Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 50 Temenin Kakak


__ADS_3

Rio yang melihat Cinta telah kembali merasakan ketenangan dan kenyamanan di dalam dirinya itu, membuat Rio kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Karena , terlihat saat ini Cinta memang sepertinya sangat mengantuk.


HHOOOAAAMMM!!!


Suara khas dari Cinta memang benar-benar menguap.


" Dedek ngantuk,," Tanya Rio yang menoleh ke arah Cinta.


" He'em,," Jawab Cinta mengangguk.


" Ngantuk beneran apa,,,," Tanya Rio yang menggoda Cinta.


" Iiihhh, Kak Rio apa-apaan sih, orang Cinta ngantuukkk beneran kok,," Ucap Cinta manja sambil menepuk lengan Rio.


" Hahahaha,," Suara Rio yang tertawa kecil melihat Cinta sekarang aktif membuat dirinya semakin cinta terhadap Cinta.


" Ya udah, Cinta bobo ya Kak,, Kalo udah sampe bangunin Cinta, oke,," Bilang Cinta yang suaranya terdengar sangat manja sekali.


" Iya dek, pasti Kakak bangunin ya,, Dedek bobo aja,," Ucap Rio mengangguk dan tersenyum kepada Cinta.


" Good Husband,," Ucap Cinta seketika membuat Rio kaget terpana dengan ucapan Cinta.


Karena, terpana mendengar ucapan Cinta yang memanggil dirinya Good Husband itu membuat Rio tersenyum atas ucapan Cinta yang semakin hari membuat dirinya melayang.


" Hehehe,, Dedek, Dedek,," Bilang Rio seakan menunjukkan ekspresi biasa di wajahnya, padahal perasaannya itu sungguh mendebarkan.


Cinta pun membetulkan tempat duduknya dan setelah merasakan nyaman, Cinta segera merebahkan tubuhnya ke samping mengarah hadapan Rio.


Terdengar bunyi nafas Cinta dengan suara yang teratur, berarti Cinta memang benar-benar telah tertidur pulas. Sekitar berapa menit kemudian Rio memastikan apakah Cinta benar tertidur pulas, Rio pun mendekatkan tangannya ke arah wajah Cinta. Menyentuh lembut wajah Cinta, ternyata benar istri tercintanya telah tidur dengan pulas.


" Maafkan, Kakak ya, Dek,, kita gak bisa istirahat, karena, Kakak mau ngelanjutin perjalanan kita, supaya cepat sampai ke rumah kita,," Bilang Rio yang berani menyayangi Cinta saat Cinta sedang tertidur.


Sesaat Rio menatap wajah Cinta yang tertidur pulas itu, terlihat begitu sangat cantik. Rio mengelus lembut wajah Cinta, dan ingin sekali rasanya Rio menciumi kening Cinta, tapi, Rio takut nanti Cinta bangun dan marah padanya. Jadi niatnya itu segera diurungkannya.


" Heemmm,, sudahlah, nanti dia bangun." Bilang Rio yang segera memundurkan wajahnya.


Setelah itu, Rio pun kembali fokus pada jalanan di hadapannya saat ini. Rio memikirkan kenapa Nyonya Ranita membantu Cinta, kemungkinan saat ini dirinya dan Cinta sedang dicari-cari oleh Hendrawan Papanya Cinta.


" Karena, Nyonya telah mendukung Cinta untuk kabur dari rumah, kemungkinan besar Tuan, pasti sedang melacak keberadaan kami saat ini." Ucap Rio memikirkan sesuatu yang terjadi di rumah Cinta saat ini.

__ADS_1


" Dan kemungkinan besar juga Nyonya dan Tuan pasti selalu bertengkar omongan tentang kepergian Cinta. Ya, Tuhan tindakanku ini salah,, tapi, bagaimana aku harus menghadapinya ?" Ucap Rio yang cemas memikirkan Nyonya dan Tuannya itu.


" Tapi, posisi Cinta saat itu juga tidak memiliki pilihan,, Ya Allah hanya padamu aku berserah diri, apapun yang telah terjadi dan akan terjadi semua kuserahkan padamu." Bilang Rio yang merasa bersalah atas tindakannya dan juga berdoa kepada tuhan untuk mendapatkan mukjizat.


Seketika Rio menoleh ke arah Cinta, dimana perempuan ini adalah orang yang sangat dicintainya. Rio merasa kasihan, merasa bersalah, merasa bingung saat dirinya memandang Cinta saat tertidur pulas itu.


" Dek,, Kakak takut kehilangan, Dedek,," Ucap Rio yang merasa takut akan kehilangan Cinta.


" Jangan pernah bilang kalau kita menikah hanya sandiwara, karena, semakin lama rasa ini gak bisa terbendung lagi untuk selalu bersama denganmu, Dek." Ucap Rio yang menatap wajah Cinta.


Tapi, sayang Cinta telah tertidur pulas jadi, tidak mengetahui apa saja yang diucapkan oleh Rio saat ini. Lalu, sesaat Cinta meraba-raba sesuatu untuk dipeluknya, tapi sayang tangan Rio terlalu jauh dari jangkauannya.


