Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 111 Khayalan


__ADS_3

Dengan segera Cinta kembali menaiki tempat tidur dan langsung menyambung kegiatannya semula yaitu melakukan perawatan wajahnya. Sementara itu, Rio melangkah menuju ke pintu kamarnya dan menerima pelayan villa mengantarkan makan malam pesanannya Cinta.


" Selamat malam, Pak,," Ucap pelayan villa sambil membawa makanan pesanan Cinta.


" Malam,," Jawab Rio ketika pintu kamarnya sudah terbuka.


" Ini makan malam yang sudah dipesankan oleh Ibu Cinta,," Bilang pelayan itu sambil memberikan nampan berisi makan malam di tangannya.


" Oh ya terima kasih,," Jawab Rio sambil menerima nampan berisi makan malam itu.


Setelah selesai memberikan nampan berisi makan malam pada Rio, dengan segera Rio mengucapkan terima kasih dan pelayan itu juga langsung pergi dari kamarnya Cinta. Sambil membawa nampan makanan itu masuk ke dalam dan Rio tidak lupa menutup pintu kamarnya lagi. Dan langsung menunjukkan nampan yang berisi makanan itu kepada Cinta.


" Makan malamnya dek !!" Seru Rio sambil tersenyum sambil menunjukkan bawaannya pada Cinta.


" Oh iya Kak,," Jawab Cinta dengan segera beranjak turun dari tempat tidur.


" Udah selesai dandannya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil meletakkan makanan ke atas meja.


" Cinta bukan dandan kak, cuma perawatan rutin aja,," Jawab Cinta sambil tersenyum dan duduk di kursi dan menghadap ke arah Rio.


" Hehehehe, iya dek,," Bilang Rio juga ikut duduk di hadapan Cinta.


" Berhubung makanannya udah datang, kita makan ya Kak,," Bilang Cinta pada Rio sambil menata makanan itu ke atas meja.


" Hehehehe iya dek,," Jawab Rio yang ikut membantu Cinta menata makanan di atas meja juga.


Sambil menata makanan di atas meja, dengan telaten seperti biasa Cinta meletakkan makanan terlebih dahulu ke dalam piringnya Rio. Setelah selesai meletakkan makanan di piring Rio barulah Cinta meletakkan makanan itu ke dalam piringnya. Dan Rio sedikit bertanya kenapa Cinta tidak memintanya lagi untuk menyuapinya makan seperti apa yang mereka lakukan saat mereka makan di restoran tadi siang.


" Heemm sepertinya Dedek sedikit canggung karena, tindakan yang kulakukan tadi,," Gumam Rio dalam hati sambil melihat tangan Cinta yang sedang mengisi makanan ke dalam dua piring di hadapannya.


" Dimakan Kak,," Ucap Cinta sambil memberikan piring yang baru saja telah diisinya dengan makan malam.


" Aakhh iya dek, terima kasih,," Jawab Rio mengangguk dan menerima piring berisi makanan dari tangan Cinta.


" Sama-sama,," Jawab Cinta sambil duduk dan mulai menyantap makan malamnya.


Saat ini Cinta akan menyantap makanan yang baru saja disajikan ke hadapannya, namun, disaat Cinta sedang memasukkan makanan ke dalam mulutnya, sekilas Cinta melihat Rio sama sekali belum menyentuh makanannya itu. Dan Cinta sendiri merasa tidak enak jika ia terlebih dahulu memasukkan makanan ke dalam mulutnya itu. Cinta lebih memilih meletakkan sendok kembali ke atas piring dan bertanya pada Rio kenapa makanannya belum dimakan.


" Kenapa Kak Rio, belum makan ?" Tanya Cinta sambil meletakkan kembali sendok ke atas piring.


" Heemm Kak Rio mau lihat Dedek makan dulu, setelah itu baru Kak Rio makan,," Jawab Rio sambil menyunggingkan senyumannya.


" Heemm Kak Rio ada-ada aja, ayo dimakan ntar kalo udah dingin nggak enak lagi Kak,," Bilang Cinta seolah tidak menunjukkan tanda-tanda kecanggungan yang sedang terjadi lagi padanya.


" Nggak apa-apa dek, ya udah makanlah gih,," Ucap Rio sambil meminta Cinta untuk menyantap makanannya.


