Driver My Hubby

Driver My Hubby
Bab 43 Kerinduanku Pada Mama


__ADS_3

Di dalam kediaman Hendrawan, Mama Ranita yang sedang duduk melihat keadaan balkon kamar Cinta. Merasakan bahwa saat ini Cinta masih berada di rumahnya.


Baik Imah yang sedang datang membawakan sebuah nampan yang berisikan secangkir teh hangat dan sepiring kue untuk Nyonya majikannya itu, Baik Imah sengaja tidak mengagetkan secara langsung Nyonya nya ini, karena ia tahu, kalau Nyonya nya itu pasti sedang memikirkan putrinya Cinta. Lalu Bi Imah hanya memilih berdiri di samping Ranita.


Sesaat Ranita menoleh ke arah pintu kamar Cinta dan melihat Baik Imah yang sedang berdiri tanpa kata itu.


" Ada apa, Bi,," Ucap Ranita pada Bi Imah.


" Ini Nyonya Bi Imah cuma mau mengantarkan ini pada Nyonya,," Bilang Bi Imah yang memperlihatkan nampan yang sedang dibawakannya itu.


" Baik, Nyonya,," Bilang Bi Imah yang meletakkan secangkir teh dan sepiring kue di atas meja.


Sesaat setelah selesai meletakkan makanan dan minuman di atas meja, Bi Imah mohon izin untuk segera keluar dari kamar Cinta saya ini.


" Saya permisi, Nyonya,," Bilang Bi Imah yang ingin berlalu, tapi sayang belum saja melangkah, langkah kaki Bi Imah tercekat karena Mama Ranita mencegah kepergiannya.


" Tunggu dulu, Bi,," Bilang Mama Ranita yang mencegah kepergian Bi Imah.


" Ada apa Nyonya,?" Tanya Bi Imah yang membalikkan badannya menghadap ke arah Ranita.


" Temani saya disini,," Pinta Mama Ranita pada Bi Imah.


" Silahkan duduk, Bi,," Bilang Mama Ranita yang menyuruh Bi Imah untuk duduk di sebelahnya.


BI Imah mengangguk dan menuruti semua permintaan Ranita saat ini, Bi Imah dengan sopannya duduk di sebelah kursi Mama Ranita yang hanya dibatasi oleh meja.


Mama Ranita menyunggingkan sedikit senyumannya. Karena, selain dengan Bi Imah tidak ada lagi bagi dirinya tempat untuk mengadu semua perasaan yang terjadi saat ini.


Semenjak kepergian Cinta membuat Mama Ranita selalu berdiam diri di kamar Cinta di saat Papa Hendrawan keluar dari rumahnya untuk pergi ke kantornya.


" Sudah cukup lama, putriku pergi dari rumah ini, Bi,," Bilang Mama Ranita yang mulai membuka pembicaraannya.


" Benar, Nyonya,, tapi Bibi harap Nyonya jangan bersedih akan perginya Non Cinta dari rumah,, Melainkan seharusnya Nyonya berdoa memohon kepada yang kuasa di atas agar selalu melindungi Nona Cinta dimanapun dia sedang berada." Ucap Bi Imah yang membuat sedikit ketenangan di hati Mama Ranita saat ini.


" Hemm,, aku selalu berharap semoga putriku mendapatkan kebahagiaannya Bi,," Bilang Mama Ranita yang mulai bersedih.


" Lebih baik Cinta pergi dari rumah ini Bi, dibandingkan dia harus menerima kenyataan pahit yang telah terjadi pada dirinya,," Ucap Mama Ranita yang menarik nafasnya.


" Perjanjian yang dilakukan Papa nya begitu membuat dirinya sangat terpukul sehingga menyebabkan dia berpikir untuk kabur dari rumah,," Bilang Mama Ranita yang menitikkan air matanya.

__ADS_1


Melihat majikannya telah bersedih dan menangis Bi Imah merasa kasihan akan majikannya itu, dengan segera Bi Imah memberikan nasehat yang baik agar Mama Ranita tidak lagi merasakan kesedihan yang mendalam dari dirinya.


" Nyonya jangan bersedih, Non Cinta orangnya begitu pintar, cerdas dan kuat,, Bibi yakin Non Cinta akan bisa menghadapi ini semua Nyonya,," Ucap Bi Imah yang menenangkan perasaan Ranita saat ini.


Mama Ranita hanya bisa mengelak air mata yang mengalir.


" Apakah dia merindukan diriku saat ini,?" Tanya Mama Ranita kepada Bi Imah.


" Pasti Nyonya, karena kenapa sebelum Non Cinta keluar dari rumah ini, pada malam itu Non Cinta dengan wajah rindunya menanyakan perihal keadaan Tuan dan Nyonya,," Ucap Bi Imah yang membuat Mama Ranita terperangah.


Karena, walaupun Cinta menentang keras keinginan Papanya itu, dari dalam dirinya masih merindukan kasih sayang dari Papanya itu. Tapi, sayang sebelum Cinta pergi meninggalkan rumah Papa Hendrawan saat itu sama sekali tidak pernah mengunjungi Cinta.


Sehingga membuat Mama Ranita tambah menjadi yakin atas keputusan Cinta ini.


