Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 1 Agustus


__ADS_3

Dan kali ini dengan perlakuan lembutnya Rio membalikkan tubuh Cinta yang masih saja memikirkan untuk menjawab apa pertanyaan awal dari Rio. Sehingga perlakuan lembut Rio itu membuat Cinta sedikit terpengaruh dan tidak tahu jika tubuhnya itu sudah sengaja diputar secara perlahan oleh Rio sehingga menghadap langsung wajah Rio yang begitu lembut menatap tubuh halus Cinta.


Betapa senang dan bahagianya Rio ketika melihat wajah Cinta sambil memejamkan matanya karena, menahan rasa malu yang telah dirasakan olehnya sendiri saat tubuhnya dipeluk secara langsung oleh Rio dalam suasana yang cukup hening. Memang sebenarnya Cinta merasa cukup malu ketika dipeluk seperti posisi keadaan tubuhnya seperti saat ini, namun apa boleh buat, Cinta hanya bisa merasakan kehangatan pelukan dari suaminya itu.


Apapun yang akan dilakukan oleh Rio begitu terlihat jelas dari bahasa tubuh Cinta bahwa ia akan bersedia untuk menerimanya dan bahkan menikmatinya walaupun matanya dalam keadaan tertutup. Sambil tersenyum bahagia Rio menatap lembut wajah istrinya itu, lalu, di dalam benak Rio tersirat bahwa saat ini ia begitu ingin sekali untuk melabuhkan ciuman pertamanya kepada Cinta dan hal yang dilakukannya itu secara sadar dirasakan oleh Cinta sendiri.


Dan, hasrat keinginan hatinya itupun akhirnya dilakukan oleh Rio, walaupun secara perlahan Rio menundukkan wajahnya yang saat ini tepat sekali di hadapan Cinta. Di dalam hati Rio saat ini sedang bergejolak bahwa ia sangat gugup untuk melabuhkan ciuman pertamanya itu tepat pada bibir Cinta dalam keadaan sadar.


" Istriku, sangat cantik sekali,," Gumam Rio dalam hati sambil tetap menatap wajah Cinta dengan penuh senyuman bahagianya.


" Betapa halus dan lembutnya wajahmu ini sayangku,," Gumam Rio lagi di dalam hati yang tengah memuji paras cantik dari wajah istrinya itu.


" Kak Rio harap semoga kita bisa selalu bersama selamanya ya sayang,," Ucap Rio dalam hati sambil berdoa dan berharap begitu besar sekali atas hubungan yang telah dilakukannya bersama dengan Cinta sudah hampir lebih dari beberapa bulan itu.


" Dan semoga untuk ke depannya tidak ada masalah apapun yang terjadi dalam hubungan kita ini, Kak Rio harap semoga ke depannya kita bisa melanjutkan hubungan pernikahan kita ini dengan keadaan yang sebenarnya, sayang,," Ucap Rio lagi dalam hati sambil membuat sebuah harapan besar di dalam hubungannya itu.


Lalu, setelah memiliki sebuah harapan besar dan memanjatkan doa dari keinginannya itu dengan perlahan dan lembut Rio menundukkan kepalanya mendekatkan wajahnya dengan wajah Cinta dan pastinya ingin merapatkan bibirnya dan bibir Cinta yang begitu segar terlihat.


" Sepertinya, aku harus mengungkapkan perasaan yang selama ini aku rasakan padanya sekarang juga,," Ucap Rio dalam hatinya, dimana saat ini ia telah selesai memanjatkan doa dan harapannya yang begitu besar terhadap hubungannya dengan Cinta.


Namun untuk sesaat Rio telah memikirkannya lagi, jika saat ini Rio ingin mengungkapkan perasaannya pada Cinta rasanya waktu dan keadaannya kurang tepat sekali, karena, diluar tepat di depan pintu kamarnya ada seseorang yang sedang menonton televisi yaitu Arif.


Dan juga jika Rio ingin mengungkapkan perasaannya saat ini momen yang diambil serta kenangannya tidak terlalu manis dan juga tidak terlalu penting sehingga Rio mengurungkan niatnya untuk menyatakan cintanya kepada Cinta.


