Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 62 Pukulan Lucu


__ADS_3

Sambil melihat wajah Cinta yang masih tertidur pulas itu, Rio segera membuka jendela kamar supaya udara segar masuk ke dalam kamarnya Cinta. Setelah itu dengan segera Rio mengambil beberapa pakaian kotornya untuk dicuci. Namun, saat Rio mencari pakaian kotornya yang digunakannya kemaren sore tidak ada di dalam gantungan baju belakang pintu. Lalu, Rio melihat bajunya itu sudah ada di dalam ember yang sengaja Cinta siapkan di kamarnya itu.


" Loh, udah dimasukkan dalam ember." Ucap Rio ketika melihat semua baju kotornya di dalam ember.


" Heemm Dek, Kakak nggak rela jika Dedek sampai kelelahan melakukan semua pekerjaan rumah tangga yang selama ini tidak pernah Dedek lakukan,," Bilang Rio sambil menatap lembut wajah Cinta.


" Lebih baik, semua pakaian ini akan aku bersihkan semuanya, supaya Dedek nggak melakukan kegiatan apa-apa disini,," Bilang Rio lagi sambil tersenyum melihat Cinta.


Namun, Rio kaget ketika mendengar suara Cinta yang mengigau sambil berkata tidak mau Papa, sampai kapanpun Cinta tidak mau, sehingga hal itu membuat Rio merasa kasihan pada Cinta saat ini.


" Pa, Cinta gak mau, sampai kapanpun Cinta gak mau Pa,," Gumam Cinta yang sedang mengigau itu.


" Heemmm ternyata dia hanya mengigau,," Ucap Rio ketika kembali menoleh ke arah Cinta.


Sambil tersenyum Rio dengan tulus merapikan kembali selimut Cinta yang terbuka karena, Cinta sendiri yang sedang mengigau itu.


" Tidur yang nyenyak ya dek, sampai kapanpun Kakak berjanji tidak akan pernah membuat hidup Dedek dalam penderitaan." Ucap Rio sambil merapikan selimut Cinta.


" Aaahh ya ampun dek !" Gumam Rio kaget ketika kedua tangan Cinta yang sengaja menahan lehernya itu.


Dan, Rio begitu terkejut sekali ketika tangan Cinta menggapai lehernya, sehingga wajah Rio terhenyak menempel dekat sekali dengan wajah Cinta. Tidak ada penghalang di antara wajah Cinta dan Rio saat ini, hingga begitu dekat sekali bibirnya Rio dan juga Cinta.


Hasrat Rio dalam hatinya sungguh menginginkan sekali untuk merasakan bagaimana rasanya jika ia mendapatkan ciuman pertamanya itu kepada wanita yang sudah berhak dan sah menjadi miliknya itu. Namun, saat Rio ingin mendekatkan bibirnya lagi pada bibirnya Cinta, Rio teringat akan sikap Cinta yang tidak mau dipaksa sehingga membuat Rio kembali mengurungkan niatnya itu.


" Ya ampun apa yang sedang kupikirkan," Gumam Rio ketika mengingat kembali kelakuannya itu yang merasa tidak pantas untuk memperlakukan Cinta seperti itu.


Jika hal ini sampai diketahui Cinta, maka, Rio sudah tahu jelas apa yang akan dilakukan Cinta kepadanya itu. Dan pastinya Cinta tidak bisa lagi mempercayai Rio saat ini juga. Padahal selama ini Cinta begitu mempercayai Rio, karena, selama ini Rio tidak pernah sedikitpun menyentuh tubuh Cinta.


Saat Rio ingin melepaskan lehernya yang sedang ditahan oleh Cinta, Rio kembali terkejut ketika Cinta kembali mengeluarkan igauan yang begitu membuat Rio kaget dan tahu siapa yang telah dijodohkan oleh Papanya itu pada Cinta.


" Iiiihhhh dasar kau Romi, pria biadab yang ingin memaksaku,," Teriak Cinta disaat ia sedang mengigau itu.


" Hah! Romi,," Gumam Rio ketika mendengarkan ucapan Cinta dalam igauannya itu.


" Romi putra dari Pak Wijaya Dinata !" Bilang Rio lagi yang sedikit mengingat siapa orang yang disebutkan oleh Cinta dalam igauannya itu.


Tiba-tiba Cinta semakin menekan leher Rio lagi dan terlihat Cinta ingin sekali memukul wajah Rio ini, namun, Cinta kaget dan terbangun ketika mendengar suara Rio yang telah membangunkan dirinya.


