
“Ada apa Puji? Apa kamu tidak diterima?” Tanya Bu Tanjung penasaran saat melihat ekspresi mengecewakan dari Puji. Puji Astuti hanya melewati Bu Tanjung membisu. “Huuu.. dasar budek!” Kata Bu Tanjung dengan suara dipelankan. “Selanjutnya atas nama Marni Sus.” Teriak Bu Tanjung.
Bu Tanjung menunggu seseorang lewat disampingnya namun tak jua seseorang itu lewat. “Sekali lagi atas nama Marni Sus.” Bu Tanjung mengulangi panggilannya untuk yang kedua kali. “Halooo.. Marni Sus kemana?” Bu Tanjung berdiri dari kursi singgahsananya. Dia menaruh lagi kedua tangan dipinggang dan mendongak. “Apa tidak ada nama Marni Sus di sini?” Tanyanya lagi.
“Tidak ada bu.” Jawab seorang dari calon Babysitter itu.
“Tapi ini kenapa berkasnya ada dengan Saya?” Tanya Bu Tanjung heran.
“Tadi memang ada orang yang pergi meninggalkan barisan ini Bu.” Jawab seorang lain lagi.
“Loh kok Saya tidak lihat? Terus kenapa Dia tidak izin dulu atau lapor kek biar gak dicariin.” Terang Bu Tanjung. “Ya sudah langsung Kita eliminasi saja Dia. Panggilan selanjutnya atas nama Paijah, apa orangnya ada ini yang bernama Paijah?” Teriak Bu Tanjung memastikan.
“Saya Bu RT.” Jawab seseorang yang sedang mengangkat tangan. Perempuan itu tidak tua juga tidak muda. Kulitnya kecoklatan, ada sedikit kerutan di bawah mata dan pipinya kala Dia menjawab panggilan Bu Tanjung dengan senyuman yang menampakkan seluruh giginya. Giginya yang bagian depan sedikit maju atau biasa disebut dengan kata Boneng namun gigi itu putih bersih. Badannya kurus ceking dan Dia mengenakan celana panjang bermotif batik dan baju kaos lengan panjang dengan jilbab yang senada.
Bu Tanjung hanya menunggu, setiap kali orang yang Dia panggil keluar melewatinya dengan segera Bu Tanjung akan memanggil nama selanjutnya sesuai dengan susunan Map yang Ia pegang. Selama menunggu Bu Tanjung sering mengambil beberapa foto para calon Babysitter itu serta berselfie ria seperti biasanya. Tak lupa Bu Tanjung juga meng-upload semua kegiatan itu pada akun media sosial miliknya.
Setelah beberapa saat Paijah keluar, dengan segera Bu Tanjung mengambil Map selanjutnya. Sebelum memanggil orang selanjutnya Paijah sempat mengajaknya mengobrol.
“Bude opo Aku ditampa yo?” Tanya Paijah. | artinya: Bude apa Aku diterima ya?
“Aku ora ngerti, mengko aku hubungi.” Jawab Bu Tanjung. Ternyata selain bahasa Padang, Dia juga menguasai bahasa Jawa. | artinya: Aku tidak tahu, nanti Aku hubungi.
“Yo wes, Aku pamit yo. Assalamualaikum…” Paijah pamit dengan memberi salam.
“Walaikumsalam, hati-hati Paijah.” Pesan Bu Tanjung.
__ADS_1
“Engge.” Paijah menjawab sembari mengangguk kemudian meninggalkan rumah Alex.
“Selanjutnya atas nama Lailatul.” Teriak Bu Tanjung.
“Saya Bu.” Jawab seorang gadis berhijab sambil mengangkat tangan. Gadis ini sangat bersemangat, wajahnya imut dan Babyface, dilihat dari wajahnya sepertinya Dia masih sekolah tapi tidak mungkin, karena menurut biodatanya umurnya sudah dua puluh lima tahun.
“Langsung masuk saja Laila.” Suruh Bu Tanjung kepada Lailatul yang masih dengan posisi mengangkat tangan dan belum meninggalkan tempatnya berdiri.
“Oh iya Bu siap!” Sahut Lailatul. Lekas Dia berlari dengan memasang wajah ceria. Karena energi positif yang dipancarkan Lailatul, Bu Tanjung pun ikut tersenyum melihatnya. “Benar-benar bocah itu anak.” Kata Bu Tanjung dalam hati.
Lailatul masuk, Bu Tanjung kembali duduk. Cukup lama Dia menunggu Lailatul untuk keluar dan belum selesai. Sembari menunggu dan bermain HP Bu Tanjung mendengarkan gema tawa dari dalam rumah Alex seakan mendengarkan sentuhan satu keluarga yang bahagia.
