Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 87 Jawaban Terbaik


__ADS_3

Rio hanya bisa melakukan suatu tindakan yang bisa membuat Cinta merasa bahagia, entah kenapa Cinta ingin tinggal satu minggu di tempat ini, padahal Cinta sudah merasa bahagia saat berada di rumah.


" Kenapa, Cinta mau tinggal di kota selama satu minggu ?" Tanya Rio dalam hatinya begitu penasaran.


" Apa karena, Cinta merasa terganggu dengan adanya Rossa yang setiap harinya mengganggu hari-harinya itu,," Ucap Rio dalam hatinya sambil melirik sesekali ke arah Cinta.


" Hemm, jika benar Cinta merasa terganggu, berarti Cinta merasa cemburu atas kelakuan Rossa, hihihihihihi,," Gumam Rio sedikit tertawa kecil ketika mendengarkan ucapan Cinta yang ingin tinggal di kota selama satu minggu.


" Coba aku tanya dulu, apa sih alasan dari Cinta ?" Tanya Rio dalam hatinya langsung menoleh ke arah Cinta.


Karena, melihat Cinta sedang menatap ke arah depan jalanan, sambil tersenyum Rio mulai membuka pembicaraannya kepada Cinta untuk menanyakan suatu hal yang bersangkutan dengan perasaan Cinta.


" Dek,," Panggil Rio kepada Cinta.


" Iya, Kak,," Jawab Cinta langsung menoleh ke arah Rio.


" Eemmm, Kak Rio boleh tanya satu hal ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Boleh donk, apa itu,," Jawab Cinta dengan penuh semangat.


" Eemmm, kenapa Dedek mau tinggal di kota selama satu minggu, apakah di kampung Dedek merasa gak nyaman atau ?" Tanya Rio kepada Cinta hingga membuat Cinta tersenyum.


" Ya, pengen aja, karena, pengen jalan berdua ngabisin waktu satu minggu bersama Kak Rio hanya berdua aja,," Jawab Cinta spontan membuat Rio sedikit kaget namun bahagia.


Karena, terlalu keceplosan dengan ucapannya itu sesuai dengan apa yang ada di dalam pikirannya itu membuat Cinta spontan langsung menutup mulutnya. Dan, dengan segera Cinta mengalihkan pembicaraannya dengan perkataan lain agar Rio tidak terlalu kaget atas ucapannya itu.


" Oooppss," Ucap Cinta spontan menutup mulutnya.


" Eeehhh bukan gitu, maksudnya Cinta mau refreshing aja Kak,," Jawab Cinta mengalihkan pembicaraannya.


" Hahahaha, nggak apa-apa kok dek," Bilang Rio sambil tertawa kecil.


" Oke deh, berarti kita selama satu minggu di kota ini dek,," Jawab Rio lagi yang membuat Cinta langsung memeluk lengan Rio.


" Hehehehe, makasihh Kak,," Gumam Cinta tersenyum.


Setelah mendapatkan sebuah jawaban yang jujur dari Cinta dan dengan sesegera mungkin Cinta mengalihkan pembicaraannya itu, hal itu membuat Rio merasa bahagia dan sedikit yakin apa yang dirasakan oleh Cinta terhadapnya itu. Sambil tersenyum senang Rio melajukan mobilnya dengan cepat menuju dimana keberadaan Villa tempat pertama ia datangi dulu sebelum mereka menikah.


" Dek, kita nginap di Villa kemarin atau tempat lain ?" Tanya Rio pada Cinta.


" Eemmm, disana aja deh Kak, soalnya dekat danau gitu, jadi bisa sekaligus refreshing," Jawab Cinta memilih tempatnya.


" Oke, siap bos kita langsung kesana," Ucap Rio sambil mengelus lembut rambutnya Cinta.


Walaupun perjalanannya jauh untuk menuju ke tempat penginapan yang pernah mereka kunjungi itu, namun tempat itu merupakan tempat pertama bagi Rio dan Cinta saat menjadi pengantin baru. Memang tempatnya sangat jauh dari kota ini, namun suasananya begitu lekat di dalam perasaan Cinta dan Rio.


Sementara itu, di sekitar kampung tempat tinggal Rio, Rossa sedang sibuk mencari dimana keberadaan Rio yang dikatakan oleh Arif bahwa Rio sedang pergi bersama dengan istrinya Cinta. Di dalam mobilnya Rossa sedang mencari kemana kemari dimana keberadaan Rio saat ini.


" Kemana sih Mas Rio,," Gumam Rossa sambil mengelilingi kampungnya.


