Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 77 Kebingungan Pendapat


__ADS_3

Karena, cuaca sudah mulai mau hujan kembali, dengan segera Rio mengajak Cinta untuk kembali ke rumahnya. Dan, Cinta sendiri tidak keberatan untuk segera pulang saat diajak oleh Rio itu.


" Udah mau hujan dek, kita pulang aja yuk,," Ajak Rio pada Cinta.


" Oh iya kak, tapi ikannya belum dapat,," Bilang Cinta sambil memperlihatkan kail pancingnya yang masih belum dimakan oleh ikan.


" Ya, nggak apa-apa, besok aja kita kesini lagi untuk mancing,," Bilang Rio lagi pada Cinta.


" Eemmm ya udah deh, Cinta ngikut aja,," Jawab Cinta sambil mengangguk dan meninggalkan kail pancingnya.


Ketika Rio melihat Cinta yang langsung saja pergi meninggalkan pondok dan terlihat lupa akan alat pancing yang dibawakannya itu, dengan segera Rio mengambil kembali alat pancing itu.


" Alat pancingnya jangan ditinggal dek, biar Kak Rio aja yang bawa,," Bilang Rio sambil mengambil kembali kail pancing yang sudah ditebar oleh Cinta ke dalam tambak.


" Hehehehe, oh iya Cinta lupa,," Gumam Cinta sambil tersenyum menoleh ke belakangnya.


Sambil mengambil alat pancing yang sudah ditebar oleh Cinta, lalu Rio merangkul pundak Cinta dengan senyuman. Dan, terlihat sekali bahwa Cinta sama sekali tidak risih akan kelakuan Rio saat merangkul pundaknya itu. Saat tiba di sebelah rumahnya Arif, Cinta segera mengembalikan alat pancing yang dipinjamkannya pada Arif.


" Rif,," Panggil Cinta pada Arif.


" Iya Mbak Cinta masuk aja,," Jawab Arif yang sedang memberikan umpan pada ikan di tambaknya.


" Oohh, Arif itu lagi ngapain ya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Arif itu lagi kasih umpan ikan dek,," Jawab Rio sambil meletakkan alat pancingnya di dalam rumah Arif.


" Ooohhh, kasih umpan ikan,," Gumam Cinta sambil mengangguk.


" Rif, alat pancingnya Mas Rio letakkan di dalam, ya,," Ungkap Rio kepada Arif.


" Iya Mas letakkan aja,," Bilang Arif yang masih menebar umpan ikan ke dalam tambaknya.


Setelah meletakkan alat pancing ke dalam rumahnya Arif, lalu Rio keluar kembali dari rumah dan melihat Cinta sudah berada di dekat Arif yang sedang menebarkan umpan ikan ke dalam tambak. Terlihat begitu bahagia di wajahnya Cinta yang sedang memberikan umpan ikan ke dalam tambak.


" Heemmm, ternyata udah disana,," Ucap Rio yang menggelengkan kepalanya melihat Cinta yang sedang tertawa riang ketika menebar umpan ke dalam tambak.


" Dek,," Panggil Rio pada Cinta dengan melambaikan tangannya.


" Iya Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


" Mau pulang belum ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Iya, iya," Jawab Cinta mengangguk.


" Rif, Mas sama Mbak pulang dulu ya, besok Mbak kesini lagi oke,," Ucap Cinta kepada Arif.


" Oke Mbak, hati-hati ya Mbak,," Bilang Arif sambil mengacungkan jempolnya.


" Siap,," Jawab Cinta tersenyum sambil mengangguk.


Dengan segera Cinta berlarian kecil menuju ke arah Rio. Sedangkan, Rio sendiri meneriakkan Arif sambil berpamitan pulang.


" Rif, Mas Rio langsung pulang ya,," Ucap Rio dari kejauhan.


" Iya Mas," Jawab Arif mengangguk.


Sesampainya Cinta di depan hadapan Rio sambil tersenyum Rio menggandeng tangannya Cinta dan bertanya tentang perasaan Cinta saat menebar umpan ke dalam tambak ikan.


" Gimana seru ngasih umpan ikannya ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Heemmm, itu umpan untuk ikan lele ya kak," Jawab Cinta sambil bertanya kembali dan mencucikan tangannya.


