Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 103 Akhirnya Bertemu Denganmu


__ADS_3

Terlihat saat ini Rio begitu bahagia mendengar semua pengakuan yang dilakukan oleh Cinta terhadap dirinya itu. Rio sudah begitu sangat yakin bahwa Cinta saat ini memang terlihat sedikit memiliki sebuah perasaan hati terhadap dirinya. Oleh sebab itu, Rio ingin sekali mengungkapkan perasaannya itu pada waktu yang sangat tepat.


" Heemm, terima kasih ya dek,," Ucap Rio sambil menciumi kening Cinta dan sedikit turun menuju pipi lembut Cinta.


" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk sambil tersenyum bahagia.


Setelah merasa cukup memberikan sebuah ciuman untuk istrinya yang saat ini tidak lagi menganggap dirinya sebagai seorang supir melainkan suami sendiri. Dengan senyuman bahagianya Rio kembali menanyakan keinginan Cinta yang segera ingin kembali ke Villa itu.


" Jadi, sekarang kita pulang ke Villa ?" Tanya Rio lagi memastikan pernyataannya Cinta.


" Heemm, iya kak,, tapi sebelum pulang ke Villa kita makan dulu ya,," Bilang Cinta kepada Rio.


" Oke dek, mau makan dimana ?" Tanya Rio sambil menganggukkan kepalanya.


" Eemmm dimana aja, yang penting bisa mengenyangkan perut Kak Rio,," Bilang Cinta sambil tersenyum seraya menggoda Rio.


" Hahaha, kok hanya perut Kakak saja, maksudnya Dedek nggak makan gitu,," Ucap Rio dengan mata yang terlihat mendelik heran pernyataan Cinta.


" Cinta bisa kenyang jika Kak Rio makannya lahap, apalagi saat di rumah, Cinta senang banget lihatin Kak Rio yang sesuai makan,," Bilang Cinta menjawab semua pernyataan isi hatinya.


Seketika Rio tercengang bahagia saat mendengar pernyataan dari Cinta yang menyatakan bahwa Cinta sendiri merasa bahagia ketika melihat dirinya makan dengan lahap saat Cinta sedang memasak makanan untuknya itu.


" Hahaha, Dedek bisa aja ya, ternyata selama ini Dedek merhatiin Kakak saat makan ya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menatap lembut wajah di sampingnya itu.


" Heemm, iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk dan tersenyum.


" Hehehehe ada ada saja dek,," Jawab Rio sambil memasang safety belt mobilnya.


" Ya udah sekarang kita berangkat ke sebuah tempat makan yang cukup indah suasananya,," Bilang Rio sambil membantu Cinta memasang safety belt.


" Benarkah ?" Tanya Cinta dengan wajah bahagianya.


" Benar, pasti Dedek akan makan dengan lahap juga disana,," Ucap Rio membenarkan perkataannya hingga membuat Cinta memberikan sebuah gambaran tentang ucapannya itu.


Dengan anggukan dari kepalanya Cinta itu dengan segera Rio melajukan mobilnya ke jalanan dan pergi menuju ke sebuah tempat yang telah dijanjikannya kepada Cinta. Sebuah tempat makan dengan suasana yang indah, memang di kota tempat tinggal Cinta banyak tempat makan yang indah akan suasana yang ditunjukkan namun, kali ini gambaran dari perkataan Rio sungguh berbeda.


Begitu jelas sekali terdengar bahwa tempat makan yang sedang digambarkannya itu sungguhlah indah hingga membuat Cinta merasa penasaran. Dibalik ekspresi wajah Cinta yang penasaran itu, terlihat Rio sesekali melirik wajah Cinta yang sedang melihat-lihat suasana kota ini.


" Semoga Dedek selalu bahagia disaat bersama denganku, dek,," Gumam Rio dalam hati saat dirinya sesekali melirik Cinta.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Rio untuk menemukan tempat dimana sebuah tempat makan yang sudah digambarkannya terhadap Cinta itu. Dengan segera Rio memarkirkan mobilnya di tempat parkiran, sebelum masuk ke tempat makannya saja, Cinta sudah diperlihatkan dengan suasana saung bambu yang indah di tempat makan itu.


