
Adam mendabakan kepergiannya pagi ini. Hari ini dia agak menyetel. Dia menggunakan baju terbaiknya di lemari. Memakai parfum yang lebih banyak dari biasanya. Memakai minyak rambut dan menyisir klimis rambutnya. Sempurna! Dia terlihat seperti tukang bangunan abal-abal yang terkena busung lapar.
Betapapun dia bergaya, tetap saja Adam seperti sapu lidi. Yang kalau ditiup angin terbang seketika. Adam itu kurus ceking. Bukan keluarga bu Tangjung dan Pak Didit tidak memberinya makan. Makannya bahkan banyak kalau dilihat dari porsi tubuh kurusnya. Sepertinya itu bawaan dealer alias bawaan lahir hahaha.
“Sayang, ganteng amat? Emangnya perlu?.”
Istri Adam mencoba memujinya. Betapapun jeleknya Adam berhubung sudah menjadi suami dan punya anak. Bagi istrinya tentu tetap ganteng. Seakan terbang Adam sehabis dipuji. Berharap dipuji jua oleh Ayu, sang bidadarinya.
Adam duduk menunggu diruang tamu. Sudah siap lengkap dengan pernak-pernik ospek. Pak Didit mendekat heran. Kenapa si Adam. Oh iya dia lupa memberitahu kepada menantunya itu.
“Adam, ayah lupa beritahu. Tadi malam pak Alex menelepon ayah. Hari ini kita tidak Ospek. Katanya akibat wabah Corona cluster dari India sedang berkembang biak di jakarta. Dan beberapa mahasiswa terjangkit maka harus di karantina. Ospek tatap muka dibatalkan menjadi Ospek online.”
Ujar pak Didit yang setelah kembali masuk tanpa merasa bersalah. Adam menangis, berteriak, tapi dalam hati. Dia menggalau! Tak jadi dia bertemu dengan pujaan hati nya. Istrinya memperhatikan.
“Sayang, ada apa?”
Kata istrinya lembut. Adam memandangi istrinya. Seakan tersadar, bahwa tidak perlu memperdulikan Ayu lagi. Dia hanya angin lewat. Tapi, hatinya terlanjur sayang.
“Tidak apa-apa sayang. Hanya saja saya suka berkuliah sekalipun itu menggantikan orang lain.”
Jawabnya sedih. Menyembunyikan hal yang sebenarnya adalah yang terbaik. Dia tentu sayang dengan istrinya dan tak mau menyakitinya. Tapi naluri lelaki nya keluar saat Ospek kemarin. Naluri ingin beristri lagi.
*
*
Ketiga anak Alex tertidur pulas. Lekas Alex mengambil dan menghidupkan Laptopnya. Alex mengecek komentar para fans nya. Alhamdulillah semuanya masih bagus-bagus. Satu dua komentar tidak masalah. Baginya itu hanya tai lalat yang seupil dibagian tubuhnya.
Rumahnya beres, harum dan bersih. Alex rehat sejenak berbaring di sofa ruang keluarga. Menatap langit-langit dan berpikir.
Tititittt!
Ada bunyi notifikasi dari Laptopnya. Alex bangun untuk duduk dan segera mengecek bunyi itu. Notifikasi email masuk. Lekas Alex membukanya.
^^^“Kepada Yang terhormat, ^^^
__ADS_1
^^^Bapak Alex Cornelius^^^
^^^Di, ^^^
^^^Tempat. ^^^
Dengan hormat,
Semoga bapak selalu senantiasa dalam keadaan baik. Mengingat virus COVID-19 atau Corona yang masih mewabah. Dan beberapa mahasiswa baru dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Dengan kerendahan hati kami panitia OSPEK menyampaikan bahwa Kegiatan Ospek Universitas Indonesia dihentikan. Dilanjutkan dengan program OSPEK Online selama enam jam.
Berikut link zoom yang untuk gugus kembang tai ayam.
Https://www.zoom.com.mobile/guguskembangtaiayam973m46ZXvv
Ospek online bersifat wajib. Jadi kami berharap agar bapak mengikutinya sampai dengan selesai.
Sekian dari kami. Apabila ada salah dalam penulisan nama atau kalimat kami meminta maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
^^^Hormat kami ^^^
^^^Panitia OSPEK UI ^^^
^^^Ahmad dani”^^^
Setelah selesai membaca email itu. Alex menggapai telepon gengganya. Mencari kontak pak Didit dan memencet tombol yang berwarna hijau.
“Assalamualaikum pak Didit, maaf pak menganggu tengah malam begini. Saya mau memberitahu bahwa besok bapak tidak perlu repot untuk mengikuti Ospek. Saya barusan dapat email, ospek besok berubah menjadi ospek online. Jadi, biar saya yang mengikutinya.”
