
Ketika semua pelayan mendengar suara teriakan Claire cukup kuat dan mengagetkan aktivitas mereka sehingga membuat semua pelayan langsung berlarian kecil menuju ke arah kolam renang, hal itu membuat Claire sedikit merasa kesal akan kelakuan pelayan yang berprasangka bahwa dirinya sedang mengalami depresi itu. Sehingga hal yang dilakukan oleh pelayan dengan maksud yang baik bukannya membuat Claire menjadi senang malah membuat Claire sebaliknya yaitu memarahi para pelayan yang memberikan sebuah pertanyaan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Karena, sudah dapat dilihat oleh semua pelayan yang berdatangan bahwa keadaan Claire yang mengejutkan mereka saat ini tidak terjadi apa-apa, sehingga membuat Claire sendiri merasa jengkel dengan kelakuan semua pelayan yang berdatangan itu. Akhirnya Claire mengusir semua pelayan itu agar tidak mengganggu dirinya yang sedang merasa kesal dengan kelakuan bibi nya sendiri serta kelakuan Axeloe dan juga Krystal.
" Kenapa masih disini ?" Tanya Claire dengan sedikit membentak para pelayan yang masih berdiri di pinggiran kolam.
" Maaf Nona, Nona benar tidak apa-apa ?" Tanya salah satu pelayan yang cukup memberanikan dirinya untuk bertanya keadaan Claire.
" Tidak apa-apa, memangnya kenapa ?" Tanya Claire balik pada pelayan tersebut.
" Tidak kenapa-kenapa Nona, hanya,," Ucap pelayan tersebut yang terputus karena, Claire langsung bertanya kembali padanya.
" Hanya kenapa ?" Tanya Claire memutuskan jawaban pelayan tersebut.
" Tidak ada Nona,," Jawab pelayan tersebut yang tidak mau berdebat panjang dengan Claire.
" Ya sudah kalau tidak ada kenapa kalian masih disini, kalian tidak punya pekerjaan apa hah!!" Bilang Claire yang sedikit membentak dan masih berada di dalam kolam renang.
Pastinya semua pelayan kaget dengan ucapan Claire yang terdengar begitu kasar saat mengusir para pelayan yang cukup ramai menghampiri Claire itu. Dan bentakan Claire itu cukup membuat para pelayan bubar dari tempatnya dan segera pergi ke tempat pekerjaan mereka masing-masing sambil sedikit membicarakan persoalan Claire yang begitu kasar saat mengusir mereka semua.
" Ah, baik Nona, kalau memang tidak ada sesuatu yang terjadi pada Nona, kami mohon izin,," Ucap salah satu pelayan yang cukup berani meminta izin pergi dari tempat mereka kepada Claire.
Tentu saja pelayan tersebut yang telah memberanikan diri untuk memohon izin kepada Claire adalah pelayan yang cukup tinggi jabatannya di dalam kediaman besar milik Martin. Entahlah dari mana Martin bisa mendapatkan kediaman yang begitu besar dan megah serta memiliki banyak sekali para pelayan itu, sehingga membuat Claire merasa cukup heran juga apa yang sebenarnya terjadi pada Martin sebelum ia memiliki tempat kediaman sebesar dan semegah ini.
Hal itu membuat Claire banyak sekali memiliki pertanyaan, namun pertanyaan yang ingin dipertanyakannya kepada Martin belum sempat ia utarakan, karena, untuk apa ia bertanya kepada Martin jika ia sendiri ingin menikmati kemewahan dan keindahan yang ia dapat serta ia peroleh dari kakak sepupunya ini. Ya, bagi Claire hitung-hitung setelah keluar dari kediaman Alexandre ada tempat yang mewah serta nyaman untuk ia tempati. Meskipun tempat kediaman Martin ini tidak semegah milik Alberto.
Tapi, bagi wanita yang hanya memiliki sebuah pemikiran bahwa hidupnya itu tidak bisa di tempat yang biasa saja dan tidak bisa hidup tanpa adanya kemewahan. Oleh sebab itu, kediaman Martin ini cukup lumayan bagi Claire saat ini, karena, ia sama sekali tidak mau tinggal dan pergi ke apartemen milik Gladys yang tidak terlalu mewah itu. Karena, bagi wanita seperti Claire tempat Gladys memang cukup bagus dan mewah tapi kalau bisa memilih lebih baik tinggal di tempatnya Martin yang memiliki sebuah kediaman megah dan mewah.
Dan setelah membentak cukup kasar dan keras kepada para pelayan di kediaman Martin itu Claire hanya berdehem saja ketika mendengar salah satu pelayan yang berada di tepi kolam itu meminta izin padanya untuk pergi dari tempatnya saat ini.
" Heemmm,," Jawab Claire yang hanya berdehem saja kepada para pelayan yang meminta izin pergi itu.
Dan semua pelayan yang ada di tepi kolam di dekat Claire semuanya pada berhamburan pergi ke tempat pekerjaan mereka masing-masing. Salah seorang pelayan yang jabatannya cukup tinggi di tempat itu merasa sedikit kesal dengan kelakuan Claire yang telah membentak mereka semua sebagai pelayan yang memberikan simpati pada kelakuan Claire yang tidak karuan.
" Heemm,, heran dengan tingkah Nona baru itu,," Ucap pelayan yang jabatannya cukup tinggi sebagai pelayan di kediaman Martin.
" Memangnya kenapa ?" Tanya temannya yang memang kebetulan menerima Claire saat Claire datang ke kediaman Martin itu.
" Aneh, seperti orang yang mengalami depresi jiwa,," Jawab kepala pelayan tersebut.
" Heemmm betul juga, tapi, saat nona itu datang memang terlihat seperti orang sedang mengalami frustasi,," Sambung pelayan yang menerima Claire saat Claire baru tiba di kediaman ini.
" Benarkah ?" Tanya kepala pelayan itu kepada pelayan lain di sebelahnya.
" Benar, tapi, ya sudahlah, tidak usah membicarakannya,," Ucap pelayan lain yang merasa sedikit takut akan yang telah dilakukan oleh mereka saat membicarakan keadaan Claire.
" Betul, dia majikan di kediaman ini, masa kita membicarakan suatu hal tentang dia, takutnya nanti kita dapat hukuman dari Tuan besar,," Ucap pelayan lain lagi yang merasa sedikit takut akan hukuman yang mereka dapatkan jika ketahuan oleh Tuan Besar mereka jika ketahuan apa yang tengah mereka bicarakan itu.
Tepat sekali jika salah satu pelayan di antara beberapa pelayan tersebut yang sedang membicarakan persoalan tentang Claire dengan sikapnya yang membuat semua pelayan di kediaman Martin ini kaget. Karena, pastinya mereka semua takut dan merasa khawatir jika sampai ketahuan Martin atau Claire sendiri. Pastinya mereka akan mendapatkan hukuman yang begitu besar dari dua orang ini yang merasa tidak suka dengan kelakuan dari para pelayannya ini.
" Betul, lebih baik kita kembali ke pekerjaan kita masing-masing," Ucap ketua para pelayan yang mengakhiri pembicaraan mereka.
Setelah memberikan sebuah kesepakatan untuk menyelesaikan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan, pastinya semua pelayan yang berada di samping ketua pelayan itu bubar ke tempat dimana mereka sedang melakukan pekerjaannya masing-masing.
Sementara itu, Claire yang masih berada di dalam kolam renang merasa jengkel sekali dengan kelakuan para pelayan yang menurutnya sendiri aneh dan tidak jelas akan kejadian yang baru saja terjadi. Dia tidak melakukan apa-apa hanya berteriak menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre, malah para pelayan di dalam kediaman Martin ini sibuk mendekati dirinya yang sedang merasa kesal itu.
Pastinya semua para pelayan itu kena semprot oleh Claire, berbagai macam kata-kata kurang bijak dan cukup kasar terdengar di telinga membuat para pelayan itu hanya bisa menelan air liurnya sendiri.
" Di istana Alexandre semua penghuninya Crazy,," Ketus Claire yang berbicara sendiri.
" Semua pelayan dan para asistennya, crazy, disini para pelayannya juga sama, sama-sama crazy,," Keluh Claire yang begitu kesal setelah mengingat kembali bagaimana perlakuan pelayan serta asisten di kediaman Alexandre yang sengaja melarang dirinya membawa semua barang berharga miliknya itu.
" Heeehhhhh!!! dan sekarang aku bertemu dengan orang-orang crazy lagi,," Gumam Claire sendiri sambil menengok ke arah kanan dan kirinya terlihat bahwa saat ini ia sedang melihat beberapa pelayan yang baru saja bubar dari tempatnya yaitu kolam renang.
" Haduuuhhh, sepertinya aku juga akan crazy, jika bertemu dengan orang-orang crazy seperti sekarang,," Keluh Claire yang sedikit menenggelamkan tubuhnya dalam kolam dengan muka sedikit meringis seolah bahwa sebentar lagi dirinya akan merasa gila jika dia berada di sekeliling orang yang membuatnya merasa gila.
Setelah meringis sendiri di dalam kolam renang setelah adanya sebuah kejadian yang cukup mengagetkan semua para pelayan. Dan saat ini pelayan itupun kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. Namun, Claire masih tetap berada di kolam renang, terlihat Claire saat ini sedang berenang kesana kemari sambil melakukan beberapa gaya renang yang sering ia lakukan saat ia berada di kediamannya Alexandre.
Karena, cukup lama berenang dan berendam di kolam renang kediaman Martin memang air kolam terasa hangat namun, jelas sangat memungkinkan jika sudah lama berendam dan berenang sudah pasti terasa kaku dan sedikit kram pada tubuh Claire tepat sekali di bagian kakinya. Sehingga hal itu membuat Claire sendiri menghentikan aktivitas renang yang ia lakukan itu.
" Aduuuhhh,," Gumam Claire ketika merasakan sedikit kram pada kakinya.
" Kenapa terasa kaku, pada kakiku,," Ucap Claire yang merasa disaat ia ingin sekali lagi menyeberang berenang kesana kemari di dalam kolam tersebut.
" Aduuhhhh, sepertinya memang benar kaku,," Ucap Claire lagi yang seketika langsung memeriksa bagian kakinya dan duduk di bagian anak tangga kolam.
" Memang benar kaku bagaimana ini,," Ucap Claire lagi sambil meringis ketika merasakan kakinya yang kaku.
Karena merasa dirinya tidak bisa bergerak diakibatkan kakinya yang sedikit kaku, akhirnya Claire menghentikan aktivitasnya dan segera mungkin untuk naik ke atas kolam, namun, kaki Claire sendiri sudah cukup kaku dan tidak bisa menapak anak tangga kolam untuk menaikkan tubuhnya ke bagian atas kolam. Dan pastinya Claire berteriak memanggil beberapa pelayan untuk membantu tubuhnya agar bisa naik ke atas kolam renang.
" Pelayan, pelayan,," Teriak Claire dengan suaranya yang cukup besar dan kuat.
Namun, sayangnya ketika Claire berteriak memanggil para pelayan, para pelayan itupun tidak mendengar suara Claire dari dalam kolam renang, sehingga membuat Claire begitu kesal dengan kelakuan para pelayan yang seolah tidak mendengar suara teriakannya itu. Dan memang benar semua pelayan yang berada di dalam kediaman Martin memang tidak ada yang aktivitas pekerjaannya di dekat kolam renang.
" Pelayan, pelayan,," Teriak Claire lagi yang tidak puas dengan panggilan pertama ia lakukan itu.
" Memangnya semua pelayan di rumah ini kemana ?" Tanya Claire pada dirinya sendiri.
" Kenapa tidak ada satupun yang mendengar panggilanku, padahal aku sudah berteriak sekencang mungkin," Gerutu Claire terhadap pelayan yang tidak mendengarkan suaranya.
Serta ruangan manapun memang kedap suara dan juga tertutup oleh kaca, jadi, suara Claire yang telah berteriak memanggil semua orang itu memang tidak terdengar sama sekali oleh para pelayan maupun asisten yang berada di dalam kediaman Martin.
Walaupun, tidak ada yang mendengar suara teriakan Claire, namun Claire tetap saja memanggil para pelayan agar bisa membantu dirinya menaikkan tubuhnya itu ke atas kolam renang. Namun, disaat Claire sedang ingin berteriak dan Claire merasa bahwa lehernya sedikit terjepit sehingga membuat lehernya Claire kaku dan Claire tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya yang sedang duduk di atas anak tangga kolam sehingga hal itu membuat dirinya terjatuh keras ke dalam air kolam renang.
****
Sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun tak mendengar suaranya sedikitpun.
Dan terlintas dalam pikiran Claire untuk melakukan sebuah tindakan terhadap semua pelayan di dalam kediaman ini sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun seolah tidak mendengar sedikitpun suara teriakannya. Lalu, Claire dengan segera kembali memanggil pelayan pria yang memang telah ditugaskan oleh Claire untuk mengambil makanan serta minumannya.
" Aakhh, kayaknya, kalau aku tidak memberikan sebuah tindakan kepada para pelayan di rumah ini, maka para pelayan di dalam rumah ini akan semena-mena terhadap majikannya,," Ucap Claire yang memang tidak menyukai sikap pelayan di kediaman Martin.
" Lebih baik, aku panggil mereka semua dan memberikan hukuman yang pantas untuk mereka karena telah melalaikan suara teriakanku,," Sambung Claire lagi.
" Tunggu sebentar !!" Panggil Claire kepada pelayan pria yang baru saja mau melangkah menuju ke dalam kediaman.
Karena, merasa terpanggil oleh Claire dengan segera pelayan tersebut membalikkan tubuhnya dan menjawab panggilan yang dilakukan oleh Claire.
" Ya Madam,," Jawab pelayan tersebut setelah membalikkan tubuhnya.
" Sebelum kau mengambil makanan dan minuman untukku, panggil semua para pelayan wanita yang ada di kediaman ini,," Ucap Claire yang langsung memberikan perintah kepada pelayan tersebut untuk memanggil semua para pelayan wanita dan segera menghadap dirinya.
" Dengan segera menghadap saya,," Bilang Claire lagi yang memberikan perintah kepada pelayan pria itu.
" Baik Madam," Jawab pelayan pria itu mengangguk mengerti atas perintah dari Claire.
Karena, sudah selesai memberikan sebuah perintah kepada pelayan pria tersebut untuk memanggil semua para pelayan wanita di dalam kediaman ini, barulah Claire bisa kembali duduk dengan tenang sambil menengadahkan kepalanya menghadap ke atas melihat cahaya sinar matahari yang begitu terang.
