
Tak terasa Cinta sudah cukup lama meninggalkan rumahnya, sehingga menyebabkan Papanya Cinta yaitu Pak Hendrawan kalang kabut berpikir mencari Cinta. Sehingga membuat semua pengawal di rumah untuk segera mencari tahu keberadaan Cinta.
Walaupun Cinta cerdik sama persis dirinya, tapi Pak Hendrawan yakin Cinta tidak mungkin melakukan hal seperti ini sendiri. Tanpa seseorang Cinta tidak akan mungkin sanggup pergi dari cengkraman Papanya itu.
Di ruangan kerja pribadinya sengaja Pak Hendrawan sedang melacak semua rekaman Cctv rumahnya dan ia menyesal sekali tidak meletakkan kamera Cctv di dekat jendela samping kamar Cinta.
Memang jendela tersebut cukup jelas dari semua arah manapun, tapi putrinya itu sangat cerdik sekali dalam memilih tempat.
Rencana putrinya itu sangat membuat kagum Hendrawan. Tak disangka putri kecilnya itu bisa membangkang kehendak perjanjiannya terhadap Pak Wijaya Dinata.
Memang untuk sekarang Romi putra Pak Wijaya belum menginginkan kelangsungan pernikahannya. Tapi, untuk waktu yang tidak akan lama lagi, pastinya Romi menginginkan hak nya dalam perjanjian itu.
Oleh sebab itu, Hendrawan saat ini harus segera mencari keberadaan Cinta yang telah lepas bagaikan burung di sangkar emas telah terbang kemanapun ia pergi.
" Kenapa, kau sampai lupa, tidak memasang kamera Cctv di dekat jendela ini ?" Tanya Hendrawan yang membuka pertanyaan terhadap Dito sang ketua pengawal penjaga di rumah ini.
Dito ingin menjawab tapi ia tahu bahwa Tuannya ini pasti sangat menuduh kecerobohan dirinya.
" Sebenarnya, di dekat jendela ini sudah dipasang kamera Cctv, Tuan, sepertinya Non Cinta tahu bahwa kebetulan kamera disini sedang diperbaiki." Jawab Dito menjelaskan semua keadaannya.
Memang benar saat sebelum Cinta kabur dari rumah, Dito sengaja mencabut kamera Cctv tersembunyi tersebut sehingga menyebabkan Cinta dengan leluasa bisa kabur dari rumah saat itu.
" Dan kau tahu, atas kecerobohan dirimu ini, Cinta kabur dengan begitu mudah." Bilang Hendrawan yang memang sangat kesal.
Ya, betul sekali memang saat itu Hendrawan sangat kesal terhadap perilaku Cinta dan juga keamanan di rumahnya. Saat dirinya sedang keluar dari rumah kebetulan saat hari itu juga Cinta berhasil kabur dari rumahnya.
" Maafkan, saya Tuan,," Bilang Dito yang menganggukkan kepalanya.
" Aku tidak perlu maaf darimu," Jawab Hendrawan yang menyibakkan tangannya.
" Daripada aku mendengar maaf darimu, lebih baik mulai hari ini percepat pencarian Cinta, dan bawa semua berkas lamaran Rio padaku,," Ucap Hendrawan yang memberi perintah kepada Dito.
" Baik Tuan," Jawab Dito mengangguk menuruti perintah Hendrawan.
" Anak itu kabur tidak mungkin sendiri, pasti ada seseorang yang di belakangnya dan telah membantunya." Bilang Hendrawan pada Dito.
" Maksudnya, Tuan curiga dengan supir pribadi Non Cinta, Rio." Tanya Dito pada Hendrawan.
" Aku bukan lagi curiga dengannya, tapi memang dia tersangkanya,," Bilang Hendrawan yang sangat kesal terhadap Rio yang telah membantu Putrinya.
__ADS_1
" Tapi, Tuan, Maaf kemungkinan Rio hanya diminta oleh Non Cinta untuk menuruti kehendaknya." Bela Dito terhadap Rio.
Ya, memang benar Dito membela sedikit perlakuan Rio. Karena, selama ini Rio telah dianggapnya sebagai adik bahkan anaknya sendiri. Karena, perilaku Rio yang sangat baik, begitu juga sopan terhadapnya.
" Maksudmu, kau membelanya,," Hardik Hendrawan terhadap Dito.
Dito cukup kaget atas hardikan Hendrawan kepadanya.
" Bukan begitu, Tuan. Selama ini aku melihat Rio orangnya yang terlalu patuh terhadap perintah. Oleh sebab itu menyebabkan dirinya mengikuti kehendak Non Cinta." Jawab Dito yang membuat Hendrawan mendengus kesal.
" Heh! mengikuti kehendak yang salah." Umpat kasar Hendrawan.
