
Karena, sebenarnya Rio sama sekali tidak merasa menyesal atas hubungan yang secara dilakukan tiba-tiba itu. Namun, karena, suatu hal yang tiba-tiba itu juga Rio mendapatkan kebahagiaan yang begitu berarti bagi dirinya dan juga untuk kehidupan dirinya selamanya.
" Mana mungkin sebagai seorang suami, Kakak menyesal menikah denganmu dek,," Gumam Rio dalam hati sambil menutupi kembali bibir Cinta menggunakan jarinya.
Oleh sebab itu, Rio kembali menutupi bibir Cinta dengan jemarinya itu sambil menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia sama sekali tidak pernah menyesali perbuatan yang mereka lakukan dalam suatu hubungan pernikahan.
" Dek, bukannya saat pertama kali kita mendiskusikan tentang pernikahan ini sudah dari awal Kak Rio jelaskan bahwa dari hati Kak Rio yang paling dalam Kak Rio sama sekali tidak pernah merasa menyesal ataupun tertekan dan terpaksa untuk menjalani hubungan ini,," Ucap Rio yang menjelaskan pada Cinta dengan kelembutan suaranya serta perlakuan sikapnya.
" Kak Rio juga merasa bahagia ketika melihat Dedek merasa bahagia saat menikah dengan Kakak,," Sambung Rio lagi menjelaskan maksud dari hatinya itu.
" Dan mulai dari sekarang sampai kapanpun, Kakak sudah tekankan bahwa Kak Rio sama sekali tidak pernah merasa menyesal ataupun terpaksa dalam menjalin hubungan pernikahan ini dek,," Bilang Rio dengan penjelasan yang tepat dari hatinya.
" Dan Kak Rio ingin pernikahan yang kita lakukan ini bukanlah hanya sekedar pernikahan untuk menutupi identitas Dedek saat tinggal di kampung melainkan identitas Dedek yang realita bahwa memang benar Dedek adalah istri dari Rio putra Gayatri dan bukan seorang majikan lagi,," Ucap Rio untuk memberi penekanan keterangan perasaannya dalam menganggap siapa Cinta bagi dirinya yang sebenarnya.
" Dan Kak Rio juga merasa bangga ketika melihat Dedek selalu mengakui serta menganggap Kak Rio bukan lagi seorang supir Dedek terdahulu melainkan suami Dedek yang sebenarnya," Bilang Rio lagi hingga membuat Cinta hanya bisa terdiam mendengar semua penjelasan indah yang keluar dari mulutnya itu.
" Jadi mulai sekarang, jangan pernah merasa malu ataupun janggal ketika melakukan suatu hal apapun terhadap Kakak, karena, Kakak adalah suami Dedek yang sah dalam hukum serta agama ya dek,," Ucap Rio terakhir dalam penjelasan hatinya itu sambil menyentuh dagu Cinta yang terdiam sejenak karena terpesona melihat penjelasan yang dilakukan oleh Rio.
Dan terakhir kalinya disaat Rio menjelaskan pernyataannya itu hanya bisa melakukan suatu hal kelembutan terhadap Cinta seperti apa yang telah dilakukannya saat ini yaitu mengangkat wajah Cinta menggunakan satu jarinya dan seketika dengan lembut Rio menciumi kening Cinta hingga Cinta terkesan menerima perlakuan lembut yang dilakukan Rio padanya itu.
Setelah memberikan kecupan indah di bagian keningnya Cinta dan Rio melepaskan ciumannya itu pula dengan lembut, Rio bisa melihat sendiri bagaimana wajah Cinta yang terlihat mengerti akan maksud dari hatinya. Sambil terpejam cukup lama Cinta merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Rio saat ia menciumi keningnya itu.
Sebenarnya Rio ingin menciumi bibir indah yang ada di hadapannya saat ini, namun karena, posisinya saat ini masih siang dan mereka berada di pinggiran jalan, tidak mungkin Rio melakukan hal itu kepada Cinta. Jadi, Rio hanya bisa menyentuh bibir itu dengan jarinya sehingga membuat Cinta perlahan membuka matanya dan menatap wajah Rio yang begitu dekat dengan wajahnya.
