
Ketika melihat kelakuan Rio seperti itu, yang tengah memberikan sebuah kedipan nakalnya terhadap Cinta. Dengan senyuman manisnya dan juga tatapan matanya itu Cinta memberitahukan bahwa Cinta lebih berani menunjukkan perasaannya saat sedang berdua nanti.
" Iiihhhh Kak Rio, semakin nakal ya, udah Cinta mau pilih barang aja,," Seru Cinta dengan segera melangkahkan kakinya sendiri sambil melepaskan rangkulan yang sedang dilakukan oleh Rio.
Secara langsung Rio tertawa senang melihat istrinya yang merasa tersipu malu akan kelakuannya itu. Dengan segera juga Rio melangkahkan kakinya mengiringi langkah kaki Cinta yang terlihat sedang memilih barang untuk keperluannya di rumah nanti. Cinta berjalan menuju ke sebuah tempat dimana tempat yang sedang ditujukannya itu menjual berbagai macam kompor dan jenisnya.
Cinta segera melangkah menuju ke tempat itu, sementara itu, Rio tersenyum melihat langkah kaki Cinta sedang melangkah menuju ke sebuah tempat dimana ia sedang pergi ke tempat penjual semua alat dan jenis kompor.
" Heemm, ternyata insting seorang wanita itu lebih besar ya,," Gumam Rio saat melihat langkah kaki Cinta menuju ke arah mana.
Sesampainya di tempat toko penjual berbagai macam kompor itu, Cinta melemparkan pandangannya ke semua kompor yang sedang berada di dalam etalase rak toko tersebut. Sambil memilih yang mana kompor terbaik untuk membantunya memasak dengan segera Cinta meminta bantuan pelayan toko tersebut untuk memperlihatkan kompor yang telah menjadi sasarannya itu.
" Mbak boleh lihat kompor yang itu ?" Tanya Cinta langsung kepada pelayan toko tersebut.
" Boleh, tinggi sebentar Mbak,," Jawab sang pelayan toko sambil mengambil barang yang diinginkan oleh Cinta.
Disaat pelayan toko itu sedang mengambil barang yang telah ditunjukkan oleh Cinta padanya. Rio dengan seksama langsung berdiri begitu berhimpitan dengan tubuh Cinta di bagian belakang, sebelumnya Cinta begitu kaget dengan kelakuan Rio yang berdiri begitu dekat dengannya itu.
" Ya ampun Kak Rio,," Celetuk Cinta ketika merasa tubuhnya Rio begitu dekat dengan tubuh bagian belakangnya itu.
" Kenapa sayang ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.
" Ya kagetlah,," Jawab Cinta dengan mulutnya yang terdengar gemas akan kelakuan Rio mengagetkan dirinya itu.
" Hihihi maaf ya, Kak Rio hanya ingin menjaga tubuh Dedek, supaya nggak dicolek oleh orang lain,," Jawab Rio sambil memberikan sebuah bisikan pada Cinta.
" Hehehehe, iya Kak, Cinta tahu, makasih ya,," Bilang Cinta sambil memberikan pipinya pada Rio.
Tentu saja dengan spontan Rio langsung menciumi pipi yang telah diberikan itu secara langsung padanya. Di dalam hati Cinta sungguh merasa bahagia dengan kelakuan Rio yang begitu jelas menjaga keamanan dirinya itu.
" Hemm ternyata yang selama ini hanyalah seorang supir pribadi di rumah orang tuaku, telah menjadi seseorang yang selalu menjaga diriku,," Gumam Cinta dalam hati disaat pipinya dicium oleh Rio.
" Terima kasih Kak atas perhatiannya dan perlindungannya selama ini,," Ucap Cinta dalam hati sambil tersenyum melihat Rio yang sedang membersihkan pipinya itu.
Setelah menciumi pipinya Cinta, Rio melihat petugas toko tersebut sedang mengambil barang yang telah dipesankan oleh Cinta padanya itu. Dan Rio langsung saja bertanya kompor mana yang ingin dibeli Cinta untuk membantunya memasak dan mengerjakan apapun tugasnya di rumah.
" Yang mana sayang kompornya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil memeluk pinggang Cinta.
" Itu yang diambil oleh petugasnya Kak,," Jawab Cinta sambil menunjuk ke arah petugas yang sedang mengambil barang pilihannya.
