
Setelah selesai mengenakan semua pakaiannya barulah Rio mengantarkan benda milik Cinta ke dalam kamar mandi, sambil tersenyum melihat benda kecil itu Rio mulai berpikir yang tidak-tidak kepada Cinta. Namun, pikiran anehnya itu segera dihilangkannya karena, saat ini ia harus menjaga nafsunya terhadap Cinta yang sedang datang bulan.
Sampai di depan pintu kamar mandi antara perasaan bimbang dan ragu itu yang sedang dihadapi oleh Rio saat ini. Dan, akhirnya Rio memutuskan untuk memberikan benda yang pastinya dibutuhkan oleh Cinta setelah ia selesai mandi nanti. Oleh sebab itu, Rio sendiri harus bisa meyakinkan dirinya memberikan benda milik Cinta ini.
" Heemm, apakah aku bingung apakah benda ini harus kuberikan pada Cinta sekarang ?" Tanya Rio sendiri saat dirinya sedang berada di depan pintu kamar mandi.
" Kasih saja, pasti benda ini memang jatuh dan Cinta lupa untuk mengambilnya lagi," Ucap Rio penuh keyakinan untuk memberikan barang itu pada Cinta.
" Dan lagian nantinya Cinta meminta bantuan untuk mengambil ini,," Gumam Rio sambil tersenyum melihat benda yang ada di genggamannya itu.
Dan akhirnya Rio langsung saja mengetuk pintu kamar mandi itu.
TOK,
TOK,
TOK,
Ketukan yang dilakukan oleh Rio cukup terdengar dari dalam kamar mandi, sehingga Cinta sendiri yang baru saja setengah menyelesaikan mandinya itu cukup heran dengan kelakuan Rio mengetuk pintu kamar mandi. Sedangkan, Rio sendiri tahu bahwa ia masih mandi.
" Kenapa Kak Rio mengetuk pintu ?" Tanya Cinta sendiri sambil menghentikan sementara mandinya itu.
" Ada apa Kak ?" Seru Cinta dari dalam kamar mandi.
" Buka sebentar dek, Kak Rio mau nganterin ini." Jawab Rio dari luar kamar mandi.
" Nganterin apa ?" Tanya Cinta dari dalam seakan bingung maksud dari Rio.
" Nanti aja Kak, tunggu Cinta selesai mandinya,," Ucap Cinta lagi yang menyambungkan mandinya.
" Tapi, ini penting, dek,," Bilang Rio lagi yang terdengar begitu serius.
" Penting !" Seru Cinta lagi semakin penasaran.
" Memangnya apaan sih ?" Tanya Cinta sendiri merasa bingung.
Cinta merasa bingung bercampur aduk atas ucapan yang dikatakan oleh Rio saat ini. Karena, tidak seperti biasanya Rio mengganggu pekerjaan Cinta, apalagi saat ini Cinta sedang mandi. Dan, akhirnya Cinta sendiri menghentikan mandinya, lalu menggunakan handuk seraya berjalan ke pintu kamar mandi. Dan, setelah itu barulah Cinta membuka pintu kamar mandi.
" Ada apa Kak ?" Tanya Cinta setelah pintu kamar mandi terbuka.
" Eemmm, maaf kakak mau nganterin ini,," Bilang Rio yang langsung memberikan sebuah benda kepada Cinta.
Cinta sendiri merasa bingung dengan kelakuan Rio yang segera memberikan suatu benda lembut serta halus di tangannya. Setelah itu, Rio langsung beralih ke tempat lain, karena, kebetulan juga pintu luar tempatnya menginap ada yang mengetuk.
" Apaan ini Kak ?" Tanya Cinta dengan ekspresi wajah bingung.
" Cek aja dulu apa yang kurang dari pakaian ganti Dedek,," Bilang Rio dengan mata beralih ke arah pintu luar.
" Ada yang mengetuk pintu, ya udah lanjutin aja mandinya,," Sambung Rio lagi sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Cinta di depan pintu kamar mandi.
Setelah memberikan benda milik Cinta itu dengan segera Rio melangkahkan kakinya meninggalkan Cinta yang masih bingung di depan pintu kamar mandi. Dan, Cinta sendiri akhirnya kembali masuk ke dalam kamar mandi tidak lupa untuk menutup pintunya. Saat Cinta melihat benda apa yang telah diberikan oleh Rio kepadanya itu betapa terkejutnya Cinta dengan benda yang ada di tangannya itu.
