
Betapa terkejutnya Cinta ketika merasakan perlakuan lembut dari Rio untuknya itu. Karena, baru kali ini Rio dengan beraninya menciumi bibirnya itu, dan Cinta sendiri malah merasa bahagia ketika mendapatkan sebuah perlakuan lembut dari seorang suaminya itu.
" Apa ?" Gumam Cinta yang kaget ketika merasakan bahwa Rio telah memberikan sebuah kecupan lembut padanya itu.
" Apakah ini nyata, Kak Rio telah mencium. bibirku,," Ucap Cinta sambil membuka kedua matanya secara perlahan.
Saat Cinta membuka matanya secara perlahan, Cinta bisa melihat dengan jelas bahwa Rio yang sedang berada di sampingnya itu telah tertidur dengan pulas. Bahkan tarikan napasnya Rio juga terdengar begitu normal, sehingga Cinta baru menyadari bahwa yang dirasakannya itu adalah sebuah mimpi saja.
" Eemmm Kak Rio aja udah tertidur pulas," Gerutu Cinta dengan wajah cemberutnya.
" Nggak taunya aku cuma bermimpi," Gerutu Cinta lagi sambil menatap wajah Rio yang tidur berada di sampingnya itu.
Setelah bergerutu sendiri tentang dirinya yang merasakan sebuah kenikmatan ciuman dari suaminya Rio, Cinta menolehkan wajahnya langsung menatap dalam garis wajah Rio yang sedang terlelap di sampingnya itu.
" Heemm, Kak Rio, Cinta pikir Kak Rio barusan mencium Cinta, nggak taunya Cinta cuma bermimpi,," Bilang Cinta dengan wajah cemberutnya sambil menyentuh wajah Rio menggunakan satu jarinya.
" Ternyata wajahnya begitu tampan," Ucap Cinta sambil tersenyum menatap dalam wajahnya Rio.
" Kenapa aku baru menyadarinya sekarang,," Ucap Cinta lagi dengan ucapannya sama sekali tidak terdengar oleh Rio.
Setelah Cinta mengucapakan suatu kata bahwa ia baru menyadari kalau dirinya itu merasa ketampanan dari Rio baru bisa ia lihat dengan jelas ketika ia sudah bersama seperti saat ini. Dan di dalam tatapannya itu, Cinta sendiri berpikir kenapa saat ini di dalam hatinya itu memiliki sebuah perasaan yang aneh. Sehingga membuatnya tidak mampu untuk menahan perasaannya itu, Cinta ingin sekali meluapkan perasaannya saat ini pada Rio, apalagi Rio berada di sampingnya itu sedang terlelap dengan pulas. Jadi, bagi Cinta sangat gampang sekali baginya untuk mengungkapkan semua perasaannya ini tanpa rasa malu lagi.
" Kak Rio, apakah Cinta boleh jika Cinta mencintai Kak Rio ?" Tanya Cinta lembut menatap wajah Rio.
" Apakah Cinta boleh meminta Kak Rio untuk mencintai Cinta ?" Tanya Cinta lagi sambil menyunggingkan senyumannya menatap wajah Rio.
" Apakah Cinta bisa memberikan semua perasaan Cinta untuk Kak Rio ?" Tanya Cinta lagi sambil mengukuhkan perasaannya untuk Rio suaminya itu.
Saat ini Cinta tidak lagi terpikirkan tentang perjodohan yang pernah terjadi sebelumnya pada dirinya itu, bagi Cinta saat ini adalah bagaimana cara dirinya bisa meyakinkan Rio atas perasaannya itu.
" Cinta sangat mencintai Kak Rio,," Gumam Cinta sambil memeluk erat tubuh Rio yang sedang memeluk tubuhnya itu.
" Cinta juga begitu menyayangi Kak Rio,," Ungkap Cinta lagi sambil menyentuh hidungnya Rio.
" Dan, Cinta ingin agar Kak Rio menganggap Cinta bukan seperti majikan melainkan seorang Istri,," Sambung Cinta lagi yang memiliki sebuah hadapan dari Rio tentang posisinya itu.
Memang betul saat ini Cinta merasa bahwa ia begitu menginginkan suatu timbal balik perasaan yang dapat juga dirasakan oleh Rio.
