
Namun, ketika Cinta sedikit lagi akan menyelesaikan pekerjaannya itu, tidak sengaja Cinta dikagetkan lagi oleh Rio yang sudah menyelesaikan sholatnya dan langsung menyentuh lembut kedua tangan Cinta yang sedang mengangkat nasi dari alat penanak nasi. Di dalam posisi seperti ini tentu saja menambah kecanggungan yang terjadi pada diri Cinta.
" Sini biar Kak Rio aja yang bawa nasinya !!" Ucap Rio sambil menyentuh kedua tangan Cinta.
Tentu saja hal itu membuat Cinta sedikit canggung, karena niat di hatinya setelah menyelesaikan pekerjaannya ini, Cinta ingin segera langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu, namun, Rio sendiri telah kembali melakukan sesuatu hal yang membuatnya gugup kembali.
" Ya ampun Kak Rio ngagetin Cinta aja,," Gumam Cinta dalam hati sambil terdiam kaku saat kedua tangan Rio menyentuh kedua tangannya itu.
" Aakkh iya Kak," Jawab Cinta sambil mengangguk.
Sambil tersenyum Cinta melepaskan kedua tangannya pada tempat wadah nasi dan memberikan tempat itu kepada Rio. Dengan segera Rio membawa wadah itu ke atas meja makannya dan Cinta sendiri merasa bingung mau melakukan aktivitas apa. Lamunan Cinta sedikit tersadar ketika Rio kembali mengagetkan Cinta.
" Kok masih berdiri di sana dek,," Ucap Rio yang mengagetkan Cinta.
" Ayo duduk sini kita sarapan,," Ajak Rio pada Cinta.
" Aakkhh iya Kak," Jawab Cinta tersadar dari lamunannya.
" Tapi, Cinta mau mandi dulu,," Sambung Cinta lagi sambil mengambil handuk di dalam jemuran.
" Loh, Dedek belum mandi ?" Tanya Rio pada Cinta.
" Belum Kak, heheheh," Jawab Cinta sambil terkekeh kecil.
" Tapi, kok wangi dek,," Bilang Rio yang sedang duduk di kursi meja makan.
" Akkhhh Kak Rio bisa aja, udah Dedek mau mandi dulu,," Ucap Cinta sambil menjawil lengan Rio yang sengaja menggodanya itu.
" Oohhh ya, kalo Kak Rio mau sarapan duluan, sarapan aja Kak nggak apa-apa, nanti Cinta nyusul kalo udah selesai mandi,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
" Nggak ah, nanti aja nungguin Dedek daripada sarapan sendiri mending berdua dek,," Bilang Rio sambil berdiri dari tempat duduknya.
" Ya udah Cinta mandi dulu ya Kak, tunggu sebentar,," Bilang Cinta tersenyum.
Rio hanya bisa tersenyum senang melihat ucapan Cinta yang terdengar canggung namun sangat enak didengar oleh telinganya itu. Sedangkan Cinta sendiri segera melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan membukakan semua pakaian kotor yang dikenakannya itu. Saat berada di dalam kamar mandi, tak terasa Cinta senyam senyum sendiri memikirkan semua hal yang telah terjadi.
" Heemm, Kak Rio kalo tingkah lakunya lembut seperti pagi ini, semakin lama aku semakin mengaguminya,," Gumam Cinta tersenyum sambil memandangi wajahnya sendiri dari balik kaca.
" Apakah aku telah jatuh cinta padanya,," Ucap Cinta yang merasakan hal lainnya pada Rio.
" Entahlah, hihihihihihi yang pastinya saat ini aku bisa bahagia jika sedang bersama dengannya." Gumam Cinta lagi sambil tertawa kecil sendiri.
" Udah ah, ngelamun terus nanti Kak Rio lama nungguin aku selesai mandi,," Bilang Cinta dengan segera mengambil gayung di dalam bak kamar mandi.
Dengan segera Cinta membasahi semua badannya menggunakan guyuran air dari dalam bak mandi. Sementara menunggu Cinta sedang mandi, Rio sendiri masuk ke dalam kamarnya membuka lemari pakaiannya sendiri mengambil surat keterangan yang bersangkutan dengan surat keterangan pernikahannya kemarin.
