
“Huss.. jangan bilang gitu.” Tegur Dinda. “Lu liat aja tuh Din, pakai topi merah kacamata hitam di tambah bawa Anak. Apa engga gila tu orang. Udah gitu kuliah engga tau lagi kelasnya dimana.” Terang Eliana terheran-heran.
Dinda mengabaikan omelan Eliana, Dia berjalan meninggalkan Eliana dan mengahampiri Alex. “Tunggu Din.” Teriak Eliana mengejar Dinda serta berjalan bersama lagi.
“Hai Pak Alex.” Tegur Dinda sembari tersenyum namun Alex tidak mengenalnya. Mata Alex langsung tertuju kepada Eliana.
“Eliana apa Kamu membawa air minum? Airku habis karena membuatkan susu untuk Hendra.” Pinta Alex yang sudah lemas dengan bibir yang mengering.
Mendengar hal itu Dinda lekas mengambil sebotol air mineral miliknya yang memang selalu Dia bawa kemana-mana. “Ini ambil..” Kata Dinda sambil memberikan botol minuman itu. “Terima kasih.” Sahut Alex serta mengambil botol minuman itu lalu meminumnya beberapa tegukan.
“Kamu siapa?” Tanya Alex. “Aku Dinda teman Eliana.” Jawab Dinda. Dinda memberikan tangannya berharap bersalaman dengan Alex karena perkenalan itu. Tetapi saat Dinda memberikan tangannya Alex keburu mengalihkan pandangannya kepada Eliana.
Dinda menurunkan tangannya perlahan. Wajahnya menunjukkan wajah yang kecewa, tetapi cepat-cepat Dia tersenyum lagi agar tidak ada yang menyadarinya. “Hai Hendraaa… manis banget Kamu.” Ucap Dinda mencoba mencairkan suasana.
“Loh Kamu kenal Din?” Tanya Eliana. “Kenal sih engga, tapi siapa engga tahu sama Hendra. Kalau tau Alex ya pasti tau juga sama Hendra.” Jawab Dinda tersenyum.
Mendengar hal itu sontak Alex tersenyum. Dinda mencoba merangkul Hendra tetapi sayang Hendra menolak. “Ayahh…” Hendra memanggil nama Ayahnya. “Iya sayang.” Jawab Alex sembari mengusap lembut rambut Hendra.
“No..No..No..” Kata Hendra sambil mengoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan. Sontak Alex tertawa kecil melihat tingkah dari Anak bungsunya itu. “Dia menolak digendong olehmu Dinda.” Ujar Alex dan menatap Dinda.
“Tidak apa, namanya juga Anak kecil.” Sahut Dinda. Pipinya memerah kala dipandang oleh Alex.
“Jadi sebenarnya Kamu mau minta tolong apa nih?” Tanya Eliana to the point.
__ADS_1
“Ini ambil..” Ujar Alex sambil memberikan sebuah kertas berisi jadwal mata pelajaran kuliahnya. “Oh ini kelasnya di sana.” Sahut Eliana sambil menunjuk ke Gedung tempat kelas Alex berada. “Terima kasih” Jawab Alex.
“Jadi Kamu beneran mau bawa Anak ke kelas?” Tanya Dinda. “Iya bagaimana lagi, tidak ada yang bisa menjaga Hendra. Saya bahkan mencarikannya Babysitter tetapi tidak ada yang cocok dengannya.” Jelas Alex.
“Iya Aku tahu kalau Kamu cari Babysitter tetapi Aku tidak menyangka kalau tidak ada satupun yang jadi.” Ujar Dinda. “Sudah Din ayok ke kelas mungkin dosen sudah di kelas.” Ajak Eliana. Tetapi Alex pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka.
Sesampainya di kelas Alex menjadi sorotan, bahkan menjadi sorotan sebelum memasuki kelas, Alex langsung menjadi sorotan saat memasuki Kampus bersama Hendra tadi.
Alex masuk ke kelas. Di kelas itu sudah ada beberapa mahasiswa baru yang masuk. Tampak mahasiswa itu saling mengenal satu sama lain. Lalu Alex? tidak mengenal siapapun.
“Permisi, apa benar di sini kelas B memulai pelajaran?” Tanya Alex yang masih menggunakan topi merah tetapi sudah melepas kacamata hitamnya.