" Cinta, Kak Rio sungguh merindukanmu,," Gumam Rio dengan tatapan mata lembutnya menatap wajah Cinta dan betapa tercengangnya Cinta ketika mendengarkan ucapan Rio yang terdengar begitu lembut itu.
Jelas sekali Cinta tercengang mendengar ucapan Rio, karena, baru kali ini Rio memanggil namanya. Dan Cinta bisa melihat betapa lembutnya Rio menyentuh bibirnya itu sambil mengatakan ucapan yang begitu lembut terdengar. Ucapan yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh Cinta selama ini.
" Apa ?" Gumam Cinta dalam hati yang tercengang mendengar perkataan bisikan dari Rio sambil menyentuh lembut bibirnya itu.
" Kak Rio merindukanku,," Gumam Cinta lagi yang merasa berdebar ketika merasakan kelembutan dari jari jemari Rio.
Dengan detak jantung yang berdebar, Cinta hanya bisa terdiam pasrah melihat wajah Rio yang terlihat begitu menginginkan untuk merasakan kelembutan serta kehangatan dari bibir yang ada di hadapannya itu.
" Terus Kak, Cinta juga merindukan Kak Rio,," Ucap Cinta dalam hatinya sambil memasrahkan diri di hadapan Rio dan menutup matanya perlahan-lahan.
Sudah beberapa detik yang lalu terlewatkan dan Cinta sendiri merasakan bahwa bibir lembut Rio sama sekali tidak menempel di bibirnya. Lalu, Cinta perlahan-lahan ingin mengintip namun hal itu tidak dilakukannya karena, jika nantinya ia ketahuan mengintip bertambah lagi rasa malu yang ia rasakan saat ini. Oleh sebab itu, Cinta hanya menunggu waktu keadaan selanjutnya supaya ia bisa membuka matanya itu.
Seketika, Rio tersenyum melihat Cinta yang kembali menutup matanya disaat Rio ingin sekali menyentuh bibir itu. Dan Rio juga tahu kondisi mereka saat ini sedang berada di pinggiran jalan, tidak mungkin mereka melakukan suatu hal yang bisa mempermalukan diri mereka masing-masing.
" Hehehehe maafkan Kakak ya sayang, saat kita kembali ke villa maka Kakak gak akan sungkan lagi untuk menyentuh bibir ini sampai Dedek merasa puas dan bahagia,," Ucap Rio dalam hatinya seketika tersenyum melihat wajah Cinta yang terpejam.
Lalu, Rio sendiri menyentuh mata yang terpejam itu menggunakan bibirnya, sebagai sebuah isyarat untuk Cinta agar Cinta bisa membuka matanya itu.
CUUPP !!
CUUPP !!
Kecupan lembut yang dilakukan oleh Rio tepat di kedua matanya Cinta. Dan Cinta juga tahu bahwa Rio sengaja mengecup kedua matanya itu. Dengan lembut juga Rio meminta Cinta untuk membuka matanya setelah ia mengecup lembut matanya itu.
__ADS_1
" Buka matanya dek,," Ucap Rio yang meminta Cinta untuk membuka matanya.
Sambil tersenyum lembut dengan perlahan Cinta membuka matanya dan menatap kedua mata Rio yang masih berada di hadapannya dengan tatapan lembut.
" Terima kasih, Kak,," Gumam Cinta sambil membuka kedua matanya dan tersenyum menatap wajah Rio.
" Iya Istriku,," Jawab Rio menganggukkan kepalanya.
" Kita lanjutkan perjalanannya ?" Tanya Rio meminta saran dari Cinta.
" He'eh iya Kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk.
Karena, sudah mendapatkan sebuah jawaban dari Cinta dengan senyuman lembutnya Rio bergerak kembali duduk di tempatnya dengan wajah yang begitu bahagia, serta Cinta sendiri melekatkan tubuhnya pada tubuh Rio sambil memeluk erat lengan suaminya itu.
" Kak !" Panggil Cinta dengan suara lembutnya terhadap Rio.
" Eemmm," Jawab Rio sambil menoleh ke arah Cinta.
