
Pagi harinya saat Cinta terbangun dari tidurnya, merasakan sentuhan hangat yang menempel di dekat tubuhnya. Hidung Cinta mulai mengendus-endus aroma yang begitu membuat dirinya merasa nikmat dan nyaman.
" Aroma apa ini, Kenapa membuat diriku begitu terlena,?" Gumam Cinta yang masih memejamkan matanya.
Cinta merasa enggan sekali bangun dari mimpinya. Karena, apabila ia bangun pastinya aroma harum yang sangat lekat di hidungnya itu pasti akan menghilang.
Sesaat Cinta merasa salah satu kakinya sedang memeluk kaki lainnya, dan tangannya juga memeluk tubuh seseorang yang sangat hangat sekali.
Cinta merasa sedang memeluk boneka yang begitu empuk, hangat dan wangi, sehingga dirinya tidak mau melepaskan pelukan itu.
Sesaat, Cinta merasa boneka itu bergerak ingin menjauhi pelukan dirinya dan Cinta masih saja mengeratkan pelukannya agar boneka itu sama sekali tidak pergi dari dirinya. Karena, boneka itu mengerti akan diri Cinta, ya, jadi boneka itu hanya bisa pasrah dipeluk erat oleh Cinta. Cinta pun lega karena, boneka yang dipeluknya diam dan sekarang Cinta mulai membuka sedikit matanya.
Dan terpampang dengan jelas di matanya posisi Cinta sekarang bukan memeluk boneka melainkan sedang memeluk erat tubuh Rio. Cinta kaget tersentak saat dirinya sedang memeluk erat Rio, dengan respon yang cepat Cinta mendorong tubuh Rio menjauh dari tubuhnya.
" Iiiihhhh,, Kakak apa-apaan sih, kenapa peluk, Cinta," Oceh Cinta yang sedikit mendorong tubuh Rio.
" Heeemm, jelas, jelas posisinya kayak gimana dek,," Ucap Rio yang membela dirinya.
" Posisi, posisi apaan." Tanya Cinta yang bingung.
" Tuh lihat,," Ucap Rio pada Cinta sambil menunjuk kaki Cinta yang menaiki tubuhnya.
Cinta tercekat dan berteriak,,
" Aakkkhh,, kenapa kakiku bisa naik ke atas sini,," Teriak Cinta yang segera menurunkan kakinya.
" Kakak juga nggak tahu,, cuma semalam Dedek itu tidurnya rusuh berputar sini, berputar sana, nimpuk sini, nimpuk sana,, dan yang jadi sasaran terakhirnya Kakak,," Bilang Rio yang memberitahu keadaan bagaimana Cinta tidur semalam.
" Aakkkhh,, gak mungkin,, Kakak bohong ya,," Bela Cinta terhadap dirinya sendiri.
" Apanya yang bohong, mau bukti,, nih,," Bilang Rio yang menunjukkan dadanya pada Cinta.
Cinta segera menutup matanya dengan kedua tangannya. Tidak siap melihat timpukan tangannya terhadap Rio.
Bukan itu saja, yang pastinya Cinta tidak mau melihat da,,da bidang Rio.
" Akkhh,, Kakak apa-apaan sih,," Teriak Cinta membuat Rio terkekeh geli.
" Hahahaha,, ya udah mandi,, terus bersiap-siap, karena, setelah sholat Jum'at, kita akan segera melakukan pernikahan." Ucap Rio yang membuat Cinta membuka tutupan matanya.
__ADS_1
" Iyakah, hari ini,," Tanya Cinta pura-pura lupa.
" Iya Dek,," Jawab Rio mengangguk.
" Ya udah kalo gitu, Kakak duluan ya mandinya, setelah itu Kakak pinjam mobil sebentar mau mengurus berkas pernikahan kita hari ini, setelah selesai Sholat Jumat nanti Kakak akan segera menjemput Dedek untuk kita pergi bersama ke kantor urusan agama." Jelas Rio pada Cinta.
Cinta hanya bingung maksud dari Rio, dia akan keluar sebentar mau mengurus berkas, setelah sholat Jum'at dia akan segera menjemput Cinta untuk pergi bersama ke kantor urusan agama.
Memangnya Rio mau kemana,,?
Karena merasa bingung dan bertanya-tanya, akhirnya Cinta menanyakan Rio mau pergi dan urusan apa keluar.
" Emangnya Kakak keluar mau ngurusin apa.?" Tanya Cinta lagi pada Rio.
Sebenarnya Rio ingin melakukan sesuatu sebelum acara mereka menikah, tapi, Cinta tidak bisa dibohongi oleh tindakan Rio. Karena, Rio sangat amatiran dalam hal berbohong.
" Sebenarnya, Kakak mau keluar sebentar ada yang mau di urus Dek, tapi ini rahasia," Ucap Rio yang segera masuk ke kamar mandi.
" Apa Kak,, Eehhh,, jangan pake rahasia, rahasiaan pada Cinta Kak,," Teriak Cinta yang memaksa Rio untuk mengatakan rahasianya itu.
