Duren Kampus

Duren Kampus
Bali


__ADS_3

Mimpi yang sama berulang kembali. Alex berpikir, entah apa penyebab dari mimpi yang selalu berulang. Mimpi tentang seorang perempuan. Dia tidak tahu, yang pasti nalurinya merindukan kasih sayang seorang perempuan.


Malam ini Alex memilih untuk tidak tidur karena Dia enggan untuk bermimpi lagi. Dengan membuka Laptop usang miliknya Dia berharap sahabatnya Youtube bisa membantunya.


Setelah Alex masuk ke halaman beranda Youtube, Alex mengklik menu close pada tab Youtube. Batal! Alex membatalkan untuk ditemani Youtube kali ini. Malam ini Youtube pun malas dia temui.


Lekas Alex mengklik data D pada Laptopnya. Dengan niat untuk melihat memori kenangan awal karirnya dan berjalan mundur hingga melihat Video pernikahannya bersama Nindi. Dia kembali terenyuh kala melihat foto pernikahannya di masa lalu, masa di mana Dia berbahagia bersama mendiang Istrinya kemudian Alex melamun memandangi memori-memori yang terdapat pada Laptopnya.


Sebagai seorang lelaki, terkadang Alex mulai melirik beberapa Youtuber single yang muncul di beranda Youtubenya. Tapi Alex punya prinsip hidup. Baginya, hanya sekali menikah untuk seumur hidup.


Itulah prinsip yang Alex pegang sejak kecil. Dia mempelajari hal itu dari pamannya. Pamannya yang bernama Christian sering kali mengajaknya pergi jalan-jalan dan bercerita tentang masa lalunya bersama mantan Istrinya.


Flashback on


“Alex, tidak pergi sekolah Kamu hari ini?” Tanya Christian pada keponakannya. Christian menjadi Bapak angkat keponakannya sendiri selepas Adiknya meninggal karena kanker otak yang dideritanya. Yang akhirnya meninggal dan kebumikan di Bandung tempat Adiknya tinggal bersama keluarganya.


“Tidak Om, hari ini sedang libur nasional.” Jawab Alex kepada paman kesayangannya. Alex mendekati Oomnya yang tengah duduk sambil merokok di teras rumah.


“Om tidak bisakah Oom berhenti saja merokok. Bu guru Alex bilang rokok sangat tidak baik bagi kesehatan.” Jelas Alex kepada Christian. Dia prihatin melihat Oomnya yang menghabiskan tiga bungkus rokok tiap hari. Wali kelasnya sering mengatakan bahwa jika ada keluargamu yang merokok suruhlah berhenti karena rokok sangatlah merusak kesehatan.


“Sudah Kau cuci seragam sekolah mu Alex?” Tanya Christian lagi, Dia sedang mengabaikan pesan Alex dan melanjutkan menghisap rokok. Christian pun mulai memainkan asap rokok tersebut. Mengeluarkan asap dengan bentuk bulat utuh. Seperti lingkaran donut yang hanya saja ini lingkaran asap rokok.


“Belum Om.” Jawab Alex singkat. Dia tahu kalau Dia sedang diabaikan. Alex memilih jalan tengah untuk tidak banyak bicara lagi.

__ADS_1


“Kalau begitu lekas cuci seragammu.” Perintah Christian dengan ketus pada keponakannya itu. Bukan tidak Christian menyayangi keponakannya itu. Hanya saja Christian sangat benci ketika seseorang mulai menyuruhnya berhenti merokok. Rokok adalah teman Christian. Siapa lagi?


Christian adalah seorang Duda galau di Bali. Para tetangganya mengetahui bahwa Christian tidak boleh diajak bicara karena Dia mempunyai kontrol emosi yang buruk semenjak menduda.


Istrinya tidak tahan sengan sikap tempramen Christian hingga istrinya mengajukan perceraian. Kemudian dengan melalui beberapa lika-liku perceraian akhirnya perceraian itu di sah kan oleh pemerintah.


Hidup sendiri menduda, menbuatnya mulai frustasi. Bahkan Christian nyaris tidak percaya kepada perempuan lagi. Di kantor tempatnya bekerja bukan tidak ada perempuan yang mulai mendekat tetapi Christian lah yang menjauh.


Alasan pasti wanita teman kerjanya yang mendekati Christian karena sudah berstatus seorang Pria single. Di tambah dengan wajah blasteran Inggris-Bali membuatnya terlihat sangat tampan.


Ketampanan itu menurun ke Alex. Tentunya Alex juga punya keturunan Inggris-Bali dari Ayahnya. Karena Christian yang bersaudara kandung dengan Ayahnya. Tidak heran kalau Alex juga tidak kalah tampan dengan pamannya.


