Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 116 Sama-sama Mencari


__ADS_3

Karena, semuanya sudah tidak ada lagi di dalam kamarnya, tentu saja hal itu membuat Cinta sangat kebingungan dan juga cemas. Setelah dicari-cari di dalam kamarnya itu Rio tidak ada begitu juga dengan barang-barang miliknya beserta barang milik Rio.


" Kemana sih, kenapa semuanya nggak ada, Kak Rio juga nggak ada,," Gumam Cinta yang merasa kalut ketika semua apa yang sedang dicarinya itu menghilang.


Dan Cinta saat ini sama sekali belum menggantikan pakaiannya, karena ia masih bingung dengan keadaan yang sedang terjadi. Cinta merasa bingung kenapa Rio tidak berada di kamarnya dan jika Rio keluar dari kamarnya, pastinya Rio sebelum keluar berkata sesuatu padanya dengan meminta izin. Tapi, kali ini Rio sama sekali tidak meminta izin padanya. Oleh sebab itu hal ini begitu membuat Cinta cemas dan juga takut.


" Kalo Kak Rio keluar dari kamar pastinya Kak Rio minta izin terlebih dahulu padaku,," Gumam Cinta lagi yang biasa mendengar suara Rio jika akan pergi kemanapun pastinya meminta izin terlebih dahulu padanya.


" Tapi, kenapa kali ini Kak Rio pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu padaku, aneh,," Ucap Cinta lagi yang seolah-olah bertanya heran pada dirinya sendiri.


" Heemm, kemana Kak Rio, nggak mungkin dia pergi sendirian tanpa diketahui olehku,," Gumam Cinta lagi yang berpikir baik bahwa sepertinya Rio sedang bepergian ke suatu tempat.


Cinta berpikir baik saat ini bahwa sepertinya Rio sedang bepergian ke sebuah tempat dimana tempatnya itu tidak terlalu jauh dari Villa. Karena, tadinya Cinta sedang mandi oleh sebab itu, Rio tidak memberitahu Cinta terlebih dahulu kemana ia akan pergi.


Karena, tidak mungkin jika Rio pergi sendiri meninggalkan Cinta di dalam kamar Villanya ini. Jika benar hal itu terjadi, maka Cinta akan membuat Rio merasa tidak akan bisa lagi mendapatkan dirinya.


Dan, karena, pikiran Cinta saat ini sudah sedikit jernih, oleh sebab itu, sebelum Rio kembali dari luar kamar. Cinta segera memakai semua pakaiannya sehingga jika Rio sudah kembali, maka mereka bisa langsung check out dari kamarnya ini.


" Mungkin saja, Kak Rio sedang membeli makanan,," Ucap Cinta yang memiliki pikiran jernihnya.


" Heemm, lebih baik, aku segera mengganti baju, setelah itu bisa langsung check out dari Villa ini,," Gumam Cinta yang langsung mengenakan pakaiannya.


Setelah mengenakan semua pakaiannya, barulah Cinta beralih ke sofa yang ada di dekat sudut kamar sambil mengambil semua peralatan make up yang sudah ditinggalkan oleh Rio sebelum ia pergi entah kemana itu.


Sambil mengenakan make up-nya Cinta masih bertanya-tanya persoalan Rio yang tidak tahu pergi kemana. Sambil mengusap wajahnya dengan menggunakan pembersih wajah Cinta masih saja melihat pintu kamar dan terlihat belum ada tanda-tanda kembalinya Rio dari luar.


" Kemana, Kak Rio, kenapa sampai jam segini belum juga pulang sih ?" Tanya Cinta sambil melihat jam dinding di kamarnya itu.


Setelah selesai melakukan pembersihan wajahnya menggunakan make up yang ada. Cinta kembali beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju ke arah pintu, untuk memastikan kembali bahwa pintu itu memang telah terkunci dari luar kamarnya itu.


" Aduuuhhh memang terkunci,," Seru Cinta dengan wajah yang terlihat masih kesal dengan sikap Rio yang sengaja meninggalkannya tanpa memberinya sebuah pesan.


" Kemana sih Kak Rio ?' Tanya Cinta lagi pada dirinya dengan wajah kesalnya.


