
Ketika kaki Cinta terlihat sedikit tergelincir di lantai kamar mandi, dengan segera Rio menarik dan menahan tubuh Cinta supaya tubuhnya Cinta tidak jatuh terpeleset ke bawah lantai yang licin ini.
" Awas hati-hati dek,," Ucap Rio yang spontan ketika melihat kaki Cinta yang tergelincir itu.
Dan, akhirnya terjadi lagi sebuah peristiwa di antara mereka dimana saat ini Cinta sedang berada dalam pelukannya Rio. Karena Cinta merasa tidak menyangka bahwa saat ini ia berada dalam pelukannya Rio itu sehingga membuat Cinta menetap cukup lama dalam pelukan itu, bagi Cinta pelukan yang diberikan oleh Rio itu sungguh terasa nyaman sekali.
" Eemmm aroma tubuh Kak Rio begitu membuat tubuhku nyaman,," Gumam Cinta dalam hati yang sengaja menetap lama di dalam pelukan Rio.
Saat ini Cinta sedang asyik merasakan suatu sensasi yang membuatnya begitu nyaman sehingga Cinta sendiri membiarkan tubuhnya menetap cukup lama di dalam pelukan Rio itu. Dan, Rio tidak bisa menolak kelakuan Cinta saat ini padanya, karena, Rio juga bahagia ketika bisa melihat wajah Cinta dari jarak yang begitu dekat dan merasakan kehangatan tubuh Cinta yang berada di dalam pelukannya itu.
" Heemmm Dedek, pagi-pagi udah bikin Kakak gemes karena kelakuanmu yang manja ini,," Gumam Rio dalam hati yang tersenyum menatap kelakuan Cinta.
Karena, merasa cukup lama wajah Cinta menempel di bagian dadanya Rio, sehingga membuat Rio sendiri kembali menggoda Cinta. Karena, memang kelakuan Cinta saat ini sudah ketahuan oleh Rio sendiri. Tapi, Rio juga telah membiarkan Cinta untuk menempelkan wajahnya cukup lama di bagian dadanya itu.
" Heemmm, memangnya Dedek nggak ngerasain bau badanku begitu menyengat karena, aroma bawang." Gumam Rio dalam hati sambil tersenyum melihat kelakuan Cinta.
" Baiklah, aku akan menjahilinya lagi,," Ucap Rio sambil tersenyum.
" Dek!" Panggil Rio pada Cinta yang masih berada di dekat dadanya.
" Iya,," Jawab Cinta sedikit menggerakkan kepalanya.
" Memangnya, badan Kak Rio, nggak bau apa dek ?" Tanya Rio spontan sedikit mengagetkan lamunan Cinta.
Ketika mendengar ucapan Rio yang mengatakan bahwa dirinya beraroma bau atau tidak sehingga membuat Cinta sendiri merasa sedikit disinggung oleh ucapan Rio itu.
" Hah!! iya Kak Rio bau," Gumam Cinta yang mengubah ekspresi wajahnya dan mengalihkan pembicaraannya.
" Ya udah sana, Cinta mau nyuci terus mandi,," Bilang Cinta sambil sedikit mendorong tubuh Rio agar bisa keluar dari kamar mandi.
" Kalo Kak Rio gak mau keluar dan maunya bantuin Dedek nyuci gimana ?" Tanya Rio pada Cinta dengan ekspresi wajah sedikit menyelidik ekspresi Cinta sendiri.
" Iiihhhh nggak perlu, biar Cinta sendiri!" Bilang Cinta dengan wajah yang begitu menggemaskan.
" Eemmm yakin, gak mau dibantu ?" Tanya Rio lagi pada Cinta.
" Iya kak,," Jawab Cinta penuh keyakinan.
" Ya udah, kalo gitu, Kakak dibolehin gak mau keluar sebentar,," Ucap Rio sedikit memancing perasaan Cinta.
Ketika, Cinta hendak mengalihkan tubuhnya menghadap ke arah cuciannya itu, seketika sedikit tercengang saat mendengar perkataan Rio yang meminta izin untuk pergi keluar sebentar dari rumahnya ini, namun, Cinta sendiri merasa takut jika sampai Rio meninggalkan dirinya di rumah sendirian.
" Kemana ?" Tanya Cinta langsung.
" Eemmm, paling mau keliling kampung dekat sini aja dek,," Ucap Rio pada Cinta.
" Sepagi ini ?" Tanya Cinta lagi dengan wajah yang begitu penasaran.