" Heemm, sebenarnya aku ingin membawa Dedek menginap kembali di Villa kemarin sambil mengatakan perasaan yang telah kupendamkan selama ini padanya," Gumam Rio sambil melihat surat keterangan nikah yang selama ini disimpan olehnya itu.
" Tapi, apakah Dedek akan menerima kenyataan perasaan yang sudah kupendamkan selama ini kepadanya itu ?" Tanya Rio dalam hati sambil memikirkan bagaimana dengan perasaannya Cinta sendiri.
Sebenarnya hari ini Rio akan membawa Cinta pergi keluar dari kampungnya untuk mengambil buku nikah yang sudah selesai dibuat oleh pihak kantor urusan agama. Rio sendiri telah membuat sebuah rencana untuk menyatakan perasaan cintanya kepada Cinta yang telah ia pendam selama beberapa tahun ini.
Namun, hal itu sendiri membuat Rio merasa gugup untuk menyatakan cintanya itu kepada Cinta, karena, di dalam pikirannya apakah Cinta bisa menerima kenyataan perasaan yang ia pendam itu ataukah Cinta hanya menganggap dirinya sebagai seorang supir atau sahabat.
" Eeemmm, apakah Dedek bisa menerima perasaanku ini ?" Tanya Rio lagi dengan dirinya sendiri.
Ketika Rio sedang serius memikirkan perasaannya itu, pagi ini Rio sudah dikejutkan oleh kedatangan tamu yang tidak diundang. Rio sendiri sedang memasukkan semua berkas surat keterangan ke dalam sebuah tas kecil yang akan dibawanya nanti. Namun, pekerjaan Rio itu dikagetkan dengan sebuah ketukan pintu dari luar rumahnya.
__ADS_1
Tok!!
Tok!!
Tok!!
" Siapa pagi-pagi sudah bertamu,," Gumam Rio sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu ruang tamu.
Karena, merasa penasaran dengan orang yang datang ke rumahnya itu, Rio sengaja melihat dari balik kaca di dekat pintu untuk mengetahui siapa yang telah datang ke rumahnya itu. Dan, betapa terkejutnya Rio ketika melihat orang yang datang pagi-pagi ke rumahnya ini adalah wanita pengganggu kehidupannya yaitu Rossa.
" Hah!! Rossa,," Seru Rio terkejut ketika melihat wajah Rossa dari balik kaca jendela.
" Untuk apa dia pagi-pagi sudah datang kesini,," Ucap Rio merasa sebal dengan Rossa yang sudah datang ke rumahnya di waktu pagi hari seperti saat ini.
" Aku tidak mau membukanya, biarkan saja dia terus menerus mengetuk pintu, daripada mengundang kekesalan pada Cinta lagi lebih baik aku tidak memperdulikan kedatangannya." Ucap Rio sambil melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam kamar.
Saat Rio kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar, Rossa yang sedang berada di luar sengaja mengulangi kelakuannya lagi untuk mengetuk pintu rumahnya Rio. Namun, Rio sama sekali tidak menghiraukan ketukan pintu yang dilakukannya itu. Saat Rio sudah sampai di dalam kamarnya dan sedang mengepak semua barang yang akan dibawanya itu. Cinta sendiri baru saja menyelesaikan mandinya.
" Daripada aku harus melayani kedatangannya di pagi ini, lebih baik aku berpura-pura tidak mendengarnya dan membereskan semua barang yang akan aku bawa bersama Cinta untuk jalan-jalan keluar dari kampung ini,," Bilang Rio sendiri sambil kembali fokus menata barangnya ke dalam tas.
Sedangkan, Cinta yang baru saja menyelesaikan mandinya itu, segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan akan melangkah ke arah kamarnya sendiri. Namun, disaat Cinta ingin memasuki kamarnya, Cinta mendengar suara ketukan pintu yang dilakukan oleh Rossa diluar rumah.
" Heemm, siapa yang bertamu,," Gumam Cinta saat mendengar suara ketukan pintu.
Cinta ingin sekali melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu rumah, namun, karena, dia baru saja selesai dari mandi dan sedang menggunakan handuk, Cinta segera beralih ke arah kamarnya untuk menggantikan pakaiannya terlebih dahulu dibandingkan harus membuka pintu untuk tamu itu.