Sambil memandangi langit yang cerah serta seraya menunggu semua pelayan wanita di dalam kediaman Martin ini, seketika Claire teringat kembali untuk melakukan suatu rencana pembalasan dendamnya kepada semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre. Karena, tanpa sengaja dan disengaja semua penghuni di dalam kediaman Alexandre itu telah menghina dirinya.
" Huuuuhh,, jika Aunty Gladys tidak mengecewakan aku, tidak mungkin aku disini, dan pastinya aku masih berada di dalam kediaman mewah itu,," Gerutu Claire dengan sendirinya sesaat pikirannya teringat akan kehidupannya yang masih berada di dalam kediaman Alexandre.
" Heehh!! tapi jika aku tidak masuk secara diam-diam ke kamar aunty, kemungkinan besar saat ini aku masih saja menjadi umpannya untuk mendapatkan suatu hal,," Ucap Claire lagi dengan benar akan tindakannya sebelum ini.
" Heehh!! sungguh tega aunty Gladys yang selama ini aku anggap My mother tapi apa aku hanya sebagai umpannya saja,," Gumam Claire lagi yang masih teringat dengan ucapan Gladys saat menerima telepon temannya itu.
Saat ini di dalam pikiran Claire masih saja terngiang-ngiang masalah dirinya terhadap Gladys dimana dengan pendengarnya sendiri ia mendengar bahwa Gladys hanya menganggap dirinya sebagai umpan saja dalam melakukan sebuah rencananya itu. Padahal selama ini Claire telah menganggap Gladys adalah sosok Ibu kandungnya sendiri. Karena, sedari kecil Claire memang telah diasuh oleh Gladys.
Oleh sebab itu, Claire merasa bahwa sejahat apapun Gladys terhadap dirinya, Claire masih merasakan rasa sayangnya, karena, ia tahu tidak mungkin bibinya itu bisa mengatakan bahwa dirinya hanyalah sebagai umpan dalam rencana besar bibinya itu. Tapi, bisa jadi bibinya itu hanya mengucapkan hal yang begitu besar hingga membuat Claire kecewa tanpa dasar apapun itu tidaklah mungkin.
Karena, bisa dilihat bagaimana rasa sayang dari Gladys terhadap Claire selama ini begitu besar dibandingkan rasa sayang Gladys terhadap putrinya sendiri yaitu Alexa dan saat ini karena kecewa telah mendengar langsung ucapan yang disampaikan oleh Gladys saat di teleponnya hal itu membuat Claire begitu kecewa berat hingga merasa bahwa dirinya saat ini sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi.
Ya, meskipun saat Claire memilih keluar dari kediaman Alexandre, Claire tidak memilih pergi ke apartemen pribadi milik Gladys. Claire bisa mendapatkan seseorang untuk tempat dirinya bernaung yaitu kakak sepupunya sendiri siapa lagi kalau bukan Martin. Karena, merasa masih begitu kecewa dengan ucapan yang disampaikan oleh Gladys bibinya itu, akhirnya Claire lebih memilih ikut tinggal bersama dengan Martin.
" Heehh!! untung saja aku lebih memilih tinggal bersama Martin disini," Ucap Claire yang terdengar seperti mende.ngus kesal.
" Jika aku tinggal di apartemen siapa yang akan melayani aku,," Gumam Claire lagi seketika teringat langsung dengan suasana apartemen Gladys.
" Kalau tinggal disini pastinya semua pelayan disini masih bisa melayani aku, tapi, kalau aku tinggal disana, tidak mungkin ada yang bisa melayani aku,," Ucap Claire lagi mengenai keadaan dirinya sendiri yang cukup terasa sendirian.
Disaat Claire teringat akan keadaannya sendiri, lalu, terlintas kembali ingatan Claire terhadap kelakuan Axeloe terhadap dirinya yang sengaja memberikan sebuah perintah kepada semua petugas di depan gerbang utama agar ia tidak bisa membawa apapun dari dalam kediaman Alexandre. Sehingga hal itu semakin membuat hati Claire memanas, tapi apalah daya bagi Claire untuk membalas rasa panasnya ini terhadap Axeloe.
" Bukan hanya aunty yang telah menindasku di kediaman Alexandre, tapi, Axeloe sendiri juga telah melakukannya,," Gerutu Claire lagi yang memang benar kenyataan itu telah terjadi.
" Heehh!! jika tidak karena Axeloe memberikan perintah kepada anak buahnya untuk mencegahku membawa semua barang-barang milikku, otomatis saat ini aku menjadi wanita yang cukup kaya raya dengan semua barang milikku itu,," Ucap Claire sambil merengek sendiri karena teringat betapa berharganya semua barang-barang pribadi miliknya disaat ia berada di dalam kediaman Alexandre.
" Lihat saja Axeloe jika aku bertemu dengannya nanti, aku akan membuat dirinya menyesal, akan aku cari kelemahannya, jika aku sudah mendapatkan kelemahannya maka, dengan senang hati aku akan melakukannya,," Ucap Claire lagi sambil tersenyum nakal ketika ia ingin mencari kelemahan dari Axeloe.
Tapi, sayangnya Axeloe tidak memiliki kelemahan apapun, karena, Axeloe merupakan tipe laki-laki yang begitu cuek sehingga tidak ada suatu hal yang membuat Axeloe menjadi lemah. Meskipun hal itu menyangkut nyawanya sendiri pastinya orang yang memiliki rencana tersebut yang akan kalah terhadap pembalasan balik dari Axeloe.
Itulah Axeloe !!
" Tapi tunggu sebentar, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan kelemahan Axeloe, sedangkan, melihatnya saja hhiiiiii,,, aku takut,," Ucap Claire seketika dirinya bergidik sendiri karena merasa takut dengan sikapnya Axeloe jika Axeloe sudah merasa dirinya terusik.
" Sepertinya, rasa dendam yang kumiliki terhadap Axeloe hanya bisa dipendam saja,," Gumam Claire sendiri ketika mengingat-ingat kembali bagaimana perlakuan Axeloe yang sebenarnya.
Jika saja Axeloe tahu bahwa saat in Claire telah memiliki banyak rencana untuk membalaskan dendam yang selama ini ia miliki, kemungkinan besar nafas Claire sudah tidak ada. Karena, tahu sendiri bagaimana sikap dan perlakuan Axeloe terhadap semua musuhnya yang sudah bermain di belakang pasti akan ketahuan dan pasti tertangkap.
Oleh sebab itu, Claire tidak berani membuat sebuah rencana besar untuk membalaskan sakit hatinya terhadap perlakuan Axeloe padanya. Karena, tidak mungkin seorang wanita seperti Claire mampu membuat rencana untuk membalaskan dendam dan sakit hati kepada orang seperti Axeloe. Karena hal itu sangat tidak mungkin, oleh sebab itu Claire hanya bisa mengalihkan rasa dendamnya terhadap orang-orang yang tidak memiliki perlindungan dari Axeloe.
Seperti Krystal dan Isabelle yang bukanlah putri kandung dari Alberto. Namun, walaupun Axeloe tahu semua orang memiliki dendam dengannya, Axeloe tidak ingin menangkapnya secara langsung dan memberikan sebuah hukuman yang berat seperti menghilangkan nafasnya di dunia ini tanpa adanya penyik.saan terlebih dahulu. Hal itu membuat Axeloe tidaklah seru. Oleh sebab itu, Axeloe selalu melakukan sebuah tindakan secara perlahan-lahan kepada musuhnya.
Dan hal ini yang paling ditakutkan oleh Claire, apabila ia berani melakukan sebuah tindakan besar terhadap Axeloe Claire tidak mau jika hidupnya dihabiskan hanya di dalam penj.ara milik Axeloe tanpa adanya kejelasan sedikitpun kapan ia akan pergi dari dunia ini. Oleh sebab itu Claire memendam rasa dendamnya terkubur sedalam mungkin di dalam hatinya. Lebih baik Claire memilih jalan damai melangkah mundur di hadapan Axeloe daripada ia harus mendekam di dalam penja.ara milik Axeloe selama hidupnya.
" Karena, hal itu tidak mungkin lakukan, aku tidak mau selamanya tinggal di dalam jeruji besi milik Axeloe selama hidupku, aku tidak mau itu,," Gumam Claire sambil memikirkan kembali hal apa yang akan terjadi dengannya jika ia berani melakukan rencana pembalasan dendam terhadap Axeloe.
" Huuuhhh, lebih baik aku memikirkan sebuah rencana untuk membalas dendam kepada dua putri yang tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre,," Ucap Claire yang lebih memilih untuk membuat sebuah rencana pembalasan dendam terhadap kedua putri Alberto.
Dan setelah dipikir-pikir tidak mungkin Claire bisa membalas perbuatan Axeloe terhadap dirinya, karena, ia bisa tahu bagaimana Axeloe sebenarnya, tidak ada orang yang berani melawan dan melakukan tindakan di hadapan Axeloe maupun dibelakangnya. Oleh sebab itu, Claire kembali berpikir bahwa sepertinya ia harus membuat semua rencana besar agar bisa membalas perlakuan Krystal yang telah mengejek dirinya saat ia keluar dari gerbang utama kediaman Alexandre.
Pilihan yang tepat bagi Claire jika ia ingin melakukan sebuah rencana untuk membalas dendam terhadap kedua putri Alberto, karena, sepengetahuan Claire sendiri kedua putri itu sama sekali tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre. Hanya saja kedua putri itu telah diasuh dari bayi oleh Neneknya Alberto sendiri yaitu Grandma Christin.
Oleh sebab itu kedua putri Alberto yang merupakan Krystal dan Isabelle memiliki sebuah hak yang cukup mewah terhadap kehidupannya seperti tempat tinggal mewah, hak pendidikan serta hak derajat yang cukup tinggi. Walaupun Isabelle dan Krystal bukanlah anak kandung dari Alberto, namun Alberto sangat menyayangi mereka berdua. Hanya saja Alberto tidak menampakkan rasa kasih sayangnya terhadap Krystal dan Isabelle.
Supaya Krystal dan Isabelle tidak tumbuh menjadi seorang anak yang manja dan juga pemalas. Karena, walaupun bukanlah anak kandungnya, Alberto ingin kedua putrinya itu hidup mandiri tanpa adanya bayang-bayang dari nama Alberto Alexandre. Dan juga Alberto ingin kedua putrinya tumbuh menjadi seorang putri atau wanita yang berani serta kuat.
Oleh sebab itu Claire hanya tahu jika Alberto sama sekali tidak menyayangi kedua putri tersebut. Karena, selama Claire berada di samping Alberto sebagai sekretaris pribadi Alberto. Alberto tidak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada kedua putrinya itu. Sehingga Claire hanya tahu bahwa selama ini Alberto mengacuhkan kedua putri yang ada di dalam kediamannya itu.
Sehingga dengan sangat mudah Claire ingin melakukan sesuatu kepada dua putri tersebut. Claire telah berpikir bahwa sepertinya ia ingin sekali melakukan suatu rencana besar terhadap Isabelle karena, hanya Isabelle sajalah seorang putri dari kediaman Alexandre yang cukup lemah dibandingkan Krystal. Claire sangat tahu bagaimana watak keras dari Krystal, remaja putri itu tidak mungkin tinggal diam jika dirinya telah di usik oleh wanita seperti Claire.
" Baiklah, sepertinya aku harus mengalihkan pandanganku untuk membalas dendam ini kepada kedua putri tol.ol itu,," Ucap Claire sambil tersenyum puas ketika ia mendapatkan sebuah pemikiran untuk membalas dendam.
" Sudah jelas bahwa wanita kecil itu sudah mengejekku saat aku keluar dari kediaman Alberto sepertinya aku akan membuat sebuah rencana untuk wanita kecil tol.ol itu,," Gumam Claire yang telah berpikir untuk membalas dendamnya terhadap Krystal.
" Tapi, tunggu dulu, jika aku melakukan suatu tindakan padanya, otomatis dia bisa lepas dari rencana yang aku buat ini, karena, waktu itu saja dia bisa memakiku dan juga memarahiku, sepertinya cukup sulit jika aku ingin melakukan sebuah tindakan padanya,," Ucap Claire setelah memikirkan kembali sikap Krystal yang tidak bisa ditindas.
Dan terlihat saat ini Claire sedang berpikir kembali untuk melakukan tindakan buruk terhadap siapa, agar dendam rasa sakitnya bisa terbalaskan. Lalu, Claire teringat dengan Isabelle putri kedua Alberto yang memang memiliki sebuah kelemahan dalam dirinya serta juga kelemahan hatinya. Sambil tersenyum dengan penuh kemenangan akhirnya Claire beralih pikiran untuk membuat sebuah rencana terhadap Isabelle.
" Aakhh, sepertinya tidak mungkin aku melakukan sebuah tindakan pembalasan terhadap Krystal, eemmm lebih baik aku melakukannya pada,,," Ucap Claire yang terlihat sedang memikirkan seseorang.
" Aakkkhhh iya aku harus melakukannya terhadap putri kedua Alberto yang manja dan juga cengeng itu, hahahaha,," Sambung Claire lagi sambil tertawa senang ketika mendapatkan sebuah ide dalam rencananya itu.
Dengan tertawa riang dan juga begitu senang akhirnya Claire mendapatkan seseorang untuk ia lampiaskan kekesalannya terhadap keluarga Alexandre yang selama ini telah membuatnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa dari kediaman besar seperti kediaman Alexandre.
****
Setelah mengiyakan ucapan yang diinginkan oleh Claire, dengan posisi berdiri di dekat Claire yang masih duduk di tepi kolam, Martin mengulurkan tangannya untuk membantu Claire untuk berdiri, namun, Nichole dengan lembutnya jongkok kembali di hadapan Claire agar bisa membantu Claire untuk berdiri, dan hal yang dilakukan oleh Nichole ini sama sekali tidak disukai oleh Claire sehingga Claire lebih memilih menggapai tangannya Martin dibandingkan bantuan dari Nichole.
" Hahahaha, ternyata saudara kau ini angkuh juga, Martin,," Ucap Nichole seolah menertawakan ucapan Claire yang tidak bersedia dibantu oleh Nichole.
" Sudah jelas kalau aku tidak mau dibantu oleh kau, jadi jangan seolah-olah bahwa kau merasa kenal denganku,," Bilang Claire yang memang tidak terlalu suka dengan orang sok akrab dengannya seperti Nichole saat ini.
" Hahahaha, aku bukannya merasa kenal dengan kau, tapi, hanya sekedar ingin membantu,," Jawab Nichole lagi yang seolah tidak mau kalah bersaing omongan terhadap Claire.
" Heehh!! dasar orang gila,," Ucap Claire dengan mulut yang menggerutu sambil melirik Nichole dengan mata yang begitu tidak suka.
