Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 95 Bepergian !!


__ADS_3

Setelah selesai berbicara kepada Maminya Rossa segera keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya mendekati posisi Arif yang sedang memberikan umpan ikan.


" Heemm ternyata babu kecil itu lagi ngasih makan ikannya,," Gumam Rossa sambil melangkahkan kaki mendekati Arif.


Sedangkan, Arif sendiri begitu terkejut ketika melihat Rossa yang tiba-tiba sudah ada saja di depan kediamannya ini, begitu jelas sekali terlihat ekspresi malas dari wajah Arif dalam melayani kedatangan tamu seperti Rossa saat ini.


" Heehh, sudah ada saja tuh nenek cerewet !!" Celetuk Arif dengan ekspresi wajah yang terlihat malas.


" Aaahhh, mending kayak gak tahu aja kalau tuh nenek datang,," Gumam Arif sambil membalikkan tubuhnya seolah tidak melihat adanya orang yang datang ke tambaknya itu.


" Daripada aku nyamperin tuh nenek, lebih baik nenek itu sendiri yang nyamperin kesini,," Ucap Arif sendiri yang masih mengomel ketika melihat kedatangan Rossa.


" Memangnya dia siapa mau dihormati melulu, Mbak Cinta aja yang sopan gak pernah minta dihormati dan dilayani seperti dia," Gerutu Arif lagi yang sengaja membandingkan sikap Cinta dan Rossa.


" Paling dia kesini mau nanyain berapa lama Mas Rio pergi," Gumam Arif lagi yang menerka maksud dari kedatangan Rossa.


" Uuuhhh memangnya siapa dia bagi Mas Rio, dasar mata duitan, giliran Mas Rio bawa mobil mewah aja ke kampung langsung tuh nempelin Mas Rio terus." Ucap Arif lagi sambil memonyongkan bibirnya sendiri.


Lalu, Arif yang masih sibuk dengan gerutunya itu tiba-tiba Rossa dengan sengaja menegur Arif dengan suara keras hingga membuat Arif kaget. Untung saja Arif sudah tahu kedatangan Rossa ke tempatnya, sehingga Arif masih bisa menyeimbangkan tubuhnya sendiri dan tidak terjatuh ke dalam tambak.


" Eehh, babu !!" Tegur Rossa kepada Arif dengan suara keras hingga membuat Arif kaget.


" Oalah Mbak, bikin kaget saja, kalau nyapa orang lihat situasi donk, hampir saja saya terjun kolam,," Celetuk Arif sambil mengelus dadanya sendiri.


" Alah jangan berpura-pura kaget,," Ucap Rossa dengan wajah serius.


" Heemm, ada apa Mbak ke tambak, mau beli ikan,," Ucap Arif yang menawarkan dagangannya kepada Rossa.


" Bukan, siapa juga yang mau beli ikan." Jawab Rossa dengan keras.


" Lalu ?" Tanya Arif berpura-pura penasaran.


" Ya, nanyain Mas Rio donk,," Seru Rossa hingga membuat Arif mengangguk-angguk seolah mengerti.


" Oohhh, mau nanyain Mas Rio." Jawab Arif sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Iya, kapan Mas Rio kembali ke kampung ?" Tanya Rossa lagi dengan tidak sabaran.


" Nggak tahu juga Mbak," Jawab Arif dengan wajah begitu yakin.


" Soalnya Mas Rio nggak bilang kapan dia kembali dan Mbak Cinta juga,," Jawab Arif terlihat begitu meyakinkan serta terhenti oleh Rossa karena, Rossa jelas sekali terlihat bahwa ia tidak menyukai disaat Arif menyebutkan nama Cinta.


" Sudah, sudah, nggak usah diteruskan,," Celetuk Rossa yang sengaja menghentikan ucapan Arif.


" Jadi, benar kamu tidak tahu, kapan Mas Rio kembali ?" Tanya Rossa sekali lagi kepada Arif.


" Iya Mbak, jika saya tahu kapan Mas Rio kembali, untuk apa saya jawab seperti itu,," Jawab Arif lagi yang terlihat begitu meyakinkan Rossa.


" Ya sudah kalau kamu tidak tahu,," Ucap Rossa dengan wajah cemberutnya.


" Eemmm, bagaimana caranya agar aku bisa tahu kapan Mas Rio kembali,," Gumam Rossa sendiri yang pastinya terdengar oleh Arif.


