
Sambil tersenyum senang Cinta telah berpikir bahwa sepertinya ia harus mengajak Rio segera kembali ke kampungnya. Jika ia berada di Villa ini selama satu minggu itu sama saja pemborosan bagi Cinta dalam hal keuangan Rio. Lebih baik mereka mengirit dan menghadapi semua apa yang sedang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka berdua saat ini.
" Ya, lebih baik aku dan Kak Rio kembali ke kampung besok, akan aku tunjukkan siapa sebenarnya Cinta, Rossa," Ucap Cinta sambil tersenyum menatap ke depan dengan senyuman yang merekah.
Saat ini Cinta sendiri sedang memikirkan suatu rencana untuk ditunjukkannya nanti pada Rossa saat di kampung. Karena, di kota jauh dari kampung saja Rossa sungguh berani mendekati dirinya pada suaminya Rio, apalagi saat mereka di kampung nanti.
Sedangkan, Cinta saat ini sudah menjadi istrinya Rio. Otomatis sekali Cinta pastinya melindungi hubungan pernikahan yang dilakukan oleh mereka berdua walau hubungan pernikahan itu secara tergesa-gesa demi menutupi seluruh ucapan buruk dari orang kampung terhadap Cinta.
Walaupun, hubungan pernikahan yang mereka lakukan itu suatu hal yang terjadi karena tergesa-gesa tidak menutup kemungkinan rasa cinta dan juga cemburu tumbuh bersamaan di hatinya Cinta secara beriringan. Sehingga membuat Cinta saat ini menganggap pernikahan mereka yang awalnya hanya sekedar hubungan yang terjalin karena suatu hal.
Tapi, hubungan pernikahan mereka itu saat ini sudah dianggap bagi Cinta sendiri adalah hubungan pernikahan yang sesungguhnya seperti apa yang diinginkan oleh Rio disaat hari pernikahan mereka saat itu.
Setelah selesai melakukan pemesanan makanan melalui telepon kepada petugas Villa di tempat penginapannya ini, Cinta segera membalikkan tubuhnya melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana ia meletakkan tas ranselnya untuk mengambil semua barang kebutuhannya saat ia akan mandi nanti.
Disaat Cinta sedang menyiapkan semua barang kebutuhannya untuk mandi nanti. Cinta melihat beberapa kantong yang diletakkan oleh Rio di atas meja dekat sudut kamarnya itu. Dan Cinta baru teringat bahwa kantong itu sepertinya kantong yang dibawakannya dari tempat sebuah toko yang sengaja menjual semua pakaian khusus wanita.
" Oh God, kenapa ini ada disini,," Gumam Cinta yang mengingatkan kembali bagaimana bisa kantong ini ada di kamarnya.
Dan Cinta kembali mengingat bagaimana kantong plastik berisi pakaian ini ada di kamarnya, bukannya tadi seingat Cinta ia sendiri lupa membawa semua kantong plastik ini. Karena, sebetulnya tadi pagi Cinta sedikit emosi pada Rio karena, Rio bergumam seperti tidak mempercayai ucapannya yang spontan kaget saat melihat ada seseorang seperti akan melakukan suatu tindakan jahat pada Rio.
Namun ternyata ucapannya Rio lebih benar dibandingkan perkiraan rasa cemas yang terjadi pada Cinta. Karena, saat itu Cinta bisa melihat sendiri bagaimana ia tahu bahwa orang yang dicurigainya itu hanyalah seorang pembeli lainnya yang sama sekali tidak mengenal siapa itu Rio.
" Heemm, sepertinya yang membawa kantong ini pasti Kak Rio,," Gumam Cinta sambil tersenyum menerka siapa orang yang sudah membawa kantong belanjaannya itu.
" Hemm, Kak Rio, Kak Rio, kenapa sih perasaannya untukku selalu dipendam dan nggak diungkapkan bahwa Kak Rio juga menyukaiku,," Gumam Cinta lagi sambil merasa salah tingkah sendiri saat memikirkan perasaan dan sikap Rio terhadap dirinya.
Saat Cinta sedang melihat semua barang belanjaannya itu dan Cinta tidak sengaja menarik sebuah kantong belanjaan yang berisikan beberapa pakaian khusus wanita yang bentuknya sangat seksi sekali. Ketika Cinta melihat barang belanjaannya seperti itu, Cinta merasa geli sendiri dan tertawa sendiri melihat barang yang sangat seksi di tangannya saat ini.
