
Karena, merasa bahwa Cinta sudah membuatnya penasaran itu dan dengan wajah gemasnya juga hal itu mengundang niat hati Rio untuk melakukan suatu tindakan romantis terhadap Cinta.
" Apaan sih dek, Kak Rio penasaran nih serius,," Bilang Rio sambil menunjukkan dua jarinya kepada Cinta bahwa ia memang benar penasaran dengan sebuah ungkapan dari Cinta itu.
" Cinta udah bilang Kak, nanti ya,," Bilang Cinta sambil tersenyum lucu.
" Ya udah oke deh,," Jawab Rio sambil mencubit kedua pipinya Cinta.
" Aduuuhhh Kak Rio sakit,," Gerutu Cinta sambil memegang kedua pipinya bekas cubitan lembut dari Rio.
Secara langsung Rio mencubit kedua pipi Cinta sambil memberikan sebuah kecupan manis di atas keningnya itu. Karena, melihat Cinta sedikit merasa kesakitan itu tentu saja hal itu menjadikan Cinta merasa canggung dan bahagia karena, tanpa disangka Rio selalu mengecup keningnya dalam suatu kesempatan apapun.
" Kenapa sakit ya,, maaf ya dek,, mmmmuuuuaaaacccchhhh,," Kecup Rio tepat di keningnya Cinta hingga membuat Cinta terkejut atas kelakuan Rio yang selalu menciumi keningnya saat ia sedang terlihat canggung seperti ini.
" Ya udah Kak Rio mandi dulu ya dek,," Bilang Rio sambil tersenyum kepada Cinta dan Cinta sendiri hanya mengangguk dengan wajah canggungnya.
Sambil tersenyum senang, Rio langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuju kamar mandi. Sedangkan Cinta sendiri merasakan kembali kecupan yang dilakukan oleh Rio tepat di keningnya itu dengan melihatkan wajahnya pada cermin.
" Heemm, ternyata Kak Rio bisa romantis juga ya,, hihihihihihi,," Gumam Cinta sambil tersenyum merekah saat melihat wajahnya di balik cermin.
Cukup lama Cinta menatap wajahnya di balik cermin hingga membuatnya terbuai akan ciuman yang baru saja dilakukan oleh Rio secara spontan. Dan, Cinta teringat bahwa ia juga belum sholat sore ini, dengan segera Cinta langsung menuju ke ruang sholat dan melakukan ibadahnya.
" Eemmm sholat dulu supaya gak kehabisan waktunya." Gumam Cinta sambil memakai mukenanya.
Setelah selesai sholat, Cinta sedang merapikan semua peralatan sholatnya dan Cinta kembali melihat wajahnya di balik cermin tersenyum sendiri saat mengingat kelakuan Rio padanya itu. Cukup lama Cinta menatap wajahnya itu lalu sesaat ia teringat bahwa ia belum memasak.
" Ya ampun aku lupa, belum masak,," Seru Cinta sambil menepuk jidatnya sendiri.
Karena, hari sudah semakin sore dan juga gelap, akhirnya Cinta keluar dari ruangan sholat dan langsung menuju ke dapurnya.
Saat sampai ke dapur dengan segera Cinta mengeluarkan semua bahan makanan yang bisa untuk dimasak. Sedangkan Rio sudah selesai membersihkan tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi dan melihat Cinta sedang sibuk mempersiapkan masakannya.
" Wah istri cantikku sedang bersiap-siap untuk memasak,," Gumam Rio tersenyum senang ketika melihat Cinta sedang sibuk dari kulkas menuju ke kompor.
" Lagi ngapain dek ?" Tanya Rio sambil keluar dari kamar mandi.
" Eemmm, lagi masak Kak,," Jawab Cinta santai.
" Oohh, udah sholat belum dek ?" Tanya Rio mengingatkan Cinta.
" Udah Kak, maaf ya kalo Cinta sholatnya lebih duluan,," Bilang Cinta tersenyum menoleh ke arah Rio.
" Oohh baguslah kalau begitu, ya udah Kak Rio sholat dulu ya Dek,," Bilang Rio sambil mengelap rambutnya menggunakan handuk.
" He'eh," Jawab Cinta mengangguk.
