
Namun, Rio yang sedang berada di toko ini sama sekali tidak melihat adanya orang yang akan berniat jahat padanya itu. Dan Rio segera menoleh ke kiri maupun kanan melihat siapa orang yang dimaksudkan oleh Cinta. Tapi, orang yang dimaksudkan oleh Cinta sama sekali tidak ada di antara orang ramai saat ini.
" Tapi, siapa dek ?" Tanya Rio bingung dengan maksud ucapan Cinta itu.
Seketika Cinta langsung menolehkan kepalanya ke kiri dan kanan melihat orang yang dilihatnya saat ia sedang berada di dalam toko tempatnya berbelanja. Dan apa yang dikatakan oleh Rio benar sekali Cinta sama sekali tidak melihat siapapun orang di dalam keramaian itu sehingga membuat dirinya sendiri bingung dengan penglihatannya.
" Loh, bukannya tadi orang itu mau datang kesini,," Gumam Cinta saat melihat ke kiri dan ke kanan dan ternyata orang yang dilihatnya tidak ada.
Seketika Rio tersenyum dan tertawa lepas mendengar ucapan Cinta yang terlihat begitu mencemaskan keselamatannya namun orang yang dilihatnya itu sama sekali tidak ada di dekat mereka. Karena, Rio terlihat sedang tertawa itu, hal itu membuat Cinta merasa tersinggung karena, perbuatannya itu sama sekali dianggap oleh Rio hanya sekedar bermain-main saja.
" Hahahaha, mungkin Dedek salah lihat,," Bilang Rio yang menenangkan perasaan Cinta.
Dan Cinta seketika kaget saat mendengar Rio tertawa dan berkata bahwa Cinta salah melihat orang yang akan berniat jahat terhadap Rio.
" Maksudnya Kak Rio nggak percaya atas ucapan Cinta ?" Tanya Cinta dengan wajah terkejutnya saat melihat respon Rio yang telah menertawakan tindakannya itu.
" Bukannya begitu dek, mungkin saja Dedek salah lihat,," Jawab Rio langsung untuk menenangkan perasaan Cinta.
" Heh,, ya sudah kalau Kak Rio nggak percaya dengan ucapan Cinta, lebih baik Cinta tidak perlu ada disini,," Ucap Cinta dengan segera melangkahkan kakinya meninggalkan Rio.
Karena, melihat Cinta segera melangkah pergi meninggalkannya itu, betapa terkejutnya Rio mendengar ucapan Cinta yang terdengar begitu tersinggung melihat kelakuan Rio saat menjawab pernyataannya itu.
" Eeehhh, dek bukannya begitu, maksud Kak Rio bukan seperti itu,," Ucap Rio sambil mengejar langkah kaki Cinta yang melangkah begitu cepat sekali.
" Nggak usah ngejar Cinta, Kak Rio aja nggak percaya atas ucapan Cinta,," Ucap Cinta dengan wajah cemberutnya dan tetap melangkahkan kakinya dengan cepat.
Disaat ini Cinta merasa sangat tersinggung dengan kelakuan Rio yang tidak menanggapi perkataannya itu. Namun, dengan segera Rio sama sekali tidak menanggapi perkataan yang dilontarkan oleh Cinta dengan wajah cemberutnya itu. Rio juga tidak merasa malu untuk segera menarik tubuh Cinta dan memeluknya dengan erat. Dengan sekali gerakan, akhirnya Rio bisa mendapatkan tubuh Cinta dan masuk ke dalam pelukannya.
" Aakkhh, Kak Rio, lepasin,," Teriak Cinta sambil meronta melawan pelukan yang dilakukan oleh Rio.
" Kak Rio tidak akan melepaskan pelukan ini, jika Dedek masih marah dengan ucapan Kakak,," Ucap Rio yang tetap memeluk erat tubuh Cinta tanpa menghiraukan tubuh Cinta yang meronta melawan pelukannya itu.
Walaupun saat ini Cinta berada di dalam pelukan Rio di tengah keramaian yang ada. Hal itu membuat Cinta merasa malu atas tindakan yang dilakukan oleh Rio ini terhadap dirinya, karena, banyak sekali orang yang sedang melihat kelakuan mereka berdua itu.
