Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 32 Inisiatif Lain


__ADS_3

Karena, menurut Cinta inisiatifnya yang pertama tadi tidaklah begitu efektif, oleh sebab itu Cinta memiliki inisiatif lainnya yang terbaik untuk mereka berdua.


Cinta berpikir bahwa sebenarnya memang benar sekali ucapan Rio yang sebelumnya tadi saat Cinta belum merasakan kecewa atas sikap Rio yang lebih memilih untuk tinggal di rumah dekat tambak kolam dibandingkan harus tinggal bersama dengannya.


" Sepertinya ucapan Kak Rio tadi benar,, bahwa dia akan tinggal di rumah dekat tambak dibandingkan harus bersama denganku, yang gak ada hubungan apapun dengannya,," Gumam Cinta yang berpikir atas ucapan Rio tadi.


" Sepertinya dia akan merasa buruk apabila terjadi sesuatu kepadaku atas omongan orang kampung terhadap statusku,, dan pastinya dia akan menjaga diriku dari kejauhan." Gumam Cinta sesaat jernih di pikirannya.


" Ya, semoga saja aku berharap gak terjadi apa-apa pada diriku saat di rumah nenek nanti, lebih baik aku tinggal sendiri disana, daripada aku harus memaksanya untuk menuruti semua keinginanku." Gumam Cinta sambil tersenyum dan tersenyum tipis memandangi Rio sekilas.


" Aku sungguh egois apabila aku terlalu memaksanya,, aku akan memberikan kebebasan pada dirimu, Kak Rio. Maafkan aku, ya,," Gumam Cinta yang menoleh ke arah Rio sebentar.


Saat ini Cinta lebih memahami maksud dari ucapan Rio tadi. Karena, dirinya tidak mau membuat Rio merasa tertekan atas keinginannya itu. Cinta pun mulai membuka kembali obrolan di antara mereka.


" Baiklah, aku akan membicarakan hal ini pada Kak Rio, bahwa aku menyetujui ide Kak Rio tadi." Ucap Cinta yang bersemangat untuk mengutarakan ide Rio sebelumnya.


" Kak, ngelamun ya,," Tegur Cinta pada Rio.


" Hah! apa Dek,," Tanya Rio.


" Tuh kan melamun,, biasanya suka ngajak Cinta ngobrol,," Ucap Cinta yang sedikit menggoda Rio.


" Heheheh,, Maaf ya Dek,," Jawab Rio yang memang melamun itu.


" Heh! maaf melulu, emangnya mau lebaran apa Kak,," Ledek Cinta pada Rio.


" Terus kalo Kakak salah, mau ngomong apa, Dek, selain Maaf," Ucap Rio yang sedikit menoleh ke arah Cinta dan kembali menghadap ke depan.


" Apa Kek, selain maaf,," Ucap Cinta sedikit tertawa kecil.


" Ya udah, Cinta mau ngomong serius,," Bilang Cinta yang menghadap ke arah Rio dengan serius.


" Apa harus menghentikan mobil,," Tanya Rio sesaat.


" Gak usah Kak,, karena omongan Cinta ini ucapan Kak Rio tadi,," Bilang Cinta yang segera mengutarakan maksud pemikirannya.

__ADS_1


" Maksudnya,," Tanya Rio berbalik wajah.


" Ya, Cinta setuju dengan keinginan Kak Rio sebelum Cinta terluka,," Ucap Cinta yang memberitahu ucapan Rio sebelumnya.


" Hah! yang mana Dek,," Tanya Rio sedikit bingung.


" Kakak lupa, apa pura-pura lupa,?" Tanya Cinta serius.


" Ya, bukannya pura-pura lupa Dek,, tapi yang mana ya, Kakak bingung,," Tanya Rio memang bingung.


" Kakak tadi bilang, kalo setelah sampai di kampung nanti, Cinta akan tinggal di rumah Nenek, nah Kakak akan tinggal di rumah dekat tambak, terus Kakak akan jagain Cinta dari kejauhan, betul kan seperti itu,," Bilang Cinta perlahan untuk mengingatkan Rio.


" Iya Dek, benar, tapi, Kakak,," Ucap Rio yang omongannya terputus.


" Sebentar, jangan dipotong dulu, Cinta mau ngomong," Bilang Cinta manja, yang membuat Rio tersenyum manis melihat kelakuan Cinta yang saat ini manja.


" Eeemm,, sebenarnya Cinta setuju kok Kak, atas usul Kak Rio itu." Ucap Cinta yang menampakkan wajah tegarnya.


" Tapi, Dek, Kakak,," Potong Rio lagi tapi sayang Cinta telah menutup mulut Rio kembali.


Sehingga membuat Rio terdiam dan segera menghentikan mobilnya. Melihat Rio yang menghentikan mobilnya itu, Cinta segera melepaskan tangannya kembali.


" Maaf Kak, kalo tadi Cinta menutup mulut Kakak dengan menyanggah ucapan Kakak, Maaf kalo Cinta gak sopan dengan Kakak,," Ucap Cinta melepaskan tangannya.


