
Kegiatan belajar mengajar tatap muka itu berakhir. Mahasiswa silih berganti berdiri dan meninggalkan tempat duduk mereka. Najwa masih terduduk menunggu Alex lebih dulu. Namun Siska dan Memei sudah berdiri di depan Alex.
“Tuh orang berdua mau ngapain lagi sih?” Gumam Najwa. Dia sedang pura-pura tidak melihat kedua temannya itu.
“Alex, ku lihat di grup WA kelas kok enggak ada Kamu.” Ujar Siska. Alex sedikit mendongak, “Iya Sis Aku belum pake WA.” Sahut Alex. “Sini HP mu ku download WA.” Pinta Siska.
Tiba-tiba dosen pun masuk, sontak Siska kembali ke tempat duduknya. Alex tak sempat memberikan ponselnya kepada siska.
Hari ini kuliah Alex terbilang lancar, Dosen yang masuk tidak mengusik Alex lagi dengan kehadiran Hendra. Alex kuliah seperti mahasiswa normal lainnya. Pada saat pulang, Najwa dan Alex masih saja bersama. Lalu Alex tak sengaja melihat Eliana sedang berjalan bersama Dinda.
“Eliana..” Alex berteriak kemudian berlari mendekati Eliana. Najwa mengikuti Alex dari belakang. Kaki kecilnya jelas tertinggal dengan kaki Alex yang panjang itu. Eliana yang mendengar namanya dipanggil pun menghentikan langkahnya diikuti oleh Dinda.
“Alex?” Kata Eliana. Alex mendekat dan disusul oleh Najwa. “Alex Kamu kalau lari cepat juga ya.” Ujar Najwa dengan nafas terengah-engah membungkuk memegangi kedua lututnya. Kemudian Najwa berdiri tegak dan melihat dua orang seniornya.
“Hemmm… Kakak ini lagi.” Kata Najwa dalam hati. “Ada apa Alex?” Tanya Eliana, alisnya kirinya terangkat kala bertanya. “Kamu pulang sama siapa? Mau bareng?” Terang Alex.
Dinda yang mendengar kalimat itu langsung tersenyum senang. Namun apa daya, yang ditawarkan adalah Eliana, bukan dirinya. Seketika senyum manis itu pudar menjadi ekspresi datar.
“Tidak usah Alex. Aku kan ada Pak Ujang yang jemput. Coba tanya Dinda, barang kali Dia bisa bareng Kamu.” Kata Eliana sembari melirik sahabatnya. “Tidak usah Alex, Ayahku sudah di parkiran menunggu menjemputku.” Sahut Dinda.
Sahabat dari Eliana itu berbohong, Dia sangat ingin pulang bersama Alex. Tetapi Dia tidak ingin terlihat seperti mengejar Alex jadi Dia berusaha untuk menolak dan menjaga wibawanya.
__ADS_1
“Serius Din?” Tanya Eliana heran, Dia tahu betul kalau ini kesempatan emas Dinda sebagai fans Alex agar bisa bersama idolanya. “Seriuslah!” Jawab Dinda sembari melotot, setelahnya matanya berkedip beberapa kali sebagai kode untuk diam.
“Oh iya benar ya Papamu sudah menjemput hehe…” Kata Eliana berusaha untuk meluruskan kalimatnya. Sinyal yang diberikan oleh sahabatnya itu diterima dengan jelas olehnya.
“Oh seperti itu, Okay kalau gitu Aku duluan ya.” Ujar Alex meninggalkan dua sejoli itu lalu kembali berjalan bersama Najwa. “Alex Kamu enggak nanya Aku pulangnya sama siapa? Atau tawarin kek pulang bareng.” Ucap Najwa cemberut.
“Ahhh.. benar, Najwa Kamu mau pulang bareng Aku tidak?” Tanya Alex tidak enak hati. Sejak awal Dia memang tidak berniat untuk mengajak Najwa pulang bareng. Karena baginya Najwa hanyalah teman Kampus biasa. Sedang Eliana? Jelas Alex kuliah di Kampus yang sama karena tertarik dengan gadis itu.
“Hahaha… Alex-Alex! wajar sih ya kalau Siska menggodamu. Kamu itu sudah ganteng, baik, polos lagi. Enggak nyangka aja sudah punya anak masih polos Kamu.” Ujar Najwa sembari tertawa terbahak-bahak walaupun hatinya merasa senang karena sudah diajak pulang bareng sama Alex. karena memang Najwa sangat ingin bisa pulang bareng Alex.
Alex hanya memasang wajah datar kala melihat Najwa tertawa. Baginya tidak ada hal lucu dalam obrolan mereka. “Jadi gimana? Jadi pulang bareng?” Tanya Alex memastikan.
“Enggak lah Alex, Aku bercanda sih. Aku ke Kampus bawa mobil sendiri kok.” Jelas Najwa. “Oh Okay kalau gitu. Aku pergi sekarang ya, soalnya di dalam mobil ada supirku yang menunggu sejak tadi.” Terang Alex.
