
Rio merasakan bahwa kepala Cinta cukup berat dan Rio sedikit membetulkan kepala Cinta, saat itu Rio melihat ternyata istrinya ini tertidur lagi di bahunya, sambil memeluk erat lengannya dan pastinya bagian dada Cinta sangat menyentuh lengan Rio. Rio sedikit tersenyum merasakan kehangatan tubuh Cinta yang memeluk dirinya saat ini.
" Istriku,, terima kasih, kau sebuah anugerah untukku, terima kasih telah menjadi istriku,," Ucap Rio sesaat langsung mengecup lembut puncak kepala Cinta yang berada di bahunya.
Rio pun segera mengelus lembut rambut Cinta dan dengan sengaja tangan yang telah dipeluk Cinta dilepaskan Rio dari kemudi.
Saat ini Rio memegang kemudi hanya dengan satu tangan yaitu tangan kanannya, ia tahu bahwa sebentar lagi perjalanannya akan tiba, dan saat Rio melepaskan tangannya itu Cinta menggeliat memindahkan pelukannya tepat memeluk pinggang Rio dan saat ini kepala Cinta tepat bersandar di bagian dadanya, semakin membuat Cinta nyenyak merasakan sesuatu yang nyaman bagi dirinya.
" Ya ampuunnn dek,, tambah gemes Kakak,," Ucap Rio yang ingin sekali mencium pipi Cinta.
Tapi, kalau dirinya mencium pipi Cinta pastinya halal untuk dirinya dan Cinta bukan, karena, mereka berdua telah menikah, jadi, apapun yang mereka lakukan jadi hal yang sangat wajar untuk mereka berdua.
" Sebentar lagi kita akan sampai, Dek, sabar ya," Ucap Rio yang mengambil tangan Cinta dan menciuminya.
Terdengar suara adzan subuh yang cukup samar-samar oleh Rio saat mereka masih di perjalanan, Rio sangat tahu sekali bahwa suara adzan itu pasti berasal dari desanya. Dan letak masjidnya cukup tinggi jadi, sumber dari pengeras suara sangat terdengar sekali oleh Rio saat ini.
" Adzan subuh, berarti sebentar lagi, akan sampai, Syukurlah,," Ucap Rio yang tersenyum senang, karena selama perjalanannya itu membuat hidupnya banyak sekali mengalami perubahan.
Rio yang masih mengendarai mobilnya dengan kecepatan hati-hati membuat dirinya tersenyum senang saat matanya melihat sudah banyak dan ramai sekali rumah-rumah penduduk yang dibangun sebelum nama tempat desa mereka itu.
Tak lama kemudian akhirnya Rio melihat papan nama desa tempat tinggalnya.
" Akkkhh, Syukurlah, akhirnya sampai juga,," Ucap Rio yang merasa lega, karena, perjalanannya telah sampai.
Cinta sesaat menggeliatkan tubuhnya dan mengucek matanya, terasa sangat pegal sekali pada tubuhnya saat ini dengan posisi tidurnya yang miring memeluk Rio itu. Cinta kaget saat terbangun dirinya telah memeluk pinggang Rio dan kepalanya terasa sangat nyaman saat diletakkan di atas dada bidang Rio.
" Hah !! Ya ampuunnn,," Ucap Cinta saat melihat posisi dirinya saat ini sungguh memalukan bagi dirinya.
" Aaakkkhh,, maaf Kak,," Ucap Cinta yang segera bangun dari posisinya itu.
Dan saat ini Cinta telah kembali duduk di samping Rio dengan membetulkan posisinya. Lalu, Cinta melihat saat ini kondisi perjalanan tidak lagi di hutan dan terlihat bahwa saat ini mereka sudah tiba di sebuah desa. Keadaan desa yang Cinta lihat saat ini begitu ramai akan rumah penduduk. Karena, tidak terlalu jelas kondisinya saat ini masih waktu subuh dan pastinya suasana hari masih sedikit gelap.
" Waahhhhh,, kita udah sampai, dimana Kak,," Ucap Cinta seraya melihat keadaan di sampingnya.
" Udah sampai di kampung Kakak dek,," Bilang Rio yang menjelaskan keadaan perjalanan mereka.
" Serius udah sampai,," Tanya Cinta yang membelalakkan matanya.
