Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 122 Makan Siang Bersama


__ADS_3

Rio tersenyum melihat kelakuan Cinta yang begitu manja padanya itu. Memang Cinta memiliki sifat manjanya itu dari sejak pertama Rio mengenali Cinta, oleh sebab itu Rio sudah terbiasa dan tidak bisa melupakan dengan sikap manja yang ada pada diri Cinta.


" Sayang, sayang dari pertama kali kita kenal sayang itu udah terlihat sekali manjanya dan sifat manja inilah yang tidak bisa membuat Kak Rio untuk mencintai wanita lain selain Dedek,," Ucap Rio dalam hatinya sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang begitu terlihat manja di hadapannya.


" Terima kasih ya sayang karena telah menjadi istri dan pendamping hidup Kakak seutuhnya, semoga kita berdua selalu bersama di dalam suka maupun duka," Ucap Rio lagi dengan penuh harapan besar kepada Cinta di dalam hatinya.


" Semoga nantinya Dedek tidak akan pernah berpaling kepada pria manapun, dan selalu setia akhir hayat bersama dengan Kakak,," Ucap Rio lagi dalam hatinya sembari berdoa tentang keutuhan dari hubungan yang telah mereka lakukan itu.


Setelah berdoa dengan penuh harapan itu, sambil mengelus lembut rambutnya Cinta Rio segera menghidupkan mobilnya dan meluncur ke jalan.


" Udah siap sayang ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.


" Udah Kak,," Jawab Cinta mengangguk setelah memeriksa semua keadaan dirinya begitu juga dengan barang-barang yang ada di dalam mobil.


" Oke langsung berangkat,," Seru Rio dengan segera melajukan mobilnya ke jalanan.


Setelah melaju ke jalanan tidak lupa Rio dengan tujuan utamanya yaitu makan siang. Dengan segera Rio menghentikan mobilnya itu tepat di depan restoran yang akan mereka datangi untuk makan siang sebelum pulang. Karena, merasa begitu cepat sekali dan tidak terlalu jauh dari tempat mereka berhenti sebelumnya tadi, Cinta melihat-lihat dulu restoran tempat mereka berhenti kali ini.


Karena, Cinta tidak mau lagi jika ia makan siang kali ini masih bertemu juga dengan Rossa, dimana saat di kampung nanti pasti mereka akan bertemu kembali. Dan kali ini juga saat mereka berdua sedang berada diluar kampung makan siang bersama masih saja bisa bertemu dengan orang yang seperti Rossa. Ternyata dunia ini memang tidak terlalu luas, nyatanya Cinta dan Rossa masih bertemu walaupun mereka sedang bepergian jauh seperti saat ini.


" Sudah sampai sayang,," Ucap Rio setelah menghentikan mobilnya di sebuah parkiran.


" Dekat amat Kak, dengan toko barusan,," Ucap Cinta yang kembali melihat ke belakang untuk memastikan jarak mereka tempuh saat ini.


" Ya, emang deket dek,," Jawab Rio tersenyum.


" Ayo turun sayang,," Ajak Rio pada Cinta.


" Heemmm," Jawab Cinta mengangguk.


Disaat Cinta akan keluar dari dalam mobilnya itu, Cinta sedikit berseru untuk memastikan kembali restoran yang sedang mereka kunjungi saat ini, apakah sama dengan restoran yang mereka kunjungi kemarin. Walaupun semua makanan yang dihidangkan memang jelas sekali terasa sangat enak, namun, Cinta tidak mau insiden bertemu dengan orang tuanya Rossa di dalam restoran itu terulang kembali.


" Tapi tunggu sebentar, Kak,," Seru Cinta hingga membuat Rio sedikit menghentikan pergerakannya.


" Kenapa Sayang ?" Tanya Rio langsung terlihat heran pada kelakuan Cinta.


" Restorannya beda bukan dengan yang kemarin ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya sambil melihat-lihat kondisi restoran.


Seketika Rio tertawa disaat mendengar perkataan Cinta yang menyatakan bahwa tempat restoran yang saat ini dikunjunginya berbeda dengan restoran yang dikunjunginya kemarin. Dengan spontan Rio tertawa, karena, awalnya Rio sedikit penasaran dengan kelakuan Cinta, namun, merasa senang ketika mendengarkan pernyataan dari Cinta.


