Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 109 Datang Tamu Bulanan


__ADS_3

Rio sedikit tercengang melihat tempat tidur telah berubah dari seperti biasanya menjadi tempat yang sangat kecil hanya bisa untuk orang berdua saja dan posisi berdua itu terlihat sepertinya hanya bisa berpelukkan saja.


" Heemm sepertinya Dedek sudah melakukan suatu hal supaya aku bisa tidur sambil memeluk erat tubuhnya," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum nakal melihat tubuh Cinta yang sudah terbaring di atas tempat tidur.


" Baiklah jika Dedek sendiri yang menginginkannya, dengan senang hati akan aku lakukan dek, supaya Dedek bisa bahagia,," Gumam Rio lagi dalam hatinya sambil mendekatkan dirinya ke tempat tidur.


Sambil tersenyum menatap kelakuan Cinta yang sengaja dilakukannya itu saat ia sedang di dalam kamar mandi dengan lembut Rio menaikkan tempat tidurnya dan dengan lembut juga Rio masuk ke dalam tempat yang sudah dibuatkan oleh Cinta. Sambil memeluk lembut perut Cinta dan tangannya Rio juga menelusup naik hingga menyentuh bagian lembut di depan tubuh Cinta yaitu gunung kembar milik Cinta.


" Aaakkkhh !" Seru Cinta kaget ketika merasakan pelukan hangat yang merasuki tubuhnya itu.


Sangat dipastikan jika Cinta kaget dengan kelakuan yang sengaja dilakukan oleh Rio saat menaikkan tempat tidurnya dan langsung memeluk erat tubuh Cinta. Kenapa tidak pelukan itu membuat Cinta kaget, karena, dengan sengaja Rio memasukkan tangannya ke bagian atas hingga tangan itu menempel sempurna pada bagian yang paling sensitif dalam setiap tubuh wanita.


" Kenapa kaget Dek ?" Tanya Rio lembut di balik tengkuk belakang Cinta.


" Cinta bukannya kaget Kak, hanya terkesiap aja,," Jawab Cinta dengan napas yang tidak beraturan.


Napas yang keluar dari hidung beserta mulut Cinta itu tentu saja dapat terdengar jelas oleh Rio yang wajahnya begitu dekat sekali pada tengkuk lehernya Cinta saat ini. Karena, Cinta sendiri yang menginginkan suatu adegan ataupun tindakan romantis dalam kelakuannya ini. Maka, dengan senang hati Rio meluluskan keinginan Cinta yang terlihat sangat konyol seperti ini.


Dengan sengaja Cinta membuat sebuah tempat tidur berukuran kecil hanya dapat memuat dua tubuh manusia dengan posisi tubuhnya saling berpelukan. Oleh sebab itu, Rio yang sedang berada di belakang tubuh Cinta begitu bahagianya karena bisa mendapatkan aroma tubuh wanita yang ia cintai dengan posisi seperti ini.


" Terkesiap karena Kak Rio memeluk Dedek seperti ini,," Ucap Rio lembut sambil memainkan tangannya menyentuh lembut wajah Cinta.


Fuuhhh !! Hembusan lembut yang dilakukan oleh Rio pada leher Cinta hingga membuat tubuh Cinta bergejolak dan sedikit bergetar merasakan kelembutan hembusan yang dilakukan oleh Rio.


" Kak,," Suara rengekan lembut yang terdengar dari mulut Cinta sambil memejamkan bola matanya ketika merasakan lembutnya hembusan napas yang dilakukan oleh Rio.


" Heemm, iya dek,," Jawab Rio lembut sambil tetap meniupkan hembusan udara dari mulutnya membelai lembut leher wanita cantik di dalam pelukannya ini.


Fuuhhh !! lagi-lagi hembusan lembut yang dilakukan oleh Rio membelai mesra serta memberikan sebuah sensasi kenikmatan yang belum pernah dirasakan oleh Cinta.


" Kak,, apa yang dilakukan Kak Rio ?" Tanya Cinta yang terdengar oleh Rio dan dari suaranya itu begitu jelas sekali terdengar bahwa Cinta seperti merasakan kenikmatan yang didapatkannya dari Rio.