" He'eh dek,," Ucap Rio yang mengangguk pertanyaan Cinta.
" Waahhhhh,, bagus donk,," Bilang Cinta yang terlihat sangat bahagia sekali.
" Dan sebentar lagi akan sampai di rumah Nenek,," Bilang Rio menjelaskan keadaan perjalanan mereka saat ini.
Sebelum tiba di rumahnya kebetulan Rio melewati sebuah tambak ikan yaitu tambak ikan milik Neneknya dahulu yang selama ini tidak dirawat oleh dirinya. Karena, Rio lebih memilih kerja di kota dibandingkan kerja di kampung. Tapi, sepertinya saat ini ia harus melakukan perawatan ulang terhadap tambak ikan milik neneknya itu.
__ADS_1
" Oh iya dek,, sebelum sampai ke rumah, nanti kita melewati tambak ikan milik nenek,," Ucap Rio mengatakan bahwa mereka sebentar lagi akan melewati tambak ikan milik Neneknya.
" Oh ya kah,," Ucap Cinta terlihat sangat senang.
" He'em,," Jawab Rio mengangguk.
Seketika benar sekali yang dikatakan oleh Rio, mereka sedang melewati sebuah area pertambakan milik Nenek Rio di kampung itu. Rio pun memelankan laju mobilnya dan menunjukkan pada Cinta area tambak milik Neneknya itu.
" Nah itu dek, tambaknya,," Ucap Rio yang jarinya menunjukkan arah tambak kepada Cinta.
Cinta menoleh dan melihat ke sampingnya sebuah area tambak yang ditunjukkan oleh Rio saat ini.
" Oh itu ya Kak,," Jawab Cinta yang fokus melihat area tambak ikan yang ditunjukkan oleh Rio saat ini.
" Tapi gak terlalu kelihatan,," Ucap Cinta yang merasa bahwa matanya belum puas melihat area pertambakan itu.
Sementara itu Rio tersenyum melihat Cinta yang merasa tidak puas melihat area tambak yang ditunjukkannya itu.
" Kapan-kapan kita akan melihatnya dek,," Ucap Rio yang tersenyum kepada Cinta.
" He'em,," Jawab Cinta mengangguk.
" Bagaimana kalau dijadikan usaha aja Kak, tambaknya,," Bilang Cinta yang memberikan ide kepada Rio.
Memang Rio berpikir untuk membuka usaha pada area pertambakannya itu tapi, saat ini dia masih bingung untuk melakukan usahanya itu. Tapi, saat mendengar ucapan Cinta mengatakan bahwa bagaimana kalau area pertambakan itu dijadikan tempat usaha mereka. Sangat bagus sekali ide dari Cinta ini, sama seperti dalam pikirannya itu.
" Sebenarnya, Kakak juga berpikir seperti itu, tapi Kakak mau tanya Dedek dulu, apakah Dedek setuju kalo nanti kita buka usaha tambak ikan,," Tanya Rio kepada Cinta langsung atas niat di hatinya itu.
Cinta pastinya yang telah memiliki idenya itu otomatis langsung setuju atas maksud dari pikiran Rio.
" Ya pasti sangat setuju donk Kak,," Jawab Cinta tersenyum.
Dalam sekejap mereka telah sampai ke rumah Nenek Rio. Rio pun segera memasukkan mobilnya ke area taman rumah Neneknya yang begitu asri minimalis khas rumah pedesaan.
" Kita sudah sampai dek,," Bilang Rio yang membuat Cinta membelalakkan matanya.
" Serius, Kak,," Ucap Cinta yang menoleh ke arah Rio lalu seketika menoleh kembali ke arah sebuah rumah yang ada di depan matanya saat ini.
" He'em tuh,," Jawab Rio yang menunjukkan rumah Neneknya.
" Waahhhhh Syukurlah,," Ucap Cinta tersenyum.
Setelah selesai memasukkan mobilnya ke area taman dan saat ini Rio melihat keadaan desa masih sepi belum banyak penduduk yang keluar rumah untuk beraktivitas karena Rio tahu hari ini hari Minggu jadi hal sewajarnya kalau semua orang belum ada kegiatannya sedikitpun.
" Aaakkkhh,, akhirnya kita sampai juga dek,," Ucap Rio yang merasa lega sekali dan merentangkan semua tangannya.