Ujar Alex tenang.
“Walaikumsaam iya pak. Hoaaammm… iya saya mengerti pak.”
Jawab pak Didit yang masih mengantuk. Mungkin sedang tertidur dan dibangunkan oleh panggilan telepon dari Alex. Setelah menjawab pak Didit langsung mematikan panggilan suara itu tanpa memberi salam dan tidur kembali.
Alex memahami. Segera dia mempersiapkan menu bubur tim untuk live streaming besok. Dan mempersiapkan bahan-bahan masakan untuk sarapan Andra dan Indra. Dia mencoba mengatur ulang jadwalnya. Atau lebih tepatnya mengatur ulang waktunya yang selama ini belum di isi dengan kegiatan kuliah.
__ADS_1
Semuanya beres di pukul tiga pagi. Alex biasanya terbangun saat adzan berkumandang. Setelah sholat subuh, baru dia memulai semua pekerjaannya.
Mata Alex terkatup. Tak sengaja Alex tertidur di sofa.
*
*
Kring…kring…kring… suara Alarm berbunyi. Alex menggapainya dengan sempurna. Memencet tombol. Ting! Bel itu kembali senyap. Alex melirik jam dinding. Waktu menunjukkan pukul lima subuh.
Alex bergegas mandi. Sholat subuh. Dan bersiap-siap untuk live streaming. Setelah melakukan live streaming yang kurang lebih memakan waktu satu jam. Alex melanjutkan nya dengan membuat sarapan. Menu sarapan Alex pagi ini adalah nasi goreng spesial pakai ayam goreng dan sosis goreng.
Tak lupa Alex menyeduh kopi atau cappucino hangat untuk dirinya. Setelahnya Alex membuatkan dua gelas susu untuk Andra dan Indra. Mengambil dua buah telur di kulkas lalu membuat dadar telur untuk Hendra.
Setelah sekian lama Alex melakukan ini semua. Alex mulai merasakan kelelahan. Naluri lelakinya bergejolak. Namun rasa cintanya terhadap Nindi belum juga sirna. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan Nindi dengan segala sejarah kehidupannya. Ditambah lagi, apa yang Alex lakukan selama ini tanpa Nindi membuatnya sadar. Bahwa selama ini Nindi lah yang melakukan semua itu untuk dirinya serta anak-anaknya.
Waktu telah menunjukkan pukul tujuh kurang lima belas menit. Alex menuju kamar Andra dan Indra. Membangunkan mereka ala awak kabin pesawat. Dan serunya, Andra dan Indra masih melakukan refleks otomatis berpura-pura membuka sabuk pengaman. Secepatnya, Alex langsung memberikan info pendaratan dan menggendong kedua putranya masuk ke toilet.
Karena terbiasa menggendong ketiga putranya. Alex tidak perlu repot-repot pergi nge-gim. Olahraga mengangkat alat berat ala laki-laki keren jaman now. Cukup mengurusi ketiga anaknya yang sering digendong itu sudah membuatnya berotot. Alhasil, makin keren kan ini duda 😍guys!.
Belum lagi dengan wajah blasteran inggris-bali. Wajah bule nya itu yang membuat para fans nya di Youtube tergila-gila. Ditambah kemahirannya memasak dan mengurus anak. Sungguh lelaki sempurna idaman setiap wanita.
*
*
Alex duduk di sofa. Bersiap-siap mengikuti ospek online itu. Sebelumnya dia sudah menecetak wajahnya di kertas A4. Kertas A4 itu berisi wajah Alex penuh dari leher hingga ke ujung rambut. Sebagai cadangan untuk ditempel di dinding apabila Hendra mulai rewel dan harus ditemani.
Ospek online itu berjalan dengan lancar. Untuk urusan yang seperti ini, kecil saja bagi Alex. Dia hanya terikat dengan para krucilnya (anak-anak nya). Membuatnya jauh dari pergaulan bapak-bapak. Seperti ngopi, nongkrong bersama teman sesama pria, dan lain sebagainya.
Beberapa kali Abipraya mencoba mengajaknya clubbing. Tapi Alex menolak dengan halus. Yah, anak menjadi alasan terbaiknya saat ini.
Ospek online itu terus berjalan. Tiga jam berlalu, Hendra terbangun dan menangis. Sontak Alex mengklik tombol mute untuk menghilangkan suara laptonya. Agar tangisannya tidak terdengar oleh peserta ospek yang lain.
Segera Alex mematikan kamera laptopnya. Menempel gambar wajahnya di dinding di atas sofa. Mengarahkan kamera laptop ke arah kertas itu dan menghidupkan kameranya lagi. Membesarkan suara laptop lalu meninggalkannya. Berharap bisa mendengarkan sambil mengurus Hendra.
__ADS_1