" Cinta bolehkan duduk sambil memeluk lengan Kak Rio ?" Tanya Cinta terlebih dahulu kepada Rio dengan wajah polosnya, sehingga membuat Rio tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya.
" Boleh, Istriku, boleh sekali, lengan ini memang sudah diciptakan untuk memberikan kebahagiaan terhadap istriku ini,," Jawab Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.
" Hehehehe, terima kasih, Kak,," Ucap Cinta dengan segera memeluk erat lengan kokoh dan gagah suaminya ini.
Karena, sudah mendapatkan persetujuan dari suaminya itu. Dengan segera Cinta langsung memeluk erat lengannya Rio dan terlihat sekali dari wajahnya betapa bahagia yang Cinta rasakan saat ini.
" Oh ya, tadi bukannya Dedek bilang laper dan pengen makan ?" Tanya Rio kepada Cinta sambil menolehkan wajahnya menatap Cinta yang sedang mengelus kepalanya pada lengan gagah milik Rio.
" Eeemm sebenarnya belum laper kak, alasan Cinta aja, supaya bisa mencairkan suasana canggung di antara kita,," Jawab Cinta sambil tersenyum melirik dan menatap wajah Rio.
" Hehehehe, Dedek, sekarang udah lucu dan tambah pintar ya,," Bilang Rio sambil menjawil hidungnya Cinta.
" Iya donk,, mmuuaacchh,," Jawab Cinta sambil menciumi pipi Rio tanpa rasa malu lagi.
" Terima kasih ya dek,," Gumam Rio sambil membalas ciuman Cinta dengan melonggarkan tangannya dan merangkul tubuh Cinta supaya bisa masuk ke dalam pelukannya.
" Jadi gimana kita mau berhenti ke restoran dulu atau langsung aja pergi ke tempat wisatanya ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Eeemm kayaknya, kita cari makan di tempat wisata nanti aja Kak,," Jawab Cinta mencari sebuah solusi.
" Heemm bagus juga," Jawab Rio sambil mengangguk setuju.
Karena, sudah mendapatkan persetujuan dan ide dari Cinta dengan segera Rio meluncurkan mobilnya ke jalanan dimana tempat keberadaannya sebuah wisata yang akan ditunjukkan Rio kepada Cinta.
Memang wisata itu cukup jauh jaraknya dari kantor urusan agama apabila ditempuh dengan jalan kaki, tapi, jika menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi maka tidak terlalu jauh untuk dijangkau.
" Memangnya, tempat wisatanya jauh ya Kak ?" Tanya Cinta di sela perjalanan yang sedang mereka tempuh.
" Nggak juga dek, sebentar lagi udah nyampe kok,," Jawab Rio menjelaskan tempatnya kepada Cinta.
__ADS_1
" Ooohh, oh ya Kak, kalo kita pulang ke kampung nanti jangan lupa belikan oleh-oleh untuk Arif, karena, anak itu baik terus sopan lagi,," Ucap Cinta yang teringat dengan Arif penjaga tambaknya.
" Pasti dek, terima kasih ya, karena, Dedek juga ingat akan Arif anak yatim piatu yang sangat baik serta sopan itu,," Bilang Rio sambil menjelaskan keadaan Arif yang memang seorang anak baik serta memiliki sifat yang sopan.
" Ya iyalah, Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.
Dan Cinta kembali teringat akan sesuatu hal yang mengganggu serta mengganjal hatinya tentang Rossa. Karena, sudah mendapatkan sebuah jawaban pasti dari Rio bahwa Rio sendiri sama sekali tidak pernah merasa menyesal melakukan sebuah pernikahan terhadap dirinya dan sama sekali tidak memiliki rasa apapun terhadap Rossa.
Jadi, Cinta ingin sekali rasanya mendengar langsung apa yang dirasakan oleh Rio sebenarnya terhadap dirinya itu. Apakah Rio memiliki rasa cinta terhadap dirinya atau hanya memiliki sebuah rasa tanggung jawab karena, sudah berjanji untuk selalu menjaga dirinya.
" Eeemmm, sebenarnya aku begitu penasaran apa yang dirasakan oleh Kak Rio padaku ?" Tanya Cinta kepada dirinya sendiri dalam hatinya sambil menatap wajah Rio dengan lembut.