Saat Cinta masuk ke dalam kamarnya, Cinta melihat Rio sendiri sedang sibuk melakukan sebuah pekerjaan, sehingga membuat Cinta langsung menanyakan pekerjaan yang dilakukan oleh Rio itu dan juga memberitahukan Rio bahwa rumah mereka saat ini sedang kedatangan tamu.
" Kak Rio lagi ngapain ?" Tanya Cinta pada Rio yang sedang sibuk melakukan pekerjaannya.
" Berkas apaan Kak ?" Tanya Cinta mendekati Rio.
" Ini berkas surat keterangan nikah kita Dek,, Jawab Rio sambil menunjukkan berkasnya pada Cinta.
" Ooohhh, emangnya untuk apa disiapin Kak ?" Tanya Cinta lagi dengan kondisi tubuh yang masih menggunakan handuk.
" Untuk ngambil buku nikah kita Dek di kantor urusan agama,," Jawab Rio dengan jelas pada Cinta.
" Buku nikah kita udah selesai, Kak ?" Tanya Cinta dengan wajah sumringah.
" He'em dek,," Jawab Rio menganggukkan kepalanya.
" Dedek senang buku nikah kita udah selesai ?" Tanya Rio penasaran atas respon wajah Cinta.
" Jelas donk Cinta senang, berarti hubungan kita bisa dipublikasikan kepada semua orang bahwa kita memang sudah sah menikah, jika nanti ada orang yang bertanya tentang buku nikah, dengan senang hati Cinta akan tunjukkan,," Jawab Cinta sambil melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian.
Karena, mendengar ucapan Cinta yang memberikan respon menyenangkan, membuat Rio merasa senang atas ucapan Cinta itu. Berarti selama ini Cinta juga telah menunggu buku nikah mereka, supaya hubungan mereka semakin erat dan juga di depan orang banyak Cinta tidak merasa malu untuk menunjukkan sebuah hubungan yang terjadi di antara mereka berdua.
" Benarkah dek, Dedek senang jika buku nikah kita udah keluar ?" Tanya Rio lagi memastikan respon jawaban Cinta.
" Iya Kak,," Jawab Cinta sambil membalikkan tubuhnya dan menghadap arah Rio.
Sehingga membuat Rio terpana dan tidak bisa lagi mengedipkan matanya saat melihat wajah Cinta begitu bahagia menjawab pertanyaannya itu. Dengan kondisi tubuh Cinta yang masih menggunakan handuk itu ingin sekali rasanya Rio menarik handuk itu dan memiliki Cinta untuk menjadi istrinya yang seutuhnya.
Namun, Rio teringat bahwa Cinta sedang datang bulan, jadi hal itu diurungkannya, sehingga Rio hanya bisa tersenyum lebar melihat tubuh Cinta yang masih menggunakan handuk itu.
" Oh ya dek, sebenarnya Kak Rio hari ini mau pergi ke kota tempat kita menikah, apakah Dedek mau ikut ?" Tanya Rio yang membuat Cinta sekilas cemberut.
__ADS_1
" Kenapa nanyanya seperti itu,," Gumam Cinta dengan wajah cemberutnya dan langsung membalikkan tubuhnya sengaja membelakangi Rio.
Saat Cinta menjawab pertanyaan dari Rio yang membuatnya merasa sebal itu, membuat Cinta sendiri langsung membelakangi Rio dan memilih pakaian untuk digunakannya. Sementara itu, Rio sendiri tersenyum senang melihat respon istrinya merasa sebal seperti saat ini. Sebenarnya Rio ingin sekali merasakan bagaimana rasanya jika dirinya memeluk tubuh Cinta dalam posisi seperti saat ini. Namun, hal itu tidak dilakukannya karena, ia tahu bagaimana dengan sifat Cinta jika sedang sebal.
" Hehehe, maaf jika pertanyaan Kak Rio salah, sebenarnya Kak Rio tidak akan bisa pergi ke kota itu jika tidak membawa Dedek ikut kesana juga,," Jawab Rio dengan lembut sambil membisikkan sesuatu kata ke telinga Cinta.
Sehingga hal itu membuat Cinta merasa bahagia dan langsung membalikkan tubuhnya menghadap Rio kembali dan spontan memeluk tubuhnya Rio.
" Aakkhh Kak Rio Makasih," Seru Cinta spontan memeluk Rio.
" Heemmm ya dek, bukannya Kak Rio udah pernah janji gak akan pernah tinggalkan Dedek sendirian,," Ucap Rio sambil membalas pelukan Cinta.