" Awas ya, jika pulang nanti, aku kasih hukuman,," Seru Cinta lagi merasa kesal dengan sikap Rio yang sengaja tidak meminta izin terlebih dahulu padanya itu.


Dan disaat Cinta akan melangkah menuju ke tempat duduknya kembali, Cinta mendengar dengan jelas bahwa saat ini pintu kamarnya sedang dimasukkan sebuah kunci dari luar. Sehingga membuat Cinta berseru bahwa itu adalah Rio dan dengan segera Cinta melangkah kembali mendekati pintu dan sengaja bersembunyi di balik pintu itu agar Rio mencari-cari keberadaannya nanti setelah ia masuk ke dalam kamar ini.


Krekk !! bunyi suara lubang kunci pada pintu kamarnya.


" Hah!! sepertinya itu Kak Rio,," Seru Cinta sendiri ketika mendengar bahwa saat ini ada orang yang sedang membuka pintu kamarnya.


" Lebih baik aku sembunyi saja, biar Kak Rio tahu rasa, gimana rasanya mencari keberadaan seseorang yang menghilang tanpa pamit,," Gumam Cinta dengan segera bersembunyi di balik pintu kamar itu.


Tentu saja hal itu membuat Rio akan merasa bingung sendiri karena, begitu sulit jika sedang mencari keberadaan seseorang yang menghilang tanpa pamit. Dan ternyata benar sekali dari luar Rio masuk ke dalam kamarnya sambil tersenyum berseru memanggil nama Cinta.

__ADS_1


Dengan menenteng beberapa bungkusan yang ia bawakan dari luar kamar Villa, Rio segera masuk dan berseru memanggil nama Cinta. Rio sendiri tidak melihat bahwa Cinta sedang berada di belakang tubuhnya yang sengaja bersembunyi di balik pintu kamar itu.


" Dedek, nih Kak Rio udah pulang,," Bilang Rio sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


" Heemm kemana Dedek, apa masih di kamar mandi,," Gumam Rio sambil meletakkan beberapa kantong yang ia bawakan dari luar.


Dengan segera Rio meletakkan beberapa kantong ke atas meja dan Rio sama sekali tidak menoleh ke belakang tubuhnya, karena ia tidak tahu bahwa Cinta saat ini sedang bersembunyi di belakang pintu. Saat ini Rio langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi. Sedangkan, Cinta sendiri di balik pintu tertawa geli sambil menahan napasnya ketika melihat Rio yang sedang mencari keberadaan dirinya itu.


" Hahahaha, makanya kalo pergi bilang dulu donk,," Seru Cinta merasa geli sendiri melihat Rio yang langsung melangkah menuju ke kamar mandi untuk mencari dirinya.


" Rasain cari tuh Cinta di kamar mandi,," Gumam Cinta lagi yang tertawa geli melihat Rio.


" Hahahaha,,, Oooppss, aku harus bisa menahan suaraku,," Bilang Cinta sambil menutupi mulutnya sendiri.


Dan dari suara Rio yang sedang memanggil-manggil nama Cinta itu memang saat ini bisa terdengar oleh Cinta, hingga membuat Cinta merasa sakit perut sendiri karena merasa geli dengan tindakan Rio yang sedang mencari-cari keberadaannya.


" Dedek,," Panggil Rio lagi dari luar kamar mandi dan mengetuk pintu kamar mandi itu.


" Nggak ada suara air di dalam ?" Tanya Rio sendiri sambil meletakkan salah satu telinganya menghimpit ke arah pintu kamar mandi.


Setelah menghimpitkan telinganya ke arah pintu kamar mandi, Rio memastikan kembali apakah Cinta sedang berada di dalam kamar mandi itu. Dan Rio sekali lagi memanggil nama Cinta dengan panggilan yang seperti biasa ia lakukan yaitu Dedek.


" Beneran kayaknya Dedek udah selesai mandinya,," Gumam Rio sendiri setelah memastikan suara di dalam kamar mandi sudah tidak ada lagi.