" Betul dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Oohhh, terus Kak Rio mau nambahin bibitnya nanti, bibit ikan apa Kak ?" Tanya Cinta penasaran.


" Campur aja nanti dek, bervariasi maksudnya, sayang tambaknya pada kosong karena, gak ada bibitnya,," Bilang Rio dengan matanya yang mengelilingi tambak ikan.

__ADS_1


" Ooohh gitu ya mana yang terbaik sih menurut Kak Rio,," Gumam Cinta sambil mengelap tangannya dengan lap lembut yang sudah ada.


" Ya udah yuk kita pulang,," Bilang Cinta sendiri yang mengajak Rio untuk pulang.


Sambil tersenyum Rio kembali menggandeng tangannya Cinta untuk menuju ke tempat parkiran mobilnya, seperti biasa dengan segera Rio membukakan pintu untuk Cinta.


" Heemmm romantis banget sih Kak,," Ucap Cinta sambil tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya.


" Dedek bisa aja," Bilang Rio yang terlihat seperti biasanya.


Lalu dengan segera Cinta masuk ke dalam mobilnya dan Rio sendiri juga langsung masuk ke dalam mobil dan memutar mobil ke jalanan. Untung saja saat ini belum turun hujannya sehingga membuat Cinta dan Rio bisa langsung masuk ke dalam rumahnya itu.


" Uuuhhh akhirnya sampai juga, untung saja belum hujan Kak, kalo udah sampai rumah sih it's oke turun hujan,," Celoteh Cinta sambil membuka pintu mobilnya sendiri.


" Hehehehe iya dek,," Jawab Rio yang sekedar nyengir saja.


" Oh iya Kak Rio, Cinta langsung masuk ya,," Bilang Cinta langsung berlari kecil menuju ke depan rumahnya.


" Iya dek,," Jawab Rio sambil membetulkan letak mobilnya.


Dengan segera Cinta langsung berlari kecil menuju ke depan rumahnya dan memasukkan anak kunci ke dalam lubang pintu. Setelah membukakan pintunya Cinta melihat ada sebuah amplop kecil yang berada di atas lantai. Dan, merasa penasaran dengan isi amplop surat tersebut, dengan segera Cinta mengambilnya, sedangkan Rio sendiri masih membenarkan posisi mobil saat di parkir depan rumahnya.


" Amplop,," Gumam Cinta sambil menjongkokkan tubuhnya dan mengambil amplop kecil tersebut.


Sambil melirik ke arah Rio yang masih di luar, dan Cinta juga begitu penasaran dengan isi amplop tersebut. Dengan segera Cinta membuka isi amplop yang tidak bertuliskan nama itu.


" Dari siapa sih ?" Tanya Cinta penasaran.


" Kenapa nggak ada nama pengirimnya," Gumam Cinta lagi sambil membolak-balikkan amplop tersebut.


" Buka nggak, buka nggak, ah buka ajalah,," Bilang Cinta sambil merobek amplop itu.


Saat Cinta selesai membuka amplop tersebut ada selembar kertas di dalamnya dengan segera Cinta membuka kertas tersebut, karena merasa penasaran Cinta langsung membacakannya.


" Kertas surat,," Gumam Cinta yang semakin penasaran.


Saat Cinta membaca surat tersebut betapa tercengangnya Cinta ketika membaca isi surat itu yang sengaja dituliskan dari orang yang selama ini dicintai oleh kamu Mas Rio sayang.


" Dari orang yang selama ini dicintai oleh kamu Mas Rio sayang,," Ucap Cinta saat membaca isi surat di tangannya.


" Apa ?" Gumam Cinta sambil menutup mulutnya.


Cinta semakin tercengang ketika membaca isi surat tersebut bahwa wanita itu masih menunggu Rio dan tetap mencintai Rio, walaupun Rio sudah menikah. Hal tersebut tidak mengganggu keinginannya untuk mendapatkan Rio dan wanita itu juga menginginkan kepemilikan Rio sendiri untuk dirinya.


" Ya ampun ternyata aku sudah memaksa seorang pria yang sudah memiliki calon pasangannya sendiri." Gumam Cinta dengan hati yang merasa bersalah.


Saat terakhir Cinta membaca surat tersebut dan ternyata sudah jelas sekali bahwa Rossa yang sengaja mengirimkan surat itu padanya. Kemungkinan besar surat ini untuk diungkapkan pada Rio langsung, namun, ketika Cinta yang masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu, oleh sebab itu Cinta yang lebih dahulu mengetahuinya.