" Iiihhhh emang nyebelin banget tuh cewek,," Gerutu Rossa yang begitu kesal dengan Cinta yang telah berhasil membuatnya terusir dari rumahnya Rio.


" Coba kalau ketemu tuh cewek, enaknya dilabrak aja biar tau rasa seenaknya merebut Rio dari tanganku,," Ucap Rossa lagi yang masih mengendarai mobilnya mengelilingi kampung.


" Padahal udah dikasih surat bahwa aku dan Rio masih memiliki hubungan, tapi kenapa seolah dia tidak mengerti atas suratku,," Gumam Rossa yang memikirkan sesuatu hal tentang surat dikirimkannya.


Setelah selesai memikirkan sesuatu tentang kelakuan Cinta dengan berani melawan perbuatannya itu, karena, pagi tadi Cinta telah berani mengusir dirinya yang datang ke rumah Rio dengan sengaja ingin memeluk tubuhnya Rio itu. Karena, sudah seharian hampir tidak menemukan jejaknya Rio yang sedang mengajak istrinya keluar rumah itu membuat Rossa kesal sendiri dengan ucapan Arif seolah telah membohongi dirinya itu.


" Sepertinya, aku dibohongi oleh tuh anak,," Gumam Rossa merasa kesal dengan kelakuan Arif yang sengaja memberikan sebuah keterangan palsu pada dirinya tentang kepergian Rio.


" Awas saja, aku labrak tuh anak,," Bilang Rossa dengan segera memutar balikkan mobilnya kembali lagi ke arah rumah Rio.


Dan, Rossa memutuskan untuk kembali lagi ke rumah Rio, karena, siapa tahu Rio sudah kembali ke rumahnya itu. Namun, jika tidak bertemu dengan Rio, Rossa ingin sekali melabrak pembantu kecil yang sudah ada di tambaknya Rio yaitu Arif.

__ADS_1


" Apa mungkin saat ini Mas Rio udah pulang ke rumah ?" Tanya Rossa dengan dirinya sendiri.


" Lebih baik aku kembali saja," Gumam Rossa yang memutar balikkan kembali mobilnya ke arah kampung.


Sebelum kembali ke kediamannya Rio, Rossa menghentikan mobilnya terlebih dahulu ke tambaknya Rio. Dan, terlihat Arif sedang sibuk mengelilingi tambak sedang memberikan umpan kepada ikannya. Dengan segera Rossa menuruni mobilnya dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat Arif. Untung saja Rossa tidak terjatuh ke dalam tambak, karena, Rossa sedang menggunakan sendal heels tinggi.


" Hei, pembantu, ternyata kau ini juga pintar bohong ya,," Umpat Rossa terhadap Arif yang sedang sibuk memberikan umpan ikan.


" Apa Mbak Rossa, Arif gak dengar,," Ucap Arif dari kejauhan.


" Kau bilang Mas Rio pergi keluar tapi, aku cari keliling nggak kelihatan, dasar tukang bohong,," Bilang Rossa sambil mendekati Arif yang sedang memberikan umpan kepada ikan.


" Yeeeyyy Mbak, Arif nggak bohong, ngapain juga bohong, lihat aja sendiri ke rumahnya, kalau Mas Rio udah pulang pasti ada di rumah,," Jawab Arif dengan ucapan yang ketus pada Rossa.


" Heh!! dasar menyebalkan,," Umpat Rossa terhadap Arif.


" Mending aku pulang daripada aku disini,," Gumam Rossa terhadap Arif yang sama sekali tidak menghiraukan pertanyaannya itu.


" Malas berdebat dengan orang yang gak jelas sepertimu,," Umpat Rossa sebal kepada Arif yang tidak memperdulikannya itu.


Sungguh terlihat jelas bahwa Arif memang tidak memperdulikan pertanyaan yang telah ditanyakan oleh Rossa kepadanya itu. Karena, dengan kesibukannya itu membuat Rossa merasa kesal dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari area tambak ikan milik Rio.


" Emangnya aku mau apa, berdebat dengan orang sepertimu,," Celetuk Arif terhadap Rossa yang melangkahkan kakinya menjauhi tambak Rio.


" Iiihhhh dasar wanita menyebalkan,," Ucap Arif sambil menebarkan umpan ke dalam tambak.


Terlihat Rossa telah melangkahkan kakinya menuju ke arah mobilnya yang telah terparkir di depan tambak. Dengan wajah kesalnya Rossa menaiki mobilnya dan segera melaju ke arah rumahnya Rio untuk memastikan apakah Rio sudah kembali ke rumahnya itu.