" Iiihhhh awas kau Romi, jika aku bertemu denganmu, maka aku segera akan memukulmu hingga babak belur,," Ucap Cinta dalam igauannya itu.


Sehingga Cinta langsung saja memukul wajah orang yang berada di dalam penahanannya itu. Di dalam mimpinya Cinta merasa bahwa ia sedang memukuli wajah Romi namun kenyataannya adalah wajah yang dipukul Cinta saat ini adalah wajahnya Rio.


BUGG


BUGG


BUGG


" Aduh dek ini Kak Rio,," Bilang Rio langsung ketika merasakan pukulan dari tangannya Cinta.


Saat mendengar suara Rio itu, Cinta kaget dan terbangun dari tidurnya serta melihat dengan jelas wajah orang yang telah ditahannya itu dan juga dipukulnya.


" Hah! Kak Rio,," Ucap Cinta kaget ketika melihat Rio yang sedang ditahannya itu.


Dengan segera Cinta melepaskan kedua tangannya dari leher Rio. Dan, Rio bisa bernafas lega ketika merasa lehernya telah dilepas oleh Cinta.


" Maaf kak,," Bilang Cinta langsung bangun dari tidurnya dan langsung duduk.


" Nggak apa-apa,," Jawab Rio sendiri sambil memijit sedikit wajahnya yang sudah dipukul sengaja oleh Cinta.


Betapa terkejutnya Cinta ketika melihat wajah Rio sedikit memerah karena tidak sengaja dipukulnya itu. Sehingga dengan segera Cinta turun dari tempat tidurnya dan langsung menyentuh wajah Rio dan menatap sedikit kemerahan di wajah itu.


" Maafin Cinta Kak, karena, Cinta bermimpi dan akhirnya Kakak yang dipukul,," Gumam Cinta sambil meniup lembut wajah Rio.


" Nggak apa-apa dek,," Jawab Rio sedikit meringis merasa sakit di bagian wajahnya itu.

__ADS_1


" Cinta gak tahu kalau itu Kakak,," Bilang Cinta lagi menatap wajah Rio.


" Cinta bermimpi barusan, Cinta merasa bahwa Cinta sedang memukuli wajah seseorang,," Bilang Cinta jujur pada Rio tentang mimpinya itu.


" Heemm, tapi mimpinya hebat juga ya dek, Kakak yang kena sasarannya,," Gumam Rio sambil tersenyum dan membuat Cinta sedikit cemberut hingga Cinta tidak sengaja menyentuh wajah Rio yang memerah itu dan membuat wajah Rio sedikit terasa sakit.


" Iiihhhh Kak Rio,," Umpat Cinta sedikit cemberut.


" Akh, dek,," Gumam Rio menahan sakit di wajahnya.


" Aakkhh sorry, maaf kak, hihihi,," Ucap Cinta lagi sambil meniup lembut wajah Rio.


" Kapan kakak masuk ke kamar ?" Tanya Cinta seketika pada Rio hingga membuat Rio sedikit kaget.


" Baru aja dek, karena, kakak melihat pintu kamar ini gak ditutup dan gak terkunci,," Jawab Rio dengan jujur.


" Oooohhh berarti Cinta lupa mengunci pintunya,," Gumam Cinta singkat sambil mengingat kembali tindakannya itu.


" Heemm, dek, Kakak mau keluar dulu ya, mau cuci semua baju ini,," Ucap Rio ketika sudah tidak bisa menahan gejolak perasaannya terhadap Cinta.


Rio segera ingin keluar dari kamar Cinta, karena, sudah tidak bisa menahan gejolak perasaannya terhadap Cinta. Jika, ia terlalu lama bertatapan dengan Cinta maka, ia tidak akan mampu untuk menahan hasrat dalam tubuhnya itu. Karena, wajah Cinta selalu membuat Rio merasa tertarik untuk melakukan hak dan kewajibannya sebagai seorang suami.


Karena, pernikahan yang telah dilakukannya ini merupakan sebuah pernikahan terpaksa dan sandiwara karena untuk menutup suatu permasalahan dan bukanlah pernikahan yang terjadi karena saling mencintai. Oleh sebab itu, Rio harus bisa mengerti konsekuensi yang telah diucapkan Cinta sebelum mereka berdua menyetujui pernikahan ini.