" Hahahaha kenapa aku bisa terpikir beli barang ini ya,," Ucap Cinta sambil tertawa geli sendiri.
Saat Cinta sedang tertawa sendiri melihat barang belanjaannya berupa pakaian seksi. Hal itu membuat Rio yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menyahut tertawaan Cinta yang terdengar sangat bahagia sekali.
" Apa yang sedang diketawain dek ?" Tanya Rio langsung menyahut tertawaan Cinta.
" Hah!!" Seru Cinta seketika langsung menoleh ke arah belakang dan melihat Rio sudah selesai dari mandinya.
Karena, melihat Rio sudah selesai dari mandinya itu dengan segera Cinta memasukkan kembali pakaian seksi yang sudah dibelikannya itu ke dalam kantong plastik. Dan semua kantong itu diletakkannya kembali ke atas meja yang ada di sudut kamarnya.
Sambil menolehkan wajahnya ke arah Rio dan tersenyum Cinta mengucapkan terima kasihnya pada Rio yang sudah membawa semua barang belanjaannya. Karena, seingat Cinta saat ia sedang marah dengan sikapnya Rio yang terdengar seperti tidak mempercayai ucapannya itu. Cinta juga sama sekali melupakan semua barang belanjaannya itu dan sengaja ia tinggalkan di tempatnya Rio setelah ia memukul perut Rio.
" Terima kasih, Kak, karena, sudah bawakan semua barang belanjaannya Cinta,," Gumam Cinta sambil tersenyum manis melangkah mendekati Rio.
" Hehehehe, iya dek, tadi Dedek sepertinya kelupaan makanya Kak Rio bawa barang belanjaannya dek,," Jawab Rio sambil melangkah keluar dari pintu kamar mandi.
__ADS_1
" Sayangkan jika harus dibuang saja, barang sudah dibeli, terus karena emosi akhirnya ketinggalan kan rugi banget jadinya,," Ucap Rio sambil melangkah mendekati Cinta.
" Heemm sengaja ngeledek Cinta ya,," Ucap Cinta yang masih melangkah tambah dekat dengan Rio.
" Bukan ngeledek hanya ingin bisa selalu di dekat Dedek,," Gumam Rio yang saat ini tubuhnya berdiri di depan tubuh Cinta dan terlihat bahwa mereka berdua sangat menempel.
Saat ini Cinta sudah tidak merasa canggung lagi ketika tubuhnya sengaja didekati oleh Rio dan Cinta juga sudah bisa melakukan sebuah candaan pada suaminya itu. Jika nantinya Rio terpesona dengan kelakuannya yang sedikit cukup nakal ini, maka Cinta dengan senang hati akan memberikan semua miliknya pada Rio. Karena, memang itu yang harus dilakukan di dalam sebuah hubungan pernikahan.
" Heemm benarkah ?" Tanya Cinta dengan tatapan wajahnya yang terlihat sedikit memberikan kode sebuah godaan pada Rio.
" Iya Dek,," Jawab Rio sambil mengusap lembut puncak kepala Cinta.
Dengan lembut juga Cinta melingkarkan kedua tangannya pada leher Rio hingga membuat Rio sedikit tercengang atas tindakan yang dilakukan oleh Cinta saat ini. Dan Rio merasa bahwa sepertinya Cinta sedang memberikan sebuah tindakan yang berupa godaan terhadap dirinya.
" Eeemmm kenapa seperti ini dek ?" Tanya Rio pada Cinta sambil menaikkan kedua alisnya.
" Memangnya nggak boleh seorang istri memeluk suaminya seperti ini,," Ucap Cinta yang masih melingkarkan kedua tangannya pada leher Rio dan sengaja memberikan sebuah tatapan manjanya.
" Tentu saja boleh,," Jawab Rio dengan segera melingkarkan kedua tangannya juga pada pinggang Cinta hingga membuat Cinta sangat menempel pada tubuhnya.
Disaat Cinta sudah berani melakukan sebuah candaan pada Rio seperti saat ini. Rio juga semakin terpesona melihat kelakuan Cinta yang terlihat sudah memberanikan diri untuk membuat suatu godaan pada hasrat tubuhnya itu. Namun, ketika Rio mengikuti alur godaan yang dilakukan oleh Cinta. Malah Cinta sendiri merasa sedikit belum berani untuk melakukan sebuah hubungan erat pernikahan yaitu hubungan inti antara seorang suami dan istrinya.