Ketika, Rossa sedang memikirkan sesuatu hal tentang dirinya sendiri bagaimana caranya bisa mengetahui dimana keberadaan Rio saat ini. Arif sendiri malah lebih memilih melangkah menjauhi Rossa yang sedang berpikir itu. Dan juga Rossa terlihat tidak memperdulikan mau kemana Arif pergi melakukan pekerjaannya, karena, bagi Rossa percuma saja ia bertanya kepada Arif tentang kapan Rio kembali ke kampungnya itu. Sedangkan, Arif sendiri tidak tahu kapan jadwal Rio kembali.


" Heemm, sepertinya percuma saja aku disini,," Gumam Rossa kembali tersadar dari lamunannya.


" Babu itu saja tidak tahu kapan Mas Rio kembali, lebih baik aku pulang saja dan besok aku kembali lagi ke kediamannya siapa tahu besok Mas Rio udah kembali,," Ucap Rossa lagi sambil memberikan pencerahan dan semangat bagi dirinya sendiri.


Tanpa harus memberitahu Arif bahwa ia ingin pulang, Rossa begitu saja pergi meninggalkan tempatnya dan langsung saja menuju ke tempat mobilnya yang sedang terparkir. Sesampainya, di tempat parkiran mobil, Maminya Rossa sengaja membuka sedikit kaca mobil dan langsung bertanya kepada putrinya apakah pertanyaan putrinya membuahkan hasil.

__ADS_1


" Bagaimana, kapan anak janda itu kembali lagi ke sini ?" Tanya Mami Rossa kepada Rossa yang sedang melangkah mendekati mobilnya.


" Nggak tahu, babu itu aja nggak tahu kapan Mas Rio kembali, Mi,," Jawab Rossa dengan wajah cemberut.


" Heemm, ya sudah kalau begitu lebih baik kita pulang, untuk apa ditungguin orang yang gak jelas seperti anak janda itu,," Ucap Mami Rossa sembari menutup kembali kaca mobilnya.


" Heemmm, Mami, Mami belum lihat saja, jika nanti udah lihat bagaimana Mas Rio sekarang, pasti Mami sendiri yang setuju jika Rossa bersanding dengan Mas Rio,," Gerutu Rossa sendiri sambil membuka pintu mobilnya.


Saat ini Rossa sudah masuk ke dalam mobilnya dan akan menyalakan mesin mobilnya. Sedangkan, Arif sendiri melirik ke arah mobilnya Rossa yang terparkir itu hendak keluar dari tambaknya. Setelah mobil itu keluar dari tambaknya dengan segera Arif menggerutu kesal sendiri terhadap tingkah laku dari putrinya kepala desa di kampungnya ini yang terkenal begitu sombong.


" Uuuuhhhhh, dasar nenek cerewet, wanita sombong,," Seru Arif sambil memonyongkan bibirnya yang terlihat begitu tidak menyukai dengan perilaku Rossa.


" Siapa juga yang mau kasih tahu dia, kapan Mas Rio kembali, emang dia siapanya Mas Rio, dasar wanita terlalu angkuh dan tidak laku,," Ucap Arif lagi yang sesuai dengan kenyataan dalam diri Rossa.


Memang benar sekali apa yang dikatakan oleh Arif, di dalam kampungnya ini Rossa sama sekali tidak memiliki teman cewek ataupun cowok, karena, bagi Rossa berteman dengan orang yang berada di kampung sama saja merendahkan martabatnya sebagai anak kepala di desa ini. Pastinya Rossa lebih memilih mencari teman di luar kampungnya, apalagi mempunya seorang pacar, itu jelas sekali terlihat, tidak mungkin Rossa memilih orang yang jelas dibawa kehidupannya untuk dijadikan pacar.


Wajar saja jika mata Rossa terlihat begitu senang ketika mengetahui kebenaran bahwa saat ini Rio bukanlah anak seorang janda yang miskin seperti dahulu, melainkan seorang pria yang tampan dan terlihat memiliki kekayaan lebih dari orang tuanya. Padahal sebenarnya Rio hanyalah seorang supir yang menjadi suami Cinta agar mereka bisa tinggal bersama di kampungnya ini. Oleh sebab itu, Rossa yang sedari kecil memang suka dengan ketampanan Rio hingga dewasa ini perasaan suka dari sosok wajah hingga sosok keuangan dari diri Rio juga.


