Duren Kampus

Duren Kampus
Alun alun


__ADS_3

Diperjalanan pulang, di dalam mobil Alex tampak merebahkan punggungnya pada kursi depan yang ia duduki. Abipraya sesekali menoleh melihat temannya. Namun sahabat dari Alex tersebut juga enggan memulai percakapan itu. Ia membiarkan sahabat masa kecilnya rehat sejenak dari aktifitas kampus beserta anak-anaknya.


Abipraya menyetir mobil dengan santai. Pria manis itu membawa sahabatnya ke sebuah alun-alun yang ada di kota Depok. Setelah mobil terparkir, bukan membangunkan temannya, ia malah ikut merebahkan punggungnya pada kursi itu sambil menopang leher belakangnya dengan kedua tangan.


“Abipraya, apa kamu tidur?” Sapa Alex menggoyang-goyang lengan temannya. Abipraya terkejut, matanya terbuka, kedua bola mata itu terlihat memerah. “sudah berapa lama aku tertidur Alex?” Tanya Abipraya.


“sekitar satu jam.” Sahut Alex. “Lalu kenapa kamu tidak membangunkanku?” tanya Abipraya lagi. “ini kan sudah aku bangunin Abi” Pungkas Alex. “mengapa kamu membawaku kesini?” tambah Alex.


“melihatmu seperti itu ku rasa kamu butuh ke tempat yang lain selain rumah.” terang Abipraya. “entahlah Abi.” sahut Alex pasrah. “ada apa Alex? apa yang membuatmu terlihat murung?” tanya Abipraya memastikan.


“hari ini aku merasa sedikit berat Abi. Kamu tahu Najwa kan? Ketua kelasku dan satu-satunya temanku di Kampus. Kami selalu saja bersama saat di Kampus. Dia sangat baik kepadaku hingga aku melupakan tentang perasaannya. Selama ini ku kira dia baik kepadaku karena memang kami berteman, dan ternyata bukan Abipraya. Hari ini dia menyatakannya cintanya padaku. Aku bingung apa yang harus aku lakukan.” Jelas Alex panjang lebar.


“kenapa kamu malah bingung Alex? biasanya, kalau kita disukai sama Wanita, kita bakal seneng. Lah kamunya malah bingung. Apa yang membuatmu bingung Alex?” Abipraya mengambil sebatang rokok dan menghisapnya. Bungkus rokok itu pun ia taruh pada dashboard mobil bagian tengah.


Alex pun mengambil sebatang rokok dari bungkus tersebut. Kedua pria dewasa ini kini merokok bersama di dalam mobil dengan kondisi mesin mobil yang mati dan kaca jendela pada pintu yang terbuka lebar.


“Sebenarnya yang sangat membuatku tidak enak hati adalah aku pernah menceritakan semua masalah asmaraku kepadanya Abi. Aku menceritakan semua perasaanku kepadanya terhadap Wanita lain. Itulah mengapa aku tidak enak hati dan merasa bersalah. Aku juga merasa bingung bagaimana aku menghadapinya besok.” Jelas Alex. Sesekali ia menghisap rokok itu dan mengeluarkan asapnya, begitu juga dengan Abipraya.


“sudahlah jangan diambil pusing. Jika memang dia mencintaimu besok dia akan mengajakmu berteman lagi. karena seorang Wanita jika mencintai seorang pria tidak akan bisa melupakan perasaannya. Percayalah kawan.” Ujar Abipraya sembari menyenggol lengan Alex dengan tinjunya.

__ADS_1


Alex hanya mengangguk. “jadi sekarang kamu siap untuk pulang Alex?” tanya Abipraya. “sejak tadi sudah siap, kamu saja yang membawaku ke alun-alun ini.” Terang Alex. Abipraya hanya tersenyum kala mendengar perkataan dari sahabatnya yang mulai membaik.


Sesampainya di rumah, Alex dikejutkan oleh kedatangan Najwa. Gadis itu telah berdiri menunggu kedatangan Alex. Najwa tampak menunggu Alex turun dari mobil.


“Abipraya, dia datang.” Tegas Alex. Abipraya yang sedang menatap layar ponselnya itu tidak begitu menghiraukan temannya. “dia siapa Alex? coba kamu lihat ini ada Wanita **** yang muncul pada aplikasi Cari Jodoh.” Kata Abipraya sembari memperlihatkan ponselnya.


Alex menepis lengan Abipraya dan memegang kedua lengan sahabatnya kiri dan kanan. Alex tampak menatap mata Abipraya, karena bingung Abipraya pun menatap mata Alex dengan kening yang mengkerut.