" Eee, Eemm Kak Rio mau sholat bukan ?" Tanya Cinta langsung ketika Rio juga mengikuti alur godaan yang dilakukannya itu.
Dan terlihat saat ini kepala Rio sedikit turun dan akan beralih mengendus aroma leher Cinta. Namun, hal itu segera diatasi oleh Cinta dengan gerakannya yang dilakukan secara tiba-tiba. Sehingga membuat Rio tertawa sendiri dalam hatinya sambil menahan rasa geli ketika melihat kecanggungan dari wajah Cinta.
" Eemmm, Kak, Cinta mau mandi,," Bilang Cinta dengan segera melepaskan lingkaran kedua tangannya dan sedikit mendorong tubuh Rio dari pelukan terhadap dirinya itu.
" Mandi,," Gumam Rio sedikit memberikan sebuah pertanyaan.
" Ya,," Jawab Cinta sambil sekilas menyunggingkan senyumannya.
" Ya sudah,," Jawab Rio sambil melepaskan pelukannya terhadap Cinta.
Ketika pelukannya Rio sudah terlepas dari tubuhnya Cinta. Dengan suara napasnya yang terdengar sangat lega Cinta segera berlari kecil menuju ke kamar mandi. Terlihat saat ini wajahnya Cinta sedikit tersipu malu dan memerah, padahal tindakan godaan ini dilakukannya olehnya namun, hal itu sendiri membuatnya merasa malu.
Sambil menutup pintu kamar mandi, Cinta langsung menarik napasnya dengan dalam-dalam karena, merasa malu sendiri dengan kelakuannya itu.
" Aduhhh apa yang kulakukan, bukannya bikin Kak Rio jadi terpesona dan tersipu malu, tapi, Kak Rio malah bernafsu padaku,," Seru Cinta sendiri dengan suara kecilnya sambil menarik napasnya yang terdengar memburu.
" Selama aku masih datang bulan, lebih baik aku tidak usah menggodanya terlebih dahulu, aku takut nanti Kak Rio bernafsu dan aku belum bisa untuk melaksanakannya,," Gumam Cinta lagi sambil menggigit ujung bibirnya saat teringat akan raut wajah Rio yang terlihat sangat bernafsu dengan dirinya sebagai seorang istri.
" Lebih baik aku segera mandi dan mengajak Kak Rio untuk membahas mengenai kepulangan besok ke kampung,," Ucap Cinta lagi dengan segera bersiap-siap untuk mandi.
__ADS_1
Setelah berbicara panjang mengenai kelakuannya yang sengaja ia lakukan sendiri terhadap Rio. Akhirnya Cinta mendapatkan sebuah jawaban yang terbaik yaitu saat ia sedang datang bulan seperti ini. Cinta tidak harus melakukan sebuah tindakan seperti menggoda Rio, karena, ia takut jika nantinya Rio tergoda dan ia tidak bisa melaksanakannya maka akan menjadi dosa untuk dirinya.
Oleh sebab itu, dengan segera Cinta membuka semua pakaiannya dan segera memutarkan shower mandi serta langsung membersihkan tubuhnya menggunakan air siraman nan sejuk dari shower yang mengalir di atas puncak kepalanya.
Saat ini Cinta memang sedang mandi di dalam kamar mandi, sedangkan Rio sendiri tertawa geli sendiri melihat reaksi wajah Cinta yang tersipu malu karena ulah yang ia lakukan sendiri. Dan hal itu membuat Rio menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cinta yang masih terlihat polos dan belum mengerti akan hal cinta serta tindakan yang bisa menggoda seorang pria ataupun pasangannya.
" Heemm Dedek, Dedek, ulahnya ada-ada saja, niatnya mau menggodaku malah Dedek sendiri yang tersipu malu,," Gumam Rio seraya melangkah mengambil peralatan sholatnya.
" Sungguh jelas sekali kalau Dedek pasti belum siap jika aku meminta hakku sebagai seorang suami pada dirinya,," Ucap Rio lagi sambil tersenyum sendiri.