Saat Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar dengan segera Cinta memeriksa kembali pergerakan Rio setelah Rio sendiri yang sedikit jauh dari tempatnya. Dan, terlihat Rio menggantikan pakaiannya menggunakan pakaian untuk sholat dan langsung menuju ke ruang sholat. Sambil tersenyum Cinta melihat pergerakan Rio itu, sambil melihat kelakuan Rio akhirnya semua makanan yang dimasak oleh Cinta juga telah selesai semuanya.
" Heemm udah selesai semuanya,," Gumam Cinta tersenyum sambil menata semua masakan di atas meja makan.
Setelah selesai menata semua masakannya, barulah Cinta kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil surat yang telah dikirim oleh Rossa. Tidak ada perasaan kemarahan lagi di dalam hatinya, karena, Cinta sendiri belum tahu apakah benar Rio telah menyukai Rossa selama ini atau apakah Rossa yang selama ini mengharapkan Rio.
" Aku ingin lihat apakah Kak Rio benar menyukai Rossa atau Rossa sendiri yang sengaja menggoda Kak Rio,," Gumam Cinta sambil tersenyum ketika melihat surat cinta dari Rossa.
Dan disaat Cinta akan keluar dari kamarnya, Rio sendiri juga baru saja keluar dari ruangan sholatnya, tentu saja sebagai seorang istri yang baik Cinta langsung menciumi tangannya Rio yang baru saja menyelesaikan sholatnya itu. Tidak sungkan juga Rio kembali memberikan ciuman lembut untuk Cinta di keningnya.
__ADS_1
" Terima kasih ya dek, udah selalu menyambut kedatangan Kak Rio kalau selesai sholat." Bilang Rio setelah mencium kening Cinta.
" Hehehe, Iya Kak," Jawab Cinta tersenyum.
" Oh ya kita makan yuk kak, Cinta udah lapar,," Bilang Cinta sambil menarik tangannya Rio menuju ke tempat meja makan.
" Heemm, masak apa sih dek ?" Tanya Rio sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat meja makan.
" Lihat aja sendiri,," Gumam Cinta sambil tersenyum.
Setelah sampai di depan meja makan dengan sengaja Rio memberikan pujian kepada Cinta yang telah memasak makanan lezat untuk dirinya. Ternyata saat ini Cinta sudah pandai dalam hal memasak.
" Waahhhhh, enak semua makanannya dek,," Bilang Rio yang sengaja memberikan pujian kepada Cinta.
" Hihihihihihi, makasih Kak pujiannya, dicoba dulu baru dipuji,," Ucap Cinta tersenyum sambil menaruh nasi di dalam piringnya Rio.
" Oke dek,," Jawab Rio mengangguk.
Setelah selesai Cinta meletakkan nasi di dalam piringnya Rio dan juga memasukkan semua lauk ke dalam piring itu barulah Cinta duduk dan menyiapkan semua makanan untuknya juga. Namun, Rio melarang Cinta memasukkan semua makanan ke dalam piringnya Cinta sendiri. Karena, Rio ingin menyuapkan Cinta makanan dari tangannya.
" Jangan dek," Bilang Rio sedikit mengagetkan Cinta.
" Kenapa Kak ?" Tanya Cinta heran karena telah dicegah oleh Rio untuk mengambil semua makanan dan diletakkan ke dalam piringnya.
" Biar Kak Rio suap aja, boleh ya dek ?" Tanya Rio pada Cinta dengan wajah yang memohon.
" Oh ya ampun Kak, romantis banget sih,," Gumam Cinta tersenyum menatap wajah Rio.
" Heeemmm oke, Aaaaa,," Bilang Cinta sambil membuka mulutnya untuk dimasukkan makanan langsung dari tangan Rio.
" Ya ampun dek, ternyata Dedek juga mau disuap langsung dari tangan Kak Rio,," Ucap Rio senang dalam hatinya sambil menyuapkan makanan langsung ke dalam mulut Cinta.
Setelah selesai makan bersama dan membersihkan semua peralatan makannya secara bersama dan penuh dengan keceriaan barulah Cinta dan Rio duduk santai bersama seperti biasa sebelum tidur di ruang tv tepatnya di depan kamarnya Cinta.
Karena, sudah dalam posisi bersantai dan juga tenang barulah Cinta mengeluarkan surat cinta yang hari ini diletakkan oleh Rossa ke dalam rumahnya tepat di bawah bagian pintu.
" Memangnya apa yang ingin diberikan Cinta padaku saat sore tadi ya ?" Tanya Rio dalam hatinya sambil berpikir penasaran.