" Oohhh My God, Kak Rio !!" Seru Cinta kaget ketika melihat benda yang ada di tangannya begitu lengkap sekali seperti apa yang telah dipersiapkannya tadi
" Memangnya, Kak Rio dapetin ini darimana ?" Tanya Cinta heran dengan benda yang diberikan oleh Rio itu.
" Coba aku cek dulu, apa milikku ini tercecer,," Bilang Cinta sambil memeriksa semua pakaiannya.
Benar sekali disaat Cinta memeriksakan semua pakaian yang ia bawa ke dalam kamar mandi ada satu pakaian yang ketinggalan diluar dan ternyata benda itu adalah benda pakaian yang sudah diberikan Rio padanya.
__ADS_1
" Uuuhhh, ternyata benar ini celana tercecer, heheheh,," Gumam Cinta sambil tertawa sendiri.
" Iiihhhh malu-maluin aja sih, benda kayak gini yang tercecer diluar,," Bilang Cinta lagi sambil meletakkan pakaiannya ke atas tempat yang ada di dalam kamar mandi.
" Heemm, semoga aja Kak Rio nggak ngelucon hanya gara-gara itu,," Ucap Cinta sambil melanjutkan mandinya.
Setelah selesai melanjutkan mandinya itu, Cinta langsung mengeringkan tubuhnya menggunakan handuk lalu menggantikan pakaiannya di dalam kamar mandi juga. Setelah terpakai semuanya barulah Cinta meletakkan handuk di kepalanya. Saat Cinta akan membuka pintu kamar mandi, Cinta kembali teringat dengan kelakuan Rio yang telah mengantarkan barang miliknya itu. Namun, Cinta lebih memilih untuk tidak mengingatkan hal itu lagi, agar Rio juga tidak terlalu canggung padanya.
" Eemmm, bagaimana aku harus bertemu dengan Kak Rio,," Gumam Cinta merasa canggung ketika ingin membuka pintu.
" Aahhh lupakan saja, anggap saja hal itu sudah biasa, supaya gak ada lagi kecanggungan pada sikap kami berdua,," Bilang Cinta lagi dengan segera mengubah ekspresi senang di wajahnya.
Dengan segera Cinta langsung keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju ke tempat dimana ia menaruh tasnya tadi. Di samping itu, Rio sendiri terlihat sedang merapikan tempat tidur. Lalu, dengan ramahnya Cinta menegur Rio yang sedang merapikan tempat tidur padahal tempat tidur itu sudah dirapikan olehnya saat Rio sedang mandi tadi.
" Kenapa dirapikan lagi Kak, tadi waktu Kak Rio mandi, Cinta yang ngerapiin tempat tidur itu,," Bilang Cinta sambil keluar dari kamar mandi.
" Oohh iya ya dek, nggak apa-apa sekaligus Kakak rapikan lagi, biar tambah rapi," Jawab Rio seolah merasa bingung mau melakukan aktivitas lain.
" Oh iya dek, sarapannya sudah ada tuh,," Bilang Rio sambil menunjukkan tempat sarapan yang sudah diantarkan oleh petugas pada Cinta.
Dan, Cinta sendiri langsung menoleh ke arah meja tempat sarapan. Cinta melihat sarapan itu masih utuh belum dicolek sedikitpun oleh Rio.
" Kenapa nggak dimakan, Kak ?" Tanya Cinta menyambungkan pembicaraan Rio.
" Masa, Kak Rio makan sendiri, nggak enak dong,," Bilang Rio sambil melangkah mendekati tempat Cinta.
" Hehehehe, ternyata Kak Rio romantis juga ya,," Celetuk Cinta sambil tersenyum manis.
" Ya udah yuk kita makan,," Sambung Cinta lagi sambil mengajak Rio untuk makan bersama.
" Hehehehe Dedek bisa aja, yuk,," Jawab Rio ikut duduk di samping Cinta yang sudah duduk terlebih dahulu.
Dengan gaya yang sudah terlatih, terlebih dahulu Cinta menyuguhkan makanan untuk Rio, karena, Cinta memang selalu menghormati Rio semenjak Rio kabut bersama dengannya seperti saat ini. Walaupun mereka sengaja kabur dari hasil rencananya Cinta, Rio sendiri juga merupakan suami Cinta yang sah, oleh sebab itu, Cinta harus menghormati Rio sebagaimana mestinya.