Karena, merasa berada di antara Nichole dan Claire dimana Nichole adalah temannya sendiri dan Claire adalah sepupunya yang melihat pertikaian omongan antara Claire dan Nichole, dengan segera Martin meleraikan pertikaian omongan yang dilakukan oleh saudaranya terhadap temannya itu.
" Sudah, jangan cari masalah Claire,," Ucap Martin yang secara langsung melerai sedikit pertikaian yang terjadi di antara Nichole dan Claire.
" Siapa juga yang cari masalah, dia yang duluan cari masalah denganku,," Sanggah Claire dengan jelas karena, merasa dirinya tidak mau kalah dengan ucapan Nichole yang terlihat memang mau menang dan seakan Claire telah memiliki hutang budi dengannya.
" Hahahaha, ya sudah aku kalah, oke,," Sambung Nichole seolah mengalah dihadapan Claire yang hanya ingin menang saja.
" Ya sudah, jika kaki kau tidak lagi kaku dan sudah bisa berjalan, kami akan meneruskan pembicaraan kami yang telah terputus,," Ucap Martin yang memberikan sebuah peringatan kepada Claire dengan sikap acuhnya itu terhadap Martin.
" Ya, silahkan,," Jawab Claire singkat.
" Daaahhh,," Bilang Nichole seolah memberikan lambaian kepada Claire dan terlihat sedang membuat godaan nakal terhadap Claire.
" Iiihhhh, dasar orang gila,," Ucap Claire yang terdengar begitu ketus.
Walaupun ucapan Claire saat ini terdengar begitu ketus dan juga tidak sopan, namun bagi Nichole ucapan Claire itu merupakan ucapan yang terdengar begitu lucu akan sikapnya itu. Begitu jelas sekali terlihat bahwa Claire memang tidak terlalu suka untuk terlalu dekat dan mudah mengenal orang baru yang tidak memiliki apa-apa seperti Nichole.
Karena, Nichole belum saja memperkenalkan dirinya yang sebenarnya, siapakah dirinya dan siapa orang tuanya, jika Claire mengetahui siapa sebenarnya Nichole kemungkinan besar Claire akan cepat mudah lengket dan meminta bantuan dari Nichole untuk segera menyelesaikan misinya dalam membalas dendam pada sikap Ziya yang bisa mendapatkan hati pria idamannya siapa lagi kalau bukan Alberto Alexandre.
Dan jelas sekali terlihat bahwa dengan sangat perlahan Claire melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat santai di pinggir kolam seraya mengeringkan tubuhnya dan memperlancar peredaran darah di bagian kakinya, karena, sebelumnya kaki Claire sempat merasa kaku dan hal itu menyebabkan tubuhnya tidak bisa seimbang di dalam kolam renang hingga membuat dirinya tergelincir dan tenggelam.
" Heehh, dasar orang gila, merasa bahwa dirinya sudah hebat karena telah membantuku, oh no, aku bukan orang yang mudah untuk berterima kasih kepada orang lain, meskipun dia sudah berjasa karena telah membantuku,," Ucap Claire yang sedang bergumam sendiri menceritakan suatu hal tentang yang dilakukan oleh Nichole.
Sambil melangkah perlahan ke arah tempat istirahat di pinggiran kolam, Claire terlihat sedang menggerutu sendiri merasa kesal dengan perlakuan Nichole yang seolah memiliki perbuatan budi yang begitu besar untuk dibalas oleh Claire. Sedangkan Martin dan Nichole melangkah bersama menuju ke tempat lainnya karena, sebelum membantu Claire mereka berdua sedang membahas suatu hal. Namun, karena, melihat Claire mengalami sedikit bahaya makanya Nichole segera membantu Claire.
Tapi, apa boleh buat, sifat Claire yang sama sekali tidak mau dibantu oleh orang yang tidak dikenal membuat Nichole merasa bahwa sifat Claire memiliki sebuah karakteristik yang begitu kuat akan kecuekan dan juga keangkuhan dalam dirinya.
Meskipun begitu, Nichole merasa bahwa dirinya harus memberitahukan mengenai identitasnya sendiri, karena, wanita seperti Claire yang memang terlihat high class membuat dirinya harus memberitahukan siapa dirinya. Oleh sebab itu Nichole tidak putus asa untuk mendekati Claire kembali.
" Sepertinya, saudara perempuan kau itu memiliki sifat yang begitu high class,," Ucap Nichole seraya melangkah berjalan menjauhi Claire.
" Ya, kau sudah tahu itu, kau bisa lihat bagaimana dengan sikapnya dan juga sifatnya, bukan,," Jawab Martin meluruskan perkiraan Nichole mengenai Claire.
" Wanita seperti itu, memiliki tekad yang besar dan juga sebuah tindakan yang diinginkan begitu tinggi, sehingga ia sama sekali tidak menginginkan orang yang lemah untuk berada di dekatnya,," Sambung Nichole kembali yang begitu tahu perihal mengenai Claire.
" Haahh!! kau juga sudah tahu itu,," Sambung Martin lagi membenarkan ucapan Nichole mengenai sifat Claire.
" Aku suka dengan sikap wanita seperti saudaramu itu, sepertinya orang seperti dia bisa mampu untuk melakukan hal yang besar dan pastinya banyak sekali hal besar itu bisa berhasil dengan cukup sempurna," Ucap Nichole lagi yang seolah ingin memberitahukan sebuah ungkapan besar mengenai rencana mereka berdua.
" Hehehehe, kau baru tahu bahwa Claire itu memiliki tindakan yang bagus untuk melakukan sebuah misi,," Jawab Martin sambil memberikan sebuah senyuman simpul.
" My Mom saja begitu menyayangi Claire, walaupun Claire hanya sekedar keponakan, karena, kepintaran Claire dalam melakukan sebuah tindakan misi,," Sambung Martin lagi yang begitu jelas didengar oleh Nichole.
" Oleh sebab itu, Claire begitu kesal jika ia sedang berjauhan dengan My Mom, karena, tidak ada orang yang selalu membela dan juga memberikan perlindungan terhadap dirinya,," Ucap Martin lagi kepada Nichole mengenai sifat Claire.
Nichole hanya bisa mengangguk seolah mengerti akan apa yang telah diucapkan oleh Martin mengenai keaktifan Claire dalam melakukan sebuah tindakan. Oleh sebab itu, Nichole tidak meragukan lagi kemampuan yang dimiliki oleh Claire meskipun mulut Claire begitu kasar dan ketus apabila sedang menanggapi pembicaraan darinya.
" Oohh, berarti selama ini Claire selalu berhasil melakukan sebuah tindakan dalam rencana apapun yang diinginkannya ?" Tanya Nichole seolah ingin tahu sekali dengan sikap dan perilaku Claire.
" Ya, kau bisa lihat bagaimana karakternya yang begitu keras dan juga tipe orang tidak mau ditolong jika ia bisa melakukannya sendiri dan juga orang yang tak dikenal olehnya,," Jawab Martin jelas kepada Nichole mengenai Claire sepupunya itu.
" That's good aku suka dengan wanita seperti itu,," Bilang Nichole dengan senyuman yang memiliki arti setelah mengetahui sedikit kehebatan yang dimiliki Claire.
" Heehh!! sayangnya dia tidak ingin dibantu dan juga tidak ingin membantu siapapun, kecuali hanya satu orang yaitu My mom,," Jawab Martin jelas.
" Bukan masalah itu, aku hanya suka dengan karakter wanita seperti saudaramu yang tidak mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantunya, karena, kita semua ini adalah orang yang menghasilkan keberhasilan dalam dunia hitam, jadi, aku suka dengan tipe wanita yang semakin tenggelam di dalam dunia kita ini,," Ucap Nichole sambil tersenyum penuh arti kepada Martin.
" Ya, seperti itulah, tapi, kau tidak usah terlalu banyak berharap pada Claire karena ia hanya menyukai satu orang yaitu,," Jawab Martin sambil menjelaskan siapa orang yang disukai oleh Claire selama ini.
Ketika, Martin ingin menjelaskan siapa orang yang selama ini disukai oleh Claire dan orang itu tidak bisa digantikan di dalam hati Claire meskipun orang itu sudah baik dan juga selalu membantu Claire, bagi Claire hanya ada satu orang yang telah mengisi hatinya yaitu Alberto Alexandre.
Tapi, sayangnya ketika Martin ingin menjelaskan nama orang yang disukai oleh Claire, namun Nichole sudah terlebih dahulu menyahut omongan yang ingin disampaikan oleh Martin. Karena, semua orang pasti begitu tahu bagaimana kelakuan dan sikap Claire jika sedang bersama dengan Alberto Alexandre seolah-olah bahwa dirinyalah wanita yang cocok dan sesuai bersanding dengan pria terhebat seperti Alberto.
Oleh sebab itu Martin hanya bisa mengangguk membenarkan ucapan Nichole yang menyatakan bahwa Claire hanya menyukai satu orang yaitu Alberto Alexandre.
" Alberto Alexandre bukan,," Sambung Nichole menyahut omongan Martin.
" Yeaahh,," Jawab Martin mengangguk membenarkan ucapan Nichole.
" Siapa yang tidak tahu jika Claire saudara kau itu menyukai Alberto, karena, dia selalu berada di dekat pria itu,," Ucap Nichole lagi pada Martin.
" Tapi apakah kau tahu bagaimana sikap pria itu padanya ?" Tanya Nichole langsung pada Martin.
" Biasa saja,," Jawab Martin langsung.
" Nah oleh sebab itu, setelah Claire jauh dari pria itu, kemungkinan besar ia tidak akan lagi teringat dengan pria seperti Alberto itu, karena, dari sikap saudara kau itu labil pasti pikirannya akan berubah,," Ucap Nichole lagi yang masih menjelaskan sikap dan sifat dari Claire.
" Ya, mungkin juga,," Jawab Martin mengangguk ringan.
" Tapi, ya sudah, yang paling penting saat ini adalah membahas rencana yang akan kita lakukan,," Bilang Martin lagi sambil mengingatkan Nichole dengan awal pembicaraan yang tengah mereka lakukan sebelumnya.
Benar sekali yang disampaikan oleh Martin pada Nichole bahwa sebelum Nichole membahas sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh Claire, sebelumnya mereka berdua sedang membahas masalah serius yang akan menjadi sebuah rencana besar. Entah rencana apa yang sedang ingin mereka lakukan, yang pastinya Martin saat ini memang tidak ingin lagi hanya berpangku tangan di bawah ketiak ibunya Gladys.
Karena, disaat Martin mengikuti Ibunya kehidupan Martin selalu dihantui rasa ketakutan akan suatu hal yang pernah dilakukan oleh Ibunya semasa muda. Walaupun setiap tahunnya Martin selalu ditekan oleh Ibunya agar tidak pernah membicarakan masalah yang pernah ibunya lakukan di masa muda lalu, tapi, Martin tidak bisa selalu diam dan diam.
Pastinya suatu saat rahasia besar ibunya akan terbongkar juga dan ternyata benar, rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Ibunya dan Ibunya selalu membungkam mulut Martin agar tidak berbicara atau membongkar rahasia besarnya itu, akhirnya masalah dari rahasia besar milik ibunya itu terbongkar sedikit demi sedikit oleh Martin melalui Ziya, Ziya sendiri merupakan seorang wanita yang selama ini memiliki hubungan dengan Martin.
Karena, Martin berpikir bahwa Ziya adalah Zoya, tapi, apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur, dengan penyamaran Ziya sebagai Zoya, akhirnya Ziya berhasil mendapatkan suatu rahasia besar yang dimiliki oleh Gladys melalui Martin meskipun dirinya sendiri dalam bahaya, walaupun seperti itu, Ziya sama sekali tidak takut sedikitpun meskipun identitasnya sudah diketahui oleh Martin.
" Ya kau benar, lebih baik kita bahas kembali rencana yang ingin kita lakukan,," Jawab Nichole temannya Martin.
" Heemmm, ayo,," Bilang Martin sambil memberikan jala kepada Nichole untuk melangkah menuju ke arah tempat dimana mereka ingin melakukan pembicaraannya
Nichole dan Martin melangkahkan kakinya menuju ke sebuah tempat dimana mereka akan melakukan pembicaraan mengenai rencana yang akan mereka lakukan. Sedangkan saat ini, di area kolam renang, terlihat Claire sudah sampai ke tempat istirahat pinggir kolam sambil duduk secara perlahan-lahan di tempat istirahat tersebut. Sambil memegang kedua pinggangnya Claire duduk dan perlahan-lahan membaringkan tubuhnya di atas tempat istirahat itu.
Tidak lupa, Claire memakai kacamata hitamnya untuk menghindari cahaya matahari yang cukup terang menyinari dunia dan wajahnya. Sambil memasang kacamata hitam dan membaringkan tubuhnya, Claire melirik ke atas meja samping tempat duduknya bahwa disana sama sekali tidak ada minuman ataupun camilan sedikitpun. Sambil menggerutu Claire kembali berteriak memanggil para pelayan untuk segera melayani keinginannya.
__ADS_1
" Daripada memikirkan orang yang tidak jelas seperti Nichole, lebih baik aku bersantai menghilangkan rasa penat di pikiranku ini,," Ucap Claire sambil menduduki tempat istirahat pinggiran kolam renang secara perlahan.
" Heemmm, terlalu silau,," Ucap Claire ketika merasakan silaunya sinar matahari.
Dengan segera Claire memasangkan kacamatanya yang memang sudah ada di atas meja samping tempat istirahatnya itu. Lalu, Claire melirik ke atas meja kembali, karena, tidak ada satupun makanan ataupun minuman, sambil menggerutu geram Claire berteriak memanggil pelayan. Untung saja, saat ini beberapa pelayan sedang ada di area kolam renang sehingga dengan segera pelayan pria itu mendekati tempatnya Claire.
" Heemm, tidak ada minuman setetes pun,," Gumam Claire ketika melirik ke atas meja bahwa tidak ada minuman sedikitpun di atas mejanya.
" Hei pelayan!!" Teriak Claire memanggil pelayan pria yang memang sudah ada di area kolam renang.
" Ya Madam,," Jawab Pelayan tersebut berlari kecil menghampiri tempatnya Claire.
" Kau tidak lihat di atas meja ini tidak ada makanan atau minuman apapun ?" Tanya Claire pada pelayan tersebut.
" Ya saya bisa lihat dengan jelas Madam, bahwa di atas meja tidak ada minuman ataupun makanan,," Jawab pelayan tersebut dengan sopan.
" Kalau sudah lihat, sudah ambilkan minuman dan juga makanan untuk saya,," Bilang Claire sambil memberikan sebuah perintah kepada pelayan tersebut.
