
Saat ini mobil yang dikendarai oleh Rio telah sampai dan memasuki daerah perkotaan kecil. Tak berapa lama kemudian, dari perjalanan mereka, mobilnya Cinta saat ini sedang melewati sebuah pasar kecil di pinggir jalan.
Sesaat Cinta memiliki sesuatu niat dari hasrat hatinya yang mengganjal. Ya, cinta pun berniat untuk turun dan melihat-lihat kondisi pasar disana.
Rio pun menurutinya...
" Kak, kita berhenti dulu deh,," Bilang Cinta yang langsung senang apabila melihat pasar.
" Berhenti, kenapa dek,," Tanya Rio bingung.
" Cinta mau lihat pasarnya, Yuk,," Ucap Cinta yang sangat yakin atas niatnya.
" Emangnya, Dedek mau apa di pasar,," Tanya Rio lagi yang memang bingung atas kehendak Cinta saat ini.
" Ada deh,, pokoknya berhenti dulu disini," Ucap Cinta yang tersenyum sendiri dan sangat ngotot sekali pada Rio.
" Oh,, Oke bos,," Jawab Rio langsung.
Rio pun sengaja mencari tempat parkir mobilnya. Setelah memastikan tempat parkiran yang pas buat mobil. Rio pun memarkirkannya.
Setelah diparkiran dengan tepat, Cinta langsung turun dari mobil dan juga diikuti oleh Rio. Cinta yang telah turun itu jalan terlebih dahulu dibandingkan Rio, karena, Rio masih memeriksa keadaan mobil.
" Udah oke,," Ucap Rio sendiri.
" Loh Dek Cinta,," Bilang Rio membalikkan badannya dan mencari sosok Cinta.
Takut kehilangan jejak Cinta di tengah pasar, Rio yang memiliki kaki panjang sangat cepat mengejar langkah kaki Cinta yang sedang menuju ke arah sebuah toko baju.
" Dek Cinta mau beli baju,," Tanya Rio yang menghampiri Cinta, tepat di depan toko baju.
" Iya,,," Jawab Cinta singkat dan tersenyum.
Cinta pun melangkahkan kakinya menuju ke dalam toko, sementara karena, tidak ada yang mau dibeli Rio hanya menunggu Cinta di luar toko. Sedangkan, Cinta hanya tersenyum-senyum melihat Rio yang sedang menunggunya dari dalam toko.
" Heeemmm,, aku harus mengubah penampilannya,," Ucap Cinta sendiri yang mengutarakan niat di hatinya.
" Supaya,, aku gak badmood lagi saat melihatnya!" Ucap Cinta sekali lagi yang tersenyum sendiri saat melihat Rio menunggunya di luar toko.
Lalu, pada saat Cinta sedang memilih baju, celana, dan semua hal yang menyangkut tentang fashion cowok itu. Ada seorang pelayan perempuan di dalam toko tersebut mendekati Cinta, dan untuk membantunya membawa semua barang yang sangat banyak Cinta bawa saat ini.
__ADS_1
" Maaf, mbak boleh saya bantu,," Ucap sang pelayan toko yang menawarkan bantuan pada Cinta.
Karena, merasa mendapatkan tawaran, tentunya Cinta sangat senang sekali atas tawaran oleh pelayan toko tersebut.
" Oh,, iya tentu boleh,," Jawab Cinta ramah pada sang pelayan toko.
" Banyak sekali barangnya, Mbak,, untuk siapa ?" Tanya pelayan toko yang melihat dan membawa semua barang belanjaan Cinta.
" Untuk dia,," Ucap Cinta yang menunjukkan arah tangannya ke luar dan pastinya yang ditunjuk adalah Rio.
" Oohhh,, Untuk pacarnya ya Mbak,," Bilang pelayan itu yang membuat Cinta sedikit kaget.
" Hah!" Jawaban spontan dari Cinta dan Cinta langsung tersenyum.
" Dia bukan pacarku,, melainkan penolongku,," Bilang Cinta dengan arah mata yang memandang tulus pada sosok Rio di luar.
" Ah,, mbak bisa aja,, so sweet banget sih,, malah lebih bagus disebut penolong, dibandingkan pacar, Mbak. Cowok seganteng gitu, siapa sih yang gak mau jadi miliknya,," Bilang pelayan toko yang memuji Rio di luar dan Cinta hanya tersenyum mendengar pujian pelayan itu terhadap Rio
" Ah Mbak bisa aja,, Pintar banget memujinya,, nanti kalo di dengarnya,, dia jadi ge'er loh,," Bilang Cinta yang langsung menoleh ke arah Rio dan melihat wajah Rio.