" Terima kasih, dek,," Bilang Rio pada Cinta sambil tersenyum.
Lalu, sambil meletakkan piring yang berisi makanan di hadapannya juga, Cinta kembali mengajak Rio untuk berbicara tentang kemana mereka akan pergi hari ini.
" Oh iya Kak, rencananya kita hari ini mau pergi kemana saja ?" Tanya Cinta pada Rio setelah meneguk air minum.
" Rencananya hari ini kita akan pergi ke kantor urusan agama untuk mengambil surat keterangan pernikahan kita, lalu setelah itu kita akan pergi ke tempat tambak yang menjual bibit ikan dek,," Jawab Rio setelah mengunyah makanannya.
" Oooohhh, jadi ada dua tempat yang akan kita tujukan ?" Tanya Cinta lagi pada Rio setelah ia selesai mengunyah makanannya juga.
" Iya betul dek," Jawab Rio mengangguk.
" Tapi, jika Dedek ingin pergi ke suatu tempat setelah kita pergi ke dua tempat itu, oke akan kita kunjungi juga,," Bilang Rio yang sengaja memberikan sebuah impian indah kepada Cinta.
" Aaahhh benarkah Kak ?" Tanya Cinta dengan wajah yang berseri-seri.
" He'eh,," Jawab Rio mengangguk yakin.
" Oke Cinta mau pergi ke suatu tempat wisata di kota ini dan Cinta juga tidak tahu apakah kota ini ada tempat wisatanya,," Bilang Cinta penuh semangat dengan wajah yang begitu bahagia.
" Ada kok dek, oke kita akan kesana,," Jawab Rio langsung untuk memberikan sebuah kebahagiaan yang utuh di wajahnya Cinta.
" Beneran Kak ?" Tanya Cinta lagi untuk memastikan Rio.
" Iya dek bener,," Jawab Rio mengangguk pasti.
__ADS_1
" Horeee, thank you so much Kak Rio,," Ucap Cinta dengan spontan memeluk erat tubuh Rio.
Betapa bahagianya Rio ketika melihat tindakan Cinta yang selalu bertingkat spontan terhadap dirinya itu. Bagi Rio saat ini adalah senyuman indah yang selalu terukir di wajah istrinya adalah sebuah penyemangat hidup bagi Rio sendiri.
Saat ini kebahagiaan awal Cinta dalam mengarungi kehidupan rumah tangganya semakin lama semakin banyak perubahan. Dari sikap awal Cinta yang kelihatan cuek terhadap Rio, hari demi hari berlalu akhirnya sikap cuek itu bisa mencair juga menjadi keceriaan.
Memang saat ini Cinta dan Rio sedang mengalami kehidupan yang indah secara bersama sehingga waktu dan hari yang berubah terasa begitu cepat sekali, sementara keadaan hubungan rumah tangga Rio dan Cinta yang semakin hari semakin membaik serta harmonis.
Terlihat mobilnya Rossa akhirnya sampai juga di depan kediamannya Rio. Tidak jauh dari kediamannya Rio itu, Rossa sengaja menghentikan mobilnya tidak jauh dari tempatnya yang sedang mengawasi kondisi kediaman Rio itu.
" Mana anak janda itu yang baru saja kamu sebut sudah berubah, Rossa ?" Tanya Mami Rossa dengan ekspresi wajah seperti sedang meledek ucapan putrinya sendiri.
" Iiihhhh Mami, bukannya mendukung malah meledek Rossa," Celetuk Rossa merasa kesal dan langsung cemberut.
" Mami bukannya meledek Rossa, tapi Mami bicara sesuai dengan kenyataan." Bilang Mami Rossa lagi dengan sengaja memberikan sebuah bujukan kepada anaknya itu.
" Mami belum tahu ya, bahwa sekarang Mas Rio itu udah kaya raya Mam," Ucap Rossa yang terdengar begitu mendukung Rio.
" Mobilnya aja bagus banget dibandingkan mobil kita, ya, rumahnya aja masih begitu, mungkin sebentar lagi akan mau di renovasinya,," Ucap Rossa lagi seraya meyakinkan ucapannya itu pada Maminya.
" Heh !! kaya raya darimana mobilnya aja tidak ada di depan rumahnya,," Celetuk Mami Rossa terlihat begitu tidak mempercayai ucapan putrinya.