" Bibirnya begitu manis, apakah yang ingin kulakukan ini membuat Cinta akan menerima perasaanku atau sebaliknya ?" Tanya Rio dalam hati yang merasa masih meragukan tindakannya itu.


Sehingga, yang tadinya Rio berhasrat ingin sekali menyentuh tubuh Cinta dengan lembut dimulai dari ciuman pertamanya untuk Cinta, namun hal itu tidak jadi Rio lakukan karena, waktu saat ini kurang tepat untuk dilakukan olehnya.


" Aaakkhh, rasanya kurang tepat jika aku menyatakan perasaanku ini padanya,," Pikir Rio dalam hati dan terlihat dari paras wajahnya yang masih ragu-ragu dalam tindakannya itu.


Karena, tindakan yang ingin dilakukannya itu tidak jadi ia lakukan, akhirnya dengan perlakuan lembutnya kepada Cinta tangan Dio mengusap lembut wajahnya Cinta, sambil memberikan kec-upan manis tepat di atas puncak kepalanya Cinta. Karena, perlakuan Rio itu yang awalnya membuat Cinta menutupkan matanya karena merasa malu melihat kedatangan Rio dengan sengaja datang mendekatinya.


CUPP!! Kecu-pan lembut yang baru saja didaratkan oleh Rio tepat di atas kepala Cinta hingga membuat Cinta merasa kaget namun begitu nyaman baginya hingga Cinta tidak mau membuka matanya kembali.


Namun, tiba-tiba Cinta merasakan sedikit kaget atas perlakuan lembut Rio yang tengah memberikan sentuhan lembut di atas puncak kepalanya itu. Setelah merasakan lembutnya ciu-man yang memang sengaja telah diberikan oleh Rio barulah Cinta membuka matanya sambil menatap Rio dengan tersipu malu. Begitu jelas sekali terlihat saat ini kedua pipinya memerah dan juga matanya memberikan tatapan yang berbinar-binar.


Ketika melihat tatapan mata yang berbinar-binar ditampakkan oleh Cinta di hadapannya Rio hal itu membuat Rio melemparkan senyuman manisnya dan langsung menanyakan perihal apa yang telah membuat Cinta menatapnya seperti saat ini.


" Ada apa, heemm ?" Tanya Rio dengan nada suara lembutnya pada Cinta.


" Terima kasih, Kak,," Ucap Cinta dengan tatapan mata yang berbinar-binar.


" Heemm, ya dek,," Jawab Rio sambil tersenyum dan mengelus lembut rambut Cinta.


Seketika Cinta terdiam lalu mengulas senyumannya kembali menatap wajah Rio. Saat ini Rio sudah bisa memberanikan diri untuk meledek Cinta dan dengan sengaja Rio memberikan sebuah pertanyaan lagi pada Cinta hingga membuat Cinta tertunduk malu.


" Kenapa, Dedek mau lagi ?" Tanya Rio dengan nada suara yang lembut.

__ADS_1


" Apa kak ?" Tanya Cinta balik kepada Rio yang memang tidak tahu apa-apa mengenai maksud dari ucapan Rio barusan.


" Dedek mau lagi kakak cium,," Bilang Rio sambil tersenyum lucu di hadapan Cinta, sehingga membuat Cinta spontan tersipu malu dan menundukkan wajahnya.


Namun, ketika Cinta menundukkan wajahnya Cinta teringat akan ucapan Rio yang memang tengah meledeknya itu, oleh sebab itu Cinta juga membalas ledekan Rio dengan spontan mencubit perut Rio yang hanya menggunakan handuk saja.


" Iihhh Kak Rio apa-apaan sih,," Bilang Cinta dengan spontan mencubit lembut perut Rio.


" Aaawww Dedek geli,," Ucap Rio ketika perutnya baru saja dicubit oleh Cinta.


" Rasakan sendiri kenapa suka banget meledek Cinta,," Gumam Cinta yang masih tetap mencubit perut Rio.


" Hahaha udah dek, geli,," Ungkap Rio sambil tertawa-tawa yang tengah merasakan geli di bagian perutnya karena dicubit lembut oleh Cinta.