Bab 43 Kerinduanku Pada Mama


Di dalam kediaman Hendrawan, Mama Ranita yang sedang duduk melihat keadaan balkon kamar Cinta. Merasakan bahwa saat ini Cinta masih berada di rumahnya.


Baik Imah yang sedang datang membawakan sebuah nampan yang berisikan secangkir teh hangat dan sepiring kue untuk Nyonya majikannya itu, Baik Imah sengaja tidak mengagetkan secara langsung Nyonya nya ini, karena ia tahu, kalau Nyonya nya itu pasti sedang memikirkan putrinya Cinta. Lalu Bi Imah hanya memilih berdiri di samping Ranita.


Sesaat Ranita menoleh ke arah pintu kamar Cinta dan melihat Baik Imah yang sedang berdiri tanpa kata itu.


" Ada apa, Bi,," Ucap Ranita pada Bi Imah.


" Ini Nyonya Bi Imah cuma mau mengantarkan ini pada Nyonya,," Bilang Bi Imah yang memperlihatkan nampan yang sedang dibawakannya itu.


" Baik, Nyonya,," Bilang Bi Imah yang meletakkan secangkir teh dan sepiring kue di atas meja.


Sesaat setelah selesai meletakkan makanan dan minuman di atas meja, Bi Imah mohon izin untuk segera keluar dari kamar Cinta saya ini.


" Saya permisi, Nyonya,," Bilang Bi Imah yang ingin berlalu, tapi sayang belum saja melangkah, langkah kaki Bi Imah tercekat karena Mama Ranita mencegah kepergiannya.


" Tunggu dulu, Bi,," Bilang Mama Ranita yang mencegah kepergian Bi Imah.


" Ada apa Nyonya,?" Tanya Bi Imah yang membalikkan badannya menghadap ke arah Ranita.


" Temani saya disini,," Pinta Mama Ranita pada Bi Imah.


" Silahkan duduk, Bi,," Bilang Mama Ranita yang menyuruh Bi Imah untuk duduk di sebelahnya.

__ADS_1


BI Imah mengangguk dan menuruti semua permintaan Ranita saat ini, Bi Imah dengan sopannya duduk di sebelah kursi Mama Ranita yang hanya dibatasi oleh meja.


Mama Ranita menyunggingkan sedikit senyumannya. Karena, selain dengan Bi Imah tidak ada lagi bagi dirinya tempat untuk mengadu semua perasaan yang terjadi saat ini.


Semenjak kepergian Cinta membuat Mama Ranita selalu berdiam diri di kamar Cinta di saat Papa Hendrawan keluar dari rumahnya untuk pergi ke kantornya.


" Sudah cukup lama, putriku pergi dari rumah ini, Bi,," Bilang Mama Ranita yang mulai membuka pembicaraannya.


" Benar, Nyonya,, tapi Bibi harap Nyonya jangan bersedih akan perginya Non Cinta dari rumah,, Melainkan seharusnya Nyonya berdoa memohon kepada yang kuasa di atas agar selalu melindungi Nona Cinta dimanapun dia sedang berada." Ucap Bi Imah yang membuat sedikit ketenangan di hati Mama Ranita saat ini.


" Hemm,, aku selalu berharap semoga putriku mendapatkan kebahagiaannya Bi,," Bilang Mama Ranita yang mulai bersedih.


" Lebih baik Cinta pergi dari rumah ini Bi, dibandingkan dia harus menerima kenyataan pahit yang telah terjadi pada dirinya,," Ucap Mama Ranita yang menarik nafasnya.


" Perjanjian yang dilakukan Papa nya begitu membuat dirinya sangat terpukul sehingga menyebabkan dia berpikir untuk kabur dari rumah,," Bilang Mama Ranita yang menitikkan air matanya.


Melihat majikannya telah bersedih dan menangis Bi Imah merasa kasihan akan majikannya itu, dengan segera Bi Imah memberikan nasehat yang baik agar Mama Ranita tidak lagi merasakan kesedihan yang mendalam dari dirinya.


" Nyonya jangan bersedih, Non Cinta orangnya begitu pintar, cerdas dan kuat,, Bibi yakin Non Cinta akan bisa menghadapi ini semua Nyonya,," Ucap Bi Imah yang menenangkan perasaan Ranita saat ini.


Mama Ranita hanya bisa mengelak air mata yang mengalir.


" Apakah dia merindukan diriku saat ini,?" Tanya Mama Ranita kepada Bi Imah.


" Pasti Nyonya, karena kenapa sebelum Non Cinta keluar dari rumah ini, pada malam itu Non Cinta dengan wajah rindunya menanyakan perihal keadaan Tuan dan Nyonya,," Ucap Bi Imah yang membuat Mama Ranita terperangah.


Karena, walaupun Cinta menentang keras keinginan Papanya itu, dari dalam dirinya masih merindukan kasih sayang dari Papanya itu. Tapi, sayang sebelum Cinta pergi meninggalkan rumah Papa Hendrawan saat itu sama sekali tidak pernah mengunjungi Cinta.


Sehingga membuat Mama Ranita tambah menjadi yakin atas keputusan Cinta ini.


***


Up nya dikit dulu ya Readers ❤️


Part ini belum selesai besok disambung lagi,,✌️


***


Up nya dikit dulu ya Readers ❤️

__ADS_1


Part ini belum selesai besok disambung lagi,,✌️


__ADS_2