" Ooohhh yang itu,," Bilang Rio sambil mengangguk melihat arah tunjukkan tangan dari Cinta.
" Kakak percaya pilihan Dedek pasti yang terbaik untuk Dedek,," Bilang Rio lagi sambil berbisik kepada Cinta.
" Hehehehe, Kak Rio,," Gumam Cinta tersenyum.
Tidak lama kemudian petugas yang sedang mengambil kompor dalam etalase rak yang tersusun itu. Langsung membawakannya dan ditunjukkan tepat di hadapan Cinta serta Rio.
" Ini Mbak kompor yang dipilih tadi,," Ucap Pelayan itu kepada Cinta.
" Eemmm, gimana Kak Rio setuju nggak kalau Cinta ambil yang ini ?" Tanya Cinta langsung kepada Rio setelah pelayan toko menunjukkannya di depan mereka berdua.
" Apapun yang telah dipilih Dedek Kakak setuju,," Jawab Rio lembut menyetujui keinginan Cinta.
" Tapi, apakah Dedek nggak mau pilih yang lebih bagus lagi biar lebih cepat lagi masaknya nanti ?" Tanya Rio kepada Cinta dengan lembut sambil memberikan alasan yang terbaik untuk Cinta.
" Iya juga ya," Gumam Cinta setelah melihat kompor yang dipilihnya itu.
Memang kompor itu terlihat bagus tapi sayang hanya satu tungku, Rio memberikan sebuah jawaban yang paling tepat untuk Cinta, yaitu memilih kompor dengan tungku lebih dari satu agar bisa membantu Cinta memasak lebih cepat lagi.
__ADS_1
" Eemmm nggak apa-apa Kak, kalo Cinta pilih yang lain lagi ?" Tanya Cinta dengan suara lembutnya pada Rio.
" Ya, nggak apa-apa donk, tujuan Kak Rio bawa Dedek kesini, untuk memilih barang sesuai dengan keinginan Dedek, supaya bisa bantu Dedek melakukan apapun di rumah lebih ringan lagi,," Bilang Rio sambil memberikan senyuman kepada Cinta.
" Ooohhh oke deh, makasih ya Kak,," Seru Cinta tersenyum senang.
Karena, sudah mendapatkan sebuah persetujuan dari Rio yang membuat hati Cinta merasa senang sekali. Dengan segera Cinta meminta kepada pelayan itu untuk mengambilkan kompor yang mereknya sama tapi memiliki tungku banyak.
" Mbak, kompornya ada gak yang tungkunya lebih dari dua tapi mereknya yang ini,," Bilang Cinta pada kepada pelayan itu dengan wajah bahagianya.
" Ada mbak tungku empat, sebentar saya ambilkan,," Jawab pelayan itu dengan senang hati mengikuti keinginan dari Cinta.
Dengan segera pelayan itu meninggalkan kompor yang ada di depan Cinta dan Rio untuk mengambil kompor lain seperti apa yang diinginkan oleh Cinta kepadanya sebagai seorang pembeli. Sambil tersenyum senang Cinta langsung menjawil hidung Rio dengan penuh kebahagiaan.
" Hehehehe makasih banyak ya Kak,," Bilang Cinta sambil menjawil hidung Rio.
" Iya sayang,," Jawab Rio sambil menjawil hidung Cinta juga.
Sambil menunggu pelayan toko itu mengambil kompor yang sesuai dengan permintaan dari Cinta, Rio segera mengalihkan pandangannya ke arah barang elektronik lainnya. Dan Rio melihat sudut toko lain menjual mesin cuci yang juga dibutuhkan oleh Cinta dalam melakukan pekerjaannya sehari-hari.
" Mesin cuci, Dedek juga butuh,," Gumam Rio dalam hati saat melihat toko mesin cuci.
Dengan segera Rio membisikkan sesuatu pada Cinta mengenai mesin cuci yang telah dilihatnya itu. Dan mesin juga telah membuat hati Rio tergerak untuk segera membelikannya.
" Sayang, setelah membeli kompor ini, kita kesana ya,," Bilang Rio kepada Cinta sambil menunjukkan toko yang menjual mesin cuci.
" Mesin cuci,," Jawab Cinta setelah mengalihkan pandangannya melihat apa yang telah ditunjukkan Rio itu kepadanya.
" Heemm,," Jawab Rio sambil mengangguk.