Jadi, Cinta berbalik arah ke sebelah kaca dan membuat Rio memelankan laju mobilnya.


" Dedek, kayaknya lagi cari sesuatu untuk dipeluk,," Ucap Rio yang mengira keadaan Cinta saat itu.


" Sebentar ya Dek,, Kakak cari sesuatu." Ucap Rio yang menghentikan mobilnya lalu mengambil sesuatu benda dari belakang mobil.


Setelah mengambil selimut, jaket untuk Cinta, Rio kembali lagi ke posisi depan, dan memakaikannya ke tubuh Cinta. Memberikan jaket untuk dipeluk oleh Cinta dan selimut untuk menutupi tubuh Cinta. Dengan tersenyum, Rio segera menghidupkan kembali mobilnya.


" Tidur yang nyenyak ya, Dek,," Ucap Rio, lalu menghidupkan mesin mobilnya kembali.


Tak terasa hari sudah semakin malam dan pastinya membuat Rio sangat mengantuk. Rio pun terlihat menguap berkali-kali dan merentangkan tangannya dan tubuhnya menggerakkan seluruh otot tubuhnya.


Suara nguap Rio terdengar jelas sangat mengantuk sekali. Seketika, Cinta yang terbangun dari tidurnya segera berbalik ke arah Rio dan segera menyapa Rio.


" Kak Rio ngantuk,," Tanya Cinta seketika membuat Rio kaget.


" Hah!! Dedek udah bangun,," Jawab Rio yang menoleh ke arah Cinta.


" Heeem,, Jawab Cinta mengangguk.


Lalu, Cinta melihat di tubuhnya ada jaket yang sedang di peluknya dan juga selimut yang telah dipakainya.


" Aneh,, perasaan sebelum tidur aku gak pake apa-apa deh,,," Ucap Cinta seketika membuat Rio tersenyum.


" Kakak yang pasangkan ya,," Tanya Cinta pada Rio dan Rio tersenyum sambil mengangguk.


" Terima kasih, ya Kak,," Bilang Cinta yang langsung memeluk lengan Rio.

__ADS_1


Rio terperanjat saat Cinta memeluk lengannya itu, Rio ingin sekali memeluk balik Cinta saat itu.


" Cinta peluk ya,, soalnya dingin kak, biar kakak gak ngantuk juga,," Bilang Cinta yang membuat Rio tersenyum dan mengangguk.


" Iya dek,, kalo dengerin celotehan Dedek pasti gak ngantuk,," Bilang Rio jujur menjelaskan keinginannya.


" Hahahaha,, oke deh, Cinta ngomong ya, ngomong apa ya kak,," Tanya Cinta yang masih memeluk tangan Rio dan saat ini menyandarkan kepalanya di bahu Rio.


" Eeehhh,, kepala Cinta berat gak kak,," Tanya Cinta pada Rio menanyakan kepalanya berat atau tidak.


" Nggak dek,," Jawab Rio karena, pastinya sangat senang saat kelakuan Cinta yang terlihat manja pada dirinya itu.


" Eeemmm,, sekarang jam berapa kak," Tanya Cinta pada Rio yang sengaja tidak melihat jam di tangannya itu.


Rio sedikit melirik jam pada mobil, karena, kalo jam tangannya tidak bisa terlihat saat ini Cinta sedang bersandar di lengannya.


" Jam dua dek,," Jawab Rio.


" Hah!! Jam dua,, iiihhh ngeri,, tengah malam donk kak,," Ucap Cinta yang semakin mengeratkan pelukannya pada Rio.


" Kenapa, Dedek takut,," Tanya Rio yang mulai menggoda Cinta lagi.


" Gak takut, cuma ngeri,, mana mobil lain gak ada juga di depan maupun di belakang,, iiihhh,," Bilang Cinta yang melihat depan belakang mobilnya.


" Hahahaha,, Dedek, Dedek,," Bilang Rio yang mengusap-usap rambut Cinta.


Lalu,, Cinta ingin mengetahui berapa lama lagi mereka akan sampai ke kampung Rio itu.


" Berapa jam lagi kita sampai, Kak,," Tanya Cinta pada Rio.


" Sekitar tiga jam lagi, Dek,," Jawab Rio memikirkan keadaan jalan.


" Oke sebentar lagi ya Kak,," Ucap Cinta mengangguk dan merasa sebentar lagi dirinya bisa istirahat dengan nyaman.


" Iya dek,, kalo Dedek masih ngantuk, bobo aja gih,, nggak apa-apa,," Ucap Rio pada Cinta.


Cinta yang merasa bahwa Rio sangat perhatian pada dirinya itu, membuat Cinta mendongakkan kepalanya dan melihat langsung menjawab ucapan Rio yang sangat memperhatikan dirinya itu.


" Dedek, mau temenin Kakak,," Ucap Cinta yang tersenyum menatap Rio.

__ADS_1


Rio seketika melihat wajah Cinta yang menatapnya itu dengan dalam, membuat Rio ingin sekali mendapatkan sesuatu yang indah dari Cinta yaitu ketulusan cinta yang sangat ditunggu-tunggunya itu.


***


__ADS_2