" Ssssstttt,," Gumam Rio lembut di telinga Cinta sambil membalikkan tubuhnya Cinta dengan perlahan.


Dengan perlakuan lembutnya Rio membalikkan tubuhnya Cinta hingga membuat Cinta sekarang berbaring terlentang di hadapannya Rio. Rio bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Cinta sepertinya terlihat sedang merasakan sebuah kenikmatan yang selama ini belum pernah dirasakannya. Oleh sebab itu dengan senyuman sempurnanya Rio mulai melakukan kembali tindakan mesra pada Cinta.


" Cinta, Kak Rio, tahu bahwa selama ini Cinta tidak pernah disentuh oleh pria manapun, oleh sebab itu, Kak Rio begitu bangga selama ini bisa menjaga tubuh Dedek ini dari pria manapun,," Gumam Rio dalam hatinya sambil menatap dalam wajah Cinta yang sedang terpejam di hadapannya itu.


Jelas sekali Rio sangat mengenal bagaimana kehidupan sehari-hari Cinta selama ini, karena, selama Cinta sekolah dari masa remajanya yaitu masa sekolah SMP, Cinta sama sekali tidak pernah berpacaran dengan pria manapun. Hingga saat Cinta memasuki masa SMA, Cinta juga sangat fokus dengan pendidikannya. Walaupun disaat masa SMA nya itu Cinta sangatlah populer akan kecantikannya, namun, tidak ada pria satupun yang berhasil mendapatkan perhatian khusus yang terdalam dari Cinta.


Oleh sebab itu, Rio merasa bahwa dirinya sangatlah beruntung bisa mendapatkan seorang istri yang masih tersegel aman belum tersentuh oleh pria manapun. Walaupun Rio setiap harinya selalu mengawasi Cinta disaat ia sedang menempuh pendidikannya itu. Namun Rio mempercayai akan sifat Cinta yang lebih memilih untuk selalu fokus pada pendidikannya dibandingkan masalah percintaan yang sedang berkembang pesat pada usia itu.


" Aku sangat beruntung bisa mendapatkan seorang istri sepertimu dek, kaulah wanita yang selama ini aku cintai dan aku harapkan dan ternyata saat ini impianku menjadi kenyataan,," Ucap Rio dalam hati sambil menatap wajah Cinta dan menyentuh lembut tubuh Cinta menggunakan jari jemarinya.

__ADS_1


" Kau telah menjadi istriku, sayang,," Sambung Rio lagi dengan perlahan jarinya akan membuka kancing baju Cinta.


Karena, Cinta saat ini sudah terbuai mesra akan kelembutan yang dilakukan oleh Rio. Hingga membuat Cinta sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukannya ketika tubuhnya hanya bisa terdiam membeku dan memejamkan bola matanya disaat ia sedang merasakan kelembutan jari jemari Rio yang sedang menyentuh lembut kulit tubuhnya itu.


Disaat Rio ingin membuka kancing bajunya Cinta barulah Cinta tersadar bahwa ia saat ini sedang datang bulan. Dan tidak mungkin baginya untuk melakukan suatu hal inti pada Rio saat ini. Kemungkinan besar, karena, sudah terbawa arus kenikmatan dalam sebuah tindakan romantis, Rio seolah lupa bahwa Cinta saat ini sedang datang bulan.


" Eemmm jangan Kak !!" Seru Cinta seketika membuka bola matanya dan langsung mencegah tangan Rio untuk membuka kancing bajunya.


Tentu saja hal itu membuat Rio sedikit kaget atas hal yang dilakukan oleh Cinta padanya. Dengan tatapan lembutnya Rio bertanya kepada Cinta kenapa Cinta langsung mencegah tindakan yang akan dilakukannya saat ini seperti melakukan sebuah perkenalan dalam hubungan rumah tangga suami dan istri.


" Kenapa dek, hemm ?" Tanya Rio lembut sambil menatap mata Cinta dengan dalam dan membiarkan tangannya masih dipegang oleh Cinta.


" Maafkan Cinta, saat ini Cinta masih datang bulan,," Gumam Cinta dengan napas yang menggebu-gebu dan memberikan sebuah tatapan begitu dalam pada Rio.


