminta Arif untuk mengambil handuk sebagai pengganti payung. Dan suara yang diserukan oleh Rio membuat Cinta semakin terbangun dari tidurnya itu.


" Oh ya udah, ambil handuk aja Rif,," Seru Rio dari dalam mobil.


" Oh oke Mas,," Jawab Arif menganggukkan kepalanya dan segera kembali masuk ke dalam rumah.


Sambil menguap Cinta menggeliatkan tubuhnya dan perlahan-lahan membuka matanya. Benar sekali Cinta melihat bahwa saat ini mereka sudah sampai di depan rumahnya sendiri.


****

__ADS_1


__ADS_2