
Sementara itu, Rio dan Cinta masih di tengah perjalanan kembali ke kampungnya. Saat ini terlihat di dalam kendaraan mobilnya Rio memang sangat fokus dalam menyetir mobilnya itu, namun sudah berapa kali Rio menguap. Dan saat ini Rio masih bisa menahan rasa kantuknya itu dengan tetap fokus pada perjalanan serta sesekali Rio memandangi Cinta yang masih tertidur pulas dalam pelukannya.
" Hoooaamm, sebenarnya ngantuk banget, tapi, kasihan istriku masih tertidur dengan pulas, jadi aku harus cepat sampai ke rumah supaya istriku ini bisa terlelap lebih nyenyak lagi,," Ucap Rio setelah menguap beberapa kali dan mengusap kepala Cinta secara perlahan.
Setelah itu barulah Rio kembali lagi memfokuskan pikirannya dengan melihat kondisi jalan yang sudah hampir sampai ke kampungnya itu. Saat ini memang suasana di luar masih hujan deras jadi, Rio memang harus berhati-hati dalam mengendarai mobilnya supaya ban mobil tidak tergelincir pada jalanan yang begitu licin karena bekas siraman air hujan yang turun begitu derasnya.
Sedangkan, saat ini di dalam rumahnya Rio, Arif sendiri sedang menyelesaikan aktivitas malamnya yaitu sedang makan malam. Sambil mengunyah makanan yang telah disediakan olehnya sendiri itu, sepintas Arif kembali teringat dengan kelakuan Rossa serta ucapan Rossa yang masih terngiang di telinganya saat ini.
" Main seenak perutnya saja tuh perempuan ngomong,," Ketus Arif setelah selesai mengunyah makan malam yang terakhirnya.
" Main selonong aja masuk ke dalam, emangnya nih rumah tempatnya dia apa,," Sambung Arif dalam ketusan omongan yang masih terdengar bahwa Arif begitu tidak menyukai atas kelakuan Rossa tadi siang.
" Mentang-mentang anaknya kepala desa seenaknya saja memperlakukan orang seperti keinginannya sendiri,," Ucap Arif lagi sambil membersihkan bekas sisa makanan yang berserakan di atas meja.
" Uuuhhh, kalau aku jadi Mas Rio aku mah ogah temenan sama orang kayak gitu,,' Ucap Arif sambil meletakkan semua bekas benda yang digunakannya untuk menyantap hidangan makan malamnya itu ke dalam tempat cucian piring.
" Udah sok cantik, sombong, belagu, sok kaya, udah gak ada bagusnya lagi tipe orang seperti itu,," Celetuk Arif lagi sambil mencuci piringnya.
Sambil mencuci piring yang sudah dibereskannya sendiri itu, mulut Arif tetap saja mengoceh sendiri yang berkutat di dalam pikirannya mengenai Rossa. Setelah selesai mencuci piring dan meletakkan piring tersebut ke dalam tempatnya semula barulah Arif beranjak menuju ke ruang tamu kembali untuk memastikan cuaca di luar rumah apakah masih hujan deras atau tidak.
Karena, dari dalam rumah tidak terlalu nyaring suara yang terdengar bagaimana kondisi di luar rumah saat ini, oleh sebab itu, Arif segera melangkah menuju ke arah jendela untuk memastikan cuaca di luar rumah saat ini.
" Heeemmm, suara hujannya gak kedengaran lagi,," Ucap Arif sambil memasangkan telinganya memastikan cuaca di luar.
" Apakah masih hujan deras, lebih baik aku langsung memastikannya,," Ucap Arif yang enggan membuka pintu luar dan memilih melihat dari jendela saja.
Dengan segera Arif melangkahkan kakinya mendekati jendela seperti apa yang telah dilakukannya sebelum ia melakukan aktivitas setelah bangun tidur sore tadi. Ternyata benar setelah membuka tirai jendela, cuaca di luar rumah masih terlihat hujan namun tidak terlalu deras dan saat ini hujan cukup reda dibandingkan sore tadi.
" Heemm, gak terlalu deras,," Gumam Arif setelah melihat cuaca di luar rumah yang hujannya tidak terlalu deras itu.
