
Setelah selesai membeli pakaian untuk dikenakan besok, Cinta mengajak Rio untuk beristirahat satu malam di sebuah penginapan yang ada di kota kecil tersebut.
Di dalam mobil Cinta menanyakan kapan mereka akan sampai di kampung tempat Rio tinggal dahulu sebelum merantau kerja ke kota di tempatnya Cinta.
" Kak, kira-kira berapa hari lagi kita sampai di kampung ?" Tanya Cinta ingin tahu berapa lama lagi mereka akan tiba disana.
" Sebenarnya besok malam udah sampai sih dek, berhubung besok kita akan melangsungkan pernikahan. Oleh sebab itu perjalanannya ditunda satu hari, ya paling sabtu malam minggu kita udah sampai di kampung." Ucap Rio yang menjelaskan waktu yang ditempuh oleh mereka nanti.
" Ooohh berarti sebentar lagi kita akan sampai ya kak, di kampung," Tanya Cinta lagi.
" Yaapp, betul banget,," Jawab Rio mengangguk.
" Ya udah, Kak, kalo gitu berhubung besok kita akan menikah, jadi kita istirahat dulu disini, Kak, untuk mempersiapkan hari esok." Bilang Cinta yang ucapannya seperti anak kecil yang sedang bermain pengantin mainan.
Rio ingin tertawa mendengar ucapan kekanakan Cinta, tapi ia menghormati perasaan Cinta, supaya Cinta tidak merasa tersinggung. Jadi, cuma bisa sekedar senyum dan mengangguk menuruti kata-kata Cinta barusan.
" Baik, Dek, jadi kita menginap dulu di kota ini ya dek,," Tanya Rio balik.
" Iya, kak,, karena kayaknya lebih baik kita menikah di kota ini aja, kan tidak terlalu jauh kalo nanti kita mau mengambil surat-surat keterangan nikah kita nanti." Bilang Cinta yang membuat Rio sekali lagi ingin tertawa.
"Iya, dek, kalo misalnya surat keterangan nikah kita nanti udah selesai, kita bisa mengambilnya di kota ini lagi, jadi orang kampung tidak akan curiga, kalo kita telah menikah di kota ini, dan orang kampung berpikir pasti Dedek gadis kota ini, yang sengaja ikut suaminya ke kampung gitu, dek." Bilang Rio menjelaskan maksud dari perkataannya.
" Betul juga ya Kak,, Ya udah Cinta setuju kalo kita menikah di kota ini,," Ucap Cinta yang menyetujui ungkapan Rio saat ini.
" Oke, kalo gitu, Dedek mau menginap dimana, apa kita akan menginap di dekat kantor urusan agama di kota ini," Bilang Rio yang menawarkan tempat pada Cinta.
" Eemm,, terserah Kakak aja, emangnya Cinta tau apa seluk beluk kota ini," Ucap Cinta yang memanyunkan bibirnya.
" Hahahaha,, ya udah kalo gitu kita nginap di villa kecil dekat danau aja, dek, Nah tempat itu tidak terlalu jauh dari masjid dan kantor urusan agama." Bilang Rio yang menawarkan tempat cukup menarik untuk Cinta.
" Wah,, serius Kak ada villa di tempat ini," Tanya Cinta yang hanya mendengar sedikit ucapan Rio yang membuatnya tertarik.
" Ada donk, apa kita mau kesana,," Bilang Rio yang membuat Cinta semakin tertarik.
" Iya Kak, kita kesana aja,," Ucap Cinta yang terlihat begitu bahagia.
" Oke,," Bilang Rio yang mengangguk menyetujui permintaan Cinta.
Rio teringat karena, besok mereka mau menikah, oleh sebab itu Rio mengajak Cinta terlebih dahulu ke kantor urusan agama. Sebelum mereka menuju Villa tempat mereka akan menginap.
" Dek, sebelum ke Villa, kita ke kantor urusan agama dulu, ya, supaya setelah Jumat besok tinggal nikahnya aja,," Bilang Rio yang mengingatkan Cinta.
" Oh iya Kak,, Kan Cinta udah bilang kalo urusan pernikahan Cinta serahkan semuanya kepada Kakak,," Jawab Cinta yang begitu mempercayai Rio.
" Baiklah, kalo gitu, dek," Ucap Rio yang tersenyum mendengar ucapan Cinta yang begitu mempercayainya.
Rio melajukan mobilnya menuju kantor urusan agama di kota tempat mereka sedang berkunjung saat ini. Rio memang sangat tahu daerah ini, karena, kota kecil ini tidak terlalu jauh dari kampungnya. Oleh sebab itu ia sangat mengetahui seluk-beluk kota ini.