" Cinta ingin sekali merasakan kasih sayang dari Kak Rio sebagai seorang suami untuk istrinya,," Bilang Cinta sambil menyebutkan semua unek-uneknya pada Rio.
" Cinta juga ingin merasakan kelembutan bibir ini,," Ucap Cinta terakhir sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Rio.
Setelah ucapan terakhir dari Cinta yang begitu menginginkan sebuah kelembutan dari Rio itu dan juga Cinta merasa begitu penasaran dengan bibir yang ada di hadapannya ini. Dengan napas yang berdebar kencang Cinta memberanikan diri untuk mencoba meletakkan bibirnya pada bibir Rio, karena Cinta tahu bahwa ciuman yang dilakukannya ini adalah ciuman pertamanya selama ini.
__ADS_1
Sejak Cinta remaja, gadis dan juga dewasa sampai usia sekarang, Cinta tidak pernah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan anak muda zaman sekarang yaitu berpacaran. Karena, Cinta merasa belum memiliki perasaan apapun kepada pria lain yang sering mendekati dirinya. Dan, baru Rio sajalah pria pertama yang telah menjadi supirnya dan sekaligus suaminya itu, dengan beraninya Cinta sentuh, Cinta peluk dan bahkan Cinta cium seperti saat ini.
Dengan perlakuan lembutnya akhirnya Cinta berhasil mendaratkan ciuman bibirnya ke bibir Rio yang terlihat begitu indah di matanya Cinta. Sehingga begitu lembut sekali Cinta menciumi bibir indah itu.
CUUPP !!
Cukup lama Cinta menempelkan bibirnya kepada bibir Rio yang sedang tertidur pulas itu. Setelah selesai mendapatkan sebuah ciuman yang diinginkannya itu barulah Cinta melepaskannya dengan gerakan yang begitu lembut sekali. Setelah terlepas wajah Cinta sendiri memerah dan tersipu malu, sambil menutup matanya dan menutup bibirnya menggunakan satu tangannya dan langsung membalikkan tubuhnya ke arah dinding sehingga membelakangi tubuhnya Rio.
" Hah!! apa yang kulakukan berani-beraninya aku mencium bibir Kak Rio,," Ucap Cinta yang tercengang dengan kelakuannya sendiri itu.
" Iiihhhh bagaimana jika Kak Rio tahu, kalau aku menciumnya,," Ucap Cinta lagi dengan wajah yang memerah.
Cukup lama Cinta dengan posisinya itu sehingga ia baru menyadari setelah merasakan Rio tidak bangun sedikitpun dari tidurnya itu. Karena, sudah menyadari bahwa Rio tidak ada responnya dan juga Rio tidak mengetahui bahwa Cinta sudah menciuminya itu, barulah Cinta memberanikan dirinya dengan perlahan untuk membuka kedua matanya.
" Tapi, sepertinya Kak Rio gak menyadari kalau aku menciumnya barusan,," Ucap Cinta yang baru menyadari keadaan Rio.
" Heemm aku harus berani memastikan apakah benar Kak Rio tidak tahu apa yang telah kulakukan padanya itu,," Ucap Cinta lagi dengan perlahan membuka kedua matanya itu.
Setelah terbuka semuanya Cinta mulai memastikan keadaan Rio yang sedang tertidur pulas itu, apakah benar saat ini Rio memang tidak mengetahui kelakuannya barusan ataukah Rio berpura-pura tertidur supaya Cinta tidak merasa malu ketika ia mengetahuinya itu.
" Aku harus pastikan apakah benar Kak Rio tertidur,," Gumam Cinta sambil mencari cara untuk memastikan Rio apakah benar telah tertidur.
Dengan perlahan Cinta mendekatkan telinganya pada suara napasnya Rio dan suara napas itu terdengar begitu lembut serta normal, sehingga membuat Cinta percaya bahwa Rio memang benar telah tertidur dengan pulas.
" Eeemmm bagus, ternyata Kak Rio memang sudah tertidur pulas, berarti tindakan yang kulakukan barusan Kak Rio sama sekali tidak mengetahuinya, hihihihihihi,," Ucap Cinta sambil tertawa kecil sendiri menutupi mulutnya.
" Tidur yang nyenyak ya Kak, karena, besok Cinta akan membuat sebuah masakan yang lezat khusus untuk Kak Rio,," Gumam Cinta sambil tersenyum senang.
