
Dari depan tempat tinggalnya itu, Arif sudah lihat bahwa Rio dan Cinta sedang berjalan bersama menuju ke arah tempatnya itu, dengan segera Arif meneriakkan nama Rio dan juga Cinta untuk mengunjungi tempatnya.
" Mas Rio,, Mbak Cinta,," Suara Arif yang terdengar oleh Cinta dan Rio saat sedang melangkah bersama menuju ke tempatnya Arif.
" Mari kesini,," Panggil Arif terhadap Cinta dan juga Rio sambil melambaikan tangannya.
" Iya Rif, Mbak ama Mas Ario emang mau kesana,," Jawab Cinta sambil tersenyum melihat Arif yang begitu bahagia ketika melihat dirinya dan Rio datang ke tambak.
Karena, terlalu lembut dan sabar menuntun Cinta untuk melewati sekat pembatas antar kolam tambak, hingga akhirnya Cinta dan Rio sampai juga di tempatnya Arif. Cinta tersenyum melihat tingkah Rio yang begitu besar memperhatikan dirinya itu.
" Syukurlah, akhirnya sampai juga dek,," Gumam Rio masih menuntun tangannya Cinta.
" Hehehehe ini semua karena perjuangan Kak Rio yang menuntun Cinta untuk sampai ke tempat ini,," Bilang Cinta yang terdengar nyata dan sedikit menyentuh hal lain bagi Rio.
Ketika mendengarkan ucapan Cinta seperti itu pada Rio. Rio sendiri merasa bahwa ucapan Cinta itu terdengar sedikit menyentuh atau menyinggung baik perbuatannya itu. Dan, untuk sesaat Rio berpikir apakah ucapan Cinta saat ini adalah ungkapan rasa kasih Cinta terhadap Rio yang sudah sah menjadi suaminya itu.
" Hihihi Dedek bisa aja, oh ya mari kita duduk santai di depan rumahnya Arif,," Ucap Rio yang masih tetap memberikan tangannya kepada Cinta.
" Baik Kak,," Jawab Cinta mengangguk.
Di depan rumahnya Arif sudah menyiapkan kursi untuk tempat bersantai tamu pemilik tambak ini. Dan, Arif malah lebih sibuk ketika sedang melayani kedatangan dua tamunya ini. Saat ini Arif sendiri sudah selesai menyiapkan minuman ala kadarnya untuk kedua tamunya ini.
" Ini loh Mbak Cinta tempatnya Arif,," Bilang Arif sambil menyuguhkan segelas teh di hadapan Cinta dan juga Rio.
" Yang penting ada tempat tinggal Rif,," Bilang Cinta sambil tersenyum.
Sedangkan Rio sendiri tersenyum menatap kelakuan Cinta yang begitu baik pada setiap orang. Begitu berbeda dengan sikapnya dahulu yang terlalu cuek kepada siapapun, termasuk kepada anak-anak dari rekan kerja Papanya dulu.
" Ini Mas,," Bilang Arif kepada Rio sambil meletakkan gelas tehnya.
__ADS_1
" Walah Rif kayak tamu aja jadinya Mas Rio,," Ucap Rio sambil tersenyum menerima segelas teh dari Arif.
" Ya nggak apa-apa sekali-sekali,," Jawab Arif.
Saat Arif sedang masuk ke dalam rumahnya, Rio sendiri yang sedari tadi menatap wajah Cinta, akhirnya memilih untuk mengajak Cinta untuk mengambil atau memancing beberapa ikan karena, cuaca hari ini begitu mendukung kegiatan yang akan dilakukannya itu.
" Dek,," Panggil Rio kepada Cinta.
" Heemm,," Jawab Cinta sambil menoleh ke arah Rio.
" Mau mancing nggak ?" Tanya Rio pada Cinta.
" Mancing ikannya Kak ?" Tanya Cinta balik pada Rio.
" He'eh, mumpung cuacanya gak terlalu panas,," Bilang Rio sambil menunjukkan cuaca saat ini pada Cinta.
" Eemmm apa nggak apa-apa jika Kak Rio dan Cinta mancing ikannya ?" Tanya Cinta lagi pada Rio.
" Ya, kasihan aja lihat Arif yang nungguin tambak ini kalo kita tinggal memancing ikan peliharaannya,," Jawab Cinta yang begitu jujur hingga membuat Rio sedikit tertawa.
" Hahahaha, nggak apa-apa dek, sebenarnya ikan di dalam tambak ini, memang Kakak khususkan untuk dipelihara oleh Arif, supaya Arif nggak terlalu kesepian di kampung, daripada Arif cuma nungguin rumahnya Nenek, makanya Kakak kasih kegiatan pada Arif untuk merawat tambak dan memelihara ikan mengisi aktivitasnya sehari-hari." Jelas Rio pada Cinta.
