Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 24 Menunggu Hasil


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanannya masing-masing, seperti biasa Rio selalu sholat pada jam makan seperti ini.


" Dek, Kak Rio mau sholat dulu ya,," Ucap Rio yang berdiri sambil meminta izin kepada Cinta.


" Oh iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


" Dek Cinta mau ikut,," Tanya Rio pada Cinta.


" Akh,, Cinta lagi gak bisa, Kak,," Ucap Cinta yang malu tapi jujur.


Rio yang mengerti akan maksud dari Cinta saat itu mengangguk mengerti tentang keadaan Cinta yang sedang tidak bisa melakukan ibadah.


" Oohhh baiklah,, ya udah kalo gitu Kakak sholat dulu ya,," Ucap Rio minta izin.


" Iya Kak,," Jawab Cinta.


Setelah selesai makan Cinta yang bingung ingin melakukan apa ?


Hanya bisa menunggu karena sekitar satu jam lagi, pakaian yang Cinta laundry tadi baru akan selesai, Cinta yang merasa kesepian duduk sendirian di kursi meja makan, membuat dirinya hanya bisa melamun.


" Daripada disini, lebih baik aku tunggu di mobil aja,," Ucap Cinta sendiri.


Cinta pun bangkit dari tempat duduknya dan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kasir restoran. Setelah melakukan pembayaran di kasir, Cinta menitip pesan kepada kasir bahwa dirinya menunggu Rio di dalam mobilnya.


" Mbak, apabila nanti cowok yang makan bersama saya menanyakan saya, bilang saja kalau saya menunggu dia di mobil." Ucap Cinta yang menitipkan pesan kepada pelayan restoran.


" Oh baik Mbak,," Bilang pelayan restoran.


" Terima kasih,," Ucap Cinta tersenyum.


Setelah itu Cinta langsung keluar dari restoran dan melangkah menuju ke tempat mobilnya yang sedang di parkir. Kebetulan dirinya yang sedang mengalami datang bulan, membuat dirinya tidak bisa melakukan ibadah dan hanya bisa menunggu Rio di dalam mobil.


Setelah selesai sholat Rio segera keluar dari musholla restoran dan melangkah menuju ke arah meja tempat dia dan Cinta makan tadi. Rio melihat bahwa disana tidak ada Cinta lagi yang duduk melainkan orang lain.


" Loh kok nggak ada,," Ucap Rio yang melihat Cinta tidak berada disana lagi.


Rio langsung menanyakan kepada pelayan kemana Cinta yang duduk bersamanya tadi.


" Mbak saya mau tanya, perempuan yang duduk bersama saya makan tadi kemana ya,," Tanya Rio kepada pelayan restoran.


" Oohh,, mbak yang bersama mas tadi,," Ucap pelayan restoran.


" Iya bener,," Jawab Rio mengangguk.


" Mbak tadi bilang kalo dirinya menunggu mas di dalam mobil,," Jawab pelayan restoran yang menjelaskan ucapan pesan Cinta kepadanya.

__ADS_1


" Oohh,,Makasih ya Mbak." Ucap Rio yang berlalu.


Sesaat Rio teringat apakah makanan yang mereka makan sudah dibayar oleh Cinta.


" Oh ya Mbak,, makanannya udah dibayar,," Tanya Rio kembali menghadap.


" Udah Mas,," Jawab pelayan tersebut.


" Oh ya udah, kalo gitu terima kasih banyak ya Mbak,," Ucap Rio yang berlalu pergi.


Rio pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran mobil dimana dia telah memarkirkan mobilnya.


Rio tersenyum melihat Cinta yang sudah ada duduk di dalam mobil, Rio pun langsung mendekati mobil dan sangat jelas sekali terlihat oleh Rio bahwa Cinta sedang menyandarkan tubuhnya ke sandaran mobil.


Rio tersenyum melihat Cinta yang sangat manis saat menyandarkan tubuh dan kepalanya di sandaran mobil sambil memejamkan mata.


" Eheeeemmm,," Bilang Rio yang berdehem saat di dekat Cinta.


Cinta yang mendengar suara Rio tersebut sedikit membangunkan dirinya yang sedikit terlelap.


" Oohh,, Kak Rio, udah selesai sholatnya,," Ucap Cinta yang mengucek matanya.


Rio yang tidak tahu bahwa Cinta sedang terlelap membuat dirinya sedikit cemas karena Cinta tertidur di dalam mobil tanpa menutup kaca mobil dan hal tersebut membuat dirinya dalam bahaya.


" Dek Cinta tidur,, Kakak gak tau, maaf ya dek,," Bilang Rio.