" Cinta belum mau makan, kalo Kak Rio nggak makan,," Bilang Cinta sambil memundurkan piring yang ada di hadapannya.


Saat melihat tingkah Cinta seperti itu dengan segera Rio menyunggingkan senyumannya dan juga sebuah jawaban yang mencairkan suasana hati Cinta. Dan akhirnya dengan lembut juga Cinta membuang semua rasa kecanggungan yang baru saja terjadi lagi pada dirinya itu. Akhirnya Cinta memberanikan dirinya untuk memberikan semua perasaannya itu pada Rio, walaupun ia saat ini masih tertahan akan kondisinya itu.


" Jangan cemberut kayak gitu dek, nanti cantiknya hilang loh,," Ucap Rio sambil tersenyum menatap Cinta.


" Ya udah Kak Rio makan ya,," Gumam Rio lagi sambil menyendokkan makanannya.

__ADS_1


" Tunggu Kak !" Seru Cinta sambil berdiri dari duduknya.


Dengan segera Cinta membawa piring yang berisi makanan dan diletakkan di hadapan Rio. Dan tetap masih dengan wajah yang terukir akan senyuman indahnya Cinta beralih melangkah mendekati Rio. Sedangkan, Rio sendiri merasa heran dengan kelakuan Cinta yang meletakkan piring makanannya tepat di hadapan Rio.


" Kenapa dipindahkan dek ?" Tanya Rio pada Cinta namun Cinta sama sekali tidak menjawabnya.


Masih dengan senyumannya Cinta tetap terdiam dari pertanyaan yang ditanyakan oleh Rio dan setelah di dekat Rio. Dengan lembut Cinta melingkarkan satu tangannya pada leher Rio sambil tersenyum Cinta berkata bahwa ia akan makan bila ia duduk di pangkuan Rio dan juga disuapin oleh Rio.


" Cinta gak mau makan, jika Cinta gak disuapin oleh Kakak,," Bilang Cinta sambil tersenyum yang berdiri di hadapannya Rio.


Sambil tertawa kecil Rio menganggukkan kepalanya dan mau melakukan apa yang diinginkan oleh Cinta padanya itu.


" Oke Kakak suapin ya,," Jawab Rio sambil mengangguk.


" Heemmm tapi, Cinta nggak mau kalo makannya di samping Kak Rio,," Bilang Cinta lagi pada Rio hingga membuat Rio mengernyitkan dahinya.


" Terus, maksudnya ?" Tanya Rio seolah tidak mengerti akan maksud dari Cinta.


Karena, Rio seolah tidak mengerti maksud dari Cinta sambil menunjukkan ekspresi wajah cemberutnya Cinta segera melepaskan tangannya yang sengaja ia lingkarkan pada leher Rio. Namun, Rio langsung memutar tangan Cinta dan menarik pinggang Cinta dengan cepat hingga membuat tubuh Cinta terjatuh tepat pada pangkuan Rio.


" Ya udah kalau nggak ngerti,," Gumam Cinta yang menunjukkan ekspresi cemberutnya pada Rio.


" Jangan pergi dek,," Bilang Rio sambil memutar tangan Cinta dan menarik pinggang Cinta.


" Aakkhhh Kak Rio !!" Seru Cinta kaget ketika ia merasa bahwa tubuhnya terjatuh tepat di atas pangkuannya Rio.


Setelah Cinta sudah berada di atas pangkuannya dengan lembut Rio membisikkan suatu kata-kata romantis pada Cinta hingga membuat Cinta kembali menggelungkan tangannya di leher Rio sambil menempel hidungnya pada hidung Rio.


" Benarkah ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya yang langsung menoleh ke arah Rio dan menempelkan hidungnya pada hidung Rio.


" Hemm,," Jawab Rio mengangguk dan semakin mendekatkan bibirnya pada bibir Cinta.


Saat ini wajahnya Rio dan wajah Cinta sungguh dekat sekali sehingga hanya suara napas mereka saja yang terdengar oleh keduanya. Karena, Rio sudah bisa kembali mencairkan suasana canggung di antara mereka berdua. Oleh sebab itu, dengan lembut juga Rio mulai mendekati bibirnya pada bibir Cinta, sambil memejamkan matanya Cinta mulai bisa menerima kenyataan bahwa saat ini ia harus memberikan kelembutannya pada Rio sebagai seorang suami.