" Eeemmm, mbak,, saya bawa dulu barangnya ke kasir,," Ucap pelayan toko tersebut.
" Hah? iya makasih ya Mbak,," Ucap Cinta.
Pelayan itu langsung pergi dan meninggalkan Cinta yang masih fokus memandang Rio dari dalam, Cinta mulai melihat Rio dengan seksama.
" Heeemm,, benar juga ucapan pelayan itu,, Kak Rio memang tampan,," Ucap Cinta yang tersenyum sendiri sambil memandangi Rio yang sedang menunggunya di luar.
Cinta bingung sendiri atas dirinya, kenapa sekarang dirinya merasa hangat saat memandang Rio. Lalu lamunannya buyar karena pandangannya itu terlalu dalam.
" Apa yang kulakukan,, ahh sudahlah,," Bilang Cinta sendiri dengan tertawa kecil, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah kasir.
Setelah selesai membayar semua barang yang telah dipilihnya di kasir. Cinta pun keluar toko dengan membawa lebih delapan bungkusan paper bag, dan saat itu pastinya Rio sangat terperanjat melihat barang belanjaan Cinta yang begitu sangat banyak.
" Ya ampuunnn dek,, belanjaannya banyak banget,, sini biar kakak aja yang bawa," Ucap Rio yang segera mengambil barang dari tangan Cinta.
" Hehehehe,, Kak Rio segitu banget sih herannya,," Jawab Cinta yang memberikan barang belanjaannya pada Rio semua
" Kayak gak pernah aja lihat Cinta belanja," Bilang Cinta yang tersenyum melihat Rio yang tingkah lakunya selalu sopan dan baik padanya.
__ADS_1
" Iya emang sering, tapi Dedek itu gak pernah belanja baju sebanyak ini,, tapi Kalo beli buku,, ya Kakak akui,,, hehhehehe,," Jawab Rio yang membenarkan perilaku Cinta yang suka sekali membeli buku.
Cinta hanya tersenyum melihat Rio yang selalu tertawa semenjak ia pergi bersamanya seperti saat ini. Cinta dan Rio melangkahkan kakinya menuju ke arah parkiran mobil dimana tempat mobilnya yang diparkir saat itu.
Setelah sampai di dekat mobil, Rio yang hendak membuka pintu mobil Cinta dan memasukkan barang belanjaannya, sesaat Cinta langsung mencegah Rio yang ingin meletakkan barang di kursi tengah.
" Jangan diletakkin dulu,," Ucap Cinta yang mencegah Rio meletakkan barangnya ke kursi tengah.
" Loh,, kenapa Dek,," Tanya Rio bingung.
" Sebenarnya,, ini semua untuk Kak Rio,," Bilang Cinta yang saat itu wajahnya bersemu merah karena merasa sedikit malu, menjelaskan barang belanjaannya itu.
" Maksudnya, Dek,," Tanya Rio memang masih bingung.
" Coba Kakak lihat dulu,," Pinta Cinta yang menyuruh Rio untuk memeriksa barang belanjaannya.
" Dan Cinta harap Kak Rio suka,," Bilang Cinta yang merasa malu, lalu berlari kecil melangkahkan kakinya ke arah pintu depan dan langsung masuk ke dalam mobil.
Saat itu Rio yang bingung atas ucapan dan maksud dari Cinta, langsung membuka semua bungkusan yang masih berada di tangannya itu.
Saat membuka semua barang-barang yang dipegangnya itu, mata Rio terbelalak melihat semua barang yang dibawanya itu. Memang benar khusus untuk cowok semua.
Lalu, setelah selesai, Rio meletakkan barangnya ke kursi tengah dan tersenyum senang. Setelah meletakkan barang-barangnya dengan rapi di kursi tengah, Rio membuka pintu mobil depan masuk dan duduk di belakang kemudi lagi.
Cinta saat itu merasa canggung dan malu, karena ia telah membeli barang-barang untuk Rio. Dan hanya bisa diam tanpa kata saat ini.
Rio hanya tersenyum sendiri melihat Cinta yang diam dan sedikit malu untuk memandang Rio saat ini.
" Makasih ya Dek,, Kakak suka baju-bajunya,," Ucap Rio yang memasang sabuk pengaman mobil pada tubuhnya.
" Iya, sama-sama, Kak,," Jawab Cinta yang hanya melihat sekilas wajah Rio. Lalu mengembalikan lagi pandangannya ke arah depan lagi.
Rio tersenyum melihat Cinta sekarang, Rio sangat tahu dengan sikap Cinta saat itu. Lalu, Rio membuka obrolan kembali pada Cinta supaya Cinta tidak merasa canggung lagi.
****
Author
🌹Vira Lydia🌹
__ADS_1