Rio dan Cinta saat ini tengah tertawa bersama di dalam kamarnya itu dan ketika Cinta sedikit menunduk karena melihat tubuhnya Rio yang hanya menggunakan handuk saja. Serta memang mereka saat ini belum menginginkan sesuatu hal yang aneh-aneh terjadi. Serta dikarenakan, saat ini masih ada Arif yang tengah berada di dalam rumah mereka. Dengan sengaja Cinta meledek Rio untuk segera menyuruhnya mandi.


" Oke, Cinta hentikan,," Ucap Cinta sambil menghentikan tindakannya yang tengah mencubit perut Rio.


" Oh iya aku hampir lupa, Kak Rio belum mandi ya,," Ucap Cinta yang terdengar seolah sedang meledek Rio.


" Iya memang benar dek,," Jawab Rio menganggukkan kepalanya.


" Iiihhh bau, ya udah mandi sana," Ucap Cinta yang menyuruh Rio untuk segera mandi.


" Siap Dek," Jawab Rio sambil membawa handuk lainnya lagi untuk menutupi bagian punggungnya.


Sambil tertawa-tawa melihat kelakuan Rio yang masih merasa geli karena cubitan perut yang dilakukan oleh Cinta sendiri. Saat ini Rio tengah membuka pintu kamarnya dan Cinta juga ikut keluar dari kamar, untuk menyiapkan makan malam mereka secara bersama-sama di malam yang sedang turun hujan ini.


" Iya, iya, nanti kalau Kakak udah mandi pasti gak bau lagi,," Jawab Rio ketika berada di luar kamar.


Ketika Rio dan Cinta sudah berada di luar kamar sambil tertawa-tawa dan hal itu membuat Arif yang tengah berada di rumah keluarga tepatnya di depan televisi. Sambil menyantap Snack yang memang sengaja diletakkan oleh Cinta di dekat Arif yang sedang bersantai itu ikut merasakan kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh Cinta dan Rio secara bersama.


Sambil ikut tertawa Arif langsung bertanya pada Cinta mengenai perihal ucapan Cinta yang tengah meledek Rio sambil tertawa-tawa itu. Tentu saja Arif juga ikut meledek Rio yang memang terlihat jelas tengah memberikan dukungannya terhadap Cinta.


" Hahahah, ada apa Mbak Cinta ?" Tanya Arif kepada Cinta ketika Cinta tertawa senang saat keluar dari kamarnya.


" Ini loh Mas Rio mu, belum mandi udah mau tidur,," Bilang Cinta sambil memainkan perannya.


" Welehh Mas Rio, masa belum mandi udah mau tidur,," Ucap Arif yang ikut-ikutan meledek Rio.


" Mana, Mbak mu ini hanya main-main Rif,," Jawab Rio ikut balik memberikan ledekan pada Cinta.


" Mbak mu ini hanya ingin meledek Mas, supaya mas bisa tidur dengannya, karena, Mbak mu ini takut tidur sendirian kalau lagi hujan,," Sambung Rio lagi yang masih tetap membalas ledekan Cinta.


" Eehhhh, bukan seperti itu, nggak Rif, nggak Rif itu bohong,," Ucap Cinta langsung menyela jawaban Rio yang tengah membalas ledekannya itu.


" Ada-ada aja bilang Dedek takut sendirian bobo di kamar, ya udah gih mandi sana,," Ucap Cinta lagi pada Rio sambil tersenyum.

__ADS_1


" Hehehehe, maaf-maaf, ya udah Kakak mandi dulu,," Bilang Rio yang meminta izin kepada Cinta untuk segera masuk ke dalam kamar mandinya.


" Oke Rif mas mandi dulu ya," Bilang Rio kepada Arif yang ikutan bahagia ketika melihat kebahagiaan rumah tangga kakak angkatnya itu.


" Iya mas, ya udah mandi sana,," Jawab Arif sambil ikut merasakan kebahagiaan rumah tangga Cinta dan Rio.


Sambil tersenyum bahagia Rio langsung masuk ke dalam kamar mandinya, sedangkan Cinta masih berdiri di antara depan kamarnya dan juga bagian dapur. Seketika bunyi gemuruh hujan menggelegar membuat Cinta spontan berteriak sambil menutupi kedua telinganya hingga membuat Arif juga menutup kedua telinganya karena efek besarnya suara gemuruh barusan lewat di tengah hujan malam ini.