" Baik Madam,," Jawab pelayan itu sambil mengangguk.
" Ya sudah pergi sana," Bilang Claire sambil menyuruh pelayan tersebut pergi dari tempatnya.
Sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun tak mendengar suaranya sedikitpun.
****
Walaupun, tidak ada yang mendengar suara teriakan Claire, namun Claire tetap saja memanggil para pelayan agar bisa membantu dirinya menaikkan tubuhnya itu ke atas kolam renang. Namun, disaat Claire sedang ingin berteriak dan Claire merasa bahwa lehernya sedikit terjepit sehingga membuat lehernya Claire kaku dan Claire tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya yang sedang duduk di atas anak tangga kolam sehingga hal itu membuat dirinya terjatuh keras ke dalam air kolam renang.
" Memangnya semua pelayan di tempat ini tuli,," Gerutu Claire marah dan kesal pada semua pelayan yang sama sekali tidak mendengar suaranya itu.
" Sampai-sampai suaraku berteriak saja tidak di dengar,," Ucap Claire lagi yang masih saja kesal dengan perbuatan para pelayan.
Karena, awalnya disaat Claire sedang berteriak kesal dengan menyebutkan nama beberapa orang yang berada di dalam kediaman Alexandre hal itu telah membuat semua para pelayan yang posisi kerjanya tidak terlalu jauh dari kolam kaget dan segera mendekati Claire yang sama sekali tidak terjadi apa-apa hanya saja berteriak kesal menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre.
Sehingga hal yang kedua ini disaat Claire memang sedang membutuhkan tenaga para pelayan untuk membantu tubuhnya keluar dari kolam renang. Malah sebaliknya seolah-olah semua para pelayan yang tadinya perhatian dengan Claire tapi kali ini satu pelayan pun seolah tidak mendengarkan suara teriakan darinya yang cukup besar hingga hal itu membuat Claire menjadi semakin kesal dan geram dengan perlakuan para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Iiihhhhh, bikin orang kesal saja,," Gerutu Claire yang memang begitu kesal dengan perlakuan yang dilakukan para pelayan karena telah seolah-olah tidak mendengar suara panggilan darinya sedikitpun.
" Apa mereka sengaja berpura-pura tidak mendengar suara teriakan yang aku lakukan,," Gumam Claire yang mengira-ngira kelakuan para pelayan di kediaman Martin saat ini.
" Sepertinya iya,," Ucap Claire sambil menengok ke arah kiri dan kanan serta depan belakang tubuhnya.
Dan begitu jelas bahwa saat ini memang tidak ada satupun orang yang berada di dekat kolam renang. Sehingga hal itu membuat Claire semakin menjadi-jadi untuk memberikan hukuman kepada semua pelayan yang ada di dalam kediaman kakak sepupunya ini. Karena, pelayan di dalam kediaman ini sama sekali tidak becus dalam melakukan pekerjaannya masing-masing.
" Lihat saja mereka semua," Gerutu Claire dengan jiwa semakin memanas karena tidak ada satu orangpun yang mendekati dirinya untuk membantunya keluar dari kolam renang dengan kondisi kaki yang kram karena terlalu lama berendam di dalam kolam.
" Jangan sampai aku bisa naik ke atas kolam jika mereka semua tidak datang ke sini,," Gumam Claire lagi.
" Maka semua pelayan itu akan aku berikan hukuman,," Ucap Claire yang telah merancang sebuah keinginan untuk memberikan hukuman kepada para pelayan yang telah berpura-pura tidak mendengar suaranya sedikitpun.
Lalu, Claire mengulangi kembali panggilan demi panggilan terhadap pelayan yang sama sekali memang tidak mendengar suaranya. Karena, kesal atas tindakan pelayan yang sama sekali tidak kunjung tiba, akhirnya Claire kesal dan mengakibatkan tubuhnya tercemplung ke dalam kolam renang hingga hal itu membuat dirinya semakin geram dengan semua pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Pelayan !!" Teriak Claire yang terakhir sebelum tubuhnya tergelincir dan masuk kembali ke dalam kolam renang.
" Aaawwww!!" Teriak Claire saat tubuhnya tergelincir masuk ke dalam kolam renang.
Saat ini tubuh Claire telah tergelincir kembali ke dalam kolam renang dengan kondisi kaki yang sudah kram sehingga membuat dirinya sama sekali tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya di dalam kolam itu. Karena dengan keadaan kaki yang kram sehingga membuat tubuhnya kaku untuk berenang.
" Aaahhh tolong !!!" Teriak Claire yang melambai-lambaikan tangannya meminta tolong dari dalam kolam.
" Aaahhh, To, to,," Teriak Claire dengan suara yang tersedak air karena, tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun.
Namun, tak lama dari tubuh Claire yang tergelincir dengan segera ada seorang laki-laki menolong tubuh Claire yang hampir saja tenggelam di dalam kolam renang tanpa bantuan orang sedikitpun. Sehingga disaat pria itu membantu tubuh Claire keluar dari dalam kolam membuat Claire sama sekali tidak bisa bernapas karena, tubuhnya telah kaku.
Setelah mengangkat tubuh Claire dari dalam kolam dan meletakkan Claire di tepi kolam lalu membantu Claire membuang air kolam yang sudah tertelan dan tersedak di dalam mulutnya hal itu membuat seorang pria yang membantu Claire itu segera menekan-nekan perlahan perut Claire untuk mengeluarkan air yang telah tertelan.
Tidak lama kemudian akhirnya air yang masuk ke dalam mulut Claire berhasil keluar dengan sempurna dan akhirnya Claire berhasil selamat serta tercengang melihat seorang pria yang telah membantunya itu dan Claire sama sekali belum pernah melihat pria tersebut di dalam kediaman Martin ini sehingga membuat Claire kembali berteriak dan mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terdorong jatuh ke dalam kolam renang.
" Aaahhh, kau siapa ?" Teriak Claire yang terkejut melihat seorang pria yang berada di dekatnya saat ini.
Dan BYUURRR !!
Pria yang telah membantu Claire dari tenggelam di dalam kolam itu tidak sengaja terjatuh ke dalam kolam karena tindakan Claire yang telah mendorong tubuhnya untuk menjauh dari Claire.
" Maaf, aku, aku,," Ucap Pria itu yang terjatuh ke dalam kolam dan meraup wajahnya yang basah karena barusan tenggelam dan muncul ke permukaan.
" Kau siapa ?" Teriak Claire bertanya langsung kepada seorang pria yang telah membantunya itu.
" Dia Temanku,," Jawab Martin dari kejauhan yang melangkahkan kakinya mendekati Claire yang berada di pinggiran kolam.
" Teman,," Jawab Claire dengan mulut yang bergumam sendiri.
" Ya dia temanku,," Jawab Martin yang sudah mendekat dengan Claire.
" Heehh!!! aku pikir siapa," Ucap Claire yang sudah bisa berbicara dengan jelas.
" Naiklah Nichole,," Ucap Martin yang meminta temannya bernama Nichole untuk segera naik ke atas kolam.
" Oke,," Jawab Nichole dengan santai.
Setelah meminta temannya yang bernama Nichole naik kembali dari dalam kolam renang karena, identitasnya sudah diberitahukan kepada Claire, akhirnya Martin bertanya kembali dengan Claire kenapa berteriak sendiri di dalam kolam. Sedangkan Claire sendiri sebenarnya bisa untuk naik ke atas kolam tanpa meminta bantuan dari orang lain.
" Kau kenapa berteriak sendiri di dalam kolam ?" Tanya Martin langsung kepada Claire.
" Padahal kau bisa naik sendiri ke atas kolam,," Sambung Martin lagi yang telah membuka pertanyaan kepada Claire.
" Kalau kakiku ini tidak kaku, tidak mungkin aku berteriak meminta bantuan orang,," Jawab Claire secara langsung.
" Iya, kebetulan saat kita sedang menuruni tangga, aku menoleh ke arah kolam renang dan saudara kau ini sedang duduk di pinggiran tangga sambil memanggil seseorang,," Ucap Nichole temannya Martin menjelaskan suatu hal yang terjadi pada Claire sebelum ia membantunya.
" Tapi, suaranya tidak terdengar sedikitpun oleh siapapun, oleh sebab itu aku segera berlari ke arah kolam untuk membantunya,," Sambung Nichole lagi dengan jelas kepada Martin yang diikuti dengan anggukan oleh Claire.
Jelas sekali terlihat bahwa Claire mengangguk membenarkan ucapan yang disampaikan oleh Nichole temannya Martin yang telah menjelaskan keadaan sebenarnya apa yang telah terjadi pada Claire saat itu.
" Dan ternyata benar, saudara kau ini tenggelam ke dalam kolam karena, tubuhnya kaku,," Ucap Nichole kembali dengan jelas pada Martin.
" Pantas disaat kita berbicara kau langsung saja meninggalkan pembicaraan kita dan langsung berlari ke arah kolam, aku pikir, kau melihat apa, ternyata kau melihat saudara ku,," Bilang Martin sambil mengangguk mengerti mengenai penjelasan yang disampaikan Nichole.
" Betul itu,," Jawab Claire.
Karena, sudah mengerti dengan ucapan dari penjelasan yang disampaikan oleh Nichole. Lalu, Martin memperkenalkan Nichole temannya itu kepada Claire, namun, awalnya Claire tidak terlalu menanggapi perkenalan yang dilakukan oleh Martin pada dirinya mengenai Nichole. Karena, Claire tidak tahu siapa Nichole sebenarnya, apakah Nichole orangnya kaya seperti Alberto atau hanya sekedar teman biasa Martin dengan kekayaan yang tidak terlalu sama dengan Alberto.
Karena, setahu Claire selama ini orang yang terpandang dan juga paling kaya raya di kotanya ini hanya satu yaitu seorang pria yang selama ini diidamkannya Alberto Alexandre, jadi tidak ada pria lagi yang bisa menyaingi kehebatan serta popularitas Alberto dalam hatinya meskipun Alberto sama sekali tidak menyukai dirinya itu.
" Claire, kenalkan ini temanku Nichole,," Ucap Martin yang memperkenalkan Nichole kepada Claire.
" Ya, sudah tahu bukannya kau sendiri tadi mengatakannya,," Jawab Claire dengan gaya cueknya .
Begitu terlihat sekali bahwa Claire tidak menyukai adanya perkenalan yang dilakukan oleh Martin kepada dirinya dengan Nichole temannya itu. Karena, Claire sama sekali tidak mau merasa berhutang budi dengan siapapun orang yang telah membantunya. Namun, Nichole sepertinya terlihat sedikit tertarik dengan sikap Claire yang seolah cuek tapi akan luluh jika mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.
" Hahahaha, sepertinya saudara kau ini tidak mau berkenalan dengan orang seperti aku,," Ucap Nichole dengan gaya sedikit sombong namun bersikap santai.
" Heeh, dasar sombong,," Bilang Claire dengan menunjukkan wajah yang acuh kepada Nichole.
" Tidak boleh begitu Claire Nichole telah membantumu, jadi, kau jangan acuh dengannya,," Bilang Martin yang seolah memberikan peringatan kepada Claire atas apa yang telah dilakukan Nichole padanya.
" Aku sama sekali tidak meminta bantuannya, tapi, aku berteriak memanggil para pelayan di rumah ini, tapi sama sekali tidak ada yang mendengar,," Jawab Claire yang membela dirinya sendiri seolah dia sama sekali memang tidak menginginkan bantuan dari temannya Martin yang bernama Nichole itu.
" Apa pelayan di rumah ini sengaja berpura-pura tidak mendengar suaraku ?" Tanya Claire pada Martin yang seolah-olah mengalihkan pembicaraan.
" Bukannya tidak mendengar suara teriakan yang kau lakukan, tapi, kau lihat di sekeliling kolam ini, semua ruangan tertutup, jadi wajar jika pelayan sama sekali tidak mendengar suara teriakan kau,," Bilang Martin yang menjelaskan keadaan suasana di dalam kediamannya itu.
Martin sama sekali tidak bisa menyalahkan pembantu dan pelayan di dalam kediamannya itu, karena, memang benar apa yang telah dijelaskannya kepada Claire mengenai keadaan kediamannya itu. Jika, semua pelayan sudah masuk ke dalam kediamannya itu maka suara teriakan dari kolam renang sama sekali tidak terdengar oleh pelayan yang sedang berada di dalam ruangan kediaman, tapi, jika ada beberapa pelayan yang berada di luar dan sedikit dekat dengan kolam kemungkinan bisa mendengar suara teriakan serta suara pembicaraan orang yang berada di dalam area kolam renang tersebut.
Walaupun Martin sudah menjelaskan keadaan area kolam renang di dalam kediamannya itu, namun, Claire sama sekali tidak menghiraukannya dan tetap saja jengkel atas kelakuan para pelayan di dalam kediaman Martin ini. Sehingga membuat Martin hanya bisa mengiyakan saja atas apa yang menjadi keinginan Claire untuk memberikan hukuman yang tepat kepada para pelayannya itu.
" Aku tidak mau tahu, apapun itu alasannya, yang aku inginkan hanya satu beri hukuman kepada para pelayan di dalam rumahmu ini karena tidak memiliki telinga,," Ucap Claire yang memberikan sebuah permintaan yaitu hukuman untuk menghukum para pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Ya, akan aku berikan hukuman kepada mereka,," Jawab Martin singkat tanpa mau memperpanjang urusan dengan Claire mengenai para pelayan yang tidak mendengarkan suara teriakan darinya itu.
Karena, Martin sudah hapal sekali dengan sikap dan sifat dari saudara sepupunya itu yang tidak mau mengalah dalam hal apapun. Oleh sebab itu Ibunya Martin sendiri begitu menyayangi keponakannya ini dibandingkan putrinya sendiri yaitu Alexa. Di dalam hati Martin sendiri, sifat Claire begitu sama dan mirip dengan ibunya yaitu Gladys sedangkan, Alexa adik kandungnya walaupun beda ayah, Alexa sama sekali tidak memiliki sifat yang mirip dengan Ibunya.
Oleh sebab itu, Gladys begitu menyayangi Claire yang hanya sekedar keponakannya dibandingkan putrinya sendiri. Karena, bagi Gladys Claire merupakan seorang keponakan yang bisa diandalkan untuk menjalani semua perintah dan tugas darinya untuk mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan dari seorang Vasco Alexandre yaitu Ayahnya Alberto. Sedangkan, Alexa putri tunggalnya dari Vasco yang bisa memperkuat posisi dirinya dalam keluarga Alexandre karena, ia telah memiliki seorang keturunan dari Alexandre meskipun itu seorang putri.
