
Pak Penghulu saat ini telah siap untuk melakukan sesi Ijab Qobul terhadap Cinta dan Rio. Walaupun Rio sedikit deg-degan untuk melakukan sesi ijab qobul saat ini. Dengan mengucap Lafadz Bismillah.
" Bismillahirrahmanirrahim,," Ucap Rio yang melafazkan Bismillah saat ini.
Cinta yang mendengar ucapan Rio segera menoleh ke arah Rio memberikan support dan semangat terhadap Rio.
" Bismillahirrahmanirrahim,," Ucap Cinta yang tersenyum pada Rio.
Rio yang melihat wajah cantik Cinta membuat dirinya bersemangat saat ini.
" Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan kawinkan kau Rio Gayatri DN dengan Cinta Clarissa Hendrawan yang menjadi walinya adalah saya sendiri dengan mas kawin sepasang cincin emas seberat 20 gram, apa kau terima,," Bilang penghulu yang telah mengucapkan ijab pada Rio.
Cinta yang mendengarkan ucapan ijab dari pak penghulu cukup kaget saat mendengarkan sepenggal kata mas kawin saat ini.
" Kapan, Kak Rio membeli cincin emas kawin ini,," Bilang Cinta dalam hati.
" Saya terima nikah dan kawinnya Cinta Clarissa Hendrawan dengan mas kawin yang tersebut." Jawab Rio dengan lugas dan jelas.
Akhirnya dengan lancar dan sedikitpun tanpa tersendat membuat dirinya bernafas lega, karena, dengan lugas dirinya menyambut perkataan dari penghulu.
" Sah,," Tanya sang penghulu kepada para saksi yaitu petugas kantor urusan agama saat ini.
" Sah," Jawab petugas KUA yang bersamaan.
" Alhamdulillah,," Ucap penghulu yang telah mengakhiri sesi ijab kabul saat ini.
" Alhamdulillah,," Ucap Rio bersamaan dengan Cinta yang menutup kedua wajahnya mengucapkan rasa syukurnya pada Tuhan yang maha kuasa.
Rio menghela nafasnya dan menutup wajahnya mengucapkan rasa syukurnya, karena, tanpa hambatan apapun dirinya bisa dengan lancar dan lugas saat mengqobulkan ijab dari sang penghulu padanya.
Begitu juga Cinta yang menadahkan tangannya saat ini, mengikuti panjatan doa yang dilantunkan oleh sang penghulu kepadanya.
Setelah selesai sesi berdoa, pak penghulu mempersilahkan Rio untuk memakai Cincin mas kawin pada jari Cinta.
" Silahkan di pakaikan Cincinnya Mas kepada Istrinya." Bilang penghulu kepada Rio.
Dengan tersenyum dan mengambil Cincin miliknya itu, Rio menoleh dan menghadap ke arah Cinta. Cinta menyunggingkan senyumannya saat Rio ingin memakaikan jarinya sebuah cincin.
__ADS_1
Padahal sebelum mereka ingin menikah tidak ada yang namanya mas kawin di dalam pernikahan mereka ini. Tapi, kenapa saat ini Rio telah menyiapkan secara tiba-tiba dan kejutan pastinya untuk dirinya saat ini.
Cinta merasa sedikit bahagia pada kelakuan Rio yang memberikan kejutan yang tak terduga padanya saat itu.
Cinta segera merentangkan jarinya. Dengan segenap penuh cinta kasih dan ketulusan dari diri Rio, tanpa melupakan untuk mengucapkan lafadz Bismillah Rio memasangkan cincin di jari manis tangan kanan Cinta.
Cinta menyambutnya dengan senyuman, lalu, setelah selesai giliran Cinta juga yang memasang Cincin untuk Rio.
Dengan mengambil cincin di dalam kotak perhiasan tepat di hadapannya ini, segera memasangkannya pada jari Rio. Rio tersenyum saat Cinta telah memasangkan cincin tersebut tepat di jari manis tangan kanannya.
Melihat Cinta dan Rio telah selesai saling memasang cincin di jari manis masing-masing tangannya. Membuat Pak Penghulu tersenyum saat itu dan mengucapkan selamat kepada Cinta dan Rio.
" Kalian berdua telah sah menjadi suami, dan selamat," Ucap Pak Penghulu yang tersenyum kepada Cinta serta mengulurkan tangannya memberikan selamat kepada Cinta dan Rio.
Cinta dan Rio menyambut dan menyalami tangan penghulu membuat mereka juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pak penghulu yang telah menjadi wali nikah pada pernikahan mereka berdua.