" Ya, jelas beda sayang, itu kemaren tempat wilayahnya juga beda sayang,," Ucap Rio sambil tertawa kecil melihat tingkah Cinta yang sedang meneliti tempat restoran saat ini.


" Oohhh iyakah, iya juga sih,," Jawab Cinta mengiyakan pernyataan dari Rio.


Karena, melihat Cinta menganggukkan kepalanya disaat Rio menjelaskan tempat restoran yang mereka kunjungi saat ini memang berbeda dengan restoran yang mereka kunjungi kemarin. Sehingga membuat Rio merasa penasaran dengan perasaan Cinta yang dirasakan oleh istrinya itu. Apakah istrinya masih memikirkan kejadian yang pernah terjadi kemarin terhadap dirinya.


" Memangnya kenapa sayang ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Nggak apa-apa, Kak, Cinta cuma mastiin restorannya sama atau nggak,," Jawab Cinta dengan wajah santainya pada Rio.


" Kalo beda sih, okelah yang penting makanannya beda-beda,," Sambung Cinta lagi pada Rio sambil tersenyum.


" Oke deh, ayo turun,," Ajak Cinta balik pada Rio.


" Hehehehe iya dek,," Jawab Rio dengan segera keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Setelah keluar dari mobilnya Rio segera melangkah cepat menuju ke tempat posisi Cinta sedang berada. Sambil membukakan pintu untuk Cinta tidak lupa Rio menggandeng tangan istrinya itu dalam hal apapun. Karena, bagi Rio jika menggandeng tangan istrinya itu memberikan sebuah kehangatan di dalam hubungan rumah tangganya itu.


Saat akan melangkah masuk ke dalam restoran, Cinta teringat akan sesuatu hal yang belum dibelinya saat ini. Yaitu oleh-oleh untuk Arif di kampungnya itu, oleh sebab itu, Cinta langsung bertanya pada Rio tentang hal oleh-oleh yang sudah dijanjikannya pada Rio sendiri.


" Oh God, Cinta lupa sesuatu,," Seru Cinta seketika membuat Rio menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah Cinta.


" Ada apa sayang ?" Tanya Rio langsung pada Cinta disaat mendengar seruan ucapan Cinta barusan.


" Oleh-oleh untuk Arif, kita belum beli Kak,," Ucap Cinta sambil mengingat kembali janjinya itu.


Sambil tersenyum dengan lembut Rio memberikan sebuah penjelasan pada Cinta, bahwa disaat Cinta sedang membeli pakaian kemarin di tempat pasar wisata, Rio sudah membelikan oleh-oleh untuk Arif di kampungnya itu.


" Hehehehe nggak usah khawatir, sayang, kemaren udah Kakak beli kok oleh-oleh untuk Arif,," Bilang Rio pada Cinta langsung sehingga membuat Cinta sedikit merasa lega dan senang.


" Benarkah ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Heemmm benar dek dan oleh-olehnya sudah ada di dalam mobil,," Ucap Rio lagi dengan jelas pada Cinta.


" Huuuhh syukurlah kalo gitu,," Bilang Cinta sambil mengelus dadanya sendiri.


" Cinta lega mendengarnya Kak, jika oleh-oleh untuk Arif sudah ada,," Jawab Cinta lagi sambil tersenyum menatap Rio.


" Karena, Cinta merasa nggak enak pada Arif, jika kita keluar seperti ini nggak membawakan sesuatu untuknya, kan kasihan, Arif anak yang begitu rajin dan juga pintar itu sudah Cinta anggap seperti adik sendiri,," Bilang Cinta lagi pada Rio dengan wajahnya yang terlihat begitu tulus sekali.


" Hehehehe iya dek, kemarin saat kita jalan-jalan ke pasar wisata, disana Dedek sendiri yang ingetin Kakak untuk belikan sesuatu, makanya kemarin langsung kakak beli,," Ucap Rio dengan jelas pada Cinta.


" Hehehe ya udah kalo gitu bagus, makasih ya Kak, udah mau dengerin omongan Cinta." Ucap Cinta balik sambil tersenyum menatap Rio.