Karena, hujan tidak terlalu deras jadi Arif terpikirkan akan tindakannya yang akan segera pulang ke tambak. Sebenarnya, Arif bisa saja langsung pulang ke tambak dengan kondisi lingkungan luar seperti saat ini. Namun, Arif merasa bahwa tubuhnya akan lumayan basah jika tetap bersikeras kembali ke tambak. Dan kebetulan saat ini di rumahnya Rio tidak ada payung untuk digunakannya.
" Apakah aku harus pulang atau bermalam disini ya,," Ucap Arif yang masih menimbang pikirannya tersebut.
" Kalau aku pulang dengan berlari kecil, pasti badanku lumayan basah kuyup,," Gumam Arif sambil memikirkannya kembali.
" Mana nggak ada payung lagi,," Ucap Arif sambil melihat-lihat kondisi sudut rumah yang memang tidak terlihat payungnya.
" Aaakkkhh lebih baik aku bermalam disini saja, besok pagi aku akan kembali ke tambak," Ucap Arif yang telah memiliki sebuah keputusan tepat untuk dirinya saat ini.
Karena, saat ini Arif telah memiliki sebuah keputusan untuk tidak kembali ke tambak dan lebih memilih untuk bermalam di rumahnya Rio. Dengan segera Arif mempersiapkan tempat tidurnya tepatnya di ruang tengah rumah Rio ini. Seperti biasa Arif selalu menggunakan sebuah kasur lantai dan berapa helai selimut serta tidak lupa Arif mengambil bantal yang sudah tersedia di dalam kamarnya Rio.
Saat ini Arif sedang disibukkan dalam menyiapkan tempat tidurnya. Sedangkan Rio sendiri masih di dalam perjalanan dan sedang mengendarai mobilnya. Tidak lama dari perjalanan panjang yang dilakukan oleh Rio dan Cinta itu, akhirnya Rio telah sampai juga di kampungnya saat ini.
" Alhamdulillah, akhirnya sampai juga,," Ucap Rio saat mobilnya masuk ke dalam kampungnya.
Mobil Rio saat ini sudah memasuki kampungnya serta perlahan melewati tambaknya sambil melihat kondisi tambak yang terlihat terang dari luar pagar tambaknya itu. Rio sudah mengetahui tentang kondisi tambak yang ada penghuninya atau tidak. Karena, saat ini kondisi tambak tidak terlihat adanya Arif makanya Rio segera melajukan mobilnya menuju ke arah rumahnya.
" Heemmm sepertinya Arif gak ada di tambak,," Gumam Rio setelah melihat dari dalam mobil dengan suasana tambak yang memang tidak ditunggu oleh Arif.
" Apa, karena hari sedang hujan makanya Arif terjebak di rumah ?" Tanya Rio sendiri dalam pemikirannya itu.
__ADS_1
" Aakkhh lebih baik aku langsung pulang saja,," Ucap Rio sambil menyetir kembali mobilnya menuju ke arah rumahnya.
Setelah sampai di depan pekarangan rumahnya Rio langsung saja memutar mobil segera masuk ke dalam pekarangan rumah dan memberikan sebuah tanda bahwa dirinya sudah sampai ke rumah dengan sebuah suara klakson yang menjadi tanda khas.
TIIINNNN!!!
TIIINNNN!!!
TIIINNNN!!
Di dalam rumah Arif masih disibukkan dengan kegiatannya yang sedang merapikan tempat tidurnya. Dan Arif cukup kaget saat mendengar bunyi klakson yang sengaja menjadi tanda kedatangan dirinya kembali ke rumah.
" Oh my God, bunyi klakson mobil,," Seru Arif dari dalam rumah.
" Siapa memangnya, hujan, hujan begini datang bertamu,," Gumam Arif lagi dengan segera beranjak dari tempatnya langsung melangkah menuju keluar.
" Perempuan itu lagi,," Celetuk Arif dengan memperkirakan siapa orang yang telah datang ke rumah Rio itu.
Dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan terlebih dahulu Arif memastikan dan melihat siapa orang yang telah datang ke rumahnya Rio di waktu malam seperti saat ini dan cuaca di luar masih turun hujan.