Dan dengan lembut juga akhirnya bibirnya Rio bisa mendarat dengan sempurna tepat di bibir Cinta. Cinta sungguh terkejut sekali ketika merasakan bibir Rio yang melekat tepat pada bibirnya itu, hingga Cinta tidak berani membuka matanya saat merasakan bibir Rio sudah melu.mat bibirnya itu.


CUUPP !!


Ciuman bibir Rio pelan namun pasti sudah mendarat tepat pada bibirnya Cinta.


Sebenarnya, Cinta belum ingin membuat Rio agar tidak bernafsu padanya, tapi, nyatanya Cinta sendiri yang menginginkan tindakan romantis dari Rio. Cinta merasa bahwa saat ini bibirnya Rio sungguh indah sekali dan nikmat sekali. Karena, baru pertama kalinya Cinta mendapatkan ciuman dari seorang pria tepat pada bibirnya.


Dan yang melakukan ciuman itu adalah suaminya sendiri yaitu Rio. Saat ini Rio juga terbenam di dalam kenikmatan yang tiada tara saat bibirnya sudah bisa mendarat dengan sempurna dan terasa begitu nyata. Bukan dalam mimpi, khayalan maupun maling saat ia melakukannya pada malam hari itu.


Ternyata ciuman mesra yang dilakukan secara nyata seperti ini sungguh terasa nikmat sekali apalagi jika dilakukan kepada seorang istri yang sudah diidamkannya selama ini. Semakin lama semakin dalam ciuman bibir yang dilakukan Rio pada Cinta sehingga Cinta hanya bisa mengikuti alur lembut bibir Rio dalam memberikan sensasi kenikmatan pada Cinta.


Sambil mencium mesra bibirnya Cinta, Rio sama sekali tidak melepaskan pelukannya terhadap Cinta yang ada di pangkuannya itu. Dan seketika Rio beranjak bangun dari tempat duduknya menggendong Cinta menuju ke tempat tidur.


Tanpa melepaskan ciumannya pada Cinta, dengan lembut Rio meletakkan tubuh Cinta ke atas tempat tidur. Sambil mengusap lembut rambut Cinta Rio membuka matanya dan menatap Cinta dengan bahagia bahwa saat ini dirinya sudah berani menunjukkan kasih sayangnya yang hanya akan diberikannya pada Cinta seorang.


Saat ini, satu tangan Rio menahan leher Cinta agar ciumannya tidak terlepas dari bibir Cinta dan tangan Rio satunya lagi sebenarnya akan beralih ke seluruh tubuh Cinta terutama di bagian atas bagian depan tubuh Cinta yaitu gunung kembar milik Cinta yang terlihat sungguh sempurna itu. Namun Rio belum berani melakukan hal itu pada Cinta, tapi, Cinta seakan mengerti akan apa yang diinginkan oleh setiap hasrat di dalam tubuhnya.


Oleh sebab itu, Cinta memberikan sebuah tindakan yang diinginkan oleh Rio pada dirinya itu seperti apa yang harus dilakukan pada tangan Rio yang satunya lagi. Terlihat dengan lembut Rio melepaskan ciumannya pada Cinta sambil bernapas dengan ngos-ngosan Rio tersenyum menatap Cinta.

__ADS_1


" Terima kasih, Istriku,," Ucap Rio setelah melepaskan ciumannya pada Cinta.


Hanya dengan anggukan lembutnya serta senyumannya Cinta menjawab ucapan terima kasih dari Rio.


" Iya Kak,," Jawab Cinta dengan suara napas yang memburu.


" Dek, bolehkah Kakak mengatakan sesuatu hal pada Dedek ?" Tanya Rio pada Cinta masih dengan tatapan lembutnya.


" Hemm iya Kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk lembut.


" Sebenarnya, Kakak sangat mencintai Dedek, dan menyayangi Dedek,," Bilang Rio pada Cinta dengan suara lembutnya hingga membuat Cinta tersenyum bahagia.


" Benarkah Kak ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Heemm iya dek, Kakak mohon jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kakak sendirian," Ucap Rio memastikan lagi perkataannya sendiri.