" Iiihhhh, Kak Rio lepasin, Cinta malu,," Ucap Cinta dengan suara geramnya
" Kak Rio sama sekali nggak malu, karena, Dedek adalah istri Kakak,," Ucap Rio membela kelakuan yang dilakukannya itu.
Namun disaat Cinta ingin melawan perbuatan yang sedang dilakukan oleh Rio itu dengan melakukan suatu tindakan keras yaitu memukul perut Rio. Dan tindakan yang direncanakan itu ternyata berhasil ia lakukan, Cinta berhasil memukul perut Rio dengan siku tangannya.
BUUUGG!!!
Suara pukulan yang dilakukan oleh Cinta terhadap perutnya Rio. Dan pastinya Rio kaget ketika merasakan pukulan yang dilakukan oleh Cinta pada perutnya.
" Aakkhhh dek !!" Seru Rio seketika melepaskan pelukannya terhadap Cinta dan langsung memegang perutnya yang telah dipukul oleh Cinta.
" Cinta sudah bilang jangan pernah ngejar Cinta,," Ucap Cinta dengan wajah kesalnya terhadap Rio.
" I,, iya, maafkan Kak Rio dek,," Bilang Rio sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya.
Disaat Cinta melangkah pergi meninggalkan Rio yang masih terhenyak di jalanan itu. Tiba-tiba Cinta menghentikan langkahnya dan melihat dengan matanya sendiri bahwa wanita yang menggunakan jubah tadi sedang membeli makanan dan minuman tepat di hadapan Cinta saat Cinta sedang berbalik itu.
__ADS_1
Dan betapa terkejutnya Cinta melihat wanita berjubah itu adalah orang yang sama sekali tidak mengenali siapa mereka, serta Cinta juga tidak mengenali orang itu. Ternyata orang itu hanya berjalan mendekati toko di tempat Rio menunggu serta terlihat mengintai itu hanya sekedar melihat-lihat barang-barang yang dijual di dekat toko tempat Rio sedang menunggu dirinya.
" Ya Tuhan, ternyata orang itu bukanlah orang jahat,," Gumam Cinta dalam hatinya ketika melihat wanita berjubah itu sedang memilih barang-barang serta makanan di depan toko tempat Rio menunggu tadi.
" Berarti memang benar ucapan Kak Rio, bahwa orang itu bukanlah berniat jahat terhadap Kak Rio,," Gumam Cinta lagi dalam hatinya sambil menyesali perbuatannya yang telah memukul keras perut Rio.
" Ya Tuhan, aku sudah salah sangka pada Kak Rio, aku telah memukulnya,," Ucap Cinta dengan wajah penuh penyesalan atas perbuatannya itu.
Dengan segera Cinta berbalik kembali melangkahkan kakinya dan berlari kecil mendekati Rio yang sedang melangkah untuk mengejar langkah dirinya itu. Setelah sampai di dekat Rio dengan segera Cinta langsung memeluk erat tubuh suaminya yang secara sengaja telah dipukulinya secara keras.
" Maafkan Cinta Kak,,"Ucap Cinta ketika tubuhnya telah berhasil memeluk erat tubuh Rio.
" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio seolah tubuhnya masih terasa sakit.
Memang benar perut Rio memang terasa masih sakit setelah dipukuli oleh Cinta. Namun, Rio seketika merasa bahagia disaat Cinta kembali melangkah mendekatinya dan langsung memeluknya itu dengan erat. Seketika rasa sakit itu menghilang atas ucapan yang disampaikan langsung dari Cinta saat ini.
" Maafkan Cinta, Kak, apakah sakit ?" Tanya Cinta sambil perlahan melepaskan pelukannya.
Karena, Cinta perlahan melepaskan pelukannya itu dengan segera Rio semakin mengeratkan pelukan Cinta ke dalam tubuhnya itu. Dan hal itu membuat Cinta hanya bisa membiarkannya begitu saja, karena, tindakan yang telah dilakukannya itu memang sangat keras serta kasar.
" Jangan lepaskan pelukan ini, jika dilepaskan maka perut ini akan terasa sakit,," Gumam Rio sambil mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Cinta.
" Heemmm, iya Kak, mulai sekarang Cinta akan menuruti semua keinginan Kak Rio, baiklah kita akan tetap berpelukan seperti ini, dan Kak Rio sendiri yang akan melepaskan pelukan ini jika Kak Rio sudah merasa tidak sakit lagi di perutnya,," Ucap Cinta sambil mengangguk dalam pelukan Rio.