" Kamu hanya menghayal kali, karena, kamu menyukai dia makanya kamu selalu memujinya, Rossa," Sambung Mami Rossa lagi yang terdengar sedikit memberikan peringatan tajam kepada putrinya.
" Yaahh Mami, kok ngomongnya kayak gitu sih,," Seru Rossa merasa jengkel dengan ucapan Maminya.
" Bukannya Rossa sudah bilang, kalau Mas Rio saat ini sedang keluar kampung, Mam, ya, wajar donk jika mobilnya nggak ada di rumah,," Bilang Rossa lagi seakan berdebat dengan pemikiran Maminya itu.
" Heeemm, pokoknya begini saja, Mami tidak akan pernah percaya jika Mami belum melihat bukti bahwa anak janda miskin itu kaya seperti yang kau ceritakan itu." Ucap Mami Rossa bersikeras dengan keputusannya dalam tidak menyetujui keinginan Rossa untuk mendekati Rio.
" Dan, Mami sudah jelaskan bahwa Mami tidak suka dan tidak setuju jika kamu bersikeras untuk tetap mendekati Rio anak janda miskin itu," Sambung Mami Rossa lagi yang terdengar begitu menekankan ketidaksetujuannya terhadap keinginan Rossa untuk mendapatkan Rio.
" Yaaahh,, Mami, kenapa ngomongin masalah setuju atau nggak setuju sih, pasti Mami setuju jika Mami sudah melihat sendiri bagaimana keadaan Mas Rio sekarang,," Jawab Cinta yang terdengar begitu bertekad kuat untuk membuktikan ucapannya ini kepada Maminya itu.
" Yaahh, Mami akan menyetujui keinginan yang kamu impikan ini, jika benar anak janda itu memang kaya raya,," Ucap Maki Rossa sedikit terdengar serius dan menanggapi keinginan putrinya itu.
" Oke, akan Rossa buktikan sendiri jika ucapan Rossa benar adanya." Jawab Rossa dengan wajah yang begitu terlihat serius.
Dengan segera Rossa menyalakan mesin mobilnya lagi, lalu pergi meninggalkan tempat mereka mengawasi kediaman Rio. Sedangkan, Mami Rossa merasa penasaran dengan kelakuan putrinya ini yang langsung pergi begitu saja dari tempatnya tadi.
" Memangnya kita mau kemana ?" Tanya Mami Rossa dengan wajah penasaran.
" Ke tambaknya Mad Rio," Jawab Rossa singkat.
" Mau ngapain, memangnya anak janda itu ada disana ?" Tanya Mami Rossa lagi.
" Tidak tahu, yang pastinya, Rossa ingin bertanya pada babu itu kapan Mas Rio akan pulang,," Bilang Rossa lagi dengan jelas kepada Maminya.
" Heemmm," Suara dengusan yang terdengar dari Mami Rossa sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku putrinya yang begitu keras sekali ini.
Memang lokasi tambak dari kediaman Rio tidak terlalu jauh, oleh sebab itu tidak butuh waktu lama, mobilnya Rossa akhirnya sampai juga ke tempat tujuannya itu. Seperti biasa saat masuk ke area tambak Rossa selalu memarkirkan mobilnya tepat di depan kediamannya Arif. Dan di dalam mobilnya Rossa melihat Arif sedang sibuk melakukan pekerjaannya di waktu pagi seperti saat ini yaitu memberikan umpan kepada ikan yang ada di dalam tambak.
" Mami mau menunggu disini atau mengikuti Rossa ?" Tanya Rossa kepada Maminya.
" Daripada keluar bertemu sama babu kecil itu mending Mami nungguin kamu disini," Jawab Mami Rossa yang terlihat begitu jijik dengan orang sederhana ataupun miskin.
" Oke tunggu sebentar, Rossa cuma mau tanya kapan Mas Rio pulang,," Ucap Rossa kepada Maminya.
" Heemm, hati-hati sayang,," Bilang Mami Rossa tidak lupa memberikan semangat kepada putrinya itu.
__ADS_1
Rossa segera keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kakinya mendekati tempat Arif yang sedang memberikan umpan ikan itu. Sedangkan, Arif sendiri begitu terkejut ketika melihat Rossa sudah ada saja di depan kediamannya ini, begitu terlihat sekali ekspresi malas dari wajah Arif dalam melayani kedatangan tamu seperti Rossa saat ini.
****