" Terima kasih Pak,," Ucap Rio dan Cinta bersamaan.
Pak penghulu menjelaskan bahwa surat keterangan pernikahan antara Cinta dan Rio sudah bisa di ambil dua minggu lagi.
" Baik Pak, berarti sekitar dua minggu lagi, saya bisa datang kesini, untuk mengambil surat keterangannya." Jawab Rio yang sekaligus membentuk pertanyaan.
" Ya, benar sekali." Ucap Pak Penghulu mengangguk.
" Baiklah kalau begitu selamat dan semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah," Ucap Penghulu kepada Cinta dan Rio.
" Terima kasih, Pak,," Jawab Cinta dan Rio secara bersamaan.
Setelah selesai bersalaman kepada semua orang di dalam ruangan nikahnya saat itu. Rio dan Cinta pamit untuk segera pulang ke kediamannya Rio pastinya.
Saat di parkiran mobil Cinta yang menatap Rio sambil tersenyum-senyum penuh tanya, membuat Rio sedikit geli atas tingkah laku Cinta saat itu.
" Ayo, naik Dek,," Bilang Rio yang membuka pintu mobil saat itu.
" Makasih, Kak," Jawab Cinta yang masuk ke dalam mobil.
Rio telah masuk ke dalam mobil dan duduk tepat di sebelah Cinta. Karena, sifatnya Cinta saat ini begitu terbuka pada Rio, tanpa berpikir lagi Cinta langsung saja menanyakan kepada Rio sejak kapan dirinya membelikan sepasang cincin pernikahan ini.
__ADS_1
" Heeemm,, ternyata Kakak orangnya romantis juga ya,," Ucap Cinta di sela fokusnya Rio terhadap jalanan.
" Maksudnya, Dek," Tanya Rio bingung atas ucapan Cinta saat ini.
" Ini, apa," Tanya Cinta yang dengan sengaja menunjukkan Cincin yang telah melingkar manis di jarinya saat ini.
" Oohh,, itu,, maaf Dek, untuk saat ini Kakak cuma bisa berikan itu pada mas kawin pernikahan kita." Ucap Rio yang merasa sendu menatap Cinta.
Cinta yang merasa bahwa Rio menatapnya sendu itu, segera tersenyum puas dan senang atas perlakuan Rio padanya.
" Iihhh,, Kak Rio jangan sedih, malah Cinta kaget dan jujur Cinta seneeennngg bangetttttt, dapat kejutan dari Kak Rio di hari pernikahan kita." Bilang Cinta yang membuat Rio menjadi tersenyum dan semangat.
" Serius, Dek,," Tanya Rio saat itu dengan kerlingan mata yang begitu menawan.
" Hu'um,," Jawab Cinta mengangguk.
" Makasih ya, Kak,," Bilang Cinta pada Rio sambil menyandarkan sedikit kepalanya di lengan Rio.
Rio tersenyum saat kepala Cinta tersandar di lengannya.
" Oh ya dek, kita ambil barang di Villa setelah itu kita langsung jalan ke desa Kakak, gimana,," Tanya Rio sesaat membuat Cinta mendongakkan kepalanya menatap wajah Rio.
" Eemmm,, besok aja kita lanjutkan perjalanan,, dan hari ini kita istirahat dulu di Villa, supaya besok pagi bisa benar-benar fresh untuk melanjutkan perjalanan." Ucap Cinta yang di angguk oleh Rio.
" Baik, dek," Ucap Rio mengangguk.
" Berarti kita kembali ke Villa dan istirahat dulu satu malam, besok pagi baru kita berangkat." Bilang Rio saat itu.
" Hu'um, betul sekali Kakakku," Ical Cinta yang penuh semangat.
Rio tersenyum bahagia saat ini dirinya telah menjadi suami sah dari seorang perempuan yang selama ini begitu sangat ia menyayanginya, Cinta selama ini tidak tahu bahwa Rio sudah lama mengagumi dirinya dan bahkan mencintainya, tapi perasaan itu ia tepis karena, tidak mungkin seorang supir pribadi seperti dirinya bisa mendapatkan cinta dari seorang perempuan seperti Cinta yaitu majikannya sendiri.
Oleh sebab itu perasaan yang ada di dalam hati Rio selalu ditepisnya agar Cinta tidak mengetahui akan rasa dalam hatinya.
***
Up lagi My Love Readers ❤️
__ADS_1