“Iya benar, Kamu siapa ya? Ngapain ke sini?” Jawab laki-laki kurus tinggi itu. Bibir laki-laki itu bergerak-gerak, alisnya mengkerut. “Perkenalkan Saya Alex, Saya salah satu mahasiswa di sini.” Ujar Alex sembari memberikan tangannya. Laki-laki kurus itu membalas dan berjabat tangan dengan Alex.
“Ayahh…” Hendra memangil Alex dengan gelisah. “Iya kenapa Hendra?” Tanya Alex. “Eek…” Hendra memasang wajah masam, perutnya mules ingin BAB.
“Ha mau eek lagi tu Anak.” Reza menyeru dalam hati, langsung saja Reza bergeser perlahan menjauhi Hendra kalau-kalau Hendra BAB di dalam celana.
“Oh iya bentar ya.” Alex membelai rambut Hendra dan “Srutttt…” Suara aneh keluar dari bokong Hendra. Aroma tak sedap itu cepat saja menghampiri setiap orang yang ada di kelas.
Seketika semua orang di kelas menutupi hidungnya. “Ueekk..!” “Bau apa ini?” Tanya gadis yang duduk di sudut kelas.
Sontak Alex membulatkan matanya, segera Dia berdiri dan mencoba mencari maps toilet FHUI pada ponselnya namun hal itu memakan waktu yang lama hingga Dia memutuskan untuk bertanya kepada Reza. “Reza apa Kamu tahu toilet di mana?” Tanya Alex.
__ADS_1
“Kamu keluar kelas Alex, setelah keluar belok kanan, nanti di ujung Gedung sebelah kiri ada toilet.” Ujar Reza sembari menutupi hidungnya. “Terima kasih.” Jawab Alex dan langsung bergegas keluar kelas.
“Reza itu siapa? Pamanmu?” Tanya seorang gadis berambut panjang dan berponi samping. “Bukan, enak aja itu pamanku. Aku juga baru kenalan tadi, Dia bilang mahasiswa sini.” Jawab Reza.
“Uekkk.” Bau eek dedek itu masih lengket di hidung ku.” Reza masih menutupi hidungnya. “Iya bener.” Jawab perempuan yang duduk di sudut kelas.
“Kamu serius Dia mahasiswa sini? Apa tidak ada larangan agar tidak membawa anak ke Kampus?” gadis berambut panjang itu bertanya.
“Ya mana Aku tau ahhh..” Jawab Reza sedikit kesal. “Tapi kalian liat ga sih, itu orang ganteng bangetttt…” Sambung salah seorang gadis yang sejak tadi diam.
“Iya bener ganteng, tapi kok wajahnya kayak familiar gitu ya?” kata gadis yang lain. Beberapa gadis di kelas seketika merenung mencoba mengingat pernah melihat Alex di mana.
“Ahhh Aku tau, bukannya Dia itu mirip dengan Youtuber terkenal itu.” Teriak gadis berambut panjang. “Iya bener itu Alex, memang Dia seorang Duda dan belum menikah.” Jawab gadis yang duduk di sudut kelas.
“Wah kok bisa sekebetulan itu Dia kuliah dan se kelas sama Kita.” Para gadis itu merumpi. Mereka yang duduk berjauhan kini duduk berbarengan menggosipkan Alex.
“Sepertinya para gadis itu terlihat gembira dengan kedatangan Pria bertopi tadi.” Ujar laki-laki berambut setengah botak. “Iya benar, Dia itu beranama Alex.” Sahut Reza. “Tapi ganteng sih emang, Kita aja yang cowok liatnya ganteng.” Tambah pria berambut keriting.
“Loh kok malah kalian ikutan ngomongin Alex juga sama seperti cewek-cewek itu.” Ujar Reza.
Tak lama kemudian Alex datang tanpa topinya. Dia melepaskan topinya hingga para gadis jelas melihat wajah Alex. “Gantengnya…” Ujar para gadis bersamaan.
“Hai Alex kenalin namaku Siska.” Kata Gadis yang berambut panjang. “Halo Alex namaku Najwa.” Kata Gadis yang memakai hijab. “Namaku Dini kata Gadis yang berambut panjang dan berponi samping. “Hai Alex perkenalkan namaku Mei-mei.” Kata Gadis yang bermata sipit.
__ADS_1
Para gadis itu mendekati Alex dan menyalami Alex satu persatu. “Iya salam kenal kembali, namaku Alex Cornelius.”