Setelah sampai di sebuah kantor yang bertuliskan KUA (Kantor Urusan Agama), Rio memarkirkan mobilnya di depan kantor tersebut.
Setelah terparkir dengan sempurna, Rio mengajak Cinta untuk masuk ke dalam kantor tersebut.
" Kita udah sampai, Dek, ayo ikut ke dalam." Bilang Rio yang mengajak Cinta.
Terlihat dari wajah Cinta seperti cemas, deg-degan dan bercampur aduk perasaan yang aneh.
__ADS_1
" Kok Cinta deg-degan ya Kak,," Bilang Cinta yang melepas safety belt nya.
" Hehehe,, namanya aja mau menikah, Dek, ya pastinya deg-degan, sama Kakak juga deg-degan," Bilang Rio yang menyemangati Cinta.
Setelah menarik dan menghembuskan nafasnya, Cinta pun merasa lega dan ikut turun lalu, melangkah mendekati Rio. Rio pun tersenyum membuka tangannya untuk menggandeng Cinta. Cinta pun mengikuti kehendak Rio untuk menggenggam tangannya itu.
" Jangan cemas, ada Kakak disini," Bilang Rio yang menyemangati Cinta.
" Iya Kak," Jawab Cinta mengangguk.
Cinta dan Rio pun akhirnya sama-sama melangkahkan kakinya menuju ke dalam kantor yang ada di depannya ini.
Sesampainya di dalam Rio bertanya kepada seorang petugas yang sedang duduk di depan sekali.
" Pak, saya mau tanya, kalau mau mendaftarkan pernikahan dimana ya, Pak." Tanya Rio kepada seorang petugas yang mejanya paling depan.
" Oh mau mendaftar pernikahan,, Kalau boleh tahu mau menikahnya kapan Pak," Tanya petugas KUA.
" Besok, ba'da Jumat," Ucap Rio dengan mantap.
" Baik, mau menikahnya disini atau di tempat sendiri." Tanya petugas itu lagi.
" Mau menikah disini bisa," Tanya Rio lagi.
" Boleh, tapi untuk surat keterangan nikah dan buku nikahnya tidak bisa diambil besok ya Pak, sekitar satu minggu setelah menikah maka surat pernikahannya sudah ada dan bisa diambil." Bilang petugas tersebut yang menjelaskan prosedur tentang surat keterangan nikah mereka nanti.
" Oh nggak apa-apa, Pak, kebetulan kami juga bukan orang sini, apakah diperbolehkan dengan prosedur seperti itu." Tanya Rio lagi.
" Oh jadi kalian bukan orang daerah sini," Tanya petugas itu balik.
" Iya betul Pak,," Jawab Rio mengangguk.
" Sebenarnya, kalian berdua mau menikah sah secara hukum dan agama atau secara agama saja,," Tanya petugas itu lagi.
Rio saat ini sebenarnya mau untuk mengungkapkan pernikahan ini sah secara hukum dan agama, tapi apakah Cinta mengizinkan dirinya untuk mengungkapkan hal itu.
" Menikah sah secara hukum dan agama, Pak,," Bilang Cinta yang membuat Rio tertegun, diam sejenak karena terkejut mendengar ucapan Cinta.
" Baiklah, kalau begitu, kalian silahkan untuk mengurus semua berkas-berkasnya hari ini, karena besok kalian telah memilih untuk menikah bukan," Tanya petugas tersebut.
" Baik Pak,," Jawab Cinta.
" Tapi, kami permisi sebentar ya Pak," Bilang Cinta pada petugas tersebut dan petugas itu tersenyum sambil mengangguk.
Lalu, karena, Rio terkejut mendengar ucapan Cinta yang mau menikah secara hukum dan agama. Akhirnya Rio menarik Cinta untuk kembali masuk ke dalam mobil membicarakan hal ini.
Di dalam mobil,,
" Dek, apakah keputusan Dedek benar dan gak asal ngomong, kalo kita akan menikah secara hukum dan agama,," Tanya Rio yang meluapkan isi hatinya.
" Iya, Kak, Cinta udah menelaah ucapan Kakak, kalo kita menikah jangan seperti sandiwara tapi jalani seperti pernikahan sesungguhnya." Bilang Cinta yang sedikit tertunduk.
" Apakah Cinta salah, kalo kita menikah secara sah hukum dan agama bukan sirih,," Bilang Cinta lagi.
Karena, melihat Cinta yang wajahnya tertunduk pasrah, Rio merasa kasihan pada Cinta, karena memang sebenarnya Rio menginginkan pernikahan ini sah secara hukum dan agama. Tapi, tidak disangka Cinta sendiri yang mengucapkan hal tersebut kepada petugas KUA tadi.