" Putriku itu tidak akan mungkin berani, apabila dia sendiri melakukan hal ini. Karena, memang tipe sifatnya keras, tapi aku tahu sifat Putriku yang takut akan kesendirian dan juga kesepian. Tidak akan mungkin dia bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan bantuan orang lain yang dipercayakannya." Ucap Hendrawan yang menyalahkan bantuan Rio terhadap Putrinya itu.
" Mulai sekarang, aku tidak mau tahu, cari keberadaan Cinta dan Rio. Tangkap mereka hidup-hidup siapapun di antara mereka berdua." Perintah Hendrawan terhadap Dito.
" Apabila tertangkap salah satu dari mereka maka, akan ada yang menyerah." Bilang Hendrawan yang sangat marah.
" Dan ingat jangan sampai ada yang tahu bahwa Cinta telah kabur dari rumah,," Ucap Hendrawan yang mengingatkan Dito.
" Baik Tuan,," Ucap Dito mengangguk.
Bagaimana Cinta bisa membuka terali tersebut ?
Hanya itu yang ada di dalam pikiran Dito saat ini.
Setelah Dito keluar dari ruangan kerja pribadinya itu. Hendrawan segera menelepon bagian bank untuk memblokir semua akses kartu yang telah digunakan Cinta selama ini.
" Halo, blokir semua kartu atas nama Cinta Clarissa Hendrawan." Ucap Hendrawan di dalam telepon kepada Direktur Bank saat itu.
Setelah mengucapkan kata blokir, Hendrawan cukup puas membuat Cinta agar bisa cepat kembali ke rumah.
Padahal sebenarnya, Cinta sama sekali tidak membawa semua kartu bank yang mengatasnamakan dirinya.
Cinta lebih memilih kabur membawa uang seadanya dan perhiasan yang telah diberikan Mama Ranita kepadanya.
Karena, Cinta lebih menyelidiki terlebih dahulu sebelum ia kabur. Kalau dirinya membawa kartu bank dari Papanya itu, otomatis Papanya akan tahu Cinta menarik uang dimana dan digunakan dimana.
Demi menjauh kehidupan dari Papanya, Cinta lebih memilih menghabiskan uangnya sendiri daripada ia harus bergantung kepada Papanya itu.
__ADS_1
" Cinta sayang,, kamu tidak akan bisa pergi dari Papa sejauh manapun, karena, sepintar-pintarnya dirimu, pasti akan Papa dapatkan juga,," Ucap Papanya yang sangat kesal terhadap perilaku putrinya itu.
" Dan kau, Rio, aku telah mempercayakan mu untuk bekerja denganku, tapi malah kau salah gunakan, kau mencari kesempatan untuk menghancurkan kehidupan putriku," Ucap Hendrawan yang sangat marah pada Rio.
Memang Hendrawan sangat marah pada Rio. Rio yang dirinya sendiri membawanya ke rumah untuk dijadikan supir pribadi anaknya. Dan mempercayakan Rio menjaga Cinta malah salah digunakan kepercayaannya itu, dengan menuruti semua perintah dan keinginan dari Putrinya itu.
" Cinta kau lihat sendiri nanti, Papa tidak akan segan-segan mencelakakan Rio setelah kalian tertangkap." Janji Hendrawan yang begitu geram pada Rio.
Hendrawan kembali melihat dan meneliti komputer rekaman Cctv sebelum Cinta berhasil kabur saat itu.
***
Sementara itu, Cinta merasa bahwa dirinya sedang tidak enak badan. Karena, ada perasaan aneh dalam dirinya saat ini. Tapi perasaan itu tidak ia ungkapkan. Karena, kemungkinan perasaan aneh tersebut adalah rasa kecanggungan dirinya dan kecemasannya untuk menghadapi pernikahannya esok.
Ya, walaupun Cinta menganggap pernikahannya adalah pernikahan palsu alias pernikahan sandiwara. Tapi, ia tidak ingin menyakiti perasaan Rio saat ini. Oleh sebab itu, dirinya tadi menyebutkan kepada Petugas KUA bahwa mereka akan menikah secara hukum dan agama.
Dan, ternyata ungkapannya itu sendiri menyebabkan dirinya juga merasa deg-degan.
" Bagaimana dengan perasaan Kak Rio, apakah dia juga deg-degan seperti aku,,?" Tanya Cinta dalam hati.
Sesaat perasaan Cinta yang sedang deg-degan menoleh ke sampingnya dan menatap Rio. Menyelidiki wajah Rio apakah Rio juga sama sepertinya saat ini.
***
Hai Readers,,
Maaf kemaren Author gak update, ya🙏
Soalnya kemaren Author deadline ngerjain Tugas,,🙏
Jadi, maaf ya Readers 🙏
Love you so much for Readers ❤️❤️
Apalah artinya penulis tanpa pembaca,,
Apalah artinya karya tanpa peminatnya..
Dan Apalah artinya Author tanpa kalian🌹🌹🤗🤗
__ADS_1