" Mesin cuci itu juga penting dek,," Bilang Rio sambil menjelaskan kepentingan dari mesin cuci dalam membantu pekerjaannya sehari-hari.
" Nanti kita akan kesana Kak,," Bilang Cinta penuh kepastian pada Rio.
Setelah menyetujui ucapan Rio yang telah menunjukkan ke sebuah toko khusus menjual mesin cuci. Sembari akan pergi ke sebuah toko mesin cuci itu, Cinta kembali mengalihkan pandangannya pada pelayan toko kompor yang sedang mengambil kompor pesanannya itu. Dan terlihat sang pelayan toko kompor ini sedang membawakan kompor yang sesuai dengan keinginan Cinta barusan.
Sambil meletakkan kompor itu tepat di hadapan Cinta, pelayan itu kembali memberitahukan keunggulan dari kompor yang barusan diinginkan oleh Cinta padanya.
" Ini Mbak kompor yang dimaksudkan oleh saya sesuai dengan keinginannya Mbak,," Bilang pelayan toko itu kepada Cinta dengan senyuman.
" Heemm, ini Kak gimana mau yang ini ?" Tanya Cinta langsung kepada Rio setelah pelayan itu menjelaskan padanya.
" Heemm, kayaknya yang ini aja Dek,," Jawab Rio langsung menyetujui keinginan Cinta itu.
" Benar yang ini ?" Tanya Cinta lagi dengan penuh kepastian.
" Iya sayang, kalo Kakak nurut aja, kalo Dedek nyamannya yang ini, ya pilih yang ini,," Bilang Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta dari belakang.
" Hehehehe oke deh yang ini,," Bilang Cinta langsung mengambil keputusan.
Setelah mendengarkan pendapat dari Rio bahwa Rio juga menyetujui kompor barusan yang telah ditunjukkan oleh pelayan itu. Dengan segera Cinta beralih ke pelayan toko tersebut bahwa ia ingin membeli kompor yang satu ini untuk diletakkan di rumahnya nanti.
" Heemm oke Mbak yang ini aja,," Jawab Cinta langsung kepada pelayan toko tersebut.
" Oke Mbak, langsung dibungkus ya,," Bilang pelayan itu kepada Cinta sambil mengambil memerintahkan pelayan bagian pengepakan untuk membungkus barang yang sudah dibeli oleh Cinta.
Dengan segera pelayan itu meminta pelayan bagian pengepakan untuk membungkus barang yang telah dipilih oleh Cinta dan disetujui oleh Cinta bersama dengan Rio. Setelah selesai melakukan transaksi pembayaran pada toko pertama yang dikunjunginya itu. Dan pelayan tersebut meletakkan barang yang telah dibeli oleh Cinta ke bagian konter depan sekali agar Rio dan Cinta mudah bisa langsung mengambil barangnya setelah selesai berbelanja.
" Udah selesai sayang ?" tanya Rio pada Cinta.
__ADS_1
" Heemm iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
" Ayo kita kesana,," Ajak Rio langsung ke sebuah toko yang menjual khusus mesin cuci.
" Oke Kak,," Jawab Cinta mengiyakan ajakan Rio.
Dengan segera Cinta dan Rio melangkahkan kakinya bersama beralih ke sebuah toko lainnya dimana toko tersebut menjual khusus mesin cuci. Di toko tempat khusus menjual mesin cuci itu banyak sekali menjajakan mesin cuci yang sesuai dengan kebutuhan Cinta dan juga Rio.
Walaupun di rumahnya terdahulu Cinta sama sekali tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. Namun, karena, Cinta lebih memilih kabur dari rumahnya dibandingkan harus menikah dengan Romi anak dari seorang teman Papanya itu. Cinta akhirnya bersedia melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya yang sering dilakukan oleh seorang wanita dengan rasa bahagia dan juga keseruan di dalam rumah tangga barunya itu.
Sesampainya ke dalam toko tersebut dengan segera Rio mempersilahkan Cinta untuk memilih mesin cuci mana yang diinginkan oleh Cinta agar bisa membantunya melakukan pekerjaan rumah.
" Oke silahkan pilih yang mana Sayang,," Seru Rio saat masuk ke dalam toko mesin cuci itu.
" Heemm, Kak Rio sengaja kayaknya nih ya,," Ucap Cinta seketika membuat Rio sedikit kaget saat mendengarnya.