Betapa terkejutnya Cinta ketika mengetahui bahwa yang mengirimkan surat itu adalah Rossa dan Cinta kembali terpikir dengan sikap Rossa yang terlihat lengket sekali pada Rio saat ia datang berkunjung ke rumahnya itu. Cinta merasa bersalah karena, telah memaksa Rio untuk menikah dengan dirinya. Pantas saja saat di awal Cinta memberikan ide untuk mereka berdua agar mereka bisa menikah, membuat Rio sendiri terlihat jelas atas perasaannya bahwa ia bingung untuk menerima idenya Cinta itu.


" Ya Allah aku telah bersalah, ternyata selama ini Rio telah memiliki pasangannya sendiri dan aku telah memaksanya untuk menikah denganku, apa yang haru kulakukan ?" Gumam Cinta sambil terduduk lemas di atas sofa yang ada di dekat pintu.


Setelah selesai melakukan pekerjaannya dalam membetulkan posisi mobil di parkiran, dengan segera Rio masuk ke dalam rumahnya dan melihat Cinta sedang duduk di atas sofa dengan wajah yang terlihat begitu cemas.


" Ada apa dek ?" Tanya Rio saat melihat wajah Cinta yang terlihat begitu cemas sekali.


Karena, tidak mendengarkan jawaban dari Cinta saat ia bertanya. Lalu, Rio kembali bertanya kepada Cinta kenapa wajahnya terlihat begitu cemas sekali dan terduduk lemah di atas sofa seperti saat ini.


" Ada apa dengan Dedek," Gumam Rio yang penasaran dengan keadaan Cinta.


" Dek, ada apa ?" Tanya Rio lagi pada Cinta sambil menepuk lembut pundak Cinta.


" Aaahh iya Kak,," Jawab Cinta yang spontan kaget ketika bahunya ditepuk oleh Rio.


" Ngelamun ya, ngelamunin apa ?" Tanya Rio sambil tersenyum pada Cinta.


" Hehehehe, nggak kok," Jawab Cinta berpura-pura tersenyum.

__ADS_1


" Ya udah Cinta mau masuk ke dalam dan mandi dulu ya Kak,," Bilang Cinta yang berpura-pura tidak merasakan apa-apa.


" Ooohhh iya dek,," Jawab Rio mengangguk.


Dengan segera Cinta bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah kamar sambil membawa kertas surat yang dipegangnya itu. Cinta sengaja tidak memberikan kertas surat itu pada Rio, karena, ia tahu pasti Rio akan merasa tidak enak padanya, ketika ia bertanya kembali tentang Rossa.


" Heemm lebih baik surat ini aku simpan dulu, dan malam nanti aku akan membuat sebuah rencana untuk hubungan kami berdua ini," Bilang Cinta sambil menggenggam erat surat yang ada di tangannya itu.


" Sepertinya aku harus membuat suatu tindakan dalam hubungan ini aku harus mencari cara supaya Kak Rio tidak merasa terikat denganku hanya karena pernikahan kami,," Gumam Cinta yang merasa sedikit sakit ketika ia harus berpikir apa yang dilakukannya untuk memberikan keadilan dalam perasaan Rio untuk mendapatkan kebebasan dalam pernikahannya itu.


Saat melihat Cinta yang terlihat seperti merubah ekspresi wajahnya dengan ekspresi datar membuat Rio merasa aneh atas sikap Cinta saat ini.


" Ada apa dengan Dedek ya ?" Tanya Rio bingung sambil menggaruk tengkuknya.


" Kenapa ekspresi wajahnya berubah menjadi datar seperti itu, gak seperti biasanya,," Gumam Rio merasa aneh dengan kelakuan Cinta yang mengubah ekspresi wajahnya itu.


" Heemm, kayaknya aku harus buat sesuatu untuk Dedek, supaya wajahnya kembali ceria lagi seperti sebelum pulang dari tambak,," Ucap Rio sambil tersenyum karena mendapatkan sebuah ide untuk dilakukannya pada Cinta.


Saat Cinta keluar dari kamarnya yang sengaja membawakan handuk dan juga pakaian gantinya, membuat Rio tersenyum dan langsung menghampiri Cinta yang sedang menuju ke arah kamar mandi itu. Dan, hal itu membuat Cinta kaget atas tindakan Rio yang memang sengaja mengagetkannya itu.