“Abipraya, Najwa ada di sini, bagaimana ini?” Ujar Alex. “APPAA?” Abipraya pun terkejut lalu menggeser kepalnya ke arah kanan dan mengintip Najwa. Ternyata benar, ia melihat gadis itu menunggu sambil berdiri dan menatap ke dalam mobil.


“Alex tarik nafas dalam-dalam lalu keluarkan.” Kata Abipraya. Alex melakukan tarik dan keluar nafas itu seperti arahan sahabatnya. Ia melakukannya sebanyak tiga kali. “hadapi dia dengan tenang jika kamu memang tidak menyukainya. Peluklah dia jika kau menyukainya, mengerti?” pesan Abipraya kepada sahabatnya.


“Baiklah, jika kau enggan memeluknya karena belum muhrim maka menikahlah dengannya.” Abipraya mulai mengaur. Dia mulai pusing sendiri menghadapi Duda itu. “Baiklah.” Sahut Alex singkat dan membuka pintu mobil serta turun dari mobil tersebut.


“hei apanya yang baiklah. Ahhh sudahlah, urus saja urusanku sendiri.” Abipraya berucap kesal dan langsung menginjak pedal gas mobilnya “Brumm…” mobil itu melaju denga cepat dan menghilang seketika.


Alex berjalan perlahan menuju ke rumahnya. Otomatis arah langkahnya juga mendekati Najwa. Najwa terlihat menunggu dengan senyum yang sumringah, seperti kemarin-kemarin, seperti tidak ada kejadian yang terjadi di kampus hari ini.


“hai Alex, tada! Aku membawakanku burger Subway.” Terang Najwa sambil mengangkat kantong plastic bertuliskan Subway, yang mana itu adalah makanan cepat saji waralaba dari korea selatan.

__ADS_1


“Hai juga Najwa. Najwa—” Alex ingin meminta maaf untuk kejadian yang terjadi di Kampus. Tapi Najwa langsung memotong kalimatnya “sudahlah, anggap saja itu tidak pernah terjadi.” Najwa memeluk erat Alex, seketika jantung Alex berdebar kencang.


“Najwa, kita bukan muhrim.” Tegas Alex. “hahaha…” Najwa hanya bisa tertawa terbahak-bahak. “baiklah Pak Ustad!” ejeknya, ia bahkan masih tertawa kecil sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan.


Sementara itu, diwaktu yang sama, dibalik dinding pembatas antar rumah di perumahan itu, ada seorang Wanita yang menyaksikan kejadian itu. Pembatas yang hanya setinggi satu meter itu membuatnya melihat semuanya. Melihat seorang perempuan lain yang baru saja memeluk Alex.


Yah, dialah Aisyah. Sembari menggendong Hendra, Aisyah langsung berbalik badan tak sanggup untuk melihatnya. Lalu Aisyah segera melangkah untuk masuk ke dalam rumah. Ia membatalkan niatnya untuk memulangkan Hendra kala mendengar suara mobil terparkir di depan rumah Alex.


Sementar itu, diwaktu yang sama, di tempat lain, Eliana juga menyaksikan drama kecil itu lagi bersama Dinda. “Ahhhh… Najwa itu pantang menyerah sekali ya.” Pungkas Dinda. “sepertinya begitu.” Sahut Eliana.


“Oh iya… sekarang aku sudah ingat Dinda. Laki-laki yang bersama Alex itu bernama Abipraya. Dia salah satu penghuni di komplek ini. Rumahnya di ujung sana. Dia juga temasuk penghuni baru sama sepertiku dan yang lain. rata-rata sih deretan rumahku ini penghuni baru, Cuma deretan rumah Alex yang penghuni lama.” Jelas Eliana panjang lebar.


“Oh ternyata seperti itu, manis juga ya. Apa dia sudah beristri? Cocok tuh sama kamu Eliana.” Dinda menoel perut Eliana. “bisa aja Din, belum tentu juga dia mau. Jangan kegeeran dulu, entar sama lagi yang di depan noh.” Kata Eliana sembari memanyunkan bibirnya menunjuk ke arah depan rumahnya.


Dinda sahabat dari Eliana tersebut hanya bisa tersenyum geli.


*


*

__ADS_1


Hari ini Pak Didit sebagai ketua RT mendapatkan titipan tugas untuk mengantarkan tiga buah undangan pernikahan. Yang mana, ketiga dari undangan itu adalah warga dari komplek perumahan tersebut.


__ADS_2