
Cinta yang ingin mengucapkan idenya itu, tidak jadi ia lakukan karena, tidak masuk akal sekali apabila dirinya mengaku disana hanya sekedar menjadi pembantu Rio.
" Aahhh,, itu tidak mungkin,," Ucap Cinta sendiri yang membuat Rio terkejut saat itu
Sontak, Rio langsung menoleh ke arah Cinta dan sedikit memelankan laju mobilnya.
" Kenapa, dek,," Tanya Rio yang menoleh ke arah Cinta.
Cinta yang kaget mendengar ucapan Rio langsung menjawab pertanyaan Rio.
" Hah! Gak apa-apa Kak,," Ucap Cinta yang menoleh sambil tersenyum seolah menghapus rasa malunya barusan.
Hehehehehehe,, Cinta Cinta, ada ada saja akhirnya ucapan dalam pikiran keluar sendirinya.
Ya, walaupun Cinta telah melakukan lelucon pada perkataan yang disampaikan oleh Rio saat mereka sedang makan siang tadi. Tetapi, pada saat ini di benak Cinta juga terpikir akan maksud dari perkataan Rio tadi.
Rio juga sama seperti Cinta yang bingung ingin menyampaikan maksudnya pada Cinta tentang pikiran orang kampungnya saat melihat adanya kedatangan mereka berdua nanti.
" Heeem,, bagaimana aku harus menjelaskannya pada Dek Cinta,, kalo kami sebenarnya tidak akan mungkin bisa untuk tinggal bersama di kampung nanti." Gumam Rio dalam hati yang masih bingung cara untuk menjelaskan pada Cinta.
Karena, Rio sangat tahu pasti nanti Cinta akan merasa, bahwa dirinya akan pergi meninggalkan diri Cinta dari kampung tersebut, setelah sekiranya semua telah aman dan nyaman bagi Cinta.
Lalu, tanpa sengaja Cinta mengulangi lagi perbuatannya yang memanggil Rio kembali dan begitu juga dengan Rio saat ini memanggil Cinta juga. Suara yang dikeluarkan mereka saling bersahut bersama menyebut dan memanggil sebutan masing-masing.
" Kak," Bilang Cinta.
" Dek,," Ucap Rio.
Saat ucapan mereka berbarengan itu membuat suatu hal yang terjadi di antara mereka yang pastinya suasana saat ini sengaja memecahkan keheningan di antara mereka.
Rio dan Cinta sama-sama tersenyum, karena, tidak seperti biasanya, mereka memiliki sebuah unek-unek yang ingin segera disampaikan.
" Ya udah Dedek aja duluan,," Bilang Rio yang menunjukkan Cinta duluan.
Rio telah menyatakan bahwa pendapat Cinta lah yang terlebih dahulu untuk diutarakan dibandingkan pendapat dari dirinya.
Karena, Cinta tidak mau yang namanya penasaran oleh sebab itu ia lebih mendahulukan kepentingan pendapat dan unek-unek dari Rio daripada pendapatnya dahulu untuk disampaikan.
__ADS_1
" Gak,, Kakak aja yang duluan,," Ucap Cinta yang tidak mau kalah.
" Heemm,, Dek, dimana-mana First Lady, jadi Dedek aja yang duluan gih," Bilang Rio yang membenarkan ucapannya.
" Heeemm,, Kak Rio bisa banget ya,, gak, pokoknya Kakak aja yang duluan." Ucap Cinta tidak mau kalah dan tidak mau dibujuk.
Ya, akhirnya Rio hanya bisa mengalah saja,,
" Baiklah,, baiklah," Ucap Rio mengangguk.
Cinta pun langsung menoleh ke arah Rio. Dan langsung tersenyum merekah. Terlihat Rio telah meminggirkan mobilnya di pinggir jalan yang cukup ramai saat ini. Rio tidak mau berbicara hal yang serius sambil menyetir mobil. Karena, ia tahu kondisi saat menyetir mobil haruslah fokus dengan jalanan.
" Gak nyesel kalo Kakak yang duluan." Ucap Rio yang cukup serius saat ini.
" Nggak," Ucap Cinta singkat dan yakin.
" Ya udah, sebenarnya, Kakak mau ngomong, kalo orang kampung nanti, berpendapat, Dedek siapanya Kakak,, Dan kalo kita tinggal bersama dalam satu rumah dengan waktu yang lama, Dek." Ucap Rio berdasarkan ungkapan di hatinya.
Dengan sangat perlahan dan hati-hati Rio menyampaikan niat di hatinya yang selama ini telah mengganjal. Rio mengucapkan unek-uneknya ini dengan sangat menjaga perasaan Cinta agar Cinta tidak tersinggung dan kecewa.
Ya, Karena Rio tahu sifat Cinta yang labil sering berubah-ubah saat bad mood hehehehe.