“Mau kemana kamu Alex?.” Tanya Christian yang melihat Alex berjalan keluar rumah. Alex memakai pakaian rapi, Dia tidak terlihat seperti anak SMP saat itu. Wajah blasteran itu membuatnya terlihat seperti orang yang lebih dewasa, seperti anak SMA.


Alex berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota Bali. Kala itu jalan terlihat padat dipenuhi kendaraan yang lalu lalang. Yang notabene orang nya kebanyakan para bule asing. Bule yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Mengingat bahwa pada saat itu Bali menjadi destinasi pariwisata nomor satu di dunia.


Sesampainya di toko Krisna. Alex masuk ke toko itu. Toko itu cukup besar untuk ukuran toko yang hanya di isi barang oleh-oleh. Di dalam toko tersebut banyak patung besar berwarna biru. Patung Krisna.


Alex berjalan masuk terus tanpa melihat barang-barang yang ada. Hingga Alex menemukan pintu. Tanpa ragu Alex masuk dengan membuka pintu yang tidak terkunci itu. Alex sudah terbiasa dengan Toko ini. Bukan untuk membeli pernak pernik oleh-oleh tetapi untuk menemui Abipraya teman sebangkunya.


Setelah masuk, Alex langsung dihadapi dengan halaman rumah yang di tengahnya ada kolam Ikan berukuran tiga kali empat meter. Di sekeliling halaman banyak tumbuh tumbuhan yang tumbuh padat. Alex menyusuri jalan setapak yang berada di tengah yang membela kolam Ikan.


Berjalan sembari melihat Ikan Koi yang berenang kesana kemari. Sesampai nya di tengah, Alex berhenti dan jongkok fokus melihat Ikan-ikan nan indah itu.

__ADS_1


“Sudah datang Kamu Alex.” Kata Abipraya yang meneriaki Alex dengan logat khas Bali dan melambai. Sontak Alex berdiri dan mencari arah asal suara itu.


“Disini, di sebelah sini.” Teriak Abipraya lagi. Namun Alex tak kunjung menemukan Abipraya. Akhirnya Abipraya memutuskan untuk menghampiri Alex. Kemudian mereka berdua bertemu dan Abipraya mengajak sahabatnya untuk masuk keruang tamu.


Alex dan Abipraya mulai mengerjakan tugas sekolahnya. Mereka berdua tidak kesulitan mengerjakan tugas itu. Karena memang mereka berdua adalah Anak yang memegang peringkat satu dan dua dikelasnya.


Krek.. tiba-tiba pintu terbuka. Mendengar suara pintu yang terbuka, spontan Alex pun menoleh. Dia melihat tiga orang masuk ke ruangan tamu. Salah satu dari tamu itu menjadi perhatian Alex. Berjalan perlahan dan dihampiri oleh kedua orang tua Abipraya.


“Itu namanya Nindi, sepupuku yang tinggal di Jakarta. Dia bersama kedua orang tuanya sedang berlibur disini untuk beberapa hari dan Ayah ku menawarkan rumah Kami untuk staycation mereka selama di Bali. Tetapi mereka menolak, katanya sudah terlanjur booking villa di Ubud.”


Jemari Abipraya masih mengerjakan tugas. Tetapi mulutnya tak henti menjelaskan dan Alex masih terfokus melihat Nindi yang kemudian menghilang dibalik pintu selanjutnya. Kedua Anak itu mengerjakan tugasnya sampai dengan selesai. Kemudian dilanjutkan dengan bermain. Itu lah mereka Alex dan Abipraya.


“Eh Aku pamit pulang dulu ya. Nanti Oom ku nyariin.” Kata Alex yang sekarang melambaikan tangan. Ia tak memperhatikan lagi apa yang dijawab oleh Abipraya. Dia hanya bergegas pulang. Alex melirik jam tanganya yang sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.


Setelah tugas sekolahnya selesai. Alex pun bermain bersama Abipraya hinggan lupa dengan waktu. Alex menyesal. Tak banyak pikir lagi Alex berlari kencang. Berharap sampai rumah sebelum matahari terbenam.


“Langsung mandi Kamu Alex. Kalau sudah, ada Spaggety yang Oom belikan untukmu di atas meja makan.” Ujar Christian lembut.


Betapapun orang-orang sering membicarakan keburukan Oomnya itu. Bagi Alex Dia adalah Oom sekaligus Ayah angkat yang baik. Yang perhatian kepadanya bagaikan Anak sendiri. Hanya saja Christian terjebak dengan masa lalu yang Dia sesalinya hingga saat ini.


Flashback off


Sama seperti Alex yang terjebak dengan masa lalu bersama Nindi.

__ADS_1


Mata Alex terkatup, sinyal dari rasa kantuknya semakin kuat. Tak tahan, Alex pun meluruskan badan dan mengambil selimut lalu tertidur pulas.


__ADS_2