" Ooohhh, jadi ikan di tambak ini milik Kak Rio ?" Tanya Cinta langsung pada Rio.
" Ya, bukan milik Kak Rio sendiri, tapi miliknya Arif dan Dedek juga,," Jawab Rio sambil tersenyum hingga membuat Cinta bingung.
" Milik Cinta, maksudnya ?" Tanya Cinta yang begitu penasaran terhadap ucapan Rio.
Rio seketika tertawa melihat ekspresi wajah Cinta yang begitu penasaran dengan ucapannya itu. Jadi, Rio segera mengalihkan pembicaraannya kepada Cinta ke arah tujuannya yang ia miliki saat di awal sebelum pembicaraannya ini.
__ADS_1
" Heemm, daripada bingung, lebih baik sekarang ikut Kak Rio kita memancing,," Bilang Rio dengan segera menarik tangan Cinta dan mengajak Cinta untuk memancing di sebuah pondok yang sedikit jauh dari tempat tinggalnya Arif itu.
" Oke,," Jawab Cinta mengangguk dan mengikuti ajakan dari Rio.
Sambil tersenyum senang, Rio tetap setia menuntun Cinta untuk melewati sekat pembatas yang ada di dalam semua area tambak ini, sehingga Cinta merasakan bahwa kelakuan Rio saat ini sudah biasa baginya. Karena, memang Rio begitu besar memperhatikan dirinya itu.
Setelah sampai di sebuah pondok kecil yang terbuat dari kayu dan juga begitu terasa sejuk itu membuat Cinta tersenyum ketika diajak oleh Rio ke tempat ini.
" Waahhhhh coba dari tadi, Kak kita kesini,," Gumam Cinta sambil melangkah masuk ke dalam pondok itu.
" Hehehehe, kenapa dek, Dedek suka tempatnya ?" Tanya Rio pada Cinta sambil meletakkan beberapa makanan kecil dan juga minuman yang ia bawa dari dalam mobilnya tadi.
" Iya Kak, lebih sejuk dibandingkan tempatnya Arif menghadap matahari jadinya terasa panas,," Jawab Cinta jujur hingga membuat Rio tertawa mendengarnya.
" Hehehehe Dedek bisa aja,," Bilang Rio pada Cinta sambil tertawa.
" Ayo sekarang kita mulai memancing,," Ucap Rio sambil melemparkan tali pancingnya ke dalam kolam.
Sedangkan Cinta sendiri sibuk duduk di tempat dimana Rio telah meletakkan beberapa kail pancing ke dalam kolam, sambil melihat beberapa kail pancing yang sudah dilemparkan Rio itu. Setelah selesai meletakkan semua kail pancingnya itu barulah Rio bisa kembali duduk di samping Cinta.
" Udah selesai semua kak ?" Tanya Cinta lembut sambil menunggu kail pancingnya bergerak.
" Udah dek,," Jawab Rio sambil duduk tepat di sampingnya Cinta.
Saat ini Cinta sedang menatap serius ke depan dan melihat beberapa kail pancing yang telah dilemparkan oleh Rio itu. Sedangkan Rio sendiri sibuk menatap serius wajah Cinta yang setiap harinya menambah keindahan dan keluasan rasa cintanya ini kepada istrinya sendiri.
" Heemmm, wajahnya begitu indah sekali bila melihatnya sedang bahagia seperti ini, semoga Dedek selalu bahagia bersama dengan Kak Rio, walaupun kita hidup sederhana seperti ini, Kakak harap semoga akhirnya Dedek bisa mencintai Kakak setulus hati Dedek sendiri,," Gumam Rio dalam hati sambil memandang wajah Cinta yang berada di sampingnya itu.
Arif baru saja menyelesaikan pekerjaannya di dalam rumah dan saat ini Arif langsung ke depan rumahnya, memastikan bahwa kedua orang yang datang mengunjunginya itu masih bersantai duduk di sana. Namun, ketika Arif melangkah ke depan kedua orang yang menjadi tamunya itu sudah tidak ada lagi di depan rumahnya ini. Dan, ketika Arif mengelilingi pandangannya ke semua area tambak, Arif malah kedatangan orang yang penting untuk membeli ikan di tambaknya ini.
__ADS_1
Dan, orang itu adalah seorang wanita yang merupakan anak dari kepala desa di kampungnya ini, sehingga membuat Arif mengurungkan niatnya untuk mencari keberadaan Rio dan juga Cinta.