Oleh sebab itu, Gladys sama sekali tidak bisa melepaskan Claire dari genggamannya karena, hanya Claire yang selama ini membuat tugas dan keinginannya menjadi begitu lancar bertahun-tahun tanpa sedikitpun ketahuan di dalam kediaman Alexandre.
" Apakah kakimu masih kaku ?" Tanya Martin kepada Claire.
" Tidak,," Jawab Claire singkat.
" Ayo berdiri,," Ucap Martin yang mengulurkan tangannya terhadap Claire.
" Bukan begitu Martin, tapi, kau harus meraih tubuhnya untuk bisa berdiri,," Bilang Nichole disela pembicaraan yang sedang dilakukan oleh Martin dan Claire.
Setelah mengiyakan ucapan yang diinginkan oleh Claire, dengan posisi berdiri di dekat Claire yang masih duduk di tepi kolam, Martin mengulurkan tangannya untuk membantu Claire untuk berdiri, namun, Nichole dengan lembutnya jongkok kembali di hadapan Claire agar bisa membantu Claire untuk berdiri, dan hal yang dilakukan oleh Nichole ini sama sekali tidak disukai oleh Claire sehingga Claire lebih memilih menggapai tangannya Martin dibandingkan bantuan dari Nichole.
****
Setelah mendengarkan jawaban dari Martin mengenai apa yang tengah dilakukannya itu barulah Claire mengerti dan mengangguk secara perlahan. Karena, perkiraan Claire memang benar bahwa di dalam kediaman Martin ini pastinya ada beberapa orang yang melakukan tindakan memata-matai apa yang telah dilakukan oleh Martin selama ini.
" Oh,," Jawab Claire singkat kepada Martin sambil menggulungkan handuk pada rambutnya.
Setelah selesai melakukan apa yang harus dilakukannya sebelum berbicara barulah Martin duduk di kursi sofa yang ada di dalam ruangan kamar baru Claire itu. Dan Claire sendiri telah selesai menutup rambutnya serta masih memakai handuk kimono di tubuhnya. Lalu, Claire duduk di atas tempat tidur tepat di hadapan Martin.
" Baiklah, apa yang ingin kau katakan ?" Tanya Claire setelah semua aktivitas yang ia lakukan selesai.
" Sengaja aku ingin berbicara di dalam ruangan kamar yang telah ku sediakan untuk kau ini, hanya karena, supaya aku dan kau tidak ketahuan sedang membicarakan apa dan serta melakukan rencana apa untuk ke depannya,," Jawab Martin langsung kepada Claire dengan sangat jelas.
" Maksudnya ?" Tanya Claire lagi dengan wajah sedikit merasa heran dan juga bingung dengan apa yang disampaikan barusan oleh Martin.
Kali ini memang terlihat Claire seolah belum mengerti tentang apa yang telah dilakukan oleh Martin dan juga penjelasan Martin walaupun hanya singkat dan belum sedetail mungkin. Oleh sebab itu setelah selesai semuanya barulah Martin menjelaskan perihal mengenai apa yang tengah ia lakukan di dalam kamar Claire itu.
" Claire, aku memang sengaja memberikan kamar ini untuk kau tempati,," Jawab Martin langsung ketika melihat reaksi wajah Claire yang masih tetap bingung dengan pekerjaannya yang tengah ia lakukan itu.
" Supaya aku bisa melakukan suatu rencana dan membicarakan rencana besarku itu hanya pada kau saja, karena, kita adalah saudara,," Bilang Martin lagi kepada Claire sambil menjelaskan bahwa mereka memiliki sebuah ikatan yaitu ikatan persaudaraan.
Disaat Martin menyebutnya bahwa mereka adalah saudara hal itu tentu saja sedikit menggelitik telinga Claire dan membuat Claire sedikit mengeluarkan tawanya. Seolah bahwa Martin itu tidak memiliki salah padanya karena, sebelum mereka datang ke kamar ini Martin telah melakukan sebuah kesalahan cukup besar bagi Claire sendiri yaitu membentak Claire di depan para pelayan kediamannya ini.
Hingga perlakuan yang dilakukan oleh Martin itu membuat Claire merasa begitu kecewa dan juga sangat kesal, karena bisa dilihat dengan kejadian yang telah terjadi Martin lebih membela para pelayannya dibandingkan harus membela keinginan Claire yang ingin memberikan pelajaran kepada para pelayan itu.
" Hahahah, apa ?" Tanya Claire sambil mengeluarkan sedikit tawanya ketika mendengarkan ucapan dari Martin yang menyatakan bahwa mereka adalah saudara.
" Saudara kau bilang,," Ucap Claire lagi dengan nada suara yang terdengar tengah meledek ucapan Martin.
" Ya, memang benar itu, kita memang bersaudara bukan ?" Tanya Martin pada Claire dengan reaksi wajahnya sedikit menekan reaksi wajah Claire.
" Heehh,, saudara,," Ucap Claire dengan nada suara yang masih saja meledek ucapan Martin.
" Ya, memang kita saudara tapi kau lebih membela orang lain dibandingkan aku yang kau bilang adalah saudara,," Sambung Claire lagi menjawab pernyataan dari Martin.
Karena, terdengar jelas bahwa Claire sekali lagi mengingatkan Martin mengenai apa yang telah ia lakukan saat mereka sedang beradu di area kolam renang, dengan secara langsung Martin menghentikan perkataan yang terus menerus disampaikan oleh Claire sedari tadi memojokkan posisi Martin yang memang jelas sekali terlihat bahwa memang benar ia telah membela para pelayan di dalam kediamannya itu.
" Bukan seperti itu, Claire, kau tidak tahu yang sebenarnya, kenapa aku membela para pelayan itu,," Jawab Martin langsung yang dapat menghentikan ucapan Claire sedari tadi seolah memojokkan pilihan Martin.
" Memangnya kenapa kau harus wajib membela mereka yang hanya sekedar pelayan sebegitu besarnya ?" Tanya Claire pada Martin.
" Oleh sebab itu aku membawa kau ke dalam kamar ini, supaya aku bisa menjelaskan semua apa yang telah aku lakukan sebelumnya pada kau dan juga membela para pelayan itu,," Jawab Martin yang masih saja duduk di tempatnya dengan cukup tenang.
" Ya sudah berhubung kita sudah di kamar dan ruangan kamar ini sudah kau tutupi semua aksesnya,," Bilang Claire pada Martin sambil memperlihatkan dan menunjukkan seluruh area kamar yang sudah tertutup oleh Martin.
" Aku ingin dengar semua penjelasan yang akan kau sampaikan padaku, aku harap penjelasan itu dapat membuatku mengerti mengetahui semua alasan kenapa kau tega membentak saudara kau sendiri ini,," Sambung Claire lagi kepada Martin dan anggukan kepala Martin secara perlahan ditunjukkan pada Claire bahwa penjelasannya ini akan membuat Claire mengerti semuanya.
" Aku harap kau mendengarkan semua penjelasan yang akan aku sampaikan ini,," Bilang Martin sebelum memulai pembicaraannya yang begitu dalam mengenai apa yang telah ia lakukan itu terhadap Claire.
" Sebenarnya, aku memiliki sebuah alasan tersendiri untuk melakukan pembelaan terhadap para pelayan yang akan kau berikan hukuman itu Claire,," Sambung Martin lagi mengenai alasan tersendiri yang ia simpan dan akan ia jelaskan itu.
Ketika Martin baru saja menjelaskan bahwa dirinya memiliki sebuah alasan tersendiri, hal itu membuat Claire langsung mengubah reaksi wajahnya menjadi semakin penasaran dengan sifat Martin yang memang terlihat bahwa Martin saat ini tengah dilanda ketekanan jiwa dari seseorang.
" Alasan tersendiri, maksudnya ?" Tanya Claire dengan reaksi heran terhadap Martin.
" Memangnya apa yang terjadi pada kau selama ini Martin ?" Tanya Claire dengan reaksi wajahnya yang berubah sekilas karena, merasa bahwa Martin memang terlihat bahwa sebenarnya ia hidup di bawah tekanan seseorang.
" Ya, seperti yang kau lihat Claire, sebenarnya kediaman ini bukanlah milikku secara pribadi melainkan milik dari teman yang telah membantuku semenjak aku keluar dari kediamannya Alberto,," Jawab Martin dengan jelas pada Claire.
" Kediaman ini bukan milik kau tapi milik seseorang ?" Tanya Claire dengan nada suara sedikit terheran-heran atas penjelasannya Martin.
" Ya, bukan milikku melainkan milik seseorang,," Jawab Martin sambil menganggukkan kepalanya.
" Disaat aku keluar dari kediamannya Alberto, saat itu aku meminta izin kepada Mommy dan kau juga ada disana waktu itu, sebenarnya aku berbohong bahwa aku ingin pergi ke suatu tempat bersama dengan teman-temanku melainkan aku ingin keluar dari kediaman Alberto karena, aku tahu bahwa sebentar lagi Axeloe akan kembali,," Bilang Martin dengan penjelasan yang cukup panjang kepada Claire.
Karena, hanya berdua di dalam kamar yang sudah ditutup aksesnya, oleh sebab itu Martin bebas untuk menyampaikan penjelasan kehidupannya kepada Claire. Karena tidak mungkin ia bisa menjelaskan mengenai perihal hidupnya di tempat orang yang banyak sekali bisa mendengarkan penjelasannya itu.
****
****
Karena, hanya berdua di dalam kamar yang sudah ditutup aksesnya, oleh sebab itu Martin bebas untuk menyampaikan penjelasan kehidupannya kepada Claire. Karena tidak mungkin ia bisa menjelaskan mengenai perihal hidupnya di tempat orang yang banyak sekali bisa mendengarkan penjelasannya itu.
" Dan ternyata benar Axeloe saat ini bukannya sudah kembali bukan ?" Tanya Martin kepada Claire dan membuat Claire langsung menganggukkan kepalanya karena memang benar Axeloe saat ini sudah kembali ke kediaman Alexandre.
" Ya kau benar Martin memang saat ini Axeloe sudah kembali ke kediaman Alexandre,," Jawab Claire sambil menganggukkan kepalanya.
" Oleh sebab itu, aku tidak mau melakukan rencana di dalam kediaman Alexandre jika Axeloe telah kembali, pastinya rencana yang tengah akan kita lakukan itu tidak akan pernah terjadi melainkan kita yang akan menjadi korbannya dan tertangkap olehnya,," Bilang Martin kepada Claire dengan jelas.
" Ya kau benar Martin, baru saja dia sampai langkah rencana yang ingin ku rancang saja tidak ada yang berhasil di rancang, oleh karena dia sudah kembali di dalam kediaman itu,," Jawab Claire yang membenarkan ucapan Martin.
" Nah benar bukan, oleh sebab itu disaat kau memilih keluar dari kediaman itu, aku langsung meminta izin kepada temanku untuk membawa kau tinggal bersama denganku di tempat kediamannya ini,," Bilang Martin dengan jelas kepada Claire.
" Jadi, kau memang sudah memiliki sebuah rencana ketika aku menghubungi kau disaat aku keluar dari kediaman Alberto ?" Tanya Claire pada Martin.
" Tentu saja Claire, aku tidak akan membuat hidup saudaraku terlepas begitu saja,," Bilang Martin yang membuat Claire sedikit merasa lega.
Karena terdengar dengan jelas sekali bahwa Martin masih memikirkan bagaimana kehidupan Claire ketika Claire keluar dari kediaman Alexandre itu. Hanya karena, Claire selama ini telah dibesarkan oleh Mommynya di dalam kediaman Alexandre, tidak mungkin Claire bisa hidup sendirian di dalam apartemen pribadi milik Gladys yang sama sekali tidak diketahui oleh siapapun termasuk keluarga Alexandre.
Itu menurut Gladys sendiri dimana apartemen pribadinya itu sama sekali tidak diketahui oleh keluarga Alexandre. Oleh sebab itu, tidak mungkin Claire Martin biarkan untuk tinggal disana karena, di dalam apartemen itu terdapat sebuah rahasia besar milik Ibunya yang selama ini tersimpan erat.
Dan jika sampai Claire tinggal disana maka akan terjadi suatu peristiwa besar dimana rahasia yang selama ini disimpan oleh Ibunya dengan begitu rapat akan terbongkar semuanya. Oleh sebab itu, disaat Claire memutuskan untuk keluar dari kediaman Alexandre, pada saat itu juga Martin mengetahui apa yang telah terjadi antara Claire dan Ibunya kesalahpahaman yang dilakukan oleh Gladys terhadap Claire sehingga membuat Claire dari kediamannya Alexandre.
Untung saja saat itu Martin langsung dihubungi oleh Claire bahwa ia ingin pergi dari kediaman Alexandre dan Martin pastinya langsung mengambil keputusan bahwa Claire harus tinggal dengannya secara tidak langsung untuk mencegah agar Claire tidak pergi ke apartemen pribadi milik Ibunya itu.
" Tapi mengapa kau membentakku di depan para pelayan kediaman ini ?" Tanya Claire lagi pada saudara sepupunya itu.
" Claire bukannya aku sudah bilang bahwa aku memiliki alasan tersendiri dan aku juga belum selesai menjelaskan semuanya pada kau saat ini,," Bilang Martin kepada Claire hingga membuat Claire mengangguk seolah mengerti akan ucapan yang disampaikan olehnya itu.
" Oh baiklah, aku akan mendengarkan semuanya,," Ucap Claire sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah melihat wajah Claire seolah mengerti dan mengangguk secara perlahan akan ucapan dari alasannya itu barulah Martin kembali melanjutkan penjelasan yang ingin ia jelaskan semuanya kepada Claire.
" Kenapa aku lebih membela para pelayan di dalam kediaman ini dan harus membentak kau di depan para pelayan ini, kau ingin tahu sebenarnya bukan,," Ucap Martin yang memulai kembali ingin menjelaskan sesuatu kepada Claire.
" Kau tahu mereka semua bukanlah pelayan biasa yang dipekerjakan oleh temanku di dalam kediaman ini, separuh dari para pelayan di dalam kediaman ini mereka semua adalah mata-mata yang memang sengaja dijadikan pelayan di dalam kediaman ini Claire,," Bilang Martin dengan jelas hingga membuat Claire kaget mendengar semua penjelasan Martin itu.
" Apa !!" Ucap Claire dengan nada suara yang terdengar cukup tinggi dan juga kaget atas pernyataan yang disampaikan oleh Martin.
Penjelasan dari Martin yang cukup detail ini pasti saja membuat Claire sedikit terkejut karena ternyata memang benar di dalam pemikirannya itu bahwa para pelayan di dalam kediaman Martin saat ini begitu jelas sekali terlihat bahwa pelayan itu bukanlah pelayan biasa melainkan pasti seseorang yang memiliki sebuah kemampuan.