" Iya, sekaligus mau joging sebentar,," Gumam Rio pada Cinta.
" Jangan, Cinta gak berani di rumah sendirian,," Jawab Cinta dengan spontan pada Rio.
" Heemm, Kakak cuma sebentar aja dek,," Bilang Rio lagi terlihat sedikit meminta izin pada Cinta.
" Kak, Cinta udah bilang kalau Cinta gak berani sendirian di rumah," Jawab Cinta lagi yang terdengar sekali bawelnya.
" Heemm Kakak mau minta izin sebentar aja ya dek, please, please, please,," Bilang Rio lagi yang begitu serius meminta izin pada Cinta.
__ADS_1
Cinta sedikit merasa bahwa dirinya saat ini terlalu memaksa dan menahan diri Rio untuk melakukan sesuatu. Padahal Cinta sudah tahu ia tidak berhak atas kebebasan yang dimiliki oleh Rio sendiri. Karena, mereka tidak memiliki hubungan apa-apa yang terlihat serius. Mereka hanya tampak seperti memiliki hubungan yang dekat karena sebuah pernikahan yang dilakukan oleh kedua belah pihak secara terpaksa.
" Apa yang sedang kulakukan,," Gumam Cinta dalam hati sambil memikirkan perlakuannya itu terhadap Rio.
" Gak seharusnya aku menahan Rio untuk tetap menjagaku, aku bukan siapa-siapa baginya, karena, aku sudah diizinkan Kak Rio tinggal disini saja aku harus berterima kasih padanya,," Gumam Cinta merasa bersalah atas sikapnya itu pada Rio.
" Eemmm ya udah deh Kakak gak jadi keluarnya, Kakak mau bantuin Dedek aja,," Bilang Rio seketika membuat Cinta sedikit menyunggingkan senyumannya.
" Eemmm Kak, maaf ya jika Cinta melarang Kak Rio untuk keluar,," Bilang Cinta dengan wajah yang sedikit berbeda.
Wajah Cinta seketika berubah, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat manja, lucu dan menggemaskan bagi Rio. Dan, terlihat saat ini wajah Cinta seperti serius menanggapi pertanyaan Rio yang sekedar bercanda dengannya itu. Namun, terlihat seperti bahwa Cinta tidak memiliki hak untuk kebebasan yang dimiliki oleh Rio sendiri.
" Ya udah deh nggak apa-apa, kalo Kakak mau keluar, silahkan,," Bilang Cinta sambil menyunggingkan senyumannya dan mengalihkan pandangannya dari tatapan Rio langsung menghadap ke arah pekerjaannya itu.
Karena, melihat perubahan wajah Cinta yang terlihat seperti serius menanggapi perkataan dari Rio itu, sehingga membuat Rio merasa menyesal atas perlakuannya itu.
" Maafkan Kakak dek, Kakak tidak bermaksud untuk membuat Dedek seperti ini, Kak Rio hanya ingin melihat bagaimana reaksi Dedek jika Kakak keluar dan meninggalkan Dedek sendirian." Bilang Rio yang kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
" Jika Dedek takut sendirian, Kakak akan tetap disini menemani Dedek,," Gumam Rio terdengar sangat lucu di telinganya Cinta.
Betapa tersentuhnya hati Cinta ketika Cinta mendengarkan pengakuan Rio yang hanya bercanda pada dirinya itu, sehingga membuat Cinta sedikit menyunggingkan senyumannya dan menanggapi perkataan dari Rio.
" Hihihihi, ternyata Kak Rio hanya bercanda, ya," Gumam Cinta dalam hati sambil terkekeh geli.
Dan, disaat Rio ingin melangkahkan kakinya maju mendekati Cinta, Cinta sendiri langsung menoleh ke arah Rio. Sehingga membuat wajahnya Rio begitu dekat dengan wajah Cinta. Namun, Cinta sama sekali tidak merasa canggung ketika wajahnya Rio begitu dekat dengan wajahnya itu dan Cinta secara langsung mengatakan sesuatu hal yang dapat membuat Rio spontan tersenyum.
" Eeemmm, kenapa Kak Rio takut, jika Cinta pergi meninggalkan rumah ini,," Bilang Cinta yang terdengar lucu dan langsung membuat Rio tersenyum.
" Heemm, Dedek sekarang udah bisa ya gangguin Kakak,," Ucap Rio seketika menjawil hidung Cinta.
