Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 31 Keseriusan Ide Cinta


__ADS_3

Rio hanya tersenyum mendengar ucapan ide Cinta yang baginya hanya main-main saja untuk Cinta saat ini.


Ya, walaupun Cinta mengucapkan kata serius dengan idenya itu, tapi Rio masih bingung dengan ucapan Cinta tersebut.


" Iya Kakak percaya, kalo Dedek serius, tapi kita perlu merencanakan ide ini sampe matang, Dek,," Ucap Rio yang membuat Cinta langsung menoleh ke arah depan.


" Iya Cinta tau, kalo kita harus merencanakan hal ini matang-matang, tapi Cinta hanya ingin rencana ini bisa menutupi mulut dan perkataan orang kampung terhadap kita nanti." Ucap Cinta yang sangat bersikeras terhadap idenya itu.


" Iya Kakak tau Dek, tapi, Kakak cuma kaget aja atas ide Dedek ini,," Jawab Rio yang belum mengetahui niat baik Cinta.


" Kak, Kakak gak percaya pada Cinta,," Tanya Cinta sekali lagi.


" Kakak percaya, Dek,, cuma,," Ucap Rio yang masih bingung.


" Kakak pikir Cinta main-main gitu,, Kak, Cinta gak main-main atas ide Cinta ini, Cinta serius untuk melakukannya,," Bilang Cinta dengan keseriusan atas idenya itu.


" Maaf, Dek, bukannya Kakak belum menerima, cuma, nanti kita pikirkan dulu, ya Dek,," Ucap Rio yang secara tidak langsung menolak ide Cinta ini secara halus.


Cinta mengerti perasaan Rio saat ini sangat terpaksa atas ucapan dari idenya itu. Cinta tahu bahwa ucapan Rio yang terakhir ini adalah penolakan terhadap dirinya secara halus.


Cinta memahami maksud dari Rio dan walaupun Cinta bersikeras atas idenya itu. Percuma saja dilakukan apabila Rio sendiri belum siap melakukannya.


" Kita pikirkan nanti ya, Dek,," Bilang Rio sekali lagi.


Karena, melihat Cinta yang terdiam sejenak memikirkan ucapan Rio yang memikirkan sesuatu hal terlebih dahulu terhadap ide Cinta itu.


" Ya udah, iya Kak,," Jawab Cinta menghadap ke arah depan.


" Maaf, Kak, kalo kesannya Cinta memaksa atas ide Cinta itu." Ucap Cinta dengan nada suara rendah.


" Nggak Kok Dek, Idenya Dedek itu gak memaksa Kakak, Cuma Kakak kaget aja mendengar ide ini,," Ucap Rio yang membuat Cinta sedikit tersenyum.


" Ya, udah iya kak,," Bilang Cinta yang tersenyum lalu kembali menoleh ke arah depan.


" Eehhh,, jangan ngambek, Dek,," Bilang Rio yang melihat Cinta menghadap ke depan.


Cinta pun menoleh ke arah Rio sambil menyunggingkan sedikit senyuman, menandakan bahwa dirinya tidak marah.


" Cinta nggak ngambek kok, Kak,," Bilang Cinta menoleh ke arah Rio.

__ADS_1


" Serius,," Tanya Rio.


" Iya Kak,, Ya udah jalan aja,," Ucap Cinta dengan suara lembut.


" Baik Dek,," Jawab Rio sambil tersenyum dan menjalankan perintah dari Cinta.


Rio tidak mengetahui bahwa ucapan Cinta begitu serius atas idenya itu. Cinta memikirkan apabila mereka menikah, maka orang kampung tidak akan bisa untuk mengatakan hal buruk pada mereka nanti.


Sehingga membuat Cinta tetap pada keputusan idenya itu.


Kampung yang menjadi tujuan oleh Rio dan Cinta memang cukup jauh untuk ditempuh, karena, kampung tersebut sangatlah pelosok dan cukup jauh dari jangkauan kota.


Cinta yang sedang melamun sendiri sambil memainkan Game di handphone nya, membuat suasana di dalam mobil hanya ada keheningan yang terjadi di antara mereka.


" Gak seharusnya, aku mengucapkan ide menikah pada Kak Rio, karena, aku terlalu memaksa Kak Rio untuk menuruti semua keinginanku, Kak Rio bisa bebas untuk menikah dengan siapapun, karena, aku juga mengucapkan ide itu bukanlah benar-benar untuk menikah yang sah, ide ku itu hanya untuk sekedar membuat orang kampung tidak mengatakan hal buruk apapun terhadapku dan dirinya. Sedangkan ide ku itu sangat merendahkan dirinya, yang sengaja memaksa dia untuk menikah denganku," Ucap Cinta yang melamun sambil memainkan Hp nya.


" Apakah aku egois,,?" Tanya Cinta dalam hati.


" Tapi, kalo kami tidak menikah, maka Kak Rio tidak bisa menemaniku untuk tinggal bersama di rumah Nenek nanti,," Gumam Cinta lagi.