“Oh seperti itu, baiklah silahkan duluan. Aku belum mau pulang dulu Lex. Aku mau pergi ke Perpus dulu baru pulang.” Ucap Najwa lalu pergi belok kiri. Sedangkan Alex juga berlalu dengan belok ke arah kanan menuju parkiran.
“Bagaimana kuliahnya hari ini Pak?” Sapa Pak Didit saat Alex masuk ke dalam mobil. “Alhamdulillah lancar.” Jawab Alex singkat.
“Nah enakkan Lu Lex enggak bawa Anak. Sejak awal kan Aku udah nyaraninnya enggak usah bawa Anak. Sejak awal aku tuh udah khawatir. Lihat sekarang, Kamu seperti Pria muda yang bisa mendekati semua Wanita.” Pak Didit bergumam dalam hati.
“Pak Didit ayo pulang. Aku sejak tadi sudah mikirin Hendra.” Tegur Alex kepada supirnya yang tengah melamun itu. “Eh iya Pak siap!” Sahut Pak Didit tersadar yang kemudian menginjak pedal gas mobil dan meninggalkan Kampus.
__ADS_1
Hari berlalu demi hari, Alex masih dengan kegiatan Live Streamingnya di pagi hari. Memasak, membersihkan rumah, serta mengurusi ketiga Anaknya. Ketika waktunya untuk berangkat mengantar Andra dan Indra ke sekolah pada saat itu pula Alex pergi ke Kampus, tak lupa Alex menitipkan Anak bungsunya kepada tetangganya.
Pada kedua, ketiga, dan seterusnya, bukan Bu Tuti lagi yang membukakan pintu untuk Hendra. Aisyah langsung keluar dan dengan senang hati menerima titipan dari Alex tersebut.
Aisyah yang selama ini ingin punya Anak, sekarang terpenuhi dengan keberadaan Hendra kala Alex pergi kuliah ataupun ada kegiatan lain yang mengharuskannya untuk tidak membawa Anak bungsunya itu.
Alex pun sangat bersyukur dengan kedekatan Aisyah dan Hendra. Hingga hari-harinya yang terasa berat selama dua tahun ini terbayarkan oleh timangan Aisyah kepada Anak bungsunya.
Disamping itu, saat berkuliah, sambil mengenyam pendidikan yang layak, Alex melanjutkan visi dan misinya. Visinya adalah berkuliah agar mendapatkan ilmu, Pendidikan, serta gelar Sarjana Hukum. Sedangkan misinya ialah untuk mendekati Eliana.
Alex tidak pernah lupa atas jasa Eliana yang menjaga ketiga Anaknya selama satu minggu saat Dia harus terbaring lemah di rumah sakit pasca jatuhnya dan kepentoknya dari tedmon kala itu. Dan mulai saat itulah Alex tertarik kepada gadis jutek yang bernama Eliana tersebut.
Duda keren nan tajir ini menjalani hari-harinya dengan indah. Di awali dengan senyuman manis menyapa para subscribernya dan membuat menu bubur tim yang sehat di pagi hari. Hidup bahagia bersama ketiga Anaknya dan dikelilingi para gadis. Baik itu di rumah, dengan tetangganya seperti Mba Temble, Bu Rosa, serta Aisyah.
Tak luput dari fans beratnya, di Kampus Alex pun sering kali mendapatkan perhatian lebih dari teman perempuannya seperti Siska, Meimei, dan yang tak kalah penting mendapatkan perhatian istimewa dari sang Ketua kelasnya.
Di Kampus Alex menikmati segala kegiatan belajar mengajar itu. Dia bahkan menjadi salah satu mahasiswa yang rajin dan cerdas. Disamping itu, Duda keren ini terus berusaha untuk mendekati Eliana. Dari mulai mengajak makan bareng saat di Kampus, bertanya seputar mata kuliah serta mencari kesempatan untuk pergi atau pulang bareng.
Tetapi saat pulang, Alex pun makin terlarut dengan Aisyah. Janda kembang yang soleha serta berbaik hati untuk menjaga Anak bungsunya tanpa pamrih. Dengan paras cantik, sejuk nan kalem itu juga sangat membuat hati Alex tertarik. Dimana lagi Dia bisa mendapatkan Istri yang soleha seperti Aisyah dijaman sekarang. Dan yang terpenting adalah, dimana lagi ada seorang perempuan yang bisa mengambil hati Hendra selain Aisyah.
Akankah misi Alex di Kampus berhasil? Misi untuk mendekati Eliana si gadis cantik yang sudah menarik hatinya? Lalu bagaimana dengan Aisyah yang berhasil mengambil hati Hendra dan membuatnya makin bimbang diantara dua pilihan, yaitu Eliana dan Aisyah.
__ADS_1
Untuk keseruan lainnya, terus baca bab selanjutnya. Penulis sangat mengharapkan karya ini bisa menghibur para pembacanya. Dan penulis mohon untuk selalu memberikan like/jempol pembaca untuk mensupport penulis. Ada baiknya untuk menambahkan ke favorite, komen, dan share.
Penulis akan sangat menghargai setiap jempol, komen positif dan membangun, serta kerendahan hati pembaca untun meng-share dan merekomendasikan novel ini. Sampai ketemu pada bab selanjutnya. Terima kasih.