
“Itu rumah yang itu Eliana, itu adalah rumah Alex salah satu Youtuber yang sangat terkenal. Dia adalah Ayah dari Indra anak yang kita selamatkan waktu masih SMA.” Kata Dinda sembari menunjuk rumah Alex.
“Oh kalau soal yang satu itu Aku tahu Din. Oh ya memang belum ku ceritakan padamu. Aku bukan berbaur jadi bisa tahu soal Alex. Aku bahkan tidak pernah melihat Indra sebelumnya saat membeli rumah di sini. Alasanku satu-satunya membeli rumah di sini karena posisi rumah yang berdekatan dengan Kampus kita.” Ucap Eliana. Dia sekarang meletakkan piring kecil yang kuenya tinggal setengah itu di meja.
Dinda melanjutkan menyimak cerita Eliana. Dia menghabiskan kue itu terlebih dahulu kemudian meletakkan piring kecil ke meja yang di dahului oleh Eliana.
“Kau tahu Fredrick dia berselingkuh.” Kata Eliana, Dia mengerutkan keningnya, matanya terlihat berkaca-kaca. Eliana kembali merasakan rasa sakit yang sangat, rasa sakit diselingkuhi.
“APPAAA? Kamu serius Eliana? Kenapa kamu baru cerita.” Mata Dinda membulat, kedua matanya terbelalak.
“Iya, dia menyelingkuhiku sejak lama. Dia punya kekasih lain, gadis itu sedang berkuliah di Jogja. Ternyata Dia masih berhubungan dengan gadis itu, bahkan jauh sebelum dia jadian denganku.” Seketika air mata Eliana bercucuran. Dia tidak sanggup menahan rasa sakit itu setelah dia terlanjur sayang kepada Fredrick.
Melihat Eliana yang menangis, segera Dinda pindah duduk ke samping Eliana yang sebelumnya mereka memang hanya duduk berhadapan.
“Sungguh terlalu itu Fredrick! Bagaimana bisa dia melakukan itu? Dulu hanya Kamu yang selalu dia cintai.” Ujar Dinda sambil memeluk Eliana. Sahabatnya itu masih saja menangis, dagu Eliana besandar di bahu Dinda. Air mata Eliana pun jatuh membasahi pakaian Dinda pada bahunya.
“Tidak Din, Fredrick tidak pernah mencintaiku. Selama ini Aku hanyalah pelarian semata.” Ucap Eliana yang melepaskan pelukan itu.
“Sudah jangan menangis Eliana. Lelaki seperti itu tidak pantas untuk kau sayangi apalagi untuk kau cintai.” Ujar Dinda sambil memberikan kotak Tissue yang dia ambil di atas meja. Seketika Eliana mengelap air matanya dan berusaha untuk tidak menangis.
“Iya seperti itu Eliana, jangan menangis. Jangan lagi mengingat Fredrick kamu tidak perlu bersedih. Akan ada pria lebih baik lagi yang memang pantas untukmu.” Kata Dinda. Dia berusaha menyemangati sahabatnya itu. Dia ikut bersedih, ternyata Eliana sedang melewati masa sulit kala Dinda sedang pergi ke Jepang untuk program pertukaran mahasiswa dari Kampus selama dua bulan.
“Okay kita lupakan Fredrick karena sejujurnya Aku pun enggan untuk mengingat kejadian itu lagi. tetapi harus ku ceritakan karena tepat di hari itulah Aku tau bahwa Fredrick telah berselingkuh, pada hari itu juga aku memutuskan hubungan dengannya. Hari itu pula di mana bahwa aku tahu kalau Alex Ayah dari Indra ternyata tetanggaku.” Eliana mencoba menjelaskan dari titik awal Dia mengetahui Alex adalah tetangganya. Dinda mendengarkan sambil mengangguk.
__ADS_1
“Dan lucunya lagi di hari pertama Aku mengetahui bahwa Alex adalah tetanggaku, tak sengaja Aku melihatnya jatuh dari atap rumahnya yang entah mendarat dimana. Dia hanya ku lihat jatuh dan menghilang. Cepat-cepat ku telpon Pak Didit, itu di sebelah kiri rumah Alex adalah rumah Pak Didit.” Kata Eliana sembari menunjuk rumah Pak Didit.
“Pak Didit? Bukannya kamu cuma kenal sama Pak RT Eliana?” Tanya Dinda memperjelas. Dinda masih saja duduk di samping Eliana dan mereka sedang mengobrol berhadapan. Ketika Eliana menunjuk rumah Pak Didit, Dinda pun menoleh dan memperhatikan.