Mendengar ucapan Cinta seperti itu hingga membuat Rio merasa bahagia dan di balik pelukan yang dilakukan oleh Cinta itu Rio sendiri tersenyum bahagia. Hingga membuat Rio langsung bergerak dengan cepat menggendong tubuh Cinta. Betapa terkejutnya Cinta ketika merasakan Rio bergerak secara cepat dan langsung menggendong tubuhnya itu.
" Aaakkkhh Kak Rio,," Teriak Cinta sedikit membuat suasana orang-orang di sampingnya ikut terkejut juga.
" Heemm nggak apa-apa, tapi, perut Kak Rio masih sakit,," Jawab Cinta dengan wajah masih cemas dengan keadaan Rio.
" Perut ini nggak akan terasa sakit jika, Kakak selalu di dekat Dedek,," Ucap Rio sambil berbisik lembut kepada Cinta.
" Heeemm benarkah ?" Tanya Cinta dengan wajah bahagianya.
" Iya Istriku,," Jawab Rio meyakinkan Cinta.
" Sekarang kita kemana ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Cinta ingin pulang, Cinta ingin segera ngobatin perut Kak Rio,," Ucap Cinta dengan wajah cemasnya.
" Eemmm nggak mau jalan-jalan lagi ?" Tanya Rio lagi sambil menatap lembut wajah Cinta.
" Nggak kak, ayo jalan ke mobil,," Bilang Cinta sambil memberikan sebuah perintah kepada Rio.
" Baik istri cantikku,," Jawab Rio sambil tersenyum dan langsung melangkahkan kakinya.
Dengan segera Rio melangkahkan kakinya sambil menggendong tubuh Cinta yang terlihat begitu bahagia saat ini. Walaupun Cinta tahu perutnya Rio masih terasa sakit akan kelakuannya itu. Namun, Rio sendiri merasa bahagia bisa melakukan suatu hal yang indah seperti ini, walaupun awalnya mereka sedikit bertengkar karena adanya kesalahpahaman yang terjadi.
Tapi, dari kesalahpahaman itu juga bisa mempererat kembali tali hubungan pernikahan yang terjadi di antara mereka berdua. Rio merasa bahagia ketika merasakan perlakuan Cinta yang sedang marah padanya itu serta merasa sedikit bersalah padanya itu dengan langsung meminta maaf padanya secara spontan.
Sesampainya Rio yang sedang menggendong tubuh Cinta tepat di dekat mobilnya yang terparkir, terlihat Cinta ingin turun dari gendongan itu, namun, dengan perkataan lembut dari Rio sehingga membuat Cinta tidak bisa untuk menuruti keinginan dirinya itu dan menuruti ucapan lembut yang disampaikan oleh Rio padanya.
__ADS_1
" Sudah sampai dekat mobil, Kak,," Gumam Cinta sambil tersenyum menatap wajah Rio.
" Memangnya kenapa jika sudah sampai di dekat mobil Istriku ?" Tanya Rio dengan wajah yang tersenyum namun tetap fokus dengan langkah kakinya itu.
" Ya, Cinta mau turun, Kak,," Ucap Cinta yang ingin membela omongannya sendiri.
" Hihihi, jika Kak Rio nggak bisa nurunin tubuh Dedek dari gendongan ini, nggak apa-apa bukan,," Ucap Rio balik yang tetap teguh dengan tindakannya itu.
" Ya, nggak apa-apa, tapi, sudah cukup jauh Kak Rio gendong Cinta," Bilang Cinta lagi yang terdengar seperti memberikan sebuah perhatian terhadap Rio.
" Dan lagian Cinta nggak apa-apa Kak, yang terluka itu Kak Rio, sebenarnya Kak Rio nggak usah gendong Cinta,," Ucap Cinta lagi yang baru terdengar bahwa ia memang benar mengkhawatirkan keadaan luka Rio yang ia sendiri lakukan.
" Hahahaha, Kak Rio nggak apa-apa dek, serius, bahkan pukulan dari Dedek nggak terasa sakit lagi sekarang, karena, Dedek sendirilah yang bisa menjadi obat manjur untuk Kakak,," Bilang Rio yang terdengar begitu lembut di telinga Cinta.