" Siapa dulu Cinta,," Ucap Cinta yang ikut-ikutan memencet hidung Rio.
Saat Rio menahan tangan Cinta yang sudah terlalu menekan hidungnya itu, hal itu membuat Cinta tertawa senang pagi ini. Walaupun terasa sedikit sakit, namun rasa sakit itu seolah menghilang ketika melihat wajah Cinta yang begitu bahagia memencet hidungnya itu.
" Hahahaha, salah sendiri kenapa suka banget buat Cinta cemberut hah!!" Bilang Cinta sambil memencet hidungnya Rio.
" Iya, iya ampun dek, Kak Rio berjanji gak akan gangguin Dedek lagi,," Ucap Rio sambil menahan hidungnya yang dipencet oleh Cinta.
Setelah merasa puas atas hasil dari perbuatannya itu, Cinta segera melepaskan tangannya dari hidung Rio dan masih tertawa memandang wajah Rio yang meringis menahan rasa sakit di bagian hidungnya itu.
" Gimana sakit ?" Tanya Cinta sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang menatap wajah Rio yang sedang kesakitan.
Ketika melihat wajah Cinta yang begitu bahagia sekali melihat Rio sedang kesakitan itu, sambil berkacak pinggang Cinta masih saja menertawakan Rio saat ini. Dan, secara tiba-tiba Rio langsung memeluk erat tubuh Cinta dan sengaja menggelitik perut Cinta, karena hari ini Cinta begitu nakal sekali.
" Aaaahhhhh Kak Rio, jangan gelitik, Aaaahhhhh geli Kak Rio, Kak lepasin,," Ucap Cinta yang spontan kaget akan tindakan yang sedang dilakukan Rio pada tubuhnya itu.
" Hari ini Dedek sungguh nakal sekali ya, sengaja menertawakan Kakak, ini hukumannya,," Bilang Rio yang masih menggelitik perutnya Cinta.
" Iya, iya, iya, Cinta gak akan lagi ngetawain Kak Rio, lepasin iiihhhh geli Kak Rio,," Teriak Cinta sambil tertawa riang menahan rasa geli dari perutnya itu.
" Janji ?" Tanya Rio pada Cinta yang masih memeluk tubuh Cinta dari belakang.
" Iya, iya Cinta janji, tapi lepasin dulu,, hihihihihihi,," Bilang Cinta yang tidak sanggup melepaskan tubuhnya dari pelukan Rio itu.
Dengan lembut Rio menghentikan tindakan tangannya yang sedang menggelitik perutnya Cinta itu dan Rio begitu mendengar suara nafas Cinta yang memburu di dalam pelukannya itu.
Saat ini Rio ingin sekali memeluk Cinta dan merasakan kelembutan tubuh Cinta, untuk dirinya yang memperlakukan tubuhnya Cinta itu seperti seseorang yang sudah sah memiliki hubungan suami istri. Walaupun di bagian bawah miliknya Rio itu sedikit merespon, namun hal itu membuatnya kembali teringat bahwa hasratnya itu tidak mungkin ia lakukan sebelum Cinta sendiri yang menginginkan sesuatu indah itu.
__ADS_1
" Cinta istriku, Kak Rio ingin sekali menyentuhmu, namun, hal itu tidak mungkin aku lakukan, karena, aku tidak ingin memaksakan kehendakku ini padamu," Gumam Rio dalam hati sambil menatap wajah Cinta yang sedang mengatur nafasnya sendiri.
" Heemm Kak Rio jahat, tega-teganya menggelitik perut Cinta sampai-sampai Cinta nggak bisa lagi bernafas," Gerutu Cinta sambil mengatur napasnya.
" Hehehehe maafkan Kakak ya dek,," Bilang Rio sambil mengalihkan langkahnya semakin masuk ke dalam kamar mandi.
" Iya nggak apa-apa,," Jawab Cinta.
Cinta merasa heran dengan sikap Rio, karena, semakin lama semakin masuk ke dalam kamar mandi. Sehingga membuat Cinta kembali memberikan pertanyaan pada Rio saat ini juga.
" Eeehhh Kak Rio mau kemana ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.
" Kakak mau bantuin Dedek nyuci, supaya cepat selesai dan kita bisa langsung melihat area tambak Nenek,," Jawab Rio pada Cinta dengan jawaban begitu serius sekali.
" Heemm, oke deh kalo gitu," Gumam Cinta segera beralih ke tempat dimana ia meletakkan semua baju yang akan dicucinya itu.