“Iya betul, Pak Didit itu adalah Pak RT Din!” Ujar Eliana.
“Oh iya iya OK, lalu?” Sahut Dinda yang masih penasaran dengan cerita Eliana yang mengetahui soal Alex.
“Ternyata Alex jatuh kebentur dinding dan tedmon hahaha sehingga dia harus dirawat di rumah sakit selama seminggu.” Eliana berkata sambil tertawa. Agaknya lucu bagi Eliana jika harus berbenturan dengan tedmon.
“Hus Eliana namanya musibah. Tidak boleh tertawa seperti itu.” Tegur Dinda.
“Hehehe iya sorry.” Jawab Eliana kemudian dia menyesal telah menertawakan Alex. “Ya Tuhan maafkan aku.” Eliana bergumam dalam hati.
“Karena kejadian itu Din, Pak Didit dan istrinya mendatangiku dengan membawa ketiga anak Alex ke rumah ini. Kira-kira bisa kau bayangkan apa yang mereka lakukan?” Eliana melanjutkan.
“Hemm.. tidak itu bukan hal biasa soalnya.” Ucap Dinda.
“Iya betul, memang bukan hal biasa. DAMMNNNN!! Sepasang suami istri itu membawa ke tiga anak Alex ke rumah ini agar aku mengurusinya. Luar biasa! Ya coba aja deh bayangin gimana jadinya.” Ujar Eliana kesal.
“Hahaha…” Sontak Dinda tertawa terbahak-bahak. Di tidak habis pikir bagaimana Eliana gadis manja yang mengurusi tiga bocil (bocah kecil).
“Iya hari itu Aku merasa berada di hari terburukku. Putus dengan pacar, jadi tempat penitipan anak, dan Aku juga tidak menyangka akan selama itu. Selama tujuh hari ku urusi anak-anak Alex yang puji syukur Yesus memudahkannya. Yesus mengirimkan Indra dan dua saudaranya yang lain agar Aku dengan mudah melupakan Fredrick hingga Aku tidak larut dalam kesedihan.” Jelas Eliana.
__ADS_1
Kini Dinda mengerti mengapa Eliana bisa mengenal Alex sebagai tetangganya.
Ding Dong! Bel rumah Eliana berbunyi.
“Biar Aku saja Eliana.” Dinda berkata sembari berdiri untuk membuka pintu rumah Eliana. Setelah berdiri dia sempat menarik bajunya ke bawah dan merapikan pakaiannya. Ternyata Dinda gadis yang rapi.
“Assalamualakum, apa Mba Eliana ada?” Tanya seorang laki-laki berparas Bule.
“Alex?” Dinda berkata dalam hati. Dia terkejut setengah mati hingga mematung. Baru saja dia membicarakan idolanya itu bersama sahabatnya dan sekarang? Alex di depan mata. Seketika hati Dinda meleleh bak cokelat panas. Telah lama dia dambakan untuk bertemu dengan Alex sang Duda ganteng nan tajir. Tidak merugi Dinda tak menolak ajakan Eliana datang ke rumahnya hari ini.
“Halo Mba, apa Mba Eliana ada di rumah?” Tanya Alex lagi. Dia pura-pura tidak tahu padahal jelas tadi dia melihat Eliana pulang bersama temannya itu. Karena sapaan yang kedua kalinya Dinda tersadar dari lamunannya.
“Eh iya ada-ada mas. Sebentar saya panggilkan.” Ucap Dinda dan langsung menutup pintu lagi. dia kembali merapikan bajunya yang sudah rapi, merapikan rambutnya yang tidak berantakkan sama sekali serta berlari menghampiri Eliana.
“Kalau ada kenapa pintunya harus ditutup lagi neng? Di suruh masuk bolehhh..” Alex bergumam dalam hati.
“Eliana ada Alex di depan.” Kata Dinda kepada Eliana sembari berbisik. Dinda pun setengah gemetaran sekarang. Alex lebih ganteng aslinya dibanding wajahnya di Youtube.
“Ngapain lagi sih itu Alex datang ke sini lagi.” Ujar Eliana jutek.
“Husss… jangan gitu Eliana, jika tetangga datang harus kita layani.” Sahut Dinda. Agaknya dia merasa sayang jika Alex harus meninggalkan rumah Eliana.
“Eh Kamu belum tau cerita selanjutnya, Alex itu banyak ngerepotin tauk!” Tambah Eliana.
__ADS_1
“Sudah-sudah Eliana lekas ke depan, dia mencarimu.” Ujar Dinda sembari menyeret paksa sahabatnya, Dia sangat bersemangat sekarang.