Karena, mendengar ucapan Rio yang terdengar begitu lembut itu hingga membuat Cinta menyunggingkan senyumannya sendiri. Tanpa terasa perjalanan langkah kaki Rio akhirnya sampai di dekat mobilnya yang sedang terparkir itu.
Dan dari kejauhan juga Rio langsung mengeluarkan kunci dari dalam saku celananya untuk membuka pintu mobilnya, hingga membuat Cinta baru tersadar dari rasa bahagianya itu ketika Cinta mendengar suara tanda dari mobilnya itu.
" Udah sampai Kak,," Gumam Cinta seketika sedikit kaget saat mendengar suara dari mobilnya.
" Iya dek,," Jawab Rio sambil membukakan pintu mobil untuk Cinta.
" Cinta turun aja kak,," Ucap Cinta lagi yang segera ingin turun dari gendongan Rio.
" Nggak usah dek, langsung duduk aja di dalam,," Bilang Rio sambil tersenyum dan meletakkan Cinta ke dalam mobil tepat di sebelah kursi kemudi.
Setelah memasukkan Cinta ke dalam mobil dan mendudukkan Cinta tepat di kursi sebelahnya, Cinta sendiri merasa bahwa saat ini tindakan Rio begitu terlihat akan perhatian dan juga rasa cintanya untuk dirinya itu. Dan tindakan Rio saat ini bukanlah tindakannya yang selalu ia lakukan dahulu, bahwa waktu dulu Rio selalu menghormati Cinta dan sangat menghargai Cinta sebagai seorang majikan.
Namun kali ini tindakan Rio sungguh berbeda dari tindakannya dahulu, kalau dahulu Rio bertindak seperti seorang supir pribadi Cinta yang sangat menghargai dirinya, tapi kali ini tindakan Rio seakan terasa bahwa ia menghargai Cinta bukan hanya sekedar seperti majikannya melainkan seorang pasangan dan istri yang patut untuk dihargai serta dicintainya.
Oleh sebab itu, Cinta sampai terpesona kagum dan menggelengkan kepalanya menatap wajah Rio yang sedang meletakkan dirinya ke dalam mobil itu. Walaupun saat ini Rio hanya bisa tersenyum indah menatap wajah Cinta, tapi, Cinta menunjukkan senyuman indah dengan perasaan yang berbeda yaitu perasaan Cinta untuk suaminya itu.
" Kak Rio, ternyata perhatian Kak Rio pada Cinta begitulah indah dan besar, Cinta ingin sekali mendengar langsung dari mulut Kak Rio bahwa Kak Rio memiliki perasaan yang sama seperti apa yang Cinta rasakan saat ini yaitu mencintai Kak Rio sebagai seorang pasangan atau suami yang sah,," Ucap Cinta dalam hati sambil menatap dan tersenyum melihat Rio yang sedang tersenyum melihat dirinya itu.
Dan lamunan Cinta sendiri menghilang ketika Rio tersenyum menatapnya sambil menjawil hidungnya. Karena, Rio tahu bahwa mata Cinta saat ini bukanlah menatap tindakannya saja melainkan sedang memikirkan sesuatu.
" Hayooo,, lagi ngelamunin apa ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menjawil hidungnya Cinta.
" Aakkhh nggak ada Kak," Jawab Cinta sambil menggelengkan kepalanya.
" Cuma Cinta merasa bahagia sekali sekarang, karena, Kak Rio bisa jahil,," Bilang Cinta lagi sambil mencubit perut Rio tepat pada bekas pukulan sikunya.
" Akkhhh,," Teriak Rio merasa sakit ketika Cinta mencubit perutnya tepat pada bekas pukulan dari Cinta sendiri.
" Aakkhh, ya ampun, kenapa Kak,," Ucap Cinta spontan kaget ketika melihat respon Rio merasa sakit ketika ia mencubit perutnya itu.
" Maafkan Cinta, maafkan Cinta,," Bilang Cinta lagi dengan wajah yang terlihat begitu khawatir akan keadaan Rio.
Karena, Rio menyadari bahwa wajahnya Cinta terlihat begitu jelas akan kekhawatirannya itu, dengan segera Rio memeluk Cinta dan mengatakan bahwa ia sedang bercanda akan kelakuan yang ditunjukkannya itu. Dan dengan spontannya Cinta memeluk erat tubuh Rio sambil menangis karena, merasa memang dirinya bersalah.
****
__ADS_1