****
Dengan segera Arif melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan terlebih dahulu Arif memastikan dan melihat siapa orang yang telah datang ke rumahnya Rio di waktu malam seperti saat ini dan cuaca di luar masih turun hujan. Saat ini Arif sudah di dekat jendela dan membuka tirai jendela, lalu Arif tersenyum senang ketika melihat mobil yang berada di luar adalah mobilnya Rio.
" Waahhh ternyata mobilnya Mas Rio," Seru Arif saat melihat mobilnya Rio yang telah terparkir rapi di depan rumahnya itu.
" Berarti Mas Rio udah pulang," Seru Arif dengan segera melangkah menuju ke arah pintu.
Sedangkan Rio sendiri dari dalam mobil merasa lega ketika mobilnya sudah terparkir dengan benar di depan rumahnya saat ini. Setelah selesai menghentikan mobilnya dan memadamkan mesin mobilnya itu, sambil tersenyum Rio melepaskan safety belt yang telah lama terpasang dan setelah itu langsung memeluk erat tubuh Cinta yang sedang tertidur.
" Eeemmmm Istriku sayang, masih tidur dengan pulasnya,," Ucap Rio saat memeluk erat tubuh Cinta yang begitu hangat dalam pelukannya itu.
" Sebentar lagi masuk ke dalam, tunggu Arif bukain pintu baru masuk ke dalam menggendong istriku ini,," Ucap Rio sambil mencium kedua pipi istrinya.
Tidak lama dari penungguan yang dilakukan oleh Rio di dalam mobil, dalam beberapa detik Rio melihat wajah Arif yang penuh dengan keceriaan keluar dari dalam rumah sambil berseru menyebut namanya.
" Wah, Mas Rio udah pulang,," Seru Arif langsung berlarian menghampiri mobilnya Rio.
Benar sekali, apa yang telah diterka oleh Arif dari dalam rumah, bahwa saat ini mobilnya Rio memang sudah sampai di rumahnya sendiri. Karena, melihat Arif dari dalam rumah telah menyambut kedatangan Rio dengan senyuman indahnya dan penuh keceriaan hal itu membuat Rio segera membuka kaca mobilnya.
" Heemm, Arif seneng banget wajahnya kalo kami pulang seperti ini,," Gumam Rio saat melihat keseruan Arif saat keluar dari dalam rumah sambil tersenyum sendiri.
Sambil membuka kaca mobil Rio segera mengeluarkan sedikit kepalanya dan melihat Arif sudah sampai di dekat pintu mobilnya itu. Terlihat wajah Arif begitu sumringah dan bahagia menyambut kedatangan Rio dan Cinta. Karena, Rio melihat Arif tidak membawa apa-apa seperti payung karena saat ini masih dalam keadaan hujan, akhirnya Rio sendiri meminta Arif untuk segera mengambil sesuatu agar bisa menutupi tubuh Cinta dari percikan air hujan.
" Waahhh Mas Rio udah pulang, toh,," Seru Arif saat dirinya sudah berada di dekat pintu mobil Rio.
" Iya Rif, sebenarnya masih lama pulangnya, tapi, karena Mbakmu ini minta pulang makanya Mas dan Mbakmu pulang Rif,," Ucap Rio memberitahukan keadaan yang sebenarnya kepada Arif.
" Oh begitu ya Mas,," Ucap Arif menganggukkan kepalanya membetulkan ucapan Rio.
Dan Arif bisa melihat bahwa saat ini Cinta masih tertidur pulas di dalam mobil dan sama sekali tidak mendengarkan perkataan yang sedang disampaikan oleh Rio dan Arif.
__ADS_1
" Mbak Cinta masih tertidur, Mas ?" Tanya Arif pada Rio.
" Aakkhh, iya nih Rif, mungkin faktor perjalanan dan juga faktor hujan,," Jawab Rio sambil tersenyum.
" Oh ya Rif, Mas boleh minta tolong nggak ?" Tanya Rio pada Arif dengan wajah seriusnya.
" Iya Mas, apa ?" Tanya Arif balik pada Rio.
" Cuaca saat ini masih gerimis, kan, Mas minta tolong kamu jagain Mbakmu dulu terus Mas mau ngambil payung di dalam,," Jawab Rio pada Arif sambil menunjuk Cinta yang masih tertidur.