" Sudah sampai dek,," Ucap Rio sambil memarkirkan mobilnya.


" Ini tempatnya Kak ?" Tanya Cinta pada Rio sambil memandangi suasana indah di depan matanya saat ini.


" Ya, inilah tempatnya,," Jawab Rio mengangguk.


" Ayo turun, Dedek mau kan jika kita makan disini ?" Tanya Rio kepada Cinta sambil melepaskan safety belt yang digunakannya.


" Suasana luarnya saja sudah indah banget seperti ini, apalagi di dalamnya, ya jelas Cinta mau donk kak,," Jawab Cinta sambil melepaskan safety belt.


" Syukurlah kalau begitu, ya udah berhubung kita udah sampai, ayo turun dek,," Ucap Rio sambil mengajak Cinta untuk segera keluar dari mobil.

__ADS_1


" Oke kak,," Jawab Cinta sambil ikut keluar dari mobilnya.


Dengan segera Rio keluar dari mobilnya dan berlari kecil menuju ke tempat Cinta dan langsung membukakan pintu mobilnya itu. Setelah pintu mobil terbuka Cinta segera turun dari dalam mobil, disaat Cinta sedang turun dari mobilnya, Cinta jelas sekali melihat ada mobil yang akan parkir tepat di sebelah mobilnya.


Dan dengan gerakan cepatnya Cinta langsung menarik tubuh Rio agar tidak terserempet oleh mobil yang akan parkir di sebelah mobilnya itu. Pastinya Rio sangat kaget sekali atas sikap Cinta yang begitu perhatian padanya itu.


" Aakkhhh awas Kak,," Seru Cinta kaget ketika melihat mobil yang akan parkir tepat di sebelahnya.


" Aaahh !" Suara Rio yang seketika kaget saat melihat mobil itu memang hampir menyerempet tubuhnya.


" Kak Rio nggak apa-apa ?" Tanya Cinta langsung kepada Rio saat melihat tubuh Rio yang sedang menempel erat pada tubuhnya itu.


" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah mobil itu terparkir sempurna tepat di sebelah mobilnya dan dengan ekspresi wajah yang marah serta kesal akan kelakuan mobil itu yang terlihat begitu disengaja untuk menyerempet Rio. Secara langsung Cinta mendatangi pemilik mobil itu, karena seenaknya saja masuk ke dalam lahan parkiran tanpa melihat terlebih dahulu kondisi di tempat parkiran tersebut.


" Kurang ajar itu mobil, memangnya siapa sih pemiliknya,," Umpat Cinta dengan wajah geramnya terhadap pemilik mobil yang hampir saja menyerempet tubuhnya Rio.


" Nggak apa-apa kok dek, Kak Rio nggak apa-apa,," Ucap Rio untuk menenangkan perasaan kesal Cinta.


" Nggak bisa kak, seenaknya saja mobil ini parkir dan sengaja ingin menyerempet Kakak, memangnya dia siapa,," Umpat Cinta lagi dengan wajah kesalnya.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana mobil yang sengaja menyerempet Rio itu diparkirkan. Sesampainya di dekat mobil itu Cinta seperti mengenal mobil itu, namun, walaupun Cinta mengenali mobil yang sedang terparkir tidak membuat hati Cinta yang sedang merasa kesal untuk memundurkan niatnya.


" Mobil siapa ini ?" Tanya Cinta dalam hati saat melihat mobil itu yang sedang terparkir.


" Sepertinya aku pernah melihatnya,," Gumam Cinta lagi.


Dengan segera Cinta kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempat mobil yang sudah diparkirkan itu, sedangkan, Rio sendiri mengejar langkah kaki Cinta untuk tidak mendekati pemilik mobil itu. Terlihat jelas dari mata Rio bahwa mobil itu merupakan mobil dari orang yang terkenal di kampungnya yaitu mobil dari seorang kepala desa pemimpin kampungnya itu.


" Sepertinya mobil pak kades,," Gumam Rio ketika menyadari mobil yang akan ditujukan oleh Cinta saat ini adalah mobilnya kepala desa di kampungnya sendiri.