" Sengaja apa sayang ?" Tanya Rio lagi pada Cinta dengan wajah penasaran.
" Ya sengaja, belikan mesin cuci, supaya Cinta nggak lakuin pekerjaan rumah lagi,," Bilang Cinta dengan wajahnya yang sedang memilih mesin cuci di hadapannya itu.
" Hihihihihihi, memang itu tujuan Kakak dek, masa Kakak menikah Dedek sebagai seorang istri, dan Dedek bukan layaknya seorang istri, Kakak ingin walaupun Dedek melakukan pekerjaan rumah, tapi, pekerjaan rumah ini sama sekali tidak memberatkan Dedek dan juga tidak membuat Dedek lelah, begitu Sayang,," Ucap Rio sambil mengiringi langkah kaki Cinta yang sedang memilih mesin cuci.
" Heemm, ternyata sekarang Kak Rio bisa ngegombal juga ya,," Bilang Cinta sambil menoleh ke belakang dan menganggukkan kepalanya menatap Rio.
" Hehhehe bukan ngegombal sayang, tapi memang benar, Dedek itu adalah seorang istri bukan pembantu,," Jawab Rio langsung sehingga membuat Cinta langsung tersenyum.
" Iya, iya Kak, terima kasih ya,," Ucap Cinta sambil membelai lembut wajah Rio.
" Ya udah sayang, pilih gih mesin cucinya,," Ucap Rio sambil meminta Cinta kembali memilih mesin cucinya.
" Eemmm iya Kak, ini juga Cinta lagi milih,," Jawab Cinta yang kembali memilih ukuran mesin cuci yang tepat di dalam kamar mandinya itu.
Karena, sudah diberikan waktu untuk memilih sebuah mesin cuci yang tepat untuk di dalam rumahnya itu. Setelah selesai memilih akhirnya Cinta menemukan sebuah mesin cuci yang cocok diletakkan di dalam kamar mandinya saat ini. Dengan segera Cinta memberitahukan Rio mesin cuci yang mana telah dipilihnya itu.
" Yang ini saja Kak,," Bilang Cinta sambil menghentikan langkahnya dan juga melihat kembali mesin cuci yang telah dipilihnya.
" Yang ini sayang ?" Tanya Rio lagi kepada Cinta.
" He'eh, kayaknya tepat jika diletakkan di depan kamar mandi,," Ucap Cinta lagi yang terlihat sedang mengukur mesin cuci di depannya itu.
" Hehehehe sampe diukur lagi ya dek,," Ucap Rio yang sengaja sedang menyentil Cinta, ketika melihat Cinta sedang mengukur mesin cuci itu dengan perkiraannya sendiri.
" Nah tuh tahu Kak,," Jawab Cinta yang masih fokus dengan pengukurannya.
" Ya udah deh pilihan terakhir, kayaknya Cinta milih yang ini aja,," Bilang Cinta lagi setelah merasa yakin dengan mesin cuci pilihannya itu.
" Heemm oke, langsung bayar aja ya dek,," Ucap Rio langsung pada Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
Karena, pilihannya itu tepat tentu saja Cinta menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Rio padanya itu. Lalu, Rio kembali mengajak Cinta ke sebuah tempat dimana toko berikutnya menjual alat elektronik lain untuk membantu Cinta dalam melakukan pekerjaannya di rumah.
" Setelah bayar ini, kita ke toko yang satu itu ya,," Ucap Rio lagi pada Cinta sambil menunjuk ke sebuah toko lainnya.
" Ke toko itu, ngapain ?" Tanya Cinta penasaran setelah melihat ke sebuah toko lainnya.
" Heemm nanti Dedek akan tahu, ayo,," Jawab Rio sambil mengajak Cinta menuju ke kasir untuk membayar barang yang telah dipilihnya itu.
Cinta tidak bisa mengelak ajakan Rio saat ini, karena, bisa dilihat bahwa tujuan Rio hari ini membawa Cinta keluar dari kampungnya itu untuk membeli semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh Cinta saat berada di dalam rumahnya. Karena, selama beberapa hari ini disaat Cinta sedang melakukan pekerjaan rumah, Rio merasa kasihan dan tidak enak sendiri melihat Cinta melakukan pekerjaan rumah yang tidak pernah dilakukannya selama ia berada di rumah orang tuanya.
__ADS_1
****