“Sepertinya cocok ni, semuanya Enjoy di dalam dan pada ketawa-ketiwi tuh.” Bu RT itu bergumam. Kemudian Bu Tanjung melanjutkan membuka layar ponselnya untuk menelpon Suaminya.
“Iya Ibu pesan GoFood aja dulu Bu, tolong sekalian belikan para calon Babysitter Alex pasti mereka kelaparan juga.” Jawab Pak Didit dalam panggilan suara itu.
“Iya aman Ayah, tapi uangnya gimana?” Tanya Bu Tanjung memastikan.
“Soal uang jangan ditanya, kata Pak Alex nanti digantikan.” Sahut Pak Didit.
“Okay siap Ayah.” Jawab Bu Tanjung singkat. Mendengar perkataan Suaminya lekas Bu Tanjung memesan nasi padang pada aplikasi Go Jek di ponselnya. Dia mengklik menu pilihan GoFood dan segera memesan nasi padang untuk sepuluh orang yaitu untuknya, Suaminya, Alex, Lailaltul (masih dapat karena belum pulang) dan enam orang lainnya yang belum dipanggil namanya.
Sigesit GoFood tidak lama, Lailaltul masih di dalam dan bersenda gurau, makanan pun sampai. Pria berjaket hijau itu menghampiri Bu Tanjung memberikan nasi itu bersamaan dengan bill-nya. Kemudian Bu Tanjung menerima nasi itu dan membayar tunai tagihannya lalu Pria berjaket hijau pergi meninggalkan rumah Alex.
“Halo Bu ini nasinya sudah datang.” Bu Tanjung kembali menelpon Suaminya.
__ADS_1
“Okay tunggu sebentar.” Sahut Pak Didit. Sekejap, Pak Didit datang dan berdiri dipintu. “Sini Bu nasinya yang untuk tiga orang.” Ujar Pak Didit yang tiba-tiba sudah berdiri dipintu.
“Astaghfirullahal’azim” Bu Tanjung beristighfar kala Dia terkejut tak menyangka Suaminya akan muncul tiba-tiba. “Ayahhhh… jangan tiba-tiba gitu kenapa sih. Jantungku hampir copot ini.” Tambahnya.
“Iya-iya maaf bu, mana nasinya?” Kata Pak Didit sembari meminta nasi miliknya.
“Ini Yahhh…” Bu Tanjung memberikan tiga nasi bungkus untuk Pak Didit, Alex, dan Lailatul. Dia sengaja tidak membelikan Hendra, karena nasi padang itu cenderung pedas bersambal. Menurutnya Alex pasti punya hidangan sendiri untuk Anaknya seperti yang lalu-lalu.
“Ayah kok lama sih, emang Lailatul ngapain? Suara ketawanya ampe kedengeran loh. Apa sudah cocok ya?” Kata Bu Tanjung penasaran.
“Oh itu si Lailatul lucu banget Bu, Dia pinter ngelucu seperti Arafah, Ibu tau gak Arafah?” Tanya Pak Didit.
“Iya tau yang Stand Up Comedy itu kan?” Tanya Bu Tanjung balik.
“Iya benar Bu, bahkan wajahnya mirip sama Arafah. Ternyata Dia itu Adeknya Arafah dan menggunakan KTP Kakaknya untuk mengikuti tes ini. Dia juga ikut tes ini bukan mau jadi Babysitter sih, katanya cuman biar bisa ketemu Alex. Anaknya lucu Bu jadi kita di dalem ketawa-ketawa.” Jelas Pak Didit.
“Oh gitu, ya udah masuk gih lanjut. Ibu mau makan dulu ini laper.” Suruh Bu tanjung kepadanya suaminya sambil mengayunkan tangannya tanda mengusir. Pak Didit pun langsung masuk lagi ke dalam dengan membawa tiga bungkus nasi padang itu.
“Kamu sini maju.” Ujar Bu Tanjung yang menunjuk salah satu dari calon Babysitter itu. Perempuan itu pun maju saat ditunjuk oleh Bu Tanjung. “Ini nasi tolong Kamu bagikan ke teman-teman tesmu yang lain.” Terang Bu Tanjung sembari memberikan enam bungkus nasi padang itu.
“Baik Bu.” Jawab perempuan itu singkat lalu membagikan nasi padang itu.
“Semuanya silahkan makan, duduk di bawah Canopy saja kalau di halaman panas. Silahkan makan siang dan beristirahat sebentar.” Teriak Bu Tanjung. Keenam orang itu pun menuruti perintah Bu Tanjung dan mengambil posisi duduk di bawah Canopy rumah Alex untuk makan siang.
Lalu Bu Tanjung juga makan siang di kursi tempatnya duduk. Dia mengangkat satu kakinya dan menginjak kursi. Posisinya sama seperti mamang supir pada warung kopi hehehe.
__ADS_1