__ADS_1
" Nggak dek, Dedek sama sekali gak salah, Kakak mau tanya sama Dedek satu hal," Ucap Rio yang membuat Cinta menoleh ke arahnya.
" Apa Kak,," Tanya Cinta.
" Apa nanti, Dedek gak akan menyesal telah menikah secara sah dengan Kakak." Tanya Rio yang begitu serius pada Cinta.
" Cinta telah mengambil keputusan ini, dan sampai kapanpun Cinta tidak akan menyesal, Kak,," Jawab Cinta yang begitu yakin terdengar oleh Rio.
" Baik, Dek, Kakak akan selalu menepati janji Kakak untuk menjaga Dedek sampai kapanpun,," Bilang Rio yang membuat Cinta langsung tersenyum manis padanya.
" Makasih ya Kak, untuk selalu menjaga Cinta, Dan terima kasih juga kakak mau menikah dengan Cinta atas paksaan Cinta ini." Bilang Cinta yang sangat manis sekali di mata Rio.
" Iya dek, Kakak udah pernah bilang kalo Kakak sama sekali tidak terpaksa akan keputusan Dedek ini." Jawab Rio yang tersenyum balik pada Cinta.
" Oh ya kalo begitu, kita balik lagi ke kantor itu dan daftar pernikahan kita,," Bilang Cinta memecahkan konsentrasi Rio menatap wajah manis Cinta saat ini.
" Oke dek,," Jawab Rio.
Cinta dan Rio pun kembali masuk ke dalam ruangan kantor tersebut dan mendaftarkan semua berkas pernikahan yang akan mereka lakukan besok.
" Baik, Pak kami jadi untuk mendaftar pernikahan kami besok," Ucap Cinta yang santai tidak tegang lagi seperti awal tadi.
" Baik, Mbak ini semua format berkasnya silahkan kalian isi terlebih dahulu." Bilang petugas tersebut.
Cinta dan Rio pun mengisi semua format berkas pernikahan tersebut. Setelah selesai mengisinya, Cinta memberikan berkas tersebut kepada petugas tadi. Lalu, petugas tersebut membaca semua berkas-berkas yang telah ditulis oleh Cinta dan Rio.
" Maaf, wali nikah dari sang calon pengantin perempuan masih hidup kan,," Tanya petugas KUA.
" Iya betul, Pak," Bilang Cinta.
" Apakah besok akan menjadi walinya," Tanya petugas KUA pada Cinta.
" Eemm,, tidak Pak, karena saya tidak mengetahui dimana keberadaan orang tua saya,," Bilang Cinta yang begitu membuat Rio terkejut.
Cinta memang sangat menghormati kedua orang tuanya, tapi karena, keputusan dari Papanya yang telah membuat dirinya melawan semua keinginan Papanya itu.
" Benarkah, apakah ada keluarga lain dari Bapaknya Mbak yang bisa menjadi wali nikah untuk Mbak nantinya." Tanya Petugas tersebut.
" Tidak ada Pak, saya hanya hidup sendiri, begitu juga dengan calon suami saya, apakah kami bisa menikah tanpa menggunakan wali dariku, dan hanya wali hakim dari kantor ini saja." Bilang Cinta yang masih saja membuat Rio tidak percaya atas ucapan keteguhan hatinya saat ini.
" Bisa, tapi kalian harus ada saksi untuk menyaksikan pernikahan kalian,," Bilang petugas tersebut yang lagi-lagi memang sangat sulit untuk melakukan pernikahan.
" Kami, hidup sebatang kara, Pak, jadi kami hanya bisa berharap agar semua orang di kantor ini menjadi saksi di pernikahan kami nanti." Bilang Cinta yang lagi-lagi membuat Rio terdiam, terpana atas ucapannya itu.
" Baiklah, kalau keputusan kalian sudah bulat seperti ini, kami akan menikahkan kalian besok dan disaksikan kami semua,," Ucap petugas tersebut yang merasa kasihan pada Cinta dan Rio.
Karena mendengar ucapan dukungan dari petugas KUA tersebut, Cinta merasa dirinya telah dibantu oleh petugas di kantor ini.
" Baiklah, terima kasih banyak, Pak," Ucap Cinta yang langsung menjabat tangan petugas tersebut sambil tersenyum meriah.
Rio hanya tersenyum senang melihat Cinta yang sangat bahagia, karena telah berhasil membuat semua petugas di kantor ini percaya atas ucapannya itu.
Tapi sebenarnya di hati Rio tetap saja ada sesuatu yang mengganjal, yaitu wali nikah dari Cinta Pak Sukma Hendrawan yang jelas-jelas tidak akan menerima perbuatan Cinta saat ini.
****
__ADS_1
Author
🌹 Vira Lydia🌹