" Ternyata benar dugaanku, tidak mungkin mereka semua adalah pelayan biasa, pastinya mereka semua memiliki sebuah kemampuan yang belum saja terlihat oleh mataku,," Gumam Claire dalam hati sambil menganggukkan kepalanya secara perlahan dan mengingat kembali wajah para pelayan di hadapannya tadi.
Tidak mungkin seorang pelayan biasa berani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Claire dengan sebuah jawaban yang menurut Claire tidak mungkin jawaban itu diberikan oleh seorang majikannya. Tentu saja pelayan itu memiliki sebuah kemampuan yang ternyata memang benar adanya di dalam pikiran Claire saat ia berada di dalam area kolam renang itu.
" Maksudnya mereka mata-mata yang dikirimkan oleh seseorang , memangnya siapa orang itu ?" Tanya Claire lagi kepada Martin.
" Aku tidak tahu yang mengirim mereka siapa, tapi yang jelas separuh dari para pelayan di dalam kediaman ini adalah mata-mata, Claire,," Jawab Martin lagi kepada Claire.
" Yang pastinya disaat kita berdua tinggal di dalam kediaman jangan pernah memperlihatkan suatu kecanggungan dan juga sebuah tindakan rencana yang ingin kita lakukan, karena, kita haruslah berhati-hati untuk melakukan apapun,," Ucap Martin yang tengah memperingati Claire untuk selalu berhati-hati dalam melakukan tindakan apapun di dalam kediamannya ini.
" Sebab aku belum mengetahui apa tujuan mereka memantau aktivitas yang sedang aku lakukan dan juga aktivitas dari temanku itu,," Sambung Martin lagi memberikan sebuah peringatan kepada Claire untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan bersikap.
" Pantas saja, sikap yang kau tunjukkan di hadapanku saat kita berada di kolam renang sangat berbeda dari biasanya,," Ucap Claire yang mengingatkan Martin mengenai perihal sikap Martin terhadap dirinya.
Dan saat ini Claire juga sudah mendapatkan sebuah jawaban dari perkiraannya itu bahwa teman yang dimaksudkan oleh Martin dalam penjelasannya ini tidak lain tidak bukan pasti dia adalah orang yang telah membantunya saat Claire hampir saja tenggelam di dalam kolam renang siang ini. Ternyata apa yang dijadikan pertanyaan oleh Claire memanglah sangat benar sekali. Bahwa sebenarnya pemilik kediaman ini adalah orang yang telah membantunya itu.
****
****
Dan saat ini Claire juga sudah mendapatkan sebuah jawaban dari perkiraannya itu bahwa teman yang dimaksudkan oleh Martin dalam penjelasannya ini tidak lain tidak bukan pasti dia adalah orang yang telah membantunya saat Claire hampir saja tenggelam di dalam kolam renang siang ini. Ternyata apa yang dijadikan pertanyaan oleh Claire memanglah sangat benar sekali. Bahwa sebenarnya pemilik kediaman ini adalah orang yang telah membantunya itu.
" Apakah teman yang kau katakan ini adalah orang yang telah,,?" Tanya Claire seketika terputus karena Martin langsung menjawab dan mengira bahwa pertanyaan Claire ini adalah Nichole temannya itu yang baru saja membantu Claire di area kolam renang siang ini.
" Ya, orang yang telah membantu kau saat kau di dalam kolam renang hampir tenggelam tadi,," Jawab Martin secara langsung memutuskan pertanyaan dari Claire.
" Oh, jadi dia pemilik kediaman ini ?" Tanya Claire kepada Martin dengan nada suara seolah mengerti akan maksud dari jawaban Martin.
" Ya, Nichole adalah pemilik kediaman ini," Jawab Martin tegas menjawab pertanyaan dari Claire.
" Dan dia adalah seorang pebisnis yang cukup hebat di negara kita ini,," Sambung Martin lagi kepada Claire mengenai keadaan Nichole.
" Tapi tidak sehebat Alberto bukan ?" Tanya Claire lagi pada Martin.
Tentu saja perbandingan yang dinyatakan oleh Claire itu terhadap Nichole dan juga Alberto sangatlah jauh berbeda. Karena, semua orang di dalam negaranya ini begitu jelas mengenali kehebatan dan juga kekayaan serta kekuasaan Alberto Alexandre dibandingkan pebisnis serta mafia lainnya. Alberto bukan hanya sekedar pebisnis, pengusaha, melainkan seorang pria yang memiliki karismatik begitu tinggi.
Sehingga Alberto selalu dipandang dan juga disegani oleh petinggi petinggi yang ada di dalam negaranya ini. Bukan hanya di negaranya saja Alberto juga memiliki sebuah kekuatan dan juga kekuasaan yang besar di berbagai negara lainnya. Oleh sebab itu, tidak ada orang lain yang bisa dijadikan bahan perbandingan terhadap Alberto mengenai kekuasaan serta kekuatan yang dimilikinya itu.
__ADS_1
" Kau membandingkannya dengan orang itu, sudah jelas pasti orang itu yang lebih banyak memiliki kekuatan dan juga kekuasaan," Jawab Martin kepada Claire mengenai pernyataan Claire yang membandingkan antara Alberto dan Nichole temannya.
Nichole temannya Martin memang belum ada apanya dibandingkan dengan Alberto, tidak perlu dibandingkan dengan Alberto sang mafia yang memiliki kekuatan dan juga kekuasaan tertinggi di negaranya ini. Dibandingkan dengan Daniel dan juga Jimmy saja masih belum tertandingi, apalagi dengan Alberto.
" Heehh sudah kuduga,," Ucap Claire yang sengaja mengeluarkan sebuah ungkapan yang sedikit membuat Martin kalah dengan ucapannya itu mengenai kehebatan yang dimiliki oleh temannya bernama Nichole.
" Kau membandingkannya dengan orang seperti Alberto, tentu saja Nichole belum bisa menandingi kehebatan dan juga kekuasaan yang dimiliki oleh Alberto Claire,," Jawab Martin dengan jelas pada Claire.
" Tidak ada yang bisa menandingi kehebatan pria yang kucintai,," Bilang Claire lagi ditengah penjelasan Martin.
Martin hanya bisa menghela nafasnya cukup panjang ketika mendengarkan pernyataan dari Claire yang masih saja membela dan tetap jelas sekali terlihat bahwa Claire masih mengharapkan cinta dari laki-laki seperti Alberto yang tidak mungkin bisa di dapatkan oleh Claire seutuhnya. Karena, bisa dilihat dengan jelas bahwa selama ini Alberto sama sekali tidak memiliki rasa serta perhatian kepada Claire sedikitpun.
" Huuuhhh,, Claire, Claire,," Sela Martin sambil menghembuskan sedikit nafasnya ketika mendengar jawaban Claire yang begitu jelas masih saja mengharapkan cinta dari laki-laki seperti Alberto.
" Berhentilah untuk selalu mengkhayal demi mendapatkan cinta dari laki-laki seperti Alberto yang sudah jelas sekali dia tidak pernah menatap dan memberikan sedikit gambaran dari hatinya untuk kau,," Bilang Martin lagi kepada Claire hingga membuat Claire merasa sangat tersinggung dengan penjelasan dari Martin.
" Enak saja kau bilang seperti itu, aku tahu bagaimana sikap Alberto terhadapku, kau jangan mencelanya hanya karena kau ingin membela teman kau itu," Ucap Claire dengan wajah tersinggung karena, Martin baru saja mencela perasaan yang dimilikinya selama ini terhadap Alberto.
" Bukan seperti itu Claire aku hanya bersimpati pada kau karena, kau begitu menyayangi dan mencintai laki-laki itu, dan jelas sekali terlihat bahwa dia sama sekali,," Jawab Martin dengan ucapannya yang sedikit tertata agar Claire tidak tersinggung lagi dengan pernyataannya, namun sayangnya Martin belum menyelesaikan perkataannya sudah disela langsung oleh Claire yang masih saja belum menerima pernyataan darinya itu.
Karena, merasa tersinggung dengan pernyataan yang disampaikan oleh Martin hingga membuat Claire langsung mematahkan atau memotong pembicaraan yang akan dijelaskan oleh Martin. Hal itu membuat Martin lebih memilih untuk beralih ke pembicaraan awal mereka sebelum mereka membicarakan masalah hati yang tengah dirasakan oleh Claire terhadap Alberto.
" Baiklah, tidak usah menceritakan hal lain lagi dan jangan pernah untuk menjelekkan nama Alberto di depanku secara langsung,," Bilang Claire yang terlihat tengah mengalah atas jawaban yang baru saja disampaikan oleh Martin.
" Baik, tapi bukannya kau sendiri yang telah mengganti topik pembicaraan yang sedang kita lakukan ini,," Bilang Martin lagi pada Claire.
" Oke oke aku tidak akan mengalihkan pembicaraan lagi, ya sudah sekarang kau jelaskan lagi kepadaku mengenai kediaman ini dan juga hal lainnya, supaya aku bisa tahu apa yang harus aku lakukan dan tidak aku lakukan di dalam kediaman yang tidak jelas ini," Ucap Claire lagi yang terdengar masih mengalah dengan penjelasan dari Martin.
" Hehehe, Claire bukannya aku melarang kau untuk melakukan tindakan apapun di dalam kediaman ini," Ucap Martin dengan jelas sambil mengeluarkan sedikit tawanya terhadap Claire karena sudah mendengar jawaban dari Claire yang jelas sekali terdengar bahwa ia tidak bisa melakukan tindakan apapun sesuka hatinya.
" Aku juga tidak melarang kau untuk melakukan aktivitas apapun di dalam kediaman ini karena, kediaman ini sudah dibebaskan oleh Nichole untuk kau dan juga aku selama kita masih mau tinggal di dalam kediamannya ini,," Sambung Martin lagi pada Claire.
" Aku hanya ingin menjelaskan bahwa kau bebas melakukan tindakan serta aktivitas apapun di dalam kediaman ini asal kau bisa mengatur emosi yang kau miliki serta aktivitas yang kau lakukan itu tidak membuat kecurigaan terhadap semua pelayan di dalam kediaman ini," Jawab Martin lagi dengan jelas mengenai peraturan untuk Claire agar bisa melakukan tindakan apapun di dalam kediamannya ini.
Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Martin mengenai perihal apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di tempat ini barulah Claire dapat mengerti dan mengangguk perlahan atas semua penjelasan yang baru saja disampaikan oleh Martin itu meskipun dari penjelasan Martin bahwa ia bisa bebas melakukan aktivitas apapun asal ia bisa menjaga kelakuannya sendiri agar tidak terlalu dicurigai oleh para pelayan di dalam kediaman ini.
****
****
Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Martin mengenai perihal apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan di tempat ini barulah Claire dapat mengerti dan mengangguk perlahan atas semua penjelasan yang baru saja disampaikan oleh Martin itu meskipun dari penjelasan Martin bahwa ia bisa bebas melakukan aktivitas apapun asal ia bisa menjaga kelakuannya sendiri agar tidak terlalu dicurigai oleh para pelayan di dalam kediaman ini.
" Oh jadi hanya itu saja peraturannya ?" Tanya Claire kepada Martin yang menyatakan bahwa semua yang telah disampaikan oleh Martin itu adalah sebuah peraturan.
" Bukan peraturan Claire tapi kita harus mengingatkan kelakuan kita sendiri, supaya kita tidak dijebak dan juga tidak dicurigai oleh mata-mata yang berada di dalam kediaman ini,," Jawab Martin kepada Claire.
" Ya, aku tahu Martin,," Jawab Claire sambil menganggukkan kepalanya seolah mengerti akan maksud dari perkataan Martin barusan.
" Tapi bukannya selama ini kita sudah biasa hidup di tengah pemantauan orang yang begitu banyak saat kita tinggal di kediaman Alexandre ?" Tanya Claire lagi pada Martin.
Memang benar sekali apa yang telah disampaikan oleh Claire barusan. Karena, selama mereka tinggal di dalam kediaman Alexandre mereka sudah terbiasa hidup di dalam sebuah pemantauan atau mata-mata yang selalu berkeliaran di dalam kediaman itu.
Tapi, kenapa disaat Martin tinggal di dalam kediaman temannya ini terlihat begitu sangat tertekan dan juga khawatir jika suatu saat ketahuan melakukan kesalahan. Sungguh berbeda sekali dengan kelakuan dan juga keberanian Martin disaat Martin tinggal di dalam kediaman Alexandre.
Oleh sebab itu, Claire sedikit merasa heran dengan jawaban yang telah dijawab oleh Martin mengenai tempat tinggalnya saat ini. Tapi, menurut Claire untuk apa ditakutkan dan juga merasa tertekan dengan pantauan dari beberapa orang yang kekuatannya tidak terlalu besar dibandingkan kekuatan serta kehebatan Alberto.
" Iya aku tahu itu, Claire,," Jawab Martin singkat dengan jelas.
" Tapi tinggal di dalam kediaman ini sungguh berbeda dengan kediaman Alexandre,," Sambung Martin lagi pada Claire dengan omongannya yang terputus sedikit oleh Claire sendiri yang telah memutuskan jawabannya itu.
" Memangnya bedanya kenapa ?" Tanya Claire lagi pada Martin sambil memutuskan jawaban yang disampaikan oleh Martin.
" Ya, pastinya jauh berbeda Claire, meskipun, Alberto memiliki kekuatan dan juga kekuasaan yang besar, tapi, Alberto tidak akan membunuh kita jika kita ketahuan melakukan sebuah kesalahan, melainkan hanya sebuah hukuman yang terasa begitu berat untuk kita hadapi,,"
" Hanya karena Alberto masih memandang Mommy karena Mommy adalah Ibu kandung dari Alexa adik kandungku sendiri yang merupakan adik kandung dari Alberto juga," Sambung Martin lagi pada Claire dengan pernyataan yang begitu jelas.
" Tapi jika kita tinggal disini memangnya siapa yang ingin membantu kita dan memandang kita Claire, tidak ada yang bisa dipandang oleh orang yang tengah memantau kita saat kita tinggal disini,," Ucap Martin lagi sambil memberikan peringatan yang jelas pada Claire.
" Oleh sebab itu aku tidak ingin jika kau nantinya melakukan sebuah tindakan kesalahan yang tidak bisa dibantu oleh siapapun Claire,," Sambung Martin lagi dengan detail dari penjelasan yang telah banyak disampaikan dan diingatkannya untuk Claire.