" Terima kasih Kak, iya Cinta berjanji Cinta tidak akan pernah meninggalkan Kakak sampai kapanpun,," Bilang Cinta sambil memeluk erat tubuh Rio.


Begitu juga dengan Rio senyuman yang sempurna telah terukir di wajahnya dan Rio juga membalas perbuatan Cinta yang tengah berbahagia sambil memeluk tubuhnya itu. Sambil memeluk erat tubuh Cinta lagi Rio kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Cinta. Sehingga membuat Cinta sungguh bergairah bermain-main di dalam hangatnya ciuman bibir yang dilakukan oleh Rio pada dirinya itu.


Dan seketika Cinta merasa sedikit kaget saat tangannya Rio menarik tangannya itu. Dan Cinta baru tersadar bahwa ciuman yang dilakukan oleh Rio penuh dengan kelembutan itu hanyalah khayalan Cinta saja.


" Dek, Dedek Cinta,," Panggil Rio pada Cinta sambil menjawil tangannya.


" Aakkhhh iya Kak,," Seru Cinta seketika tersadar dari lamunannya.


" Dedek ngelamunin apa, hayooo ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menunjukkan senyuman indahnya.


" Aakkhhh Kak Rio pengen tahu aja,," Bilang Cinta yang akan melangkah pergi dari tempat Rio dengan wajahnya yang masih tersipu merah.


" Ternyata hanya khayalan saja,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil melirik ke arah Rio dan menatap lembut bibirnya Rio yang terlihat sungguh nikmat sekali.


Karena, hanya khayalan yang terjadi pada pikirannya itu hingga membuat Cinta beralih pergi mengambil kursi di hadapan Rio. Dan akan diletakkannya tepat di samping tempat duduknya Rio, namun, saat Cinta akan mengambil kursi itu dengan segera Rio mencegah tindakannya itu.


" Eehhh jangan pergi duduk disini aja, Kak Rio mau makan tapi sambil nyuapin Dedek,," Bilang Rio sambil tersenyum menatap Cinta yang akan pergi ke seberang hadapannya itu.


" Heemm, benarkah ?" Seru Cinta yang akan pergi mengambil kursi di hadapannya.


" Iya dek,, gak usah ambil kursi duduk disini aja,," Bilang Rio sambil menunjukkan kursi di sebelahnya yang bisa cukup diisi orang dua namun terasa cukup sempit.


" Hemm oke deh,," Jawab Cinta dengan segera duduk di samping Rio yang tempat duduknya agak sedikit sempit namun terasa begitu dekat akan keromantisan yang sedang berlangsung.


" Nah kalo duduk beginikan Kak Rio bisa makan sambil nyuapin Dedek,," Gumam Rio yang mulai mengambil makanan di dalam piring.


Cinta hanya bisa tersenyum senang melihat kelakuan Rio yang mengerti akan maksud hatinya itu. Walaupun saat ini Cinta dan Rio sedang makan bersama sambil saling menyuapi, tapi, di dalam benak Cinta masih merasakan suatu hal yang mengganjal hatinya yaitu sebuah keromantisan yang harus dilakukan oleh setiap pasangan suami dan istri.


Mungkin saat ini Cinta belum bisa mendapatkan sebuah hubungan yang terasa begitu erat dan penuh keromantisan. Tapi, suatu saat nanti Cinta sendirilah yang akan mendapatkan secara langsung semua keromantisan dari Rio suaminya itu.


" Walaupun saat ini kami berdua hanya menyantap makanan dengan keseruan yang ada, namun, sama sekali tidak sama dengan khayalan yang baru saja aku alami, namun suatu saat nanti akan aku tunjukkan pada Kak Rio bahwa sebenarnya aku ingin Kak Rio menganggapku sebagai seorang istri yang sebenarnya,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum membuka mulutnya dan menerima makanan yang disuapkan oleh Rio.


Disela kesibukan Cinta dan Rio yang sedang menyantap makan malam itu, Cinta langsung saja mengatakan bahwa ia ingin segera pulang ke kampung mereka. Agar mereka tidak terlalu berhura-hura membuang uang dengan berlama-lama di tempat ini. Dan Rio hanya bisa menuruti semua kehendak yang diinginkan oleh Cinta padanya.


****

__ADS_1


__ADS_2