" Iya, Kak sebenarnya Cinta juga memikirkan hal itu, Tapi, aku juga bingung gimana ya Kak,," Bilang Cinta serius menghadap dan menatap Rio saat ini.
Lalu setelah itu Cinta menoleh ke arah depan lagi. Setelah melihat wajah Rio yang menoleh ke arahnya.
" Jadi, Dedek udah ngerti juga, maksud dari omongan Kakak di restoran tadi,," Tanya Rio mencari tahu.
" Ya, Dedek ngerti Kak, Dedek paham maksud Kak Rio, Gak mungkin kita tinggal bersama dalam satu rumah tanpa ada hubungan apapun, apa kata orang nanti, pasti mereka menganggap dan menilai Cinta dan Kak Rio buruk." Bilang Cinta yang melanjutkan ucapan dan pemikirannya.
" Iya betul dek,," Jawab Rio mengangguk.
" Dan gak mungkin juga kan, yang selama ini rumah itu sudah ditinggal oleh Kak Rio dan hanya berdua dengan Nenek, sedangkan orang kampung tahu bahwa keluarga Kak Rio cuma Nenek dan Mamanya Kakak, sepertinya Cinta merasa yakin seratus persen orang kampung gak akan percaya kalo aku ini keluarga Kak Rio atau Adik Kak Rio." Ucap Cinta yang sangat jelas sekali terdengar oleh Rio saat itu.
Setelah puas menyampaikan maju Cinta menghembuskan nafasnya agak sedikit panjang.
" Nah itu maksud Kakak Dek, karena, selama Kakak tinggal di kampung itu dari usia Kakak kecil sampai sekarang, gak ada satu keluarga pun yang pernah berkunjung bahkan tinggal disana." Bilang Rio menjelaskan keadaan tentang dirinya.
__ADS_1
Cinta yang mendengarkan ucapan Rio itu menatap wajah Rio dengan serius.
" Dan semenjak Mama meninggal, gak ada satu keluarga yang mengunjungi kami disana, itu yang membuatku sangat bingung saat ini dek." Bilang Rio yang mengingatkan masa lalunya.
Memang benar sekali, masa lalu Rio sangatlah menyedihkan, Disaat Ibunya meninggal dunia tidak ada satu keluarga dari jauh yang mengetahui keadaannya bahkan mengunjunginya. Cuma orang kampung itu saja yang membantu dirinya disaat itu.
" Oleh sebab itu, orang kampung disana, gak akan percaya kalo Dedek keluarga Kakak,, Maafin Kakak Dek, yang belum bisa membela Cinta," Ucap Rio sedikit menunduk.
" Kak Rio gak usah minta maaf, Cinta yang salah telah merepotkan Kak Rio," Bilang Cinta yang menatap serius wajah Rio saat ini.
" Gak Dek, Kakak cuma bingung bagaimana Kakak harus melakukannya, walaupun Kakak udah bersikeras mengatakan kepada orang kampung bahwa sebenarnya Dedek adalah keluarga Kakak, itu gak akan membuat mereka terima dan percaya." Ucap Rio yang memang merasa bahwa dirinya juga memiliki kesempitan masalah sendiri saat ini.
" Iya Kak,, Cinta ngerti dan paham maksud dari Kak Rio." Bilang Cinta yang masih menghadap wajah Rio.
" Maafin Cinta yang selalu ngerepotin Kak Rio." Ucap Cinta yang tertunduk sat itu.
Rio yang melihat Cinta tertunduk merasa bersalah atas ucapan dirinya saat ini. Karena, saat ini Rio telah membuat Cinta bersedih.
Karena, Rio tidak ingin membuat Cinta sedih, secara cepat Rio langsung membujuk Cinta kembali.
" Bukan gitu Dek, Dedek gak pernah ngerepotin Kakak, Dan Kakak sendiri juga gak pernah merasakan Kalo Dedek itu ngerepotin Kakak." Ucap Rio yang membuat Cinta mengangkat kepalanya melihat wajah Rio.
Disaat Cinta menatapnya Rio kembali menyambungkan perkataannya kembali.
" Maafin Kakak ya, Kalo penjelasan Kakak buat Dedek jadi sedih,," Bilang Rio yang membuat Cinta sedikit tersenyum.
Cinta yang merasa bahwa ucapan Rio dan perlakuan Rio ini selalu menjaga perasaan Cinta. Cinta pun kembali menatap dan mengahadapi wajah Rio saat itu.
Ya, begitulah Cinta walaupun ia sedikit merasa sedih mudah dibujuk oleh Rio, karena, Rio sangat mengerti sekali atas perasannya saat ini.
***
Hai Readers,, ๐๐
Driver, My Hubby update lagi ya,,
Author
__ADS_1
๐น Vira Lydia๐น