Disaat Rio ingin menanyakan langsung perihal ucapan Cinta saat sebelum mandi tadi ternyata Cinta lebih duluan yang memanggil nama Rio. Saat ini Rio terlihat sedang menatap ke layar televisi, padahal Rio juga memikirkan sesuatu perihal ucapannya Cinta sore tadi.
" Eemmm Kak Rio," Panggil Cinta pada Rio yang sedang melihat acara televisi.
" Iya dek,," Jawab Rio menoleh ke arah Cinta.
" Sebenarnya Cinta mau ngasih tahu sesuatu pada Kak Rio." Gumam Cinta sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya.
" Apa dek ?" Tanya Rio penasaran.
" Eemmm, sebenarnya Cinta nemuin ini di depan pintu sore tadi Kak,," Ucap Cinta sambil mengeluarkan sebuah kertas surat dari Rio.
Rio sedikit heran dengan kertas yang sedang dipegang oleh Cinta itu, karena, terlihat seperti sebuah surat.
" Memangnya apa itu dek ?" Tanya Rio lagi ketika melihat sebuah surat di tangannya Cinta.
" Surat Kak,," Jawab Cinta singkat.
__ADS_1
" Surat dari siapa ?" Tanya Rio penasaran.
" Eemmm baca aja kak, maaf kalo Cinta udah gak sopan karena udah duluan membaca isi suratnya." Bilang Cinta sambil menyodorkan kertas surat ke arah Rio.
" Eemmm, nggak apa-apa dek, emang isinya apa sih Kak Rio malas bacanya,," Ucap Rio yang terlihat tidak memperdulikan isi surat itu.
" Surat dari wanita yang selama ini mencintai Kak Rio dan juga wanita itu dicintai Kak Rio,," Bilang Cinta spontan yang membuat Rio kaget.
" Hah!! benarkah dek ?" Ungkap Rio kaget dengan mata yang terbelalak.
" He'eh Kak,," Jawab Cinta yakin.
' Memangnya siapa sih orang itu, seenaknya saja mengirim surat pada Kak Rio,," Bilang Rio sambil mengambil kertas suratnya yang telah diletakkan Cinta tepat di hadapan Rio sendiri.
" Baca aja dulu Kak, siapa tahu Kak Rio mengerti akan maksud dari suratnya itu." Bilang Cinta sambil tersenyum.
" Baiklah,," Jawab Rio dengan wajah yang begitu malas sekali.
Dengan segera Rio membuka isi surat yang telah dikirimkan oleh Rossa kepada mereka berdua intinya. Betapa terkejutnya Rio ketika membaca isi surat tersebut bahwa Rossa menyatakan ia begitu mencintai Rio walaupun Rio sendiri sudah memiliki istri, tapi ia tetap saja untuk mendapatkan Rio walau bagaimanapun caranya.
Saat Rio setengah membaca isi surat itu, dalam satu lirikan Rio melihat wajah Cinta yang juga ikut menundukkan kepalanya serta membaca isi surat itu. Dalam pikiran Rio pantas saja jika kelakuan Cinta sore ini saat pulang sedikit lemas dan pucat. Karena, Rio langsung tahu dan bisa merasakan perasaan Cinta yang terkejut saat membaca surat itu, oleh sebab itu, Rio melakukan sebuah inisiatif untuk membuat Cinta kembali tertawa senang.
" Pantas saja sore saat pulang tadi wajah Dedek sedikit lemas, ternyata Dedek baru saja selesai membaca surat ini." Gumam Rio dalam hatinya merasa kasihan pada Cinta.
" Maafkan Kak Rio ya dek, Karena, kelakuan Rossa yang tidak masuk akal ini membuat Dedek merasa bersedih hati sore tadi. Baiklah Kak Rio akan menjelaskan bagaimana sebenarnya perasaan Kak Rio padamu dek,," Ucap Rio dalam hati sambil tersenyum menatap wajah Cinta.
" Memang dasar Rossa, wanita yang tidak tahu malu, berani-beraninya dia membuat surat seperti ini agar Cinta merasakan sakit hati atas tindakannya itu. Justru Kak Rio semakin mencintaimu sayang, jika Dedek marah pada Kak Rio ketika Dedek baru saja menyelesaikan membaca surat ini, Kak Rio malah senang, karena, secara tidak langsung Dedek menunjukkan rasa cemburu Dedek pada Kak Rio." Gumam Rio dalam hatinya merasa senang atas sikap spontan Cinta padanya itu.