Rio ingin segera membuka pintu kamar mandi itu, namun, Rio merasa tindakannya itu salah dan seperti apa yang telah dilakukannya kemarin yaitu membuka pintu kamar mandi dan ternyata Cinta sedang buang air kecil. Sehingga hal itu membuat Cinta dan juga Rio sama-sama merasakan suatu hal yang membuat mereka menjadi malu. Namun, dengan mudah Cinta seperti melupakan kejadian yang pernah terjadi seperti tidak ada.


" Tapi, gimana kalo Dedek lagi pipis atau,," Gumam Rio lagi setelah kembali mengingat kejadian yang pernah terjadi di malam tadi.


" Aakkhhh sudahlah lagian juga aku adalah suaminya dan nggak berdosa juga jika aku melihatnya,," Gumam Rio lagi sambil membuka pintu kamar mandi.


Dan saat ini pintu kamar mandi sudah terbuka dengan jelas, oleh sebab itu Rio langsung saja masuk ke dalam kamar mandi sambil menutupi kedua matanya. Takutnya nanti Cinta sedang melakukan apa di dalam kamar mandi, sambil menutupi kedua matanya Rio tetap saja memanggil-manggil nama Cinta. Tapi tetap saja Cinta tidak menyahuti panggilan yang ia lakukan itu hingga akhirnya Rio membuka kedua matanya dan melihat suasana kamar mandi saat ini sedang kosong.


" Dek, maaf jika Kak Rio buka pintunya,," Ucap Rio saat membuka pintu kamar mandi.


" Dek,, Dedek,," Panggil Rio sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


" Heemm kayaknya Dedek nggak ada di dalam kamar mandi, lebih baik aku buka mata,," Gumam Rio sambil membuka matanya.


Setelah terbuka kedua mata itu, begitu jelas sekali terlihat oleh Rio bahwa Cinta saat ini tidak berada di dalam kamar mandinya.


" Tuh kan bener nggak ada,," Seru Rio sendiri setelah membuka matanya dan melihat tidak ada orang siapapun di sekitar kamar mandi itu.


" Kemana perginya Dedek sih ?" Tanya Rio sendiri yang merasa bingung karena orang yang dicarinya itu tidak ada.


Dengan segera Rio melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dan disaat Rio akan keluar dari kamar mandi itu. Dengan segera Cinta berinisiatif untuk mengagetkan Rio agar Rio mendapatkan hukuman darinya, karena telah meninggalkannya sendirian di dalam kamar tanpa sepengetahuan dirinya itu.

__ADS_1


" Aakkh sepertinya Kak Rio sudah masuk ke dalam kamar mandi,," Seru Cinta yang masih berdiri di belakang pintu.


" Lebih baik aku kagetin aja, biar tahu rasa,," Ucap Cinta yang memiliki sebuah inisiatif untuk mengagetkan Rio yang masih berada di dalam kamar mandi.


Dengan segera Cinta melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar mandi dan langkah kakinya itu terdengar sedang mengendap-endap hingga membuat Rio yang sedang berada di dalam kamar mandi tidak mengetahui tindakan yang sedang dilakukan oleh Cinta. Karena, Cinta saat ini sudah memiliki sebuah ide untuk memberikan hukuman pada Rio yang sudah lama meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar itu.


" Hihihi, setelah, Kak Rio keluar baru tahu rasa,," Gumam Cinta sambil menahan tawanya.


Cinta bisa mendengarkan suara yang diucapkan oleh Rio dari dalam kamar mandi, dan disaat Rio akan melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu. Dengan segera Cinta bersiap-siap untuk memberikan sebuah kejutan yang membuat Rio pastinya terkejut sekali.


Saat ini Rio sudah membuka pintu dan keluar dari kamar mandi dengan segera Cinta berseru mengagetkan Rio, hingga Rio kaget dan hampir terpeleset di depan kamar mandi itu. Untung saja Cinta dengan cepat menangkap tubuhnya Rio hingga membuat tubuh Cinta menjadi tidak seimbang dan akhirnya terjatuh di atas tempat tidur.


" DOORRRR !!" Suara kagetan yang dilakukan oleh Cinta dengan sengaja ia lakukan untuk memberikan hukuman pada suaminya itu.


" Aakkhhh,," Suara Rio kaget ketika mendengar suara kagetan yang dilakukan Cinta hingga membuat Rio hampir tergelincir ke dalam kamar mandi lagi.