Benar sekali apa yang telah disampaikan dan juga diperingati oleh Martin kepada Claire mengenai perihal perbedaan saat mereka tinggal di dalam kediaman Alexandre dan juga kediaman Nichole ini. Karena, di dalam kediaman Alexandre Martin serta Claire masih saja bisa bebas meskipun sudah melakukan suatu kesalahan karena, Alberto masih memandang adanya Alexa di antara hubungan mereka.
Namun, ketika mereka berdua tinggal di dalam kediaman milik Nichole ini belum tahu siapa yang telah berani menjadi mata-mata di dalam kediaman ini. Benar sekali apa yang telah dikatakan oleh Martin bahwa Claire harus bisa menjaga sikapnya di tempat lain jika ia ingin mendapatkan sebuah keselamatan dan juga kenyamanan saat tidak di dalam ruang lingkup kediaman Alexandre.
" Ya kau benar juga Martin,," Jawab Claire mengerti setelah mendengar pernyataan dari Martin mengenai apa yang telah dijadikan bahan perbandingan oleh mereka berdua.
" Baiklah kalau begitu aku akan mengikuti saran dan juga peringatan yang kau berikan ini,," Sambung Claire lagi setelah membenarkan pernyataan-pernyataan dari Martin dan mengerti atas apa yang akan dilakukan oleh mereka nantinya.
" Heemmm baguslah jika kau telah mengerti Claire,," Bilang Martin yang terlihat bahwa ia saat ini sudah merasa lega dengan apa yang telah terjadi pada dirinya dan Claire.
" Apa yang telah aku lakukan pada kau di area kolam renang, bukan maksudku untuk membuat kau merasa tersinggung, tapi, untuk menunjukkan bahwa ucapan dan juga perlakuan yang dilihat oleh para pelayan itu tidak membuat mereka curiga,," Jawab Martin lagi sambil memberikan petunjuk kepada Claire mengenai sikap yang telah dilakukannya tadi.
" Ya, sekarang aku sudah mengerti Martin,," Ucap Claire menganggukkan kepalanya.
" Dan Claire aku minta maaf padamu, jika kau merasa tersinggung atas sikap yang aku tunjukkan pada kau siang ini, aku telah membentak kau di hadapan semua pelayan itu, sehingga membuat kau tidak bisa melakukan tindakan apapun Claire,," Bilang Martin lagi pada Claire yang terlihat mengerti akan sikapnya itu.
" Ya, ya, sudahlah, aku juga sudah mengerti dan pastinya aku memaafkan kau, karena, aku tahu kau juga terpaksa melakukannya,," Jawab Claire yang membuat Martin merasa lega.
" Terima kasih Claire, jika kau sudah mengerti dan memahami maksud penjelasan yang telah ku sampaikan ini," Bilang Martin kepada Claire sambil ingin berdiri dari tempat duduknya, karena sudah merasa lega atas penjelasan yang disampaikannya pada Claire.
" Ya, tidak perlu berterima kasih padaku Martin, karena, aku sudah tahu bagaimana sifat yang selama ini kau miliki,," Jawab Claire jelas.
" Baiklah Claire saat ini kau sudah mengetahui semuanya tentang keadaan ku di dalam kediaman ini, jadi aku bisa merasa lega,," Bilang Martin kepada Claire sambil menggerakkan tubuhnya untuk beranjak dari tempat duduknya itu.
" Ya, jika tidak kau jelaskan pastinya aku tidak mengetahuinya Martin,," Ucap Claire sambil menggerakkan tubuhnya untuk beranjak juga dari tempat duduknya itu.
Karena merasa bahwa pembicaraan yang tengah mereka lakukan itu sudah cukup jelas dan juga sudah selesai, Martin hendak berdiri dan beranjak dari tempat duduknya untuk membuka kembali akses kamar Claire agar tidak dicurigai oleh para pelayan yang menjadi mata-mata dalam kediaman ini.
****
****
Karena merasa bahwa pembicaraan yang tengah mereka lakukan itu sudah cukup jelas dan juga sudah selesai, Martin hendak berdiri dan beranjak dari tempat duduknya untuk membuka kembali akses kamar Claire agar tidak dicurigai oleh para pelayan yang menjadi mata-mata dalam kediaman ini.
Tapi disaat Martin ingin membuka semua akses kamar ini menggunakan alat yang ada di tangannya tiba-tiba Claire mencegahnya. Dan terlihat bahwa Claire ingin menyampaikan sebuah pernyataan yang begitu penting sekali sehingga mencegah Martin untuk membuka akses kamarnya itu.
" Baiklah, karena, saat ini kau sudah mengetahui dengan maksud dari penjelasan yang telah ku sampaikan ini, aku pikir untuk pembicaraan kita cukup sampai disini saja dulu Claire,," Bilang Martin kepada Claire sambil menggerakkan tubuhnya untuk beranjak dari tempat duduknya itu.
" Jika kau menginginkan sesuatu dan kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menghubungi aku langsung atau kau bisa memerintahkan salah satu pelayan pria saja di dalam kediaman ini, karena, pelayan pria di dalam kediaman ini adalah orang-orang yang bekerja denganku,," Sambung Martin lagi dengan posisi dirinya saat ini sudah berdiri sambil mengambil sesuatu alat yang memang ia letakkan di dalam saku jasnya.
" Ya, Martin kalau sudah kau jelaskan begini, aku sudah mengerti semuanya Martin,," Jawab Claire sambil mengulas sedikit senyumannya terhadap Martin.
" Baguslah jika kau sudah mengerti Claire, aku berterima kasih padamu, karena, kau adalah saudaraku yang cerdas, yang bisa membedakan bagaimana sikap dan sifat asliku dengan sifat dan sikap palsuku,," Ucap Martin lagi dengan jelas kepada Claire.
" Heemmm, tentu saja,," Jawab Claire sambil menganggukkan kepalanya.
" Kalau begitu aku keluar dulu dan sebelum aku keluar akan aku buka terlebih dahulu akses pengaman di dalam kamar ini,," Bilang Martin sambil meminta izin keluar dari kamarnya Claire dan meneruskan pekerjaannya yaitu membuka akses pengaman di dalam kamarnya Claire ini.
Dan ketika Martin ingin membuka akses pengaman di dalam kamarnya Claire itu. Tiba-tiba Claire tergerak untuk menanyakan sesuatu perihal kepada Martin mengenai akses pengaman yang memang sengaja dibuat di dalam kamarnya ini.
Apakah akses pengaman di dalam kamarnya ini sengaja dirancang oleh Nichole sendiri sebagai pemilik kediaman yang cukup megah ini ?
Atau Martin sendiri yang telah sengaja membuat akses pengaman di dalam kamar ini sebagai sarana bagi Martin untuk melakukan sebuah rencana dan juga membuat rencana lainnya yang tidak ingin diketahui oleh orang lain ataupun bocor kepada orang lainnya.
" Tunggu Martin, jangan kau buka dulu akses pengaman di dalam kamar ini,," Ucap Claire yang sengaja meminta untuk tidak membuka akses pengaman kamarnya terlebih dahulu kepada Martin dan hal itu membuat Martin sedikit kaget hingga menghentikan pekerjaannya yang ingin menekan tombol pada alat di tangannya itu.
" Memangnya, ada apa, Claire ?" Tanya Martin langsung pada Claire dengan wajah penuh keheranan.
" Sebentar aku ingin bertanya pada kau,," Ucap Claire kepada Martin yang telah menghentikan tindakan Martin untuk menekan alat yang ada pada tangannya itu.
" Ya, tanyakan saja,," Jawab Martin singkat terhadap Claire.
" Mengenai akses pengaman di dalam kamar ini,," Bilang Claire yang telah memulai membuka pembicaraan kembali pada Martin.
" Aku ingin tahu, apakah akses di dalam kamar ini, Nichole yang telah merancangnya atau kau sendiri yang telah mengaturnya ?" Tanya Claire pada Martin dengan mengerutkan sedikit dahinya.
Sambil mengulas senyumannya sedikit di hadapan Claire, Martin menjelaskan bahwa akses di dalam kamarnya ini bukanlah Nichole yang merancangnya melainkan dia sendiri. Karena, selama Martin hidup di dalam kediaman Alexandre tidak mungkin Martin tidak mempelajari hal-hal yang berbau tentang akses pengamanan serta akses lainnya.
Oleh sebab itu disaat ia tengah melakukan tindakan kejahatan terhadap Ziya, saat itu Martin bisa lolos begitu saja meskipun akhirnya Martin tetap ditangkap oleh Alberto karena tindakan kejahatan yang telah ia lakukan kepada Ziya.
Tentu saja hanya sekedar akses pengaman yang ia letakkan di dalam kamarnya Claire ini hanya pekerjaan yang simpel dan mudah baginya meskipun akses pengaman yang ia buat dan rancang sendiri ini tidak sehebat pemikiran dari otaknya Alberto Alexandre.
" Tentu saja aku sendiri Claire, apakah kau tidak tahu bahwa aku juga bisa melakukan tindakan seperti ini,," Ucap Martin dengan jelas pada Claire sambil menunjukkan bahwa dirinya juga hebat sama seperti apa yang dimiliki oleh Alberto.
" Oohh baguslah jika seperti itu,," Jawab Claire sambil menganggukkan kepalanya dan mengerti akan keahlian yang dimiliki oleh Martin saudaranya itu.
Benar sekali yang diucapkan oleh Martin, karena, tidak mungkin jika Martin tidak bisa melakukan suatu hal yang berbau dengan sistem-sistem rahasia yang dimiliki oleh anak-anak keturunan mafia. Sedangkan ia sendiri adalah anak dari Gladys yang dulunya merupakan seorang istri dari mafia. Meskipun kepopuleran suaminya Gladys jauh berbeda dari Vasco Alexandre dan juga Daddy dari Vasco yaitu suami dari Grandma Christin.
" Tentu saja Claire, kau tidak usah khawatir mengenai akses pengamanan di dalam kamar ini, karena, aku yang telah sengaja merancangnya agar semua orang tidak bisa mengetahui rencana yang telah dibuat oleh kita,," Bilang Martin kepada Claire hanya untuk membuat Claire merasa nyaman dan juga tidak khawatir mengenai apa yang telah dibicarakan oleh mereka berdua bahwa akses pengaman di dalam kamarnya ini adalah dia sendiri yang telah merancangnya.
" Ya, aku mengerti Martin baguslah jika memang benar seperti itu, karena, aku pikir akses pengaman ini sengaja dirancang oleh Nichole sendiri sebagai pemilik kediaman ini,," Bilang Claire lagi baru bisa merasa lega dengan jawaban yang telah diberikan oleh Martin padanya.
" Bukan Claire kau tidak usah khawatir, akses pengaman di dalam kamar ini, adalah akses pengaman yang memang sengaja aku rancang supaya orang tidak bisa mengetahui apa yang tengah direncanakan oleh aku, kau dan bahkan kita yang akan melakukan sebuah tindakan rencana Claire,," Jawab Martin lagi dengan tegas agar bisa memberikan sebuah kepercayaan bagi Claire dengan akses pengaman yang telah dirancang oleh dirinya sendiri.
" Oh baiklah kalau begitu aku percaya, karena, aku juga tahu bagaimana dengan keahlian yang selama ini kau lakukan Martin,," Ucap Claire sambil menganggukkan kepalanya dan memberikan sebuah apresiasi terhadap Martin mengenai keahlian yang dimiliki oleh Martin sendiri.
" Heemm terima kasih Claire jika kau telah mempercayainya dan juga mengerti akan apa yang tengah aku lakukan ini,," Balas Martin lagi pada Claire.
Karena, sudah begitu banyak sekali penjelasan yang disampaikan oleh Martin terhadap Claire mengenai apa saja yang ingin ditanyakannya itu, barulah Martin bisa untuk membuka akses pengaman di dalam kamarnya Claire ini. Dan Claire bisa mengetahui atas semua informasi yang baru saja dijelaskan oleh Martin padanya.
****
****
Dengan tertawa riang dan juga begitu senang akhirnya Claire mendapatkan sebuah ide untuk melampiaskan kekesalannya terhadap keluarga Alexandre yang selama ini telah membuatnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa dari kediaman besar seperti kediaman Alexandre.
Oleh sebab itu dari seseorang yang baru saja ia dapatkan idenya untuk ia membalas dendamnya dengan menghembuskan nafas lega Claire tertawa senang sambil ia merentangkan kedua tangannya seolah sedang meregangkan seluruh otot tubuhnya yang sedikit menegang.
Tak lama kemudian beberapa pelayan wanita yang awalnya menghampiri Claire disaat Claire sedang teriak-teriak sendiri berdatangan bersamaan dengan pelayan pria yang tengah membawa makanan serta minuman pesanannya.
Senyuman kegembiraan yang tampak riang menghiasi wajah licik Claire, kini berubah seketika disaat beberapa pelayan wanita yang mendatangi tempatnya. Dengan perubahan wajahnya yang awalnya terukir sebuah senyuman licik namun ketika Claire melihat kedatangan beberapa pelayan yang akan menghampirinya perubahan wajah Claire langsung berubah menjadi wajah marah dan terlihat sekali bahwa ia akan memberikan sebuah hukuman cukup berat kepada semua pelayan tersebut.
" Heehh!! datang juga akhirnya mereka semua,," Gumam Claire sambil menatap semua pelayan yang tengah menghampirinya dengan sebuah tatapan yang sinis dan tajam.
Beberapa pelayan tersebut sedikit khawatir saat melangkah mendekati Claire yang tengah memandangi mereka, sehingga membuat mereka saling berbisik bersama ketika melihat tatapan Claire begitu sinis menatapnya.
" Kenapa kita semua dipanggil ?" Tanya salah satu pelayan kepada kepala pelayan yang ada di sampingnya.
" Saya juga tidak tahu, kenapa Madam Claire memanggil kita semua,," Jawab kepala pelayan tersebut dengan suara yang begitu kecil hingga tidak terlihat bahwa mereka tengah berbicara sambil berbisik-bisik.
" Apa, karena kita memiliki sebuah kesalahan ?" Tanya pelayan lain kepada kepala pelayan tersebut.
" Entahlah, saya juga tidak tahu, kalau kita memiliki kesalahan pastinya yang wajib memarahi kita ya, Tuan Martin,," Jawab kepala pelayan tersebut kepada pelayan di sampingnya yang terlihat begitu cemas sekali saat melangkah mendekati tempatnya Claire.
" Tapi, ketua bukannya sebelum kita dipanggil ini, Madam Claire telah menyuruh kita semua untuk tidak mengganggunya saat ia berenang, tapi kenapa Madam Claire memanggil kita semua kembali kesini ?" Tanya pelayan lagi yang berada di belakang kepala pelayan tersebut.
