
Tititut..titituuttt.. ponsel pak Didit tak henti-hentinya berdering. Dia menjadi orang penting sekarang. Kecipratan aura keberuntungan yang dimiliki Alex saat ini. Silih berganti perempuan menelpon nya. Kewalahan, dia pun membagi tugas kepada istrinya.
Blok F perumahan Green Andara Residence menjadi incaran property kaum hawa. Siapa lagi kalau bukan karena ketenaran Alex. Duda keren, kaya, dan berbaik hati mengurus anaknya sendiri tanpa pembantu. Tidak heran, beberapa fans fanatik nya bahkan rela membeli dan pindah rumah disekitar rumah Alex.
Ponsel pak Didit terus berdering. Untuk beberapa waktu pak Didit membiarkan ponsel itu bergetar. Kuping nya mulai panas. Terkadang ponselnya pun ikutan eror. Pak Didit mengambil casan dan mengisi daya baterai ponselnya yang tinggal sedikit.
Lain halnya dengan bu Tanjung. Dia terlihat menikmati pekerjaan barunya.
“Halo? Iya benar saya. Oh begitu, beneran loh bu. Alex itu guantenggg banget!.”
Terdengar suara bu Tanjung sangat meyakinkan. Dan memang dia tidak berbohong. Hanya saja dia memberikan bumbu hiperbola yang disukai para fans Alex. Membuat mereka semakin meleleh dibuatnya.
“Alex itu sangat perhatian sama anak-anaknya. Bahkan ketika anaknya sakit, dia rela mengurusnya sendiri tanpa bantuan siapapun. Terlebih lagi ya bu, ternyata penghasilannya yang milyaran itu bukan segitu loh bu. Dia sengaja menyembunyikan penghasilannya ke publik. Kata suamiku sebagai pak RT dan sekalian supir pribadinya, penghasilan Alex tembus 1 Triliun sebulan bu. Pokoknya dia duren (duda keren) juga suami impian deh.”
Ujar bu Tanjung. Tak lupa ekspresi wajahnya sangat mendukung saat bercerita. Namun sayang, para ibu-ibu ataupun gadis-gadis, fans Alex tidak dapat melihat ekspresi emak-emak rumpi milik Bu Tanjung. Karena dia yang menelepon tidak melakukan video call.
“Oh ya bu, ada satu rahasia lagi yang saya tahu mengenai pak Alex. Dia itu telah mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia. Iyaaa bu benerr.. emmber!”
Tak lupa tangannya ikutan naik seperti waria yang berbicara.
“Sstttt.. tapi diam-diam saja ya bu. Jangan disebarin ini rahasia loh ya. Mungkin seminggu lagi dia akan masuk kuliah.”
__ADS_1
Jelas bu Tanjung dengan kalimat yang sama mengenai Alex ke setiap calon pembeli rumah di komplek rumahnya.
Follower instagramnya pun bertambah banyak sekarang. Foto-foto yang di posting rata-rata foto selfie berlatang belakang Alex. Bu Tanjung mengawasi. Saat Alex keluar mengantar Anaknya naik ke mobil. Saat itu pula bu Tanjung dengan sigap keluar rumah dan berfoto ria bak sedang liburan.
Komplek yang dulunya sepi penghuni itu sekarang telah padat. Para tetangga baru adalah perempuan single, janda, dan para gadis. Tak lupa ibu-ibu ganjen pun hadir di komplek itu.
Alex jarang keluar rumah. Tetapi jam keluar dia selalu sama setiap hari. Yaitu pagi saat Mengantar Andra dan Indra masuk ke mobil. Siang hari ketika mereka pulang. Dan hanya sebatas duduk diteras ataupun berdiri di halaman rumah.
Para tetangga baru tahu betul jam keluar Alex itu. Rata-rata dari sekian banyak yang telah pindah. Mereka sengaja mencuri-curi perhatian Alex. Tingkahnya aneh-aneh.
