Duren Kampus

Duren Kampus
Buku Online


__ADS_3

Alex tengah membereskan ruang keluarganya. Hendra sedang tertidur sekarang, ketika Hendra tertidur Alex memanfaatkan momen itu membereskan rumah. Di atas karpet berbulu lembut itu banyak berserakan mainan yang sudah dimainkan oleh Hendra sebelum dia mengantuk. Alex mengambil satu persatu dari mainan itu dan meletakkannya ke dalam box besar berwarna putih dengan tutup box yang berwarna hijau.


Setelah membereskan rumah, Alex melanjutkan dengan menyiapkan makan siang untuk anak-anaknya. Biasanya untuk makan siang Alex jarang memasak. Dia sering memesan makanan siap saji karena Andra dan Indra yang sangat menyukai makanan itu. Alex sedang duduk di meja makan dapur dan menggampai ponselnya yang sejak tadi tergeletak di meja itu.


Alex membuka aplikasi jasa online di ponselnya. Dia ternyata pelanggan dari Gojek, langsung saja dia mengklik menu Go Food. Hari ini Alex memesan tiga porsi Happy Meal Ayam McD, dua porsi kentang goreng ukuran besar (Large) dan Double Big Mac. Dia memesan menu dari McD tanpa minuman.


Ayah dari tiga anak itu masuk ke dalam kamar dan melihat anak bungsunya. Siapa tahu anaknya terbangun tanpa ia ketahui. Setelah mengecek ternyata Hendra masih tertidur dan Alex kembali duduk di ruang keluarga lalu menonton TV. Sesaat setelah menonton TV dia mengingat sesuatu.


“Oh iya buku mata kuliah semalam belum ada satupun yang ku beli.” Kata Alex dalam hati. Dia mengambil benda pipih itu lagi dari dalam celananya. Mencari kontak bernama Eliana, tidak ada nomor yang tersimpan di ponselnya yang bernama Eliana.


Duda keren itu memegang dagunya sambil berpikir. Apakah mungkin nomor telepon Eliana belum di simpannya? Sepertinya memang belum. Lalu di mana kertas yang berisi nomor ponsel Eliana yang dia berikan ketika Alex dirawat di rumah sakit? Alex berpikir dan berusaha mengingatnya. Waktu Eliana memberikan kertas itu tepat berada di telapak tangannya, namun Alex lupa di mana dia menyimpan kertas itu setelahnya.


Alex sedikit pusing, dia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Selain Eliana kepada siapa lagi dia bisa bertanya mengenai kampusnya? Apakah Pak Didit? Jelas-jelas Pak Didit hanya actor pengganti untuk mengikuti ospek yang tak bisa dia lakukan.


Alex yang juga miliyarder itu kini menarik nafas dan membuangnya secara perlahan. Dia lakukan itu selama tiga kali, dan dia melanjutkan dengan memejamkan mata. Duren (Duda Keren) ini mencoba mengingat lebih detail lagi kejadian waktu Eliana memberikan kertas itu. Butuh waktu yang cukup lama, sekitar lima belas menit dia memejamkan mata dan mencoba kembali ke alam bawah sadarnya.


TING!!!!


Ada sesuatu yang dia ingat! Segera Alex menggapai dompet yang berada di kantong celana belakang. Dia meraba kiri dan kanan, tetapi dompet itu tak kunjung dia temukan. Akhirnya Alex berdiri dan mencoba untuk masuk kamarnya lagi. Saat baru berada di depan pintu dia melihat dompetnya dari jauh. Dompet itu berada di meja kecil samping kasur, segera Alex mengambil dan membukanya. Benar! Kertas itu masih tersimpan rapi yang diselipkan di antara kartu KTP dan ATM-nya.

__ADS_1


Alex kembali duduk di atas sofa dan menggapai ponselnya lagi. Dia menyimpan nomor Eliana terlebih dahulu lalu berniat untuk meneleponnya. Setelah dia menyimpan nomor gadis cantik itu, dia sudah dihadapkan dengan layar yang memiliki pilihan gambar telepon berwarna hijau dan merah. Tinggal diklik saja tombol hijau, tetapi entah mengapa Alex ragu. Keberanian dari Duren yang memiliki banyak fans itu menciut.


Sebelum menelepon Eliana entah kenapa dia membayangkan wajah dan sikap cuek gadis itu terlebih dahulu. Akhirnya Alex membatalkan niat menelepon Eliana untuk bertanya beberapa buku mata kuliahnya nanti.