" Gak apa-apa dek, Kakak hentikan mobil ya, kalo kita mau ngobrol serius." Bilang Rio yang melepaskan safety belt yang ia pakai.


" Iya, Kak," Ucap Cinta mengangguk.


" Eemm, Kak Cinta mau kok tinggal di rumah Nenek sendirian, karena Cinta percaya, walaupun Kakak tinggal di rumah dekat tambak, Kakak akan selalu menjaga Cinta, maafin Cinta untuk sesaat Cinta egois." Bilang Cinta serius menatap wajah Rio.


" Dek, Kakak tadi udah bilang, kalo Kakak gak jadi tinggal di rumah dekat tambak, Kakak gak bisa ninggalin Dedek tinggal sendiri di rumah Nenek, karena, Kakak takut terjadi apa-apa pada Dedek,," Bilang Rio yang serius tidak menginginkan untuk tinggal di tempat lain selain di rumah Neneknya.


Dengan tersenyum Cinta menjawab bahwa dirinya sudah mengerti atas keinginan dan kehendak Rio. Bahwa diri Rio tidak bisa untuk dikendalikan oleh Cinta.


" Kak, Kakak boleh untuk tinggal di rumah Nenek, tapi apa kata orang nanti, kalo kita gak ada hubungan apa-apa, tinggal berdua, Cinta gak mau, karena kehadiran Cinta membuat nama Kakak buruk di mata orang kampung. Lebih baik Kakak atau Cinta yang tinggal di rumah Nenek atau di rumah dekat tambak." Bilang Cinta tersenyum.

__ADS_1


" Tapi, Dek, Kakak khawatir kalo Dedek kalo Dedek tinggal sendiri di rumah Nenek, takut terjadi apa-apa pada Dedek," Bilang Rio yang memang benar mengkhawatirkan Cinta.


" Hehe,, Jangan takut Kak dan jangan khawatir, Cinta berani kok tinggal sendiri disana, percaya aja pada Cinta." Bilang Cinta penuh keyakinan pada dirinya itu.


" Tapi Kakak gak yakin, kalo Dedek bisa aman tinggal disana, lebih baik kita tinggal berdua, Dek,," Ucap Rio yang begitu yakin atas pendiriannya itu.


Rio tahu, Cinta tipe orangnya yang penakut akan kesendirian, dengan mengeluarkan ide seperti ini, Rio percaya bahwa Cinta itu terpaksa memberanikan diri untuk menyetujui keinginannya tadi.


" Hahahaha, Kakak tadi bilang kalo Kakak gak mau orang kampung mengatakan hal yang bukan-bukan tentang kita berdua. Apa kata orang kampung, kalo kita berdua tinggal bersama." Bilang Cinta yang sedikit tertawa kecil supaya kelihatan tegar atas usul Rio itu.


" Biarin orang kampung mau ngomong apa,," Ucap Rio serius.


" Kalo Kakak akan tetap tinggal bersama Dedek dan melindungi Dedek sampai kapanpun, karena itu tekad Kakak,," Ucap Rio yang begitu yakin membuat Cinta sedikit terpana atas keyakinan dari Rio ini.


" Kak Rio bisa jaga Cinta dari jauh, Cinta gak mau karena usul Cinta tadi membuat Cinta menjadi semakin egois. Lebih baik kita tinggal terpisah aja,," Bilang Cinta yang menoleh ke arah depan.


Lalu, Rio membalikkan tubuh Cinta dengan memberanikan diri memegang bahu Cinta.


" Dek,, Dedek nggak egois atas usul Dedek tadi," Ucap Rio.


" Cuma tadi Kakak takut kalo kakak langsung menjawab Iya maka Kakak akan merasa sangat merendahkan Dedek, dan jika Kakak menjawab tidak maka jawaban Kakak itu akan lebih menyakiti Dedek." Bilang Rio.


" Kakak mau ngomong jujur,," Ucap Rio yang membuat Cinta merespon menghadap ke arah dirinya.


Cinta pun menurut kembali menghadap ke arah Rio, dan mendengar semua ucapan yang dilontarkan oleh Rio saat ini.


" Daripada Kakak tinggal di rumah dekat tambak, lebih baik Kakak tinggal bersama Dedek dan Kita Menikah!!!" Bilang Rio dengan wajahnya yang penuh keyakinan dan ketulusan.


Cinta yang sedikit terperangah mendengar ucapan Rio membuatnya bingung terdiam sejenak untuk menjawab ucapan Rio saat ini.


Rio begitu yakin dengan pilihannya itu, daripada dia meninggalkan Cinta sendiri tinggal di rumah Neneknya, lebih baik mereka tinggal bersama dalam ikatan pernikahan.


Toh, orang kampung tidak akan mengusik keberadaan mereka apabila mereka sudah menikah.


***

__ADS_1


Author


🌹 Vira Lydia🌹


__ADS_2