" Nanti kamu akan tahu,," Bilang Rio tersenyum di dalam kamar mandi.
" Sebenarnya, apa sih Kak,," Tanya Cinta yang masih penasaran.
" Kamu, mandi aja dulu ya Dek,, nanti pasti akan kakak kasih tau,," Bilang Rio yang tersenyum pada Cinta.
Kebetulan Rio sudah menggantikan pakaiannya di dalam kamar mandi, segera meminta izin pada Cinta untuk keluar dari kamar Villa.
" Kakak keluar dulu ya, Kakak izin pinjam mobilnya." Bilang Rio yang meminta izin pada Cinta.
" Iya,, ehh, Kak Rio gak sarapan,, makan dulu sarapannya,," Tawar Cinta pada Rio.
" Oh iya Makasih ya Dek,," Ucap Rio yang segera menyambar sarapan pagi yang telah dipesan oleh Cinta saat dirinya sedang mandi tadi.
Setelah selesai sarapan Rio tersenyum meninggalkan Cinta, dan Cinta sedikit membalas senyuman Rio. Karena, sejujurnya Cinta masih penasaran apa yang ingin dilakukan Rio sebelum mereka menikah ini.
Heeemmm,, entahlah yang penting sekarang dirinya mau mandi dan akan bersiap-siap mendandani dirinya seperti pengantin perempuan yang selayak mungkin.
Rio yang tersenyum senang sedang menuju ke arah mobil yang di parkir melesat mengendarai mobil itu keluar dari parkiran menuju ke jalan besar. Sesampainya di dekat pasar tradisional terdekat. Rio menuju ke tempat perhiasan emas lalu menanyakan kepada pelayan toko perhiasan tentang keinginan dirinya.
__ADS_1
" Maaf ada yang bisa dibantu,?" Tanya pelayan toko.
" Iya, Mbak,, saya bisa minta tolong,," Tanya Rio balik.
" Iya bisa, ada apa ya Mas,?" Tanya pelayan itu lagi.
" Saya mau menyepuh emas saya ini, bisa ditunggu,?" Tanya Rio sambil menunjukkan dua pasang cincin di tangannya.
Pelayan itu melihat Cincin di tangan Rio.
" Bisa Mas, tunggu sebentar, ya,," Bilang pelayan itu kepada Rio.
Rio pun masih memegang Cincin yang ada di tangannya sambil melihat-lihat perhiasan di toko emas tersebut. Sembari menunggu pelayan mengambil alat sepuhan milik toko tersebut. Rio membayangkan dan berharap semoga nanti Cinta mau memakai Cincin yang telah disimpannya selama ini.
" Semoga nanti, kamu mau memakainya, Dek,," Bilang Rio berharap.
" Sini Mas Cincinnya,," Pinta pelayan itu pada Rio.
Rio pun memberikannya, Rio melihat bagaimana cara pelayan tersebut menyepuh emas yang awalnya berwarna sedikit pudar dan kusam, dalam waktu sekejap warna cincin itu berubah menjadi kilauan emas yang begitu cerah dan indah.
Setelah membayar biaya sepuh emasnya itu, Rio tersenyum puas karena melihat hasil Cincinnya yang begitu indah.
Adzan menandakan Sholat Jumat telah berkumandang, Rio yang mendengarkan adzan tersebut tersenyum lalu, mengarahkan mobilnya ke sebuah masjid yang tidak terlalu jauh dari Villa.
Rio memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan dekat masjid dan segera masuk ke dalam masjid untuk melakukan sholat wajib bagi laki-laki tiap hari Jum'at,, nah apabila seseorang laki-laki tidak pernah melakukan Sholat Jumat bagi laki-laki muslim, maka sangat pantas bagi dirinya disebut kafir.
Setelah selesai sholat Jumat, Rio yang belum pernah kembali ke Villa sedari tadi merasa berdebar kencang saat bertemu Cinta nanti, pastinya sekarang Cinta sudah selesai dengan dandanannya untuk menjadi seorang pengantin. Dan juga dirinya sengaja sudah berganti pakaian di dalam kamar mandi Villa, karena kebetulan posisi Masjid dan Villa tidak terlalu jauh.
" Bagaimanakah, calon pengantin ku,, pasti dia sudah sangat cantik dan telah bersiap-siap,," Bilang Rio yang tersenyum merekah melangkahkan kakinya menuju kamar Cinta.
" Tunggu aku calon istriku,," Gumam Rio bahagia.
Bagaikan seorang pangeran yang sedang menyambut pengantin perempuannya, Rio berjalan dengan sedikit gugup dan berusaha menghilangkan kecanggungannya itu di hadapan Cinta.
Setelah sampai di depan pintu kamar, Rio segera mengetuk pintu kamar Cinta dengan menarik nafas dan membuangnya secara pelan.
***
Update lagi ya My Love Readers ❤️❤️
__ADS_1