" Kalo tidur kaca mobilnya harus ditutup, supaya gak bahaya dek,," Bilang Rio yang mencemaskan keadaan Cinta tadi.


" Hehehehe,, Kak Rio bisa aja, tapi Cinta dengar kok suara siapapun,," Jawab Cinta yang membenarkan dirinya bahwa dia cuma terlelap.


" Iya Kakak tau, tapi jangan diulangi lagi, ya, bahaya loh dek,," Ucap Rio yang sangat mengawasi diri Cinta.


" Baik Kak,," Jawab Cinta mengangguk.


Rio pun memandang bangunan tempat laundry di depan dan menanyakan berapa lama lagi laundry nya selesai.


" Oh ya laundry nya masih lama ya Dek,," Tanya Rio pada Cinta.


" Iya Kak,, paling sekitar setengah jam lagi,," Jawab Cinta yang masih duduk di dalam mobil.


Sedangkan Rio sendiri berdiri di samping mobil Cinta.


" Ooohhh,," Ucap Rio mengangguk.


Kebetulan mobil yang mereka parkir sekarang tepat berada di bawah pohon, jadi cukup teduh untuk dirinya menunggu barang yang mereka laundry itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Rio melihat seseorang karyawan dari tempat laundry sedang melangkah menyeberangi jalan raya menuju ke tempat mereka. Sementara karyawan itu sendiri tidak melihat Cinta yang sedang duduk di dalam mobil. Jadi Rio bertanya kepada Cinta apakah itu karyawan laundry yang Cinta titipkan barangnya.


" Dek, itu karyawan laundry yang Dedek titipkan barangnya bukan,," Bilang Rio yang menunjukkan pada Cinta ke arah seorang karyawan laundry.


" Iya bener Kak,," Jawab Cinta yang melihat juga arah tunjukkan Rio.


" Sepertinya itu barangnya deh,," Ucap Rio.


" Iya Kak bener,," Bilang Cinta yang fokus melihat bungkusan yang dibawa oleh karyawan laundry tersebut.


" Oke, Kakak panggil ya,," Bilang Rio yang langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah karyawan laundry itu.


" Iya Kak,," Ucap Cinta sambil mengambil dompetnya.


Rio langsung memanggil karyawan tersebut sebelum karyawan tersebut masuk ke dalam restoran.


" Mbak,," Panggil Rio, spontan karena, dipanggil karyawan itu menoleh ke arah Rio dan melihat Cinta.


Karyawan laundry itupun melangkahkan kakinya menuju ke arah Cinta dan Rio.


" Oh ya Mbak,, ini pakaiannya udah selesai, saya kira mbak masih di dalam restoran. Makanya langsung nyelonong kesana,," Bilang karyawan laundry yang membuat Cinta tersenyum.


Cinta langsung menerima bungkusannya dan karyawan tersebut memberikan nota kepada Cinta. Setelah membaca isi nota, Cinta langsung mengeluarkan uang yang tertera di dalam nota itu.


" Oh ya ini Mbak,, makasih atas pelayanannya." Ucap Cinta yang memberikan uang kepada karyawan laundry.


" Sama-sama, terima kasih kembali, kalo gitu saya permisi,," Ucap karyawan laundry yang permisi pergi dari tempat mereka.


Setelah karyawan laundry itu pergi, Cinta langsung menghadap ke arah Rio sambil tersenyum dan memberikan kode dari alisnya. Bahwa bajunya sudah bersih dan menandakan perintah untuk Rio mengganti bajunya sekarang.


" Hehehehe,, bajunya udah bersih,, jadi gak ada alasan untuk,," Bilang Cinta tersenyum dan mengeringkan matanya.


" Iya Dek, Kakak ngerti, Kakak ganti bentar ya,," Ucap Rio yang tersenyum kepada Cinta.


Rio hanya bisa tertawa kecil saat melihat tingkah laku Cinta yang sangat lucu saat ini. Rio pun segera menerima bungkusan baju dari Cinta.


Lalu Rio pun melangkahkan kakinya pergi menuju ke restoran itu kembali. Cinta masih saja tersenyum atas perginya Rio ke dalam restoran. Sembari menunggu Rio menggantikan pakaiannya di dalam Cinta akhirnya bolak balik mencari sesuatu tentang omongan Rio yang katanya orang kampungnya itu kolot.


Bagaimanakah sikap Cinta atas hal omongan Rio itu ?


Cinta masih tetap ingin menelaah apa maksud dari omongan Rio padanya. Dan pastinya mencari ide yang terbaik untuk dirinya dan Rio saat tiba di desa Rio nanti.


Semoga hasilnya benar dalam pikiran Cinta saat ini.


***

__ADS_1


Author


🌹Vira Lydia🌹


__ADS_2