" Entahlah, kemungkinan besar Madam Claire membutuhkan kita semua untuk melayaninya,," Jawab kepala pelayan tersebut kepada pelayan yang telah bertanya padanya.
" Semoga saja ketua, saya khawatir sepertinya Madam Claire marah dengan kita semua, karena bisa dilihat dari wajahnya yang menatap kedatangan kita dengan tatapan marah seperti itu,," Ucap pelayan yang berada di samping kepala pelayan tersebut.
" Bukannya wajah Madam Claire memang seperti itu selalu tampak sedang sedang marah terus,," Jawab ketua pelayan yang memang cukup berani untuk menanggapi sikap buruk Claire.
Karena, saat awal kedatangan Claire di dalam kediaman Martin ini semua pelayan hanya sekedar menyambut kedatangannya saja. Tapi, yang melayani semua kebutuhan dan juga keinginan Claire adalah ketua pelayan itu sendiri yang telah ditunjuk oleh Martin untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk Claire.
Serta Claire sudah mendapatkan sebuah pesan dari Martin untuk tidak melakukan hal buruk terhadap para pelayan di dalam kediamannya ini. Karena, Martin sudah tahu dan begitu kenal bagaimana sikap serta sifat dari saudara sepupunya itu, bahwa saudara sepupunya itu tidak akan segan untuk melakukan tindakan apapun terhadap orang yang telah membuatnya kesal.
Memang Claire cukup berbeda dengan Martin yang sifatnya sedikit cuek terhadap sebuah hukuman. Karena, bagi Martin sendiri lebih baik tidak perlu memberikan hukuman yang berat kepada pelayannya jika melakukan sedikit kesalahan. Kemungkinan besar kesalahan yang dilakukan oleh pelayan itu hanya kesalahan yang kecil bukan kesalahan besar seperti apa yang telah ia lakukan terhadap Ibunya sendiri.
Kesalahan yang telah dilakukan oleh Martin yaitu telah membocorkan sedikit rahasia besar mengenai tindakan ibunya terdahulu terhadap Ibunya Alberto. Yang selama ini rahasia besar itu tidak pernah terbuka sedikitpun, karena, kebodohan dan kecerobohan Martin yang terlalu besar menyukai dan mengagumi kecantikan Zoya.
Dan ternyata tempat seseorang wanita yang ia percayai dan ia buka rahasianya adalah Ziya. Hal itu membuat Martin begitu gusar karena, telah membeberkan semua rahasia besar milik Ibunya selamat ini. Namun, Ibu Martin tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Martin disaat itu, hingga Martin secara diam-diam pergi meninggalkan Ibunya di dalam kediaman Alberto.
Oleh sebab itu, Martin sama sekali tidak ingin menunjukkan ekspresi dirinya terhadap semua pelayan di dalam kediamannya sendiri itu. Karena, perasaannya saat ini masih saja dihantui rasa takut yang begitu besar akan tindakan yang telah ia lakukan terhadap Ibunya sendiri.
Kembali lagi pada keadaan sebelumnya, saat ini semua wajah para pelayan perempuan yang tengah berjalan menuju ke tempat dimana sedang ada Claire bersantai di atas kursi pinggir kolam dan terlihat bahwa saat ini Claire tengah memberikan sebuah tatapan yang begitu menakutkan hingga membuat semua pelayan itu merasa begitu cemas dengan tatapan yang dipancarkan oleh wajah Claire.
Keadaan sebelumnya disaat Claire tengah berteriak di dalam kolam renang untuk meminta tolong kepada para pelayan yang sedang melakukan pekerjaannya di dekat area kolam. Salah satu pelayan memang mendengarkan suara teriakan Claire, tapi, pelayan tersebut mengira Claire tidak ingin untuk dibantu karena, awalnya disaat Claire tengah berteriak menyebutkan nama-nama orang yang berada di dalam kediaman Alexandre.
Disaat itu semua pelayan mendekati Claire dan memastikan keadaan Claire aman-aman saja. Saat itu juga semua pelayan dengan secara langsung mendapatkan sebuah kemarahan dari Claire serta pengusiran yang begitu hebat. Oleh sebab itu, para pelayan yang memang mendengarkan suara teriakan Claire itu sama sekali tidak memperdulikan lagi suara teriakan yang dilakukan oleh Claire.
Karena, percuma saja jika mereka kembali mendatangi Claire yang akhirnya akan mendapatkan sebuah cacian dan umpatan kemarahan dari Claire kembali. Sehingga hal itu membuat para pelayan yang mendengar hanya saling bercerita satu sama lain dan pergi dari tempat areanya bekerja dan pindah ke tempat yang harus mereka kerjakan selanjutnya.
" Tolong,, tolong !!!" Suara teriakan yang terdengar dari area kolam renang.
" Seperti suara minta tolong,," Ucap salah satu pelayan yang memang mendengarkan suara teriakan Claire.
" Tolong,, tolong !!" Suara teriakan Claire lagi.
" Iya benar suara teriakan minta tolong,," Ucap pelayan lain, dimana di dalam area ruangan tersebut ada tiga pelayan wanita yang sedang melakukan aktivitasnya.
Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.
****
****
Dan ketiga pelayan tersebut memastikan kembali suara teriakan yang tengah mereka dengarkan itu. Karena, untuk memastikan suara teriakan tersebut mereka harus tahu datangnya darimana dan suara siapa. Tidak mungkin mereka langsung saja kabur dari tempatnya itu untuk mencari siapa yang telah berteriak itu.
" Sepertinya memang benar itu suara seseorang yang sedang berteriak minta tolong,," Ucap satu pelayan yang sedari tadi memang telah memastikan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire.
" Apa mungkin, Madam Claire berteriak minta tolong lagi ?" Tanya pelayan tersebut kepada kedua temannya.
" Iya betul sepertinya suara Madam Claire memang tengah meminta tolong,," Ucap pelayan yang satunya untuk memastikan pendengaran dari temannya itu.
Dan salah satu dari mereka telah melakukan sebuah pemastian pendengaran kembali yang tengah mereka lakukan secara bersamaan dimana mereka saat ini tengah fokus melakukan pekerjaannya namun, disela pekerjaannya itu terdengar suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.
" Aakkhh sepertinya bukan teriakan minta tolong dalam hal kesulitan,," Ucap pelayan tersebut kembali menenangkan perasaan temannya yang merasa khawatir dengan keadaan Claire jika mereka tidak datang menghampiri Claire dan menolongnya pastinya selaku pelayan yang tengah bekerja di tempat kakak sepupunya Claire akan mendapatkan hukuman besar dari majikan yang baru saja datang ke dalam kediaman Tuan besar mereka saat ini.
" Kemungkinan besar Madam Claire bukan berteriak minta tolong kepada kita melainkan suatu hal yang tengah ia lakukan sendiri karena merasa kesal dengan orang yang tengah ia kesalkan saat ini,," Ucap pelayan itu kepada dua temannya yang tengah masih mendengarkan suara Claire.
Sangat wajar sekali jika para pelayan tidak mau lagi mendekati Claire yang tengah berada sendirian dan sedang melakukan waktunya untuk bersantai sendiri itu. Karena, sebelum Claire berteriak meminta tolong, Claire sudah berteriak kesal akan kelakuan semua orang yang berada di dalam kediaman Alexandre sehingga membuat para pelayan di kediaman Martin ini kaget dengan suara teriakan yang ia lakukan.
Awalnya semua pelayan berpikir bahwa Madam yang baru saja datang itu memang tengah mengalami kesulitan yang ingin sekali mendapatkan bantuan, Sehingga membuat semua pelayan yang mendengar langsung berlarian mendekati Claire di area kolam renang. Namun, ternyata suatu hal yang mereka lakukan itu salah, bukannya membuat Claire berterima kasih atas kedatangan mereka untuk membantunya melainkan sebuah amarah kekesalan yang ditumpahkan oleh Claire kepada semua pelayan yang datang menghampirinya itu.
Oleh sebab itu, semua pelayan tidak mau lagi mendekati Claire, jika tidak Claire sendiri yang memanggil mereka untuk datang dan meminta pelayanan dari mereka. Dan sebagai para pelayan mereka memang seharusnya bersifat simpati dan juga empati terhadap majikannya, namun Claire sama sekali tidak memiliki sifat dan sikap untuk meminta bantuan dan juga empati dari para pelayan.
Oleh sebab itu, Claire dengan sengaja mengusir semua pelayan yang datang menghampirinya, dan kembali lagi di awal aktivitas yang tengah mereka lakukan sebagai pelayan. Membiarkan begitu saja suara Claire yang tengah berteriak meminta tolong. Dan akhirnya mereka semua kembali ke aktivitas mereka masing-masing dalam hal membersihkan semua kondisi ruangan kediaman Martin.
" Bukannya kita semua tadi sudah diperingatkan oleh Madam Claire untuk tidak mendekatinya bukan,," Ucap pelayan tersebut kepada dua temannya.
" Betul juga,," Jawab dua pelayan yang mengangguk secara bersamaan.
" Ya sudah lebih baik kita kerjakan pekerjaan kita saja, ayo,," Bilang pelayan tersebut kepada dua temannya yang mendengar suara teriakan minta tolong dari Claire.
" Ayo, mari,," Jawab kedua pelayan tersebut melangkahkan kakinya pindah ke tempat lainnya lagi untuk mereka melakukan tugas yang berikutnya.
Karena, merasa bahwa permintaan pertolongan yang dilakukan oleh Claire itu tidaklah terlalu penting, oleh sebab itu, semua pelayan yang memang sudah mendengar suara teriakan Claire itu telah berpindah ke tempat berikutnya. Karena, memang mereka tengah ingin segera melakukan aktivitas pekerjaannya masing-masing. Oleh sebab itu suara teriakan Claire sama sekali tidak dihiraukan oleh ketiga pelayan ini.
Dan sekarang ternyata pendengaran mereka ada benarnya juga sepertinya memang Claire meminta pertolongan dari mereka sebagai para pelayan. Terlihat bahwa ketiga pelayan yang awalnya mendengarkan suara teriakan Claire saling memandang satu sama lain ketika mereka mendapatkan sebuah perintah dari pelayan pria bahwa semua pelayan wanita yang ada di kediaman Martin dan sedang beraktivitas tidak terlalu jauh dari area kolam renang telah dipanggil semuanya oleh Claire.
Betapa kagetnya kedua pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire meminta tolong. Namun perasaan takut dan khawatir itu ditepis begitu saja supaya perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu tampak di wajah mereka. Kemungkinan besar Claire memanggil mereka bukan karena perihal teriakan meminta tolong yang ia lakukan itu. Tapi, kemungkinan besar Claire meminta pelayanan dari mereka semua selaku pelayan di dalam kediaman Martin ini.
" Diberitahukan kepada semua pelayan wanita yang berada di dalam ruangan di dekat area kolam renang, semuanya harus menghadap Madam Claire sekarang juga,," Ucap pelayan pria tersebut memberikan sebuah pesan yang disampaikan oleh Claire padanya.
" Madam Claire ingin meminta kami semua untuk menghadapinya ?" Tanya salah satu pelayan wanita kepada pelayan pria tersebut.
" Ya, sekarang juga wajib semua pelayan wanita,," Ucap pelayan pria tersebut dengan jelas kepada pelayan wanita di hadapannya untuk segera menghadap Claire sekarang juga.
" Apakah saya boleh bertanya ?" Tanya salah satu pelayan wanita tersebut.
" Ya, silahkan,," Jawab pelayan pria itu menerima pertanyaan yang diajukan oleh pelayan wanita di hadapannya.
" Memangnya kenapa Madam Claire memanggil semua untuk menghadapnya ?" Tanya pelayan wanita itu yang memang ketua dari para pelayan wanita kepada pelayan pria yang memberi pesan dari Claire.
" Saya tidak tahu juga apa alasan Madam Claire memanggil kalian semua, yang pastinya saya hanya menyampaikan pesan dari Madam Claire bahwa kalian semua harus segera menghadapnya sekarang juga,," Jawab pelayan pria itu kepada semua pelayan.
" Baiklah, kalau kau tidak tahu alasannya berarti kita semua harus segera datang menerima panggilan Madam Claire saat ini juga,," Ucap kepala pelayan wanita itu kepada semua anggota para pelayan.
" Baik ketua,," Jawab semua para pelayan sambil mengangguk.
Deggg!!
Perasaan ketakutan yang berkecamuk dengan perasaan tidak karuan, hal itu yang memang tengah dirasakan oleh ketiga pelayan di dekat area kolam renang. Karena, memang sebenarnya mereka bertiga mendengar secara jelas suara teriakan yang dilakukan oleh Claire di dalam area kolam renang.
Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.
****
****
Namun, mereka bertiga sengaja pergi begitu saja meninggalkan suara teriakan yang dilakukan oleh Claire karena mereka menganggap bahwa teriakan yang dilakukan Claire hanyalah sebuah kekesalan yang dirasakan oleh Claire sendiri.
Rasa takut yang bercampur dengan rasa tidak tahu hal itu tengah dirasakan oleh ketiga pelayan yang awalnya memang mendengarkan suara teriakan Claire di dalam kolam renang. Namun perasaan ketakutan yang tengah mereka rasakan saat ini tidak terlalu ditampakkan, karena mereka berpikir hal lain yang akan dilakukan Claire pada mereka selaku pelayan.
" Apa mungkin, Madam Claire sengaja memanggil kami hanya karena tidak ada yang membantunya saat ia berteriak meminta tolong tadi ?" Tanya seorang pelayan dalam hatinya pada dirinya sendiri.
" Aakkhh itu tidak mungkin bisa jadi Madam Claire meminta kami semua untuk melayaninya,," Gumam salah satu pelayan lain di antara tiga pelayan yang memang mendengarkan suara Claire.
" Semoga saja Madam Claire bukan memanggil kami karena, kami tidak ada yang datang menghampirinya ketika ia berteriak meminta tolong tadi,," Gumam pelayan lainnya juga yang memang merasa khawatir dan cemas ketika akan dipanggil oleh Claire.
Tentu saja hal ini membuat semua pelayan menjadi takut dan juga cemas karena, semua pelayan sudah sedikit banyak yang tahu dengan sikap Claire yang cukup buruk itu serta pastinya cukup garang jika sedang memberikan sebuah hukuman. Apalagi sebelumnya semua pelayan sudah dimarahi habis-habisan oleh Claire saat Claire berada di dalam kolam renang.
Walaupun semua pelayan merasa takut dan khawatir namun, mau tidak mau semua pelayan itu haruslah patuh dengan panggilan dari majikan mereka, ya, walaupun majikan mereka ini bukanlah majikan mereka yang sebenarnya. Karena majikan mereka yang sebenarnya adalah Martin.
__ADS_1