Dan, Rossa sendiri juga akan melakukan apapun untuk mendapatkan semua yang diinginkannya termasuk mendapatkan Rio seorang diri. Hingga membuat Rio harus menceraikan Cinta agar ia bisa memiliki Rio seutuhnya.


Di dalam ruangan kamarnya tempat Cinta dan Rio sedang menginap, Cinta begitu semangat sekali menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa saat pergi keluar dari kamar ini. Memang barang-barang yang tidak terlalu penting mereka tinggalkan sementara di dalam kamar Villa, karena, setelah jalan-jalan dari luar mereka akan kembali lagi ke penginapan ini.


" Oh ya Kak, kita langsung check out atau masih tetap nginap disini malam nanti ?" Tanya Cinta kepada Rio terlihat dari wajahnya begitu serius sekali.


" Eemmm, sepertinya kita nginap disini lagi deh dek,," Jawab Rio yang juga sedang mempersiapkan keperluannya.


" Oohhh, kalau gitu barang-barang ini kita tinggalkan di kamar ini aja,," Bilang Cinta sambil memberikan sebuah ide.


" Oke juga dek,," Jawab Rio mengangguk.


" Oh ya Dedek udah siap untuk perginya ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Ya udah kalo gitu, ayo kita berangkat,," Ajak Rio pada Cinta sambil menjulurkan tangannya untuk menggandeng tangan Cinta.


" Hehehe, oke kak,," Jawab Cinta tersenyum langsung menyambut tangan yang telah diulurkan oleh Rio.


Sambil tersenyum melihat wajah Cinta yang begitu semangat sekali untuk berpergian hari ini. Dengan segera Rio membuka pintu kamar lalu melangkah keluar dan tetap terus menggandeng tangan istrinya itu dengan erat. Ketika diperlakukan lembut seperti itu Cinta merasa lebih bahagia dibandingkan sikap Rio selama ini yang terlihat begitu menghormatinya hanya karena dia seorang majikan. Namun, Cinta menginginkan sikap Rio yang romantis serta hangat seperti ini dan akhirnya terkabul juga ketika mereka berdua sudah menikah.


Setelah menginformasikan pada bagian resepsionis bahwa mereka hanya bepergian dan belum untuk check out dari kamarnya itu barulah Cinta dan Rio dengan sangat nyaman bisa pergi kemanapun mereka akan tujukan hari ini. Sesampainya di tempat parkir mobil dengan sengaja Rio membuka pintu mobil untuk Cinta tepat di samping tempatnya.


" Silahkan masuk, Dedek,," Ucap Rio yang mempersilahkan Cinta untuk masuk ke dalam mobil.


" Terima kasih, Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum dan segera masuk ke dalam mobilnya.


Setelah memastikan kondisi mobil di bagian tempatnya Cinta sudah aman barulah Rio melangkahkan kakinya memutar mobil dan masuk ke dalam tempat duduk di belakang kemudi. Sambil tersenyum manis menatap Cinta sekilas, dengan segera Rio menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu ke jalanan.


Di tengah perjalanan yang akan mereka lakukan, Cinta kembali bertanya tempat mana yang harus mereka datangi terlebih dahulu hari ini.


" Oh ya Kak, kita mau kemana dulu ?" Tanya Cinta menanyakan tujuan pertama kepergian mereka berdua.


" Eemmm, pertama kita ke tempat tambak bibit ikan dulu ya dek, karena, Kakak mau pesan dulu bibit ikannya,," Jawab Rio sambil menoleh sekilas melihat Cinta.


Dan terlihat Cinta sedang mengangguk mengerti jawaban dari Rio.


" Lalu setelah itu kita ke kantor urusan agama untuk mengambil surat keterangan nikah,," Bilang Rio lagi dengan jelas.


" Oke, Cinta nurut aja Kak, yang penting Kak Rio bawa mobilnya tetap hati-hati ya,," Ucap Cinta seraya menempelkan kepalanya pada lengan Rio.


" Iya dek, makasih ya atas supportnya,," Ucap Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.

__ADS_1


Tidak menunggu waktu lama, hanya beberapa menit perjalanan yang ditempuh oleh kendaraan Cinta dan Rio telah sampai ke tujuan pertama mereka berdua yaitu tambak bibit ikan. Karena, sudah begitu mengenali tempat ini, secara langsung Rio memasukkan mobilnya ke area parkir tambak dan mengajak Cinta untuk segera turun dari mobilnya itu.