Setelah sampai di depan rumahnya Rio dengan segera Rossa menghentikan mobilnya tepat di depan rumah itu dan Rossa sama sekali tidak menuruni mobilnya itu, Rossa hanya memperhatikan rumahnya Rio yang sepi dari penghuninya. Karena, merasa bahwa saat ini rumahnya Rio sepi barulah Rossa percaya dengan ucapan Arif yang memberitahukannya itu.


" Benar, ternyata Mas Rio memang pergi,," Gumam Rossa sambil membuka kaca mobilnya dan melirik ke arah rumah Rio.


" Kemana Mas Rio pergi sih, kenapa gak ngasih tahu aku,," Ucap Rossa dengan wajah cemberutnya.


Dengan segera Rossa melajukan mobilnya menjauhi rumah Rio. Sementara itu, Rio yang masih di perjalanan bersama Cinta saat ini cuaca sudah terlihat gelap dan udaranya terasa cukup dingin. Karena, Cinta memang memiliki sifat yang takut akan kegelapan dan juga udara dingin seperti saat ini. Semakin membuat Cinta menempelkan tubuhnya pada lengan Rio yang sedang mengemudi mobilnya itu.


" Eeemmm, masih berapa lama ya Kak kita sampai ?" Tanya Cinta kepada Rio sambil memeluk erat lengan Rio.


" Eemmm, seperti kemarin dek, paling subuh nanti kita akan sampai,," Jawab Rio mengingat kembali saat mereka sampai di kampungnya waktu itu.


" Oh iya bener, berarti masih lama donk,," Bilang Cinta sambil menguap.


" Dedek ngantuk ?" Tanya Rio kepada Cinta.


" He'eh,," Jawab Cinta mengangguk.


" Ya udah kali gitu tidur aja dek,," Bilang Rio sambil tersenyum menoleh ke arah Cinta.


Saat Rio melihat Cinta yang sedang menguap itu membuat Rio tersenyum untuk menyuruh Cinta tertidur kembali. Karena, perjalanan yang akan mereka tempuh masih cukup lama dan jauh. Oleh sebab itu Rio mengizinkan Cinta untuk tertidur sejenak melepaskan penat di dalam tubuhnya itu.


" Eemmm, nggak, kalo Cinta tidur, siapa yang nemenin Kak Rio ?" Tanya Cinta dengan suara manjanya.


" Hehehehe, ya suara dengkuran Dedek lah nemenin Kak Rio,," Jawab Rio sedikit memberikan sebuah godaan pada Cinta.


" Hah!! dengkuran,," Gumam Cinta terdengar kaget.


" He'eh dengkuran dek,," Jawab Rio lagi.


" Eehhh emangnya Cinta mendengkur ya Kak kalo tertidur ?" Tanya Cinta serius menatap wajah Rio.


" He'eh,," Jawab Rio singkat namun pasti.


" Haah, darimana Kak Rio tahu ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah penasaran.

__ADS_1


" Ya, karena, kita sering tidur berdua dek,," Jawab Rio dengan jelas.


" Iiihhhh ternyata selama ini Kak Rio selalu dengerin suara dengkuran Cinta ya, iiihhhh nggak mungkin Cinta mendengkur,," Gumam Cinta sambil mencubit lengan Rio dengan gemas.


" Lohh emang iya dek,, Dedek kalo bobonya udah nyenyak banget pasti mendengkur,," Bilang Rio sambil memberikan sebuah jawaban yang begitu yakin.


" Iiihhhh nggak mungkin,," Ucap Cinta dengan wajah yang cemberut dan terlihat memerah karena malu.


" Hahahaha, Kak Rio nggak pernah bohong dek," Bilang Rio sambil tertawa kecil.


" Ya udah Cinta gak mau bobo, biar Kak Rio gak dengerin suara dengkuran,," Ucap Cinta sambil melipat kedua tangannya tepat di depan dada.


Rio sedikit tertawa kecil melihat kelakuan Cinta yang melepaskan lengannya dan duduk menghadap ke arah depan sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Untuk mencairkan suasana kembali supaya Cinta kembali menempelkan kepalanya dan juga tubuhnya pada lengan Rio, dengan segera Rio melakukan sebuah pembicaraan yang langsung membuat Cinta kembali tersenyum.


" Hehehehe, jangan ngambek Dedek Istriku yang cantik, walaupun Dedek mendengkur saat tertidur, tapi jujur Kak Rio suka mendengarnya." Bilang Rio sambil membujuk lembut Cinta yang merasa malu dan menghadap ke arah depan jalanan.