" Gini aja Kak, Dedek yang nyuci semua pakaiannya dan Kakak yang bilas semua pakaiannya ya,," Bilang Cinta yang sengaja membagikan aktivitasnya itu kepada Rio.
" Serius, maunya kayak gitu dek ?" Tanya Rio pada Cinta.
" Iya Kak, ya udah ayo kita mulai,," Bilang Cinta penuh semangat.
Setelah bercanda ria bersama di dalam kamar mandi, akhirnya Rio kembali bisa melihat wajah Cinta yang terlihat begitu bahagia sekali pagi ini. Saat ini Cinta dan Rio bersama-sama melakukan sebuah kegiatan rumah tangga dan Rio melihat kegiatan yang sedang dilakukannya itu bersama bagaikan sepasang pengantin yang melakukan kegiatan awal pernikahannya itu.
" Betapa indahnya kehidupan kebersamaan yang kita lakukan saat ini Istriku,," Gumam Rio dalam hati sambil menatap wajah Cinta yang begitu semangat sedang mencuci semua pakaian kotor.
Rio begitu mengetahui kelakuan Cinta selama ini saat Cinta masih berada di kediaman orang tuanya itu. Rio tahu bahwa Cinta selama ini tidak pernah melakukan suatu pekerjaan yang berat dalam kehidupan rumah tangga. Namun, saat ini Cinta sendiri rela dan bersedia untuk melakukan semua kegiatan rumah tangga seperti saat ini. Oleh sebab itu Rio begitu menghargai semangat yang sedang dilakukan Cinta saat ini. Dan, rasa kagum Rio semakin besar pada Cinta.
" Kak Rio semakin menyayangimu Dek, karena, Dedek sendiri bersedia dan rela berkorban untuk melakukan semua kegiatan rumah tangga seperti ini,," Gumam Rio dalam hati yang merasa kagum pada kelakuan Cinta saat ini.
Setelah selesai mencuci semua pakaian kotor itu, Cinta sedikit mengeluarkan suara kelegaan darinya yang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya itu.
" Huuuuhhhhh akhirnya selesai juga kak,," Ucap Cinta dengan suara yang terdengar begitu lega sekali.
" Iya dek, sekarang tinggal giliran Kak Rio yang membilas semua pakaian ini," Ucap Rio sambil tersenyum.
" Ya udah Cinta bantuin juga ya Kak,," Bilang Cinta yang begitu bersemangat sekali.
" Udah gak usah dek, ini giliran Kak Rio, Dedek mandi aja,," Ucap Rio dengan segera mencegah Cinta untuk membantunya.
Saat mendengar ucapan dari Rio yang menyuruhnya untuk segera mandi sehingga membuat Cinta sedikit tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu untuk mengambil handuk.
" Eemmm ya udah deh, kalo gitu Dedek mau ngambil handuk dulu,," Ucap Cinta sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi.
" Oh iya Dek,," Jawab Rio mengangguk sambil membilas semua pakaian.
Cinta segera keluar dari kamar mandi dan mengambil handuk yang sudah tersedia di atas jemuran dapur. Saat Cinta sedang mengambil handuk di atas jemuran, sekilas Cinta melihat di atas meja sudah tertata rapi masakan berupa lauk dan juga makanan lain.
" Lauk dan nasi, apakah Kak Rio semua yang memasaknya ?" Tanya Cinta penasaran dengan semua makanan yang ada.
Lalu, Cinta melangkahkan kakinya mendekati meja makan dan melihat semua masakan Rio yang sudah tertata rapi itu. Cinta bergumam kagum pada masakan Rio yang begitu terlihat semuanya nikmat.
" Waaaahhh ternyata Kak Rio pintar sekali memasak makanan." Gumam Cinta sedikit merasa rendah karena, ia sedikit kalah dengan keahlian Rio.
" Heemm, Kak Rio begitu pintar memasak, jadi, aku harus bisa juga memasak yang lebih enak dan nikmat dari Kak Rio, supaya Kak Rio selalu betah dan teringat akan masakan Cinta hihihihihihi,," Ucap Cinta yang berniat untuk lebih giat lagi dalam hal memasak.
Disaat Cinta sedang melihat semua masakan dari Rio, Rio sendiri sudah selesai melakukan pekerjaannya membilas semua pakaian dan saat ini wajah Rio sedikit tercengang ketika melihat Cinta yang tersenyum sendiri di depan meja makannya.
__ADS_1
****