Karena, saat mereka melakukan perjanjian pernikahan ini, Rio menyetujui keinginan Cinta yang melakukan ikatan ini hanya karena suatu alasan semata. Namun, Rio sendiri merasa bahwa pernikahan yang dilakukannya ini adalah sebuah pernikahan yang sesungguhnya. Dan, sedangkan Cinta tidak memiliki perasaan yang sama seperti Rio terhadap dirinya, Cinta sendiri merasa bahwa Rio adalah orang yang sungguh baik padanya hingga rela mengorbankan kehidupannya demi membantu Cinta. Oleh sebab itu Cinta sendiri menganggap Rio seperti pahlawan penolongnya dan juga orang yang begitu besar jasanya terhadap kehidupannya itu.


" Eeehhh Kak Rio, biarin Cinta yang mencucinya,," Bilang Cinta langsung pada Rio dan ikut bangkit mengejar langkah kaki Rio.


" Nggak apa-apa dek, biar Kakak aja,," Ucap Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.


" Eehhh Cinta aja kak,," Bilang Cinta sambil menarik ember dari tangan Rio.


Namun, ember itu tetap saja masih dipegang oleh Rio sendiri. Saat ini Rio dan Cinta saling berebut untuk melakukan sesuatu hal di dalam rumahnya ini, sehingga membuat kegaduhan lucu yang terjadi di antara mereka.


" Eeehhh sini biar Cinta aja kak,," Ucap Cinta sambil merebut ember yang sudah berada di tangannya Rio.


" Iihh siapa juga yang sakit,," Bilang Cinta dengan suara bawelnya.


" Biar Kakak aja dek, ini banyak baju Kakak yang kotor,," Ucap Rio lagi pada Cinta.


" Iya tapi ada baju Cinta juga disana,," Bilang Cinta lagi yang terdengar tidak mau kalah dari Rio.


Namun, Rio tetap saja melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Sedangkan Cinta yang sedang mengiringi Rio saat itu, akhirnya ikut juga ke dalam kamar mandi. Hingga Cinta baru sadar bahwa saat ini mereka berdua sedang berada di kamar mandi bersama.


" Sini Kak, biar Cinta, sekaligus Cinta mau mandi lagi,," Ucap Cinta yang masih saja meraih ember pakaian di tangan Rio.


" Heemm, Kakak juga mau mandi lagi, jadi kakak aja yang nyucinya,," Bilang Rio sambil meninggikan ember supaya Cinta tidak bisa menggapainya.


" Iya tapi di dalam embernya ada baju Cinta,," Gumam Cinta sambil menatap wajah Rio.


" Ya biar Kakak cuciin semuanya," Jawab Rio seketika membuat Cinta malu.


" Iiihhhh, nggak, nggak, nggak apa-apaan,," Gumam Cinta yang masih meraih tangannya Rio.


" Iiihhhh kakak sengaja ya mainin Cinta,," Bilang Cinta sambil cemberut.


Karena, tidak mampu menggapai ember yang berada di tangannya Rio dan sengaja Rio mengangkat ember itu ke atas sehingga membuat Cinta kesal dan akhirnya cemberut pada Rio.


" Ambil saja kalau mampu,," Ucap Rio yang terlihat lucu dan menggoda Cinta sehingga membuat Cinta berpura-puta cemberut.


" Iiihhhh ya udah cuci aja semuanya, Cinta mau keluar." Gumam Cinta sambil berlalu keluar.


Ketika melihat wajah Cinta cemberut itu, Rio sendiri melemah dan menurunkan ember itu. Dengan segera, Rio menarik tangan Cinta untuk membujuk Cinta kembali supaya tidak cemberut padanya pagi ini.


" Eeehhh, ya, ya dek, jangan marah, maaf ya kalo Kakak salah,," Ucap Rio sambil menarik tangannya Cinta.

__ADS_1


Ketika melihat kelakuan Rio yang lembut seperti itu. Sehingga dengan begitu mudah Cinta mengambil ember itu kembali dari tangannya Rio saat Rio sedang lengah seperti ini kepadanya.


" Yeee,, akhirnya Cinta yang menang,," Seru Cinta senang ketika berhasil mengelabui Rio saat itu.


Untuk sesaat Rio menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cinta yang begitu pintar sekali mengecohnya itu dan ujungnya Rio juga yang kalah akan perbuatan Cinta kali ini.


" Heemm, Dedek sungguh pintar ya, bohongi Kakak,," Ucap Rio dengan wajah terlihat mengalah.


" Hehehehe, bukan bohong kak, tapi kecerdikan,," Ucap Cinta sambil tersenyum memuji dirinya sendiri.