" Kita udah sampai dek,," Ucap Rio pada Cinta sambil menghentikan mobilnya.


" Udah sampai ?" Tanya Cinta singkat.


" He'eh ini tempatnya,," Jawab Rio sambil mengangguk.


" Ooohhh, jadi ini tempat Kak Rio sering beli bibit ikan ya ?" Tanya Cinta lagi.


" Iya itu waktu masih remaja dulu, tapi, sekarang udah lama nggak dek, karena, Kakak kerjanya di tempat Dedek, ya paling Arif yang sering kesini,," Jawab Rio menjelaskan maksud dari pertanyaan Cinta.


" Oohh,," Jawab Cinta mengerti.


" Ya udah yuk turun,," Ajak Rio pada Cinta.


" Oke kak,," Jawab Cinta dengan segera membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya itu.


Cinta segera keluar dari mobilnya beserta Rio juga, setelah memastikan keadaan mobilnya terkunci dan aman. Seperti di awal saat mereka pergi tadi, Rio tetap mengulurkan tangannya dan menggandeng Cinta untuk melangkah masuk ke dalam tempat tambak bibit ini.


Betapa senangnya Cinta ketika masuk ke dalam tempat pembibitan ikan bahwa banyak sekali macam bibit ikan yang selalu dibuat untuk usaha tambak. Sambil melihat dengan wajah cerianya, tak disangka Cinta terperanjat dan berdecak kagum sendiri melihat ikan-ikan kecil yang berbeda macam di dalam tambak yang berbeda juga.


" Waahhhhh, ternyata banyak sekali variasi ikannya,," Seru Cinta merasa senang ketika melihat keadaan suasana tambak.


" Memang banyak dek,," Jawab Rio yang ikutan bahagia ketika melihat wajah Cinta begitu ceria sekali.


" Memangnya Dedek mau memelihara yang mana ikannya, biar nanti sekaligus kita beli ?" Tanya Rio langsung pada Cinta.


" Aaakkkhh benarkah ?" Tanya Cinta balik pada Rio dengan wajah semangatnya.


" He'eh,," Jawab Rio mengangguk.


" Eemmm mau yang itu,," Ucap Cinta sambil menunjuk ke sebuah tambak yang berisikan ikan berwarna indah yaitu ikan mas yang berwarna-warni.


" Ikan mas ?" Tanya Rio ketika melihat bibit ikan yang ditunjukkan oleh Cinta.


" Itu ikan mas ya Kak ?" Tanya Cinta balik pada Rio.


" Iya dek, itu bibit ikan mas,," Jawab Rio meyakinkan Cinta.


" Oohhh, lucu banget sih kalau ikannya kecil seperti itu,," Gumam Cinta masih terlihat senang ketika melihat bibit ikan mas yang terlihat indah di dalam tambak.


" Hihihi, Dedek mau yang itu, oke nanti sekaligus Kak Rio tambahkan dalam daftar pesanan bibit." Bilang Rio untuk memberikan kesenangan pada Cinta.


" Aaahhh beneran Kak ?" Tanya Cinta serius melirik wajah Rio.


" Iya bener, karena, memang udah ada dalam daftar pesanan bibit yang Kakak tulis,," Jawab Rio sehingga membuat Cinta bersungut.


" Heemmm, Kak Rio, suka banget sih godain Cinta,," Bilang Cinta dengan wajah lucunya.


" Nggak, nggak jangan cemberut, nanti nggak cantik lagi," Ungkap Rio sengaja membujuk istri manisnya itu.


" Hehehehe, nggak kok,," Jawab Cinta tersenyum senang.


" Ya udah yuk kita kesana,," Ajak Rio pada Cinta untuk melihat ke tempat lainnya.


Disaat Rio sedang mengajak Cinta untuk menuju ke tempat lainnya sambil melihat-lihat keadaan isi tambak lain. Seorang pria separuh baya sedang melangkah mendekati Rio dan Cinta yang terlihat seru sekali melihat-lihat keadaan isi tambak. Dan, bapak itu sendiri tersenyum seperti mengenali siapa yang sedang datang ke tambaknya itu.


****

__ADS_1


__ADS_2