" Dooorr !!!" Ucap Rio dengan wajah yang gembira mengagetkan Cinta.


" Aaaauuuuwww," Seru Cinta yang kaget saat dikagetkan oleh tindakan Rio padanya itu.


" Iiiihhhh Kak Rio, apa-apaan sih,," Gumam Cinta yang greget atas perlakuan Rio yang sengaja mengagetkannya itu.


Saat Rio yang sengaja menggoda dirinya itu, hingga membuat Cinta merasa kaget dan spontan langsung mencubit lengan Rio yang sedang tertawa itu.


" Hahahaha,, kaget, gitu aja kok kaget dek,," Gumam Rio sambil tertawa.


" Ya, habis Kakak ngagetin aja, aaakkhh,," Celoteh Cinta yang masih terlihat geram karena kelakuannya Rio itu.


" Hehehehe, maaf ya dek,," Ucap Rio tersenyum.


" Oh ya Dedek mau mandi ?" Tanya Rio yang terlihat berpura-pura lupa atas ucapan Cinta saat ia permisi akan ke kamar dan mandi.


" He'eh Kak, kenapa ?" Tanya Cinta balik pada Rio.


" Enggak apa-apa, cuma mau bilang Kak Rio mau mandi bareng Dedek boleh,," Gumam Rio yang membuat Cinta terperangah tidak percaya dan kembali mengulangi perbuatannya lagi dengan cara mencubit lengan Rio.


" Apa ?" Seru Cinta kaget ketika mendengar ucapan Rio.


" Kakak ini ya, ada-ada aja iiiihhhh,," Omel Cinta sambil mencubit kembali lengannya Rio.


" Aduuuhhh, aduuhhh dek sakit,," Seru Rio yang terlihat berpura-pura meringis kesakitan.


" Rasakan, kalau mau main-main jangan sampai terlalu dalam,," Omel Cinta lagi sambil tersenyum senang melihat Rios sedang meringis kesakitan.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi dan saat Cinta masuk ke dalam kamar mandinya, sebelum menutup pintu kembali Cinta membuat godaan terhadap Rio, yang sengaja melambaikan tangannya kepada Rio sambil mengedipkan matanya itu.


" Kak Rio, da dah,," Ucap Cinta yang sengaja melambaikan tangannya dan mengedipkan matanya itu.


Sambil tersenyum merekah, Rio merasa lega karena, sudah bisa membuat ekspresi wajah Cinta menjadi bahagia kembali. Walaupun Rio belum mengetahui, apa saja yang sedang dipikirkan oleh Cinta.


" Dek, walaupun Kak Rio merasa bahwa kau sedang ada pikiran, maafkan Kak Rio jika Kak Rio belum menemukan sela masuk untuk mengetahui masalah yang sedang ada di dalam pikiranmu itu." Gumam Rio sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya.


" Sampai kapanpun Kak Rio akan mencari tahu masalah pikiran yang saat ini Dedek rasakan." Ucap Rio lagi yang berniat untuk mencari tahu apa saja di dalam pikirannya Cinta.


Ketika berada di dalam kamarnya, sambil menggantikan bajunya Rio berpikir apakah ekspresi wajah Cinta berubah dan sikapnya itu juga berubah, apa dikarenakan sikap Rossa yang terlalu genit kepada dirinya itu.


" Apakah Dedek merasa cemburu ketika melihat sikap Rossa padaku ?" Tanya Rio dalam hatinya sambil berpikir tentang kejadian hari ini.


" Eeemmm, kalau benar Dedek cemburu, berarti itu hal yang bagus untuk hubungan ini, supaya aku bisa membuat Dedek tetap menjadi istriku seutuhnya,," Gumam Rio tersenyum sambil membuka semua pakaiannya.


Disaat ini Rio tersenyum senang ketika mengingat kejadian yang terjadi hari ini saat di rumah kepala desa. Dimana saat itu, terlihat dengan jelas bahwa Cinta membuktikan rasa kepemilikannya terhadap Rio tepat di depan wajah Rossa dan hal itu membuat Cinta merasa tidak malu sama sekali melainkan rasa yang begitu nyaman.


****

__ADS_1


__ADS_2