Ketika mendengarkan ucapan Rio yang begitu lembut menyanjung dirinya itu, dengan spontan Cinta langsung menoleh ke arah Rio sambil tersenyum senang menatap wajah orang yang telah menyanjungnya itu.


" Heemmm, apakah benar, Kak Rio suka dengerin dengkuran Cinta saat tertidur tapi bukan mengejek Cinta bukan,," Gumam Cinta sambil tersenyum menatap serius wajah Rio.


" Iya dek, Kakak jujur dan gak bohong,," Jawab Rio sambil menunjukkan kedua jarinya menandakan keseriusan pembicaraannya itu kepada Cinta.


" Terima kasih Kak,," Jawab Cinta dengan spontan memeluk lengan Rio kembali.


" Sama-sama dek,," Jawab Rio sambil mengusap lembut rambut Cinta.


Dan, disaat Cinta mulai kembali lagi memeluk lengannya sambil bermanja kepadanya itu. Rio memberikan sebuah pertanyaan kepastian untuk dijawab oleh Cinta.


" Oh iya Dek, Kak Rio boleh minta sesuatu ?" Tanya Rio pada Cinta yang sedang sibuk menutup tubuhnya dengan selimut.


" Heemmm, katakan saja apa Kak," Jawab Cinta sambil memasang selimut pada tubuhnya.


" Apakah boleh jika selama kita menikah dan Kak Rio menjadi suaminya Dedek untuk selalu tidur bersama dengan Dedek ?" Tanya Rio spontan pada Cinta di suasana tengah malam yang sedang menyusuri jalan itu.


" Apa ?" Tanya Cinta dalam hati seketika terkejut mendengar permintaan spontan dari Rio.


" Eeemmm, Kak Rio, semenjak kita menikah sebenarnya Kak Rio dan Cinta memang diwajibkan untuk selalu bersama dan tidur berdua." Ucap Cinta sambil menatap lembut wajah Rio.


" Dan, maafkan Cinta, jika Cinta belum bisa menjadi istri yang baik untuk Kak Rio,," Bilang Cinta lagi sambil menundukkan pandangannya terhadap Rio.


Ketika melihat Cinta memberikan sebuah jawaban seperti itu dan Cinta langsung menunjukkan respon malu terhadap dirinya yang belum mampu untuk menjadi istri bagi Rio. Rio merasa bahwa permintaannya itu belum tepat untuk dikatakan saat ini, karena, memang terlihat Cinta masih merasa malu saat mengungkapkan kebenaran perasaannya itu terhadap Rio.


" Ya ampun, apa yang telah kupinta pada Cinta,," Gumam Rio merasa kurang tepat atas permintaannya itu.


" Seharusnya, aku tidak meminta itu padanya, namun, jika aku tidak meminta itu padanya, Cinta tidak akan pernah tahu bahwa aku memang serius ingin memiliki dirinya secara utuh untuk menjadi Istriku,," Ucap Rio lagi dalam hatinya sambil melirik ke arah Cinta yang sedang tertunduk memeluk lengannya itu.


Dan, Rio kembali membuka pembicaraan kembali pada Cinta agar perjalanan panjangnya untuk pergi ke kota tidak terlalu terasa akan kejauhan jarak tempuhnya itu.


" Eemmm, dek, maafkan Kak Rio, jika Kak Rio salah meminta sesuatu pada Dedek,," Bilang Rio lembut pada Cinta.


" Nggak Kak, Permintaan Kak Rio nggak salah, karena, memang wajib bagi suami dan istri untuk selalu tidur bersama dan saling menjaga." Gumam Cinta sambil tersenyum menatap wajah Rio.


" Terima kasih ya dek,," Ucap Rio pada Cinta sambil tersenyum.


" Heemmm iya Kak, Cinta malah senang jika Kak Rio selalu bersedia untuk tidur bersama dengan Cinta setiap malam,," Ucap Cinta sambil tersenyum sendiri dengan nada suara yang kecil.


" Hah!! apa dek ?" Tanya Rio tidak terlalu kedengaran suaranya Cinta.


" Hah!! nggak ada Kak,," Jawab Cinta sambil tersenyum.


Karena, sudah mendapatkan sebuah jawaban dari Cinta yang merasa menguntungkan kedua pihak, dengan penuh semangat Rio melajukan mobilnya menuju ke villa dimana tempat keberadaannya saat pertama kali mereka datang ke tempat ini.


****

__ADS_1


__ADS_2