
Disaat Cinta sedang bergembira dan bersemangat karena idenya sudah disetujui oleh Rio, sang driver yang duduk di sampingnya.
Rio kembali menanyakan tentang ide yang telah diucapkan oleh Cinta saat ini.
" Dek,," Panggil Rio dengan suara lembutnya.
" Ya, ada apa Kak,," Tanya Cinta yang menyahut panggilan Rio.
" Jadi, memang harus kita menikah,?" Tanya Rio serius.
" Iya donk, memang harus, kak, supaya gak ada lagi orang yang bisa mengatakan hal buruk tentang kita berdua." Bilang Cinta yakin akan idenya.
" Baiklah, kita akan menikah ! Tapi,, bukannya tujuan Dedek kabur dari rumah untuk menghindarkan pernikahan antara perjodohan dan perjanjian dari Tuan." Tanya Rio serius yang membuat Cinta terdiam sejenak.
Cinta memikirkan maksud dari perkataan Rio barusan. Benar juga yang dikatakan oleh Rio. Bukannya Cinta nekat pergi dari rumah hanya untuk menghindari perjanjian Papanya.
Tapi, sekilas Cinta berpikir tujuannya adalah benar, menikah hanya karena, agar dirinya dan Rio tidak mendapatkan sebuah omongan yang buruk padanya nanti.
" Memang benar itu, Kak," Jawab Cinta serius.
" Tapi, tujuan Cinta menikah ini, supaya Kakak dan Cinta tidak mendapatkan umpatan yang buruk pada kita nanti kak,," Bilang Cinta yang menyambung omongannya tadi.
Rio mengangguk seakan mengerti maksud dari Cinta.
" Heeemm, ternyata pikiran Dedek benar juga, dia hanya ingin melindungi dirinya dan juga diriku atas umpatan orang nanti. Maafkan Kakak yang salah berpikir tentangmu, Dek,," Gumam Rio yang sekilas menampakkan senyumnya pada Cinta.
Sekilas Cinta merasa bingung kenapa Rio tersenyum padanya. Lalu, karena, sikap Cinta yang sekarang tidak lagi seperti dulu, yang sangat diam dan cuek pada Rio. Tapi sekarang sudah berubah menjadi agresif, cerewet dan bawel.
" Hei, Kak Rio ngelamunin apa sih, sambil tersenyum-senyum pada Cinta." Bilang Cinta yang mengagetkan Rio.
" Akh, nggak dek, Kakak cuma berpikir benar juga yang Dedek maksudkan itu, untuk menghindari omongan orang lain nanti, ya Dek." Ucap Rio yang masih tetap fokus menyetir.
__ADS_1
" Yapp, benar bangetttttt kak, bukannya ide Cinta bagus, jadi kita gak terlalu canggung untuk tinggal bersama, Kak, ya walaupun idenya ini kemauan Cinta, Cinta harap Kakak gak terpaksa ya atas ide Cinta ini." Ucap Cinta yang menatap Rio dengan tatapan penuh harapan.
Rio tersenyum melihat wajah Cinta yang merasa bahwa dirinya telah memaksanya untuk mengikuti kehendak Cinta saat ini. Rio malah merasa tidak terpaksa untuk melakukan ini, Karena, di dalam hati Rio bisa membantu Cinta dengan tulus saja dia sudah senang dan bahagia.
Apalagi menurut kehendak Cinta yang idenya merupakan sebuah pernikahan. Ya, memang untuk Cinta ini merupakan sebuah pernikahan sandiwara tapi menurut Rio ini merupakan pernikahan yang sesungguhnya.
" Kakak, mau tanya sama Dedek, kalo Dedek menanyakan apakah Kakak terpaksa jawabannya sama seperti Dedek, apabila Dedek melakukan ini dengan terpaksa maka, Kakak juga begitu, tapi apabila Dedek ingin melakukan ini dengan rasa yang tidak terpaksa, maka Kakak juga tidak merasa terpaksa, Dek." Bilang Rio yang membuat Cinta berpikir sejenak.
Lalu, dengan spontan Cinta menjawab pertanyaan Rio ini.
" Cinta sama sekali gak terpaksa Kak, Karena, Cinta mengenali Kakak, Dan Kak Rio juga mengenali Cinta. Dalam hati Cinta gak ada rasa keterpaksaan untuk melakukan ide pernikahan ini." Jawab Cinta dengan gaya lugas dan tegas pastinya.
Yang membuat Rio tersenyum senang. Dan, kembali menjawab ucapan Cinta barusan.
" Baiklah, kalo Dedek gak ada perasaan keterpaksaan, maka Kakak juga begitu." Ucap Rio yang menoleh ke arah Cinta sambil tersenyum.