__ADS_1
Cinta tersenyum melihat Rio saat ini yang merasa lega dan puas saat tiba di desanya sekarang ini.
" Syukurlah Kak," Bilang Cinta yang tersenyum kepada Rio.
" Ayo dek, kita masuk,," Ucap Rio yang mengajak Cinta untuk segera masuk ke dalam rumah Neneknya.
" Oke,," Jawab Cinta mengangguk lalu, mengikuti langkah Rio yang membuka pintu mobilnya sendiri.
Cinta dan Rio pun berbarengan turun dari mobil dan saat ini terlihat jelas dari wajah Rio yang menghirup udara pagi di desanya ini, begitu sejuk sekali.
Sama seperti yang dilakukan oleh Cinta juga menghirup udara pagi di desa ini. Ternyata benar yang diucapkan oleh Rio, desanya memiliki udara yang sangat sejuk sekali.
Cinta pun tak puas-puasnya menghirup udara pagi saat ini. Lalu, Rio membuka pintu rumah dengan menggunakan kunci yang telah dibawanya itu. Setelah terbuka Rio mengucapkan salam pada rumahnya. Dan, setelah itu mendekati Cinta yang masih berdiri di luar sambil menghirup udara segar itu.
" Ayo dek,, masuk ke dalam,," Ucap Rio yang mempersilahkan Cinta untuk masuk ke dalam rumahnya.
Cinta pun mengangguk dan mengikuti arah langkah kaki Rio saat ini. Cinta melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang sebelumnya ia mengucapkan salam dahulu saat memasuki rumahnya.
Cinta melihat keadaan rumah Rio begitu unik, biarpun sederhana tapi sangat pas untuk dihuni.
" Heeemm,, rumahnya bagus kak,," Ucap Cinta yang tersenyum memuji keindahan dan keunikan rumah Nenek Rio saat ini.
" Hahaha Dedek bisa aja,," Jawab Rio seketika tersenyum mendengar pujian dari Cinta.
" Oh iya dek kamar di rumah ini cuma ada satu sekarang, dulunya memang ada dua, cuma karena udah dibuka kamarnya dan menjadi sebuah ruangan untuk sholat makanya jadi cuma satu kamarnya dek,," Bilang Rio kepada Cinta.
" Jadi nanti biar Dedek pake kamar dan Kakak mudah tidur di luar bisa kok,," Bilang Rio lagi yang membuat Cinta sedikit tersenyum atas ucapannya itu.
Cinta merasa bahwa Rio saat ini, sungguh menghargai dirinya, karena, walaupun mereka sudah menikah secara sah di mata hukum maupun agama tapi, Rio tidak mau memaksa Cinta dalam berhubungan serius dalam suami istri.
" Eemmm,, baik Kak,," Ucap Cinta menganggukkan semua perkataan Rio padanya.
" Tapi beneran Kakak ngizinin Cinta tidur di kamar dan Kakak tidur di luar,," Tanya Cinta yang memancing ekspresi Rio saat ini.
" Heemmm,, Iya dek, Kakak yakin,," Ucap Rio yang tersenyum balik kepada Cinta.
Cinta yang mengerti akan keadaan Rio sedikit malu padanya merasa bahwa Rio saat ini sedikit tergoda atas ucapannya itu, Cinta pun terkekeh geli.
" Baiklah, kalo gitu,," Ucap Cinta yang seketika terkekeh geli melihat Rio yang wajahnya sedikit berubah ekspresi menjadi malu.
Karena, merasa sedikit malu terhadap perkataan Cinta. Rio mengalihkan perhatiannya kepada barang yang ada di dalam mobil saat ini.
" Oh ya kalo gitu, Kakak ambil barang dalam mobil ya," Ucap Rio yang segera mengalihkan perhatiannya dari wajah Cinta saat ini.
" Eemmm,, ya Kak,," Jawab Cinta tersenyum manis semakin membuat Rio salah tingkah saat ini.
__ADS_1
Rio pun segera melangkahkan kakinya menuju luar rumah dan meninggalkan Cinta sendiri di dalam kamarnya. Sementara itu Cinta terkekeh geli atas tingkah Rio yang kaku saat digoda oleh dirinya itu.
***