
Matahari telah terbit menyinari bumi saat ini, Cinta merasa bahwa dirinya semalam setelah selesai dipijit oleh Rio langsung tertidur pulas dengan nyamannya. Cinta membuka matanya perlahan melihat mentari yang telah bersinar menembus masuk ke balik tirai kamarnya. Dan Cinta tersadar bahwa dirinya masih menggunakan gaun kebaya pengantin yang ia pakai saat kemarin ia melangsungkan pernikahan.
Berarti dari sore kemaren hingga ia telah tertidur Cinta sama sekali tidak mandi dan sama sekali tidak mengganti pakaiannya. Cinta melihat bahwa orang yang tertidur di sampingnya begitu terlelap dengan pulasnya.
Cinta pun bangun dari tidurnya dan ia merasa tubuhnya begitu nyaman dan tenang sekali. Sesaat Cinta melihat apakah semalam Rio melakukan sesuatu padanya.
Sepertinya tidak, karena Cinta merasa bajunya sama sekali masih utuh dan lengkap.
Cinta pun bangun dari tidurnya, lalu duduk di sisi tempat tidur, membuka tirai jendela yang menutupi kaca di kamar Villa nya saat itu.Tak terasa matahari begitu bersinar terang dan indah memancarkan cahaya dan warna yang mengagumkan bagi dunia.
Cinta pun berdiri dan meregangkan otot-otot yang terasa sedikit kaku, karena, sudah tertidur lebih dari biasanya.
" Uummmm,," Bunyi suara yang dikeluarkan oleh Cinta saat dirinya meregangkan tubuhnya.
Rio yang telah terbangun sejak lama itu, menatap Cinta dengan penuh senyuman. Karena, Rio merasa bahwa dirinya telah menjadi suami sah dari wanita yang selama ini dikaguminya yaitu Cinta.
" Sudah bangun, Dek,," Suara Rio yang sedikit mengagetkan Cinta.
Cinta pun berbalik melihat Rio dan tersenyum.
" Hah! Iya Kak,, Kakak udah bangun juga,," Tanya Cinta yang menanyakan Rio dan Rio mengangguk mendengarkan ucapan Cinta itu.
" Cinta mandi duluan ya Kak,, soalnya bau, dari kemaren gak mandi,," Ucap Cinta yang menciumi aroma tubuhnya itu sambil menyingkap tangan kiri dan kanannya untuk memeriksa bau badannya.
" Iya Dek,, Kakak bersiap siap ya, beresin barang masukkin dalam mobil," Bilang Rio yang segera bangun dari tidurnya.
" Iya Kak,, sekaligus pesan sarapan ya Kak,," Bilang Cinta yang membawa handuk ke kamar mandi.
" Beres Dek,," Ucap Rio yang mengacungkan jempolnya.
Cinta segera masuk ke dalam kamar mandi, sementara itu Rio membereskan semua barang-barang yang ada di kamarnya saat ini.
Setelah merasa selesai dan rapi, Rio segera membuka pintu kamar dan menguncinya dari luar, Rio pun segera berjalan menenteng barang bawaannya ke luar Villa dan menuju ke parkiran.
Setelah membereskan semua barang miliknya dan milik Cinta. Rio segera merapikan tempat duduknya agar Cinta yang akan masuk ke dalam mobil semakin nyaman.
Dengan pandangan matanya yang menilai, Rio merasakan bahwa mobilnya saat ini sudah bersih, lalu, Rio melangkahkan kakinya masuk menuju resto Villa untuk memesan sarapan pagi yang telah dipesan Cinta sebelum ia keluar tadi.
Setelah selesai memesan sarapan di bagian resto Villa dan meminta pelayan itu mengantarkannya ke kamar, Rio segera melangkahkan kakinya menuju kamarnya itu.
__ADS_1
Membuka kunci pintu kamar dan mendengar apakah Cinta sudah selesai mandi. Ternyata benar, Cinta telah selesai mandi dan menggantikan pakaiannya di dalam kamar mandi. Karena, Rio melihat bahwa Cinta telah memakai bajunya dan menggulung rambutnya menggunakan handuk saat keluar dari kamar mandi.
Rio tersenyum melihat Cinta yang keluar dari kamar mandi.
" Kakak udah balik,," Bilang Cinta pada Rio.
" He'eh, iya dek,," Ucap Rio mengangguk.
" Sarapan udah dipesan,," Tanya Cinta pada Rio.
" Udah, sebentar lagi akan diantar." Jawab Rio yang segera mengambil handuk di jemuran kamar Villa.
