
Hari ini adalah hari minggu. Andra dan Indra libur sekolah. Begitu juga dengan Alex. Dia tidak bekerja hari ini, dia absen dari pekerjaannya. Live streaming hari ini sudah dia batalkan dengan pengumuman di hari sabtu. Pengumuman itu dia lakukan agar para subsciber Youtube tidak menunggu live streaming darinya hari ini.
“Ayah apa Andra sudah ganteng?” Tanya Andra kepada Alex.
Andra yang sudah duduk di kelas lima itu telah pandai mengurus diri. Dia mandi dan berpakaian sendiri. Dia bahkan memakai jambul seakan meng-copy penampilan Alex.
Andra mengenakan baju kaos putih lengan pendek bermerk Levi’s. Serta memakai jeans pendek berwarna biru dan sepatu senada dengan warna jeansnya.
“Ganteng dong anak Ayah. Apalagi pakai baju sendiri. Yah tambah ganteng.” Jawab Alex.
“Ayah kalau Indra ganteng tidak?” Tanya Indra yang sedang berusaha memakai jeans miliknya. Alex mendekat dan membantu memasangkan celana Indra.
Indra mengenakan kemeja biru lengan pendek bermerk Polo. Celana jeans pendek berwarwa senada dengan kemejanya. Serta memakai sepatu kets putih.
“Ya ganteng juga dong. Anak Ayah tidak ada yang jelak. Semuanya ganteng-ganteng seperti Ayah hehehe…” canda Alex kepada kedua putranya.
Andra dan Indra duduk di kursi ruang tamu setelah siap bergaya. Masing-masing dari mereka sedang memegang Ipad. Bermain game minecraft berbarengan. Alex sengaja membelikan mereka masing-masing dengan satu Ipad. Karena kadang kali, akibat perkara satu barang, Andra dan Indra jadi bertengkar.
Alex kini memakaikan Hendra baju. Hendra dipakaikan baju kemeja lengan panjang bermerk Polo. Sama seperti Indra, hanya saja perbedaannya Indra kemeja berlengan pendek. Dilanjutkan dengan memakai celana jeans panjang warna senada dengan kemejanya, serta sepatu kets yang sama persis dengan yang dipakai Indra.
Ketiganya berpakaian matching sekarang. Lalu bagaimana dengan Alex? Kompak! Alex mengenakan kaos putih berlengan pendek merk Levis’s. Memakai celana jeans berwarna biru dan sepatu kets warna putih. Tak lupa jambul di atas jidat dan kacamata hitam.
Mereka sekeluarga berencana untuk pergi weekend bersama. Semenjak kepergian Nindi, baru kali ini Alex mengajak anak-anaknya untuk pergi bersama. Mereka berencana menghabiskan weekend-nya di Plaza Indonesia.
__ADS_1
Alex menggendong Hendra dan berdiri di teras rumahnya. Menggapai telepon genggam miliknya kemudian menelepon Pak Didit.
“Halo… assalamualaikum Pak Didit. Kami sudah siap. Bisa Bapak antar kami sekarang?” Tanya Alex kepada pak Didit.
“Walaikumsalam siap Pak.” Jawab Pak Didit di dalam panggilan suara itu.
Tak lama Pak Didit datang. Dia mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam merk nevada dan jeans berwana biru serta sepatu hitam.
Bu Rosa yang sejak tadi melakukan Kapha Yoga di halaman rumahnya telah menunggu momen Alex keluar rumah. Bu Rosa mengenakan legging ketat berwarna merah muda serta kaos ketat berwarna senada. Dia sedang melakukan gerakan tangan kepala di bawah sambil menaikkan kaki kanannya. Tiba-tiba dia melihat momen di mana Alex keluar rumah. Bu Rosa terpesona, seketika dia terjatuh.
“Sungguh pemandangan yang luar biasa.” Ucap Bu Rosa dalam hati. Dia tidak memperdulikan lagi kalau dia sedang jatuh. Kembali dia melanjutkan gerakan duduk bersila dengan kedua tangan menempel satu sama lain di depan dada.
“Alex shanti om.” Bu Rosa salah ucap. Seharusnya dia mengucapkan kalimat om shanti om. Gara-gara melihat Alex memakai kacamata hitam. Dia tidak bisa fokus Yoga sekarang.
Tiba-tiba Abipraya lewat dengan berlari-lari kecil. Mengenakan baju olahraga lengkap dengan sepatu juga handuk kecil yang menempel di bahunya.
“Abi… Abipraya!” Teriak Alex. Alex melambaikan tangan isyarat panggilan mendekat. Abipraya pun mendekat.
“Widih ganteng-ganteng semua ini. Mau pada kemana?” Tanya Abipraya sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil itu.
“Kami mau weekend bareng. Hayuk ikut yuk Bi.” Kata Alex. Dia mengajak Abipraya untuk ikut menghabiskan weekend bersamanya.
“Boleh, mau nunggu ga lu?” Sahut Abipraya yang mulai menguasai bahasa Jakarta.
__ADS_1
“Tidak masalah! Tapi yang cepat ya.” Jawab Alex.
“Okay. Tunggu di sini ya.” Pesan Abipraya. Kemudian berlari kencang untuk pulang. Tak lama dia datang.
Abipraya mengenakan kaos Quicksilver abu-abu dengan celana panjang jeans warna senada. Memakai sepatu berwarna abu-abu sehingga terlihat matching!
“warbiasa! Cepat juga ya. Kamu mandi kan?” Tanya Alex sambil bercanda.
“Ya mandi dong! Tapi mandinya dengan kecepatan tinggi hehehe..” jawab Abipraya sembari tersenyum manis. Tak lupa dia juga memakai kacamata hitam bermerk sama dengan kaosnya.
“Are you ready weekend with my children?” Tanya Alex sambil berpose dengan tangan telunjuk berbentuk pistol.
“Ready!” Jawab Abiparaya mengangkat tangan ke atas dengan jari tengah dan manis menempel di telapak tangan. Jari telunjuk, anak jari serta jempol yang berdiri. Lidahnya juga menjolor keluar, berpose ala anak metal. Tingkah kocak yang mereka lakukan di jaman SMP dulu.
Mereka semua masuk ke dalam mobil LC milik Alex. Berjalan menyusuri jalan raya padat kota Depok. Melalui jalan tol yang lancar jaya. Mobil itu melaju kencang dengan tenang. Hingga akhirnya sampai di lobi Plaza Indonesia.
Alex turun dengan menggendog Hendra. Abipraya turun dengan memegang kedua tangan putra Alex. Andra di tangan kanan dan Indra di tangan kiri.
Melalui pintu masuk dengan mengenakan kacamata hitam. Dua pria dewasa itu terlihat seperti papa muda keren. Menarik perhatian gadis-gadis. Membikin iri Bapak Security yang berjaga.
Berjalan masuk menyusuri mall megah itu, mereka menuju ke Royce Chocolate Plaza Indonesia. Belum sampai di sana, Pak Didit menyusul sembari membawa tas bawaan Alex.
Pak Didit juga terkena pancaran aura ganteng dari mereka berdua. Dengan menaruh tas Alex di pundaknya, dia bahkan memakain topi converse berwarna merah sekarang. Rambut putihnya tidak tampak sekarang. Dia terlihat sepuluh tahun lebih muda di luar perutnya yang buncit.
__ADS_1
Para gadis memperhatikan. Sebagian pria juga ikut memperhatikan genk pria ini lengkap dengan para anggota krucilnya.