Rio yang menoleh ke arah Cinta, hanya bisa diam bingung untuk membuka percakapan di antara mereka.


" Heemm,, Dek, kalo kamu sibuk dengan Hp mu seperti ini, aku merasa kesepian,," Ucap Rio yang sekilas melihat Cinta.


Cinta enggan mengobrol dengan Rio, karena Rio telah menolak ucapan idenya itu secara halus dan sangat menjaga perasaan Cinta saat itu.


Cinta tidak mengetahui bahwa dirinya sekarang sedang dipikirkan oleh Rio. Cinta hanya fokus pada lamunan dan pikirannya saat itu. Dan ia sama sekali tidak fokus pada Handphone yang sedang dimainkannya.


" Aku, harus bisa menghargai Kak Rio yang selama ini telah membantuku, aku gak akan mungkin untuk memaksanya menuruti ideku itu, lebih baik aku akan mencoba mandiri dan tinggal sendiri di rumah nenek, Biarkan Kak Rio bebas dengan pilihannya sendiri, walaupun Kak Rio terlalu perhatian dan sangat melindungi ku, aku gak boleh egois atas keinginannya sendiri." Gumam Cinta yang masih melamun.


Rio kembali lagi menatap Cinta yang terlihat sangat serius main Hp, dan ternyata Rio melihat bahwa mata Cinta memang melihat ke arah Hp, tapi sangat terlihat bahwa dirinya bukan main Hp melainkan melamun.


Rio ingin sekali mengagetkan Cinta saat itu. Tapi Rio bingung terhadap Cinta yang sedang melamun itu.


" Kayaknya, Dedek sekarang bukan main Handphone deh, melainkan sedang melamun." Gumam Rio yang sesekali melihat jalan dan melirik Cinta.


" Hem,, Dedek Dedek, kamu suka banget sih melamun, maafin Kakak yang buat kamu selalu kecewa,," Gumam Rio merasa bersalah atas ucapannya yang menolak ide Cinta secara langsung.


" Apa, karena ucapan ku yang telah menolak idenya tadi." Gumam Rio semakin serba salah.

__ADS_1


" Dek,, Apabila Kakak menerima id**e Dedek itu, apakah Dedek tidak merasa rendah apabila menjadikan Kakak menjadi suamimu, ya walaupun hanya sekedar main-main, untuk menutupi omongan orang kampung, Kakak gak mau membuat Dedek merasa direndahkan nantinya,," Gumam Rio yang seketika melirik ke arah Cinta.


Dan saat itu Cinta juga melirik ke arahnya, mata mereka sama-sama bertemu, sehingga membuat Rio kaku dan segera langsung menoleh ke arah depan lagi.


Membuat diri Cinta juga malu, karena sesaat mata mereka bersamaan saling melihat. Cinta memberanikan mengobrol kepada Rio untuk saat ini.


" Kenapa, Kak melirik Cinta." Tanya Cinta yang membuat Rio sedikit malu.


" Hah! Apa dek,," Jawab Rio sambil balik bertanya.


" Tadi Kakak melirik Cinta ada apa,,?" Tanya Cinta yang memberanikan dirinya untuk membuka obrolan pada Rio.


" Gak, Kakak cuma mau tau aja Dedek bibi atau masih main Hp," Ucap Rio yang bingung mau ngomong apa.


" Oohh,, itu,, kirain melirik kenapa, ada yang dipikirkan dari Cinta,," Bilang Cinta yang membuat Rio menelan ludahnya.


" Hah! nggak kok Dek,, Kakak gak memikirkan apa-apa,, Maaf ya Dek, kalo Kakak bersalah." Bilang Rio yang sedikit cemas takut Cinta marah.


" Hahahahahahahaha,, kaku banget sih, nggak apa-apa kok Kak,, santai aja," Bilang Cinta yang memecahkan keheningan di antara mereka.


" Hehehe," Ucap Rio yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Cinta gak marah kok, jangan lirik Cinta terus, fokus pada jalan, tuh,," Ucap Cinta yang membuat Rio tersenyum sendiri.


Karena Cinta telah menunjukkan jarinya ke arah jalanan.


" Hehehehe,, iya Dek,," Jawab Rio tersenyum.


Cinta melakukan basa-basi seperti itu, untuk menghangatkan suasana di antara mereka, karena, suasana di antara mereka tidak lagi canggung akhirnya Cinta mengeluarkan inisiatif lainnya untuk mereka berdua kembali.


***


Sorry Readers πŸ™ kemaren author gak update, karena faktor sinyal yang gak ada dan lemot, jadi update hari ini,,πŸ™


Maaf banget ya Readers ✌️


Please Like πŸ‘ Komen πŸ’¬ and Share πŸ’


Love you all My Readers ❀️❀️

__ADS_1


Author


🌹 Vira Lydia🌹


__ADS_2