Dengan segera Rio mempercepat langkahnya untuk mengejar Cinta yang sudah sangat jauh darinya itu. Sedangkan, dengan wajah kesalnya Cinta sendiri sudah sampai di dekat mobil yang telah terparkir itu. Walaupun semua orang di dalam mobil sama sekali tidak belum keluar dari mobilnya saat ini, oleh sebab itu Cinta sama sekali tidak tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu.


" Heh, dasar kurang ajar tuh mobil, lihat aja ya, dia belum kena cipratan mulut Cinta,," Gumam Cinta yang terdengar oleh dirinya sendiri karena merasa kesal dengan kelakuan pemilik mobil itu.


Sesampainya di dekat mobil itu dengan segera Cinta mengetuk kaca pintu mobil dan orang pemilik mobil itu juga keluar dari dalam mobil dengan wajah penuh senyuman manis namun terasa pahit bagi Cinta saat melihat senyuman yang ditunjukkan padanya itu.


" Permisi,," Ucap Cinta sambil mengetuk kaca pintu mobil yang sedang ditujukannya saat ini.


" Ya ada apa Cinta istrinya Rio,," Ucap kepala desa sambil membuka kaca mobilnya dan tersenyum manis pada Cinta.


" Pak kepala desa,," Gumam Cinta sedikit kaget ketika melihat siapa orang yang sedang berada di dalam mobil itu.


" Iya, ini saya, apakah kamu tidak mengetahui bahwa ini kendaraan saya,," Ucap kepala desa itu dengan gaya santainya namun sedikit memberi sebuah godaan pada Cinta.


" Benar, saya memang tidak mengetahui kendaraan bapak, oleh sebab itu saya kesini untuk meminta bapak lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan kendaraan, terima kasih,," Ucap Cinta sambil memberikan sebuah senyuman kecut pada kepala desa itu secara langsung.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya meninggalkan mobil kepala desa saat ini. Dan dengan segera kepala desa itu langsung keluar dari mobilnya dan dengan cepat juga langsung mengejar Cinta serta menarik tangan Cinta hingga membuat Cinta terkejut akan kelakuan kepala desa yang begitu kurang ajar pada dirinya.


" Eehhh tunggu sebentar, mau kemana kamu,," Umpat kepala desa itu kesal atas sikap Cinta yang secara langsung meninggalkannya begitu saja.


Dengan cepat kepala desa itu mengejar Cinta serta menarik tangan yang sedang berayun itu. Awalnya Cinta tidak mengetahui apa yang diucapkan oleh kepala desa padanya. Tentu saja, Cinta kaget dan spontan berteriak memanggil semua orang karena kelakuan kepala desa yang begitu kurang ajar padanya itu.

__ADS_1


" Eehhh bapak jangan macam-macam ya sama saya,," Umpat Cinta dengan wajah marahnya pada kepala desa itu.


Betapa terkejutnya Rio ketika melihat kejadian yang sedang terjadi di depan matanya itu, dengan segera Rio berlari ke arah dimana Cinta sedang berada saat ini.


" Saya tidak macam-macam manis,," Ucap kepala desa itu sambil menahan tubuh Cinta.


" Iiihhhh kamu jangan macam-macam sama saya,," Seru Cinta lagi yang terlihat sedang melawan tindakan kepala desa pada dirinya itu.


" Aku sudah memberikanmu sebuah tanda saat kau datang bersama suamimu ke rumahku, tapi, kau masih saja pura-pura tidak mengerti akan tanda dan maksud dari keinginanku itu,," Ucap kepala desa itu tepat di telinga Cinta.


" Apa yang kamu inginkan, aku tidak mengerti lepaskan aku,," Teriak Cinta yang masih meronta melawan perbuatan yang sedang dilakukan oleh kepala desa kepadanya.


" Kau harus segera berpisah dari Rio sekarang juga,," Ucap kepala desa itu yang begitu jelas terdengar dari telinga Cinta.


Karena, terkejut dengan ucapan yang diungkapkan oleh kepala desa itu tepat di telinganya hingga membuat Cinta berteriak ketakutan dan memanggil nama Rio. Cinta bisa melihat Rio begitu jelas saat itu, tapi, entah kenapa Rio sangat berjauhan dengan dirinya. Cinta tidak bisa melawan tindakan yang sedang dilakukan kepala desa itu padanya. Hingga membuat Cinta hanya bisa berteriak keras memanggil nama Rio agar Rio bisa menolong dirinya yang sedang dalam kesusahan itu.