Setelah mendapatkan sebuah kepastian dari keadaan Rio, barulah Cinta kembali berbalik arah menghadap ke dinding dan sengaja membelakangi tubuhnya Rio dan dengan lembut juga Cinta mengambil satu tangan Rio agar bisa memeluk tubuhnya dengan erat.
" Hehehehe, kalau tangannya dibuat seperti ini, kemungkinan saat Kak Rio terbangun dan menyadari maka Kak Rio akan langsung memeluk erat tubuhku,," Ucap Cinta sambil meletakkan tangannya Rio di bagian pinggangnya dan sengaja ditarik Cinta sampai tangannya Rio itu menyentuh bagian dadanya.
" Ternyata ciuman pertama itu indah juga ya,," Gumam Cinta sambil tersenyum sendiri yang memegang kembali bibirnya itu.
" Terima kasih ya Kak, sudah membantu Cinta keluar dari masalah dan sekarang menjadi suami Cinta,," Gumam Rio sambil mencium lembut tangannya Rio.
Cukup lama Cinta tersenyum sendiri sambil mencium lembut tangannya Rio yang berada di dalam pelukannya itu. Setelah lama berada di dalam pikirannya itu, tak terasa di luar rumah sedang turunnya hujan yang begitu deras sekali sehingga membuat udara di kampungnya Rio ini semakin bertambah sejuk.
Karena, udara begitu dingin sekali Cinta akhirnya bisa tertidur dengan pulas karena berada di dalam selimut dan juga di dalam pelukannya Rio, saat ini sudah lewat dari tengah malam, Rio sedikit terbangun dari tidurnya karena, keadaan kamar yang gelap dan juga bunyi petir begitu besar.
" Kenapa gelap,," Gumam Rio ketika melihat keadaan kamarnya begitu gelap.
Rio baru menyadari bahwa saat ini sedang turun hujan dan juga mati lampu. Rio ingin beranjak bangun dari tempat tidurnya untuk mengambil senter yang ia letakkan di atas lemari, namun, posisi tubuhnya itu sudah sangat tepat sekali untuk memberikan kehangatan pada Cinta.
__ADS_1
" Ya ampun ternyata sayangku tidurnya pulas sekali, nggak bangun dari tadi, setelah aku menciumnya Dedek sama sekali tidak bangun," Gumam Rio ketika merasa sedikit mendapatkan cahaya dari kilat petir yang tidak sengaja memberikan sekilas cahaya ke dalam kamarnya itu.
" Aduh bagaimana ini, Dedek begitu erat memeluk tanganku,," Ucap Rio sambil perlahan menarik tangannya.
Saat Rio ingin mencoba melepaskan perlahan tangannya itu yang berada di dalam pelukannya Cinta, karena, berniat ingin mengambil senter di atas lemari untuk memberikan penerangan sementara di dalam kamarnya ini. Ternyata Cinta memberikan sebuah respon dari ucapan igauan yang disampaikannya itu sehingga membuat Rio mengurungkan niatnya untuk melepaskan tangannya dari pelukan Cinta.
" Eeemmm jangan dilepaskan pelukannya Cinta gak berani sendiri,," Ucap Cinta yang terdengar seperti mengigau.
Dan, Rio sendiri bisa mendengar dengan jelas ucapan yang dikatakan Cinta dalam tidurnya itu. Karena, tidak mau membuat Cinta merasa ditinggalkan akhirnya Rio memasrahkan tubuhnya untuk kembali memeluk Cinta dengan erat. Malah saat ini Rio semakin erat memeluk tubuh mungil di hadapannya ini, saat Rio ingin mencoba mengendus keharuman aroma tubuh Cinta dari balik rambutnya Cinta yang tergerai. Tak disangka lampu menyala dan memberikan sebuah dukungan yang sempurna kepada Rio.
" Aaakkkhh syukurlah akhirnya nyala lagi." Ucap Rio yang tersenyum senang ketika melihat suasana kamar menjadi terang kembali.
" Karena, lampu sudah menyala dan Kak Rio penasaran dengan aroma tubuh Dedek, Kak Rio bolehkan mencium dan mengenal aroma tubuhnya Dedek ini,," Bilang Rio sambil mengelus lembut rambut Cinta.