" Heemm ya udah silahkan keluar, Cinta mau mandi dan nyuci baju ini semua,," Ucap Cinta dengan senyuman penuh kemenangan.


" Heemmm, oke kakak kalah,," Jawab Rio mengangguk dan seolah melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.


Namun, Rio berinisiatif untuk menggoda Cinta yang sedang bersama dengannya di kamar mandi saat ini. Karena, Rio belum pernah melihat reaksi wajah Cinta ketika ia sedang digoda oleh Rio.


" Heeemm, lebih baik aku coba untuk menggodanya, bagaimana reaksi dek Cinta ketika melihatku yang sedang menggodanya itu,," Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum geli sendiri.


Karena, sudah merencanakan sesuatu hal terhadap Cinta. Dengan segera Rio beralih kembali membalikkan tubuhnya lagi dan melihat Cinta yang sedang sibuk memisahkan pakaian ke dalam ember lainnya.


" Eemmm dek, karena Dedek mau nyuci, boleh kakak nitip,," Ucap Rio sambil mengeluarkan sedikit senyumannya.


" Boleh kak, nitip apa ?" Tanya Cinta langsung menoleh ke arah Rio.


" Baju Kakak yang lagi dipake ini,," Jawab Rio sambil menunjukkan baju yang sedang dikenakannya itu.


" Oh boleh sini," Pinta Cinta sambil menjulurkan tangannya.


" Eemmm baik dek, tapi, yakin mau lihat Kakak ganti baju disini," Ucap Rio sedikit mengeluarkan godaannya itu.


" Ya, nggak apa-apa, cuma baju doank kan ?" Tanya Cinta pada Rio.


" Ama celananya," Jawab Rio seketika membuat Cinta menoleh dan terdiam sejenak.


" Kenapa diam dek ?" Tanya Rio singkat menatap wajah Cinta.


" Eemmm ya nggak apa-apa, tapi gantinya diluar ya Kak,," Jawab Cinta sambil nyengir kuda.


" Memangnya kalo disini nggak boleh ?" Tanya Rio yang membuat Cinta membelalakkan matanya.


" Hah!" Gumam Cinta sambil membelalakkan matanya.


" Hahahaha, Kakak cuma bercanda dek, jangan dianggap serius,," Bilang Rio setelah melihat wajah Cinta yang tercengang mendengar perkataannya itu.


" Iiihhhh Kak Rio sengaja ya selalu mainin Cinta," Ucap Cinta lagi sambil memukul lembut lengan Rio.


" Iya iya Dek, ampun, ampun,," Ucap Rio seolah-olah merasakan sakit akan tindakan Cinta itu.


" Rasakan, rasakan, Cinta akan pukul jika Kakak sengaja mainin Cinta,," Gumam Cinta gemes kepada Rio.


" Hehehehe iya dek, Kakak kalah," Jawab Rio sambil memperlihatkan kedua tangannya meminta ampun pada tindakan Cinta itu.


Karena, melihat Rio melakukan hal seperti itu, sehingga membuat Cinta sendiri tertawa senang hingga terlihatlah keceriaan di wajahnya itu. Setelah puas melihat wajah Cinta yang begitu bahagia ketika mendapatkan candaan dari Rio, akhirnya dengan segera Rio melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar mandi.


" Ya udah kalo gitu, hati-hati ya dek, nyuci bajunya,," Bilang Rio pada Cinta.


" Heemm oke kak," Jawab Cinta sambil memberikan jempol dan senyumannya.


Ketika kaki Rio segera melangkah keluar pintu, Rio kembali berbalik menghadap Cinta dan mengatakan sesuatu candaan lagi pada Cinta sehingga membuat Cinta hampir terpeleset akan kelakuan Rio saat ini.


" Dek, mandi bareng Kakak mau gak ?" Tanya Rio yang berupa candaan terhadap Cinta.


" Hah! apa kak ?" Tanya Cinta langsung menoleh ke arah Rio dan tidak sadar akhirnya kaki Cinta sedikit tergelincir.


" Aaahh,," Teriak Cinta ketika kakinya sedikit tergelincir di kamar mandi.

__ADS_1


Ketika kaki Cinta terlihat sedikit tergelincir di lantai kamar mandi, dengan segera Rio menarik dan menahan tubuh Cinta supaya tubuhnya Cinta tidak jatuh terpeleset ke bawah lantai yang licin ini. Terjadilah sebuah peristiwa kembali di antara mereka dimana saat ini Cinta sedang berada dalam pelukannya Rio.


****


__ADS_2