" Baik dek, Kak Rio akan selalu menunggu kesiapan Dedek untuk menerima Kak Rio sebagai seorang suami,," Ucap Rio lagi sambil membentangkan sajadah dan memakai kopiah.
" Dan Kak Rio selalu berdoa supaya Dedek bisa menerima Kakak nantinya dengan setulus hati dan cinta yang dirasakan oleh dedek sepenuhnya hanya untuk Kakak,," Sambung Rio lagi dan Rio juga langsung membaca niat sholatnya.
Setelah selesai meletakkan semua peralatan ibadahnya dan menggunakan semua peralatan itu barulah Rio melakukan ibadah sholatnya dengan sangat khusyuk. Rio tidak lagi melakukan wudhunya karena ia sudah berwudhu ketika ia selesai dari mandinya. Dan, jika ia menyentuh Cinta itu sama sekali tidak apa-apa karena, Cinta adalah istrinya dan muhrimnya sendiri.
Di dalam kamar mandi, Cinta baru saja menyelesaikan mandinya. Setelah selesai menggunakan semua lotion pada tubuhnya, barulah Cinta mengenakan pakaian tidurnya. Setelah semuanya telah selesai dengan sempurna, Cinta segera membuka pintu kamar mandi dan melangkah keluar dari kamar mandi itu.
Saat di depan pintu kamar mandi Cinta melihat dengan tatapan yang lembut akan kekhusyukan Rio dalam melakukan ibadah sholatnya. Sambil tersenyum Cinta melangkah dengan perlahan supaya tindakannya itu sama sekali tidak mengganggu ibadah Rio yang sedang melakukan sholatnya.
" Heemm, Kak Rio sedang sholat, jiwaku terasa tenang jika melihat wajah tampan Kak Rio sedang sholat seperti sekarang,," Gumam Cinta dalam hatinya sambil tersenyum menatap Rio yang sedang melakukan ibadahnya itu.
" Eemmm bagaimana aku mau mengambil peralatan wajahku,," Gumam Cinta sambil berpikir sejenak untuk mengambil peralatan wajahnya yang ia letakkan di atas meja tepatnya di depan hadapan Rio yang sedang sholat.
" Melangkah dengan perlahan,," Gumam Cinta lagi setelah berhasil mendapatkan sela untuk mengambil peralatan wajahnya itu.
Dengan perlahan Cinta melangkahkan kakinya dan setelah berhasil mendapatkan peralatan wajahnya yang ia letakkan di atas meja tepatnya di hadapan Rio dan tindakan Cinta juga sama sekali tidak mengganggu ibadah Rio itu. Cinta segera menaiki tempat tidurnya untuk melakukan kegiatannya yang sering ia lakukan setelah mandi yaitu memberikan sebuah perawatan rutin pada wajahnya.
" Yes berhasil,," Seru Cinta dengan suara yang sengaja dikecilkannya.
Dan disaat Cinta akan memulai untuk melakukan perawatan di wajahnya itu, Cinta mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya sendiri. Cinta sudah memastikan pasti orang yang mengetuk pintu kamarnya itu adalah petugas Villa yang sengaja mengantarkan makan malam pesanannya itu.
" Heemm pasti itu pelayan Villa yang mengantarkan makanan pesananku,," Gumam Cinta dengan segera beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu kamarnya itu.
Namun disaat Cinta akan turun dari tempat tidurnya, Rio sendiri yang baru saja menyelesaikan sholatnya itu langsung mencegah Cinta untuk menerima pesanan makan malamnya itu. Dan sambil tersenyum Cinta menganggukkan kepalanya atas tindakan Rio yang mencegah kelakuannya itu.
" Nggak usah dek, biar Kakak aja,," Ucap Rio sambil mengusap wajahnya karena baru saja menyelesaikan ibadah sholatnya itu.
" Aakkhhh iya Kak,," Jawab Cinta sambil mengangguk.
" Dedek duduk aja disana dan biar Kakak yang buka pintunya,," Bilang Rio lagi sambil meletakkan semua peralatan ibadahnya ke atas sampiran yang ada di dalam kamarnya itu.
Dengan segera Cinta kembali menaiki tempat tidur dan langsung menyambung kegiatannya semula yaitu melakukan perawatan wajahnya. Sementara itu, Rio melangkah menuju ke pintu kamarnya dan menerima pelayan villa mengantarkan makan malam pesanannya Cinta.
__ADS_1
****