" Kak Rio tolong Cinta, Kak Rio tolong Cinta,,," Teriak Cinta dengan suara yang keras hingga membuat Rio kaget atas teriakannya itu.


Tentu saja Rio kaget mendengar teriakan suara Cinta yang begitu jelas terdengar di Rio. Karena, merasa takut atas suatu kejadian yang terjadi pada Cinta, dengan segera Rio membangunkan Cinta yang sedang tertidur pulas di sebelahnya itu.


Dengan segera Rio menghentikan mobilnya terlebih dahulu di pinggiran jalan saat ini mereka sedang akan pergi ke sebuah tempat dimana tempat itu adalah sebuah rumah makan yang indah. Setelah mobilnya dihentikan dengan segera Rio membangunkan Cinta yang sedang tertidur pulas di samping tubuhnya itu.


" Dek, Dedek bangun, ini Kakak,," Panggil Rio pada Cinta sambil menggoyang-goyangkan tubuh Cinta.


" Dek, Dedek ini Kakak,," Bilang Rio lagi yang masih saja tetap membangunkan Cinta dalam tidurnya itu.


" Kak Rio tolong Cinta, aaaahhhhh,," Teriak Cinta terakhir dan terbangun dari tidurnya.


" Iya ini Kak Rio dek, ada apa ?" Tanya Rio langsung menatap wajah Cinta.


" Aaaahhhhh Kak Rio, Kak Rio nggak apa-apa ?" Tanya Cinta spontan pada Rio sambil menangkupkan kedua tangannya pada pipi Rio.


" Kak Rio nggak apa-apa dek, ada apa ?" Tanya Rio lagi dengan wajah yang terlihat begitu serius.


" Aahhh syukurlah kalau Kak Rio nggak apa-apa,," Jawab Cinta sambil memeluk Rio secara langsung dengan erat.


" Iya, Kak Rio nggak apa-apa dek, ada apa heemm ?" Tanya Rio lagi sambil mengelus rambut rambut Cinta yang tergerai di bagian punggungnya.


" Cinta, Cinta mimpi buruk barusan kak,," Jawab Cinta dengan suara yang terdengar masih merasakan mimpinya itu adalah suatu hal yang nyata.


" Mimpi apa dek, mimpi itu hanya bunga tidur,," Gumam Rio sambil tetap memberikan sebuah kenyamanan pada Cinta.


" Cinta bermimpi buruk Kak, apa mimpi buruk juga bisa dikatakan bunga tidur,," Ucap Cinta yang terdengar bahwa ia sedikit kesal atas pendapat Rio tentang sebuah mimpi adalah bunga tidur.


" Hehehehe, bukan begitu maksudnya, kita harus berpikir positif saja, berdoa sama yang maha kuasa Allah subhanahuwata'ala semoga mimpi yang telah terjadi dalam tidur kita menjadi suatu hal yang baik bukan buruk dek,," Jelas Rio pada Cinta dengan suara yang terdengar begitu lembut.


" Heemm, Cinta tahu kak, tapi, Cinta takut sekali, jika Cinta harus berpisah dengan Kak Rio,," Ucap Cinta menjelaskan sedikit inti yang terjadi dalam mimpinya itu.


" Hehehehe, jangan takut ya dek, Kak Rio sudah berjanji untuk selalu bersama Dedek dan melindungi Dedek selama-lamanya," Ucap Rio sambil tetap memberikan sebuah ketenangan pada Cinta.


Memang Rio bisa menjawab semua pertanyaan dari Cinta dengan penuh kelembutan dan juga kasih sayang. Namun, di hatinya Rio sendiri merasa ada sebuah kejanggalan yang akan terjadi pada dirinya dan juga Cinta. Rio berharap semoga mimpi yang dimaksudkan oleh Cinta itu adalah suatu pertanda baik bukan buruk untuk hubungan pernikahan mereka berdua.


****

__ADS_1


__ADS_2