Saat suasana kamar sudah kembali terang, Rio memberanikan diri untuk mencoba menghirup lembut aroma tubuhnya Cinta. Dengan lembut Rio sengaja menaikkan sedikit rambut Cinta dan mulai mendekati hidungnya pada bagian tengkuk lehernya Cinta.
" Eeemmm ya ampun aroma tubuh Dedek sungguh harum sekali," Ucap Rio setelah puas menghirup aroma tubuhnya Cinta.
" Apakah boleh Kak Rio memberikan tanda kepemilikan di tengkuk ini Istriku sayang ?" Tanya Rio sendiri pada dirinya sendiri itu.
Aroma tubuh yang dirasakan Rio begitu harum dan juga membuatnya merasa berhasrat untuk menciumi tengkuk leher itu, memberikan sebuah tanda kemerahan di bagian leher itu. Karena, jika di bagian tengkuk belakang Cinta tidak akan menyadari perbuatannya itu yang telah berhasil memberikan sebuah tanda di bagian belakang tengkuk lehernya itu.
" Sebagai seorang suami, apapun yang kulakukan untuk memberikan kebahagiaan pada Istriku merupakan pahala terbesar, jadi, jika aku menciuminya itu merupakan suatu hal yang memang harus dilakukan untuk mendapatkan anak ibadah sebagai seorang suami." Ucap Rio sambil tersenyum dan segera mendekatkan bibirnya ke bagian tengkuk leher Cinta.
Setelah sampai di dekat tengkuk leher itu, dengan perlahan Rio memberikan sebuah hisapan dan akhirnya terbentuklah tanda merah di bagian tengkuk lehernya Cinta. Setelah merasa puas memberikan tanda kemerahan di semua tengkuk leher Cinta barulah Rio bisa kembali tertidur dan memeluk erat tubuh istrinya itu.
" Terima kasih sayang, akhirnya Kak Rio bisa lakukan ini padamu Istriku,," Ucap Rio sambil membersihkan sedikit bagian tengkuk leher Cinta yang telah berwarna merah semua.
" Tidurlah sayang, besok Kak Rio akan membawamu keluar dari kampung ini untuk membeli peralatan dapur supaya Dedek gampang memasak serta membeli bibit ikan di dalam tambak kita." Gumam Rio sambil mencium lembut rambut Cinta.
" Dan, besok surat keterangan nikah kita udah keluar, pasti Dedek akan tersenyum senang ketika melihat surat keterangan nikah kita udah selesai." Ucap Rio lagi atas rencananya besok.
Setelah menyebutkan semua rencananya itu barulah Rio bisa kembali lagi tidur dengan pulas sambil memeluk erat tubuh istrinya itu. Dan, dengan sengaja kakinya Rio juga memeluk kaki Cinta, sehingga menyebabkan tubuh Cinta semakin nyenyak dalam tidurnya.
Karena, hujan semakin deras dan angin kencang juga melanda, kebersamaan Rio dan Cinta semakin erat dalam tidurnya itu. Karena, sudah terlalu pulas dalam tidurnya itu sehingga membuat kedua pasangan ini sama sekali tidak menyadari bahwa hari sudah mulai pagi.
Karena, suara adzan sama sekali tidak terdengar akhirnya Rio terbangun sedikit kesiangan dari tidurnya itu, tapi untunglah Rio masih bisa melakukan ibadah paginya yaitu sholat subuh, tidak lupa juga Rio membangunkan Cinta istrinya itu. Namun, Cinta merasa tubuhnya sedang tidak enak karena faktor datang bulan, jadi Cinta dengan wajah malunya mengatakan kebenaran yang sedang ia alami.
" Oh ya ampun sudah siang,," Ucap Rio yang terkejut saat ia bangun dari tidurnya.
" Masih hujan,," Gumam Rio lagi sambil bangkit dari tidurnya dan membuka gorden di sebelah tubuh Cinta.
" Ya ampun, aku belum sholat subuh,," Ucap Rio lagi segera bangkit dari tidurnya dan langsung berdiri.
__ADS_1
Saat Rio berdiri ia teringat bahwa Cinta belum bangun dari tidurnya. Segera Rio kembali mendekati Cinta dan membangunkan sang istri yang masih tertidur pulas itu. Namun, disaat Cinta terbangun sambil tersenyum Cinta menyatakan bahwa dirinya sedang tidak bisa sholat faktor datang bulan.
****