Sebenarnya hal seperti inilah yang diinginkan oleh Rio dalam hatinya, sebuah kemesraan yang akan menjadikan hubungan mereka berdua menjadi semakin erat dan juga saling mencintai. Karena, spontan saat memeluk tubuhnya Rio, Cinta merasa bahwa dirinya tidak sopan melakukan hal itu, hingga dengan perlahan Cinta melonggarkan pelukan yang ia lakukan pada tubuhnya Rio.
" Hehehe maaf ya Kak, karena, merasa bahagia Cinta spontan memeluk Kak Rio,," Bilang Cinta dengan gaya canggung.
" Hehehe nggak apa-apa dek,," Jawab Rio santai.
" Oh ya persiapkanlah baju-baju yang akan dibawa untuk kita keluar kota dek, karena kita disana akan menginap,," Sambung Rio untuk menghilangkan kecanggungan yang terjadi di wajah Cinta.
" Hah!! berarti kita menginap ya Kak disana ?" Tanya Cinta dengan wajah terbelalak.
" Tentu, tempatnya jauh dek dari kampung ini,," Jawab Rio seolah kembali melakukan pekerjaannya.
" Oh begitu ya, oke deh,," Jawab Cinta dengan segera menggantikan pakaiannya.
Dengan segera Cinta menggantikan pakaiannya dan mengikuti aktivitas yang sedang dilakukan oleh Rio yaitu mengemasi barang-barangnya. Sesaat Cinta baru teringat bahwa diluar rumahnya sedang kedatangan tamu. Barulah Cinta menyampaikannya pada Rio, padahal sudah lama Cinta tahu bahwa di depan rumahnya sedang ada orang yang datang. Namun, karena merasa bahagia disaat sedang mengobrol dengan Rio akhirnya Cinta melupakan seseorang yang sedang mengetuk pintu rumahnya itu.
" Oohh ya ampun aku hampir lupa,," Seru Cinta setelah selesai mengganti pakaiannya.
" Kenapa dek ?" Tanya Rio yang juga sibuk menyiapkan barang-barangnya.
" Diluar ada tamu Kak, sebenarnya tadi Cinta mau buka pintunya tapi, karena, Cinta pakai handuk, ya, jadi Cinta langsung masuk kamar dulu,," Bilang Cinta yang memberitahukan suatu informasi kepada Rio.
Karena, Rio sudah tahu lebih dahulu pada Cinta tentang orang yang datang ke rumahnya itu, jadi, Rio menjawabnya dengan jujur dan juga membuat Cinta sedikit tersenyum mendengar ucapan Rio.
" Tamu,," Gumam Rio seolah penasaran.
" Pasti, Rossa masih ada di depan rumah, gak bosan apa ngetuk pintu rumah orang,," Umpat Rio dalam hatinya yang merasa kesal akan kelakuan Rossa.
" Aakhh, biarkan aja dek, itu Rossa, sebenarnya Kak Rio udah mengeceknya," Gumam Rio kembali melakukan pekerjaannya.
" Loh kok di biarkan diluar, kasihan Kak jika Rossa menunggu diluar,," Bilang Cinta yang juga mengemasi barangnya.
" Biarkan aja, daripada dia masuk ke dalam terus bertamu dan mengganggu pikiran Dedek lebih baik biarkan saja dia diluar,," Ucap Rio lagi yang terdengar begitu memperhatikan perasaan Cinta.
" Eemmm, Kak Rio ternyata perhatian juga dengan perasaanku,," Gumam Cinta dalam hati sambil tersenyum senang.
Tapi, karena merasa tidak enak dengan Rossa yang sedang menunggu diluar membuat Cinta langsung melangkahkan kakinya ke depan rumah untuk membukakan pintu bagi Rossa.
" Ya udah deh, biar Cinta buka aja ya Kak,," Bilang Cinta sambil melangkahkan kakinya ke arah luar.
" Jangan dek,," Cegah Rio sambil menarik tubuh Cinta.
Namun, Rio tetap saja melarang Cinta untuk membukakan pintu dan secara spontan menarik tangan Cinta hingga tubuhnya Cinta tertarik dan tidak seimbang dalam berdiri dan akhirnya Cinta sendiri terjatuh ke dalam pelukan Rio.
****
__ADS_1