" Iya dek,," Jawab Rio mengangguk.


Setelah merasa lega karena, oleh-oleh yang telah dijanjikan oleh Cinta kepada Arif ternyata sudah dibeli oleh Rio, Cinta langsung mengajak Rio untuk segera masuk ke dalam restoran itu. Sambil memilih tempat yang kosong, karena, restoran ini cukup ramai, dan akhirnya Cinta mendapatkan tempat yang kosong untuk mereka berdua.


Cinta segera melangkah bersama dengan Rio untuk mengambil tempat duduk yang kosong itu. Untunglah Cinta mendapatkannya walaupun masih ada orang yang ingin menyelip di antara mereka berdua. Dengan senangnya Cinta langsung duduk di tempat yang akan diselip oleh seseorang di antara mereka berdua itu.


" Ternyata rame juga ya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio setelah mendapatkan tempat duduk.


" Iya ya Dek,," Jawab Rio mengangguk mengiyakan perkataan dari Cinta.


Karena, melihat suasana di resto ini begitu ramai pengunjung itu. Dan Rio juga menjawab pertanyaan dari Cinta yang hanya diiyakan saja seperti terlihat bahwa Rio belum pernah makan disini.


" Kak Rio udah pernah datang kesini ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Belum pernah dek, baru kali ini,," Jawab Rio di tengah keramaian orang yang sedang menyantap makanannya itu.


" Pantesan, Kak Rio jawab iya juga saat Cinta bertanya tempatnya rame atau nggak,," Ucap Cinta tertawa kecil melihat Rio yang juga tidak mengetahui restoran tempat mereka sedang berada ini.


Tidak lama kemudian seorang pelayan pria melangkahkan kakinya mendekati tempatnya Cinta dan Rio yang sedari tadi sedang menunggu adanya pelayan yang datang.


" Mau pesan makanan apa Mas Mbak, maaf kalau tadi lama,," Ucap pelayan restoran itu kepada Cinta dan juga Rio.


" Nggak apa-apa Mas,," Jawab Cinta sambil menerima menu makanan dari pelayan itu.


Setelah melihat menu makanan yang tersedia, Cinta sengaja memesan makanan yang cukup berat untuk disantapnya siang ini. Karena, Cinta tahu selama perjalanannya kembali ke kampung di perjalanan sama sekali tidak ada rumah ataupun tempat lainnya untuk beristirahat, yang ada hanyalah hutan dan hutan yang akan dilewati oleh kendaraan mereka.


" Oh ya Mas, pesan yang ini, yang ini, yang ini, dan yang ini ya,," Bilang Cinta kepada pelayan itu.

__ADS_1


" Oke Mbak, ditunggu sebentar ya,," Jawab pelayan itu sambil mencatat semua makanan yang telah dipesan oleh Cinta.


" Kak Rio mau apa lagi makanannya ?" Tanya Cinta langsung kepada Rio.


" Kak Rio samakan aja pesanannya seperti pesananmu sayang," Ucap Rio kepada Cinta yang sudah fasih memanggil Cinta dengan sebutan sayang.


" Oke, kalo gitu pesanannya dijadikan dua semuanya ya Mas,," Ucap Cinta kepada pelayan resto.


" Baik, Mbak ditunggu sebentar,," Bilang pelayan restoran itu kepada Cinta.


Setelah menerima pesanan makanan dari Cinta dan juga Rio pelayan itu segera pergi meninggalkan tempat dimana Rio dan Cinta sedang berada. Dan Rio langsung mengajak Cinta berbicara di tengah hiruk pikuk keramaian orang yang sedang menyantap makan siangnya saat ini.


" Dedek kayaknya ngerti banget ya,," Ucap Rio yang sengaja membuka pembicaraannya.


" Heemm ngerti apanya Kak ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.


" Ya, ngerti banget, karena, setelah ini kita akan melakukan perjalanan untuk pulang kampung dan nggak akan berhenti sedikitpun,," Ucap Rio yang memberikan ingatan pada Cinta bahwa perjalanan mereka tempuh nanti sangat jauh dan juga lama.