Setelah selesai membaca semua isi surat itu secara spontan Rio langsung menggenggam erat surat tersebut hingga membuat surat itu hancur di tangannya remuk dan rusak. Sehingga hal itu membuat Cinta tercengang akan kelakuan Rio dan Rio dengan sengaja sambil tersenyum menarik tubuhnya Cinta untuk masuk ke dalam pelukannya. Tentu saja hal itu membuat Cinta kaget lagi, walaupun secara spontan Rio memeluk tubuhnya Cinta, tapi, Cinta sendiri bisa merasakan ketulusan hati Rio saat memeluknya itu.
" Hahahaha, terima kasih ya dek, udah selalu jujur untuk Kak Rio,," Bilang Rio sambil tertawa kecil.
" Eemm maksudnya Kak ?" Tanya Cinta penasaran dan bingung.
" Maksudnya, Dedek udah ngasih tahu Kak Rio apa yang telah dilakukan oleh wanita itu pada Dedek," Jawab Rio sambil mengeratkan pelukannya terhadap Cinta.
" Dan, Kak Rio senang banget jika Dedek memberitahukan hal ini pada Kak Rio. Karena, sejujurnya Kak Rio tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Rossa dari dulu hingga sekarang Dek,," Jawab Rio yang begitu terdengar jelas dan memberikan keyakinan pada Cinta.
" Benarkah Kak ?" Tanya Cinta yang perlahan melepaskan pelukan Rio terhadap tubuhnya.
" Tapi, kenapa Rossa dengan beraninya mengirim surat itu langsung pada Kak Rio,," Bilang Cinta dengan wajah yang penasaran.
" Tidak, Rossa tidak mengirimkan surat itu langsung pada Kak Rio dek, dia hanya berani mengirim surat itu langsung ke rumah kita ini, dalam hatinya berniat bahwa ia ingin kita berdua busa bertengkar karena adanya surat darinya itu dek,," Ucap Rio yang begitu jelas pada Cinta.
" Ooohhh, benar juga ya Kak, kenapa Cinta nggak ngerti juga dari tadi, hihihi,," Bilang Cinta yang nyengir sendiri, karena, sedari tadi Cinta tidak mengerti maksud dan tujuan yang dilakukan oleh Rossa padanya itu.
Oleh sebab itu Rio langsung memberikan sebuah kepastian pada Cinta, agar Cinta bisa mempercayai dirinya daripada gunjingan dan juga sebuah rencana dari Rossa yang ingin menghancurkan hubungan rumah tangganya. Walaupun saat ini Cinta belum merasakan rasa cinta dan juga sayang pada Rio, namun, Rio sendiri bisa memastikan bahwa sebenarnya Cinta juga memiliki rasa cemburu padanya itu. Dan, dari rasa cemburu inilah bisa membantu Rio semakin mudah untuk dirinya meyakinkan Cinta tentang perasaannya itu.
" Oleh sebab itu dek, Kak Rio sangat berterima kasih pada Dedek, karena, Dedek sudah memberitahukan hal ini pada Kakak, terima kasih juga kalau Dedek bisa mempercayai Kak Rio,," Bilang Rio sambil tersenyum menatap wajah Cinta dengan begitu dekat.
" Ya, sama-sama Kak, dari dulu memang Cinta mempercayai Kak Rio, buktinya Cinta bisa yakin bahwa Kak Rio pasti akan melindungi Cinta, saat Cinta kabur dari rumah,," Ucap Cinta sambil tersenyum merekah.
" Hehhehe iya dek, terima kasih banyak ya karena, sudah bisa mempercayai Kak Rio,," Bilang Rio sambil menyentuh lembut wajahnya Cinta.
Saat Rio memperlakukan kelembutan pada diri Cinta dan Cinta sendiri terlihat sedang mengangguk sambil tersenyum itu. Cinta sendiri merasa bahagia atas jawaban kejujuran dari Rio untuk dirinya itu, bahwa benar sekali Rio sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa pada wanita lain. Oleh sebab itu Cinta merasa lega sekali ketika mendengarkan penjelasan dari Rio yang bisa membuat hatinya begitu yakin dan tersentuh akan kejujuran dari jawaban Rio.
__ADS_1
****