" Tapi, aku malu untuk menanyakan apa sebenarnya yang dirasakan oleh Kak Rio terhadapku,," Gumam Cinta lagi dalam hatinya yang masih merasa penasaran.
Sedangkan, Rio sendiri melirik wajah Cinta dari kaca spion dan terlihat bahwa di wajah Cinta sedang memikirkan sesuatu hal yang terlihat cukup penting.
" Apa yang sedang dipikirkan oleh Cinta saat ini ?" Tanya Rio ketika ia melirik kaca spion dan melihat wajah Cinta.
" Lebih baik aku tanyakan saja,," Gumam Rio yang berniat ingin langsung bertanya kepada Cinta.
Saat ini Cinta masih memikirkan sesuatu apa yang sedang dirasakan oleh Rio sendiri terhadap dirinya. Sedangkan Rio sendiri sengaja bertanya langsung kepada Cinta apa yang tengah dipikirkannya saat ini.
" Lagi ngelamunin apa Dedek ?" Tanya Rio pada Cinta yang sengaja membuyarkan lamunan Cinta.
" Aakkh, nggak ada Kak, kenapa ?" Tanya Cinta balik pada Rio.
" Nggak, barusan Kakak lihat dari kaca spion kalo Dedek lagi ngelamunin sesuatu,," Gumam Rio sambil tetap fokus dengan kemudinya.
" Hehehehe, ternyata Kak Rio fokus di jalanan dan merhatiin Cinta ya,," Seru Cinta sambil tersenyum dan sengaja mengolok-olok Rio yang masih fokus dengan kemudinya itu.
" Hahaha, Dedek bisa aja baca pikiran orang," Seru Rio sendiri sambil tertawa mendengar ucapan Cinta.
" Ya bisa donk, habis Kak Rio sendiri yang bilang, bahwa Kak Rio melihat Cinta dari kaca spion dan terlihat sedang memikirkan sesuatu, berarti Kak Rio lagi merhatiin Cinta, iya kan,," Ucap Cinta dengan wajah senangnya.
" Hahaha, iya istriku, memang benar, Kak Rio selalu merhatiin Dedek kapanpun dan di manapun, karena, hanya wajah ini saja yang bisa buat Kak Rio tidak menoleh wanita lain,," Ucap Rio yang terdengar seperti sedang menyampaikan isi hatinya.
Ketika mendengarkan ucapan dari Rio yang terdengar seperti suara isi hatinya itu, di dalam benak Cinta merasa bahagia namun, ungkapan itu belum lengkap rasanya jika mereka tidak melakukan sebuah hubungan yang lebih dalam lagi untuk mengikat erat hubungan pernikahan di antara mereka.
" Heemm, jadi hanya wajah yang ada di spion itu saja yang bisa membuat Kak Rio tidak bisa berpaling,," Ucap Cinta dalam hati dan seketika Cinta melirik wajah di spion itu adalah wajahnya sendiri.
" Itu adalah aku, berarti yang dimaksud Kak Rio adalah aku sendiri,," Gumam Cinta dalam hati merasa senang mendengar pernyataan dari Rio yang menyatakan tentang dirinya.
Walaupun dalam hatinya merasa bahagia dan tersenyum senang, tapi, perasaan rindu Cinta untuk meminta sesuatu rasa percintaan yang mendalam di dalam hubungan suami istri tidak bisa ia katakan, karena, kondisinya saat ini ia sedang kedatangan tamu.
Walaupun Rio sudah mengungkapkan rasa cintanya itu, pastinya tindakan romantis yang akan diinginkan Cinta tidak mencapai sebuah kesempurnaan dalam suatu hubungan indah dalam suami istri, oleh sebab itu, rasa bahagianya ini Cinta pendam terlebih dahulu demi menahan rasa hormatnya terhadap suaminya ini.
Dan Cinta berinisiatif untuk mengetahui siapa orang yang dimaksudkan oleh Rio, walaupun ia tahu itu adalah dirinya sendiri namun, dengan sengaja tindakannya ini untuk menambah sebuah kehangatan yang terjadi di antara mereka berdua saat mereka sedang berpergian bersama seperti saat ini.
****
__ADS_1