Disebelah kanan rumah Eliana. Ibu ganjen istri orang yang bernama Rosa sering kali jogging di siang bolong. Apa namanya itu, marathon? Yang jelas berolahraga di siang bolong seperti itu entah apalah namanya. Disaat jam rawan keluar Alex, bu Rosa mulai berlari kecil-kecil di halaman rumahnya. Menggunakan baju olahraga lengkap. Menggunakan topi, untung saja panas terik matahari membuatnya tidak berani berpakaian olahraga seksi. Bu Rosa takut kulitnya hitam. Suaminya? Sibuk bekerja hingga larut malam.
Pada blok F komplek rumah Alex, sisa satu rumah yang belum dihuni. Sengaja belum dijual pak Didit. Berharap dia bisa menjual dengan harga tertinggi. Ketika mengetahui harga yang dipatok oleh pak Didit. Emak-emak perhitungan dibuatnya lari. Bagaimana tidak? Rumahnya yang seharusnya seharga 650juta di bandrol menjadi harga 1 M. Jangankan emak-emak, gadis pun bisa kabur. Harga itu tidak masuk logika untuk rumah type 36 yang berada di tengah kota. Pasaran rumah disana tertinggi di harga 800 juta. Itu pun karena posisi strategis yang berada ditengah kota dan berdekatan dengan kampus UI.
Tititut..tititut.. seperti biasa. Ponsel pak Didit berdering.
“Halo, assalamualaikum.”
Pak Didit menjawab telepon dengan salam. Panggilan suara itu sunyi. Pak Didit mengira mungkin hanya orang iseng. Sesaat pak Didit ingin mengakhiri panggilan itu. Tiba-tiba dia mendengar suara seorang pria berbicara.
“Iya siang pak. Bisa berbicara dengan pak Didit marketing perumahan Green Santika Resindences?.”
__ADS_1
Suara pria itu tegas. Pak Didit ketakutan. Dia membayangkan seorang polisi yang menelepon. Baru kali ini ada pria yang menelpon dan menanyakan perumahan itu. Sebelum ini, semuanya dipastikan adalah perempuan.
“I..iya pak. Kalau boleh tahu saya berbicara dengan siapa pak?.”
Pak Didit berkeringan dingin. Berdoa dalam hati agar ditolong oleh Allah SWT. Dia takut, menjual rumah diatas harga batas wajar kepada para fans Alex terungkap.
“Saya ingin membeli rumah disana pak. Saya lihat masih ada satu rumah yang masih kosong.”
Ujar pria itu yang melembek. Dibarengi dengan perasaan pak Didit yang ikutan melembek. Pak Didit bersyukur. Apa yang dipikirkannya tadi bukan hal nyata.
“Oh iya benar pak. Rumah itu rumah terakhir dikomplek ini. Banyak sekali yang menginginkan rumah itu pak. Tapi khusus bapak saya bisa tahan. Demi bapak saya bisa lakukan. Yah.. hemmm.. tapi pak asal harganya cocok hehehe.”
Pak Didit berkata dan memulai trik penjualan nya.
“Berapapun harganya saya beli. Silahkan email saya syarat dan ketentuannya. Jangan lupa kirimkan harga dan nomor rekening agar bisa mentransfer uang. Saya akan bayar kes. Saya ada urusan lain. Maaf, sampai disini dulu ya pak Didit.”
Ujar pria tersebut. Dan setelah menutup panggilan itu. Satu pesan masuk ke ponsel pak Didit.
“Ini saya yang menelfon barusan pak Didit. Yang akan membeli rumah terakhir di blok F perumahan Green Santika Residences. Email saya: balifurnitureofficial_197@gmail.com. Nama saya adalah Abipraya.”
Segera pak Didit mencari brosur untuk menulis lebih lanjut keterangan/fasilitas dari rumah yang akan di beli Abiparaya.
__ADS_1