Perkataan yang disampaikan oleh Rio saat ini membuat Arif sendiri berpikir bahwa lebih baik dirinya saja mengambil payung ke dalam rumah daripada Rio yang harus ke dalam rumah mengambil payungnya.
" Nggak usah, Mas, biar Arif aja yang ambil,," Ucap Arif dengan segera beralih melangkah masuk ke dalam rumah.
" Nggak apa-apa Rif, biar Mas aja, kamu tungguin Mbakmu sebentar,," Bilang Rio segera keluar dari dalam mobil.
Saat Rio keluar dari dalam mobil dan berdiri beranjak masuk ke dalam rumah namun, Arif segera mencegah Rio untuk melangkah masuk ke dalam rumahnya.
" Aakkhh Mas nggak usah, Mas jagain Mbak Cinta aja, biar Arif aja yang ambil,," Seru Arif dengan segera masuk ke dalam rumah.
" Oh ya udah kalau gitu, Mas minta tolong ya Rif,," Ucap Rio dengan segera kembali masuk ke dalam mobilnya.
Sambil menunggu Arif dari dalam rumah mengambil payung, Rio kembali masuk ke dalam mobil dan memeluk tubuh Cinta dengan sangat erat. Sambil tersenyum Rio menatap wajah Cinta yang masih tertidur pulas dengan tatapan penuh kasih sayang. Walaupun, saat ini suasana di dalam mobil cukup gelap hal itu membuat Rio ingin melakukan sebuah hal yang indah untuk Cinta.
" Heeemmm sayang, tidurnya pulas banget ya,," Gumam Rio saat menatap wajah Cinta di tengah keremangan di dalam mobil.
Sambil menunggu kedatangan Arif membawa payung dari dalam rumah, dengan lembutnya Rio mendekatkan bibirnya ke arah bibir Cinta. Karena, Cinta memang saat ini benar-benar tertidur dengan pulasnya.
" Begitu indahnya bibir ini,," Gumam Rio sambil menyentuh lembut bibirnya Cinta.
Dengan penuh kelembutan Rio mulai mendekatkan bibirnya ke bibirnya Cinta, saat bibir Rio sedikit lagi sudah mendarat ke bibirnya Cinta. Tiba-tiba Arif dari dalam rumah sedikit terdengar berseru bahwa payung yang sudah dipesankan oleh Rio tidak ada di dalam rumahnya.
Hingga hal itu membuat Rio sedikit kaget dan mengurungkan tindakannya yang begitu ingin sekali menciumi bibirnya Cinta. Dan Cinta sendiri sedikit terbangun saat mendengar suara Arif yang berseru dari dalam rumahnya.
" Waahhh payungnya nggak ada Mas,," Seru Arif dari dalam rumah.
" Eeemmmm,,," Suara Cinta yang sedikit terbangun karena mendengar suara seruan Arif.
" Eeem, Arif suaranya,," Gumam Rio sedikit kaget mendengar suara Arif dari dalam rumah.
Karena, payungnya tidak ada di dalam rumah dan Arif baru teringat bahwa payung dari rumah Rio ini sudah tertinggal di tambaknya itu, sehingga membuat Arif segera keluar rumah dan kembali bertanya pada Rio untuk mengambil benda apa selain dari payung.
" Mas, payungnya nggak ada, Arif lupa kalau payung udah tertinggal di tambak,," Seru Arif dari depan teras rumah kepada Rio.
Dengan segera Rio mengeluarkan kepalanya menjawab pemberitahuan Arif dan segera meminta Arif untuk mengambil handuk sebagai pengganti payung. Dan suara yang diserukan oleh Rio membuat Cinta semakin terbangun dari tidurnya itu.
" Oh ya udah, ambil handuk aja Rif,," Seru Rio dari dalam mobil.
" Oh oke Mas,," Jawab Arif menganggukkan kepalanya dan segera kembali masuk ke dalam rumah.
Sambil menguap Cinta menggeliatkan tubuhnya dan perlahan-lahan membuka matanya. Benar sekali Cinta melihat bahwa saat ini mereka sudah sampai di depan rumahnya sendiri.
__ADS_1
****