Kemudian Alex meletakkan ponselnya di meja samping sofa di bawah lampu hias kecokelatan. Dia berdiri dan masuk lagi ke kamar untuk mengambil laptopnya di laci meja. Hendra yang sejak tadi tertidur sepertinya belum bangun juga. Langsung saja Alex mengambil Laptop itu setelah membuka laci dan kembali duduk di atas sofa ruang tamu tadi.


Duren itu membuka dan menghidupkan Laptopnya. Alex mengarahkan panah yang ada pada Dashboard layar Laptop ke software yang bernama Chrome lalu mengklik software itu. Setelahnya dia masuk ke alamat website dan mengetik https://google.com kemudian muncul lah halaman Google. Segera Alex mem-browsing buku mata kuliah yang sudah dia catat tadi malam setelah membaca buku silabus.


Alex mulai membuka dan membandingkan orisinil website yang menjual beberapa buku itu. Lalu dia pun membandingkan harga buku, yang mana yang paling murah. Setelah selesai memilih, Alex membuka catatan pada kertas yang dia tulis tadi malam. Dia memesan buku Pengantar Ilmu Hukum, Pengantar Hukum Indonesia, Ilmu Negara, Hukum Tata Negara, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Administrasi Negara, Hukum Internasional, Hukum Dagang, Hukum Islam, Hukum Adat, Hukum Agraria, dan Hukum Lingkungan.


Semua buku itu dia beli untuk mempersiapkan dirinya masuk ke Universitas. Agaknya Alex serius untuk berkuliah, bertemu Eliana? Mungkin hanya bonus hehehe.


Ding dong! Terdengar suara bel berbunyi. Sontak Alex berdiri dan berlari kecil untuk segera membuka pintu sebelum bel berbunyi lagi. hal itu dia lakukan sebagai antisipasi Hendra terbangun karena bunyi bel rumah yang menggema.


“Okay terima kasih ya Dik.” Ujar Alex ramah.


“Uangnya sudah ya, tadi saya bayar pakai Go Pay.” Tambah Alex sembari tersenyum kepada karyawan delivery dari McD itu.


“Iya sama-sama Pak.” Jawab lelaki muda itu. Tanpa salam dan tanpa permisi dia langsung saja berbalik badan serta meninggalkan rumah Alex. Alex pun langsung menutup pintu dan melangkah menuju meja makan.

__ADS_1


Makanan pesanan untuk makan siang itu Alex letakkan di atas meja. Kemudian Alex mengambil empat piring dan empat gelas yang dia taruh di meja. Masing-masing piring dan gelas itu diletakkan tepat di depan kursi. Agaknya Alex hanya bersiap-siap sebelum mereka makan siang.


Ding Dong! Bel rumah itu berbunyi lagi. Seperti tadi Alex segera membuka pintu dengan berlari-lari kecil.


“Ayahhh….” Suara panggilan Andra dan Indra berbarengan. Suara itu terdengar lembut hingga perasaan Alex sebagai seorang Ayah meleleh seketika.


“Alhamdulillah sudah pulang nak.” Ujar Alex sembari jongkok dan memeluk kedua anaknya itu. Lalu setelah selesai memeluk, Alex mengelus lembut rambut kedua anaknya. Tangan kanan mengelus rambut Andra dan tangan kiri memeluk rambut Indra.


“Pak Alex ini Pak!” Kata Pak Didit sembari memberikan kunci mobil kepada Alex. Ternyata dia berdiri sejak tadi di depan pintu serta melihat kisah seorang duda yang hidup sendiri dan menyayangi anak-anaknya.


“Iya Pak!” Sahut Alex dan langsung menerima kunci mobil pemberian Pak Didit.


“Okay kalau begitu saya pamit ya Pak.” Ujar Pak Didit sembari menunduk dan membungkuk sedikit lalu pulang.


“Jagoan Ayah Alex lapar tidak?” Tanya Alex dengan ekspresi bak superhero.


“Laparrrr…” Teriak Andra dan Indra berbarengan.


“Kalau begitu ayo masuk cepat, di meja makan sudah Ayah belikan Ayam McD loh!” Ucap Alex sembari merangkul kedua anaknya memberia sinyal untuk masuk. Kemudian setelah kedua anaknya masuk dia lekas menutup dan mengunci pintu rumah.

__ADS_1


Andra dan Indra kegirangan sehingga mereka berdua berlari menuju meja makan.


“Eits ganti baju dulu dong, habis itu baru makan ya.” Alex setengah berteriak memberi perintah kepada Andra dan Indra.


__ADS_2