Seketika Rio teringat akan ucapan Cinta bahwa Cinta saat ini masih datang bulan. Sedangkan Rio sendiri memiliki sebuah hasrat yang menggebu-gebu kepada istrinya ini. Namun, belum bisa tersalurkan keinginannya itu serta sebuah kewajiban baginya untuk menginginkan tubuh Cinta saat ini juga.


Dan Rio hanya bisa menanggapi ucapan Cinta dengan wajahnya yang tertawa geli melihat tatapan Cinta merasa bersalah karena, belum bisa melayaninya sebagaimana seorang istri yang sebenarnya.


" Hahahaha,, oh my god, Kak Rio hampir lupa, maaf ya dek,," Ucap Rio yang seketika tertawa geli dan spontan memeluk Cinta lalu memberikan ciuman lembut pada puncak kepala istrinya itu.


" Nggak apa-apa, Kak, maafkan Cinta juga,," Jawab Cinta yang tubuhnya terbenam di dalam pelukan Rio.


" Dedek nggak salah,," Ucap Rio sambil memberikan tatapan keyakinan pada Cinta.


" Ya udah nggak usah dipikirin, sekarang lebih baik kita istirahat saja,," Ucap Rio lagi sambil membawa tubuh Cinta untuk masuk dan tetap menempel pada tubuhnya itu.


" Heemm, iya dek,," Ucap Rio lagi sambil memberikan senyuman lembut pada istrinya.


Dengan lembut juga Cinta membalas senyuman itu hingga membuatnya terbenam di dalam kehangatan pelukan yang dilakukan oleh Rio padanya. Dan Cinta akhirnya bisa tertidur pulas dalam pelukan itu, begitu juga dengan Rio akhirnya bisa melepaskan kepenatan tubuhnya sementara dalam waktu istirahatnya ini.


Sekitar beberapa jam Rio dan Cinta tidur bersama yang saling berpelukan itu hingga membuat mereka berdua terbangun dari tidur lelapnya. Saat terbangun Rio yang lebih duluan dibandingkan Cinta, Rio tahu bahwa Cinta saat ini tidak bisa melakukan ibadahnya karena ada suatu penghalang yang membuatnya tidak bisa beribadah.


Dengan lembut Rio beranjak bangun dari tempat tidurnya dan tersenyum melihat istrinya yang masih tertidur pulas itu. Sambil mengecup lembut kening istrinya itu dan mengusap kepala Cinta barulah Rio beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan langsung mengambil wudhu.


" Heemm, ternyata sudah maghrib,," Gumam Rio ketika matanya sedikit terbuka.


Sambil membuka kedua bola matanya itu dengan segera Rio mengambil jam tangannya yang ia letakkan di atas meja samping tempat tidur dan melihatnya. Ternyata saat ini jam sudah menunjukkan pukul enam sore lewat beberapa menit hampir jam setengah tujuh. Dengan segera Rio beranjak bangun dari tidurnya untuk segera mandi dan melakukan sholatnya.


" Berhubung Dedek masih datang bulan, biarkan saja dia tidur, lebih baik aku segera mandi dan sholat,," Ucap Rio sambil beranjak bangun dari baringnya itu.


Setelah terbangun Rio kembali menoleh melihat wajah Cinta yang masih tertidur dengan pulasnya. Dan dengan lembut juga Rio tersenyum menatap wajah cantik istrinya itu dan tidak lupa memberikan kehangatan yang begitu harmonis pada istrinya.


CUUPP !!

__ADS_1


Ciuman lembut nan mesra sengaja Rio lakukan di atas puncak kepala Cinta beserta pipinya.


Karena, disaat Rio sedang memberikan sebuah ciuman pada Cinta. Dan Rio bisa melihat dengan jelas bahwa Cinta saat dicium itu sedikit menggeliat dan menggerakkan tubuhnya, sehingga membuat Rio hanya bisa tersenyum senang melihat sifat dan tingkah laku istrinya hari ini yang begitu banyak mereka berdua lewatkan.


" Heemmm, Dedek, Dedek, ada-ada aja kelakuannya hari ini,," Gumam Rio sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat wajah istrinya yang sengaja kembali teringat akan kejadian hari ini.