Tapi, Cinta tahu bahwa Rio akan menuruti semua keinginannya ini, karena, dari awal juga Rio sudah menuruti semua kehendak Cinta ini.
Untung saja jalanan sedang sepi, jadi tidak ada mobil atau motor yang berada di belakang mobil mereka.
Cinta yang ikut kaget, karena tubuhnya ikut terhentak ke depan mobil. Untung Cinta memakai safety belt, jadi tidak terlalu membahayakan dirinya.
" Ada apa Kak,," Tanya Cinta yang telah selesai membenahi dirinya.
" Nggak apa-apa Dek, maafin Kakak ya kalo buat Dedek kaget." Bilang Rio yang menoleh ke arah Cinta.
Rio pun kembali menjalankan mobilnya secara perlahan. Dan saat ini Rio tidak lagi mendengar ucapan-ucapan yang disampaikan oleh Cinta. Karena, ia merasa bahwa dirinya sangatlah lemah untuk diri Cinta.
" Ya ampuunnn dek, Kakak sama sekali gak terpaksa menikah dengan Dedek, tapi kalo Kakak hanya bisa untuk menjadi perisai dan pelindung Dedek, baik Kakak akan melaksanakannya, tapi, setelah kita menikah nanti, Kakak gak akan menceraikan Dedek, Kakak akan bisa untuk menjadi suami yang Dedek rindukan nantinya." Ucap Rio yang sedikit menoleh ke arah Cinta, yang pastinya sedang melihat Cinta nyerocos apa aja yang ingin Cinta katakan.
Cinta tidak tahu bahwa Rio begitu menghargai dirinya, sehingga membuat Cinta belum merasakan apapun pada Rio. Karena, Rio sampai saat ini belum pernah mengucapkan secara langsung perasaannya terhadap Cinta.
__ADS_1
Selama ini, sikap yang ditampakkan oleh Rio hanyalah sikap hormat dan patuhnya saja pada Cinta. Sehingga Cinta tidak mengetahui perasaan yang dirasakan oleh Rio terhadap dirinya.
" Kak, kalo kita udah sepakat untuk menikah, kita bisa tentukan kapan kita akan menikah,," Ucap Cinta yang nyerocos tanpa berpikir panjang lagi.
Ucapan Cinta saat ini seperti seorang anak kecil, yang sedang memainkan adegan drama yang mana seorang pengantin tidak berpikir lagi bahwa tanggal pernikahan merupakan suatu momen sakral sehingga harus mencarinya dalam waktu yang sangat tepat sekali.
" Hehehe, Dedek bisa aja ya, memangnya menikah segampang itu, apa,," Bilang Rio sedikit terkekeh.
" Ya, kita kan menikah hanya menikah sirih kak, jadi gak perlu kapan waktu yang terbaik." Jawab Cinta yang mulutnya masih saja nyerocos tidak memikirkan perasaan yang di sebelah.
Rio hanya tersenyum mendengar ucapan Cinta yang sama sekali tidak mau memikirkan tanggal dan waktu yang tepat pada pernikahannya ini.
Karena, bagi Cinta pernikahan ini hanyalah pernikahan sandiwara, oleh sebab itu Cinta tidak ambil pusing tentang waktu yang terbaik.
" Ya ampun dek, kita harus mencari waktu yang terbaik untuk kita menikah nanti." Bilang Rio yang memang benar sekali atas pemikirannya itu.
" Kak, kita cuma menikah sirih, masa harus mencari waktu yang terbaik sih,," Tanya Cinta yang menghadap ke arah Rio.
" Ya iyalah Dek, walaupun kita cuma menikah sirih, tapi secara agama pernikahan sirih adalah pernikahan yang sah dalam hubungan suami istri, jadi kita harus mencari waktu yang tepat untuk kita menikah,, dan juga ini merupakan pernikahan Kakak yang pertama termasuk juga Dedek bukan,," Bilang Rio yang membuat Cinta menelaah ucapannya itu.
" Bener juga ya Kak,, ehh tapi, kok Kakak bilang termasuk Cinta, ya iyalah Cinta juga yang pertama melakukan sebuah pernikahan." Jawab Cinta yang segera dipotong oleh Rio.
" Nah,, berhubung Dedek juga pertama, jadi kita harus membuat pernikahan ini jangan seperti sandiwara, ya. Walaupun hanya sekedar nikah sirih, Dek," Bilang Rio yang membuat Cinta bingung.
Cinta saat itu hanya mengangguk seperti memahami maksud dari Rio. Tapi sejujurnya Cinta tidak mengerti maksud dari Rio ini. Rio yang saat itu telah mengucapkan kata-kata yang membuat Cinta bingung membuat dirinya tersenyum sendiri.
***
Author
🌹 Vira Lydia🌹
__ADS_1