" Aaawww,," Teriak Cinta dengan spontan menutup kedua telinganya.


" Kenapa Mbak ?" Tanya Arif kepada Cinta yang terlihat sama seperti keadaan Cinta saat ini.


" Kaget Rif, gemuruhnya gede banget,," Jawab Cinta sambil menurunkan kedua tangannya setelah gemuruh hujan telah mereda.


" Hehehe, iya mbak sama, Arif juga sering begitu,," Jawab Arif sambil mengelus dadanya sendiri.


Seketika Cinta melihat Arif tengah menikmati camilan yang ada di hadapannya sendiri sambil menonton televisi yang antenanya berada di dalam rumah. Jadi, cukup aman untuk menonton siaran televisi di saat keadaan cuaca sedang hujan seperti saat ini.


Karena, perut sedikit terasa kosong dan juga mereka belum makan malam ini. Akhirnya Cinta berinisiatif untuk memasak makan malam pada malam ini. Ya, walaupun Cinta belum terlalu bisa memasak makanan yang enak, tapi memasak makanan untuk mengganjal perut yang kosong bisa menjadi makanan yang enak apalagi pada malam tengah hujan seperti saat ini.


" Lapar,," Gumam Cinta dengan suaranya yang tidak terlalu terdengar oleh Arif.


" Pasti Kak Rio juga lapar," Ucap Cinta lagi yang tengah memperkirakan keadaan perutnya Rio.


" Lebih baik aku masak saja, malam ini, lagian juga, aku dan Kak Rio belum makan dari kami pergi tadi sampai sekarang,," Gumam Cinta lagi sambil mengingat kembali terakhir kapan mereka makan.


Memang benar selama di perjalanan saat pulang dari kota tempat Rio mengambil bibit ikan untuk mengisi kembali kolam ikannya. Serta tujuan pasti Rio pergi ke kota bukan hanya sekedar mengambil dan membeli bibit ikan saja melainkan untuk mengambil surat keterangan pernikahan mereka yang telah mereka lakukan sebelum mereka tiba di desanya itu.


Sambil menuju ke arah dapur untuk memasak makanan pada malam ini, Cinta menanyakan perihal makanan apa yang ingin dimakan oleh Arif setelah menunggu lama rumah mereka yang memang sengaja ditinggal oleh Cinta dan Rio selama ini.


" Rif Mbak tinggal dulu ya ke dapur,," Ucap Cinta kepada Arif yang sedang duduk santai di tengah ruang rumahnya.


" Oh iya Mbak," Jawab Arif sambil menganggukkan kepalanya.


" Oh iya Rif, Mbak mau masak, kamu mau nitip makanan apa ?" Tanya Cinta langsung pada Arif seolah Arif adalah keluarganya sendiri.


" Waduh mbak nggak usah repot-repot, sebenarnya Arif masih kenyang,," Jawab Arif yang masih merasa malu ketika diminta menu request-nya untuk menu makan malam.


" Eeiihh, kenapa juga harus repot, kita makan bersama malam ini, kan jarang-jarang Rif kita makan bareng," Ucap Cinta sambil tersenyum pada Arif.


" Hehehehe, iya juga ya Mbak,," Jawab Arif sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Tapi, jujur Arif sudah makan Mbak, sebelum mbak dan mas Rio sampai di rumah,," Jawab Arif lagi yang masih merasa malu pada tawaran Cinta.


" Heemmm, itu beda, kau makan sendirian tanpa kami berdua, nah malam ini kita makan bersama rif,," Bilang Cinta yang masih tetap menawarkan makanan pada Arif.


" Benar juga ya Mbak,," Jawab Arif sambil menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Cinta.

__ADS_1


Karena, sudah terlalu ditawarkan oleh Cinta mengenai perihal makanan apa yang akan di request oleh Arif. Akhirnya Arif menerima tawaran dari Cinta untuk memasak makanan apa yang diinginkan oleh Arif sendiri.


****


__ADS_2