" Kakak tinggal sebentar ya dek, tidur yang nyenyak sayang,," Ucap Rio lagi sambil mengelus lembut wajah Cinta.


Setelah memberikan kesannya kepada Cinta sang istri yang masih tertidur itu, Rio segera beralih pergi ke kamar mandi sambil mengambil handuk yang ia letakkan diluar sebelum ia tidur tadi. Dan Rio dengan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan tidak lama Rio masuk ke dalam kamar mandi, Cinta yang tidak terbiasa tidur di waktu Maghrib juga terbangun dari tidurnya itu. Cinta melihat jam sudah memasuki jam setengah tujuh dan Cinta bisa mendengar suara kran air dari dalam kamar mandi menandakan bahwa saat ini Rio sudah terbangun dan sedang mandi.


" Heemm sudah maghrib,," Gumam Cinta yang baru saja terbangun dari tidurnya.


Sambil menguap dan melihat jam pada jam tangannya yang ia letakkan juga di meja samping tempat tidurnya itu, Cinta menoleh ke arah kamar mandi dan memastikan bahwa di dalam kamar mandi itu pasti Rio. Karena, saat ini Rio juga sudah tidak berada di sampingnya lagi.


" Heemm sepertinya Kak Rio sedang mandi,," Gumam Cinta lagi sambil menguap.


" Setelah Kak Rio selesai mandi baru aku mandi,," Ucap Cinta yang segera bangun dari tidurnya.


" Lebih baik aku pesan makan malam saja,," Sambung Cinta sambil beranjak bangun dari tidurnya.


Dengan segera Cinta turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana telepon kamar itu berada. Sambil menekan nomor telepon yang tertera di dinding kamar, Cinta segera memesan makanan untuk mereka berdua malam ini.


" Halo ada yang bisa dibantu,," Ucap sang pelayan restoran menjawab panggilan telepon dari Cinta.


" Iya Mbak,," Jawab Cinta kepada pelayan wanita yang sedang mengangkat teleponnya.


" Saya mau pesan makan malam untuk dua orang di kamar nomor dua lima,," Ucap Cinta yang sengaja menyambungkan kembali ucapannya itu.


" Baik, Mbak segera diantarkan, mohon tunggu sebentar,," Ucap pelayan wanita itu pada Cinta.


" Terima kasih,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


Setelah selesai menelepon petugas yang ada di Villa ini, Cinta merasa bahwa jika ia berada di Villa ini lebih dari beberapa hari lagi, kemungkinan keuangan Rio akan menipis dan Cinta sedikit berpikir lebih baik mereka kembali pulang ke kampung saja.


Sedangkan tugas mereka sudah selesai semuanya, Rio dan Cinta mereka bersama sudah selesai mengambil surat keterangan nikah dan bukunya. Rio juga sudah selesai memesan benih ikan untuk di tambaknya nanti. Serta Cinta juga sudah selesai membeli semua barang-barang dan bahan dapurnya.


" Heemm, kayaknya jika aku dan Kak Rio di Villa ini selama satu minggu, sama saja itu pemborosan," Gumam Cinta setelah ia memikirkan tindakan yang ia inginkan pada Rio sebelum ia pergi kemaren.


" Daripada aku ingin menjauh dari wanita itu lebih baik aku hadapi saja dia, bahwa aku adalah istri sah dari Kak Rio, untuk apa aku pergi darinya hanya karena, aku malas berdebat dengan wanita itu,," Gumam Cinta lagi yang masih tetap di posisinya.


" Heemm, lebih baik aku perlihatkan saja padanya bagaimana kemesraan kami berdua,," Ucap Cinta lagi sambil tersenyum memikirkan sebuah ide yang ia dapatkan itu.

__ADS_1


Sambil tersenyum senang Cinta telah berpikir bahwa sepertinya ia harus mengajak Rio segera kembali ke kampungnya. Jika ia berada di Villa ini selama satu minggu itu sama saja pemborosan bagi Cinta dalam hal keuangan Rio. Lebih baik mereka mengirit dan menghadapi semua apa yang sedang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka berdua saat ini.


****


__ADS_2