" Heeemmm Cinta ingat saat Cinta pertama kali ke kampung Kakak, dan disaat itu juga Kak Rio berpesan bahwa setelah kota ini nggak ada kampung lain lagi, jadi, kalo Dedek mau makan sesuatu, Dedek bisa makan snack yang udah disediain oleh Kak Rio waktu itu,," Ucap Cinta sambil mengingat kembali perjalanan pertama kalinya saat mereka masuk ke dalam kampungnya itu.


Dengan spontan Rio tertawa mendengar ucapan dari Cinta yang mengingatkannya suatu hal mengenai perjalanan mereka waktu dahulu. Dan Rio sendiri juga teringat akan makanan ringan untuk dibawanya saat mereka akan pulang nanti. Karena, disaat Rio membeli sarapan untuk mereka berdua di pagi hari tadi, Rio memang sudah membelikan semua makanan ringan yang disukai oleh Cinta.


" Hahahaha, ternyata Dedek masih ingat ya, saat pertama kali kita masuk ke kampung,," Ucap Rio setelah ia tertawa mendengar perkataan dari Cinta.


" Oh iya Kak Rio hampir lupa kasih tahu Dedek, kalau di kursi tengah mobil ada makanan kecil untuk Dedek nyemil di mobil nanti,," Bilang Rio seakan baru teringat bahwa ia juga sudah menyiapkan makanan ringan untuk dimakan oleh istrinya itu.


" Aakkhh benarkah ?" Tanya Cinta pada Rio dengan wajah penasaran.


" Iya dek, Kak Rio lupa mengatakannya, untung saja diingatkan oleh Dedek,," Gumam Rio sambil tersenyum melihat Cinta.


Cinta yang terharu melihat kelakuan Rio yang begitu jelas sekali terlihat begitu memperhatikan dirinya itu, dengan spontan menjawil hidung suaminya itu.


" Eeemmm Kak Rio memang suami yang paling baik," Seru Cinta sambil menjawil hidung suaminya itu.


" Dan juga paling perhatian,," Ucap Cinta lagi pada Rio.


Dengan segera Cinta memindahkan posisi tempat duduknya yang tadinya berhadapan dengan Rio. Tapi, kali ini dengan sengaja Cinta memindahkan posisi duduknya tepat di samping Rio agar bisa langsung memeluk erat tubuh suaminya itu.


" Eemmm makasih ya Kak," Ucap Cinta langsung setelah memindahkan tempat duduknya tepat di sebelah Rio dan langsung memeluk erat lengan Rio.


" Sama-sama Sayang,," Jawab Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.


" Dengan cara itu Kak Rio berhasil untuk bikin Cinta jadi gendut,," Celetuk Cinta hingga membuat Rio langsung menoleh dan tertawa.


" Hah!! Hahhahaha, Dedek ada ada aja, nggak mungkin dek, Kak Rio bikin Dedek gendut gara-gara makan cemilan cuma satu hari doank dan itu dalam perjalanan juga,," Jawab Rio disela tawanya.


" Hehehehe Cinta hanya bercanda aja kok,," Bilang Cinta lagi sambil menjawil pipinya Rio.


" Hehehehe iya Kakak tahu sayang," Ucap Rio sambil mengelus lembut rambutnya Cinta.


Sambil memeluk erat lengan Rio dan menyandarkan kepalanya pada lengan Rio itu, sambil menunggu kedatangan pelayan dengan membawa semua makanan yang telah dipesankannya itu. Cinta seakan teringat dengan kelakuan Rossa yang dengan sengaja langsung memeluk Rio ketika melihat keberadaan mereka berdua di restoran kemarin.


Dan di dalam hati Cinta merasa ada suatu hal yang janggal dengan kejadian yang terjadi kepada mereka berdua kemarin. Karena, setelah Cinta mengalami mimpi buruk walaupun di siang hari, tapi mengapa setelah itu Cinta bertemu dengan Rossa yang sengaja memperlakukan Rio seolah Rio itu adalah miliknya padahal ada Cinta yang berdiri di samping Rio saat itu. Dan Rossa sama sekali tidak memperdulikan adanya Cinta di samping Rio saat itu.


****

__ADS_1


__ADS_2