" Oohh,, baguslah,," Ucap Cinta,,
" Oh ya Kak,, kita akan melanjutkan perjalanan ke kampung Kakak hari ini, kira-kira sampainya kapan ya Kak,," Tanya Cinta yang membuat Rio berhenti melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
" Eemm,, paling tengah malam nanti menjelang subuh dek,, sekitar jam empat,," Jawab Rio yang memikirkan jarak tempuh yang akan mereka lalui.
" Waduuhhh,, masih lama juga ya Kak,," Ucap Cinta yang tercengang atas ucapan Rio yang menjelaskan jarak tempuh yang akan mereka lalui nanti.
" Iya Dek,, ya udah Kakak mandi dulu ya,," Bilang Rio yang meminta izin untuk mandi itu.
Tok!!
Tok!!
Tok!!
" Siapa,?" Tanya Cinta dari dalam.
" Maaf, Nyonya saya mau mengantarkan sarapan." Bilang pelayan yang terdengar suara perempuan.
Cinta pun segera melangkahkan kakinya ke arah pintu dan memutar gagang pintu untuk membuka pintu tersebut.
" Oh Terima kasih,," Ucap Cinta yang mempersilahkan pelayan masuk meletakkan sarapan yang telah dipesan oleh Rio.
Setelah selesai meletakkan makanan di atas meja pelayan itu tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar melewati Cinta sambil membungkukkan badannya menghormati Cinta.
Cinta pun tersenyum dan kembali menutup pintu kamarnya. Cinta mendengar bahwa Rio telah selesai mandi dan juga menggantikan pakaiannya dari dalam kamar mandi. Cinta segera mengajak Rio untuk menyantap sarapannya saat ini. Agar mereka bisa melanjutkan perjalanannya dengan cepat.
__ADS_1
" Ayo Kak,, sarapan, setelah itu kita langsung berangkat ke kampung Kakak,," Ucap Cinta yang duduk di kursi yang mejanya telah terisi sarapan mereka itu.
" Hehehehe, iya dek, makasihh,, kenapa udah gak sabaran ya untuk tinggal di kampung,," Tanya Rio yang tersenyum pada Cinta dan segera duduk di kursi tepatnya di hadapan Cinta.
" Betul sekali, Kak, Cinta penasaran bagaimana kampung Kakak itu,, pasti indah ya," Ucap Cinta yang menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.
Rio tersenyum melihat Cinta yang begitu penasaran akan desa tempat tinggalnya itu. Tak terasa perjalanan mereka akhirnya sedikit lagi sampai di tujuannya.
" Ya, Dedek lihat aja nanti,," Ucap Rio yang menyuapkan makanan ke dalam mulutnya itu.
Setelah selesai sarapan, Cinta dan Rio merapikan barang yang tersisa lalu mengecek ulang apakah ada barang yang ketinggalan. Setelah merasa rapi, Rio segera mengajak Cinta keluar dari kamar Villa dan melakukan Check out di lobby Villa.
" Ayo Dek," Ucap Rio yang menutup pintu kamar.
" Oke, Kak," Jawab Cinta yang sengaja menggandeng tangan Rio.
Rio terperanjat atas sikap Cinta yang menggandeng tangannya itu.
Setelah selesai melakukan check out dan membayar semua tagihan Villa, Cinta dengan cepat melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil, sementara Rio meletakkan barang-barangnya ke bagian bagasi mobil di belakang.
" Udah selesai dek," Ucap Rio yang masuk ke dalam mobil dan memasang safety belt.
" Udah Kak," Ucap Cinta yang juga selesai memasang safety belt miliknya.
" Oh iya dek,, saat di perjalanan mungkin kita jarang menemukan desa ataupun pasar, oleh sebab itu, kalo Dedek merasa laper nanti, makan aja makanan yang Kakak siapkan, karena kita akan menelusuri hutan yang sangat panjang." Ucap Rio yang menjelaskan keadaan perjalanan mereka nanti sambil menunjukkan semua makanan dan minuman yang telah disiapkannya sebelum ia mandi tadi.
" Oh benarkah Kak,," Tanya Cinta tercengang.
" Iya Dek,," Jawab Rio mengangguk singkat.
" Baiklah, Makasih, karena Kak Rio telah menyiapkan semuanya." Ucap Cinta yang mencubit lembut pipi Rio.
Rio tersenyum dengan tingkah laku yang begitu agresif dan berani menyentuh tubuhnya itu.
" Makasih juga dek, karena telah mempercayai Kakak untuk menjadi suamimu,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum melihat wajah cantik Cinta.
Rio pun dengan segera menghidupkan mesin mobilnya dan melesat keluar dari area parkiran mobil dan melaju ke jalanan kembali.
***
__ADS_1