Karena, melihat Rio yang akan tergelincir ke dalam kamar mandi itu dengan segera Cinta menarik baju Rio dan membuat Rio kembali ke posisinya semula. Namun, saat ini kakinya Cinta yang tergelincir hingga membuat tubuhnya Cinta tidak seimbang dan terjatuh ke atas tempat tidur.


Karena, Cinta yang tadinya sedang menarik baju Rio agar tidak tergelincir ke dalam kamar mandi, akhirnya Rio saat ini menindih tubuh Cinta dengan tindihan tubuh yang begitu erat dirasakan oleh Cinta.


" Aaakkkhh,," Seru Rio dan Cinta ketika tergelincir dan terjatuh di atas tempat tidur.


Karena, terjatuh di atas kasur sehingga membuat Cinta dan Rio akhirnya saling tertindih. Hal itu menjadi sebuah kejadian yang begitu romantis Cinta rasakan walaupun mereka melakukannya tanpa disadari dan disengaja. Cukup lama Rio menatap wajah Cinta yang terpejam dengan posisi tubuhnya di bawah tubuhnya itu. Sambil tersenyum Rio merapikan rambut Cinta yang menyingkap dan menutupi sedikit wajahnya itu.


" Terima kasih, tanpa disengaja Dedek memberikan sebuah kejutan yang membuat Kak Rio terkesan,," Bilang Rio sambil tersenyum dan menyingkap rambut Cinta yang menutupi wajahnya itu.


Karena, mendengar ucapan Rio yang mengatakan bahwa kejutan yang dilakukan oleh Cinta saat ini begitu romantis. Sehingga hal itu membuat Cinta merasa kaget dan langsung membuka kedua matanya. Tentu saja Cinta dengan sengaja mendorong tubuh Rio agar tidak menindih tubuhnya lagi karena, Cinta sendiri masih merasa kesal dengan sikap Rio yang dengan sengaja telah meninggalkannya sendirian di dalam kamar tanpa sepengetahuan dirinya itu.


" Iiihhhh, Kak Rio apa-apaan, awas,," Bilang Cinta sambil mendorong tubuh Rio dengan kuat dari tubuhnya itu.


Namun, sayangnya karena, Cinta hanya merasa kesal dan sekaligus sangat menginginkan sebuah momen yang membuat mereka bisa seromantis ini. Oleh sebab itu, dengan sengaja Rio juga semakin memperkuat dan mempererat pelukannya terhadap Cinta.


" Heemm, nggak mau, Kak Rio nggak akan ngelepasin Dedek sebelum Dedek katakan dulu kenapa barusan menghilang dan sengaja mengagetkan Kakak,," Bilang Rio lagi yang semakin mengeratkan pelukannya.


" Iiihhhh Kak Rio bawel amat sih, Cinta bilang lepasin Cinta,," Bilang Cinta lagi yang terlihat sekali wajah bawelnya pada Rio.


Karena, melihat wajah Cinta saat ini begitu jelas sekali sedang kesal namun tidak terlalu kesal. Oleh sebab itu, dengan sengaja Rio menghaluskan sikap dan tindakannya kepada Cinta. Dengan lembut Rio memberikan sebuah pertanyaan pada Cinta diiringi senyuman yang membuat Cinta merasa terpana.


" Kenapa marah, heemm ?" Tanya Rio lembut pada Cinta.


" Jika Kak Rio salah, Kak Rio minta maaf ya,," Ucap Rio lagi dengan lembut sambil merapikan rambut Cinta yang menutupi sedikit bagian wajahnya itu.


Karena, melihat sikap dan perilaku dari Rio begitu lembut sekali, sehingga hal itu membuat Cinta merasa luluh dan tidak bisa lagi mengungkapkan serta menunjukkan rasa kesalnya itu. Yang Cinta rasakan saat ini adalah selalu berada di dalam posisinya seperti ini. Karena, posisinya saat ini membuat hati dan perasaannya begitu nyaman sekali, sehingga rasa kesal, rasa marah serta rasa yang hendak memberikan sebuah hukuman tidak jadi ia lakukan.


****

__ADS_1


__ADS_2